cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Analisis Independent Inversion Gelombang Pp Dan Ps Dengan Menggunakan Inversi Post-Stack Untuk Mendapatkan Nilai Vp/Vs Gigih Prakoso W; Widya Utama; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.251 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1916

Abstract

Rasio Vp/Vs merupakan parameter yang sering kali digunakan dalam interpretasi bawah permukaan jika memiliki kondisi yang kompleks (terdapat medium yang tersaturasi fluida). Akibat yang ditimbulkan dari medium yang tersaturasi fluida adalah adanya struktur-struktur bawah permukan yang tidak dapat terbaca oleh data seismik (seismik PP) sehingga menimbulkan kesulitan pada saat proses interpretasi. Untuk menghasilkan gambaran seismik yang baik, maka perlu adanya data seismik yang mampu memetakan bawah permukaan lebih baik. Gelombang seismik terkonversi (seismik PS) dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Perbedaan antara gelombang seismik PP dan PS hanya terletak pada jenis gelombang yang dapat direkam oleh geophone. Jika seismik PP menggunakan source gelombang P dan merekam gelombang P, namun untuk seismik PS menggunakan source gelombang P dan merekam gelombang S. Dalam penelitian ini digunakan gelombang seismik PS dan PP untuk menghasilkan nilai Vp/Vs. Nilai Vp/Vs didapatkan dari proses inversi secara terpisah (independent inversion) antara gelombang PP dan PS. Hasil akhir yang didapatkan dari penelitian ini adalah berupa penampang Vp/Vs, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam mendeskripsikan litologi bawah permukaan. 
Seismik Fasies Modelling Pada Reservoar Gas Biogenik: Studi Kasus pada Lapangan “TG” Ismail Zaky Alfatih; Dwa Desa Warnana; Priatin Hadi Wijaya
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2913.044 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i1.2958

Abstract

Gas Biogenik merupakan gas dangkal yang terbentuk pada ekosistem lautan dangkal. Lapangan “TG” diketahui memiliki reservoir yang berisi fluida berupa gas biogenik yang terdapat pada reservoir limestone globigerina. Maka dari itu, perlu dilakukan seismik fasies modelling pada reservoir tersebut untuk mengetahui persebaran lateral dari properti dan fasiesnya. Metode yang digunakan ialah penggabungan dua kontrol, yaitu vertikal dan horizontal agar didapat persebaran lateral dari fasies tersebut. Kontrol vertikal berupa analisa data well untuk mengetahui jenis batuan yang ada dan melakukan pengklasifikasian berdasarkan log sonic dan densitas. Kontrol horizontal berupa grid model seismik dan seismik atribut Instantaneous Frequency. Kemudian dilakukan crossplot antara kedua kontrol tersebut sehingga didapat nilai error 0.153695 dan nilai cross-correlation sebesar -0.12558. Lalu dilakukan modeling menggunakan grid model dengan parameter seismik atribut tersebut dan pengelompokan fasies dari data well sehingga didapat bentukan body geologi 3D antiklin dari reservoir karbonat dan didapat persebaran lateral porositas, densitas dan gelombang-p serta persebaran empat jenis pengelompokan fasies limestone globigerina.
Analisis Inversi 2D Metode Occam Untuk Memodelkan Resistivitas Bawah Permukaan Data Magnetotellurik Satrio Budiraharjo; Widya Utama; Dwa Desa Warnana; Arif Darmawan
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1381.528 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i1.2950

Abstract

Program pengolahan data metode Magnetotellurik dikalangan mahasiswa, khususnya inversi2D sangat jarang ditemukan. Pemodelan struktur resistivitas bawah permukaan menggunakan dataMagnetotellurik umumnya saat ini menggunakan inversi 1D yang kemudian dilakukan pseudo-sectionterhadap resistivitas vertikal untuk menampilkan model dalam bentuk 2D. Untuk medium 2D solusipemodelannya menjadi lebih kompleks, dikarenakan parameter resistivitas tidak hanya bervariasiterhadap kedalaman namun juga dalam dimensi lateral. Program TGMT2D yang dibuat, menggunakanmetode inversi Occam yang ditest dengan model sintetik hasil forward modelling, dengan resistivitaslapisan pertama 50 ohm.m, lapisan kedua 1ohm.m, lapisan ketiga 100 ohm.m dan lapisan keempat 500ohm.m. Dari hasil inversi yang dilakukan didapatkan hasil yang mirip antara struktur resistivitas bawahpermukkan dengan model sintetik hingga kedalaman 4000m dari total kedalaman 6000m, dengan nilairesistivitas lapisan pertama 32-79 ohm.m, lapisan kedua 1.2-3.9 ohm.m, lapisan ketiga 2.5-79Ohm.m,dan lapisan keempat dengan 32-200 ohm.m.
Application Of Microseismic Monitoring In Underground Block Caving Mine Septian Prahastudhi; Achmad Muttaqi; Eric Sitorus; Erwin Riyanto; Farid Gumilang
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.483 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i1.3741

Abstract

Induced mine activities could make impact to the rock’s stability. Block cave mine has some area where development of the progressing cave line and heading are disturbing and having risk to harm people working in the surrounding area. Rock mass in massive solid rock generates movement in order acting the stress that applied in the environment. Local movement in the mine where it’s caused by blasting – artificial source or passively occurs when the rock finds its stability is generating acoustic P and S waves. Microseismic monitoring system has been applied in the active mine area to ensure a safety production. This paper describes an application of real time microseismic monitoring system in underground mine operation to support a safety production.
Efek Patahan Watukosek Pada Geomorfologi Kali Porong dengan Metode Tahanan Jenis 2-D Alif Prabawa Arwananda; Wien Lestari; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Alwi Husein
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.177 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2098

Abstract

Salah satu penyebab munculnya semburan lumpur Sidoarjo yang masih diperdebatkan hingga saat ini yaitu mengenai reaktivasi patahan watukosek. Studi yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan adanya manifestasi di permukaan akibat patahan Watukosek, contohnya pembelokan geomorfologi Kali Porong. Penelitian dengan menggunakan metode tahanan jenis 2-D dilakukan untuk memetakan patahan yang berada di daerah Kali Porong. Lintasan yang digunakan memiliki bentangan 400m hingga 1100m dengan arah Barat – Timur. Total panjang bentangan mencapai ±3,210m dari 4 lintasan dan kedalaman maksimum hingga ±200m. Data pengukuran di inversi menggunakan RES2DINV dan dipetakan dengan menggunakan ZondRes2D.
Aplikasi Geolistrik 2D Untuk Identifikasi Bidang Gelincir Studi Kasus Daerah Lereng Nglajo, Cepu Rizal Taufiqurrohman; Diptya Mas Nugraha; Ayi Syaeful Bahri
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1843.335 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i3.3213

Abstract

Lereng Nglajo, Cepu, terletak ketinggian 67-68 mdpl. Menurut pengamatan warga, kondisi aspal jalan pada daerah penelitian selalu diperbaiki setiap tahun. Jalan ini berseberangan dengan lereng pada bagian barat. Tidak hanya itu, kondisi pagar rumah sebelah timur jalan juga mengalami perubahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa dalam bidang gelincir dan jenis longsorannya. Bentuk slidding akan ditampilkan secara 2D dan 3D sehingga dapat dibedakan mana batuan dasar dan batuan lepas/rombakan. Metode yang digunakan berupa metode geolistrik konfigurasi wenner dengan panjang lintasan bagian utara selatan adalah 100 m dan bagian barat timur adalah 82,5 m.  Hasil dari pengolahan data akan menunjukkan model topografi, model bidang gelincir yang diinterpretasikan dengan kondisi daerah dan geologi regional setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi longsor jenis rayapan (Creep) dan nilai resistivitas untuk lempung rombakan adalah < 2 ohm-m dan lempung kompak >2 ohm-m sehingga dapat diketahui kedalaman bidang gelincir dari permukaan yaitu 1 hingga 5,8 m. Hasil penelitian tersebut dapat menjadi pendugaan sementara untuk perencanaan pembangunan lebih lanjut pada daerah Lereng Nglajo
Karakterisasi Parameter Fisik Batuan Vulkanik Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur Yulia Nur Fajrina
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.668 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1922

Abstract

Sebuah kawasan yang memiliki aktivitas vulkanik, mempunyai potensi sumber daya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi panas bumi hingga cadangan hidrokarbon. Namun eksplorasi untuk lingkungan vulkanik masih menjadi tantangan terutama untuk metode seismik.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkarakterisasi fisik dan analisa hubungan antara parameter densitas, kecepatan Vp, atenuasi, dan resistivitas pada batuan vulkanik studi kasus Gunung Arjuno-Welirang. Penelitian  diawali dengan pengambilan sampel di lapangan dan pembuatan coring batuan sehingga didapatkan 45 coring batuan, dari 16 sampel batuan, yang mewakili 6 satuan batuan. Kemudian dilakukan pengukuran parameter resistivitas dengan metode konfigurasi axial resistivity, pengukuran densitas dengan prinsip Archimedes, dan pengukuran kecepatan Vp serta atenuasi dengan transmisi gelombang ultrasonik. Maka didapatkan hasil rentang parameter densitas batuan vulkanik Arjuno-Welirang berkisar antar 2400 – 2900 kg/m3, sedangkan rentang resistivitas bervariasi dari 30-185 kOhm.m. Kemudian rentang nilai kecepatan Vp bervariasi dari 5100-6700 m/s, dengan  koefisien atenuasinya memiliki rentang  0.05–0.23x10-3dB/m, dimana nilai densitas akan berbanding lurus dengan kecepatan Vp, dan nilai resistivitas akan berbanding terbalik dengan densitas-kecepatan Vp. Berdasarkan perbedaan trend dan sebaran data pada crossplot, maka batuan vulkanik sampel dapat dikelompokkan 3 kategori produk batuan vulkanik, yakni produk kategori lava, piroklastik, dan lava vesikular. Berdasarkan analisa petrolog, batuan vulkanik Arjuno-Welirang memiliki tipe intermediate-mafik dengan nama batuan dominasi andesit-basaltik dan basalt. Diharapkan karakterisasi ini dapat menjadi referensi untuk memodelkan bawah permukaan dan membantu metode eksplorasi geofisika di lingkungan vulkanik.
Deteksi Persebaran Air Lindi Menggunakan Inversi VLF-EM Studi Kasus TPA Ngipik Khairul Yadi; Dwa Desa Warnana; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Nila Sutra; Ria Asih A. Soemitro
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.298 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2964

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik menggunakan sistem Openg Dumping, sehingga dengan sistem ini akan menyebabkan pencemaran lingkungan salah satunya melalui air lindi yang dihasilkan dari sampah. Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi air lindi menggunakan metode Inversi VLF-EM. Dari hasil pengolahan data VLF menggunakan inversi diperoleh nilai resistivitas daerah yang teridentifikasi adanya air lindi berkisar 1.6-2.5 yang sudah tersebar hingga kedalaman 15 m. Hal ini mengidentifikasikan bahwa air lindi sudah tersebar di Area TPA Ngipik
Kerentanan Pesisir Terhadap Bencana Tanah Longsor Di Bungus, Sumatera Barat Dan Sekitarnya Menggunakan Metode Storie Wisnu Arya Gemilang; Semeidi Husrin; Ulung Jantama Wisha; Gunardi Kusumah
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.434 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i1.2954

Abstract

Daerah Teluk Bungus dan sekitarnya secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Bungus - Teluk Kabung terletak pada bagian Selatan Kota Padang – Sumatera Barat merupakan salah satu kawasan yang masuk dalam zona potensi terjadi gerakan tanah tinggi hingga menengah. Tulisan ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tingkat kerentanan daerah rawan gerakan tanah daerah pesisir Teluk Bungus menggunakan metode Storie (Storie, 1978 ; Sitorus, 1995) berdasarkan karakteristik fisik berupa tataguna lahan, kelerengan, geologi dan curah hujan setempat. Klasifikasi tingkat kerentanan gerakan tanah menggunakan metode Storie di kawasan Bungus dan sekitarnya dan menghasilkan lima tingkat kerentanan gerakan tanah, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Secara umum klasifikasi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi longsor memang berada pada daerah dengan tingkat kerentanan gerakan tanah sedang hingga rendah. Kerentanan gerakan tanah di daerah penelitian dipengaruhi oleh kemiringan lereng dan litologi atau jenis tanah, serta curah hujan sebagai faktor pemicu terjadinya gerakan tanah.
Identifikasi Letak dan Kedalaman Cracks pada Bidang Longsor Menggunakan Metode Resistivitas 2D Konfigurasi Wenner-Schlumberger Studi Kasus Kecamatan Selorejo, Blitar Widya Utama; Juan Pandu Gya Nur Rochman; Arin Dwi Agustin
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.208 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2104

Abstract

Bencana tanah longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama pada daerah yang memiliki kelerengan yang cukup curam. Berdasarkan peta gerakan tanah Kabupaten Blitar yang dikeluarkan oleh Kementrian ESDM  pada bulan Oktober 2016, kawasan penelitian yang berada di Kecamatan Selorejo memiliki potensi gerakan tanah menengah. Salah satu faktor yamg mempengaruhi kestabilan lereng adalah adanya cracks yang terbentuk di bawah permukaan. Ketika cracks dalam lereng terinfiltrasi oleh air hujan, maka akan menjadi proses water prressure built up pada lereng yang menyebabkan lereng tidak stabil. Salah satu metode geofisika yang dapat mendeteksi keberadaan cracks adalah metode geolistrik. Dengan metode ini akan diketahui daerah yang memiliki kandungan air tinggi yang ditunjukkan dengan nilai resistivitas yang rendah. Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran tentang perilaku cracks pada lereng ketika sebelum dan sesudah hujan. Setelah dilakukan pengukuran terhadap 6 lintasan, didapatkan hasil bahwa cracks memiliki rentang nilai resistivitas sekitar 0.1 – 30 Ωm dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Page 6 of 20 | Total Record : 200