cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
THE PROBLEMATIC USE OF VEIL (NIQAB) AMONG FEMALE STUDENTS: A Study toward Lecturers’ Perceptions at the Faculty of Tarbiyah and Keguruan UIN North Sumatera Ahmad Darlis; Winda Sari; Irma Sulistia Silaen
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v11i1.10886

Abstract

ABSTRACT Research background: 1) more and more female students wear the veil. 2) negative stigma towards female students who wear the veil. 3) regulations regarding the veil during lectures are needed. 4) pros and cons regarding the veil during lectures. Research objectives: 1) to find out the lecturers' views about female students who wear the niqab in the lecture process. 2) to find out the positive and negative impacts of female students wearing the veil during the lecture process. The method of study employed in this research is qualitative. The results: This perception includes views about the veil in general, positive and negative impacts, and attitudes towards female students who wear the veil, divided into two large groups. Some lectures argued that the veil does not need to be a problem. They must still be treated well. Meanwhile, others perceived that female students who wear the veil during the lecture process are not good from an educational perspective. Because there are negative impacts whose consequences are quite fatal, namely the potential for cheating and fraud. Knowing the faces of female students is a must to avoid this. so there are lecturers who ask you to remove the veil personally. ABSTRAK Latar belakang penelitian: 1) semakin banyak mahasiswi bercadar. 2) stigma negatif terhadap mahasiswi bercadar. 3) dibutuhkan regulasi tentang cadar saat perkuliahan. 4 ) pro kontra tentang cadar saat perkuliahan. Tujuan penelitian: 1) untuk mengetahui pandangan dosen tentang mahasiswi bercadar dalam proses perkuliahan. 2) untuk mengetahui dampak positif dan negatif mahasiswi bercadar saat proses perkuliahan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang dilakukan di Fakultar Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sumetera Utara. Hasil penelitian: persepsi dosen tentang mahasiswi bercadar saat perkuliahan meliputi pandangan tentang cadar secara umum, dampak positif dan negatif, dan sikap terhadap mahasiswi bercadar, terbagi menjadi dua kelompok besar. Sebagian mempersepsikan hal tersebut merupakan bagian dari hak mahasiswi yang memakainya, sehingga tidak perlu dipermasalahkan. Mereka harus tetap disikapi dengan baik sama seperti mahasiswi lainnya. Selain itu, memakai cadar juga tidak berdampak negatif persepektif pendidikan. Sedangkan sebagian lainnya mempersepsikan mahasiswi yang bercadar saat proses perkuliahan kurang baik dari perspektif pendidikan. Karena terdapat dampak negatif yang konsekuensinya cukup fatal, yaitu berpotensi terjadi kecurangan dan penipuan. Mengenal wajah mahasiswi merupakan sebuah keharusan untuk menghindari hal tersebut. Oleh karena itu saat proses perkuliahan mesti ada tretman tertentu, yaitu dengan memohon untuk membuka cadarnya secara personal kepada dosen.
MADIN PROGRAM FOR STUDENTS AS A TRANSFORMATIVE ISLAMIC EDUCATION MODEL FOR AGAINST RADICALISM AND TERRORISM Arifuddin, Nur; Nurcholis, Ahmad; Hidayatullah, Syaikhu Ihsan; Timbul, Timbul; Rudisunhaji, Muhamad Asngad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v11i1.12118

Abstract

ABSTRACT This research examines the implementation of the Madrasah Diniyah program at UIN Satu Tulungagung as a model of Transformative Islamic education to prevent radicalism and terrorism. It used a qualitative approach, focusing on paradigms, strategies, and qualitative models. The grand theory of this study is Berkowitz's "holistic approach" which highlighting that effective character education involves transforming school culture and life, rather than just adding programs. This Madin program is unique following the curriculum that focused on Turats or kitab kuning (literally kitab kuning that refers to classical Islamic textbook) Its implementation do not always run well, sometimes there are some challenges can impede the process. Madin lecturers at UIN Satu Tulungagung faces various obstacles both direct and indirect that affect the execution of radicalism prevention strategies. The MADIN (Madrasah Diniyah) program implementation has had significant results in countering radicalism and terrorism on the campus. It combines traditional religious teachings with modern approaches that have proven effective. ABSTRAK Artikel ini menganalisis dan memberikan interpretasi terkait penerapan program Madrasah Diniyah khusus mahasiswa sebagai model pendidikan Islam Transformatif untuk melawan radikalisme dan terorisme di UIN Satu Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang temuannya diperoleh berdasarkan paradigma, strategi, dan penerapan model secara kualitatif. Grand teori penelitian ini adalah “pendekatan holistik” Berkowitz, yang menekankan bahwa pendidikan karakter yang efektif bukanlah menambah program atau serangkaian program. Melainkan merupakan transformasi budaya dan kehidupan sekolah. Pembelajaran program Madrasah Diniyah di UIN Satu Tulungagung yang menggunakan jenis organisasi kurikulum tersendiri merupakan jenis pembelajaran yang berpusat pada Turats atau kitab kuning yaitu program Madrasah Diniyah. Penerapan strategi pencegahan radikalisme terkadang berjalan mulus dan sesuai rencana. Terkadang memang sesuai dengan yang diharapkan, namun seringkali ditemui hal-hal yang dapat menghambat pelaksanaan proses tersebut. Lebih lanjut dosen Madin menyadari banyak faktor yang menjadi kendala baik langsung maupun tidak langsung yang mempengaruhi penerapan strategi pencegahan radikalisme di UIN Satu Tulungagung.
COMMUNICATION PATTERNS OF RELIGIOUS PLURALITY COMMUNITIES IN SUMBERMULYO VILLAGE PESANGGARAN BANYUWANGI Turmudi, Imam; Sorayya, Dharma
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v11i1.13223

Abstract

ABSTRACT Sumbermulyo Village is a replica of Indonesia in terms of multiculturalism. Sumbermulyo is a village located in the southern Banyuwangi region, precisely in Pesanggaran District, Banyuwangi Regency. This research aims to find out the Communication Patterns of Religious Plurality Communities in Sumbermulyo Pesanggaran Banyuwangi Village and Community Efforts to Resolve Conflicts with Socio-religious Backgrounds in Sumbermulyo Village, Pesanggaran District, Banyuwangi Regency. The research method in this study uses Qualitative used to answer research problems in the form of narrative related data obtained from various research techniques through interviews, observation, and documentation. The results of this research are the efforts of the Sumbermulyo community so that this diversity continues to run dynamically and harmoniously, some interfaith leaders respect different religions, such as attending invitations, attending celebrations and other celebrations. And also always work together in building places of worship despite religious differences. ABSTRAK Desa Sumbermulyo merupakan replika Indonesia dalam hal multikultural. Sumbermulyo merupakan sebuah desa yang terletak di wilayah Banyuwangi selatan tepatnya di Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pola Komunikasi Masyarakat Pluralitas Agama Di Desa Sumbermulyo Pesanggaran Banyuwangi serta Upaya Masyarakat Menyelesaikan Konflik Yang Berlatar Belakang Sosial Keagamaan di Desa Sumbermulyo Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan Kualitatif digunakan menjawab permasalahan penelitian berupa data terkait naratif yang diperoleh dari berbagai teknik penelitian melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Peneltian ini yaitu Upaya masyarakat Sumbermulyo supaya keberagaman ini tetap berjalan dinamisdan harmonis maka beberapa tokoh antar agama melakukan penghormatan terhadap beda agama, semisal menghadiri undangan, menghadiri selametan dan hajatan lainnya. Serta juga selalu gotong royong dalam membangun tempat ibadah meskipun memiliki perbedaan agama
STRATEGIES OF LAMPUNG MUSLIM COMMUNITY TO FACE TRANSNATIONAL GLOBALIZATION Aris Munandar; Ariska, Ayu
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v11i1.14899

Abstract

Abstract This research aims to identify and analyze the strategies of Muslim communities in Lampung in maintaining their cultural and religious identities amid the influence of transnational globalization, especially with the presence of imported ideologies such as Wahhabi-Salafi fundamentalism and secular liberalism, as well as transnational Islamic movements such as Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). This research also seeks to understand how the interaction between globalization, local identity and religion affects religious practices and social structures in Lampung, as well as evaluate the policies and measures taken by the local government in dealing with the influence of these transnational ideologies. This research uses a qualitative approach with a case study method to explore the strategies of Lampung Muslim communities in dealing with transnational globalization and the influence of movements such as HTI. Data was collected through in-depth interviews with community leaders, religious leaders, and community members, as well as participatory observation at various religious events and activities. The research findings show that Lampung Muslim communities adopt various strategies to maintain their cultural and religious identity amidst globalization. These include preserving local culture through arts and customs programs, developing the local economy by utilizing digital technology, and strengthening religious education to ensure Islamic values are passed on to the next generation. Despite HTI's success in garnering support through proselytizing and street demonstrations, the government's decisive action in dissolving HTI reflects efforts to maintain national stability and defend the ideology of Pancasila. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi masyarakat Muslim di Lampung dalam mempertahankan identitas budaya dan agama mereka di tengah pengaruh globalisasi transnasional, terutama dengan adanya ideologi-ideologi impor seperti fundamentalisme Wahhabi-Salafi dan liberalisme sekuler, serta gerakan Islam transnasional seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Penelitian ini juga berusaha memahami bagaimana interaksi antara globalisasi, identitas lokal, dan agama mempengaruhi praktik keagamaan dan struktur sosial di Lampung, serta mengevaluasi kebijakan dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah setempat dalam menangani pengaruh ideologi transnasional ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengeksplorasi strategi masyarakat Muslim Lampung dalam menghadapi globalisasi transnasional dan pengaruh gerakan seperti HTI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, pemimpin agama, dan anggota komunitas, serta observasi partisipatif di berbagai acara dan kegiatan keagamaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Muslim Lampung mengadopsi berbagai strategi untuk mempertahankan identitas budaya dan agama mereka di tengah arus globalisasi. Upaya tersebut meliputi pelestarian budaya lokal melalui program kesenian dan adat istiadat, pengembangan ekonomi lokal dengan memanfaatkan teknologi digital, serta penguatan pendidikan agama untuk memastikan nilai-nilai Islam diwariskan kepada generasi berikutnya. Meskipun HTI berhasil menggalang dukungan melalui dakwah dan demonstrasi jalanan, tindakan tegas pemerintah dalam membubarkan HTI mencerminkan upaya untuk menjaga stabilitas nasional dan mempertahankan ideologi Pancasila.
WOMEN'S LEADERSHIP IN MADURA: Analysis of Women's Leadership in Student Organizations at Higher Education in Madura Azizah, Siti; Itaanis Tianah
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v11i1.14933

Abstract

ABSTRACT In modern society, women have more opportunities to participate in public spheres. However, in Madura, Indonesia, social expectations rooted in patriarchal norms still limit their leadership potential, especially in student organizations. In fact, of the 257 student organizations in 8 universities, only 18% are led by women. This study explores how Madurese students perceive female leadership, how female students view their own leadership abilities, and how these perceptions, shaped by social beliefs and gender stereotypes, influence their involvement in these organizations. Based on Emile Durkheim's concept of social facts, this study examines how family values, religious interpretations of female leadership roles, and campus and community environments shape these perceptions. Using a qualitative research methodology with a sociological perspective, this study highlights the factors that influence female leadership aspirations in higher education in Madura. The findings of this study highlight the role of a supportive environment in countering negative social constructs and empowering women to pursue leadership roles in student organizations. ABSTRAK Meskipun era modern membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkiprah di ranah publik, di Madura, ekspektasi sosial yang berakar pada norma patriarki masih membatasi potensi kepemimpinan mereka, khususnya dalam organisasi kemahasiswaan. Faktanya, dari 257 organisasi mahasiswa di 8 perguruan tinggi, hanya 18 % yang dipimpin oleh perempuan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana persepsi mahasiswa Madura tentang kepemimpinan perempuan, bagaimana mahasiswi memandang kemampuan kepemimpinan mereka serta bagaimana persepsi ini, yang dibentuk oleh keyakinan sosial dan stereotip gender, memengaruhi keterlibatan mereka dalam organisasi tersebut. Berdasarkan konsep fakta sosial Emile Durkheim, penelitian ini meneliti bagaimana nilai-nilai keluarga, interpretasi agama tentang peran kepemimpinan perempuan, serta lingkungan kampus dan komunitas membentuk persepsi ini. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif perspektif sosiologis, penelitian ini menyoroti faktor-faktor yang memengaruhi aspirasi kepemimpinan perempuan dalam pendidikan tinggi di Madura. Temuan penelitian ini menyoroti peran lingkungan yang mendukung dalam melawan konstruksi sosial negative dan memberdayakan perempuan untuk mengejar peran kepemimpinan dalam organisasi kemahasiswaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5