cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DAN BOOKLET TERHADAP KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD Dr. H. SOEWONDO KENDAL Rahmatika, Icha Violet; -, Ismonah; -, Supriyadi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemodialisa merupakan suatu tindakan pada pasien GGK yang dilakukan untuk membersihkan darah dari akumulasi sampah sisa-sisa metabolisme. Ketergantungan pasien terhadap terapi hemodilisa yang dijalani seumur hidup memunculkan permasalahan fisik dan psikis, salah satunya adalah kecemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dan booklet terhadap kecemasan pasien GGK yang menajlani hemodialisa di RSUD dr. H. Soewondo Kendal. Penelitian ini menggunakan desainpenelitian pra experiment dengan rancangan two group pre-post test. Jumlah sample pada penelitian ini sebanyak 26 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi pendidikan kesehatan dan kelompok pemberian booklet dengan masing-masing kelompok sebanyak 13 responden dengan teknik pengambilan purposive sampling. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji dependent t-tes dengan hasil p-value sebesar 0,000 pada masing-masing kelompok, yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatanmaupun booklet terhadap kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Dilanjutkan uji independent t-test diperoleh hasil selisih mean kelompok pendidikan kesehatan lebih besar daripada selisih mean kelompok booklet sebesar 11.3846 yang berarti pendidikan kesehatan lebih efektif dibanding dengan booklet terhadap tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
KELOMPOK PENDUKUNG SAKA SEBAGAI STRATEGI INTERVENSI KEPERAWATAN KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN DIARE PADA AGGREGAT BALITA DI WILAYAH CISALAK, PASAR-CIMANGGIS KOTA DEPOK Nuraeni, Asti; Sahar, Junaiti; Permatasari, Henny
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balita sebagai salah satu populasi berisiko untuk mengalami masalah diare. Balita mengalai rata-rata 3-4 kali kejadian diare pertahun atau hampir 15-20% sebagian kehidupannya terkena diare. Salah   satu upaya untuk mengatasi permasalahan diare adalah dengan deteksi dan pencegahan diare secara dini di keluarga. Penulisan Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan untuk mengetahui  sejauhmana Kelompok Pendukung SAKA sebagai salah satu strategi intervensi keperawatan komunitas efektif dilaksanakan dalam pencegahan diare balita. Hasil p value 0.000 menunjukkan  ada  hubungan  antara perilaku keluarga dalam penerapan SAKA terhadap penurunan angka kejadian diare balita di Kelurahan Cisalak Pasar. Kelompok Pendukung SAKA sebagai salah satu strategi intervensi keperawatan komunitas efektif dalam pencegahan diare pada balita dengan melakukan pemantauan penerapan SAKA diare. Kegiatan Kelompok Pendukung SAKA sebagai salah satu program pengembangan program pencegahan diare pada balita yang harus dilakukan secara kontinu serta dilakukan pembinaan secara berkelanjutan yang dilakukan oleh Dinkes dan Puskesmas.   Daftar Pustaka, 106 (1993-2012) Kata kunci: Kelompok Pendukung; diare; balita; keluarga.
PENGARUH PENDAMPINGAN TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR DENGAN MELOMPAT SATU KAKI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA BATURSARI Kartyasih, Estimining; Mardi Asih, Sri Hartini; Solechan, Achmad
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan dambaan setiap keluarga. Sebagai aset bangsa, anak harus mendapat perhatian sejak mereka masih di dalam kandungan sampai mereka menjadi manusia dewasa. Awal hubungan mereka biasanya dengan orang tua dan anggota keluarga lain. Pada fase ini sangat tergantung pada pendampingan untuk memperoleh stimulus yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Permainan motorik kasar dengan melompat satu kaki adalah salah satu cara merangsang perkembangan motorik kasar anak, selain permainan lainnya.Tujuan dari penelitian ini menganalisis perbedaan pendampingan terhadap perkembangan motorik kasar dengan melompat satu kaki  pada anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-Kanak. Rancangan penelitianini menggunakanQuasy experimental designdengan jumlah sampel 35 responden, dan teknik Purposive Sampling. Hasil uji Wilcoxon melompat 1 kaki pada kelompok tidak didampingi diperoleh rata-rata sebelum dan sesudah tanpa pendampingan, dengan nilai p value sebesar 0.84 (p0.05) yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah indikator melompat 1 kaki pada kelompok tidak didampingi. Adapun pada kelompok didampingi diperoleh rata-rata sebelum dan sesudah pendampingan, dengan nilai p value sebesar 0.006 (p0.05) yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan antar sebelum dan sesudah dengan indikator melompat 1 kaki pada kelompok didampingi. Hasil uji chi square pada kelompok tidak didampingi diperoleh p value sebesar 0.259 (p0.05) yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara kelompok kontrol (tidak didampingi) dengan interpretasi sesuai skala Denver II.Hasil uji Chi Square pada kelompok didampingi diperoleh p value sebesar 0.000 (p0.05) yang berarti bahwa ada hubungan antara kelompok perlakuan (didampingi) dengan interpretasi sesuai skala Denver II. Kata Kunci :Anak, Perkembangan motorik kasar, melompat satu kaki, Pendampingan
PENGARUH IMMOBILISASI DAN KOMPRESI BANTAL PASIR TERHADAP PENCEGAHAN PERDARAHAN AKSES FEMORAL PASCA PERCUTANEUS CORONARY INTERVENTION (PCI) Arief, M. Syamsul; Sriningsih, Iis; -, A. Pangestua
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Immobilisasi dan kompresi bantal pasir merupakan suatu alat dan metode untuk mencegah perdarahan pada akses tusukan pasca tindakan Percutaneus Coronary Intervention (PCI) atau pemasangan stent koroner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tindakan immobilisasi dan kompresi bantal pasir dalam mencegah perdarahan pada akses femoral pasca PCI di RSUP Dr Kariadi Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperimen terhadap 15 responden paska tindakan PCI yang ditentukan dengan teknik total sampling dalam kurun waktu 1 bulan. Penelitian ini dilakukan dengan observasi sebelum dan sesudah immobilisasi dan kompresi bantal pasir dan hasilnya diolah menggunakan tabel silang dan uji hipotesis Mc Nemar Test dengan SPSS. Hasil yang didapatkan dari uji Mc Nemar diperoleh nilai p = 0.03. Dengan demikian ada pengaruh immobilisasi dan kompresi bantal pasir terhadap pencegahan perdarahan akses femoral pasca PCI di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sehingga disarankan immobilisasi dan kompresi bantal pasir dapat tetap digunakan tetapi harus disertai dengan pengawasan untuk komplikasi lain yang bisa terjadi saat dilakukan perlakuan.Kata kunci: Immobilisasi, Kompresi Bantal Pasir, Pencegahan Perdarahan, Pasca PCI
PENGELOLAAN KEHAMILAN 34 MINGGU DENGAN LETAK SUNGSANG MENGGUNAKAN METODE KNEE-CHEST Harjanti, Agnes Isti; Miskiyah, Zakiyatul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) juga dapat digunakan dalam pemantauan kematian terkait dengan kehamilan. Indikator ini dipengaruhi status kesehatan secara umum, pendidikan dan pelayanan selama kehamilan dan melahirkan. Sensitivitas Angka Kematian Ibu (AKI) terhadap perbaikan pelayanan kesehatan menjadikannya indikator keberhasilan pembangunan sektor kesehatan (Profil Kesehatan Kota Semarang, 2013, hlm. 17). Masalah komposisi letak janin dalam rahim, juga merupakan bagian dari penatalaksanaan perbaikan pelayanan kesehatan, yang perlu diketahui lebih awal sebelum persalinan berlangsung. Perkiraan komposisi letak janin dalam rahim adalah: 96% letak kepala, 2,5-3% letak sungsang, sedangkan sekitar 0,5% letak melintang. Komposisi kelainan letak dapat mempersulit kelahiran janin, kalau tidak ditangani dengan tepat. Angka kematian bayi dengan persalinan letak sungsang sekitar 25-30%, hal ini cukup tinggi dan membutuhkan perhatian dalam pengelolaan selama kehamilan dan persalinan. Tindakan untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas karena persalinan sungsang, perlu dilakukan intervensi pada masa kehamilan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan bulan Februari 2015 di RSUD Kota Semarang dibagian poli obsgyn, dari 296 ibu hamil ditemukan 5 ibu hamil dengan letak janin sungsang. Kehamilan letak sungsang untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah letak sungsang yaitu bidan melakukan tindakan secara komprehensif pada ibu dengan kehamilan letak sungsang dengan posisi knee-chest atau sering dikenal dengan gerakan antisungsang. Tujuan : Mengetahui penatalaksanaan kehamilan letak sungsang dengan intervensi kneechest pada Ny. M umur 25 tahun G1P0A0 hamil 34 minggu di RSUD.Kota Semarang pada tahun 2015. Metode : Studi kasus ini merupakan jenis diskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel dengan quota sampling, memilih sampel sesuai dengan keinginan peneliti. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitia ini Ny. M umur 25 tahun G1 P0 A0 sebagai subjek observasi. Data dikumpulkan adalah data primer dengan mengikuti perkembangan subject selama intervensi diberikan dalam kurun waktu 10 hari dengan mengamati perubagan letak janin setelah dilakukan intervensi knee chest. Istrumen studi kasus ini yang digunakan format asuhan kebidanan ibu hamil. Teknik analisis data yang digunakan secara diskriptif. Hasil : Pada kasus ini dilakukan metode knee chest 3-4 kali sehari selama 10 menit atau selama 15 menit setiap dua jam setelah bangun tidur, selama 10 hari, tetapi dalam pelaksanaan hanya dilakukan 2 kali sehari selama 8 menit dalam waktu 5 hari pertama perlakuan dilaksanakan belum berhasil dan observasi janin masih dalam keadaan sungsang, namun setelah metode knee chest diberikan sesuai 3-4 kali sehari selama 10 atau selama 15 menit, dilanjutkan dan setelah 10 hari dilakukan observasi janin sudah dalam keadaan normal. Kesimpulan : Data yang didapatkan dari pengkajian mengatakan sudah tidak ada lagi benda keras yang mendesak tulang iga, dan pemeriksaan Leopold bagian terbawah janin teraba bagian bulat, keras, melenting yaitu presentasi kepala, hal ini terjadi karena kepala janin yang mendesak tulang iga sudah berputar dan kepala janin sudah berada pada bagian terbawah janin. Maka dapat disimpulkan tindakan knee-chest yang dilakukan pada Ny. M umur 25 tahun G1P0A0 hamil 34 minggu dengan letak sungsang dilakukan intervensi knee-chest selama 10 hari janin sudah dalam keadaan letak normal.
PENGALAMAN ORANG TUA DALAM MEMANDIRIKAN ANAK DENGAN TUNAGRAHITA Anggraeni, Lina Dewi; Gaol, Elisa Lbn
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan dalam belajar dan menyesuaikan diri. Masa anak-anak merupakan masa yang penting dalam proses perkembangan kemandirian. Pemahaman dan kesempatan yang diberikan orang tua kepada anaknya dalam meningkatkan kemandirian akan meminimalkan terjadinya isolasi sosial. Tujuan penelitian: mengeksplorasi pengalaman orangtua dalam memandirikan anak tunagrahita. Metode: metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Cara pengumpulan data dengan teknik wawancara dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu oleh alat perekam wawancara (tape recorder), field note, alat tulis dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis Colaizzi. Jumlah partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 partisipan. Hasil analisis diperoleh lima tema yang mengungkapkan pengalaman dari orang tua, antara lain: respon psikologis orang tua, mekanisme pengajaran dalam pemenuhan kebutuhan dasar, perubahan yang terjadi pada anak, respon orang tua dalam keberhasilan anak, dan harapan orang tua. Diskusi: Peneliti menyarankan agar ibu yang memiliki anak tunagrahita dapat meningkatkan kemandirian anak-anaknya. Kata Kunci: memandirikan; pengalaman orangtua; tunagrahita.
EFEKTIFITAS TERAPI AIUEO DAN TERAPI THE TOKEN TEST TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA PASIEN STROKE YANG MENGALAMI AFASIA MOTORIK DI RS MARDI RAHAYU KUDUS Sofiatun, Ita; Puguh Kristiyawati, Sri; Ch. Purnomo, S. Eko
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia angka kejadian stroke mencapai angka 8,3 per 1.000 penduduk. Apabila tidak ada upaya penanggulangan stroke yang lebih baik maka jumlah penderita stroke di Indonesia pada tahun 2020 diprediksikan akan meningkat 2 kali lipat. Apabila terjadi lesi di area broca, pasien akan mengalami gangguan bicara dan akan terjadi afasia motorik. Salah satu penanganannya adalah terapi AIUEO untuk latihan gerak lidah, bibir, pengucapan kata-kata, dan terapi the token test untuk pengucapan kata-kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi AIUEO dan terapi the token test terhadap kemampuan berbicara pasien stroke iskemik yang mengalami afasia motorik di RS Mardi Rahayu Kudus. Desain penelitian yang digunakan adalah true exsperiment selama 3 hari dengan perlakuan 1 kali sehari terapi wicara AIUEO dan the token test. Sampel yang diambil sebanyak 40 responden dengan menilai tingkat kemampuan bicara sebelum dan sesudah dilakukan terapi wicara untuk kelompok terapi AIUEO dan kelompok terapi the token test. Hasil uji statistik Mann Whitney diperoleh nilai p-value 0,000 ( 0,05), sedangkan nilai z hitung -0,88 nilai z tabel 0,21. Sehingga dapat disimpulkan efektifitas terapi AIUEO terhadap kemampuan berbicara pasien stroke dengan afasia motorik. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai program pemulihan pasien stroke yang mengalami gangguan bicara pada afasia motorik serta sebagai bahan masukan dalam proses pendidikan ilmu keperawatan dan sebagai acuan dalam penelitian selanjutnya.   Kata Kunci :stroke, terapi AIUEO, terapi the token test, peningkatan kemampuan bicara.
PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA III DAN PROSES INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM DI RSUD KOJA JAKARTA DAN RSUD KOTA BEKASI Purwarini, Justina; Rustina, Yeni; Nasution, Yusron
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi menyusu dini atau permulaan menyusu dini merupakan perilaku bayi di mana ia mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Saat bayi mulai melakukan hentakan kepala ke dada ibu, sentuhan tangan dan hisapan bayi di puting susu ibu merangsang pengeluaran hormon oksitosin. Oksitosin diperlukan ibu saat persalinan untuk mencegah terjadinya perdarahan dengan mempengaruhi rahim berkontraksi sehingga membantu pengeluaran plasenta dan juga membantu proses involusi uteri saat masa post partum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap lamanya persalinan kala III dan proses involusi uteri pada ibu post partum. Penelitian kuasi eksperimental ini menggunakan sampel 60 responden, masing-masing kelompok kontrol dan kelompok intervensi 30 responden. Data yang terkumpul dan memenuhi kriteria dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan chi square dan t test independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan lamanya persalinan kala III pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p=0,000;a=0,05). Penelitian ini juga memperlihatkan adanya perbedaan yang siginfikan proses involusi uteri pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p=0,000;a=0,05). Diharapkan penelitian ini dapat memberi manfaat bagi peningkatan pelayanan dan pendidikan serta perkembangan ilmu keperawatan dan bagi pengambil kcbijakan untuk menggunakan inisiasi menyusu dini dalam praktek keperawatan profesional.Kata Kunci: Inisiasi menyusu dini, involusi uteri, lama persalinan kala III dan oksitosin
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN ASMA BRONKIAL PADA ANAK (STUDI KASUS DI RS KABUPATEN KUDUS) -, Purnomo; -, Arwani; Duke, Halena I.
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu yang menyebabkan peradangan. Di Indonesia prevalensi asma usia 13-14 tahun 1-2%, Jawa Tengah 6,2%. Asma menyebabkan hilangnya 16% hari sekolah pada anak-anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian asma bronkial pada anak. Metode yang digunakan adalah case control study. Diagnosis asma didasarkan pada anamnesis, tanda-tanda klinik, pemeriksaan tambahan. Kelompok kontrol adalah anak yang tidak didapati menderita asma berdasarkan anamnesis, tanda klinik, pemeriksaan tambahan oleh dokter spesialis anak. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dengan chi square test serta analisis multivariat dengan metode regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian asma adalah jenis kelamin (OR=8,25; 95%CI; 1.252-54,364; p=0,028), kepemilikan binatang piaraan (OR=30.65; 95%CI; 1.538-610.7; p=0.025), perubahan cuaca (OR =19,27; 95%CI : 2.169-171,3; pn 0,008), riwayat penyakit keluarga (OR=8,27; 95%CI; 1,505-45,434; r0,015), asap rokok (OR=23,13; 95%C I; 4,141-129,2; p=0,001). Probabilitas individu untuk terkena asma bronkiale dengan semua faktor risiko adalah sebesar 46,51%. Faktor risiko yang tidak terbukti berpengaruh adalah perabot rumah tangga sumber alergen, jenis makanan, debu rumah. Ketiga faktor tersebut berpengaruh akan tetapi besar risiko yang diakibatkan lebih kecil, dan secara statistik tidak bermakna. Simpulan: faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian asma bronkial anak adalah jenis kelamin, kepemilikan binatang piaraan, perubahan cuaca, riwayat penyakit keluarga, asap rokok. Saran: bagi masyarakat agar waspada apabila setiap terjadi keluhan sesak nafas untuk segera menghubungi petugas kesehatan untuk pengelolaan selanjutnya.Kata kunci: studi kasus kontrol, asma bronkial, faktor risiko asma.
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL MARAH PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH Pangestika, Armelia Tri; Rochmawati, Dwi Heppy; -, Purnomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa adalah pola perilaku atau psikologis yang ditunjukkan oleh pasien yang menyebabkan distress, disfungsi, dan menurunkan kualitas kehidupan. Hal ini mencerminkan disfungsi psikologis dan bukan sebagai akibat dari penyimpangan social atau konflik dengan masyarakat. Perilaku kekerasan merupakan respon maladaptif dari marah. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan pasien untuk mengontrol marah salah satunya adalah relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien RPK di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Rancangan penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment dengan metode penelitian One Group Pre Post test design. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 53 responden dengan teknik pengambilan sampel purpose sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Paired T–Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien RPK dengan 0.000 sedangkan nilai thitung 10.90 dan tabel 1.67 (thitung ttabel). Hal ini dikarenakan relaksasi otot progresif dapat meningkatkan keterampilan dasar relaksasi untuk mengontrol marah dan memperbaiki kemampuan untuk mengatasi stres. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perawat dapat menggunakan relaksasi otot progresif sebagai alternatif untuk membantu mengontrol marah pada pasien resiko perilaku kekerasan.

Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue