cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
HUBUNGAN KONFLIK PERAWAT YANG BERPERAN GANDA SEBAGAI IBU DENGAN STRES KERJA PERAWAT DI KOTA TANGGERANG TAHUN 2019 Faoziah, Sifak; Ides, Stefanus; Kusumaningsih, Ch Indriyati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat adalah salah satu bagian yang mempunyai peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Apabila stres kerja perawat tinggi maka kualitas kerja akan menjadi rendah dan otomatis dapat menurunkan pelayanan di rumah sakit secara keseluruhan yang berdampak pada penurunan pendapatan rumah sakit. Pada perawat wanita stres kerja yang disebabkan oleh konflik peran ganda sebagai ibu dan perawat ini perlu diperhatikan karena akan mempengaruhi kualitas kerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara konflik perawat yang berperan ganda sebagai ibu dengan stres kerja perawat wanita di kota Tanggerang. Penelitian ini menggunakan sebuah kuisioner yang terdiri 2 bagian, pertama mengukur konflik peran ganda dan bagian kedua mengukur stres kerja. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu jumlah populasi penelitian atau keseluruhan perawat wanita yang sudah menikah dan mempunyai anak, sebanyak 49 responden. Korelasi kedua variabel diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian mengenai tingkat konflik peran ganda menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki konflik peran ganda rendah dan sedang seimbang yaitu 49,0% (24 responden) dan mengenai tingkat stress kerja menunjukkan bahwa jumlah responden memiliki stress menengah terbanyak yaitu 83,7% (41 responden). Hasil uji statistic dengan menggunakan Chi-Square didapatkan nilai p value 0,012 (p0,05). Nilai ini menunjukkan adanya hubungan yang antara konflik perawat yang berperan ganda sebagai ibu dengan stress kerja perawat di kota Tanggerang.
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DI PUSKESMAS KARANGAYU SEMARANG Ovikariani, Ovikariani; Saptawati, Tunik; Rahma, Firstca Aulia
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi kematian yang disebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) di Indonesia  mencapai 17% setiap tahunnya dan sebagian besar terjadi pada anak dengan usia di bawah 5 tahun. Sementara itu, prevalensi terjadinya Infeksi Saluran Pernafasan Atas di Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2013 menduduki peringkat ketujuh di Indonesia dengan angka kejadian sebesar 26,6%. Terjadinya  peningkatan resistensi antibiotik di seluruh dunia, sebagian besar terkait dengan penggunaan antibiotik yang tidak tepat untuk saluran pernapasan bagian atas infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien yang di diagnosis ISPA di Puskesmas Karangayu Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental deskriptif, dengan pengumpulan data secara retrospektif terhadap pasien infeksi saluran pernafasan atas di Puskesmas Karangayu Semarang. Antibiotik pada ISPA yaitu 92% diberikan antibiotik amoxicillin dengan evaluasi ketepatan obat yaitu tepat indikasi 23 %, tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis dengan lama pemakaian antibiotik selama 5 hari 70,9 %. Penggunaan antibiotik pada pasien ISPA periode januari 2019- maret 2019 dengan persentase 42,3%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien ISPA masih cukup tinggi dan melebihi batas standar indikator kesalahan penggunaan antibiotik yaitu kurang dari 20% berdasarkan instrumen indikator puskesmas yang dikeluarkan oleh Departemen kesehatan. Antibiotik pada ISPA yaitu 92% diberikan antibiotik amoxicillin dengan evaluasi ketepatan obat yaitu tepat indikasi 23 %, tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis dengan lama pemakaian antibiotik selama 5 hari 70,9 %.
GAMBARAN PEMENUHAN KEBUTUHAN KELUARGA PASIEN KRITIS OLEH PERAWAT DI RUANG PERAWATAN INTENSIF Husain, Fida'; Setyawan, Dody
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan pasien kritis yang dirawat di ruang perawatan intensif dapat berdampak negatif bagi kondisi fisik dan psikologis keluarganya, antara lain kurangnya perhatian terhadap kebersihan diri, susah tidur, penurunan nafsu makan, kecemasan, depresi dan post trauma sindrom disorder (PTSD). Dampak negatif tersebut dapat diminimalkan dengan cara memenuhi kebutuhan keluarga selama pasien dirawat di ruang perawatan intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan keluarga pasien kritis oleh perawat di ICU dan ICVCU salah satu Rumah Sakit di Surakarta. Desain penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan survei yang menggunakan kuesioner pengembangan dari CCFNI. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah responden sebanyak 51 perawat. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemenuhan kebutuhan keluarga pasien kritis oleh perawat intensif sebagian besar masuk kategori baik (52,9%). Pemenuhan kebutuhan rasa nyaman lebih sering dilakukan oleh perawat intensif daripada kebutuhan jaminan pelayanan, kebutuhan informasi, kebutuhan dekat dengan pasien dan kebutuhan dukungan mental. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi profesi keperawatan untuk lebih peduli terhadap kebutuhan keluarga pasien kritis khususnya kebutuhan dukungan mental seperti menyarankan keluarga untuk memiliki teman dekat yang dapat memberikan dukungan kepadanya, sehingga pemberian dukungan mental kepada keluarga diharapkan dapat meningkatkan peran keluarga sebagai supporting system untuk kesembuhan pasien.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENERAPKAN KEDISIPLINAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT PADA ANAK SEKOLAH Suciwati, Suciwati; Noer’aini, I’ien
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh pola asuh orang tua dalam menerapkan kedisiplinan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sekolah pada siswa sekolah dasar kelas II, III, IV dan V di SDN Kalibanteng Kulon 01 Semarang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Responden penelitian terdiri dari 125 anak kelas II , III, IV dan kelas V di SDN Kalibanteng Kulon 01 Semarang Barat, diambil dengan menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dengan menggunakan skala penilaian skala likert. Analisis Dari uji mann whitney, diketahui bahwa nilai P Value = 0,0001 ( 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dalam menerapkan kedisiplinan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) sekolah pada siswa kelas II s/d V di SDN Kalibanteng Kulon 01 Semarang.
SENAM KAKI DIABETIK DENGAN KORAN EFEKTIF MENURUNKAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PASIEN DM TIPE 2 Kristiyawati, Sri Puguh; Fitriyanti, Dwi; Tanujiarso, Bagus Ananta; Putra, Gamaliel Anggriya Dwi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang dapat mengakibatkan gangguan sirkulasi darah pada daerah kaki. Salah satu upaya untuk mencegah gangguan sirkulasi darah pada kaki dapat dilakukan dengan cara senam kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas senam kaki diabetik dengan koran dan senam kaki dengan bola plastik terhadap nilai ankle brachial index (ABI) pada pasien DM tipe 2 di Kelurahan Gisikdrono Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan desain penelitian two group pre test and post test without control group design. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 38 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Paired t-test untuk mengetahui perbedaan nilai ABI sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney Test untuk mengetahui perbedaan efektifitas antara dua kelompok intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam kaki diabetik dengan bola plastik dan senam kaki diabetik menggunakan koran sama-sama memiliki perbedaan terhadap nilai ABI sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dengan p value 0,000. Penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan efektifitas senam kaki diabetik dengan koran dan senam kaki diabetik dengan bola plastik terhadap nilai ABI pada pasien DM tipe 2 di Kelurahan Gisikdrono Semarang dengan nilai p = 0,002 (p0,05). Senam kaki dengan koran lebih efektif dibandingkan senam kaki dengan bola plastik dalam meningkatkan nilai ABI pada pasien DM tipe 2. Rekomendasi hasil penelitian ini agar dilakukan pembentukan kelompok pemerhati penderita DM di wilayah Kelurahan Gisikdrono.
PERILAKU REMAJA PENGGEMAR KOREAN WAVE: SYSTEMATIC REVIEW Wulansari, Ni Made Ayu
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya pop korea yang sering disebut Hallyu (Korean Wave). Hallyu adalah budaya korea yang terkenal dikalangan anak muda, budaya ini terdiri dari Korean musik (K-pop), drama (K-drama), film, fashion, makanan dan kecantikan.  Penggemar Korean wave lebih banyak pada anak muda dibangku SMA dan kuliah. Setiap remaja memiliki perilaku yang berbeda untuk menunjukkan kesukaan pada Korean wave. Kajian ini bertujuan untuk meninjau artikel mengenai perilaku remaja penggemar Korean wave yang dapat digunakan untuk memahami perubahan perilaku pada tahap perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan systematic review tentang perilaku penggemar Korean wave. Metode yang digunakan adalah mencari, menyaring dan menganalisa artikel berdasarkan kata kunci ditetapkan yaitu “Korean wave”, “perilaku penggemar Korea Selatan”, “Hallyu”, “Adolescent behavior” dan “Idol K-Pop” melalui database Google Scholar, Pubmed dan Proquest. Berdasarkan searching menggunakan kata kunci didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi Kriteria inklusi yaitu artikel lengkap, bahasa Indonesia atau Inggris, Artikel dari tahun 2008-2019 dan Pendidikan peneliti minimal sarjana. Hasil pencarian artikel adalah remaja penggemar Korean Wave melakukan imitasi gaya rambut, model pakaian, aksesoris sampai pola hidup dan pola makan serta cara berinteraksi dengan teman sebaya sesuai dengan idolanya. Selain itu, remaja tersebut memiliki budaya konsumtif, permainan role play seolah-olah menjadi idola dan praktik seksual (ciuman pipi, meraba-raba dan fantasi seksual).Korean wave memiliki pengaruh pada perilaku remaja. Perilaku ini perlu diperhatikan karena pada tahap remaja merupakan tahap pembentukan identitas diri. Pada tahap pembentukan diri perlu adanya pengawasan orang tua untuk menghindari perilaku remaja yang mengidolakan idolanya secara berlebihan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENATALAKSANAAN DETEKSI DINI PREEKLAMPSIA OLEH PETUGAS KESEHATAN: SYSTEMATIC REVIEW Sari, Rinda Intan; Ardiyanti, Anis
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia masih menjadi penyebab kematian ibu dan komplikasi pada ibu hamil yang bersifat katastropik atau high risk. Preeklampsia merupakan multi-system disorder yang membutuhkan deteksi dini sehingga mampu mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu. Diperlukan peran seluruh elemen salah satunya petugas kesehatan (perawat/bidan) dalam deteksi dini preeklampsia secara komprehensif. Tujuan penulisan ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penatalaksanaan deteksi dini preeklampsia oleh petugas kesehatan saat antenatal care. Metode yang digunakan dalam systematic  review dari berbagai artikel yang didapatkan CINAHL, Pubmed, dan Google scholar tahun 2016-2019 digunakan peneliti untuk mendapatkan artikel sesuai kriteria, dan didapatkan 670 artikel. Melalui tahapan dan proses critical appraisal, ditemukan 10 artikel yang memenuhi persyaratan. Hasil pencarian artikel ini terdiri dari 10 artikel terdiri dari beberapa faktor kemudian penulis menemukan 5 faktor yang harus dimiliki petugas saat mendeteksi dini preeklampsia: (1) Pengetahuan: memiliki pengetahuan yang baik tentang preeklampsia (n=8), (2) Sikap: baik dan favourable harus ditunjukan dengan rasa percaya diri (n=1), (3) motivasi: tinggi untuk memberikan dorongan dan kesadaran melakukan deteksi dini preeklampsia (n=5), (4) persepsi: terhadap supervisi harus tinggi dan beban kerja harus ringan atau sesuai dengan seharusnya (n=1), dan (5) keterampilan: tentang pengkajian baik anamnesa serta pemeriksaan harus dikuasai dengan baik (n=6). Kesimpulan systematic review ini adalah deteksi dini akan berhasil dilakukan bila faktor diatas dikuasai oleh seluruh petugas kesehatan yang bekerja di antenatal care. Ibu dengan resiko tinggi akan segera tertangani secara cepat.  Para petugas yang perlu menguasai berbagai faktor diatas agar kejadian kematian akibat keterlambatan mengetahui masalah dapat dihindari.
INTERVENSI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN WUS (WANITA USIA SUBUR) DALAM MELAKUKAN PAP SMEAR: SYSTEMATIC REVIEW Ardiyanti, Anis; Sari, Rinda Intan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks adalah penyakit mematikan bagi perempuan di dunia, termasuk Indonesia. Kanker serviks dapat dideteksi dini dengan Pap smear, IVA test, dan biopsy, sehingga dengan deteksi dini dapat menurunkan angka kematian akibat kanker serviks. Namun, partisipasi perempuan pada deteksi dini kanker serviks khususnya Pap smear masih rendah. Literature review ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi yang mempengaruhi kesadaran wanita usia subur (WUS) dalam melakukan pap smear. Tujuannya untuk mengidentifikasi intervensi yang mempengaruhi kesadaran wanita usia subur dalam melakukan pap smear. Metodologi yang digunakan yaitu systematic review berbagai artikel yang didapatkan melalui scientdirect, Pubmed, dan Google scholar tahun 2014-2020 digunakan peneliti untuk mendapatkan artikel sesuai kriteria, dan didapatkan 432 artikel. Melalui tahapan dan proses critical appraisal, ditemukan 8 artikel yang memenuhi persyaratan. Hasil literature review dari 8 artikel mendapatkan 3 intervensi yang dapat meningkatkan kesadaran WUS dalam melakukan pap smear: pendidikan kesehatan berdasarkan theory of planned behavior (n=1), pendidikan kesehatan berdasarkan Health Belief Model (n=3), timely reminder berupa short text massage service atau SMS dan dengan cara menelpon (n=4). Systematic review ini memberikan gambaran intervensi berupa pendidikan kesehatan berdasarkan health belief model lebih efektif dilakukan untuk meningkatkan kesadaran melakukan pap smear karena dalam pelaksanaannya terdiri dari beberapa tahap sehingga responden lebih dapat memahami. Selain itu, pendidikan kesehatan berdasarkan health belief model dapat dikombinasikan dengan timely reminder dalam pelaksanaannya mengingat di Indonesia perbandingan antara jumlah penduduk dan jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas maupun di rumah sakit belum seimbang serta masyarakat sudah banyak yang menggunakan media komunikasi elektronik.
EFEKTIVITAS FOOT HAND MASSAGE TERHADAP RESPON FISIOLOGIS DAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT : STUDI DI RUANG ICCU RSUD.DR. ISKAK TULUNGAGUNG Hariyanto, Awan; Hadisaputro, Suharyo; -, Supriyadi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Infark miokard akut (IMA) terjadi kerusakan jaringan jantung akibat kekurangan suplai oksigen menimbulkan nyeri dada, nyeri ini dapat menyebabkan frustasi dan penurunan kualitas hidup. Berbagai intervensi dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri dada baik dengan farmakologis dan non farmakologis, salah satu intervensi nonfarmakologis adalah foot hand massage. Metode : Desain penelitian ini menggunakan  Randomized Pretest-Postest Control Group Design. Pengambilan sampel dengan simple random sampling besar sampel  36 responden terdiri 18 kelompok perlakuan dan 18 kelompok kontrol. Analisis data secara univariat dengan table distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan paired t-test, wilcoxon untuk kelompok berpasangan, untuk kelompok tidak berpasangan menggunakan independen t-test, mann-whitney dengan taraf signifikansi ≤ 0,05 Hasil: Foot hand massage berpengaruh terhadap respon fisiologis nyeri ( kelompok berpasangan ) p-value: tekanan darah systole  0,001 diastole 0,004, nadi 0,004, respirasi 0,001, suhu 0,059, lekosit 0,001, intensitas nyeri 0,001. Kelompok tidak berpasangan sesudah perlakuan p-value : tekanan darah sistole 0,034, diastole 0,010 nadi 0,001, respirasi 0,024, suhu 0,557, lekosit 0,019, intensitas nyeri 0,001. Simpulan: Pasien infark miokard akut yang diberikan foot hand massage selama 4 kali 20 menit dalam 2 hari bersama dengan pengobatan standart dapat memberikan respon fisiologis nyeri pada tekanan darah sistole, diastole, nadi , respirasi, lekosit darah dan pada kelompok perlakuan 94% intensitas nyeri menurun skala ringan, tapi tidak berespon terhadap suhu. Saran: Foot hand massage sangat efektif dan dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan non farmakologi untuk mengatasi nyeri infark miokard akut Kata Kunci : Foot Hand Massage, Nyeri, Infark Miokard Akut
EFEKTIFITAS BLADDER TRAINING SEJAK DINI DAN SEBELUM PELEPASAN KATETER URIN TERHADAP TERJADINYA INKONTINENSIA URINE PADA PASIEN PASKA OPERASI DI SMC RS TELOGOREJO Shabrini, Lucky Angelia; -, Ismonah; Arif, Syamsul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien yang dilakukan kateter urine pada paska operasi dapat mengalami kesulitan untuk berkemih baik terjadi inkontinensia ataupun retensi urine. Tujuan bladder training adalah untuk memperpanjang interval antara urinasi klien, menstabilkan kandung kemih dan menghilangkan urgensi. Umumnya bladder training dilakukan dengan cara kateter diklem selama dua jam dan dilepas setelah satu jam dan bladder training tersebut dilakukan sebelum kateter urin dilepas. Penelitian ini mengukur tingkat efektivitas bladder training sejak dini dan sebelum pelepasan kateter urin terhadap terjadinya inkontinensia urine. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian ini adalah pasien paska operasi yang terpasang kateter urine di SMC RS. Telogorejo sebanyak 30 responden. Berdasarkan hasil uji beda dengan Mann Whitney pada table diatas dapat dilihat nilai p= 0.004, karena nilai p≤ 0.05, maka terdapat perbedaan yang antara bladder training sejak dini dengan bladder training sebelum pelepasan. Dapat dilihat juga pada perbandingan nilai rerata, pada nilai rerata bladder training sejak dini 10.93 dengan bladder training sebelum pelepasan 20.07 terbukti bahwa latihan bladder training sejak dini lebih baik daripada dengan bladder training sebelum pelepasan. Saran dalam penelitian ini diharapkan agar rumah sakit dapat memasukkan tindakan bladder training kedalam Standar Operasional Prosedur untuk mencegah terjadinya inkontinensia urine pada pasien paska operasi.   Kata kunci: bladder training, kateter urin, inkontinensia

Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue