cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI KLIEN GAGAL GINJAL KRONIS TETAP MENJALANI HEMODIALISIS SEUMUR HIDUP Dwiningsih, Ida
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi adalah penggerak perilaku yang dipengaruhi oleh faktor internal dan ekstemal. Informasi yang didapat dari ruang hemodialisis Rumkital Dr. Ramelan hampir tidak ditemukan kasus droup out pada klien Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang menjalani hemodialisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi klien GGK yang menjalani hemodialisis seumur hidup. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 responden klien GGK yang sedang menjalani hemodialisis dengan kriteria lama menjalani hemodialisis minimal 2 tahun, pengambilan sampel dilakukan secara acak. Alat pengumpul data berupa kuesioner yang terdiri dari 5 data umum responden dan 12 pertanyaan berkaitan dengan faktor internal dan ekstemal yang mempengaruhi motivasi. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 1-2 Januari 2007. Data yang diperoleh diolah dan dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi dan tendensi sentral. Hasil penelitian menunjukkan ada empat faktor internal yang cukup mempengaruhi motivasi klien GGK yaitu spiritual (X = 3,47), kebutuhan akan dicintai (X = 3,43), kebutuhan untuk mempertahankan diri (X = 3,23), dan proses kehilangan (X= 3,07). Faktor ekstemal yang teridentifikasi adalah dukungan perawat (X= 3,43), dukungan keluarga (X = 3,40), penyuluhan pre hemodialisis (X= 3,37), lingkungan terapeutik (X = 3,33), dan tersedianya program (X = 3,23). Untuk memperkuat hasil penelitian ini perlu dilakukan penelitian kembali dengan mcnggunakan instrumen lebih lengkap dan melakukan uji reliabilitas dan validitas terhadap alat ukur instrumen dan penelitian dapat dikembangkan untuk mengetahui sejauh mana faktor-faktor internal dan eksternal tersebut mempengaruhi motivasi klien GGK yang menjalani hemodialisis seumur hidup.Kata kunci: Motivasi, GGK, Hemodialisis, seumur hidup
PENGARUH TERAPISPRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP KADAR KORTISOL DAN IMUNOGLOBULIN E: (Studi Kecemasan pada Ibu Hamil di Bidan Praktek Mandiri Kota Semarang) -, Yuniarti; Suwondo, Ari; -, Runjati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita hamil primigravida hampir semuanya mengalami kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan baik selama hamil, saat menghadapi persalinan maupun setelah persalinan. Kekhawatiran dan kecemasan pada ibu hamil apabila tidak ditangani dengan baik akan membawa dampak dan pengaruh terhadap fisik dan psikis, baik pada ibu maupun janin. Metode pengontrolan stress dan cemas secara psikoterapi sangat penting karena tidak membahayakan bagi ibu maupun janin. Salah satu terapi dari berbagai terapi psikoreligius adalah terapi SEFT.Jenis penelitian ini adalah Quasy-experiment dengan desain  Pretest-Postest with Control Group Design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi SEFT terhadap kadar hormon kortisol dan kadar Imunoglobulin E pada ibu hamil. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil normal primigravida trimester III di Bidan Praktek Mandiri di Kota Semarang.  Pengambilan sampel dengan consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 responden yang terbagi dalam dua kelompok. Pada kelompok perlakuan sebanyak 15 responden dan kelompok kontrol sebanyak 15 responden.Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan Mann-Whitney dengan taraf signifikansi = 0,05. Terdapat pengaruh yang bermakna terapi SEFT terhadap penurunan kadar hormon kortisol dan kadar Imunoglobulin E pada ibu primigravida trimester III. Rata-rata penurunan kadar hormon kortisol sebesar 74,08 nmol/L, sedangkan rata-rata penurunan kadar Imunoglobulin E sebesar 7,39 IU/mL. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikansi p = 0.024 (p 0.05) dan nilai signifikansi p = 0.011 (p 0.05). Terapi SEFT memberikan hasil penurunan kadar hormon kortisol dan kadar Imunogloblun E sehingga terapi SEFT efektif untuk menurunkan stress/ kecemasan dan meningkatkan imunitas pada ibu primigravida trimester III. Kata Kunci: Spritual Emotional Freedom Technique, Kortisol, Imunoglobulin E
GAMBARAN TATALAKSANA NYERI SKALA 1-3 OLEH PERAWAT PADA PASIEN KANKER DI RUANG PERAWATAN ONKOLOGI RSUP DR. KARIADI SEMARANG -, Mufid; -, Tim
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker adalah penyakit atau kelainan sel-sel yang tumbuh baru secara abnormal, berlebihan, tidak terkendali, serta kemudian dapat menyerang dan menyebar ke organ lain di sekitarnya Nyeri selalu menyertai penderita kanker, dengan tingkat nyeri yang dirasakan oleh penderita bervariasi, dari ringan, sedang, dan berat.Nyeri dapat ditanggulangi sesuai standartnya: yang ringan dengan non farmakologi sebagai area independen keperawatan, sedang dengan kombinasi non farmakologi dan farmakologi yaitu area kolaboratif, dan berat dengan farmakologi biasanya dengan pemberian medikasi. Tujuan penelitian: Mengetahui gambaran tatalaksana nyeri skala 1-3 oleh perawat pada pasien kanker diruang perawatan onkologi RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode Penelitian : Desain yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, besar sampel 124 orang. Tehnik sampling Cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner sedangkan analisis yang digunakan statistik diskriptif yang akan ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi. Gambaran implementasi tatalaksana nyeri skala 1-3 oleh perawat pada pasien kanker diruang perawatan onkologi RSUP Dr. Kariadi Semarang secara kuantitatif pada rekam medis menunjukkan bahwa rata – rata capaian 95,16 % (Baik), secara kuantitatif pada pasien menunjukkan bahwa rata – rata capaian 75,8 %. (Kurang baik). Gambaran implementasi tatalaksana nyeri skala 1-3 oleh perawat pada pasien kanker diruang perawatan onkologi RSUP Dr. Kariadi Semarang secara umum menunjukkan Cukup baik. Kata kunci : Pasien kanker , Gambaran tatalaksana nyeri
PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP INTENSITAS NYERI NEUROPATI DIABETIK PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI SMC RS TELOGOREJO Margiyanti, Indri; Lavisa, Hanum; -, Haryani; Ivon, Nena
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit degeneratif yang menempati urutan ke-4 terbesar di dunia dalam jumlah pasien DM setelah India, China, dan Amerika Serikat. Persatuan Endokrinologi Indonesia (PERKENI, 2006) menyebutkan bahwa neuropati diabetik disertai adanya nyeri merupakan komplikasi yang banyak dijumpai pada penderita DM tipe 2. Sehingga akan berpengaruh pada kualitas hidup penderita DM tersebut. Senam kaki diabetik bertujuan untuk memperlancar sirkulasi perifer dan mencegah kekakuan sehingga diharapkan nyeri dapat berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap intensitas nyeri neuropati diabetik pada penderita DM tipe 2 di SMC RS Telogorejo. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan one group pre-post test selama 4 hari dengan perlakuan 1 kali sehari. Sampel yang diambil sebanyak 16 responden dengan mengukur intensitas nyeri neuropati diabetik menggunakan skala NRS (Numerical Rating Scale) sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil uji statistik Wilcoxon Match Pairs diperoleh nilai ρ value 0,001 ( 0,05), disimpulkan bahwa ada pengaruh senam kaki diabetik terhadap intensitas nyeri neuropati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di SMC RS Telogorejo. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah senam kaki diabetik dapat diaplikasikan dalam praktik keperawatan sehingga pasien mampu melakukan secara mandiri. 
PEMBERDAYAAN KADER CILIK DALAM TERAPI KELOMPOK TERAPEUTIK UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KARYA ANAK USIA SEKOLAH Noviyanti, Laura Khattrine; Keliat, Budi Anna; Mustikasari, Mustikasari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia sekolah merupakan periode penting dalam perkembangan berkarya (industry) anak usia sekolah bila tahap perkembangan tidak tercapai maka mungkin anak mengalami harga diri rendah (inferiority) dan gejala prodroma early psychosis.  Tujuan karya ilmiah akhir ini adalah meningkatkan perkembangan industry anak usia sekolah dengan memberdayakan kader cilik dalam TKT. Metode penelitian ini menggunakan studi deskriptif. Upaya meningkatkan tugas perkembangan berkarya dengan melakukan Terapi kelompok Terapeutik (TKT). Tindakan keperawatan dilakukan dengan 2 tahap, tahap pertama melatih 4 anak sebagai kader cilik dengan melaksanakan TKT yang didampingi keluarga dan kader di masyarakat di daerah Mulyaharja, Bogor. Tahap kedua 4 kader cilik mendampingi 26 anak usia sekolah dengan pemantauan guru di sekolah. Pengukuran aspek perkembangan, kemampuan berkarya, harga diri diukur sebelum dan sesudah terapi. Hasil menunjukkan aspek perkembangan, perkembangan berkarya, harga diri meningkat serta tanda prodroma early psychosis menurun setelah dilakukan terapi kelompok terapi diberikan dengan pendampingan kader cilik, akan tetapi kader cilik lebih tinggi dari anak usia sekolah. Terapi kelompok terapeutik dengan pemberdayaan kader cilik  direkomendasikan sebagai kegiatan UKS.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BBLR DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2013 Adisty Handayani, Prita; -, Wagiyo; -, Elisa
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kematian bayi (AKB) di Indonesia yaitu sebesar 34/1000 kelahiran hidup pada tahun 2010 banyak disebabkan oleh bayi lahir dengan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSUD Tugurejo Semarang pada tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif dengan jumlah populasi pada tiga bulan terakhir tahun 2012 sebesar 53 bayi BBLR. Penelitian ini menggunakan responden berjumlah 24 ibu dengan bayi BBLR pada tahun 2013 yang ditarik menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang melahirkan bayi BBLR memiliki status gizi baik sebesar 62.5%, status ekonomi rendah sebesar 70.8%, umur ibu pada usia reproduksi ideal sebesar 83.3%, dan paritas ibu multipara sebesar 62.5%. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan ibu hamil hams memperhatikan kecukupan gizi dengan banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti makanan yang banyak mengandung asam folat, kalsium dan protein. Bagi setnua petugas kesehatan yang melaksanakan program ANC untuk memperhatikan status ekonomi sebagai tolak ukur status gizi ibu selama kehamilan dengan cara screening atau dengan pemeriksaan antopometri, dan mempertimbangkan umur ibu pada saat kehamilan karena umur ibu dapat mempengaruhi fungsi dari organ reproduksi. Selain itu bagi petugas ANC harus memperhatikan jumlah paritas ibu dengan memberikan penkes kepada ibu dengan paritas yang tinggi agar teratur dalam memeriksakan kandungannya dan banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi agar janin mendapatkan nutrisi yang adekuat.Kata kunci : BBLR, status gizi, status ekonomi, umur, paritas
PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN MELALUI LATIHAN DEEP DIAPHRAGMATIC BREATHING PADA PASIEN GAGAL JANTUNG Sepdianto, Tri Cahyo; Ciptaning Tyas, Maria Diah; Anjaswarni, Tri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deep diaphragmatic breathing adalah tindakan non farmakologi pada pasien gagal jantung yang dapat meningkatkan saturasi oksigen. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi peningkatan saturasi oksigen, penurunan dyspnea, tekanan darah, nadi dan respirasi setelah melakukan latihan deep diaphragmatic breathing di RSD Mardi Waluyo Blitar. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Pra-Experimental dengan pendekatan Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 50 responden yaitu pasien gagal jantung yang menjalani rawat jalan di poli penyakit dalam. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Latihan deep diaphragmatic breathing ini dilakukan selama 14 hari dan saturasi oksigen nadi, tekanan darah serta respirasi diobservasi pada hari ke-1, ke-7 dan ke-14. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata saturasi oksigen 0,9%, penurunan derajat dyspnea 2,14 poin, tekanan darah sistolik 3 mmHg, diastolik 6,2 mmHg, nadi 2,98 kali permenit dan respirasi 4,76 kali permenit. Analisis lebih lanjut menunjukkan deep diaphragmatic breathing efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen dan menurunkan derajat dyspnea, tekanan darah, nadi dan respirasi pada pasien gagal jantung (p=-0,000, a=0,05). Deep diaphragmatic breathing mampu meningkatkan volume tidal, meningkatkan efisiensi ventilasi dan meningkatkan aktifitas sistem saraf parasimpatis serta sensitivitas baroreseptor. Latihan deep diaphragmatic breathing dalam pelayanan keperawatan dapat digunakan intervensi keperawatan mandiri dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien gagal jantung. Rekomendasi dari penelitian ini perlu dilanjutkan dengan sampel yang lebih kompleks dan dilakukan secara random.Kata kunci: Saturasi oksigen, deep diaphragmatic breathing, gagal jantung
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN PADA PEER GROUP TENTANG SARAPAN PAGI TERHADAP STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH DI SDN KEMBANGARUM 02 SEMARANG Fajrin, Nur; Nuraeni, Asti; Solechan, Achmad
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarapan pagi merupakan perilaku sehat yang berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi dan energi anak usia sekolah pada masa tumbuh kembang. Pendidikan kesehatan adalah salah satu langkah yang akan mendorong dilaksanakannya perilaku yang sehat melalui penggunaan sejumlah metode dan teknik pendidikan, dengan metode peer group anak usia sekolah akan lebih mudah memahami materi pendidikan kesehatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan pada peer group tentang sarapan pagi terhadap status gizi anak usia sekolah di SDN Kembangarum 02 Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan desain penelitian one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 61 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan pada peer group tentang sarapan pagi terbukti efektif terhadap status gizi anak usia sekolah dengan p value 0,040. Status gizi pada pretest adalah sangat kurus dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) 16,99 dan status gizi pada posttest adalah kurus dengan IMT 17,10. Penelitian ini menyarankan bagi siswa untuk membiasakan diri melakukan sarapan pagi dan untuk pihak sekolah bisa menjadikan pendidikan kesehatan sebagai program rutin dengan metode peer group atau dengan metode lainnya.
PELAKSANAAN PENYULUHAN IMUNISASI DASAR DI POSYANDU DESA PUGUH KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL -, PA. Indriati; Oktavia Sari, Reni; Suryaniasih, Nursiam
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kementrian Kesehatan RI sedang mengembangkan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) yang terdiri atas 24 indikator kesehatan utama, sebagai acuan keberhasilan pembangunan kesehatan di suatu provinsi atau kabupaten. Salah satu indikator mutlak dan mempunyai bobot tinggi adalah imunisasi dasar. Berdasarkan hasil Riskesdas 2010, di Indonesia rerata cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 53,8% ( dengan rentang 28,2% - 96,11%). Dari data tersebut diketahui bahwa cakupan imunisasi dasar di Indonesia belum mencapai target. Berdasarkan hal tersebut tim pengabdian masyarakat mengadakan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi anak. Target pengabdian masyarakat ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya imunisasi dasar pada bayi. Luaran yang diharapkan semua ibu bayi dan balita termotivasi untuk datang ke posyandu agar dapat dipantau tumbuh kembang anaknya. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 36 peserta yaitu ibu balita, kader, bidan dan mahasiswa.   Kata Kunci : penyuluhan, imunisasi dasar
HUBUNGAN KEBIASAAN BERPANTANG MAKAN DENGAN LAMANYA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI BPM WILAYAH DESA KEBONBATUR Maharani, Kristina; Agusman, Fery; Indra, Anita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya dan keyakinan juga mempengaruhi penyembuhan luka perineum, misalnya kebiasaan berpantang makan telur, ikan dan daging ayam, akan mempengaruhi asupan gizi ibu, kebiasaan berpantang makanan tersebut akan memperlambat proses penyembuhan luka perineum, selain itu juga dapat memperlambat proses involusi pada ibu post partum.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan berpantang makan dengan lamanya penyembuhan luka perineum pada ibu nifas  di BPM Wilayah Desa Kebonbatur. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas hari ke 3-7 hari di BPM Wilayah Desa Kebonbatur atau sebanyak 40 responden. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 36 responden. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar observasi. Analisis hubungan variabel dilakukan dengan menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan berpantang makan dengan lamanya penyembuhan luka perineum pada ibu nifas  di BPM Wilayah Desa Kebonbatur (ρ =0,000). Saran bagi ibu nifas , tenaga kesehatan dan instansi pendidikan. Penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk ibu nifas agar dapat mengetahui tentang pentingnya kebutuhan nutrisi pada proses penyembuhan luka perineum pada nifas sedangkan untuk tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan layanan kesehatan terutama pada ibu nifas dengan memberikan informasi tentang pentingnya kebutuhan nutrisi pada proses penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.   Kata Kunci : ibu nifas, pantang makan, luka perineum  

Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue