cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI INFORMED CONSENT TERHADAP PERUBAHAN KECEMASAN PASIEN YANG AKAN MENJALAN TINDAKAN OPERASI DI SMC RS TELOGOREJO Mukti, Anggoro; Aulia, Dita; Ratna, Yuli; Zusiva, Zeni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan operasi merupakan tindakan invasive yang hasilnya dapat menyebabkan respon kecemasan pada pasien. Salah satu hal yang bisa digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah pemberian informasi informed consent, ketika proses persetujuan dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh antara pemberian informasi informed consent terhadap perubahan kecemasan pasien yang akan menjalani tindakan operasi di SMC RS Telogorejo. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen (eksperimen semu) dengan rancangan one group pre and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 responden yang dipilih dengan tehnik acak (purposive sampling). Hasil penelitian, Dengan responden 30 orang didapatkan penurunan kecemasan dari 24 responden (80%) menjadi7 reponden (23,3%) setelah pemberian intervensi. Dalam penelitian ini ada pengaruh yang signifikan antara pemberian informasi informed consent terhadap perubahan kecemasan pasien yang akan menjalani tindakan operasi di RSUD Tugurejo Semarang. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar perawat tetap memperhatikan kebutuhan informasi terhadap pasien yang mengalami kecemasan, terutama pasien yang akan dilakukan tindakan operasi.
SELF CONCEPT IN ADOLESCENTS WITH OBESITY (QUALITATIVE STUDY) AT ABDI WACANA HIGH SCHOOL PONTIANAK Mulya, Petrus Kanisius; Ides, Stefanus Andang; Surianto, Fulgensius
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep diri merupakan cara individu memandang diri  menyangkut semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian dan memegaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Remaja dengan obesitas memiliki respon yang berbeda-beda terkait konsep diri. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengalaman konsep diri pada remaja dengan obesitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriftif, jumlah partisipan 6 remaja dan mengalami obesitas. Data diperoleh dengan wawancara mendalam dan dianalisa dengan metode Collaizi. Hasil pengolahan data penelitian mendapatkan lima komponen konsep diri yaitu gambaran diri remaja obesitas dengan sub tema perasaan mengenai penampilan sendiri, pandangan terhadap tubuh sendiri, dan pandangan orang lain terhadap penampilan. Ideal diri dengan sub tema harapan yang ingin dicapai, dan kepuasaan terhadap harapan yang tercapai. Harga diri dengan sub tema perasaan mengenai kondisi diri yang obesitas, perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain, dan respon terhadap perlakuan yang tidak menyenangkan. Peran diri dengan sub tema hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, hubungan dengan sebaya, dan hubungan di lingkungan masyarakat. Identitas diri dengan sub tema gambaran positif terhadap diri sendiri. Penelitian ini memberikan gambaran konsep diri pada remaja dengan obesitas. Remaja dengan obesitas memiliki respon yang berbeda beda terkait konsep diri.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL ICRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG Ardila, Ina; Sulistyaningsih, Dwi Retno
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien penyakit ginjal kronik (PGK) pada stadium 5 dengan LFG kurang dari 15 ml/mnt memerlukan terapi pengganti ginjal (Hemodialisis) untuk mengeluarkan darah dan sisa-sisa hasil metabolisme dalam tubuh. Tindakan hemodialisis tersebut dapat berdampak pada psikologis pasien yang nantinya akan mempengaruhi kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasi non experimen dengan pendekatan cross sectional yang memiliki jumlah sampel 46 responden diambil dengan tehnik porposive sampling. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan tingkat stres ringan (34,8%) memiliki kualitas hidup yang baik (73,9%) dengan rata-rata berumur 51-60 tahun (45,7%), jenis kelamin perempuan (52,2%), pendidikan SD (37,0%) dan yang tidak bekerja (73,9%). Hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan p value 0,014 dan r 0,796. Simpulan: Adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan arah korelasi positif.Kata Kunci: Tingkat stres, Kualitas hidup, Pasien penyakit ginjal kronik (PGK). Daftar Pustaka: 44 (2001-2013)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUI GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA SOJOMERTO KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL TAHUN 2015 Shinta Puspitasari, Riadinata
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang gizi atau gizi buruk dinyatakan sebagai penyebab kematian 3,5 juta anak di bawah usia lima tahun (balita) di dunia. Hasil sensus WHO menunjukan bahwa 49% dari 10,4 juta kematian balita di Negara berkembang berkaitan dengan gizi buruk. Tercatat sekitar 50% balita Asia,30% balita Afrika,20% di Amerika Latin menderita gizi buruk (Depkes RI,2007). Risiko meninggal dari anak yang bergizi buruk 13 kali lebih besar dibandingkan anak yang normal. Berdasarkan data Departemen Kesehatan (2007), pada tahun 2003 terdapat sekitar 27,5% (5 juta balita kurang gizi), 3,5 juta anak (19,2%) dalam tingkat gizi kurang, dan 1,5 juta anak gizi buruk (8,3%). Jumlah gizi buruk pada balita di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penyebab gizi kurang dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling terkait, antara lain makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka peneliti bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Gizi Buruk Balita di Desa Sojomerto Kecamatan GemuhKabupaten  Kendal Tahun 2015’. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian yang digunakan adalah case control.  Sampel balita yang mengalami gizi kurang/buruk berjumlah 30 orang.Dari hasil penelitian di dapatkan karaktekristik umur responden terbanyak berada pada usia 0 – 36 bulan responden dan jenis kelamin laki – laki. Nilai p 0,05. Nilai OR 6,400 (95% CI : 2,145-25.062), artinya balita yang mengalami gizi kurang/buruk berisiko 6,400 kali mengalami gizi kurang/buruk dibandingkan dengan balita yang mempunyai gizi baik apabila status ekonomi nya rendah. Nilai p 0,05. Nilai OR 3,987 (95% CI : 1,261–13,345) artinya balita yang mengalami gizi kurang/buruk berisiko 3,987 kali mengalami gizi kurang/buruk dibandingkan dengan balita yang mempunyai gizi baik apabila pemanfaatan fasilitas kesehatannya rendah. Nilai p 0,05. Nilai OR 4,674 (95% CI : 1,313–14,073), artinya balita yang mengalami gizi kurang/buruk berisiko 4,674 kali mengalami gizi kurang/buruk dibandingkan dengan balita yang mempunyai gizi baik apabila menderita penyakit infeksi.Terdapat hubungan status ekonomi ibu dengan status gizi pada balita di Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Tahun 2015. Terdapat hubungan pemanfaatan fasilitas kesehatan dengan status gizi pada balita di Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Tahun 2015. Terdapat hubungan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita di Desa Sojomerto Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Tahun 2015. Menggiatkan pentingnya gizi balita melalui posyandu. Agar balita dengan status gizi kurang dapat ditangani lebih intensif agar tidak jatuh ke dalam keadaan yang lebih buruk.  Mengaktifkan kembali kader kesehatanKata Kunci : gizi kurang balita
Efektivitas Relaksasi Napas Dalam dan Counter-pressure Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Primigravidadi RS Sebening Kasih Pati -, Kusnanto; -, Rusmiyati; Ninik S, Cicilia
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi kepala tanpa komplikasi baik ibu maupun janin. Nyeri persalinan adalah manifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim.Kontraksi inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pinggang, daerah perut menjalar kearah paha.Penanganan nyeri persalinan dengan tehnik non farmakologi yaitu relaksasi napas dalam dan Counter-pressure.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas relaksasi napas dalam dan Counter pressure terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida di RS Sebening Kasih Pati. Metode penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen dengan desain pre test dan post test design dengan menggunakan sampel 30 responden terbagi menjadi 2 kelompok, 15 responden dilakukan tehnik relaksasi napas dalam dan 15 responden dilakukan tehnik Counter-pressure. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada efektifitas relaksasi napas dalam dan counterpressure terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida dengan p value 0.001 (0,05). Dari hasil penelitian ini tehnik counter-pressure lebih efektif menurunkan nyeri persalinan dengan nilai mean rank 9.20 lebih kecil dibandingkan tehnik relaksasi napas dalam dengan nilai mean rank 21.80.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA IBU INTRANATAL KALA I DI RS TELOGOREJO SEMARANG -, PA. Indriati; Setyani, Valentina Ayu
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan kala I adalah periode persalinan yang disebut dengan kala pembukaan. Pada periode ini tidak jarang ibu mengalami perubahan psikologis berupa rasa takut, stres, tidak nyaman, marah-marah dan timbul kecemasan. Salah satu terapi relaksasi adalah dengan terapi relaksasi otot progresif yang dapat membuat tubuh dan pikiran terasa tenang, rileks dan memudahkan untuk tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu intranatal kala I di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Penelitian ini adalah penelitian quasy experimental design dengan rancangan pre and post test without control. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien bersalin normal, dengan besar sampel 46 responden. Sampel dihitung menggunakan rumus Solvin dan diambil dengan teknik sampling accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan perlakuan teknik relaksasi otot progresif, sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (87%), sedangkan setelah diberikan perlakuan teknik relaksasi sebagian besar responden mengalami penurunan tingkat kecemasan yaitu mengalami cemas ringan (73,9%). Hasil uji analisis menggunakan wilcoxon test diperoleh nilai p = 0,000 (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat nyeri pada ibu intranatal kala I. Rekomendai penelitian ini adalah teknik relaksasi otot progresif dapat digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu intranatal kala I.   Kata Kunci : teknik relaksasi, otot progresif, tingkat kecemasan, intranatal kala I
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI RUMAH SAKIT TELOGOREJO Nuraeni, Asti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan salah satu gejala dan sekumpulan penyakit yang mempunyai gejala utama sama, yaitu ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melembek sampai cair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dan biasanya, lazimnya tiga kali atau lebih dalam sehari. Indonesia mempunyai beban masalah penyakit menular yang begitu besar yaitu masih berjangkitnya penyakit menular seperti penyakit diare yang menjadi penyakit rakyat sebagai akibat dan kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat, menurunnya kualitas lingkungan hidup, rendahnya gizi masyarakat, pendidikan den keadaan sosial ekonomi. Sampai saat ini penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia baik ditinjau dan angka kesakitan atau angka kematian yang ditimbulkannya. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus segera ditanggulangi, karena angka kesakitan yang tinggi, menyebabkan banyak kematian dan kekurangan gizi serta beberapa etiologi dapat timbul sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (DepKes RI, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Telogorejo tahun 2008. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode pendekatan potong lintang (cross sectional). Pelaksanaan penelitian dimulai bulan September 2008 sampai dengan Oktober 2008, dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden. Hasil penelitian menunjukkan, proporsi kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Telogorejo tahun 2008 yaitu 84,2%; pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah balita dalam keluarga, jenis kelamin balita, dan jenis sumber air minum utama keluarga pada penelitian ini tidak terdapat adanya hubungan yang bermakna dengan kejadian diare pada balita; balita dengan status tidak dilakukan imunisasi campak lebih banyak terkena diare 90%, statistik ada hubungan yang bermakna antara status imunisasi campak dengan kejadian diare; balita dengan tidak diberikan ASI eksklusif terkena diare sebanyak 87,5%, secara statistik ada hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif pada balita dengan kejadian diare dengan nilai OR 0,037 (OR 1). Rekomendasi yang dapat diberikan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui aspek lain yang belum diteliti yang kemungkinan berhubungan dengan kejadian diare pada balita serta menilai variabel apa yang dominan berhubungan dengan kejadian diare pada balita serta analisis penelitian yang lebih baik.Kata kunci: diare, faktor yang berhubungan dengan diare
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETIK DENGAN FREKUENSI YANG BERBEDA TERHADAP VASKULARISASI EKSTREMITAS BAWAH PADA KLIEN DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS SRONDOL Arif, Syamsul; Wiji Lestari, Tri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan sejumlah gangguan yang memiliki ciri – ciri meningkatnya kadar glukosa dalam darah (Maulana, 2009). Salah satu komplikasi yang menimbulkan permasalahan yang besar adalah terjadinya gangguan vaskularisasi ekstremitas bawah. Untuk menghindari komplikasi tersebut, maka perlu adanya upaya-upaya pencegahan salah satunya dengan melatih senam kaki diabetik. Tujuannya adalah untuk mengetahui Efektivitas Senam Kaki Diabetik Dengan Frekuensi Yang Berbeda Terhadap Vaskularisasi Ekstremitas Bawah Pada Klien Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Srondol. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan rancangan pre and post test control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 10 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil uji dependen t-test kelompok 1 diperoleh nilai signifikan p = 0,053 artinya tidak terdapat perbedaan nilai ABI. Sedangkan pada kelompok 2 3 dengan nilai signifikan 0,001 0,000. Hasil uji one-way ANOVA dan uji Post Hoc menunjukkan nilai p = 0,000. Dengan perbedaan nilai ABI pada kelompok 1 3 sebesar 0,000 diikuti kelompok 2 dan 3 sebesar 0,002. Disarankan agar frekuensi senam kaki diabetik selama 3 kali dalam seminggu menjadi pertimbangan untuk meningkatkan vaskularisasi ekstremitas bawah.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI AFIRMASI TERHADAP EFIKASI DIRI PADA PASIEN KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI SMC RS TELOGOREJO Maruti, Evida Dwi; Wandrati, Murti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemoterapi adalah suatu tindakan pemberian obat untuk membunuh sel kanker agar tidak semakin mengganggu fungsi organ lainnya. Namun tindakan tersebut juga dapat mempengaruhi efikasi diri pasien kanker. Upaya untuk mencegah kurangnya efikasi diri dapat dilakukan dengan pemberian teknik relaksasi afirmasi. Teknik relaksasi afirmasi ini merupakan teknik tarikan nafas dalam dengan penguatan pengulangan kalimat positif yang dilakukan selama 10-15 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi afirmasi terhadap efikasi diri pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di SMC RS Telogorejo. Rancangan penelitian ini  menggunakan pra experimental dengan desain pre-test and post-test. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 40 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan concecutive sampling. Hasil analisis deskriptif nilai efikasi diri rendah sebanyak 4 responden, efikasi diri sedang sebanyak 28 responden, dan efikasi diri tinggi 8 responden. Hasil analisis uji wilcoxon didapatkan p value 0.000 maka ada pengaruh yang bermakna teknik relaksasi afirmasi terhadap efikasi diri pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah diharapkan perawat dapat menerapkan teknik relaksasi afirmasi pada setiap pasien kemoterapi supaya efikasi diri pasien dapat meningkat.   Kata Kunci             : Kanker, Kemoterapi, Efikasi diri, Teknik relaksasi afirmasi
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI UNIT HEMODIALISA RS TELOGOREJO SEMARANG Eva Alfiyanti, Nur; Setyawan, Dody; Argo Bayu Kusuma, Muslim
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien yang sudah didiagnosis GGK stadium 4 akan menjalani hemodialisis seumur hidupnya. Salah satu permasalahan yang dialami pasien GGK yang menjalani hemodialisis adalah depresi. Depresi yang tidak tertangani akan menyebabkan progresifitas penyakit semakin buruk. Salah satu penanganan yang digunakan untuk menangani depresi adalah dengan menggunakan relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh relaksasi otot progresif terhadap tingkat depresi pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisa RS Telogorejo Semarang. Rancangan penelitian ini yaitu Quasi Eksperiment pretest and posttest nonequivalent control group, jumlah sampel 36 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan Dependent t-test menunjukkan p-value 0,000 (0,05) dan hasil uji Mann Whitney menunjukkan p-value 0,000 (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan relaksasi otot progresif terhadap tingkat depresi pasien GGK yang menjalani hemodialisis, dimana kelompok yang diberikan intervensi relaksasi otot progresif lebih baik dalam menurunkan tingkat depresi daripada kelompok yang tidak diberikan relaksasi otot progresif. Penelitian ini merekomendasikan untuk perawat tentang pentingnya memperhatikan masalah psikologis pasien dengan GGK yang menjalani hemodialisis.   Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Relaksasi Otot Progresif dan Tingkat Depresi

Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue