cover
Contact Name
Arif Widiyanto
Contact Email
-
Phone
+628132716766
Journal Mail Official
buletinkeslingmas@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl Raya Baturaden Km. 12 Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Buletin Keslingmas
ISSN : 0215742X     EISSN : 26558033     DOI : http://dx.doi.org/10.31983/keslingmas
Core Subject : Health, Social,
Buletin Keslingmas mencakup bidang penelitian bidang sanitasi /penyehatan air, penyehatan udara, penyehatan makanan, penyehatan tanah/ pengelolaan sampah, pengendalian vektor, penyehatan sarana fasilitas, Kesehatan dan Keselamat Kerja, Epidemiologi Kesehatan Lingkungan.
Articles 516 Documents
HUBUNGAN HYGIENE DAN SANITASI DENGAN KONTAMINASI Escherichia coli PADA JAJANAN BERSAUS DI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR SE-WILAYAH DESA WATUAGUNG KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Ristoyo Ristoyo; Budi Triyantoro
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.805 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3120

Abstract

Makanan jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi gizi bagi anak-anakusia sekolah. Di lingkungan sekitar sekolah banyak sekali dijumpai makanan jajanan yang disediakan olehpedagang kaki lima dan umumnya jajanan bersaus rutin dikonsumsi oleh sebagian usia sekolah. Data siswa sekolahdasar Desa Watuagung yang berobat ke Puskesmas I Tambak tahun 2015 sebanyak 48 siswa. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan hygiene dan sanitasi dengan kontaminasi Escherichia coli padaJajanan Bersaus di Pendidikan Sekolah Dasar se-wilayah Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, KabupatenBanyumas Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional.Jumlah sampel sebanyak 30 penjual makanan bersaus yang ada di Pendidikan Sekolah Dasar se-wilayah DesaWatuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Tahun 2016 menggunakan teknik total sampling. Hasilpenelitian menyatakan bahwa Makanan jajanan bersaus yang berasal dari 30 pedagang, yang terjadi kontaminasiE. Coli sebanyak 15 makanan (50,0%) dan yang tidak terjadi kontaminasi sebanyak 15 makanan (50,0). Perilakuhygiene pada kategori kurang baik sebanyak 16 pedagang (53,3%) dan yang pada kategori baik sebanyak 14pedagang (46,7%). Sanitasi tempat berjualan perilaku hygiene pada kategori kurang baik sebanyak 11 pedagang(36,7%) dan yang pada kategori baik sebanyak 19 pedagang (63,3%). Penelitian ini disimpulkan ada hubunganperilaku hygiene sanitasi dengan kontaminasi Escherichia coli pada jajanan bersaus di Pendidikan Sekolah Dasarse-wilayah Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Tahun 2016 (p value = 0,003). Adahubungan sanitasi tempat berjualan dan alat dengan kontaminasi Escherichia coli pada jajanan bersaus di SekolahDasar Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Tahun 2016 (p value = 0,023). Disarankanpenelitian ini perlu dikembangkan lebih lanjut dengan meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi kontaminasiE. coli dengan meneliti praktek pengolahan makanan di rumah pedagang.
BENDEL KESLINGMAS NO 123 TAHUN 2014 Sri, syukron Ika, Tofiq Faiza, dkk
Buletin Keslingmas Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1818.338 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v33i123.3002

Abstract

Pb is one of the air pollutants from motor vehicle combustion. The amount of Pb in the air can affect the surrounding environment include snack foods sold at roadside. The purpose of this study was to determine the levels of lead (Pb) in the snack food, sanitary conditions at street vendors as well as the density of vehicles on Jalan H.R. Bunyamin Purwokerto North Year 2014.  The method used is descriptive research is to reveal the levels of lead (Pb) in the snack food, sanitary conditions at the street vendors as well as the density of vehicles on Jalan H.R. Bunyamin Purwokerto North Year 2014.  The results obtained from this research that dumplings before exposure to 37 x 10-6 ppm and after exposure to 45 x 10-6 ppm, bakwan before exposure to 53 x 10-6 ppm and after exposure to 75 x 10-6 ppm, eclairs before 52 x 10-6 ppm exposure and after exposure to 67 x 10-6 ppm for 6.5 hours with exposure obtained results are still below the threshold value of the ISO 7387:2009 maximum limit of heavy metal contamination in food is 0:25 ppm. Sanitary conditions snack food outlets are categorized either by value 90.9% and 81.8%. As for the density of vehicles in the vicinity of the current is stable for motorcycles and cars are free to flow.  Conclusions and suggestions of this study was to have been an increase in the levels of lead (Pb) on street food hawkers in Jalan H.R. Bunyamin Purwokerto North but is still below the threshold value and is safe for consumption by the purchaser. Sellers pay more attention street food presented in a position when the container is opened and immediately closed again when the buyer is no longer choose snack foods, giving feedback on the seller through a distributor for wrapping/ packing snack food for sale as well as the provision of food supply storefront in place.  References  : 21 (1992-2014)
STUDI SANITASI SALON KECANTIKAN DI PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Nur Faridah; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.213 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3041

Abstract

Kesehatan lingkungan merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penyehatan lingkunganpada Tempat-tempat Umum. Salon kecantikan adalah salah satu tempat umum yang apabila kurang baiksanitasinya dapat berpengaruh pada timbulnya suatu penyakit antar pengguna, penghuni, dan masyarakat. Tujuandari penelitian ini adalah mengetahui keadaan sanitasi salon kecantikan di Purwokerto dan jenis penelitian iniadalah deskriptif dan cara pengumpulan data yaitu observasi , wawancara, dan pengukuran. Hasil penilaianpemenuhan persyaratan kesehatan secara umum yang mencakup seluruh aspek pada 6 salon kecantikan yangdiamati sudah memenuhi syarat Kepmenkes RI Nomor 288/MENKES/SK/III/2003 yaitu meliputi sanitasi bangunan,penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, pengelolaan air limbah, sanitasi jamban dan kamar mandi,pengendalian vektor dan personal hygiene karyawannya. Didapatkan hasil pada salon A 83,9% (MSK), salon B86,25% (MSK), salon C 90,07%(MSK), salon D 90,07% (MSK), salon E 88,54% (MSK) dan salon F 86,25% (MSK).Simpulan yang diambil seluruh salon kecantikan type B yang diteliti sudah memenuhi persyaratan kesehatanlingkungan. Namun, masih terdapat kekurangan pada tiap-tiap aspek sanitasi salon kecantikan yang harusdiperbaiki. Saran yang diberikan kepada pemilik salon kecantikan perlu menyediakan penampungan air limbahtertutup, tempat ibadah dan alat pemadam kebakaran. menambah penyediaan jamban, kamar mandi, dan sumberpencahayaan, serta melakukan upaya pengendalian vektor.
DESKRIPSI KEPADATAN LALAT DI PASAR KOTA BANJARNEGARA TAHUN 2015 Sigit Prayogo; Khomsatun Khomsatun
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.581 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3078

Abstract

Pasar yang sehat yang memenuhi syarat sanitasi salah satunya adalah adanya suatu pengendalian penyakit.Pasar, khususnya pasar tradisional merupakan tempat yang ideal bagi lalat sebagai salah satu vectorpenyakituntuk berkembang biak.Tingginya tingkat kepadatan lalat merupakan suatu indikator buruknyapengelolaan sampah maupun kondisisanitasi yang padat mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepadatan lalat, faktor-faktor yang mempengaruhi dan upayapengendaliannya.Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskriptif.pengukuran kepadatan lalatsecara langsung maupun wawancara dengan masyarakat di lapangan dilakukan untuk mencapai tujuanpenelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan lalat rata-rata di Pasar Kota Banjarnegara yaitu 10ekor/block grill. Masing-masing lokasi di pasar Kota Banjarnegara mempunyai kepadatan lalat rata-rata yangberbeda-beda, yaitu 4 ekor/block grill di los buah, los sayuran, dan los daging. 2 ekor/block grill di los ikan, 20ekor/block grill di tempat pembuangan sampah(TPS), dan 3 ekor/block grill di tempat jajanan terbuka. Los yangmemiliki tingkat kepadatan lalattertinggi terdapat di TPS yaitu 20 ekor/block grill. Faktor-faktor yangmempengaruhi tingkat kepadatan lalat di pasar Kota Banjarnegara adalah buruknya kondisi sanitasi, lokasi TPSyang tidak sesuai, kondisi fisik seperti suhu, kelembaban, pencahayaan, upaya yang dapat dilakukan untukmengatasi masalah tersebut salah satunya adalah dengan memperbaiki kondisi sanitasi di lingkungan pasar KotaBanjarnegara.
BERBAGAI JENIS DAN KONSENTRASI REPELLENT ALAMI TERHADAP LAMA WAKTU EFEK REPELLENT DAYA HINGGAP LALAT PADA IKAN ASIN DI KUB MINA MANDIRI CILACAP KABUPATEN CILACAP TAHUN 2016 Erik Budi Santoso; Arif Widyanto; Budi Triyantoro
Buletin Keslingmas Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.965 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i1.2958

Abstract

Tahap pengeringan ikan asin memiliki potensi risiko pertumbuhan mikroorganisme akibat investasi lalat, sehingga dapat menyebabkan kerusakan fisik dan juga menjadi perantara bagi kontaminasi bakteri pembusuk, patogen serta pembentuk racun dan dapat menjadi transmisi penyebab penyakit  bagi konsumen. Kencur, Serai Wangi dan Kunyit dapat digunakan sebagai daya tolak lalat dan aman digunakan pada bahan makanan. Metode penelitian menggunakan pra eksperimental dengan rancangan the static group comparison design. Hasil penelitian menunjukkan daya proteksi dari ekstrak Kencur  konsentrasi 3% (64.22%), konsentrasi 6% (73.35%), konsentrasi 12% (62.67%), dan konsentrasi 24% (70.11%). Ekstrak Serai Wangi konsentrasi 3% (48.59%), konsentrasi 6% (61.78%), konsentrasi 12% (50.12%), dan konsentrasi 24% (56.51%) dan ekstrak Kunyit konsentrasi 3% (65.35%), konsentrasi 6% (44.09%), konsentrasi 12% (50.12%), dan konsentrasi 24% (56.51%) terhadap hinggapnya lalat dan rata-rata efek repellent mengalami fluktuasi dari jam ke 1-6 dan perbedaan yang signifikan karena nilai sig p α0,05 yaitu 0,000 – 0,01 0,05 serta konsentrasi tidak berpengaruh pada nilai sig pα0,05. Repellent dikatakan efektif apabila hingga jam ke-6 daya proteksi masih diatas 90%. Kesimpulan penelitian adalah terdapat perbedaan daya proteksi, tetapi tidak ada yang efektif untuk menolak lalat karena daya proteksi ekstrak Kencur, Serai Wangi dan Kunyit tidak ada yang mencapai 90% sampai jam ke- 6.
HUBUNGAN KONDISI DAN PERILAKU PEMANFAATAN SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DESA KECILA KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS Rusbandini Warastuti; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.308 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i4.3111

Abstract

Penyakit diare terkait erat dengan kondisi lingkungan khususnya sanitasi dasar danpemanfaatannya. Desa Kecila merupakan salah satu desa di wilayah Puskesmas I Kemranjen dengankasus diare tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi dan pemanfaatansanitasi dasar dengan kejadian penyakit diare pada balita di Desa Kecila Kecamatan KemranjenKabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode case control dengan pendekatan retrospektif.Sampel kasus diambil secara total sampling dari ibu balita yang menderita diare sebanyak 52 orangdan sampel kontrolnya diambil dari ibu balita yang rumahnya berdekatan dengan sampel kasussebanyak 52 orang. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diketahui adahubungan antara kondisi sumber air bersih (p=0,03; OR=3,60), kondisi pembuangan air limbah(p=0,00; OR=10,967), kondisi jamban keluarga (p=0,00; OR=11,111), dan perilaku pemanfaatansanitasi dasar (p=0,00; OR=12,960) dengan kejadian diare pada balita di Desa Kecila KecamatanKemranjen Kabupaten Banyumas. Kondisi dan pemanfaatan sanitasi dasar berhubungan dengankejadian diare pada balita. Warga masyarakat lebih memperhatikan kondisi lingkungan rumah yangbaik, dengan membersihkan SPAL agar dapat berfungsi baik, menggunakan jamban leher angsa danmembersihkan jamban minimal 1 kali seminggu mencuci tangan sebelum memberikan makananaknya, air yang dikonsumsi selalu di masak terlebih dahulu dan peralatan makan dan minum dicuci dari air yang mengalir.
STUDI FAKTOR – FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH PENDERITA DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014 Donie Ajian Veronica; Arif Widyanto; Budi Triyantoro
Buletin Keslingmas Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.744 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i2.3028

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) disease is an infection disease caused by Dengue virustransmitted primarily through bites of Aedes aegypti. Based on the Purwokerto Selatan Public HealthCenter repotrs the number of dengue cases incedence from January to December 2013 recorded 92cases.The research objective was to describe physical house environment factors of DHF patients atdistrict Purwokerto Selatan Public Health Center like height of place, rainfall, ilumination, air temperatur,air humidity, kind of breeding place, and mosquito larva density (C.I, H.I, B.I, ABJ). The sample caseswere all patients with dengue in the public health center Purwokerto Selatan 2013.The research result shows from 77 patient was observation as subyek of cases DHF with agebetween 11-15 years old are 14 people (18,18%), 66,23 % are man with total 51 people, 46, 75 % arestudents with total 36 people. Height of places average are 74 meters from surface of the sea. Rainfall3.940 mm. Average of ilumination for part in the house 130 lux, part out of the house 443 lux. Average airtemperature for part in the house 31oC, part out of the house 32oC. Average air humidity part in thehouse 66%, part out of the house 62%. Total container was found are 285 container. C.I=2,45%,H.I=9,09%, B.I=9,09%, dan ABJ=90,0%.Kind of breeding place was found are basin for bath, place for clean water, vase, dispenser,refrigerator, pail, aquarium, pond, second objects, and container for drink bird. Mosquito larva density C.Iborder fill from WHO, (≤ 5%), border fill from WHO H.I (≤ 10%), B.I border fill from WHO (≤ 50%), andABJ border fill from WHO (≥ 95%) because of that be needed do restraint for mosquito larva. Give asuggestion to all people for do
EFEKTIVITAS LARVASIDA ANTARA ABATE, EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) DAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle Linn) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes aegypti INSTAR 3 TAHUN 2015 Kurnia Agung Indra Pastha; Aris Santjaka
Buletin Keslingmas Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.673 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i3.3069

Abstract

Larvasida kimiayang digunakan untuk pemberantasan vektor DBD berdampak terjadinya resistensi.Larvasida nabati mampu mematikan larva Aedes aegypti pada penelitian sebelumnya.Larvasida nabati yangdigunakan yaitu ekstrak daun sirsak dan ekstrak daun sirih. Tujuan penelitian ini dapat diketahuinya efektifitaslarvasida antara abate, ekstrak daun sirsak (Annona muricata Linn) dan ekstrak daun sirih (Piper betle Linn)terhadap kematian larva A. aegypti.Jenis penelitian ini true experimental dengan desain the randomized posttestonlycontrol group design. Variabel dependent berupa jumlah larva A. aegypti, variabel independent berupaberbagai dosis larvasida. Analisis statistik yang digunakan Anova one way dengan uji lanjut Least SignificantDifference. Hasil penelitian ini rata-rata kematian larva A. aegypti yang tertinggi pada larvasida abate dosis 0,1gr/l yaitu 25 (100%), ekstrak daun sirsak dosis 1 gr/l yaitu 23,3 (93,3%) dan ekstrak daun sirih dosis 1 gr/l yaitu17,6 (70,6%). Hasil analisis statistik terbukti signifikan dengan nilai p=0,003 α (0,05), sehingga ada perbedaankematian larva A. aegypti terhadap jenis larvasida. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan larvasida paling efektifabate, larvasida nabati paling efektif ekstrak daun sirsak dibanding ekstrak daun sirih. Abate tetap bisa digunakandalam pemberantasan larva A. aegypti, tetapi jika tidak ada abate bisa dengan ekstrak daun sirsak atau ekstrakdaun sirih.
STUDI ANGKA KUMAN HANDLE PINTU DI BAGIAN RUANG PERAWATAN MAWAR KELAS III RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2016 Indah Rakhmi Prafitri; Budi Utomo
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.37 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3101

Abstract

Angka kuman adalah suatu mikroorganisme atau mikroba yang biasanya patogenik. Cara pemeriksaan angka kuman dengan metode usap handle pintu adalah dengan mengamati dan menghitung pertumbuhan koloni pada media PCA setelah di inkubasi selama 2x24 jam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kuman handle pintu di Ruang Perawatan Mawar Kelas III RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2016. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional dengan analisis deskriptif yaitu memeriksa angka kuman pada handle pintu ruang perawatan Mawar kelas III kemudian menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adanya kuman pada handle pintu di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2016. Hasil pemeriksaan angka kuman pada handle pintu ruang kamar 6 1.632,5 kol/cm2, ruang kamar 7 900 kol/cm2, ruang kamar 8 632,5 kol/cm, ruang isolasi 2 550 kol/cm2, ruang isolasi 3 647,5 kol/cm2. Sehingga didapatkan rata-rata angka kuman pada handle pintu 872,5 kol/cm2. Rata-rata suhu adalah 27,9oC, rata-rata kelembaban adalah 90,6 %, rata-rata pencahayaan adalah 363,64 lux, rata-rata orang yang menggunakan handle pintu adalah 5 orang/jam. Kesimpulan penelitian adalah ruang perawatan mawar kelas III belum sepenuhnya memenuhi syarat dilihat dari kualitas fisik lingkungan. Peneliti menyarankan sebaiknya pihak rumah sakitmelakukan pembersihan terhadap handle pintu yang ada dirumah sakit menggunakan desinfektan dan memperhatikan kondisi lingkungan agar tetap bersih.
STUDI ANGKA KUMAN UDARA DIRUANG OPERASI RUMAH SAKIT WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO TAHUN 2016 Handika Rizki Nugraha; Suparmin Suparmin
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.763 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2992

Abstract

Pasien bedah merupakan pasien yang mempunyai resiko tinggi terjadi infeksi. Infeksi nosokomial palingumum terjadi adalah infeksi luka operasi (ILO). Berdasarkan Kepmenkes 1204/MENKES/SK/X/2004 batasmaksimum angka kuman udara pada ruang operasi adalah 10 CFU/m3. Data hasil pengukuran pada tanggal 4 juli2015 yang dilakukan oleh rumah sakit Wijayakusuma Purwokerto menunjukan bahwa angka kuman udara ruangoperasi masih belum memenuhi syarat yaitu dengan rata - rata 130 CFU/m3 (10 CFU/m3). Ruang operasi perlupengendalian yang baik yaitu dengan cara desinfeksi ruangan dan menjaga kebersihan ruangan. Tujuan penelitianini yaitu mengetahui jumlah angka kuman udara di ruang operasi rumah sakit Wijayakusuma Purwokerto. JenisPenelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel ruangan yang di ambil yaitu 2 ruangan operasi.Pengumpulan data dengan cara melakukan pemeriksaan dan perhitungan koloni kuman, wawancara dan observasi.Suhu rata-rata pada Ok 1 yaitu 23,40C dan pada Ok 2 yaitu 24,40C. Kelembaban rata- rata pada Ok 1 yaitu 65,2%dan pada Ok 2 yaitu 77,8%. Pencahayaan ruangan pada Ok1 yaitu 152 dan pada Ok 2 yaitu 104, sedangkanpencahayaan meja operasi pada Ok 1 yaitu 1118 Lux dan pada Ok 2 yaitu 839 Lux. Rata – rata angka kuman padaruang operasi 1 yaitu 4,886.6 CFU/m3,dan pada ruang operasi 2 yaitu 148,683.4 CFU/m3. Jadi setelah dilakukanpemeriksaan angka kuman di ruang OK 1 dan OK 2 belum memenuhi persyaratan angka kuman udara menurutstandar angka kuman udara ruang operasi Kepmenkes 1204/MENKES/SK/X/2004. Saran untuk rumah sakitWijayakusuma Purwokerto Perlunya pengambilan angka kuman udara secara rutin, dan menambahkan jenis alatuntuk mendesinfeksi yaitu dengan sinar UV.

Page 7 of 52 | Total Record : 516


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 44, No 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 3 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 3 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol 44, No 2 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 2 TAHUN 2025 Vol. 44 No. 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS: VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025 Vol 43, No 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 4 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.4 TAHUN 2024 Vol 43, No 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 3 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO.3 TAHUN 2024 Vol 43, No 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 2 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 2 TAHUN 2024 Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024 Vol. 42 No. 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023 Vol 42, No 3 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.3 TAHUN 2023 Vol 42, No 2 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.2 TAHUN 2023 Vol 42, No 1 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.1 TAHUN 2023 Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022 Vol 41, No 3 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.3 TAHUN 2022 Vol 41, No 2 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.2 TAHUN 2022 Vol 41, No 1 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.1 TAHUN 2022 Vol 40, No 4 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.4 TAHUN 2021 Vol 40, No 3 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.3 TAHUN 2021 Vol 40, No 2 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.2 TAHUN 2021 Vol 40, No 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol. 40 No. 1 (2021): BULETIN KESLINGMAS VOL.40 NO.1 TAHUN 2021 Vol 39, No 3 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.3 TAHUN 2020 Vol 39, No 2 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.2 TAHUN 2020 Vol 39, No 1 (2020): BULETIN KESLINGMAS VOL.39 NO.1 TAHUN 2020 Vol 39, No 4 (2020): Edisi Spesial Seminar Internasional Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Keme Vol 38, No 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol. 38 No. 4 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 4 TAHUN 2019 Vol 38, No 3 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 3 TAHUN 2019 Vol 38, No 2 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 2 TAHUN 2019 Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019 Vol 37, No 4 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 4 TAHUN 2018 Vol 37, No 3 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 3 TAHUN 2018 Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 37, No 1 (2018): Buletin Keslingmas Vol 37 No1 Tahun 2018 Vol 36, No 4 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 4 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017 Vol 36, No 2 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 2 Tahun 2017 Vol 36, No 1 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 1 Tahun 2017 Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016 Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016 Vol 35, No 1 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 1 Tahun 2016 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015 Vol 34, No 3 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 3 Tahun 2015 Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015 Vol 34, No 1 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 1 Tahun 2015 Vol 33, No 124 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 124 Tahun 2014 Vol 33, No 123 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 123 Tahun 2014 Vol 33, No 122 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 122 Tahun 2014 Vol 33, No 121 (2014): Bulletin Keslingmas Vol 33 No 121 Tahun 2014 More Issue