cover
Contact Name
Jaya Hardi
Contact Email
jr.hardi0803@gmail.com
Phone
+6281341314717
Journal Mail Official
kovalen.journal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Kimia Fakultas MIPA, Uniiversitas Tadulako Jl. Soekarno-Hatta Km. 9, Tondo Palu, 94117
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : 24775398     DOI : https://doi.org/10.22487/kovalen
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia is a peer-reviewed journal of chemistry published by the Tadulako University, Indonesia. This journal concern with publishing the original research articles, review articles, and the current issues related to chemistry. Publishing frequency 3 issues per year, in April, August, and December.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus" : 11 Documents clear
OPTIMASI KONDISI REAKSI UNTUK SINTESIS KARBOKSIMETIL SELULOSA (CMC) DARI BATANG JAGUNG (Zea mays L.) Nur'ain Nur'ain; Nurhaeni Nurhaeni; Ahmad Ridhay
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.077 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian Optimasi Kondisi Reaksi untuk Sintesis Karboksimetil Selulosa (CMC) dari Batang Jagung (Zea mays L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio natrium monokloroasetat : selulosa dan waktu reaksi terbaik dalam sintesis karboksimetil selulosa dari batang jagung sehingga diperoleh rendemen dan derajat subsitusi tertinggi. Variasi rasio yang digunakan adalah 4:5, 5:5, 6:5, 7:5, 8:5 dan 9:5 gram sedangkan waktu reaksi yang digunakan yaitu 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 jam. Kondisi optimum reaksi dalam sintesis karboksimetil selulosa dari batang jagung diperoleh pada penggunaan rasio 6:5 gram natrium monokloroasetat : selulosa dengan menggunakan 4 jam waktu reaksi. Karboksimetil selulosa yang dihasilkan pada penggunaan rasio terbaik memiliki rendemen sebesar 96,36% dan derajat substitusi yaitu 0,839. Sedangkan hasil karboksimetil selulosa pada waktu reaksi terbaik memiliki rendemen sebesar 91,95% dengan derajat subsitusi sebesar 0,785. Kata kunci: Batang jagung, Karboksimetil Selulosa, Derajat Substitusi
PENGGUNAAN ENZIM PROTEASE KASAR GETAH BIDURI UNTUK PRODUKSI CITA RASA IKAN TERI (Stolephorus heterolobus) Elfian Elfian; Mappiratu Mappiratu; Abd. Rahman Razak
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.702 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang “Penggunaan enzim protease kasar getah biduri untuk produksi cita rasa ikan teri (Stolephorus heterolobus)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi protease biduri dan waktu hidrolisis yang menghasilkan kadar air (kadar protein terlarut, kadar asam amino) tertinggi dan disukai panelis. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu :  Faktor (konsentrasi protease biduri) (A) terdiri atas 4 taraf meliputi: konsentrasi proteasae biduri 1,5 % (w/w) (A1) ; 2 % (w/w) (A2) ; 2,5 % (w/w) (A3) dan 3 %(w/w) (A4). Dan Faktor (lama hidrolisis) (B) terdiri atas 3 taraf meliputi : lama hidrolisis 0,5 jam (B1); 1 jam (B2); dan 1,5 jam (B3) Masing-masing kombinasi Perlakuan diulang 3 kali, sehingga setiap faktor terdapat 12 unit percobaaan. Kombinasi terbaik terdapat pada penggunaan 2,5 % protease kasar getah biduri dengan waktu hidrolisis 1,5 jam yang menghasilkan kadar air (kadar protein terlarut, kadar asam amino) tertinggi dan disukai panelis. Kata Kunci: Ikan teri, Enzim protease biduri, asam amino, organoleptik.
KAJIAN KAPASITAS ADSORPSI ARANG KULIT KOPI ROBUSTA TERAKTIVASI ZNCl2 TERHADAP ION Pb (II) Ayu Anggraini Puspitasari; Ni Ketut Sumarni; Musafira Musafira
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.744 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi arang aktif kulit kopi yang digunakan sebagai adsorben ion Pb (II) pada waktu kontak dan pH maksimum. Metodologi penelitian meliputi proses penyiapan bahan arang aktif, penyerapan dan pengujian. Preparasi arang aktif kulit kopi dilakukan dengan cara karbonisasi pada suhu 400oC selama 2 jam. Aktivasi arang dilakukan dengan larutan ZnCl2 10% selama 24 jam. Proses penyerapan dilakukan dengan variasi waktu kontak dan variasi pH. Waktu kontak yang terapkan yaitu 30, 60, 90, 120, dan 150 menit dan pada pH yaitu 2, 4, 6, 8, and 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya serap iod pada arang kulit kopi yang diaktivasi ZnCl2 10% sebesar 760,32 mg/g. Waktu maksimum penyerapan ion Pb (II) yang diperoleh pada waktu 90 menit yang dihasilkan sebesar 89,69%. Sedangkan pada pH maksimum penyerapan ion Pb (II) yaitu pada pH 4 dengan penyerapan sebesar 98,58%. Kapasitas adsorpsi yang diperoleh pada waktu dan pH maximum sebesar 4,48 mg/g dan 4,93 mg/g.Kata Kunci : Kapasitas adsorpsi, Kulit kopi, Pb2+.
EKSTRAKSI DAN UJI STABILITAS BETASIANIN DALAM EKSTRAK BUAH KAKTUS (Opuntia elatior Mill.) Patrisia Marcevin Rengku; Ahmad Ridhay; Prismawiryanti Prismawiryanti
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.793 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang ekstraksi dan uji stabilitas ekstrak buah kaktus (Opuntia elatior Mill.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pelarut (etanol; campuran etanol : air; dan air) terhadap kadar betasianin dalam ekstrak buah kaktus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi selama 72 jam pada semua variasi pelarut. Hasil terbaik dari perlakuan di atas kemudian dilakukan pengujian stabilitas betasianin terhadap cahaya dan pH. Pengujian stabilitas terhadap cahaya dilakukan dengan pemaparan betasianin ekstrak buah kaktus dibawah sinar matahari langsung selama 5 jam dengan variasi wadah penyimpan, yaitu botol cokelat dan botol bening. Analisis kadar betasianin dilakukan setiap 1 jam. Pengujian stabilitas betasianin terhadap pH dilakukan dengan cara penyimpanan sampel selama 72 jam dengan variasi pH 3, 4, 5, 6. 7 dan 8. Kadar betasianin tertinggi diperloleh menggunakan pelarut air yaitu sebesar 15,42 mg/100g. Betasianin tidak stabil terhadap paparan cahaya matahari dimana kadar betasianin berkurang sebanyak 47,35% pada botol cokelat dan 66,93% pada botol bening setelah 5 jam penyimpanan. Betasianin stabil pada kondisi pH 4, 5 dan 6 dengan penurunan kadar betasianin masing-masing sebesar 15,82%, 14,25% dan 15,71%. Kata Kunci : Buah Kaktus (Opuntia elatior Mill.), Ekstraksi, Stabilitas Betasianin
PENENTUAN WAKTU PARUH ENZIM AMILASE AMOBIL DARI KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus aureus) PADA PRODUKSI GLUKOSA DARI MALTODEKSTRIN Nur'ain Turah; Syaiful Bahri; Nurakhirawati Nurakhirawati
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.767 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan waktu paruh enzim amobil dari kecambah kacang hijau (Phaseolus aureus) untuk produksi glukosa dari maltodekstrin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio kecambah kacang hijau : air terbaik untuk proses isolasi enzim amilase, dan konsentrasi terbaik alginat untuk proses amobilisasi serta menentukan waktu paruh enzim amobil dalam menghidrolisis maltodekstrin menjadi glukosa. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 2 faktor yaitu rasio kecambah kacang hijau : air terdiri atas 5 taraf (1:1, 2:1, 3:1, 4:1, dan 5:1 (b/v)) dan konsentrasi alginat terdiri dari 5 taraf  (2%, 2,5%, 3%, 3,5%, dan 4%) yang masing-masing dilakukan secara duplo. Parameter yang diamati adalah kadar glukosa. Hasil penelitian menunjukkan rasio kecambah kacang hijau : air terbaik untuk produksi amilase kasar yang digunakan dalam produksi glukosa dari maltodekstrin adalah 3:1 (b/v) dengan kadar glukosa 3966,52 mg/L, konsentrasi alginat terbaik yang digunakan sebagai bahan pengamobil amilase kasar untuk produksi glukosa dari maltodekstrin adalah konsentrasi 3% dengan kadar glukosa 4686,54 mg/L, dan waktu paruh enzim amobil yang diperoleh adalah 444,34 menit.Kata Kunci : kecambah kacang hijau, alginat, amilase, maltodekstrin, glukosa.
OPTIMALISASI EKSTRAKSI PEKTIN DARI KULIT BUAH SUKUN (Artocarpus altilis) Budi Hermanto Madjaga; Nurhaeni Nurhaeni; Ruslan Ruslan
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.188 KB)

Abstract

Penelitian telah dilakukan tentang optimalisasi ekstraksi pektin dari kulit buah sukun (Artocarpus altilis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi asam sitrat, suhu dan waktu terbaik dalam menghasilkan ekstraksi pektin dengan rendemen tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 faktor yaitu konsentrasi asam sitrat terdiri atas 5 taraf (1, 3, 5, 7, dan 9%) ; Suhu ekstraksi terdiri atas 5 taraf (60-65, 70-75, 80-85, 90-95, dan 100-105oC), dan Waktu ekstraksi terdiri atas 6 taraf (60, 90, 120, 150, 180, dan 210 menit) yang masing-masing dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi asam sitrat terbaik diperoleh pada 7% dengan rendemen pektin 32,28%, suhu terbaik diperoleh pada 90-95oC dengan rendemen pektin 39,585%, dan waktu terbaik diperoleh pada 180 menit dengan rendemen pektin 49,075%. Hasil karakteristik terhadap pektin adalah kadar metoksil 8,091%, kadar galakturonat 89,76%, dan berat molekul 73.673,997 g/mol.Kata kunci: Ekstraksi, pektin, kulit sukun, metoksil, galakturonat.
PENGARUH PERBANDINGAN MOL ASAM STEARAT TERHADAP ETANOL DAN WAKTU REAKSI PADA SINTESIS ETIL STEARAT Ahmad Kamal; Nurhaeni Nurhaeni; Erwin Abdul Rahim
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.16 KB)

Abstract

Telah  dilakukan penelitian tentang pengaruh perbandingan mol dan waktu reaksi pada sintesis etil stearat menggunakan katalis asam sulfat pekat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rasio mol asam stearat/etanol dan waktu reaksi esterifikasi yang menghasilkan derajat esterifikasi yang tinggi. Variabel yang diamati yaitu rasio mol asam stearat/etanol (m/v) 1:4, 1:5, 1:6, 1:7, dan 1:8. Selanjutnya variasi waktu reaksi esterifikasi yaitu 3 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam, dan 7 jam. Hasil penelitian menunjukkan rasio mol asam stearat/etanol terbaik yaitu 1:8 dengan derajat esterifikasi 83,08%. Sedangkan waktu reaksi esterifikasi terbaik diperoleh pada waktu 5 jam dengan derajat esterifikasi 90,8%. Kata Kunci : Asam Stearat, Etil Stearat, Derajat Esterifikasi
KARAKTERISASI ENZIM KITINASE DARI ISOLAT BAKTERI TERMOFILIK B1211 ASAL AIR PANAS BORA Jaya Hardi; Ruslan Ruslan; Abd. Rahman Razak; Silva Silva
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.755 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi enzim kitinase dari bakteri termofilik asal sumber air panas Bora. Isolat bakteri B1211 digunakan pada produksi enzim kitinase pada media MSM cair yang diperkaya dengan konsentrasi koloidal kitin 1% pada suhu inkubasi 60oC selama 3 hari. Aktivitas enzim kitinase dianalisis berdasarkan standar N-asetil-D-glukosamin untuk kondisi suhu dan pH optimum, pengaruh substrat, dan pengaruh ion logam. Hasil penelitian menunjukkan enzim kitinase memiliki suhu optimum, pH optimum, dan konsentrasi substrat terbaik, masing-masing 600C, pH 7, dan 2%. Kinetika enzim kitinase memiliki Vmaks dan Km, yaitu 0,72 U/mL dan 0,01 mg/mL. Ion logam Hg2+, Zn2+, Al3+, dan Cu2+ berfungsi sebagai activator, sedangkan ion Li3+, Ca2+, dan K+ cenderung sebagai inhibitor terhadap enzim kitinase.Kata kunci: bakteri termofilik, isolat B1211, kitinase, karakterisasi
SINTESIS DAN SIFAT KOPOLIMER KRISTAL KIRAL METIL EUGENOL DAN EUGENOL Erwin Abdul Rahim; Fadhillah Fadhillah; Musafira Musafira
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.884 KB)

Abstract

Sintesis dan sifat kopolimer kristal kiral metil eugenol dan eugenol telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelarutan kopolimer dan pengaruh kristal kiral terhadap berat molekul kopolimer yang dihasilkan. Reaksi adisi, kopolimerisasi dan metode viskometri yang digunakan dalam penenlitian ini, untuk mengidentifikasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dan spektrofotometri UV-Vis. Berat molekul kopolimer sebelum pemurnian sebesar 78.595,91 g/mol dengan rendemen 92,24% yang berupa padatan berwarna merah keunguan dan setelah pemurnian diperoleh berat molekul sebesar 14.484,38g/mol dengan rendemen 62,24% berupa padatan berwarna kuning kecoklatan. Kopolimer yang diperoleh larut dalam etanol, kloroform, etilasetat, sedikit larut dalam n-heksan dan tidak larut dalam air. Hasil  spektrum UV-Vis yang melebar pada panjang gelombang 450-500 nm menunjukan bahwa senyawa yang dihasilkan berbentuk heliks. Kata Kunci : Kristal Kiral Metil Eugenol, Eugenol, Kopolimer, Polimer Heliks.
VARIASI WAKTU DAN CARA PENGOLAHANSEBELUM DIKONSUMSI TERHADAP PENURUNAN KANDUNGAN ASAM SIANIDA PADA VARIETAS REBUNG BAMBU AMPEL (Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl.) Ceria Arun Venagaya; Syariful Anam; Yonelian Yuyun
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 3 No. 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.29 KB)

Abstract

Rebung bambu ampel (Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl.) memiliki kandungan nutrisi, namun di samping itu juga rebung mengandung unsur anti nutrisi yang membahayakan kesehatan yaitu kandungan hidrogen sianida (HCN) sehingga dibutuhkan cara pengolahan yang benar agar kandungan sianida dapat dikurangi bahkan dapat dihilangkan sebelum dikonsumsi. Pada penelitian ini rebung diolah dengan cara perendaman dan air mengalir yang dilanjutkan dengan variasi waktu perebusan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penurunan kadar sianida terendah yaitu pada perendaman dan perebusan selama 5 menit sebesar 68 ppm sedangkan penurunan kadar sianida yang paling besar terjadi pada kombinasi perlakuan rebung yang dicuci dengan air mengalir dan perebusan selama 120 menit sebesar 656,33 ppm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa waktu perebusan mempengaruhi kadar sianida rebung, semakin lama waktu perebusan kadar sianida semakin menurun.Kata kunci : Sianida, Rebung, Bambu Ampel (Bambusa vulgaris Schrad. ex Wendl.)

Page 1 of 2 | Total Record : 11