cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
PERAN KELUARGA SECARA INFORMAL DALAM MELAKUKAN PERAWATAN PADA LANJUT USIA DENGAN DIMENSIA Meilina Wahyuningtiyas, Mikha; -, Suhadin; Supriyono, Mamat
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demensia adalah kerusakan fungsi kognitif global yang biasanya bersifat progresif dan mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari. Lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun keatas. Peran keluarga informal adalah keluarga berperan sebagai sahabat, keluarga berperan sebagai pengasuh, keluarga berperan sebagai motivator, pendamai dan penyelaras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga secara informal dalam melakukan perawatan pada lansia dengan demensia di desa bondo. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomeologis. Penelitian dilakukan di desa bondo dengan pengambilan 4 partisipan dengan melakukan indepth interview dengan alat bantu rekam suara (HP). Kemudian melakukan analisis data dengan mencari kata kunci dan kategori sehingga mendapatkan tema. Hasil penelitian didapatkan usia, genetik, toksin amiloid sebagai faktor demensia dan keluarga sebagai sahabat, keluarga sebagai motivator dan keluarga sebagai pengasuh. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia, genetik dan toksin amiloid adalah faktor dari terjadi demensia dan lansia sangat membutuhkan kasih sayang dari keluarga, dengan ini keluarga dapat melakukan perannya dengan sebagai sahabat, sebagai pengasuh, sebagai motivator, dalam melakukan perawatan pada lansia dengan demensia.Kata Kunci: peran keluarga informal, lansia, demensia
PENGARUH DISCHARGE PLANNING TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN PASIEN TB PARU MENGHADAPI PEMULANGAN (STUDI EKSPERIMENTAL DI RSUD TUGUREJO DAN RSUD KOTA SEMARANG) Suprapti, Erni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya kasus kekambuhan pada pasien TB paru karena kurangnya pengetahuan dan keterampilanpasien untuk melakukan perawatan diri sendiri di rumah, yang diasumsikan sebagai kurangnya kesiapanpasien TB Paru pada saat menghadapi pemulangan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektifitasdischarge planning terstruktur dalam meningkatkan kesiapan pasien paru yang pernah dirawat menghadapipemulangan ditinjau dari aspek pengetahuan dan keterampilan. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah quasi experiment (non blinded, non random with control group design). Selama penelitian 2bulan, didapatkan jumlah sampel 60 pasien TB Paru yang dirawat di RSUD Tugurejo dan RSUD KotaSemarang, dengan masing-masing sejumlah 30 pasien. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner danchecklist, metode pengambilan sampling adalah total sampling dengan metode statistik uji Independent ttestdan Mann Whitney, kelompok intervensi mendapatkan perlakuan berupa discharge planning terstruktursetelah pasien melewati fase akut, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan discharge planning sesuaikebiasaan rumah sakit yaitu pada saat pasien akan pulang. Kelompok intervensi di RSUD TugurejoSemarang dan kelompok kontrol di RSUD Kota Semarang, pre test dilakukan pada saat pasien melewatifase akut sedangkan post test dilakukan pada saat pasien akan pulang baik pada kelompok intervensimaupun kelompok kontrol. Setelah intervensi dengan discharge planning terstruktur, pengetahuan maupunketerampilan pasien kelompok intervensi dalam menghadapi pemulangan lebih tinggi secara bermaknadibandingkan kelompok kontrol (p = 0,0001). Discharge planning terstruktur terbukti efektif secarabermakna meningkatkan kesiapan pasien TB paru dalam menghadapi pemulangan, baik dari aspekpengetahuan maupun keterampilan.
ANALISIS STRES SEBAGAI FAKTOR RESIKO HIPERTENSI Diyono, Diyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi tahun 2025 sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia akan mengidap hipertensi. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan 25,8% penduduk Indonesia mengidap hipertensi, dan di tahun 2016 hasil Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) meningkat menjadi 32,4% (Kemenkes RI, 2017). Perawat rumah sakit mempunyai peran penting dalam upaya prevensi hipertensi, melalui pemberian edukasi faktor resiko. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran stres sebagai faktor resiko hipertensi. Rancangan penelitian adalah korelasi dengan desain case control. Responden berjumlah 111 (51 kelompok kasus dan 60 kelompok control). Data dianalisis menggunakan uji Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan riwayat stres mempunyai hubungan yang signifikan sebagai faktor resiko hipertensi (p=0.001:OR:17.76), sebagai faktor resiko hipertensi sistolik (p=0.001;OR=56.8) dan berhubungan dengan faktor resiko hipertensi diastolik (p=0.001:OR=8.81). Kesimpulan penelitian adalah riwayat stres merupakan faktor resiko hipertensi. Rekomendasi dari penelitian adalah perawat diharapkan mampu menurunkan prevalensi hipertensi dengan melakukan edukasi tentang peran stres sebagai faktor resiko hipertensi.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI MASASE PUNGGUNG TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI BEDAH MAYOR DI SMC RS TELOGOREJO Wuryani, Sri; Qur aini, Dian; Fatmawati, Nila; Aprilia, Rika
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Secara garis besar pembedahan di bagi menjadi dua yaitu bedah mayor dan minor. Bedah mayor adalah tindakan bedah besar yang menggunakan anestesi umum atau general anestesi. Pembedahan akan menimbulkan respon psikologis yaitu kecemasan, untuk mengurangi kecemasan dapat diatasi dengan masase punggung, karena masase punggung merangsang tubuh melepaskan senyawa endorphin yang merupakan pereda sakit alami dan juga menciptakan rasa nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi masase punggung terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi bedah mayor di SMC RS Telogorejo. Desain penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental, dengan rancangan penelitian “one group pre test – post test desing”. Teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dengan jumlah 32 responden. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukan Rata-rata skor rentang kecemasan sebelum melakukan relaksasi masase punggung yaitu sebesar 43,44 setelah dilakukan relaksasi masase punggung turun menjadi 29,03, Maka selisihnya sebesar 14,41 artinya ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi masase punggung pada pasien pre operasi bedah mayor dengan p= 0,000 atau 0,05. Rekomendasi penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam mengontrol tingkat kecemasan pasien pre operasi bedah mayor dan Sebagai bahan masukkan dalam proses pembelajaran khususnya pengendalian dan penanganan non farmakologi terutama dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi agar tidak mempengaruhi proses operasi yang akan dilakukan pada pasien.
CONFUSION ASSESMENT METHODE FOR ICU (CAM – ICU) DAN INTENSIVE CARE DELIRIUM SCREENING CHECKLIST (ICDSC) DALAM PENILAIAN DELIRIUM PADA PASIEN KRITIS : SYSTEMATIC REVIEW Victoria, Arlies Zenitha; Jona, Resa Nirmala
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemungkinan kejadian delirium tidak terdiagnosa dari aspek klinis pasien dengan ventilasi mekanis yang mengalami keterbatasan komunikasi verbal. Petugas ICU harus menilai delirium secara berkala. Oleh sebab itu, instrumen penilaian delirium pada pasien ICU dikembangkan Instrumen yang paling dikenal dan digunakan untuk menilai delirium pada pasien ICU adalah The Confusion Assesment Methode for the Intensive Care Unit (CAM-ICU) dan The Intensive Care Delirium Screening Chekclist (ICDSC). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan systematic review tentang CAM – ICU dan ICDSC dalam pengkajian delirium pada pasien kritis. Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Penelusuran artikel dilakukan dengan menggunakan database ScienceDirect, DOAJ, Spinger Link, dan Pubmed. Terdapat 8 artikel yang memenuhi kriteria. 2 artikel mengevaluasi CAM – ICU, 2 artikel mengevaluasi ICDSC, dan 4 artikel mengevaluasi CAM – ICU dan ICDSC. Masing – masing artikel menunjukkan hasil yang baik pada instrumen yang digunakan untuk menilai delirium pada penelitianya. CAM – ICU dan ICDSC sama – sama menunjukkan nilai sensitivitas, sensitifitas, dan reabilitas yang baik. Kedua instrumen tersebut sama – sama dapat digunakan untuk mengkaji delirium pada pasien kritis. Perawat dapat menggunakan CAM – ICU atau ICDSC untuk mengkaji delirium pada pasien kritis.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI DAN MASSAGE ENDORPHIN TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PREMENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMARANG BARAT KOTA SEMARANG Shinta P, Riadinata; Thaufik H, Syarief; -, Ngadiyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Menopause merupakan kejadian yang normal pada seorang wanita dan setiap wanita pasti akan mengalami masa menopause. Keluhan pada wanita menopause umur 45-54 tahun antara lain mudah tersinggung, takut, gelisah, mudah marah sebesar 90%; gejolak panas (hot flushes), cemas dan depresi sebesar 80%, sakit kcpala 70%; cepat lelah, sulit berkonsentrasi, mudah lupa sebesar 65%. Aromaterapi dapat menjadi pengobatan yang efektif dari gejala menopause seperti hot flushes, depresi dan rasa sakit pada wanita. Massage endorphin adalah salah satu cara untuk merangsang endorphin agar dapat keluar dari tubuh manusia. Tujuan penelitian : Untuk menganalisis adakah pengaruh aromaterapi dan massage endorphin terhadap mengurangi kecemasan pada wanita premenoupause Metode penelitian : Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pre-test and Post-test Desain Without Control Group. Terdapat tiga kelompok perlakuan, sample yang digunakan adalah 16 setiap kelompok. Hasil penelitian : Hasil yang didapat adalah nilai signifikansi kelompok kombinasi aromaterapi dan massage endorphin adalah 0,0210,05. Perbedaan ini adalah paling besar dibandingkan dengan dua kelompok lain, yaitu signifikasi kelompok perlakuan massage endorphin 0,972 dan signifikasi kelompok perlakuan aromaterapi 0,037. Kesimpulan : Perlakuan kombinasi aromaterapi dan massage endorphin dapat menurunkan tingkat kecemasan premenopause paling besar dibandingkan dengan dua kelompok lainnya dengan nilai signifikansiKata Kunci : aromaterapi, massage endorphin, premenopause
HUBUNGAN ANTARA HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Amalia, Iffah Nur; Kusuma, Henni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak Penyakit Ginjal Kronis (PGK) dan hemodialisis (HD) dapat menjadi stressor yang menurunkan kualitas hidup. Kualitas hidup dapat ditingkatkan melalui manajemen kesehatan yang baik. Manajemen kesehatan yang dilakukan pasien dipengaruhi oleh kontrol dirinya yang diakomodir oleh Health Locus of Control (HLOC). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara health locus of control dan kualitas hidup pada pasien PGK yang menjalani HD. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 124 pasien PGK yang menjalani hemodialisis menjadi sampel dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Health Locus of Control (MHLC) dan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis statistik menggunakan Fisher Exact test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan responden terbanyak berusia 56-65 tahun (lansia akhir) (51,6%), jenis kelamin laki-laki (62,1%), lulusan SD (41,1%), tidak bekerja (69,4%), dan lama terapi HD ≥12 bulan (62,9%). Sebagian besar HLOC kuat pada semua orientasi yang terdiri dari Internal Health Locus of Control (IHLC) (n= 118, 95,2%), Powerful Health Locus of Control (PHLC) (n= 104, 83,9%), dan Chance Health Locus of Control (CHLC) (n= 67, 54%). Mayoritas responden memiliki kualitas hidup yang buruk (n= 122, 98,4%). Hasil analisa statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara setiap HLOC (IHLC, PHLC, and CHLC) dan kualitas hidup (p= 1,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara HLOC dengan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani HD. Penelitian kedepan diharapkan dapat meneliti faktor-faktor yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien PGK yang menjalani HD dengan jumlah sampel lebih banyak.
SELF CONCEPT IN ADOLESCENTS WITH OBESITY (QUALITATIVE STUDY) AT ABDI WACANA HIGH SCHOOL PONTIANAK Mulya, Petrus Kanisius Tri Putra; Ides, Stefanus Andang; Surianto, Fulgensius
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep diri merupakan cara individu memandang diri  menyangkut semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian dan memegaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Remaja dengan obesitas memiliki respon yang berbeda-beda terkait konsep diri. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengalaman konsep diri pada remaja dengan obesitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriftif, jumlah partisipan 6 remaja dan mengalami obesitas. Data diperoleh dengan wawancara mendalam dan dianalisa dengan metode Collaizi. Hasil pengolahan data penelitian mendapatkan lima komponen konsep diri yaitu gambaran diri remaja obesitas dengan sub tema perasaan mengenai penampilan sendiri, pandangan terhadap tubuh sendiri, dan pandangan orang lain terhadap penampilan. Ideal diri dengan sub tema harapan yang ingin dicapai, dan kepuasaan terhadap harapan yang tercapai. Harga diri dengan sub tema perasaan mengenai kondisi diri yang obesitas, perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain, dan respon terhadap perlakuan yang tidak menyenangkan. Peran diri dengan sub tema hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, hubungan dengan sebaya, dan hubungan di lingkungan masyarakat. Identitas diri dengan sub tema gambaran positif terhadap diri sendiri. Penelitian ini memberikan gambaran konsep diri pada remaja dengan obesitas. Remaja dengan obesitas memiliki respon yang berbeda beda terkait konsep diri.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN SUCTION ENDOTRACHEAL TUBE DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT Harianja, Jerni V; Astrid, Maria
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghisapan lendir atau suction merupakan prosedur yang dilakukan dengan memasukan selang suction dengan ukuran yang sesuai kebutuhan melalui hidung, mulut, endotracheal tube (ETT) dan trakeostomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan suction Endotracheal Tube (ETT) di Ruang ICU. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian berjumlah 34 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil uji univariat mayoritas usia 21- 30 tahun (41,2%), lama bekerja 4 – 8 tahun (41,2%), pendidikan DIII Keperawatan (76,5%), tingkat pengetahuan baik (73,5%), sikap positif (58,8%), pelaksanaan suction yang kompeten (85,3%). Hasil uji bivariat dengan uji statistic Kendall’s Tau menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan pelaksanaan suction Endotracheal Tube (p value=0,028), namun tidak ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan (p value=0,507), sikap (p value=0,954), lama bekerja (p value=0,569), usia (p value=0,220) terhadap pelaksanaan Suction Endotracheal Tube. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan pelaksanaan suction ETT di Ruang ICU. Oleh karena itu, peningkatan pendidikan berkelanjutan ke jenjang S1 Ners perlu diupayakan sebagai upaya peningkatan kualitas mutu asuhan keperawatan.
ADAPTASI PASIEN KANKER KOLOREKTAL TAHUN PERTAMA PASKA PEMBUATAN KOLOSTOMI PERMANEN Istriyani, Istriyani; Kusuma, Henni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien kanker kolorektal tahun pertama pembuatan kolostomi permanen mengalami berbagai perubahan dalam kehidupannya sehingga muncul respon adaptasi adptif dan mal adaptif terhadap stimuli yang dapat mencapai kesehatan secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran terkait adaptasi pasien kanker kolorektal tahun pertama paska pembuatan kolostomi permanen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan fenomenologi. Data didapat dengan wawancara mendalam pada 7 partisipan, usia 35-65 tahun, dengan pembuatan kolostomi 2-12 bulan. Analisis hasil wawancara menggunakan metode Collaizzi. Hasil penelitian ini yaitu adaptasi fungsi fisik, konsep diri, fungsi peran, dan interdependen setelah pembuatan kolostomi permanen. Adaptasi fungsi fisik partisipan dengan menghindari kegiatan yang memperberat gejala fisik, setelah mengalami perubahan kondisi fisik dan perubahan aktivitas fisik. Adaptasi konsep diri pada partisipan mulai menerima dirinya setelah melewati tahapan berduka dan kehilangan seiring berjalannya waktu. Adaptasi fungsi peran, adanya peran partisipan sebagai pencarinafkah digantikan oleh keluarga dan respon membatasi interaksi dalam masyarakat. Adaptasi interdependen partisipan merubah aktivitas ibadah, mencari informasi terkait tata cara ibadah, meningkatkan keimanan dan merasa dekat dengan Tuhan. Setiap model adaptasi dalam menghadapi perubahan bervariasi, tergantung karakteristik dan pengalaman partisipan yang mempengaruhi. Perlu dukungan dan pendekatan terstruktur terkait manajemen perawatan kolostomi sesuai kebutuhan pasien pada tahap adaptasinya sehingga tercapai proses perubahan adaptif.

Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue