Articles
10 Documents
Search results for
, issue
" Volume 2, Number 2, December 2017"
:
10 Documents
clear
PENGARUH LAYANAN INFORMASI KEBERSIHAN KELAS DISERTAI PAPAN BIMBINGAN TERHADAP PERILAKU MENJAGA KEBERSIHAN KELAS SISWA SMP NEGERI 13 PALU
Fiitrianti, Fitrianti;
Munir, Abd;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10559
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang seringkali menunjukan perilaku tidak menjaga kebersihan kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku siswa menjaga kebersihan kelas SMP Negeri 13 Palu sebelum dan sesudah mengikuti layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan, serta menjelaskan adanya pengaruh positif layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan terhadap perilaku siswa menjaga kebersihan kelas. Subjek penelitian ini berjumlah 20 siswa.Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi perilaku menjaga kebersihan kelas.Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan teknik statistik yaitu uji t (satu ekor) pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa sebelum mengikuti layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan yaitu siswa yang memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas yang rendah yaitu 30% dan siswa yang memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas sangat rendah yaitu 70%. Sedangkan sesudah mengikuti layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan terjadi peningkatan yaitu 10% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas tinggi, 15% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas sedang, 30% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas rendah dan 45% siswa memiliki perilaku menjaga kebersihan kelas sangat rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa nilai thitung>ttabel atau 5,70> 1,73. Hal ini berarti ditolak.Berdasarkan hasil analisis inferensial dapat dibuktikan bahwa pemberian layanan informasi kebersihan kelas disertai papan bimbingan berpengaruh positif terhadap perilaku menjaga kebersihan kelas siswa SMP Negeri 13 Palu. Kata Kunci : Kebersihan Kelas, Papan Bimbingan, Perilaku Menjaga Kebersihan Kelas.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEREDUKSI PERSEPSI NEGATIF SISWA TERHADAP GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP NEGERI 7 DONGGALA
Risky, Risky;
Thalib, Mansyur;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10809
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi negatif siswasebelum dan sesudah diberikan layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling, apakah layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling efektif dalam mereduksi persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling.Subjek penelitian ini adalah 20 siswa.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket persepsi negatif siswa. Hasil analisis data menunjukan bahwa persepsi negatif siswa sebelum diberikan layanan informasi peran guru bimbingan dan konselingyaitu 20% siswa dengan klasifikasi sangat tinggi, 45% siswa dengan klasifikasi tinggi, 35% siswa dengan klasifikasi rendah, 35%. Sedangkan sesudah diberikan layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling terjadi penurunan persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling yaitu 30% siswa dengan klasifikasi tinggi, 65% siswa dengan klasifikasi rendah, dan 10% siswa dengan klasifikasi sangat rendah. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa persepsi negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling mengalami pengurangan 55%.Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian layanan informasi peran guru bimbingan dan konseling dalam mereduksi persepsi negatif siswa bterhadap guru bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Banawa Selatan.
EFEKTIVITAS LAYANAN INFORMASI MANAJEMEN WAKTU DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA DISEKOLAH PADA KELAS XI DKV SMK NEGERI 5 PALU
Juliati, Juliati;
Thalib, Mansyur;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10807
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan pengaruh-pengaruh layanan informasi manajemen waktu dalam meningkatkan disiplin siswa di sekolah serta mendeskripsikan disiplin siswa disekolah sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi manajemen waktu.Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa yang melakukan pelanggaran disiplin di sekolah. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket perilaku disiplin. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa perilaku disiplin siswasebelum diberikanlayanan manajemen waktu yaitu 25% siswa memiliki perilaku disiplin sangat rendah, dan 65% siswa yang memiliki perilaku disiplin rendah dan 10% siswa memiliki perilaku disiplin sedang. Sedangkan sesudah diberikanlayanan informasi manajemen waktu maka terjadi pengembangan perilaku disiplin siswayaitu 10% siswa memiliki perilaku disiplin sangat rendah, 55% siswa memiliki perilaku disiplin rendah, dan 35% siswa yang memiliki perilaku disiplin sedang. Hasil analisis inferensial menunjukan bahwa disiplin siswa lebih baik sesudah diberikan layanan informasi manajemen waktu dibandingkan sebelum diberikan layanan informasi manajemen waktu.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK BEHAVIORAL DALAM MENGURANGI PERILAKU AGRESIF VERBAL SISWA JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (DKV) SMK NEGERI 5 PALU
Linawati, Lusiana;
Thalib, Mansyur;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10810
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah tingkat perilaku agresif verbal siswa sesudah diberikan layanan konseling kelompok behavioral lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok behavioral. Tujuan utama penelitian adalah menjelaskan efektivitas konseling kelompok behavioral dalam mengurangi perilaku agresif verbal siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang siswa. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi perilaku agresif verbal siswa. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon signed rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan konseling kelompok behavioral, siswa IN, W dan AK memiliki perilaku agresif verbal yang tinggi dan siswa FR dan AR memiliki perilaku agresif verbal yang sedang. sesudah mengikuti layanan konseling kelompok behavioral, terjadi penurunan perilaku agresif verbal yaitu siswa W memiliki perilaku agresif verbal yang tinggi, siswa IN memiliki perilaku agresif verbal yangsedang, dan siswa FR, AK dan AR memiliki perilaku agresif verbal yang rendah.Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa perilaku agresif verbal siswa di SMK Negeri 5 Palu sesudah mengikuti layanan konseling kelompok behavioral lebih rendah jika dibandingkan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok behavioral.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI MANFAAT KEPRAMUKAAN TERHADAP PENINGKATAN MINAT MENGIKUTI KEPRAMUKAAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KASIMBAR
Jumadil, Muhammad;
Munir, Abd;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10951
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana minat siswa terhadap kegiatan kepramukaan sesudah diberikan layanan informasi manfaat kepramukaan dibandingkan sebelum pemberian layanan Informasi manfaat kepramukaan lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan ada pengaruh positif pemberian layanan informasi manfaat kepramukaan terhadap peningkatan minat mengikuti kepramukaan pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kasimbar. Subjek penelitian ini berjumlah 12 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah angket minat mengikuti kepramukaan. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis secara deskriptif dan infrensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa minat siswa mengikuti kepramukaan sebelum diberikan layanan informasi manfaat kepramukaan yaitu 25% subjek memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti kepramukaan,dan 75% subjek yang memiliki minat rendah untuk mengikuti kepramukaan.Sedangkan sesudah diberikan layanan informasi manfaat kepramukaan terjadi peningkatan minat siswa yaitu 50% subjek memiliki minat sangat tinggi untuk mengikuti kepramukaan,dan 50% subjek memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti kepramukaan. Dari hasil analisis infrensial menunjukan bahwa ada pengaruh positif layanan informasi manfaat kepramukaan terhadap peningkatan minat siswa untuk mengkuti kepramukaan
UPAYA MENGURANGI PERILAKU MEMBOLOS MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK BEHAVIORAL TEKNIK PENGUATAN POSITIF PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 PALU
Afrilian, Melda;
Munir, Abd;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10924
Permasalahan pokok pada penelitian ini adalah siswa sulit menolak ajakan teman untuk membolos dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengurangi perilaku membolos siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan (action research) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Kemmis dan Taggart. Setiap siklusnya terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini terdiri dari 8 siswa kelas VIII, dengan pertimbangan subjek sulit menolak ajakan teman membolos yang mengakibatkan tingginya frekuensi perilaku membolos. Jenis tindakan yang dilakukan melalui pemberian layanan konseling kelompok behavioral dengan teknik penguatan positif. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga instrumen yaitu pedoman observasi, dokumentasi dan pedoman wawancara. Melalui pemberian layanan konseling kelompok behavioral dengan teknik penguatan positifyang dilaksanakan 2 siklus dan 6 tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan 1 minggu pratindakan frekuensi membolos kedelapan siswa sebanyak 78 kali, 1 minggu setelah pemberian layanan siklus I diberikan 3 tindakan frekuensi membolos berkurang menjadi 32 kali, pada siklus II diberikan 3 tindakan, frekuensi membolos berkurang menjadi 27 kali. Jadi konseling kelompok behavioral dengan teknik penguatan positif efektif mengurangi perilaku membolos siswa SMP Negeri 3 Palu.
PENGARUH BIMBINGAN PEMBUATAN JADWAL BELAJAR TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 6 SMA NEGERI 4 PALU
Anggriani, Ria;
Thalib, Mansyur;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10952
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kedisiplinan belajar siswa sesudah mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan keefektifan bimbingan pembuatan jadwal belajar dalam meningkatkan kedisiplinan belajar. Subjek penelitian ini berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan rumus uji t. Hasil analisis desktiptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar terdapat 2 atau 6.67% siswa yang memiliki kedisiplinan belaja tinggi, 3 atau 10% siswa yang memiliki kedsiplinan belajar rendah dan 25 atau 83.33% siswa yang memiliki kedisiplinan belajar sangat rendah. Sesudah mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar terdapat 1 atau 3.33% siswa yang memiliki kedisiplinan belajar sangat tinggi, 9 atau 30% siswa yang memiliki kedisiplinan belajar tinggi, 14 atau 46.67% siswa yang memiliki kedisiplinan belajar rendah dan 6 atau 20% siswa yang memiliki kedisiplinan belajar sangat rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar siswa di SMA Negeri 4 Palu sesudah mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar lebih tinggi dibandingkan sebelum mengikuti bimbingan pembuatan jadwal belajar
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU KONFORMITAS NEGATIF TEMAN SEBAYA DENGAN KENAKALAN REMAJA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SINDUE
Novianti, Novianti;
Munir, Abd;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10944
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Perilaku Konformitas Negatif Teman Sebaya dan bagaimana Kenakalan Remaja siswa serta apakah ada hubungan yang positif antara Perilaku Konformitas Negatif Teman Sebaya dengan Kenakalan Remaja siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sindue. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana perilaku konformitas negatif teman sebaya, serta untuk mengidentifikasi ada tidaknya hubungan positif antara perilaku konformitas negatif teman sebaya dan bagaimana kenakalan remaja siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 125 siswa. Adapun cara untuk mengumpulkan data penelitian ini dengan menggunakan angket perilaku konformitas negatif teman sebaya dan angket kenakalan remaja. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan teknik presentase, sedangkan untuk menguji hipotesis digunakan teknik korelasi product moment pada taraf signifikansi 95%. Berdasarkan hasil perhitungan secara deskriptif diperoleh 21.6% siswa yang memiliki perilaku konformitas negatif teman sebaya yang sangat tinggi, 36% siswa yang memiliki perilaku konformitas negatif teman sebaya yang tinggi, 22.4% siswa yang memiliki perilaku konformitas negatif teman sebaya yang rendah dan20% siswa yang memiliki perilaku konformitas negatif teman sebaya yang sangat rendah. Selanjutnya 43.2% siswa yang memiliki kenakalan remaja yang tidak nakal, 34.4% siswa yang memiliki kenakalan remaja yang kurang, 11.2% siswa yang memiliki kenakalan remaja yang nakal dan sangat nakal. Pengujian hipotesis, menunjukkan bahwa rhitung>r tabel atau 0,244> 0,176. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara Perilaku Konformitas Negatif Teman Sebaya dengan kenakalan remaja.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEREDUKSI PERILAKU ADIKSI HANDPHONE SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 PALU
Richard, Perysai;
Thalib, Mansyur;
Syahran, Ridwan
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10946
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah apakah perilaku adiksi handphone siswa sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik assertive training lebih rendah dibandingkan dengan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok teknik assertive training. Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan efektivitas layanan konseling kelompok teknik assertive training untuk mereduksi perilaku adiksi handphone siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket perilaku adiksi handphone siswa. Data penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan rumus wilcoxon sign rank test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan konseling kelompok teknik assertive training, siswa AT, WA, MK, dan AL memiliki perilaku adiksi handphone yang tinggi, siswa AV dan AF memiliki perilaku adiksi handphone yang sangat tinggi. Sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik assertive training, terjadi penurunan perilaku adiksi handphone yaitu siswa WA, MK, dan AL memiliki perilaku adiksi handphone yang rendah, siswa AV memiliki perilaku adiksi handphone yang sedang, siswa AT memiliki perilaku adiksi handphone yang tinggi dan siswa AF memiliki perilaku adiksi handphone yang sangat tinggi. Hasil analisis isnferensial menunjukkan bahwa perilaku adiksi handphone siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Palu sesudah mengikuti layanan konseling kelompok teknik assertive training lebih rendah dibandingkan sebelum mengikuti layanan konseling kelompok rasional emotif teknik assertive training
PENGARUH LAYANAN INFORMASI CARA PROMOSI PRODUK DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI JURUSAN PEMASARAN (PM1) SMK NEGERI 2 PALU
Aziz, Mutmainnah;
Munir, Abd;
Munifah, Munifah
Jurnal Konseling dan Psikoedukasi Volume 2, Number 2, December 2017
Publisher : Tadulako University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22487/jkp.v0i1.10949
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah layanan informasi cara promosi produk berpengaruh positif dalam meningkatkan kesiapan sales promotion siswa kelas XI Jurusan Pemasaran (PM1) SMKN 2 Palu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh layanan informasi cara promosi produk dalam meningkatkan kesiapan sales promotion siswa. Subjek penelitian ini berjumlah 22 siswa.Instrumen utama dalam penelitian ini adalah angket kesiapan sales promotion. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis menggunakan teknik statistik yaitu uji t (satu ekor) pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kesiapan sales promotion siswa sebelum mengikuti layanan informasi yaitu tidak ada siswa atau 0 % siswa yang memiliki kesiapan sales promotion sangat tinggi, 31,81% siswa memiliki kesiapan sales promotion tinggi, ada 54,54%siswa memiliki kesiapan sales promotion rendah dan 13,63% siswa yang memiliki kesiapan sales promotion sangat rendah. Sedangkan sesudah mengikuti layanan informasi cara promosi produk maka terjadi peningkatan yaitu 31,81% siswa memiliki kesiapan sales promotion sangat tinggi, 59,09% siswa memiliki kesiapan sales promotion tinggi, 9,09% siswa memiliki kesiapan sales promotion rendah dan 0% siswa yang memiliki kesiapan sales promotion sangat rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa pemberian layanan informasi cara promosi produk ada pengaruh positif dalam meningkatkan kesiapan sales promotion siswa kelas XI Jurusan Pemasaran (PM1) SMK Negeri 2 Palu