cover
Contact Name
Khairul Sani Usman
Contact Email
khairul.sani@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285352217814
Journal Mail Official
plano.madani@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Ruang Redaksi Jurnal Plano Madani Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Jl. Yasin Limpo No 63 Samata Kabupaten Gowa
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 2301878X     EISSN : 25412973     DOI : https://doi.org/10.24252/jpm
Core Subject : Social, Engineering,
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota is a scientific journal in the Field of Regional and City Planning published by the Department of Regional and City Planning, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The editorial team accepts scientific writings/articles and book reviews in the field of Regional and City Planning and Development or those with an emphasis on Spatial Planning. The encompassed fields include spatial planning, urban design, geographic information systems for regional and urban planning, Islamic spatial planning, transportation, coastal planning, environmental studies, socio-economic regional planning, rural planning, tourism planning, disaster management, urban landscape, and other relevant areas.
Articles 251 Documents
KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KELURAHAN POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Muhammad Aswar; Fadhil Surur
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.10973

Abstract

Kelurahan Polewali menjadi kelurahan terpadat di Kecamatan Polewali, hal tersebut menyebabkan ketersedian lahan untuk RTH publik semakin sedikit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ketersediaan ruang terbuka hijau publik di Kelurahan Polewali berdasarkan standar minimal ketersediaan ruang terbuka hijau dan mengetahui arahan pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau publik. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, pendataan instansi dan telaah pustaka. Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif dan overlay kemudian dianalisis sesuai peraturan menteri yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan Kelurahan Polewali belum memenuhi standar penyedian RTH yang diisyaratkan oleh Peraturan Menteri No. 5 Tahun 2008 yaitu sebesar 20% dari luas wilayah. Saat ini Kelurahan Polewali hanya memiliki RTH publik sebesar 3,26 Ha atau 3,26% dari luas wilayah Kelurahan Polewali, seharusnya membutuhkan 16, 74 ha untuk untuk memenuhi standar penyedian berdasarkan luas wilayah. Pemenuhan kebutuhan RTH publik berdasarkan luas wilayah di Kelurahan Polewali dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada membangun jalur hijau, penghijauan sempadan pantai dan memanfaatkan bantaran sungai sebagai sabuk hijau. Penambahan fasilitas berupa 2 unit taman RW dengan luas minimal 4.459 m2/unit dan 1 unit taman kelurahan dengan luas minimal 2.675 m2/unit.
MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA KENDARAAN PRIBADI DAN ANGKUTAN KOTA DI JALAN JENDERAL SUDIRMAN KELURAHAN KLANDASAN ILIR Roja Rofifah; Dwiana Novianti Tufail; Muhammad Hadid
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.9410

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk dan jumlah penggunaan kendaraan pribadi di Kota Balikpapan setiap tahunnya menyebabkan padatnya jumlah kendaraan yang melewati Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Klandasan Ilir. Adapun Jalan Jenderal Sudirman di Kelurahan Klandasan Ilir dilewati jumlah kendaraan yang paling tinggi di Kota Balikpapan, sebanyak 17.938 kendaraan, dengan mayoritas modanya merupakan kendaraan pribadi. Disamping itu, terjadi penurunan jumlah armada angkutan kota pada kedua trayek yang melewati Jalan Jenderal Sudirman, trayek 5 dan 6. Melihat arahan RTRW Kota Balikpapan terhadap Kelurahan Klandasan Ilir terkait peruntukkan perumahan kepadatan tinggi, perdagangan dan jasa, serta perkantoran swasta, sehingga mampu meningkatkan mobilitas penduduk di Jalan Jenderal Sudirman dan mengakibatkan penurunan efisiensi pergerakan Jalan Jenderal Sudirman. Dengan kondisi dan permasalahan tersebut, kepemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi yang tidak terkendali akan membawa dampak buruk bagi sistem transportasi di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Klandasan Ilir. Oleh karena itu, dibutuhkan pemodelan pemilihan moda transportasi antara kendaraan pribadi dan angkutan kota. Dilakukan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda dengan menggunakan analisa deskriptif kuantitatif dan analisa crosstab untuk mencari korelasi antar variabel dan dilakukan analisa model pemilihan moda antara kendaraan pribadi dan angkutan kota dengan menggunakan regresi logistik binery. Adapun pelaku perjalanan di Jalan Jenderal Sudirman, mayoritas lebih memilih menggunakan sepeda motor daripada angkutan kota. Berdasarkan hasil regresi diketahui bahwa pertimbangan biaya, lama waktu perjalanan, kenyamanan dan ketersediaan fasilitas ruang tunggu penumpang sebagai faktor yang mempengaruhi pemilihan moda oleh pelaku perjalanan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN REAL ESTATE DI KAWASAN PERI URBAN KOTA MAKASSAR Khairul Sani Usman
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.11317

Abstract

Masalah kawasan pinggiran kota (peri urban) yang masih didominasi oleh kegiatan pertanian akan selalu menjadi lokasi perembetan pemanfaatan lahan akibat berkurangnya lahan di pusat kota. Hal ini akan berpengaruh pada inefisiensi lahan dan biaya yang dampaknya sangat besar sehingga sulit dilakukan penataan kembali. Penelitian mencoba menggambarkan fenomena perubahan fisik lingkungan akibat maraknya alih fungsi lahan untuk pengembangan real estate pada kawasan peri urban  Studi Penelitian dilakukan di kawasan koridor Jalan Tun Abdul Razak, Kec. Somba Opu (Kab. Gowa)-Kota Makassar. Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan adalah analisis Historical Land Use dengan metode overlay peta menggunakan sistem informasi geografis (GIS), analisis deskriprif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis penelitian dari segi perubahan kondisi fisik lingkungan ditemukan bahwa telah terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun (real estate dan retail property) dengan rata-rata laju pertumbuhan selama 10 tahun terakhir yaitu sekitar  17 % pada periode 2007-2010,  32 % pada periode 2010-2013, dan  9 % pada periode 2013-2017. Dengan melihat laju pertumbuhan yang cukup signifikan tersebut maka dibutuhkan penataan kawasan untuk mencegah munculnya kesemerawutan pembangunan di masa mendatang yang dikhawatirkan lahan persawahan produktif di Kab. Gowa akan semakin berkurang.
STRATEGI UNTUK KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PERKOTAAN SEMARAPURA Dewa Putu Aris Sadana; Nyoman Utari Vipriyanti; I Putu Sujana; I Ketut Widnyana
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.7591

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) khususnya RTH Publik memiliki peran penting dalam mewujudkan suatu perkotaan yang berkelanjutan. Hingga saat ini belum ada kajian mengenai strategi untuk ketersediaan RTH Publik di Kawasan Perkotaan Semarapura. Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun strategi untuk ketersediaan RTH Publik Kawasan Perkotaan Semarapura. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah survey data instansi, kuisioner dan Focus Group Discussion (FGD). Teknik analisis data pada penelitian ini adalah Teknik Analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat (SWOT) dan Analithical Hierarchy Process (AHP). Selanjutnya, telah tersusun 8 (delapan) strategi untuk ketersediaan RTH Publik di Kawasan Perkotaan Semarapura. Strategi yang menjadi prioritas utama adalah Pemetaan lahan potensial seperti aset-aset milik pemerintah sebagai alternatif penyediaan RTH Publik Kawasan Perkotaan Semarapura
EVALUASI MASTERPLAN KAWASAN BARON BERDASARKAN ASPEK FISIK, EKONOMI, DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Ratika Tulus Wahyuhana; Annisa Mu'awanah Sukmawati
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.10314

Abstract

Kawasan Baron adalah salah satu kawasan unggulan di Kabupaten Gunungkidul sehingga memerlukan prioritas pengembangan. Kawasan Baron terletak di Kecamatan Tanjungsari dan Saptosari, meliputi kawasan Pantai Baron, Baron Techno Park, dan Agro Techno Park yang berfungsi sebagai kawasan wisata alam dan wisata pendidikan. Namun, Masterplan Penataan Kawasan Baron disinyalir belum mampu memfasilitasi pengembangan ekonomi lokal sekitarnya. Studi bertujuan untuk menunjukkan peran Masterplan Kawasan Baron dalam memfasilitasi pengembangan antar objek wisata di Kawasan Baron terkait aspek fisik, ekonomi, dan partisipasi masyarakat. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling berdasarkan data yang diperoleh dari data primer melalui observasi lapangan dan wawancara. Pengumpulan data juga dilakukan melalui telaah dokumen Masterplan Penataan Kawasan Baron Tahun 2018-2022 serta Rencana Induk Pengembangan Kawasan Baron Tahun 2011. Penelitian menunjukkan Kawasan Baron memiliki kegiatan ekonomi yang beragam. Namun, hasil kajian terhadap Masterplan Kawasan Baron menemukan bahwa struktur ruang Kawasan Baron hanya menjelaskan fungsi pelayanan dan belum mempertimbangkan aspek konektivitas antar objek wisata. Sedangkan berdasarkan kajian terhadap pola ruang, penjabarannya hanya terbatas pada diferensiasi kegiatan berdasarkan jenisnya. Temuan lainnya adalah partisipasi masyarakat dalam penyusunan masterplan masih rendah (derajat tokenisme/ penghargaan). Dari sisi konstruksi masyarakat juga menunjukkan bahwa arahan dalam masterplan kurang konsisten bagi pelaku kegiatan ekonomi lokal. Dapat disimpulkan bahwa Masterplan Kawasan Baron belum mampu mengakomodir dengan baik pengembangan kegiatan ekonomi lokal sekitar. Diperlukan perbaikan penyusunan rencana tata ruang yang mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat agar berbagai kegiatan ekonomi di Kawasan Baron dapat terfasilitasi secara maksimal dengan memperhatikan distribusi keruangan.
STRATEGI DAN USULAN PERENCANAAN SMART CITY KABUPATEN KENDAL I Gede Wyana Lokantara; Indra Abdam Muwakhid; Hery Mustofa
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.9763

Abstract

Daerah berkembang apabila dilihat dari perkembangan wilayahnya ditandai dengan intensitas pertumbuhan pembangunan cukup tinggi dan terjadi sprawl, masalah pelayanan publik, jalur mobilitas transportasi padat, dan isu masalah lingkungan yang kompleks. Kabupaten Kendal salah satu wilayah yang sedang berkembang sedang mengalami kondisi tersebut sehingga diperlukan manajemen kota untuk mengontrol permasalahan tersebut termasuk dalam pelayanan publik yang maksimal.  Menjawab tantangan tersebut pemerintah Kabupaten Kendal berusaha meningkatkan pengelolaan potensi daerah, manajamen perkotaan dan pelayanan publik dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementrian Kominfo RI untuk gerakan menuju 100 Smart City di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi problematika kondisi eksisting pembangunan smart city di Kabupaten Kendal dan memberikan usulan dan strategi terkait kendala-kendal yang dialami dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evalusi program smart city di Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunaan analisis kualitatif dengan menekankan kajian mendalam tentang program Smart City di Kabupaten Kendal terutama terkait dengan kesiapan, inisiasi, dan situasi wilayah eksisting Kabupaten Kendal. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh selama pengukuran dan identifikasi terkait dengan tiga komponen sebagai instrument kesiapan Kabupaten Kendal dalam melaksanakan program Smart City antara lain komponen institusional, manusia dan infrastruktur teknologi masih dalam presentase yang kecil dengan nilai C. Hal tersebut artinya Kabupaten Kendal masih belum cukup siap dalam melaksanakan program smart city.
PENGEMBANGAN DESA WISATA SEJARAH BUDAYA DI DESA GELGEL KABUPATEN KLUNGKUNG I Kadek Wira Adiputra; I Nyoman Utari Vipriyanti; Anak Agung Putu Agung; I Ketut Arnawa
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.7616

Abstract

Pulau Bali memiliki keragaman potensi wisata meliputi potensi wisata alam dan potensi wisata budaya disertai dengan keramah-tamahan masyarakatnya menjadikan Bali sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia. Desa Gelgel merupakan desa yang berada di wilayah Kecamatan Klungkung yang sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata Tahun 2017 dan dikenal dengan kisah kerajaan terbesar di Bali yaitu Kerajaan Gelgel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan ekternal-internal dan merumuskan strategi pengembangan desa wisata Gelgel. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara observasi, wawancara, kuisioner, FGD, dokumentasi. Metode analisis terdiri pembobotan dan skoring dengan analisis SWOT dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Menurut hasil yang didapat bahwa analisis matrik  Internal Factors Evaluation (IFE) dan External Factors Evaluation (EFE) menunjukan bahwa faktor-faktor internal tergolong kuat dengan total skor 3.07, sedangkan faktor external tergolong tinggi dengan skor 3.10.Strategi prioritas  berdasarkan hasil analisis SWOT dan AHP yaitu melakukan Penataan lingkungan dan sarana prasarana di kawasan wisata Desa Gelgel dengan skor rata-rata 0.137 atau 13.7%.
PERMODELAN SPASIAL PERTUMBUHAN KAWASAN PERMUKIMAN INFORMAL MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK DI KOTA SAMARINDA Rendy Akbar; Deny Aditya Puspasari; Yudi Basuki
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v9i1.10520

Abstract

Proses pertumbuhan kota sangat berkaitan erat dengan tingkat urbanisasi yang terjadi. Pada negara berkembang, pertumbuhan yang tidak tekendali sering dikaitkan dengan munculnya permukiman informal dan kumuh. Kota Samarinda adalah salah satu kota yang mengalami tingkat urbanisasi tertinggi di Kalimantan Timur. Bertambahnya jumlah penduduk dan lahan untuk pemukiman di Kota Samarinda menyebabkan tumbuhnya kawasan permukiman informal. Pemerintah Kota Samarinda menggunakan pendekatan reaktif seperti relokasi dan peningkatan kawasan permukiman informal untuk mengatasi pertumbuhan kawasan permukiman informal. Maka tujuan penelitian ini adalah membuat prediksi pertumbuhan kawasan permukiman informal di Kota Samarinda. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif berbasis deskriptif dan permodelan spatio temporal dengan menggunakan regresi logistik. Tahapan Analisa dari penelitian ini dimulai dari menganalisa pertumbuhan kawasan permukiman informal di Kota Samarinda pada tahun 2005 – 2015 dan permodelan pertumbuhan kawasan permukiman informal di Kota Samarinda berdasarkan factor pendorongnya. Dalam hasil penelitian menunjukan bahwa kawasan permukiman informal di Kota Samarinda dalam jangka waktu tahun 2005 – 2015 selalu mengalami pertumbuhan. Berdasarkan model Prediksi pertumbuhan kawasan permukiman di Kota Samarinda tahun 2005 – 2015 maka di masa yang akan datang prediksi pertumbuhan kawasan permukiman informal akan tumbuh di sekitar kawasan permukiman informal eksisting yang memiliki kecenderungan akan menjauhi jalan utama, menjauhi sungai dan menjauhi fasilitas kesehatan. Tingkat validitas model spasial yang dihasilkan dalam penelitian ini masuk dalam kategori moderate. Ini berarti bahwa model spasial pertumbuhan kawasan permukiman informal yang dihasilkan dapat merepresentasikan secara akurat fenomena yang terjadi dilapangan dan di masa yang akan datang.
PENGARUH KAWASAN PENDIDIKAN TINGGI TERHADAP LALU LINTAS KOTA BANDAR LAMPUNG Muhammad Zainal Ibad; Arci Tamara
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v9i1.10464

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pengaruh kawasan pendidikan tinggi di Kota Bandar Lampung terhadap lalu lintas di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam. Pengaruh yang dimaksud adalah kontribusi perguruan tinggi terhadap lalu lintas dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemacetan di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis tingkat pelayanan jalan dan analisis deskriptif. Faktor-faktor kemacetan diambil dari studi terdahulu yaitu angkutan berhenti sembarangan, volume kendaraan yang besar, persimpangan, dan simpangan prioritas. Penelitian ini menghasilkan kontribusi pergerakan perguruan tinggi sebesar 9,81%, lalu lintas Jalan Zainal Abidin Pagar Alam bernilai E, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemacetan adalah volume kendaraan yang besar dan simpangan prioritas. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan, kontribusi kawasan pendidikan tinggi tidak berperan besar, dan yang menyebabkan kemacetan di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam adalah volume kendaraan yang besar dan simpangan prioritas.
PERENCANAAN KOORDINASI SIMPANG UNTUK MENANGANI KEMACETAN LALU LINTAS PADA JALAN JENDRAL SUDIRMAN KOTA BALIKPAPAN Ariesa Ertamy
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v9i1.9643

Abstract

Permasalahan kemacetan pada simpang Jalan Jendral Sudirman khususnya simpang tiga Markoni, simpang tiga Le Grendeur, dan simpang tiga Beruang Madu, mengakibatkan konflik, tundaan, serta antrian akibat bertemunya arus lalu lintas antara lengan-lengan disimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan koordinasi simpang untuk menangani kemacetan lalu lintas pada Jalan Jendral Sudirman, Kota Balikpapan. Metode yang dilakukan adalah mengevaluasi kinerja simpang pada empat simpang bersinyal di Jalan Jendral Sudirman. Lalu, penanganan kemacetan lalu lintas simpang dilakukan dengan merencanakan waktu siklus baru dengan memperhatikan teori koordinasi. Dari hasil analisis kinerja simpang, diketahui bahwa Simpang Tiga Markoni, Simpang Tiga Le Grendeur, dan Simpang Tiga Beruang memiliki nilai derajat kejenuhan ≥ 0.5 dan nilai tundaan simpang rata-rata ≥ 60 det/smp yang menunjukan bahwa simpang-simpang di Jalan Jendral Sudirman mengalami kejenuhan sehingga arus pada simpang tidak stabil atau simpang mengalami kemacetan. Dari hasil analisis koordinasi simpang, diketahui bahwa simpang pada Jalan Jendral Sudirman belum terkoordinasi, dan yang memenuhi syarat koordinasi simpang adalah Simpang Tiga Markoni, Simpang Tiga Le Grendeur, dan Simpang Tiga Beruang. Dari hasil perencanaan waktu siklus simpang, waktu siklus terpanjang yang akan digunakan adalah 140 detik. Sehingga waktu hijau masing-masing lengan pada simpang tiga Markoni yaitu; Utara 30 detik, Selatan 55 detik, dan Barat 40 detik. Waktu hijau masing-masing lengan pada simpang tiga Le Grendeur yaitu; Utara 65 detik, Selatan 35 detik, dan Timur 25 detik. Waktu hijau masing-masing lengan pada simpang tiga Beruang Madu yaitu; Utara 45 detik, Selatan 46 detik, dan Timur 34 detik.

Page 11 of 26 | Total Record : 251