cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
PENGETAHUAN PENGASUH DALAM PERAWATAN ANAK YANG TERINFEKSI OPORTUINISIK USIA 6-12 TAHUN DI KABUPATEN TEMANGGUNG Widiyati, Sri; -, Supriyadi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:Kondisi anak yang terinfeksi HIV tidak dapat terlepas dari status HIV orang tua kandungnya. Tekanan terbesar yang dihadapi para pengasuh adalah ketakutan tentang apa yang telah mereka lakukan akan menjadi sia-sia. Para pengasuh secara sadar tahu, bahwa belum ada vaksin yang  bisa melenyapkan virus HIV/AIDS dari tubuh anak-anak ini. Obat ARV ( Antiretroviral) yang  dikonsumsi anak-anak setiap hari, hanya berfungsi untuk menekan jumlah virus untuk berkembang. Inilah yang membuat para pengasuh terkadang putus harapan dalam membesarkan anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS pada anak masih merupakan hal yang terabaikan dan belum menjadi prioritas dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Jawa Tengah.Tujuan: Mendiskripsikan pengetahuan pengasuh dalam perawatan  anak yang terinfeksi Oportunistik  usia 6 - 12 tahun di Kabupaten Temanggung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Pemilihan subyek penelitian dilakukan secara purposive sampling. Subyek dari penelitian ini adalah pengasuh anak usia 6 - 12 tahun yang terinfeksi oportunistik di Kabupaten Temanggung.Hasil penelitian:Semua pengasuh jarang melakukan penimbangan berat badan anak sehingga pengasuh saat di tanya oleh peneliti tidak mengetahui berat badan serta tinggi badan anak. Pengasuh hanya menilai secara fisik anak yang di asuh semakin kurus dan kondisinya semakin lemah. Alasan pengasuh tidak melakukan pengukuran berat badan secara rutin dikarenakan pengasuh tidak memiliki waktu dan merasa tidak perlu anak dilakukan penimbangan berat badan secara rutin. Anggota keluarga yang merawat anak memegang peranan penting dalam pencegahan infeksi oportunistik.Hal ini tergantung pada interaksi keluarga seperti pengetahuan pengasuh dalam kesiapan fisik merawat anak yang terinfeksi oportunistik.Salah satu pengasuh mengakui menggunakan pengobatan tradisional dengan memberikan getah pada bola mata yang terdapat selaput putih anak yang terinfeksi HIV. Informasi ini ia dapatkan dari tetangga sekitar rumah dan pengasuh merasa selaput putih pada bola mata anaknya agak berkurang.Faktor ekonomi merupakan salah satu hal yang menjadi pertimbangan seseorang dalam menentukan layanan kesehatan. Sebagaimana dikemukakan Notoatmodjo dalam teori perilaku pencarian pengobatan bahwa berbagai alasan yang menyebabkan seseorang tidak menggunakan fasilitas kesehatan adalah jaraknya jauh, takut pergi ke rumahsakit, khawatir dengan biaya, dan sebagainya.Dalam hal perawatan anak yang terinfeksi HIV positif diperlukan pengetahuan pengasuh seperti perlindungan dari infeksi baru atau dari luar.Seperti mencuci tangan sebelum makan atau mengambil obat, memakai handbody untuk menjaga kulit kering anak yang terinfeksi oportuinistik dari keretakan dan infeksi, potong kuku anak untuk mencegah tergores. Tutupi luka,goresan dan ruam untuk mencegah infeksi. Sikat gigi secara teratur, jaga agar mulut tetap bersih dengan memberi air putih setelah minum susu. Salah satu aspek dalam perawatan anak yang terinfeksi HIV yang sangat penting adalah dukungan keluarga terutama ibu untuk membantu dalam mengatasi psikologis anak yang sangat komplek dan kebutuhan social.
PENGARUH PEMBERIAN SEMANGKA TERHADAP PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGAYU KOTA SEMARANG Puspita, Nella; Istiharjanti, Agnes
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi penting bagi pertumbuhan dan kehidupan bayi selama 6 bulan pertama kehidupan, ASI mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan. ASI berisi banyak unsur atau zat yang memenuhi kebutuhan individu dan walaupun terjadi kemajuan teknologi, ASI tidak dapat digantikan secara akurat oleh susu buatan, ASI seringkali dirujuk sebagai cairan kehidupan (Pollard, 2015). Belum maksimalnya capaian asi eksklusif pada bayi dimana untuk Kota Semarang cakupan ASI eksklusif tahun 2016 sebanyak 67,16% termasuk di wilayah kerja Puskesmas Karangayu Kota Semarang. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian control group design with pretest posttest. Sampel yang digunakan 54 orang dengan uji T test. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 27 responden setelah dilakukan breastcare, 16 responden  mengalami peningkatan produksi ASI (59,25 %). Sedangkan 11 responden  lainnya tidak mengalami peningkatan produksi ASI (40,75%). Dari 27 responden yang diberikan ASI dan semangka didapatkan, peningkatan ASI dengan menggunakan breastcare dan pemberian semangka didapatkan responden yang mengalami peningkatan ASI sebanyak 21 responden (77,78 %) dan terdapat 6 responden (22,22 %) yang tidak mengalami peningkatan produksi ASI.
PENGARUH AROMATERAPI LEMON DAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS MUAL MUNTAH SETELAH KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT TELOGOREJO SEMARANG Ardhy Widagdo, Prasetyo; Kristiyawati, Sri Puguh; -, Supriyadi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Aromaterapi lemon dan relaksasi otot progresif merupakan terapi komplementer pada penderita kanker payudara yang mengalami mual muntah setelah kemoterapi. Mual muntah salah satu efek dari kemoterapi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon dan relaksasi otot progresif terhadap penurunan intensitas mual muntah setelah kemoterapi pada pasien kanker payudara. Desain dalam penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pre-post test with control group. Hasil dengan Wilcoxon aromaterapi lemon berpengaruh dalam menurunkan intensitas mual muntah (p=0,001), kelompok kontrol menggunakan uji Dependent t-test nilai p=0,096. Kesimpulannya, aromaterapi lemon dan relaksasi otot progresif ada pengaruh yang signifikan terhadap penurunan intensitas mual muntah setelah kemoterapi. Disarankan aromaterapi dan relaksasi otot progresif dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan dalam menangani mual muntah pada penderita kanker payudara setelah kemoterapi.Kata Kunci: Aromaterapi lemon, relaksasi otot progresif, kemoterapi, mual muntah
PENGARUH TERAPI PIJAT REFLEKSI PADA TELAPAK KAKI TERHADAP SENSITIVITAS KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KARANGAYU SEMARANG Muzahidin, Ahmad; Hartoyo, Mugi; Suryani, Maria
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melit us (DM) adalah penyakit kronis yang merupakan masalah kesehatan yang serius didunia. Masalah yang sering terjadi pada pasien DM adalah penurunan sensitivitas kaki yang dapatdipengaruhi oleh sirkulasi darah kurang opti mal yang berakibat lanjut ke neuropati sampai ulkus diabeti k. Preval ensi neuropati pada DM tipe 1 berkisar antara 8-54% dan pada DM tipe II 13-46%.Upaya meningkatkan sensitivitas kaki dan supaya tidak terjadi komplikasi dapat dilakukan dengan perawatan kompl ementer yaitu dengan terapi pijat refleksi telapak kaki. Penelitian bertuj uan untukmengetahui pengaruh t erapi pijat refleksi telapak kaki terhadap sensitivitas kaki pada pasi en diabet esmelitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan pre- and post-testdesign. Sampel penelitian adalah 44 responden penderita DM tipe 2 yang dit etapkan dengan tekni kpurposive sampling. Sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pijat refleksi telapak kaki selama 3hari berturut-turut dilakukan pengukuran sensitivitas kaki menggunakan monofilament 10 gram.Tekni k analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan sesudah intervensi terapi pijatrefleksi telapak kaki terdapat peningkatan sensitivitas kaki yang signitifi kan (p-value 0,000). Meansensitivitas kaki kanan 3,04 dan mean sensitivitas kaki kiri 2,90. Terapi pijat refleksi telapak kakidapat diterapkan untuk mengurangi resi ko neuropati dan dapat mencegah komplikasi yang berakibatulkus diabetik maupun amputasi.Kata kunci : terapi pijat refl eksi telapak kaki, sensitivitas kaki, diabetes melitus tipe 2
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DI AXILLA DAN DI FEMORAL TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DEMAM USIA PRASEKOLAH DI RSUD AMBARAWA Masruroh, Riskha; Asih, Sri Hartini Mardi; Astuti, Rahayu
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompres merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh. Lokasi kompres turut mempengaruhi penurunan suhu tubuh. Lokasi kompres diantaranya yaitu di ketiak (axilla), di lipatan paha (femoral) dan di dahi (frontal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres hangat di axilla dan di femoral terhadap penurunan suhu tubuh anak demam usia prasekolah di RSUD Ambarawa. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen murni (true eksperiment). Jumlah sampel 76 anak usia prasekolah yang mengalami demam dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan suhu tubuh anak demam sebelum diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 37,8°C sedangkan di femoral rata-rata 37,8°C. Suhu tubuh anak demam sesudah diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 36,5°C sedangkan di femoral rata-rata 37,1°C. Penurunan suhu tubuh anak demam sesudah diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 1,3°C sedangkan di femoral rata-rata 0,7°C. Ada perbedaan yang bermakna suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat di axilla dengan p value 0,000 dan di femoral p value 0,000. Ada perbedaan yang signifikan antara pemberian kompres hangat di axilla dan di femoral terhadap penurunan suhu tubuh pada anak demam dengan p value 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa di axilla lebih efektif dibandingkan di femoral. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar dijadikan masukan dan bahan informasi bagi perawat dalam pemilihan intervensi keperawatan khususnya penanganan demam pada anak.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL TRIMESTER III YANG MENJALANKAN PROGRAM SENAM HAMIL DENGAN LAMA PERSALINAN DI RS TELOGOREJO SEMARANG Ninik S, Cicilia; Isnandiani, Mifta Ardita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trimester ketiga kehamilan merupakan masa timbulnya kecemasan menjelang persalinan terleih untuk ibu yang pertama mengalami kehamilan. Untuk memutus siklus kecemasan tersebut, maka senam hamil sebagai salah satu pelayanan prenatal yang dapat dilakukan. Senam hamil adalah olah raga yang membuat otot dan ligamen menjadi elastis, mengatur kontraksi dan relaksasi dan mengatur teknik pernafasan sehingga mempermudah proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan ibu hamil trimester III yang menjalankan senam hamil dengan lama persalinan di RS Telogorejo Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu tidak patuh menjalankan senam hamil di trimester III (63,3%) dan sebagian besar lama persalinan yang dialami ibu berlangsung lambat (60%). Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan ibu hamil yang menjalankan senam hamil dengan lama persalinan yang dialami ibu dengan nilai x2 hitung x2 tabel (4,041 3,841). Rekomendasi penelitian ini adalah agar ibu hamil rutin melakukan senam hamil supaya saat persalinan dapat berjalan lancar dengan waktu persalinan yang normal yaitu kurang dari 24 jam.   Kata Kunci : senam hamil, lama persalinan
TINDAKAN PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT HEPATITIS B YANG DILAKUKAN OLEH PERAWAT DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT TELOGOREJO SEMARANG M.A, Sri Hartini
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Hepatitis B adalah radang hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B, menimbulkan kerusakan pada sel parenkhim hati, dan dapat mengakibatkan nekrosis serta merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas yang serius. Manifestasinya berupa hepatitis Virus B akut dengan segala komplikasi dan lebih berbahaya adalah jika sebagai pengidap (karier) kronik HbsAg (Hepatitis B Surface Antigen) dapat merupakan sumber penularan bagi lingkungannya. Infeksi Virus Hepatitis B (VHB) merupakan penyakit yang dapat ditemukan di seluruh dunia dan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Akibat langsung yang fatal dari kejadian infeksi ini amat kecil, sehingga penyakit ini kurang mendapat perhatian serius. Seperti diketahui, infeksi virus Hepatitis B dapat mengakibatkan penyakit hati kronik seperti Sirosis Hepatitis dan Karsinoma Hepatoselular. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh gambaran tentang pemahaman dan tindakan pencegahan penularan penyakit Hepatitis B. Disain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Cara yang digunakan untuk mendapatkan informasi melalui wawancara dengan pertanyaan-pertanyaan pendukung (guide line) serta melakukan observasi langsung terhadap perawat yang sedang berdinas mengelola klien dengan hepatitis di unit rawat inap RS Telogorejo Semarang. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bersifat terbuka, tidak disediakan katagori jawaban sehingga informan dapat memberikan jawaban sesuai dengan apa yang ada dalam pikirannya. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar informan memahami dan melaksanakan tindakan pencegahan penularan penyakit Hepatitis B pada perilaku tertentu yaitu : cuci tangan, pembuangan jarum suntik, pemisahan dan sterilisasi alat makan; namun demikian pada perilaku lainnya sebagian informan kurang memahami bahwa penularan penyakit hepatitis B dapat pula melalui: alat tenun yang terkontaminasi, termometer, cairan tubuh, alat mandi, dan kontak langsung dengan darah pada saat ada luka yang terbuka. Dengan semakin tingginya angka kesakitan pada penyakit Hepatitis B, maka tindakan pencegahan penularan di RS Telogorejo perlu ditingkatkan. Rekomendasi yang bisa diberikan yaitu perlunya diberikan pelatihan atau pengarahan tentang prinsip-prinsip pelaksanaan pencegahan penularan Hepatitis B kepada perawat dan seluruh personil kesehatan di RS Telogorejo Semarang pada khususnya dan rumah sakit-rumah sakit lain pada umumnya.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DALAM PERAWATAN MASA NIFAS DENGAN KEJADIAN BABY BLUES Kasanah, Uswatun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi pasca persalinan, merupakan kondisi yang sama sekali di luar dugaan perempuan yang mengalaminya, dampaknya mengakibatkan tidak optimalnya perkembangan bayinya baik fisik maupun psikologis. Berdasarkan survey awal dengan wawancara kepada 10 responden ibu nifas di Puskesmas Gabus II Kabupaten Pati bahwa 4 ibu (40%) tidak mengalami baby blues, mengatakan dukungan suami baik, dan 6 ibu 60%) menunjukkan terjadi baby blues, mengatakan 2 ibu (20%) mendapat dukungan suami sedang dan 4 ibu (40%) dukungan suami kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan suami dalam perawatan masa nifas dengan kejadian baby blues. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 32 ibu nifas minimal hari ke 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami baby blues sebanyak 18 orang (56,25%) dan hanya 14 orang (43,75%) yang tidak mengalami baby blues. Ibu nifas yang mengalami baby blues mendapat dukungan suami dengan kategori kurang mendukung sebanyak 17 orang (53,1%) sedangkan kategori mendukung sebanyak 15 orang (46,9%). Berdasarkan hasil uji korelasi chi square menunjukkan bahwa kejadian baby blues berhubungan dengan dukungan suami dalam perawatan masa nifas (X2 hitung X2 tabel (4.400 3.841) dan ρ value 0,036 0,05). Bagi tenaga kesehatan (bidan) agar melibatkan keluarga, terutama suami dalam perawatan masa nifas dan bayi, memberikan informasi tentang tanda dan karakteristik baby blues, memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan ibu setelah melahirkan kepada suami dan cara merawat bayi untuk mengurangi kecemasan ibu yang bisa menyebabkan terjadinya baby blues.
KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA PASCA KEMOTERAPI DI SMC RS TELOGOREJO Eda, Laurentina Nona; K, Sri Puguh
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dari berbagai jenis kasus kanker yang ditemukan, kasus kanker payudara merupakan jenis kanker yang menempati urutan pertama di Jawa Tengah,. Salah satu terapi sistemik pada kanker payudara adalah kemoterapi,  kemoterapi merupakan pemberian obat untuk membunuh sel kanker, kemoterapi Kanker payudara sendiri memiliki berbagai jenis dengan berbagai akibat yang muncul, berbagai macam ancaman selalu membayangi para penderita kanker seperti kematian dan penurunan kualitas hidup. Kualitas hidup merupakan konsep analisis kemampuan dari individu untuk mendapatkan hidup yang normal terkait dengan persepsi secara individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien kanker payudara pasca kemoterapi di SMC RS Telogorejo. Metode: Penelitian ini merupakan non-experimental dengan desain Deskriptif Analitik dengan menggunakan pendekatan  cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien kanker payudara pasca kemoterapi di SMC RS Telogorejo. Sampel yang digunakan sebanyak 38 responden, dengan tekhnik pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner WHOQOL-BREEF. Analisa data yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif. Hasil:. Kualitas hidup pada penelitian ini dibagi kedalam empat domain yaitu domain kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan, hasil menunjukkan bahwa kualitas hidup responden berdasarkan empat domain mayoritas baik, dan hanya pada domain kesehatan fisik menunjukkan hasil buruk. Kata kunci       : Kanker Payudara, Kemoterapi, Kualitas Hidup
PENGARUH DUKUNGAN BIDAN TERHADAP KUNJUNGAN NIFAS GUNA DETEKSI RESIKO KEGAWATDARURATAN DI PUSKESMAS KAYEN KABUPATEN PATI Kasanah, Uswatun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunjungan nifas memegang peranan penting bagi ibu dan bayinya, pentingnya peranan tersebut dapat dilihat dari banyaknya manfaat yang bisa diperoleh dari pemeriksaan dengan melihat tujuan yang ada. Tujuan kunjungan nifas antara lain untuk memantau kemajuan kesehatan ibu dapat dipastikan  keadaannya, untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu. Setiap ibu nifas dianjurkan untuk memeriksakan keadaannya secara rutin di tempat pelayanan kesehatan terdekat, karena mengingat besarnya manfaat yang diperoleh bila memeriksakan secara rutin seperti mencegah perdarahan maupun infeksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan kunjungan nifas adalah dukungan  bidan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan bidan terhadap kunjungan nifas. Penelitian ini adalaah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 50 ibu nifas dengan teknik sampling disproportionate stratifield random sampling. Dalam pengkategorian menggunkan cut of point dengan melakukan uji normalitas data menggunkan uji Kolmogorov. Hasil penelitian didapatkan hasil: terdapat hubungan antara dukungan bidan dengan kepatuhan kunjungan nifas dengan signifikansi (0,036.2) Ibu yang mendapat dukungan dari bidan cenderung kunjungan nifasnya terpenuhi sebesar 3 kali dibanding yang kurang mendapat dukungan bidan. Direkomendasikan bagi bidan agar meningkatkan dukungan bagi ibu nifas sehingga dapat melakukan kunjungan sesuai jadwal dan dapat mendeteksi resiko kegawatdaruratan nifas. 

Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue