cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
STUDI KORELASI BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2010-2015 Adi Septian; Muhammad Choiroel Anwar; Marsum Marsum
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.338 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2996

Abstract

Latar Belakang Di Kabupaten Banyumas, sejak tahun 2000 sampai tahun 2014 kasus DBD terjadipeningkatan secara fluktuatif, kasus tertinggi terjadi pada tahun 2010 yaitu sebanyak 696 kasus. Pada tahun 2014terjadi sebanyak 209 kasus, dan pada tahun 2015 sampai Bulan September ini telah terjadi sebanyak 221 kasusDBD, hal tersebut menunjukan adanya peningkatan yang signifikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada atautidaknya hubungan ikilim, kepatadan penduduk dan ketinggian daerah dengan kejadian DBD. Metode penelitian inibersifat kuantitatif dengan desain studi ekologi untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaansecara objektif. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan variabel yang memiliki hubungan adalah curahhujan dengan nilai p-value= 0,016, kelembaban dengan nilai p-value= 0,000, kecepatan angin dengan nilai pvalue=0,000, kepadatan penduduk dengan p-value= 0,000. Suhu udara dan ketinggian daerah merupakan variabelyang tidak memiliki hubungan yang signifikan tetapi berisiko. Simpulan penelitian ini bahwa faktor iklim dankepadatan penduduk dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit demam berdarah dengue. Faktor yangmemiliki hubungan signifikan diantaranya curah hujan, kelembaban, kecepatan angin dan kepadatan penduduk.
DESKRIPSI FORMALIN PADA APEL DAN ANGGUR IMPORT DI KIOS BUAH DI EX KOTATIF PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014 Tri Widya Ningrum; Lagiono Lagiono
Buletin Keslingmas Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.031 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i1.3023

Abstract

Food is every biological, animalistic, processed or unprocessed for human drinking and feedingconsumption including food additive feeding material and other material for savingprocess, or drinking. Formalin is chemical efficient substance but, forbid to food additive, generallyformalin used in textile industry to avoid textile tangled. The goal of this research to known fruit quality(organoleptic) fruit peel, fruit color and fruit flavors in general and to know thereis or now formalin incontamination in import apples and grapes sold at ex kotatif Purwokerto market.This Resecearher of observation method description it was mean to descript import appes andgrapes quality(organoleptic) generally and to know containing formalin at apples and grapes sold in exkotatif Purwokerto year of 2014.Labratorium examining in samples from import apples and grapes, the sample containing formalinpositive were 11 sample those are American grape was 0,218 ppm, Apples Red Delicious code B 1,406ppm, American grape, Apple Red Delicious Code C was 2,463 ppm, Australion grape was 0,167 ppm,Apple Fuji was 2,063 ppm, Apple Red Delicious was 2,049ppm ( Code D), Apple Fuji was 4,73 ppm,Australion grape was 0,204 ppm, Apples Red Delicious was 5,011 ppm ( Code E). And others fruit(Apple and Grape) was not formalin containing.Generally in apple import Fuji, RD, and GS and grape import Australion and American for sample 5all of them was good. So it is resecearher recommence to apply from health department safety foodquality and food nutrition come to Purwokerto town is like explained in government regulation number28th 2004.
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH DI BANK SAMPAH UNGGULAN KELURAHAN SUMAMPIR KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Hananto Praga Setiadi; Nur Hilal
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.837 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3064

Abstract

Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat di daur ulang dan ataudiguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Sampah akan terus di produksi dan tidak pernah berhenti selamamanusia ada. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan gangguan seperti menurunkan higienisdan kelestarian lingkungan, rusaknya tanah atau sebagai tempat berkembangnya vektor penyakit. Tujuan penelitianini adalah mendeskripsikan tentang pengelolaan yang ada di bank sampah Unggulan mulai dari penerimaansampah, penyimpanan sementara, pemilahan sampah, pemanfaatan sampah, dan pembuangan akhir sampah. Jenispenelitian yang dipakai penulis pada penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode penelitiandeskriptif. Hasil penelitian ini adalah pengelolaan sampah di bank sampah Unggulan dengan jumlah 51 orangnasabah mampu menghasilkan sampah setiap bulannya sebesar 56 kg dengar rata-rata sampah yang diterimasetiap harinya sebesar 2 kg. Dari keseluruhan sampah yang di hasilkan merupakan sampah anorganik.Pemanfaatan yang dilakukan berupa penjualan hasil sampah yang telah di setorkan oleh para nasabahnya sertadaur ulang sampah menjadi barang yang memiliki fungsi baru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengelolaansampah di bank sampah Unggulan telah melakukan pemilahan sampah sesuai dengan jenisnya, adanyapemanfaatan sampah yang dihasilkan dari para nasabahnya serta pembuangan sisa sampah hasil produksi sampahyang sudah berada pada TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
HUBUNGAN ANTARA KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU PENDERITADENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARMANGU 1 KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 Afra Wayranu; Lagiono Lagiono; Marsum Marsum
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.885 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3096

Abstract

Abstrak  Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh penyakit yang di sebabkanolehparasitdari genus Plasmodium yang termasukgolongan protozoa melaluiperantaratusukan (gigitan) serangganyamukAnopheles spp. Puskesmas 1 Banjarmangu merupakan daerah dengan jumlah kasus Malaria tertinggi di wilayah Kabupaten Banjarnegara, pada tahun 2015 berjumlah 99 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dan perilaku penderita dengan kejadian Malaria di Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain studi Case Control, jumlah sampel kasus sejumlah 75 kasus dan 75 kontrol. Variabel yang diteliti meliputi keberadaan ventilasi, kawat kasa, langit-langit rumah, semak-semak, parit/selokan, kandang ternak, genangan air, keadaan dinding rumah kebiasaan menggunakan kelambu, kebiasaan menggunakan obat nyamuk, keluar rumah malam hari. Analisis yang digunakan yaitu Data yang diperoleh dianalisis ke dalam analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-square (X) dan multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian Malaria yaitu variabel keberadaan kawat kasa (p = 0,011 ; OR = 4,103), langitlangit (p = 0,000 ; OR = 9,333), semak-semak (p = 0,000 ; OR = 21,673), parit/selokan (p = 0,000 ; OR = 42,667), kebiasaan menggunakan obat nyamuk (p = 0,000 ; OR = 9,333), kebiasaan keluar rumah malam hari (p = 0,000 ; OR = 9,073), keberadaan genangan air (p = 0,014 ; OR = 3,632). Hasil analisis multivariat diketahui variabel yang berpengaruh besar/ dominan berhubungan dengan kejadian penyakit Malaria adalah variabel keberadaan semak-semak di sekitar rumah  (p = 0,011 ; OR = 3,980).  Simpulan penelitian ini adalah variabel yang berhubungan dengan kejadian Malaria yaitu variabel keberadaan kawat kasa, langit-langit rumah, semak-semak, parit/selokan, kebiasaan menggunakan obat nyamuk, kebiasaan keluar rumah malam hari, dan keberadaan genangan air. Variabel yang berpengaruh dominan adalah variabel keberadaan semak-semak. Disarankan bagi pihak puskesmas 1 Banjarmangu dan kader kesehatan untuk meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat tentang cara mencegah Malaria .  
EFEKTIFITAS STERILISASI METODE OZON DI RUANG PERAWATAN EDELWIS DAN VK BERSALIN RSUD BANYUMAS TAHUN 2016 Fara Destiara; Tri Cahyono
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.623 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2982

Abstract

Sterilisasi ozon berfungsi mensterilkan alat-alat yang tidak bersekala. Penghancuran bakteri menggunakansterilisasi ozon terjadi melalui proses oksidasi langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitaspenggunaan sterilisasi metode ozon terhadap angka kuman udara sebelum dan sesudah sterilisasi menggunakanozon di ruang perawatan RSUD Banyumas. Metode yang digunakan yaitu metode observasional analitik, denganpendekatan cross sectional yang dilakukan untuk mengetahui penurunan jumlah angka kuman pada ruangansebelum dan sesudah di sterilisasi. Populasi 2 ruang Edelwis dan 1 ruang VK Bersalin RSUD Banyumas denganjumlah 6 sampel. Hasil penelitian diketahui bahwa angka kuman di udara ruang Edelwis B3-4 sebelum disterilisasiyaitu 5.000 CFU/m3 dan setelah sterilisasi menjadi 1.000 CFU/m3, Ruang Edelwis B7-8 sebelum sterilisasi yaitu293.250CFU/m3 dan setelah sterilisasi menjadi 3.000 CFU/m3, dan Ruang VK Bersalin sebelum sterilisasi yaitu3.545.250CFU/m3 dan setelah sterilisasi menjadi 13.250CFU/m3. Presentase penurunan rata-rata 93%. Hasilanalisi diketahui tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara angka kuman udara sebelum dan sesudahsterilisasi. Hasil pengukuran suhu pada ruang perawatan rata-rata 28,66ºC, kelembaban 61%, dan pencahayaan82,66 lux.
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Titi Kurniasih; Budi Triyantoro
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.222 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3129

Abstract

Jumlah kasus TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor tahun 2013 sebanyak 38 kasus dan pada tahun2014 menurun menjadi 31 kasus. Kasus TB Paru baru masih terjadi, tidak terlepas kondisi fisik rumah yangbelum seluruhnya memenuhi persyaratan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahuihubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas KalibagorKabupaten Banyumas Tahun 2016. Rancangan penelitian ini menggunakan case control dengan pendekatanretrospektif. Populasi kasus yaitu semua pasien TB Paru baru di Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumastahun 2015 sebanyak 36 orang. Sampel kasus diambil secara total sampling dari pasien TB paru baru yaitu36 orang dan sampel kontrolnya diambil dari warga masyarakat yang tidak menderita TB paru sebanyak 36orang. Hasil penelitian ini menyimpulkan kondisi lantai yang memenuhi syarat sebagian besar tidakmenderita TB Paru (56,9%) dengan p value sebesar 0,017 dengan OR sebesar 4,840. Kondisi ventilasi yangmemenuhi syarat sebagian besar tidak menderita TB Paru (63,9%) dengan p value sebesar 0,018 dengan ORsebesar 3,130. Kepadatan hunian rumah yang memenuhi syarat sebagian besar tidak menderita TB Paru(59,2%) dengan nilai p value sebesar 0,023 dengan OR sebesar 3,314. Penelitian ini menyimpulkan bahwaada hubungan antara kondisi fisik rumah (kondisi lantai, ventilasi dan kondisi kepadatan rumah) dengankejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kalibagor Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Sebaiknyapenderita TB Paru tidak tidur dengan anggota keluarga lain. Ventilasi normal minimal 10% dari luas lantairuangan, lantai rumah dibuat kedap air dan kuat. Penelitian ini diharapkan dapat dipublikasikan agar dapatmenambah referensi ilmiah yang dapat dijadikan rujukan bagi peneliti selanjutnya yang menelitipermasalahan yang sama.
STUDI SANITASI GOR GOENTOER DARJONO KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2016 Yoga Prasetya; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.238 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i1.3012

Abstract

Kesehatan lingkungan dilaksanakan terhadap tempat-tempat umum dan GOR sebagai sarana bangunanumum perlu mendapat pengawasan kesehatan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetuhi sanitasi bagianluar dan bagian dalam, fasilitas sanitasi, parameter udara secara fisik di mess atlit GOR, kualitas air bersihsecara mikrobiologi di GOR Goentoer darjono. Jenis penelitian adalah deskriptif yang bertujuan untukmemperoleh gambaran keadaan sanitasi GOR Goentoer Darjono Purbalingga. Cara pengumpulan datadengan yang dilakukan adalah wawancara dengan pengelola dan karyawan GOR, observasi langsung padaobyek yang diteliti serta dilakukan pengukuran, meliputi sanitasi luar gedung dan dalam gedung, fasilitassanitasi, pengukuran pencahayaan, suhu dan kelembaban di mess atlet GOR Goentoer Darjono Purbalinggaserta pemeriksaan air secara mikrobiologis Hasil pemeriksaan secara keseluruhan untuk sanitasi GOR sudahmemenuhi syarat meliputi persyaratan bagian luar GOR mendapat rata – rata 84.84 % katagori baik. danbagian dalam gedung untuk konstruksi GOR mendapat rata – rata 94.73 % katagori baik dan ruang bangunanmendapat rata – rata 67.74 % katagori cukup baik, dan fasilitas sanitasi mendapat rata – rata 68.75 katagoricukup baik. Parameter fisik udara di mess tuan rumah yaitu 63.4 lux, 280c dan 69%,dan untuk tamu yaitu75.9 lux, 26 0C dan 62% kelembaban maka sudah memenuhi syarat. Kualitas air bersih secara mikrobiologisdi GOR yaitu di kamar mandi karyawan 27 MPN/100ml, kamar mandi ruang ganti 49 MPN/100 ml dan kamarmandi masjid 9 MPN/100ml dengan standart 50 MPN/100ml non perpiaan maka sudah memenuhi syarat.Penilaian keseluruhan sanitasi luar, dalam, dan fasilitas sanitasi mendapat prosentase 79.57 % dalamkategori baik. Komponen sanitasi yang belum memenuhi syarat antara lain meliputi halaman, loket, toiletumum, urinoir, jamban, sistem pencegahan vektor dan binatang pengganggu dan gudang. Penulismenyarankan untuk kebersihan di setiap ruangan di tingkatkan lagi seperti kamar mandi, toilet, urinoir danruangan yang lainnya, tahap akhir pengelolaan sampah perlu di perbaiki, hindari pemusnahan sampahdengan cara di bakar karena dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan gangguan kesehatan.
STUDI KUALITAS AIR BERSIH SUMUR GALI DI DUSUN JAPUN DESA KEWANGUNAN KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2015 Tutut Mugi Rahayu; Yulianto Yulianto
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.196 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3051

Abstract

Kualitas air sumur gali yang ada di Dusun Japun secara fisik tampak keruh baik musim kemarau maupunmusim penghujan sehingga mengganggu pemanfaatan air yang ada. Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Data diolah secaradeskriptif dilakukan dengan analisis tabel dan prosentase untuk menggambarkan kondisi kualitas air bersih padasumur gali di Dusun Japun Desa Kewangunan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 14 sampel sumur gali diDusun Japun Desa Kewangunan Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen yang menjadi objek penelitian,setelah dibandingkan dengan Permenkes RI no. 416/Menkes/per/XI/1990 tentang Syarat – Syarat PengawasanKualitas Air Bersih kondisi fisik meliputi (bau, rasa, warna, kekeruhan dan zat padat terlarut), kondisi kimia yaitukandungan Fe (Besi) dan kondisi mikrobiologi yaitu kandungan coliform sudah memenuhi syarat kesehatan. Upayayang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan cara memberikan penyuluhan kepadamasyarakat tentang sanitasi sumur gali yang memenuhi syarat kesehatan. Disarankan masyarakat harus benar –benar memperhatikan keadaan sanitasi di sekitar sumur gali agar selalu dalam keadaan bersih sehingga tidakmempengaruhi kualitas air sumur gali.
STUDI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA TAHUN 2015 Tia Agustina; Hari Rudijanto IW
Buletin Keslingmas Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.101 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i1.3087

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah dr. R.  Goeteng Taroenadibrata Purbalingga merupakan rumah sakit type C yang terletak di Jl. Tentara Pelajar No. 22  berpotensi menghasilkan limbah cair yang berbahaya. Tujuan penelitian ini mengetahui besarnya efisiensi kinerja IPAL dalam mereduksi kandungan BOD, COD, TSS, Suhu, pH dan Bakteriologis limbah cair rumah sakit dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.  Penelitian ini adalah Deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara Observasi dan wawancara. Pengolahan data secara Deskriptif dilakukan dengan analisis tabel dan prosentase untuk menggambarkan kondisi kualitas limbah cair.  Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan bahwa pengolahan limbah cair rumah sakit dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga kandungan BOD di Efluent yaitu 25,03 mg/l, COD 102,00 mg/l, TSS 702 mg/l, pH 8,27, Suhu 27°C dan Mikrobiologi (Kuman Gol. Koli) 2400 MPN/100 ml.  Seluruh sampel yang di uji ada yang belum memenuhi standar baku mutu air limbah yang sudah ditetapkan, untuk batas pencemaran parameter air limbah yang diolah karena hasil COD dan TSS yang diperiksa diatas standar baku mutu. 5
KOHORT EVALUASI NYAMUK DEWASA SETELAH PELAKSANAAN FOGGING FOCUS DI DESA SIDAMULIH KECAMATAN RAWALO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Irawan Endy Pratama; Aris Santjaka; Arif Widyanto
Buletin Keslingmas Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.981 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i2.2968

Abstract

Latar Belakang fogging focus dilaksanakan di daerah yang ada kasus Demam Berdarah Dengue denganbertujuan untuk menekan secara cepat densitas nyamuk dewasa sehingga Kejadian Luar Biasa dapat dicegah. DesaSidamulih terdapat 2 kasus DBD serta tambahan 12 kasus penderita panas dalam 3 minggu. Tujuan penelitianmengetahui densitas nyamuk dewasa sebelum dan setelah pelaksanaan fogging focus sebagai parameter langsung.Jenis penelitian observasional dengan pendekatan kohort. Hasil penelitian menunjukan dengan analisis uji AnovaLSD mengetahui densitas nyamuk dari dampak fogging focus. Hasil uji lanjut ternyata densitas nyamuk hari ke 3setelah fogging focus I tidak ada beda dengan sebelum fogging focus I (p 0,474) dan hari ke 10 setelah foggingfocus II tidak ada beda dengan sebelum fogging focus I (p 0,144). Disimpulkan fogging focus hanya efektif setelah3 hari pada siklus fogging focus ke II. Disarankan fogging focus bukan satu-satunya cara untuk menekan densitasnyamuk.

Page 6 of 52 | Total Record : 516


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue