cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
DIMENSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
OTONOMI DAERAH DI TINGKAT KECAMATAN STUDI KEEFEKTIFAN OTONOMI DAN PERAN MASYARAKAT Prastiwi, Merlia Indah
DIMENSI Vol 8, No 2 (2015): Oktober
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini telah disadari bahwa berkembangnya ragam pelayanan publik dan kian tingginya tuntutan pelayanan publik yang lebih efisien, cepat, fleksibel, berbiaya rendah serta memuaskan, akan menjadikan negara pada posisi “kewalahan” manakala masih tetap memaksakan pemberian layanan selalu terpusat pada institusi induk saja. Bahkan jika tetap menempatkan diri sebagai agen tunggal dalam memberikan pelayanan, pastilah akan berada pada posisi “payah”. Karena itu, layanan publik yang dapat didelegasikan kepada kecamatan sebagai penyelenggaraan fungsi-fungsi pelayanan publik di wilayah merupakan sebuah solusi demi tercapainya pelayanan publik yang cepat, tepat dan murah. Dari sinilah kemudian muncul adanya pertanyaan mengenai keefektifan otonomi dan peran masyarakat
Pembangunan Mandiri Menuju Masyarakat Wirausaha Prastiwi, Merlia Indah
DIMENSI Vol 7, No 1 (2015): Juni
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era masyarakat yang semakin mengglobal, ,masyarakat wirausaha amat diperlukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap lapangan kerja yang semakin menyempit. Sebagai seorang wirausaha dituntut agar mampu mengaplikasikan segala kemampuan untuk peningkatan usaha, agar mampu membantu dirinya sendiri dan orang lain terlebih membantu perekonomian Negara di sektor informal. Masalah yang menjadi salah satu ganjalan dalam pembangunan adalah mindset sebagian besar masyarakat tentang lebih baik mencari pekerjaan daripada menciptakan pekerjaan.
PENGUATAN KEWENANGAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA DALAM BINGKAI BIKAMERALISME Suhendra, Adi; Ferza, Ray
DIMENSI Vol 8, No 2 (2015): Oktober
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi terdahulu terkait Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia sudah sering dilakukan seperti misalnya, Purnomowati (2005), Ali Safa’at (2010), dan Efriza dan Syafuan Rozi (2010)  masing-masing telah melakukan kajian mencakup Implementasi Bikameralisme, Studi Komparatif mengenai Bikameralisme, dan Perkembangan parlemen Indonesia dari Volksraad sampai DPD RI. Namun Penelitian mengenai Proses DPD RI melakukan penguatan kewenangan dalam kerangka perubahan konstitusi masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penguatan kewenangan DPD RI dalam bikameralisme Indonesia melalui perubahan konstitusi yang terdiri dari beberapa upaya antara lain, beberapa kekuatan utama, amandemen formal, interpretasi yudisial, dan tradisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ialah DPD RI melakukan proses penguatan kewenangan melalui perubahan kontitusi yang terdiri dari beberapa kekuatan utama, amandemen  formal,  interpretasi  yudisial,  dan  tradisi  dan  kebiasaan,  hanya  saja  masing-masing  memiliki karakteristik tersendiri dalam pelaksanaannya dan berbeda pencapaian aspek fungsionalnya dalam rangka mengimbangi kewenangan DPR RI dalam kerangka bikameralisme Indonesia.
PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM KELUARGA BERENCANA (Studi Fenomenologi Terhadap Masyarakat Di Dusun Karanggawang, Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang) Biroli, Alfan
DIMENSI Vol 7, No 1 (2015): Juni
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karanggawang society have been autonomy in strategy of make little family who well being and happiness with KB program. Thus, this research have purpose to know how society can participate to planning family  program.   This program aim to wipes and husband. The theory is used as analysis is masculinity dominant by Pierre Bourdieu theory. This research is done in Karanggawang and Pagersari village, Mungkid, Magelang residence. Variety of research is qualitative with strategy phenomenology. The result of research have been shown that society program  to KB there were unsuitable position between women and men in to take decision. KB program participation more dominant women than men. In the society have been constructed that KB program only to women not men. Whereas, the basically  KB program can be join by women or men. Conservative social structure still use dominant patriarchy system. So that, men have big power than women, so women just receive and become subordinate in the family and social environment.
ANALISIS DESKRIPTIF AKTIVITAS DAN POTENSI KOMUNITAS DESA ‘ENCLAVE’ RANU PANE PADA ZONA PEMANFAATAN TRADISIONAL, KECAMATAN SENDURO, KAB. LUMAJANG, WILAYAH TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU (TNBTS) Budiyanti, Syamsu
DIMENSI Vol 8, No 2 (2015): Oktober
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfatan potensi hasil hutan non-kayu oleh masyarakat di zona tradisional TNBTS selama ini masih berupa pemanfatan kayu bakar dan pakan ternak (seperti rumput dan hijauan lainnya), pemanfaatan buah hutan (seperti kemlandingan gunung), pemanfaatan jamur hutan (jamur grigit, jamur pasang, jamur siung, jamur kuping dan jamur landak),  pemanfaatan tumbuhan obat (ampet, tepung otot, purwaceng, pronojiwo, dsb), pemanfaatan bamboo, dan lainnya sebagainya. Dan dalam hal regulasi, kegiatan pemanfaatan atau pengambilan kayu yang dilakukan oleh masyarakat, belum terdapat pengaturan sedemikian rupa sehingga akan dikhawatirkan menjadi tidak terkendali, yang pada akhirnya dapat mengancam kelestarian potensi kehati dan ekosistem TNBTS. Untuk itu, ke depan sangat perlu dikembangkan mekanisme/pola  pengaturan dan pemanfatan hutan secara terkendali dengan memperhatikan azas kelestarian potensi demi keberlanjutan pemanfatan oleh masyarakat.    Dalam konteks inilah, gambaran kasus Desa ‘Enclave’ Ranu Pane yang berada dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sangat diperlukan langkah-langkah strategis untuk melakukan pendayagunaan optimal pada zona pemanfaatan tradisional, khususnya agar semakin memberikan ‘nilai tambah’ yang besar baik kepada masyarakat Desa Ranu Pane dan sekitarnya, serta terutama untuk memperbesar ‘daya dukung’ alam bagi kehidupan manusia secara berkelanjutan, dengan menegaskan kembali tentang konsep bahwa keadilan bukan hanya hak milik manusia, namun juga semua makhluk hidup ciptaan Tuhan lainnya, baik tumbuhan, binatang dan seluruh alam.
KONSTRUKSI KECANTIKAN DI KALANGAN WANITA KARIER (DI KECAMATAN LAMONGAN, KABUPATEN LAMONGAN) Dzulkarnain, Iskandar; Rukmawati, Deni Ria
DIMENSI Vol 7, No 1 (2015): Juni
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In modern era such as today women needs continues to spread, especially on the beauty matters. So they always trying to maintenance her body in order to be beautiful and attractive. This study investigates how beauty construction undertaken by career women in the District Lamongan, Lamongan. This study used qualitative methods and methodological this research based on phenomenological approach. Informant selected using purposive sampling by using triangulation with the source that is comparing and checking the degree of confidence behind the information obtained through different interviews in retrieving information.The results showed that, in shaping beauty among career women, the work environment is the main factor. And unwittingly they are a form of mass media (advertising). In this study also shows that the nature of consumerism in women who do beauty treatments, today beauty be a part of their lifestyle to become a modern feminist woman.
PROBLEMATIKA PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA (KAJIAN DENGAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM) Biroli, Alfan
DIMENSI Vol 8, No 2 (2015): Oktober
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara hukum, setiap aparat negara dalam bertindak harus berdasar hukum serta setiap warga harus taat terhadap hukum yang berlaku. Negara Indonesia saat ini sedang dilanda krisis hukum, artinya hukum yang berlaku belum menunjukkan keefektifan. Hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, terdapat strategi penanganan hukum yang berbeda. Penegakan hukum dirasa kurang adil dan jauh dari harapan masyarakat. Problematika penegakan hukum tentunya menimbulkan dampak bagi masyarakat. Hukum yang berjalan sudah tidak sesuai dengan tujuan hukum yang ingin dicapai yaitu menciptakan ketertiban dan kedamaian dalam masyarakat. Dalam kacamata sosiologi hukum yang dilihat dari problematika penegakan hukum di Indonesia bukan dari substansi atau materi hukum tetapi lebih mengarah daripada apa yang ditimbulkan dari dampak diberlakukannya sebuah hukum. Hubungan sosial dalam kelompok atau masyarakat sangat berpengaruh dengan penerapan hukum yang dijalankan. Sosiologi hukum menitikberatkan kepada hubungan sosial yang terjadi dalam proses penegakan hukum dan hasil putusan hukum sehingga akan menimbulkan dampak secara sosial. Dampak yang terjadi dari proses hukum adalah dari individu yang bersangkutan dalam hukum, keluarga, kelompok/organisasi, masyarakat, dan media massa juga berperan andil dalam kabar berita terhadap hukum yang ada.
PILKADA, DINASTI POLITIK DI ERA DESENTRALISASI (STUDI TENTANG HABITUS AND FIELD, AKTOR POLITIK DALAM KONTESTASI PILKADA KAB. BANGKALAN YANG MELAHIRKAN DINASTI POLITIK) Rachman, Yudhi
DIMENSI Vol 8, No 2 (2015): Oktober
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Thesis attempts to capture the power developed in an area aftermath of reformation era in 1998 marked by implementing autonomous region or decentralized. Power in The New Order Regime, that was The Centralistic changed with the emergence of the local political elite that affirming their power by various sources of capital. By having a more open space for local figures to snatch the seat of power at the local level in the county, political competition then became closer in social community base level. Those who have a culture of social capital, networks and other social networking might be easier to perform. No exception figure of “Kiai” head of Islamiccommunity originating from habitus religious activities and education in boarding school and other community social activities.In Bangkalan regency Habitus-based Political Elite Kiai boils down to descendants of the BaniKholildiasporic in various organizations either initiating Community-Social Organizations, political parties and legislative Institutions and Executive.The method used in this research is descriptive-qualitative structure of Agency Bourdieus approach with data mining using in-depth interviews and technical documentation. The end result of this thesis was to see that the political and Dynastic Politics Breeds successfully built by RKH Fuad Amin during his leadership in two periods, ten years later continued by the winning of his son MakmunIbnuFuad with a majority of votes 93,47 percent. After his main rival who is also a descendant of BaniKholil, namely KH Imam BuchoriKholil failed to follow the contestation elections directly.In contestation elections in Bangkalan Regency, the ability of the group or Political Actor in using sources of capital and symbolic power in a society is still very effective in managing their Paternalistic room practices.In the analysis of Structure-Agency Bourdieus perspective, social space and social groups who control it are the products of a historical struggle continuously updated for contested or won as well as establish dominance in power.
"Sebuah Kontestasi Stratifikasi Dominasi Dalam Kapitalisme dan Konsumerisme" (Dalam Perspektif Teori Sosio HistorisKritis C. Wright Mills) Prananta, Arie Wahyu
DIMENSI Vol 7, No 1 (2015): Juni
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study and Discussion Middle Class in Indonesia Since the 1970s making us Startled andremind them a very central role in the class structure of the elite class and the lower class.Mengah class structure that is very dynamic and became the most influential class in the classstructure Indonesia1 nation. The most influential class of bargaining structure makes itdifficult to track class in the class structure of the Indonesian nation but their role is veryimportant, and some of the events changes ranging from the collapse of the old order and thenew order and the new order to the order of the reform to make the lesson for the nation thatetintas and their role is to make the power of change in the state system and social structure inthe community. Vagueness figure mengah class in the social structure in the community makethis a decent middle-class researched and chosen as a topic there does require quite a lot ofstudy and also an imagination in soiologi to be in perspektifkan and projected in an empiricalobject assumes constructed reality of objects material to be appointed as a more macroassumptions preposition. The existence of vague mengah class does not mean the absence ofmiddle class structures etintas them, the emergence of class roles mengah be a force of changein a country makes them very central role, classification and categorization within a socialstructure in the community is very vague, so the need to study very deep study and empiricallyfocused on middle-class structure, Refine concepts in a theory of the middle class by ArielHariyanto in a study Robinson is the middle class are some government officials,practitioners, managers in a company fund or class of educated intellectual, in the structureexisting social Indonesian nation. Capitalism here as in imagine a production order in thecapital penguasaaan. The need for this level of precision and mapping of capitalism in theframe in the ownership of capital
PERAN PEREMPUAN DALAM POLITIK DZ, Faiz
DIMENSI Vol 8, No 2 (2015): Oktober
Publisher : DIMENSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengukur hasil pembangunan, disamping  melihat secara fisik dengan  kemajuan ekonomi dan teknologi, tidak kalah pentingnya dengan bagaimana melihat tingkat kemajuan melaui kualitas pembangunan itu sendiri. Salah satunya dengan akses masyarakat dalam semua bidang, termasuk pada bidang Politik.  Perempuan dalam berbagai bidang, termasuk dalam kehidupan politik masih mengalami berbagai masalah, mulai dari akses sampai pada tingkat partisipasi dalam politik yang salah satunya terlihat di parlemen. Secara nasional saja fluktuasi jumlah perempuan di DPR  terjadi, secara prosentase pemilu 1999 jumlah perempuan baru 9%, meningkat 11,09% pada 2004, meningkat kembali di pemilu 2009 menjadi 17,86%, akan tetapi hasil pemilu 2014 terjadi penurunan menjadi 17,32 %.Berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik sudah dilakukan mulai dari penguatan organisasi perempuan sampai pada upaya mereformasi hukum dengan model Affirmasi Action.  Upaya ini bersifat sementara dengan membuat kebijakan yang berusaha untuk memperbaiki tindakan diskriminasi di masa lalu melalui tindakan aktif untuk menjamin terciptanya kesempatan yang setara, misalnya di dalam pekerjaan maupun pendidikan di kalangan tertentu seperti perempuan, kaum kulit hitam dan lainnya. Tentu hasilnya ada , akan tetapi belum terasa maksimal, dengan melihat fluktuasi prosentase dalam politik seperti di atas. Upaya yang lebih mengakar dalam menangani permasalahan ini merupakan kunci utamanya. Persoalan yang  mendasar yang berasal dari kultural yakni budaya politik patriarkhi, dan pandangan masyarakat terhadap isu gender dalam politik merupakan budaya yang hidup da berkembang dalam masyarakat Indonesia.Sehingga dengan  kultural dengan pendekatan fenomenologi dan eksistensional maka permasalahan perempuan dan politik secara pasti akan terpecahkan.