cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Pengolahan Dan Interpretasi Data Log FMI (Fullbore Formation Microimager) Untuk Analisa Rekahan Paul Chemistra; Pegri Aripin; Fuadur K; Ayi Syaeful Bahri; Amien Widodo; Firman Syaifuddin; widya utama; Jaka Rahadiansyah
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.236 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i1.3737

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang menentukan workflow pengolahan dan interpretasi data image log FMI (Fulbore Formation MicroImager) menggunakan Geolog 7.4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap-tahap yang dilakukan dalam melakukan pengolahan data image beserta interpretasi tentang analisa rekahan. Berdasarkan analisa rekahan yang dilakukan menggunakan prinsip sifat resistivitas dan konduktivitas pada gambar data log FMI ditemukan bahwa pada sumur PC-1 terdapat 27 conductive fracture dan 39 resistive fracture sedangkan pada sumur PC-2 terdapat 40 conductive fracture dan 29 resistive fracture. Pada sumur PC-1 memiliki orientasi strike dari conductive fracture berarah NNW-SSE, sedangkan orientasi strike dari resistive fracture dominan berarah NNW-SSE. Pada sumur PC-2 memiliki orientasi strike dari conductive fracture yang dominan berarah WNW-ESE, sedangkan orientasi strike dari resistive fracture yang dominan WSW-ENE.
Penerapan Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM) Untuk Mendeteksi Rekahan Pada Daerah Tanggulangin, Sidoarjo Muhammad Shafran Shofyan; Anik Hilyah; Juan Pandu Gya Nur Rochman
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.144 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1927

Abstract

Pengeboran sumur gas baru milik PT Lapindo Brantas yang berada di Tanggulangin, Sidoarjo dinilai memiliki risiko yang tinggi. Hal ini berdasarkan kondisi geologi dan pergerakan lempeng tektonik, dimana daerah Sidoarjo sangat rentan terhadap terjadinya erupsi lumpur panas. Selain itu, peristiwa meluapnya lumpur panas di Porong, Sidoarjo menyebabkan tanah di sekitar Sidoarjo memiliki banyak rekahan, yang berpotensi dapat memperluas daerah semburan lumpur panas. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Metode Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM) Untuk Mendeteksi Rekahan Pada Daerah Tanggulangin, Sidoarjo” yang bertujuan untuk mendeteksi rekahan yang berada di daerah pengeboran sumur gas baru PT Lapindo di Tanggulangin, Sidoarjo. Metode VLF-EM digunakan karena metode ini efektif untuk melakukan pemetaan kondisi bawah permukaan seperti rekahan dan patahan dengan penetrasi kedalaman sekitar 50 meter. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, diketahui bahwa daerah pengeboran sumur gas baru milik Lapindo terdapat banyak sekali rekahan-rekahan yang memiliki arah Barat Daya-Timur Laut. Dengan banyaknya rekahan ini, pengeboran sumur gas baru milik PT Lapindo sangat berisiko karena dapat menyebabkan penurunan tanah di daerah sekitar dan dikhawatirkan dapat memperluas semburan lumpur panas pada daerah tersebut.
Magnetic Modelling to Predict Volume of Basin as A Preliminary Study in North Cirebon Fuad Aulia Bahri; Muhammad Arif Budiman
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.532 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2969

Abstract

Salah satu metode eksplorasi hidrokarbon adalah metode magnetik. Metode magnetik berguna untuk mengetahui nilai anomaly magnetik batuan di bawah permukaan. Nilai magnetik yang digunakan adalah nilai magnetik yang disertai dengan nilai IGRF sehingga memiliki nilai anomaly magnetik yang dihasilkan oleh cekungan. Nilai anomaly magnetik rendah mengindikasikan terdapatnya cekungan dengan kisaran nilai 44.800 nt – 44.400 nt. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisa suatu cekungan serta mampu memprediksi besar volume basin berdasarkan peta anomaly magnetik. Metode penelitian ini dengan cara melakukan slicing 8 line pada peta anomaly magnetik sintetik yang diindikasikan sebagai cekungan. Hasil slicing diolah secara forward modelling pada software MAG2DC. Didapatkan nilai parameter berupa nilai bearing, pusat bodi, lebar maksimum, kedalaman, serta nilai susceptibilitas cekungan (-0,02). Lakukan semua pekerjaan hingga semua line. Data data yang didapat kemudian di integrasikan dalam Software AutoMAX3D / AutoCad3D. Kemudian dilakukan analisis cross section dari setiap line. Didapatkan bentuk cekungan secara 3D yang memiliki volume sebesar 0.146 triliar meter kubik.
Analisis Perbandingan Antara Respon Seismik Sintetik Pp Dan Ps Berdasarkan Pemodelan Substitusi Fluida Pada Sumur Nova Linzai; Firman Syaifuddin; Amin Widodo
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.382 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i2.1917

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk menganalisa perbandingan sintetik PP dan PS berdasarkan pemodelan sumur. Penelitian ini mencakup pemodelan data sumur dan pembuatan seismik sintetik gather PP dan PS. Pemodelan data sumur yang dilakukan adalah pemodelan substitusi fluida (100% air, minyak dan gas) dengan teori Gassman dan proses editing log. Pembuatan seismik sintetik gather PP dan PS berdasarkan prinsip gelombang elastik dengan memanfaatkan komponen vertikal dan horizontal. Pemodelan sintetik ke depan menggunakan prinsip ray tracing dengan jumlah offset 101 dengan range offset 0-4000m. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil dari substitusi fluida sangat mempengaruhi kecepatan gelombang P dan densitas, sedangkan perubahan terhadap kecepatan gelombang S tidak terlalu signifikan. Reservoir merupakan sand gas sehingga nilai kecepatan gelombang P ketika disubstitusi gas lebih besar daripada minyak. Hasil dari sintetik gather PP dan PS adalah perbedaan time position. Efek substitusi fluida (fluida pengisi pori batuan) terhadap respon seismik berupa time delay (efek gas) akibat adanya penurunan kecepatan gelombang P.  
Analisa Struktur Regional Penyebab Gempa dan Tsunami Berdasarkan Anomali Gravitasi dan Dinamika Lempeng Nur Rochman Muhammad; Wien Lestari; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3583.392 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i2.2960

Abstract

Peristiwa gempa bumi dan Tsunami merupakan bencana yang tidak bisa dihindari oleh masyarakat Indonesia sebagai negara yang terletak pada jalur tektonik aktif dunia. Akibat adanya pertemuan lempeng Indo-Australia pada daerah bagian Selatan Indonesia, menyebabkan kawasan ini memiliki nilai seismitas yang cukup tinggi. Salah satu kawasan yang sering terjadi peristiwa gempa dan Tsunami yaitu berada di jalur subduksi Sunda. Pada kawasan ini, terjadi beda densitas subduksi antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera akibat adanya perbedaan gaya kompresi pada kedua kawasan tersebut. Perbedaan densitas subduksi diketahui dari inversi data anomali gravitasi pada jalur subduksi Sunda untuk mengintepretasikan struktur regional pada area yang pernah terjadi gempa besar yang menyebabkan Tsunami. Setelah dilakukan inversi 2D terhadap data gravity pada tujuh lintasan yang searah dengan arah subduksi di jalur Sunda, dimana line 4 di daerah Jawa dan line 5 sampai 7 di daerah Sumatera. Didapatkan  beda densitas pada line 1 sebesar -0.24 ~ -0.26 g/cm3; line 2 sebesar -0.25 ~ -0.5 g/cm3 ; line 3 sebesar -0.3 ~ -0.5 g/cm3 ; line 4 sebesar -0.19 ~ -0.24 g/cm3 ; line 5 sebesar -0.3 ~ -0.55 g/cm3 ; line 6 sebesar -0.1 ~ -0.26 g/cm3 dan line 7 sebesar -0.05 ~ -0.2 g/cm3. Berdasarkan beda densitas ini, diketahui bahwa daerah Jawa memiliki beda densitas lebih besar karena laju subduksi lebih tinggi dibandingkan daerah Sumatera.
Citra Satelit Landsat 8 + Tris Sebagai Tinjauan Awal Dari Manifestasi Panas Bumi Di Wilayah Gunung Argopura Moh Sing Purwanto; Alif Bashri; Mochammad Harto; Yuri Syahwirawan
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.685 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i1.2951

Abstract

unung Argopura merupakan daerah yang berpotensi sebagai sumber daya panas bumi di jawa timur.Dapat dibuktikan dengan adanya manifestasi panas bumi disekitar kawasan gunung argopuro yakni sumber air panasdi daerah Tiris berada diantara gunung lemongan dan argopura. Pada makalah ini terdapat analisa manifestasi panasbumi menggunakan pengolahan data – data citra satelit LandSat 8 TRIS. Citra Satelit yang diperoleh berupa kawasanregional gunung argopuro dengan deretan gunung lainnya di jawa timur. Setelah didapatkan data citra tersebutkemudian dilakukan koreksi radiometric dan selanjutnya di komposit band data data spasialnya meliputi band 5, 6, 7dengan tujuan diperoleh false color. Hasil Interpretasinya berupa adanya manifestasi panas bumi di kawasan regionalgunung argopuro meliputi sumber air panas dan fummarol di dekat patahan pada gunung argopuro yang diperolehdari pengolahan data citra tersebut. Dengan demikian hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk keperluan kajianstudi manifestasi panas bumi regional gunung Argopuro.
Eksplorasi Geomagnetik untuk Penentuan Keberadaan Pipa Air di Bawah Permukaan Bumi Widya Utama; Dwa Desa Warnana; Syaeful Bahri; Anik Hilyah
Jurnal Geosaintek Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.872 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v2i3.2099

Abstract

Dalam penerapannya, metode geomagnetik dipakai untuk memetakan struktur perlapisan di bawah permukaan atau deposit mineral logam yang bersifat feromagnetik. Metode ini tergolong pasif karena menggunakan medan magnet bumi sebagai sumbernya. Dalam penelitian ini, telah dilakukan pengukuran medan magnetik bumi untuk mengetahui keberadaan pipa air (hidrant) yang tertanam di bawah permukaan tanah, di taman BAAK kampus ITS.  Pengukuran medan magnetik bumi  dilakukan dalam bentuk jejaring titik ukur dengan lintasan sejumlah 10 dan jarak antar titik ukur adalah 5 m. Pada saat dilakukan pengukuran, terdapat lalu lalang beberapa kendaraan bermotor yang tidak bisa dihindari. Pengukuran medan magnetik dilakukan dengan menggunakan proton magnetometer. Sebagai titik referensi, dipilih sebuah titik Base Station (BS) yang bebas dari pengaruh benda logam. Data medan magnet terukur harus dikoreksi untuk memperoleh nilai anomali medan magnetik. Nilai anomali tersebut berasosiasi dengan keberadaan benda target eksplorasi geomagnetik. Koreksi yang dilakukan adalah koreksi diurnal (yang  mengacu ke titik BS) dan koreksi standar IGRF (sebagai acuan, yaitu nilai medan magnet bumi normal).  Peta kontur medan magnetik anomali diperoleh dengan software Surfer. Filtering dengan low pass filter dilakukan untuk menihilkan pengaruh magnetik yang ditimbulkan oleh lalu lintas kendaraan bermotor yang lewat selama masa pengukuran. Peta kontur tersebut diolah lebih lanjut dengan software Magpick dan Mag2DC  untuk mempertegas keberadaan benda penyebab anomali magnetik. Berdasarkan hasil perhitungan model anomali, dapat diperoleh distribusi nilai suseptibilitas magnetik.  Dengan demikian, dapat ditentukan secara kualitatif keberadaan benda anomali berdasarkan perbedaan nilai suseptibilitas di bawah permukaan tanah. Untuk pembangunan infrastruktur, metode geomagnetik dipakai sebagai langkah awal untuk memahami kondisi dan struktur pelapisan bawah tanah, serta dapat memberi arti efisiensi dalam perencanaan pekerjaan pembangunan infrastruktur.
Pemetaan Daerah Rawan Longsor Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Studi Kasus Kabupaten Bondowoso Moch. Fauzan Dwi Harto; Adhitama Rachman; Putri Rida L; Maulidah Aisyah; Haris Purna W; Nathasya Abigail; Fadlillah Nur R; Widya Utama
Jurnal Geosaintek Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.249 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v3i3.3214

Abstract

Kabupaten Bondowoso merupakan daerah yang berpotensi terjadi bencana tanah longsor. karena memiliki kemiringan lereng curam (> 25%) dengan jenis tanah dominan adalah andosol yang memiliki sifat peka erosi dan curah hujan tahun 2013 lebih dari 1500 mm. Pemetaan menggunakan tujuh parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, tata guna lahan, geologi, kedalaman solum, tekstur tanah, permeabilitas tanah.dan masing-masing memiliki skor dan bobot kemudian dilakukan overlay sehingga menghasilkan peta sebaran daerah rawan longsor. Pengerjaan analisis dengan SIG dalam pemetaan zona kerentanan gerakan tanah secara tidak langsung, dilakukan dengan menggunakan software Arcview. Software ini digunakan untuk menghitung persentase kemiringan lereng, dan menghitung dan mengevaluasi unit, klas atau tipe mana dari setiap individu peta yang penting (berpengaruh) terhadap kejadian gerakan tanah. Hasil Penelitian didapatkan daerah yang sangat rawan terkena longsor yaitu telogosari, wringin, tegalampel, pakem, dan maesan.
Identifikasi Hidrogeologi Situs Candi Dan Petirtaan Jolotundo Menggunakan Inversi Metode VLF-EM Putra Sukandar, Eka Cahya; Widodo, Amien; Warnana, Dwa Desa
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.564 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i2.4294

Abstract

Situs sejarah dan budaya menjadi salah satu peninggalan penting yang perlu dijaga, termasuk di dalamnya situs petirtaan Jolotundo yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto. Pengetahuan akan sistem hidrogeologi akan membantu melestarikan dan menjaga suplai air di situs petirtaan. Metode Very Low Frequency - Electromagnetic(VLF-EM) dipilih untuk memetakan sistem hidrogeologi dan aliran air di wilayah tersebut. Metode ini dipilih karena dapat memetakan wilayah yang jenuh air dengan memanfaatkan nilai resistivitas dari material di wilayah pengukuran. Jumlah lintasan yang diambil sebanyak 6 lintasan dengan spasi yang digunakan bervariasi yakni sepanjang 1 meter, 1,5 meter, serta 5 meter. Nilai resistivitas target sebesar 0-10 Ohm.meter yang merupakan rentang resistivitas dari air. Terdapat anomali yang diidentifikasi sebagai aliran air yang teridentifikasi pada lintasan 2, 3, 4, dan 5. Adapun aliran air tersebut terbentuk dari akuifer dengan tipe akuifer tertekan. Batuan penyusun sistem hidrogeologi daerah penelitian terdiri atas batuan tuff, aglomerat, serta breksi gunung api. Batuan aglomerat berfungsi sebagai batuan penyusun akuifer dari sistem hidrogeologi, sedangkan batuan tuf berfungsi sebagai batuan pembatas, yang menjebak air sehingga tidak keluar dari akuifer. Interpretasi pada penampang hasil pengolahan menunjukkan adanya 2 jalur aliran air dimana aliran pertama berada sejalajr dengan lintasan pertama sementara aliran kedua berada di sebelah timur laut dari aliran pertama. Keadalaman dari kedua aliran tersebut berturut-turut yakni sedalam 20 meter serta 6 meter. Adapun arah kedua aliran tersebut yakni barat laut-tenggara dimana aliran yang ke dua merupakan aliran yang diindikasikan menyuplai air di situs petirtaan Jolotundo. Dugaan ini dikuatkan dengan posisi situs yang berada tepat di bawah aliran ke dua.
Pemodelan 3D Kecepatan Gelombang P Dengan Metode Double Difference Dan Tomografi Travel Time Untuk Identifikasi Patahan (Studi Kasus Patahan Palu- Koro) Aji Darma Maulana; Danang Aji Prasetyo
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.617 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i2.4295

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah rawan bencana gempabumi di Indonesia. Sumber gempabumi berasal dari patahan aktif di daratan Sulawesi Tengah, salah satunya adalah Patahan Palu-Koro. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan model 3D kecepatan gelombang P dan untuk mengidentifikasi zona patahan di daerah penelitian menggunakan metode double difference dan tomografi travel time dengan memanfaatkan data gempabumi lokal. Hasil relokasi hiposenter dengan metode double difference menggunakan program hypoDD adalah irisan penampang vertikal yang melewati patahan Palu-Koro menunjukkan kedalaman patahan tersebut berkisar 3–27 km. Metode Coupled Velocity Hypocenter menggunakan program Velest 3.3 dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model 1D kecepatan gelombang P. Model 1D kecepatan gelombang P yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah nilai kecepatan antara 3.28 km/s hingga 9.07 km/s pada rentang kedalaman 0 – 36 km. Model 3D kecepatan gelombang P menunjukkan nilai kecepatan antara 5 km/s hingga 9 km/s pada area yang dilewati ray tracing. Relokasi hiposenter dengan metode double difference memiliki kecenderungan berkumpul membentuk cluster yang dapat diindikasikan patahan berada di sekitar cluster. Model 1D kecepatan gelombang P diperoleh mengalami peningkatan nilai pada beberapa lapisan. Model 3D kecepatan gelombang P menunjukkan ray tracing melewati jalur tercepat dan memiliki high velocity yang berasosiasi dengan batuan magmatik di sekitar patahan Palu-Koro

Page 7 of 20 | Total Record : 200