cover
Contact Name
Moh Syahri Sauma
Contact Email
syahrima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annidasby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/I. Kec Mulyorejo. Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25984012     EISSN : 23546328     DOI : -
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles 84 Documents
Komunikasi Teraupetik di Era Nabi Muhammad SAW Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 11 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi teraupetik merupakan salah satu bagian komunikasi efektif sering dipakai oleh seorang praktisi kesehatan jiwa, untuk mengobati pasien. Dan setiap dokter/perawat memiliki strateginya masing-masing dalam menerapakan komunikasi teraupetik kepada klien-nya. Berbicara komunikasi teraupetik di zaman Rasulullah istilah tersebut masih belum ada di zaman Rasulullah SAW. Namun secara parktiknya kegiatan komunikasi teraupetik sudah pernah dilakukan bahkan dicontohkan oleh Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam. Mengingat Nabi Muhammad SAW selain diutus sebagai rosul juga sekaligus menjadi uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagi ummatnya. Hasil penelitian ini, bahwa Nabi Muhammad SAW melalui komunikasi telah memberikan bimbingan berupa doa-doa khusus untuk mengokohkan keimanan seseorang agar dijauhkan dari penyakit syubhat dan syahwat. Bimbingan berupa doa-doa itulah yang kemudian dikategorikan sebagai kegiatan ber-komunikasi teraupetik. Dan selain itu upaya yang dilakukan Rasulullah dalam rangka memperbaiki kondisi emosional mereka yang terkena penyakit gangguan jiwa. Ada empat yang dilakukan beliau ketika berinteraksi dengan mad’u antara lain sebagai berikut: Pertama: Membaca/ memperdengarkan al-qur’an. Kedua: Sholat, Ketiga: Dzikir, Keempat: Do’a.
Studi Surah Yâsîn tentang Materi dan Metode Dakwah dalam Kitab al-tafsîr al-munîr Karya Wahbah Al-Zuhailî Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 11 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini punya beberapa alasan: (1) Surah Yâsîn mengandung materi dakwah yang sistematis dan metode dakwah yang menarik (2) Penelitian terdahulu tentang materi dan metode dakwah dalam surah Yâsîn dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya wahbah al-Zuhailî belum penulis temukan, (3) materi dan metode dakwah dalam Surah Yâsîn memberikan kontribusi positif kepada petugas dakwah dan akedemisi dakwah (4) Secara ideologis, Nabi Muhammad SAW menjelaskan adanya banyak keutamaan surah Yâsîn bagi orang yang membacanya. Tujuan penelitian ini untuk menemukan materi dan metode dakwah yang difokuskan pada Surah Yâsîn dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber sekunder berupa jurnal yang terkait dengan judul di atas, kitab-kitab tafsir lain yang relevan, dan buku-buku dakwah yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang materi dan metode dakwah dalam Surah Yâsîn dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî.
Peran Komunikasi dalam Komunikasi Pembangunan miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 11 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi adalah proses menyampaikan pesan-pesan (Ilahiyah) kepada orang lain. Agar pesan tersebut bisa dipahami dengan baik, diperlukan adanya penguasan komunikasi yang efektif. Muhammad SAW sebagai seorang utusan Allah SWT, punya tugas utama membawa kabargembira dan memberi peringatan kepada seluruh umat manusia. Peran komunikasi yang ditugaskan kepada Muhammad SAW menuntutnya untuk memiliki sifat-sifat yang mulia agar apa yang disampaikan dapat diterima dan diikuti oleh masyarakat dan seluruh umat manusia. Ada banyak sifat-sifat mulia yang dimiliki oleh komunikator memberikan teladan, komunikasinya efektif selalu dekat dengan masyarakat dan umatnya. Setiap komunikasi pembangunan menginginkan adanya perubahan nilai atau pun penggunaan suatu nilai lama untuk tujuan yang baru ( pembangunan mental dan material. perubahan dalam nilai maupun tujuan dengan sendirinya akan menginginkan perubahan sikap (attitude change) dari setiap anggotamasyarakat. Salah satu syarat yang terpenting dari komunikasi pembangunan adalah bahwa motivasi penduduk harus diketahui untuk dimanfaatkan dan dikaitkan dengan idea pembangunan. Mencermati essensi, tujuan dan mekanisme komunikasi pembangunan; ternyata ada titik singgung cukup besar yang mempertemukannya dengan dakwah. Dengan demikian kegiatan dakwah dapat kita lihat sama dengan komunikasi pembangunan. Jika komunikasi pembangunan mentransmisikan ide-ide dan gagasan-gagasan untuk kepentingan pembangunan, misalnya pembangunan manusia seluruhnya maka demikian pula halnya dengan dakwah yang banyak melakukan pembinaan ummat. Semua itu pada dasarnya mengacu serta berorientasi pada dasar pijakan yang mudah dipertemukan; sebab pada prinsipnya sama-sama untuk kepentingan serta kemaslahatan pembangunan masyarakat. Dengan demikian kegiatan dakwah sejalan dengan proses pembangunan secara menyeluruh. Kegiatan pembangunan sebagai suatu proses perubahan sosial dengan partisipasi yang luas dalam suatu masyarakat untuk kemajuan sosial dan keadilan serta kualitas lainnya. Dalam prosesnya, pembangunan masyarakat ini perlu disosialisasikan dan dikomunikasikan dengan baik. Komunikasi pembangunan secara khusus hadir sebagai jawaban atas hal itu.
Analisis Isi Pesan Dakwah dalam Buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta Karya Alvi Syahrin Rudi Trianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 11 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah harus dikemas dengan berbagai sarana, tidak haya dengan cara bertatap muka. Agar dakwah tidak terbatas ruang dan waktu saja. Berdakwah dapat dilakukan melaui media cetak atau yang sering disebut dengan dakwah Bil qolam yaitu saran dan metode menyampaiakan pesan-pesan dakwah kepada mad’u melalui media cetak salah satunya adalah buku. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Apa Isi pesan aqidah Dalam Buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta ?, dan Apa Isi Pesan Akhlak Dalam Buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta ?. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui isi pesan dakwah dan isi pesan aqidah dalam buku jika jika kita tak pernh jatuh cinta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (content analysis) yang bersifat kualitatif. Dengan menggunakan teknik dakwah didalam penelitian ini, penulis mengkategorikan isi pesan dakwah untuk mengetahui isi pesan dakwah dalam buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta Karya Alvi Syahrin. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, Terdapat isi pesan Aqidah yang meliputi Tawakkal, Taqwa, Istiqamah dan Tauhid. Isi pesan Akhlaq diantaranya adalah Sabar, Ikhlas, Syukur Nikmat, Akhlak Baik dan Akhlak Tercela. Adapun pesan yang paling menonjol dalam buku ini adalah pesan aqidah, yang terdapat dalam pesan taqwa. Hal tersebut dikarenakan banyak anak muda saat ini mereka jauh dari nilai-nilai agama mereka sendiri. Berdakwah tidak hanya dilakukan dengan cara bertatap muka antara da’i dan mad’u, tetapi berdakwah juga dapat memanfaatkan media yang ada sebagai penunjang dari dakwah itu sendiri salaah satunya adalah dengan menggunakan buku, karena buku merupakan media dakwah yang cukup efektif.
Peran Media Baru Dalam Membentuk Cyber Society Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 11 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kita sekarang hidup di tengah tengah kemajuan dan kecanggihan teknologi yang begitu luar biasa. Satu aspek yang sangat terasa percepatan perkembangannya yaitu dibidang teknologi informasi dan komunikasi khususnya diaspek media. Bahkan kadang kita tidak bisa memprediksikan dan seakan gagap akan dahsyatnya kecanggihan teknologi yang ada. Kemajuan teknologi tersebut telah mengantarkan dan merubah “wajah” baru dunia media. Apalagi dengan kehadiran media baru yang berupa internet dan serba serbi di dalamnya seperti youtube, facebook, instagram, twiter, line dan lain sebaginya. Hal itu memunculkan sebuah tatanan dunia baru yang bernama cyber society atau masyarakat maya. Dimana interaksi dan hubungan antar manusia modern tidak hanya berada di dunia nyata saja tetapi keberadaan ruang maya menjadi sebuah keniscayaan. Eksistesi cyber sosiety tentunya merupakan bagian tak terpisahkan dari peran media baru yang menjadi ruang hidupnya. Dimana tentunya kehadiran entitas baru ini punya perbedaan dengan kelompok kelompok masyarakat sebelumnya. Bahkan perbedaan tersebut sangatlah jelas dan terasa. Karena dizaman ini, dunia nyata hampir hampir sudah tergantikan dengan dunia maya atau cyber spacy. Kehidupan Cyber society sudah tidak lagi terhalang oleh jarak dan waktu. Dari sinilah babak baru kehidupan dimulai, dimana semua info dan berita bahkan kebutuhan hidup bisa diakses dengan mudah oleh semua orang tanpa ada sekat dan pengahalang. Dalam tulisan ini penulis memaparkan tentang peran media baru dalam membentuk cyber sosiety atau masyarakat maya. Dimana kehadiran media baru telah merubah tatanan kehidupan seluruh masyarakat dunia.Yaitu sebuah wajah baru yang dengan kecanggihannya mampu menerobos dan merobohkan tembok tatanan kehidupan sebelumnya. Semua manusia diajak untuk hidup dalam ruang maya yang penuh dengan kemudahan dan kecanggihan. Dari pembahasan yang disajikan, penulis menyimpulkan bahwa hadirnya media baru sangat berperan penting dalam lahirnya cyber society. Karena tanpa media baru dengan serba serbi didalamnya khsuusnya media sosial akan sangat mustahil kiranya cyber soaiety bisa terbentuk. Kehadiran cyber society menjadi sebuah wajah baru bagi tatanan kehidupan umat manusia. Tentunya tanpa menghilangkan tatanan kehidupan masyarakat sebelumnya. Dari sinilah babak baru sebuah tatanan kehidupan masyarakt dimulai.
DAKWAH MASJID TUA ; Eksplorasi Karakteristik Dakwah Masjid Kembang Kuning Surabaya Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 11 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara historis Masjid dikenal sebagai pusat dakwah umat Islam. Rasulullah mengawali dakwahnya di Madinah juga bermarkas di Masjid. Dalam perkembangannya di berbagai belahan dunia Islam termasuk di Indonesia, di setiap kotanya dipastikan ada Masjid bersejarah sebagai tanda hadirnya Islam di kota tersebut. Demikian halnya dengan kota Surabaya, hadirnya Islam di kota Surabaya salah satunya ditandai dengan berdirinya Masjid Kembang Kuning di Surabaya. Tulisan ini merupakan varian hasil penelitian dengan ruang lingkup dakwah masjid di Surabaya. Bidang kajiannya pada Dakwah Masjid Tua dengan fokus kajian pada eksplorasi karakteristik Masjid Kembang Kuning di Surabaya. Keberadaan masjid kembang kuning Surabaya memiliki peran sebagai tempat aktivitas dakwah di wilayah kota Surabaya. Dalam perkembangannya Masjid kembang kuning menjadi tempat bersejarah dalam kajian dakwah Masjid di kota Surabaya. Diantara hasil penelitian dari karakteristik dakwah masjid Kembang Kuning menunjukkan bahwa Masjid Rahmat, sebagai Masjid yang berada di bawah naungan yayasan tidak terlepas dari peran organisasi yang mengaturnya. Apalagi Masjid Rahmat adalah salah satu Masjid tertua di Surabaya, karena sebelum Sunan Ampel pergi ke tanah Ampel yang sekarang ini, Sunan Ampel mendirikan Masjid Rahmat ini yang berada di Kembang Kuning. Sehingga dilihat dari sejarahnya Masjid ini adalah Masjid tertua di Surabaya. Tentunya Masjid ini menjadi tonggak sejarah Islam yang ada di Surabaya dalam menyampaikan syiar dakwahnya. Masjid yang digunakan wali dalam berdakwah dan menyampaikan risalah agama.
STRATEGI PROMOSI PERGURUAN TINGGI ISLAM SWASTA DI KOTA METROPOLITAN (STUDI KASUS DI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM LUQMAN Al-HAKIM SURABAYA) Rudi Trianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.647

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Promosi Perguruan Tinggi Islam Swasta di Kota Metropolitan dengan studi kasus di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Luqman Al-Hakim Surabaya. Dilatarbelakangi oleh pencapaian jumlah mahasiswa yang meningkat tiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dalam mempromosikan STAI Luqman Al-Hakim Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek peneliti dalam penelitian ini adalah divisi marketing dan communication di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teori Integrated Marketing Comunication (IMC), yakni Marketing Mix oleh Kotler dan Keller. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran dalam mempromosikan STAI Luqman Al-Hakim Surabaya telah menggunakan teori Integrated Marketing Communication (IMC), yakni Marketing Mix 7P atau bauran pemasaran meliputi strategi product, price, place, phisycal evidence, people, process, dan promotion. Program promosi yang dilakukan adalah pembuatan tools promotion, penguatan dan optimalisasi tim promosi, presentasi dan networking, iklan dan publikasi di media online, cetak, dan elektronik, optimalisasi website, penguatan branding di media sosail, optimalisasi jaringan ikatan alumni, referensi SMA almamater mahasiswa, optimalisasi buzzer stail, open house mahasantri, beasiswa atau diskon biaya kuliah.
KOMUNIKASI DAKWAH AYAH KEPADA ANAK DALAM AL- QUR’AN Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.648

Abstract

Berbagai problematika pengasuhan yang ada dewasa ini bisa kita jawab andai kita umat Muslimin mau merujuk kembali dan mentadaburi Al Qur’an. Al-Qur’an yang kata sebagian ulama sepertiga berisi kisah sejarah menyajikan potret orangtua-orangtua hebat yang layak kita teladani. Mereka berhasil membesarkan, mengasuh, membimbing, dan mendidik anak-anaknya menjadi orang-orang sukses, bukan hanya aspek duniawi, bahkan hingga urusan akhirat. Salah satu aspek adalah bagaimana komunikasi seorang ayah kepada anak. Komunikasi dakwah ayah kepada anak dalam al-qur’an dalam penelitian ini hanya menggunakan perspektif Tafsir Ibnu Katsir. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu melakukan penelitian dengan cara library research. Adapun gambarn umum komunikasi dakwah ayah kepada anak dalam al-qur’an perspektif Tafsir Ibnu Katsir, maksudnya yaitu menyampaikan pendekatan berupa ajakan untuk taat kepada Allah SWT oleh orang tua (ayah) kepada anaknya sesuai pedoman kitab suci umat Islam (Al-Qur’an).
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MEDIA DAKWAH DI ERA GLOBALISASI Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.649

Abstract

Kemajuan zaman menuntut agar aktivitas dakwah mampu mengikuti perkembangan kemajuan dan kecanggihan teknologi. Maksudnya adalah bahwa aktivitas dakwah harus ikut hadir dan mewarnai dalam kehidupan dunia media modern seeperti media televisi, radio, media cetak maupun kecanggihan internet dan serba serbi di dalamnya. Sudah menjadi keniscayaan bahwa di era yang serba canggih seperti sekarang ini, untuk mencapai dakwah yang efektif maka diperlukan media. Dimana hal ini merupakan salah satu wujud dari starategi dan metode dakwah di era keterbukaan informasi. Adapun fokus penelitian ini adalah bagaimana perkembangan khususnya kelebihan dan kelemahan media dakwah di era globalisasi. Tujuan penelitian adalah untuk meneropong perkembangan, kelebihan dan kelemahan media dakwah di era global. Dalam penelitian ini juga dipaparkan dengan jelas kondisi media dakwah sebelum era global yang serba canggih. Dimana relaita media dakwah saat itu bisa dibilang sangat sederhana bila dibandingkan dengan kondisi sekarang ini. Hasil simpulan dari penelitian ini adalah dakwah sebagai salah satu kegiatan komunikasi keagamaan dihadapkan pada kemajuan yang semakin canggih dan tidak terlepas dari adaptasi terhadap kemajuan. Artinya dakwah dituntut agar tidak monoton pada ceramah-ceramah di masjid atau tabligh akbar. Saat ini, dakwah harus dikemas lebih menarik sebagai bagaian dari mengikuti perkembangan kemajuan dan kecanggihan zaman. Begitu pula realita media dakwah baik itu berupa media cetak maupun elektronik masing masing dijabarkan dengan jelas baik itu kelebihan maupun kelemahannya.
ELABORASI KOMUNIKOLOGI AL-QUR’AN; SUB-KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PERSPEKTIF AL-QUR’AN Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.650

Abstract

Komunikasi al-Qur’an sebagai salah satu kajian dengan berbagai variannya telah banyak dilakukan oleh para ilmuan komunikasi yang memiliki background ilmu keislaman. Namun demikian kajian komunikasi Antarpribadi perspektif Al-Qur’an belum banyak dilakukan para ilmuan komunikasi. Atas dasat itulah tulisan ini menjadi urgen dan memiliki ciri khas tersendiri dibanding karya lainnya. Karya ini mencoba melakukan eksplorasi teori dan konsep komunikasi Antarpribadi menurut ilmuan barat, konsep komunikasi Antarpribadi menurut ilmuan muslim atau ilmu al-Qur’an, dan berikutnya akan dikaji korelasi atau hubungan keduanya. Kajian komunikasi Antarpribadi perspektif al-Qur’an ini sebenarnya merupakan bagian dari kajian komunikasi lainnya dengan sudut pandang al-Qur’an sebagai critical thinkingnya. Dalam kajian komunikasi dengan berbagai variannya dalam perspektif al-Qur’an dikenal istilah komunikologi al-Qur’an yaitu sebuah upaya mengkaji berbagai bidang keilmuan komunikasi perspektif al-Qur’an. Hasil riset keilmuan komunikasi Antarpribadi perspektif al-Qur’an ini menghasilkan temuan perbedaan dan persamaan/keterkaitan menurut konsep al-Qur’an dan menurut para ahli barat.