cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 251 Documents
THE RELATIONSHIP BETWEEN OIL REVENUE, GOVERNMENT EXPENDITURE, AND ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA Hetti Trianti
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i1.7421

Abstract

In the early 1970s, Indonesia was a country with an abundance of natural resources such as oil which was the main engine of the economy. The mid 1980s decline of world oil price signaled the end of the oil period in Indonesia. Although oil revenues are not the main drivers in the economy, the government is optimistic about recovering the oil sector. On the other hand, public expenditure plays an important role in piloting significant effects on the general growth of the economy. This study analyzes the effects of oil revenue and government expenditure on the economic growth in Indonesia by using the co-integration test as well as the vector error correction model (VECM) for the period 1968–2017. The result shows that oil revenue has a positive effect on gross domestic product (GDP) because the government succeeded in managing oil revenues for spending it on the development of the economy. Government expenditure negatively affects GDP due to substantial budget allocations for subsidies and interest payments.
INTERAKSI SPASIAL DI KOTA TERPADU MANDIRI LUNANG SILAUT KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT Renindya Azizza Kartikakirana
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i1.7696

Abstract

Interaksi spasial merupakan interaksi antara satu tempat dengan tempat lainnya. Interaksi spasial mengarah pada pergerakan orang, barang, dan informasi dari suatu tempat ke tempat yang lain. Interaksi antar tempat ini bisa terjadi di mana saja melalui adanya manusia dan kegiatan yang dilakukan di dalam ruang. Salah satu area yang terdapat interaksi spasial di dalamnya yaitu kawasan transmigrasi. Salah satu kawasan transmigrasi yaitu Kota Terpadu Mandiri (KTM). Penelitian ini berlokasi di KTM Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan perkembangan KTM Lunang Silaut dan interaksi spasial di KTM Lunang Silaut baik itu proses, perkembangan maupun fenomena lain yang terjadi di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan induktif-kualitatif. Di tahap awal akan dilakukan penurunan kisi-kisi terkait apa saja yang harus diamati di lapangan. Pendekatan induktif-kualitatif  dilakukan melalui  pengolahan  data  dan informasi yang diperoleh di  lapangan  menjadi  unit-unit  informasi  yang  lebih abstrak. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa interaksi spasial di KTM Lunang Silaut merupakan interaksi spasial yang terbatas. Prinsip-prinsip pembentuknya yaitu jangkauan pelayanan, interaksi fisik, interaksi sosial, dan interaksi ekonomi yang juga masih terbatas. Keterbatasan interaksi spasial tersebut menjadi penyebab belum berkembangnya KTM menjadi kawasan perkotaan.
THE IMPLEMENTATION OF BUS RAPID TRANSIT (BRT) IN MAKASSAR BASED ON ECONOMIC PERSPECTIVE Karina Mayasari
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i1.6578

Abstract

Transport availability and efficiency affects globally and nationally economic development patterns and can be a boost or a barrier to economic growth within individual nations. Urban transportation has an important role in economic growth because transportation has a characteristic as a derived demand in economy. This research’s aim tofind out the relation between the public transportation to the economy and to find out the reason why the public transportation is needed in a city in Makassar City case. From a theoretical perspective, the possible things that happened in Makassar is there is changes in economic growth cause changes in transport activity, meaning that growth in the demand for travel depends on economic growth. The development of the city has not been integrated with the development of social service and economic services in the area multifunctional and does not follow transit-oriented development, so the volume of movement of the population is very high towards to downtown service centers, whereas housing development should be brought closer to the service centers with mixed function and bus stop for transportation mode transfer. So basically, public transport is a must in Makassar due to its benefits to the economic in Makassar.
SPATIAL RE-CONFIGURATION INITIATIVES FOR INFORMAL-LIKE SETTLEMENT REVITALIZATION: A CASE OF YOGYAKARTA URBAN KAMPONG Irsyad Adhi Waskita Hutama; Didik Kristiadi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i1.7727

Abstract

Informal-like settlements such as urban kampong is a human habitat which has similar characteristics as an urban slum. They co-exist within urban ecosystem but progressing backward to sub-standard living quality. The recent status of urban kampong is worsened due to lack of basic service and sometimes neglected from spatial plan and program. Spatial reconfiguration is seen as an alternative model to revitalize informal-like urban kampong by creating the condition where the positive loop is available within the kampong. This model can be built by connecting and integrating the inner structure of the kampong's spatial layout to the network of city structure. This research aims to re-configure the spatial arrangement of urban kampong for gradual changes from informal condition to be a more formal, vibrant, and robust neighborhood. This method involves several approaches such as acknowledging the informality of urban kampong, understanding the favorite place and place attachment, reconfiguring new spatial layout, and comparing syntactical properties between existing and new spatial plan. The research result depicts a new spatial design proposal for urban kampong becoming more integrated and connected with the city structure, resulting in the progress of self-regeneration works by itself.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BAHARI BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Mastaufiq Hidayat
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i1.6944

Abstract

Pariwisata merupakan sektor penting dalam peningkatan pendapatan nasional maupun daerah. Pariwisata dapat menjadi sektor utama dalam meningkatan sektor-sektor lainnya dalam penyelenggaraan pemerintah, seperti sektor ekonomi, budaya maupun sosial. Berdasarkan RPJPD Kabupaten Penajam Paser Utara 2005 – 2025, pariwisata alam bahari menjadi fokus pengembangan kawasan strategis pada sektor pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara. Dalam meningkatkan daya tarik  pariwisata bahari yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta untuk membantu mengembangakan perekonomian masyarakat lokal melalui pariwisata bahari perlu dilakukan adanya strategi pengembangan pariwisata bahari yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara. Strategi pengembangan yang dilakukan untuk pariwisata bahari yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara adalah berdasarkan persepsi masyarakat. Analisis yang digunakan terdiri dari analisis kebutuhan pengembangan sarana-prasarana Objek Daya Tarik Wisata (ODTW), evaluasi penilaian ODTW, dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa 7 ODTW bahari yang terdapat di Kabupaten Penajam Paser Utara digolongkan dalam 4 prioritas. Serta strategi yang muncul untuk pengembangan merupakan hasil dari analisis-analis yang telah dilakukan sebelumnya dan berdasarkan survei primer terhadap pengunjung dan masyarakat.
DUALISME PENERIMAAN SARANA DAN PRASARANA DI HUNIAN TETAP PAGERJURANG, KABUPATEN SLEMAN Gardyas Bidari Adninda
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i1.7735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penerimaan masyarakat terhadap sarana prasarana yang ada di hunian tetap. Sarana prasarana yang diteliti adalah masjid, rumah produksi, balai dusun, gedung serbaguna, kandang kelompok, tempat pembuangan sampah terpadu, dan listrik. Lokasi penelitian adalah di Hunian Tetap Pagerjurang, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Lokasi ini dipilih karena kaya informasi dan dapat digunakan untuk penelitian secara mendalam. Penelitian ini menggunakan metode induktif-kualitatif. Cara pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Informan dipilih berdasarkan warga yang mengetahui proses pembangunan sarana prasarana dan pengguna utama sarana prasarana yang diambil secara proporsional dari ketiga blok. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat dualisme di dalam penerimaan sarana prasarana yang ada di Hunian Tetap Pagerjurang. Sebagian warga mau menggunakan sarana prasarana dan sebagian lagi tidak mau. Kondisi fisik yang bagus, lokasinya yang ada di masing-masing blok, dan ketercukupan sarana prasarana merupakan alasan-alasan mengapa warga mau menggunakan sarana prasarana tersebut. Sebaliknya, warga yang tidak mau menggunakan adalah karena jaraknya yang jauh menurut warga, ketidaktahuan keberadaan sarana prasarana, ketidakjelasan kepemilikan sarana prasarana, dan kekecewaan warga terhadap perubahan siteplan.
KONSERVASI ENERGI SISTEM TATA UDARA BANGUNAN GEDUNG HOTEL BERDASARKAN KONDISI IKLIM MIKRO KOTA MAKASSAR Nasrullah Nasrullah; Ramli Rahim; Baharuddin Hamzah; Rosady Mulyadi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i1.9279

Abstract

Keberadaan bangunan gedung hotel di Makassar sangat ditunjang oleh keadaan iklim Kota Makassar yaitu beriklim tropis basah. Terdapat curah hujan yang signifikan di sebahagian bulan dalam setahun. Fungsi selubung bangunan secara eksternal dalam penataan bangunan gedung hotel untuk menentukan kriteria konservasi energi yang menjadi pertimbangan dalam proses desain suatu bangunan hote. Karena itu perlu dipikirkan adanya cara untuk mengurangi beban eksternal seperti mengikuti aturan badan Standar Nasional Indonesia dalam menentukan kriteria desain selubung bangunan yang dinyatakan dalam harga alih termal menyeluruh di mana OTTV yang diperlukan < 45 Watt/m2. Pendekatan penelitian ini adalah mix antara metode kualitatif dan metode kuantitatif. Lokasi penelitian di Kota Makassar, dengan alasan di kota ini peneliti menetap dan peneliti mengamati banyaknya bermunculan bangunan gedung hotel yang menjadi daya tarik untuk diamati berkaitan dengan konservasi energi sistem tata udara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua yaitu analisis deskriptif kualitatif, selubung bangunan gedung, beban pendinginan dan kenyamanan termal. Hasil penelitian menemukan konservasi energi sistem tata udara telah digunakan pada kelima bangunan hotel. Penganalisaan efisiensi kontrol konservasi hemat energi sistem tata udara pada kelima bangunan hotel ditentukan oleh analisa beban pendingin yang digunakan baik beban panas internal maupun eksternal. Efisiensi pengontrolan konservasi hemat energi belum diterapkan dengan baik karena penggunaan energi AC dilakukan setiap hari, hanya bisa diefisienkan penggunaannya sesuai dengan kamar yang terisi. Kenyamanan termal atas penggunaan konservasi energi sistem tata udara dari kamar hunian telah bersesuaian dengan standar SNI 6390:2011.
PENGARUH KEBERADAAN TPA TAMANGAPA TERHADAP PERUBAHAN PEMANFAATAN RUANG DI SEKITARNYA Sulaiman Asiri; Murshal Manaf; Syafri Syafri
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.10900

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa terletak di Kecamatan Manggala, Kota Makassar dan memiliki  luas area  14,3 hektar yang telah digunakan sejak tahun 1993. Dekatnya jarak kawasan permukiman dengan lokasi TPA ini tentu memiliki pengaruh terhadap penduduk di sekitarnya baik dari sisi sosial ekonomi maupun pemanfaatan ruang di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan variabel aspek-aspek sosial ekonomi meliputi tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, kondisi kesehatan, peluang pekerjaan; dan faktor-faktor penyebab perubahan pemanfaatan ruang meliputi pelayanan umum, harga lahan, prasarana, kesuburan tanah, kondisi air tanah dan udara. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa (1) Tingkat pendapatan masyarakat yang bermukim di sekitar TPA Antang merupakan faktor yang paling berpengaruh kuat akibat keberadaan TPA Tamanggapa Antang. Sedangkan tingkat pendidikan, kondisi kesehatan dan lapangan pekerjaan menunjukkan pengaruh yang rendah akibat keberadaan TPA Antang; dan (2) Harga lahan yang ada di sekitar TPA menjadi faktor yang mendeterminasi atau merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap keberadaan TPA Antang sedangkan faktor ketersedian prasarana dan fasilitas umum juga berpengaruh terhadap perubahan pemanfaatan ruang namun menunjukkan pengaruh yang lebih rendah dibandingkan faktor harga lahan.
THE IMPACT OF TRANSJAKARTA BUS RAPID TRANSIT ON LAND VALUE OF DKI JAKARTA PROVINCE SUBDISTRICTS Elin Pike Rusadhi
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.7976

Abstract

To immediately curb severe traffic congestion, some cities choose to establish bus rapid transit (BRT) infrastructure over rail-transit. New establishment of transportation infrastructure should be followed by the increases of land value. This study mainly intents to determine the impact of TransJakarta BRT on land value of sub-districts in DKI Jakarta Province. There are two treatments in this thesis. This study utilizes difference-in-difference approach as well as score matching estimation namely Nearest Neighbor Matching (NNM). The research found that the new installation of BRT causes land value to increase around 20 – 30 percent. Hence it is correct to say that BRT impact on land value is on par with other transportation establishment such as railway. Its apparent benefit to land value can be used as basis to encourage more private and public-sector involvement in helping to fund the BRT installation.
IDENTIFIKASI TINGKAT PENGGUNAAN GEDUNG PARKIR KLANDASAN BALIKPAPAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK PARKIRNYA Maghfirah Risdha Insani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.9394

Abstract

Jumlah kendaraan pribadi terus meningkat di Balikpapan dimana jumlah kendaraan sepeda motor 411.169 kendaraan (2015) dan meningkat menjadi 458.471 kendaraan (2018), sedangkan jumlah kendaraan mobil penumpang juga meningkat yaitu 56.216 kendaraan (2015) dan 60.623 kendaraan (2018). Kondisi ini harus diimbangi dengan prasarana transportasi yang memadai agar tidak menimbulkan masalah lalu lintas seperti parkir di badan jalan. Pemerintah daerah kota Balikpapan telah membangun gedung parkir Klandasan guna mewujudkan kawasan tertib lalu lintas di jalan Jendral Sudirman yang bebas dari kegiatan parkir on street yang dapat menggangu lalu lintas kendaraan, namun hingga sekarang fasilitas tersebut kurang dimanfaatkan oleh masyarakat kota Balikpapan. Kondisi ini dapat dilihat dari data rata-rata harian jumlah pengguna parkir pada gedung parkir Klandasan yaitu 150 kendaraan, sedangkan kapasitas gedung parkir yang disediakan yaitu 667 kendaraan. Untuk lebih mengetahui bagaimana tingkat penggunaan Gedung Parkir Klandasan, maka diperlukan identifikasi karakteristik parkir yang meliputi akumulasi parkir, volume parkir, durasi parkir, tingkat pergantian parkir, kapasitas parkir, indeks parkir, dan penyediaan parkir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik perhitungan matematis kuantitatif, dengan menggunakan data yang diperoleh dari hasil survey sekunder dan primer.

Page 10 of 26 | Total Record : 251