cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal GEOSAINTEK adalah jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) ITS dan Departemen Teknik Geofisika ITS. Terbit pada bulan Januari-April, Mei-Agustus, dan Septermber-Desember pada setip tahunnya. Jurnal Goeaintek mempublikasi dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian. Terbuka bagi peneliti, praktisi, serta akademisi dari berbagai lembaga.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Aplikasi Metode Multichannel Analysis Of Surface Wave (MASW) Sebagai Evaluasi Tapak Lokal Surabaya Alfaridzi Meifano; Bondan Novanis Punto Aji
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.287 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i2.4296

Abstract

Keberadaan sesar aktif baribis-kendeng fold-thrust zone di Surabaya dapat berisiko menyebabkan adanya potensi gempa bumi. Mayoritas wilayahnya merupakan endapan aluvium. Tingkat kerusakan dan bahaya gempabumi sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi lokal. Beberapa kasus gempabumi yang telah terjadi menunjukkan bahwa kerusakan lebih parah terjadi pada dataran alluvial dibandingkan dengan daerah perbukitan. Oleh sebab itu, diperlukan evaluasi tapak lokal yang merupakan upaya pengurangan risiko bencana dengan menganalisis seluruh potensi bahaya pada suatu daerah secara lengkap. Evaluasi tapak lokal dilakukan dengan mengukur parameter dinamis tanah yang merupakan respon tanah terhadap gempa bumi yaitu kecepatan gelombang geser (Vs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemodelan nilai Vs serta kondisi tapak lokal Surabaya. Penelitian dilakukan di 45 titik di surabaya dengan metode multichannel analysis of surface wave karena ketepatan dan resolusi yang tinggi pada struktur dekat permukaan. Penelitian ini menggunakan 24 geophone yang disusun memanjang dengan jarak 4 m dan jarak offset 5 m. Akuisisi dilakukan dengan 5 kali shot dan dilakukan dengan durasi stacking count 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Vs30 Surabaya sebesar 176 m/s – 294 m/s merupakan kategori kelas C dan D berdasarkan Eurocode8. Sebaran hasil pemodelan nilai Vs yang rendah yaitu 100-200 m/s mengalami penebalan dari arah Barat menuju ke Utara dan dari arah Timur ke Selatan menujukkan nilai Vs yang rendah pada kedalaman 0-30 m. Beradasarkan hasil pengolahan dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas daerah Surabaya khususnya daerah Utara lebih berisiko terhadap efek gempa bumi.
Aplikasi Metode Seismik Refraksi Untuk Lintasan Terowongan Studi Kasus Wilayah “SMBR” Lutfi Zakariah; Dwa Desa Warnana; Amien Widodo; Nefrizal Nefrizal
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.727 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i2.4292

Abstract

Metode seismik refraksi telah banyak digunakan untuk rekayasa bawah permukaan dalam mengidentifikasi struktur dan stratigrafi dengan memanfaatkan perbedaan elastic properties pada batuan. Pada penelitian seismik refraksi diterapkan untuk analisa bawah permukaan dalam penentuan jalur terowongan. Terowongan yang direncanakan melewati perbukitan di wilayah SMBR sangat penuh dengan resiko geologi seperti adanya struktur dan zona weathering layer. Panjang lintasan akuisisi ini sepanjang 1800 m dengan 38 titik tembak. Dari hasil pengolahan data diperoleh 3 buah lapisan, Lapisan pertama adalah soil atau tanah residual dengan rentang velocity 300-1200 m/s, pada lapisan kedua terdapat sandstone dengan rentang nilai velocity 1800 – 3100 m/s dan pada lapisan ketiga terdapat lapisan siltstone dengan rentang 2400-4400 m/s. Selain itu terdapat struktur berupa patahan pada meter ke -1105. Berdasarkan data bor sampai kedalaman 50 m dominan terdapat sandstone sehingga sering terjadi lose. Dengan mengetahui kondisi bawah permukaan diharapkan proses konstruksi menjadi lebih efektif dan menurunkan risiko kecelakaan kerja.
Perhitungan Volume Stockpile Menggunakan Metode Cut And Fill Sebagai Upaya Penyelamatan Aset di Kabupaten Semarang Sachrul Iswahyudi; Muhamad Afirudin Pamungkas; Huzaely Latief Sunan; Maulana Rizki Aditama
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.152 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i2.4297

Abstract

Batubara merupakan sumber energi paling melimpah yang dimiliki Indonesia. Menyadari fenomena tersebut, pemerintah mencanangkan program peralihan sumber energi dari minyak bumi menjadi batubara untuk dapat dimanfaatkan oleh sektor industri sebagai upaya penghematan penggunaan BBM. Proses pengolahan batubara diawali dari penambangan pada pit kemudian penimbunan di stockpile.Lokasi stockpile salah satunya berada di pesisir utara Kabupaten Semarang. Berada di salah satu area yang rawan terhadap kenaikan permuakaan air laut, membuat stockpile  menjadi tenggelam ketika air laut pasang. Oleh karena itu sebagai upaya penyelamatan dari hilangnya status hak terhadap stockpile tersebut, kegiatan penimbunan perlu dilakukan. Metode penimbunan yang dilakukan adalah pemetaan volume  galian/timbunan (Cut/Fill). Perhitungan volume timbunan didasarkan   dari  pengukuran beda tinggi   pada  spotheight  di area penelitian dengan metode grid volumes. Perhitungan volume timbunan pada penelitian ini dilakukan dengan dua alternatif elevasi lokal. Hasil perhitungan menunjukkan volume timbunan  berdasarkan elevasi pondasi  pabrik  meubel lebih besar daripada elevasi pondasi pabrik  Sido Muncul.
Rancang Bangun Alat Pengukuran Suseptibilitas Dan Penampilan Karateristik Magnetik Batuan Jamaluddin .; Johanes Gedo Sea; Yusuf Surachman Djajadihardja; Muhammad Altin Massinai; Sabrianto Aswad; Maria .
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.363 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i2.4293

Abstract

Pengukuran suseptibilitas magnetik di bidang geofisika dan petrofisika pada umumnya membutuhkan biaya yang mahal dan proses yang kompleks. Namun semenjak berkembangnya teknologi mikrokontroler dalam kalangan masyarakat sipil, perkembangan teknologi ini dapat membantu pengukuran suseptibilitas magnetik batuan di bidang geofisika. Suseptibilitas magnetik merupakan suatu sifat material untuk dapat di magnetisasi, suatu material dengan nilai suseptibilitas tertentu dapat diklasifiskan menjadi paramagnetik, diamagnetik atau ferromagnetik. Telah dilakukan rancang bangun alat pengukur suseptibilitas dan penampilan karakteristik kemagnetan dengan memanfaatkan mikrokontroler Arduino, ADC 16 bit, dan program Matlab. Pengukuran dilakukan dengan cara menggulung 250 putaran kawat pada sampel yang akan memberikan medan magnet eksternal bagi sampel sehingga terbentuk medan induksi pada sampel, sampel pada material ini adalah udara, batang besi tidak murni, sulfur, tanah berpasir, dan tanah humus. Didapatkan hasil suseptibilitas udara sebesar 0,0233, besi sebesar 1,505, sulfur sebesar -0,02, tanah berpasir sebesar 0.06, dan tanah humus sebesar -0,005. Hasil yang telah diolah menunjukan ketidakpastian pada nilai suseptibilitas sebesar 10-2 hingga 10-3 yang dipengaruhi oleh lingkungan pengukuran. Terbentuk pula grafik B terhadap H yang dapat menunjukan secara garis besar karakteristik magnetik material tersebut.
Desain Akuisisi Seismik Laut 3D Untuk Eksplorasi Hidrokarbon Dengan Menggunakan Metode Enhanced Static Bagus Wibisono; Widya Utama; Firman Syaifuddin
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.18 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4509

Abstract

Wilayah Madura Timur bagian utara terletak pada Cekungan Jawa Timur bagian utara yang didominasi oleh lingkungan karbonat. Pada lingkungan karbonat gelombang seismik yang merambat mengalami pelemahan sehingga menghasilkan data dengan rasio S/N yang rendah. Dalam akuisisi data seismik penentuan desain akuisisi menentukan kualitas data yang didapatkan, penentuan parameter yang tidak tepat dan sesuai dengan target akan menghasilkan penampang seismik dengan rasio S/N yang rendah sehingga tidak mampu menunjukan perlapisan bawah permukaan. Lapisan target pada penelitian ini merupakan lapisan basement pada kedalaman 4237m. Proses penentuan parameter desain akuisisi dilakukan dengan metode statik dan enhanced static dengan analisa kuantitatif yang kemudian disimulasikan pada model geologi sintetik tanpa menggunakan atenuasi gelombang untuk di analisa secara kualitatif. Parameter desain 2D enhanced static yang didapatkan yaitu fold coverage 45, interval CDP 11m dan offset 4000m dengan konfigurasi off end yang kemudian diaplikasikan pada desain akuisisi seismik 3D. Parameter desain akuisisi seismik 3D yang dianalisa adalah interval jumlah streamer, dan offset. Desain akuisisi 3D yang didapatkan antara lain konfigurasi offend dengan 6 buah streamer dengan interval 21.5m dan tiap streamer memiliki 187 buah receiver dengan interval 21.5m. Jumlah source tiap lintasan adalah 551 buah dengan interval 43m dengan jumlah lintasan 196 buah untuk lintasan receiver dan source dengan interval 64.5m. Jumlah fold yang didapat adalah 45 dan offset 4000m. Berdasarkan hasil analisa, metode enhanced static mampu menunjukan reflektor lebih jelas. Untuk meningkatkan akurasi hasil desain akuisisi, analisa dengan menggunakan atenuasi gelombang, analisa berdasarkan model geologi 3D dan dari sisi ekonomis dapat dilakukan
Distribusi Sebaran Akuifer Air Tanah Menggunakan Data Resistivitas Metode Vertical Electrical Sounding (VES) Konfigurasi Schlumberger (Studi Kasus Kabupaten Palu Provinsi Sulawesi Tengah) Syifaurrohman, Yusuf; Utama, Widya; Lestari, Wien; Surya, Triswan Madani Ade
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.397 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4102

Abstract

Daerah penelitian ini beririsan dengan peta Cekungan Air Tanah (CAT) Palu yang merupakan gabungan beberapa akuifer. Digunakan Vertical Electrical Sounding (VES) yang merupakan penggambaran sebaran nilai lapisan resistivitas secara vertikal 1 dimensi. Penelitian ini menggunakan konfigurasi schlumberger pada daerah penelitian dengan 12 titik ukur VES (VES1 – VES12). Hasil pengolahan VES dimodelkan 3 dimensi, selanjutnya dikorelasikan dengan peta CAT Palu untuk determinasi zona yang berpotensi sebagai akuifer. Geologi daerah penelitian terdiri dari Qap dan QTms yang masing-masing memiliki komponen pasir yang dapat berpotensi sebagai akuifer. Hasil pengukuran VES menunjukan sebaran nilai resistivitas sebesar 13 s.d. 1202 Ohm.m. Nilai resistivitas 20-120 Ohm.m merupakan zona interest  yang diduga sebagai litologi batu pasir atau endapan pasir. Titik pengukuran yang terkorelasi dengan CAT Palu terdiri dari titik VES3, VES4, VES6, dan VES8 memiliki lapisan yang berpotensi lebih kuat sebagai akuifer dengan rentang kedalaman masing-masing 4,5-58,2 m; 8,7-36,3 m; 3,6-97,5 m; dan 33,2-99,2 m. Penentuan daerah resapan air dilakukan dengan analisis topografi, dihasilkan area tersebut berada pada timur laut daerah penelitian dengan rentang elevasi 1400 s.d. 300 m. Pada daerah penelitian telah ditunjukkan potensi zona akuifer dengan tanda resistivitas yang cenderung lebih rendah dan litologi batu pasir atau endapan pasir yang memungkinkan adanya aliran fluida. Masalah ketersediaan air tanah diduga berkaitan dengan Masalah ketersediaan air tanah diduga berkaitan dengan kemampuan saturasi batuan
Estimasi Kecepatan Gelombang Kompresional Batuan Vulkanik Kompleks Gunungapi Arjuno Welirang Menggunakan Voigt-Reuss Bounds Karim Rahman Hartono; Widya Utama; Wien Lestari
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.816 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4510

Abstract

Kecepatan gelombang kompresional batuan dapat diketahui melalui pengukuran secara langsung atau melalui prediksi secara matematis menggunakan parameter lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh kecepatan gelombang kompresional teoritik Vhitung pada batuan vulkanik berdasarkan komposisi mineralogi, memperoleh nilai kecepatan gelombang kompresional hasil pengukuran Vukur pada batuan vulkanik, serta membandingkan nilai Vhitung dengan Vukur. Penelitian ini dilakukan terhadap 20 core batuan vulkanik kompleks gunungapi Arjuno-Welirang yang memiliki struktur masif dengan komposisi basaltik hingga andesitik. Seluruh core dikelompokkan berdasarkan kesamaan petrologi menjadi enam kelompok sampel. Sebuah sayatan tipis diekstrak dari setiap kelompok sampel untuk keperluan kalkulasi Vhitung. Vhitung diperoleh menggunakan pendekatan Voigt-Reuss Bounds dengan parameter input modulus elastik (K; μ), densitas, dan persentase mineral konstituen. Komposisi mineral pada sampel diidentifikasi melalui analisis sayatan tipis menggunakan mikroskop polarisasi dan perangkat lunak pengolahan citra Jmicrovision. Vukur diperoleh dengan uji kecepatan pulsa ultrasonik. Rentang nilai Vhitung yang diperoleh adalah 6082.37 - 6417.21 ms-1. Rentang nilai Vukur yang diperoleh adalah 3708.14 - 4950.45 ms- 1. Nilai Vhitung dan Vukur yang tidak proporsional disebabkan oleh diterapkannya berbagai asumsi yang muncul pada proses identifikasi mineral kedalam kalkulasi Vhitung. Asumsi-asumsi tersebut menyebabkan nilai Vhitung yang diperoleh tidak mendekati kondisi ideal sebagaimana pada Vukur
Aplikasi Filter EEMD Untuk Meningkatkan Kualitas Data VLF-EM Studi Kasus: Estimasi Lokasi Gorong-Gorong Di Kampus ITS Surabaya Yekti Widyaningrum; A.M Miftahul Huda; Sungkono Sungkono
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.609 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4493

Abstract

Eksplorasi bawah permukaan menggunakan Very Low Frequency Electromagnetics (VLF-EM) telah dilakukan untuk menentukan rongga bawah tanah (gorong-gorong). Untuk mempertajam hasil eksplorasi dan mereduksi gangguan diaplikasikan filter EEMD. Data hasil filter diinterpretasikan secara kualitatif menggunakan filter Karous-Hjelt. Hasil Interpretasi filter Karous-Hjelt menunjukkan bahwa anomali bawah permukaan terdapat pada 25-35 meter dari titik mengukuran awal dan kedalaman 3-6 meter. Anomali tersebut menyatakan lokasi gorong-gorong di lokasi pengukuran
Penggunaan Action Camera Pada Spherical Photogrammetry Untuk Pemodelan Tiga Dimensi Joko Hartadi; Taufiq Ihsanudin; Oktavia Dewi Alfiani; Dessy Apriyanti
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.831 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4523

Abstract

Penggunaan action camera untuk pengumpulan data dapat diterapkan untuk pengambilan data spherical photogrammetry. Data foto diambil dengan memposisikan kamera pada salah satu titik exposure. Titik ini menjadi sumbu rotasi kamera saat melakukan pengambilan foto dengan sudut pandang 360°. Overlap kamera panoramik dibuat vertikal untuk mendapatkan foto stereo fasad candi yang akan dibuat model tiga dimensinya. Pembuatan foto panorama memerlukan beberapa foto dengan membuat bagian dari foto yang saling bertampalan (overlap). Kelebihan foto ini ialah dengan sekali berdiri alat dapat meliput sudut pandang 360° dalam arah horisontal dan 180° dalam arah vertikal. Permukaan objek yang dimodelkan dapat direpresentasikan dalam bentuk mesh. Mesh (dalam komunitas komputer grafik) diperoleh dari penggabungan titik-titik yang menghubungan setiap fitur yang sama menjadi jaring segitiga atau biasa disebut sebagai triangular irregular network (TIN) dalam fotogrametri. Hasil akhir dari rekonstruksi objek adalah model 3D yang memiliki tekstur
Pemodelan Geostatistik 3D Pada Sebaran Batuan Karbonat Menggunakan Metode Kriging Berdasarkan Data Resistivitas 2D Dan N-SPT Fahrenzy Yona Aisha; Dwa Desa Warnana; Nita Ariyanti
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1202.72 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i3.4522

Abstract

Metode Geofisika memainkan peran yang penting dalam bidang ilmu kebumian, terutama dalam menentukan struktur bumi. Dalam dunia eksplorasi, metode geofisika digunakan untuk mengestimasi sebaran sifat fisika material penyusun bumi tidak terkecuali metode geolistrik. Umumnya, metode geolistrik dilakukan untuk mengestimasi struktur bumi dalam 1D dan 2D. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan terhadap data keadaan bawah permukaan yang lebih terkarakterisasi dengan detail dan menerus semakin meningkat. Sementara, harga yang tinggi saat melakukan akuisisi geolistrik 3D terkadang menjadi kendala dalam eksplorasi. Oleh sebab itu, diperlukan hasil penampang yang mendekati kondisi riil-nya yakni pemodelan dalam bentuk 3D berdasarkan data 2D. Untuk dapat memprediksi pola sebaran data di antara titik ukur atau antara penampang, diperlukan aplikasi metode geostatistik. Metode Geostatistik yang digunakan adalah kriging. Data kemudian dilakukan interpretasi secara kualitatif dengan mengintegrasikan dengan kondisi geologinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pseudo 3D resis yang dapat menggambarkan bawah permukaan secara 3D dari data 2D. Kombinasi antara hasil dari survei geofisika dan geologi ini dapat menghasilkan persebaran distribusi karbonat di daerah penelitian yakni Kabupaten Tuban, Kec. Jenu. Kemudian, berdasarkan model persebaran karbonat mengindikasikan bahwa lingkungan penelitian ini memiliki jenis karbonat reefal dengan kombinasi batuan gamping dan dolomit

Page 8 of 20 | Total Record : 200