cover
Contact Name
Moh Syahri Sauma
Contact Email
syahrima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annidasby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/I. Kec Mulyorejo. Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25984012     EISSN : 23546328     DOI : -
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles 84 Documents
Studi Surah Al-Waqi’ah Tentang Materi Dan Metode Dakwah Dalam kitab al-tafsir al-munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini punya beberapa alasan : (1) Surah al-Waqi’ah mengandung materi dakwah yang sistematis dan metode dakwah yang menarik (2) Penelitian terdahulu tentang materi dan metode dakwah dalam surah al-Waqi’ah secara keseluruhan dari awal surah sampai akhir surah dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya wahbah al-Zuhailî belum penulis temukan, (3) materi dan metode dakwah dalam surah al-Waqi’ah memberikan kontribusi positif kepada petugas dakwah, (4) Secara ideologis, Nabi Muhammad SAW menyuruh umatnya untuk membaca surah al-Waqi’ah malam hari. Tentu perintah ini mengandung hikmah bagi kehidupan pembaca dan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menemukan materi dan metode dakwah yang difokuskan pada semua ayat dalam surah al-Waqi’ah (ayat 1 sd 96 ) dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber sekunder berupa jurnal yang terkait dengan judul di atas, kitab-kitab tafsir lain yang relevan, dan buku-buku dakwah yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang materi dan metode dakwah dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî.
Prinsip-Prinsip Dakwah pada Tafsir 5 Surat dalam “Konsep Sistematika Wahyu ” Karya Abdullah Said Perspektif Kajian Metodologi Tafsir Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khazanah kajian keislaman di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan kajian tafsir keindonesiaan dan karya ulama nusantara belum banyak ditemukan. Konsep atau kajian Sistematika Wahyu adalah salah satu karya yang belum banyak dikenal di lingkungan akademik khususnya para pengkaji al-Qur’an dan tafsir. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan khazanah baru dalam kajian ilmu al-qur’an dan tafsir keindonesiaan. Abdullah Said sebagai perintis dan pendiri ormas Hidayatullah menghadirkan konsep Sistematika Wahyu atau dalam kajian tafsir dikenal dengan tartib nuzuli al wahyi, merupakan hasil ijtihadi beliu untuk membumikan al-Qur’an dengan merujuk pada napak tilas praktek berislam Rasulullah dan para sahabatnya yang dipandu wahyu al-Qur;an yang turun pertama kali. Kajian ini dijadikan pedoman oleh segenap pimpinan dan pengurus ormas Hidayatullah yang telah memiliki lebih dari 300 an cabang yang tersebar di seluruh pelosok nusantara. Tulisan ini lebih jauh mengkaji dan menganalisis tentang metodologi tafsir yang digunakan dalam mengkaji 5 surat yang turun pertama kali yaitu Al-Alaq, al-Qolam, al-Muzammil, al-Mudatsir, dan al-Fatihah.
Media Massa dan Pembentukan Opini Publik Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat menerima sebuah informasi dengan cepat menjadikan masyarakat semakin terbuka dengan berbagai macam informasi. Kehadiran teknologi tak pelak memberikan pengaruh sangat besar dalam tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan. Sementara itu media massa dengan segala kekuatannya masih diyakini memiliki sumbangsih besar dalam pembentukan opini public. Dengan media massa, seseorang atau kelompok tertentu menanamkan pesan tertentu melalui informasi-informasi yang penyajiannya seringkali disetting terlebih dulu. Hal tersebut mencerminkan bahwa pasti ada sebuah perencanaan terkait dengan setting pemberitaan yang terjadi dalam dapur media massa. Karena realitanya seringkali kita saksikan bahwa pemeritaan di media massa seakan sudah diarahkan sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan yang dikehendaki para awak media. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang keterkaitan media massa dalam membentuk opini publik yang berkembang di tengah masyarakat. Adapun salah satu pisau analisis yang dijadikan sebagai bahan kajian dalam penulisan ini yaitu teori agenda setting. Karena tidak mungkin sebuah opini publik berkembang secara alami dan berjalan begitu saja. Pasti ada agenda yang sudah tersetting sehingga dengan pemberitaan pemberitaan yang ditampilkan media massa tersebut akan membentuk sebuah opini publik. Adapun simpulan dari tulisan ini diantaranya bahwa media massa dengan pola pemberitaannya mampu mempengaruhi masyarakat yaitu dengan berkembangnya opini publik. Tentunya opini publik yang dimaksud tidak mungkin bisa terbentuk tanpa adanya agenda yang sudah disetting oleh para pelaku media. Hal itu menjadi wajar karena setiap media punya kecenderungan kecenderungan tentunya sesuai dengan ideologi dan kepentingannya masing masing. Sehingga bisa disimpulkan bahwa keberadaan media massa dengan agenda agendanya sangat berpengaruh terhadap pembentukan opini publik yang berkembang di masyarakat.
Dakwah dalam Perspektif Komunikasi Pembangunan miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 1 (2021): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah adalah ajakan yang dilakukan untuk membebaskan individu dan masyarakat dari pengaruh eksternal nilai-nilai syaithaniah dan kejahiliahan menuju internalisasi nilai-nilai ketuhanan. Di samping itu, dakwah juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan dalam berbagai aspek ajarannya agar diaktualisasikan dalam bersikap, berpikir dan bertindak. Dakwah bertujuan membangun masyarakat untuk berkembang menjadi lebih baik. Dengan demikian kegiatan dakwah sejalan dengan proses pembangunan secara menyeluruh. Kegiatan pembangunan sebagai suatu proses perubahan sosial dengan partisipasi yang luas dalam suatu masyarakat untuk kemajuan sosial dan keadilan serta kualitas lainnya. Dalam prosesnya, pembangunan masyarakat ini perlu disosialisasikan dan dikomunikasikan dengan baik. Komunikasi pembangunan secara khusus hadir sebagai jawaban atas hal itu. Mencermati essensi, tujuan dan mekanisme komunikasi pembangunan; ternyata ada titik singgung cukup besar yang mempertemukannya dengan dakwah. Dengan demikian kegiatan dakwah dapat kita lihat sama dengan komunikasi pembangunan. Jika komunikasi pembangunan mentransmisikan ide-ide dan gagasan-gagasan untuk kepentingan pembangunan, misalnya pembangunan manusia seluruhnya maka demikian pula halnya dengan dakwah yang banyak melakukan pembinaan ummat. Semua itu pada dasarnya mengacu serta berorientasi pada dasar pijakan yang mudah dipertemukan; sebab pada prinsipnya sama-sama untuk kepentingan serta kemaslahatan pembangunan masyarakat.
Studi Surah al-Kahfi tentang Materi dan Metode Dakwah dalam Kisah Ashâbul Kahfi dalam Kitab al-Tafsîr al-Munîr Karya Wahbah al-Zuhailî. Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini punya beberapa alasan : (1) Surah al-Kahfi mengandung materi dakwah yang sistematis dan metode dakwah yang menarik (2) Penelitian terdahulu tentang materi dan metode dakwah dalam kisah Ashâbul kahfi dalam surah al-Kahfi ayat ke 9 sd ayat 26 dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya wahbah al-Zuhailî belum penulis temukan, (3) materi dan metode dakwah dalam kisah Ashâbul kahfi pada surah al-Kahfi memberikan kontribusi positif kepada petugas dakwah dan akedemisi dakwah (4) Secara ideologis, Nabi Muhammad SAW menyuruh umatnya untuk membaca surah al-Kahfi setiap hari jumat. Tentu perintah ini mengandung hikmah bagi kehidupan pembaca dan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menemukan materi dan metode dakwah yang difokuskan pada kisah Ashâbul kahfi pada surah al-Kahfi ayat ke 9 sd ayat 26 dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber sekunder berupa jurnal yang terkait dengan judul di atas, kitab-kitab tafsir lain yang relevan, dan buku-buku dakwah yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang materi dan metode dakwah dalam kisah ashâbul kahfi dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî.
PELUANG DAN TANTANGAN MEDIA MASSA DI ERA CYBER (Perspektif Hypodermic Needle Theory dan Uses And Gratification Theory) Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi modern sungguh sangat luar biasa cepatnya. Salah satu bidang yang merasakan dampaknya yaitu aspek teknologi komunikasi dan informasi. Bahkan era baru yang sering disebut sebagai cyber era menjadikan hampir seluruh kegiatan masyarakat berpindah dari dunia nyata ke dunia maya yang bernama cyberspacy. Kehadiran era cyber menjadikan hubungan antar manusia sudah tidak lagi terhalang oleh jarak dan waktu. Semua info dan berita bisa diakses oleh semua orang tanpa ada sekat dan penghalang. Dunia tak ubahnya seperti sebuah desa kecil dimana semua orang bisa dengan mudah melihat peristiwa yang terjadi didalamnya. Selain itu, masyarakat modern juga sudah sangat cerdas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Khususnya kebutuhan terkait dengan pemenuhan informasi yang diperlukannya. Sehingga mereka juga sangat kritis dan selektif dalam mengkonsumsi info yang disajikan oleh media. Dalam pembahasan ini penulis memaparkan tentang kondisi media massa di era cyber. Dalam pembahasanya penulis menggunakan dua pendekatan yaitu Hypodermic needle theory dan Uses and gratification theory. Dua perspektif tersebut menjadi penting dan sangat relevan karena kedua teori tersebut seolah-olah bertentangan satu dengan lainnya. Dimana Hypodermic needle theory mengatakan bahwa media sangat power full layaknya peluru yang ditembakkan dan tepat mengenai targetnya yaitu masyarakat. Sementara Uses and gratification theory berasumsi bahwa pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media sesuai dengan keinginannya sendiri. Dengan kata lain bahwa, pengguna media (audience) adalah pihak yang aktif dalam menggunakan media untuk memenuhi kepuasan pribadinya. Hal ini dikarenakan bahwa masyarakat modern sudah sangat cerdas, mereka mampu memilih media mana yang akan mereka jadikan sebagai sumber informasi dan media mana yang akan ditinggalkannya. Adapun kesimpulan dari pembahasan ini yaitu di cyber era seperti sekarang ini media massa menghadapi sebuah tantangan yang nyata. Dimana tantangan tersebut menuntut media massa untuk lebih kreatif dan inovatif serta memaksa media massa untuk ikut mewarnai kehidupan di cyberspacy. Media dituntut untuk bisa menghadirkan sajian yang menarik sesuai dengan segmennya masing-masing. Selain itu tidak bisa dipungkiri bahwa sampai saat ini power media juga masih sangat dirasakan oleh masyarakat modern. Walaupun masyarakat sudah cerdas dan punya kebebasan dalam memenuhi kebutuhan informasinya sebagaimana pandangan dari Uses and gratification theory namun efek media sebagaimana pandangan Hypodermic needle theory juga tetap luar biasa.
Peran Komunikasi dalam Komunikasi Dakwah miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammad SAW sebagai seorang utusan Allah SWT, punya tugas utama membawa kabar gembira dan memberi peringatan kepada seluruh umat manusia. Kegiatan penyampaian wahyu dan ajaran beriman kepada Allah biasanya disebut dakwah. Beliau melaksanakan fungsi dakwah ini selama 23 tahun. Para sejarahwan menbagi periode dakwah yang dilakukan oleh Muhammad SAW ke dalam beberap tahapan. Dakwah tahap pertama dilakukan secara sirriyah atau tetutup di lingkungan keluarganya sendiri dengan sanak famili terdekat. Tahapan berikutnya, Kemudian Muhammad SAW melakukan dakwah secara jahriyah (terang-terangan). Meskipun dakwah ini belum memperoleh hasil yang menggembirakan. Dakwah secara luas mulai dilakukan,di periode Madinah. Setelah kaum muslimin mulai punya kekuatan dan disegani di Jazirah Arab dan pada akhirnya dakwah Islam bisa dapat diterima. Berdakwah adalah proses mengkomunikasikan pesan-pesan Ilahiyah kepada orang lain. Agar pesan tersebut bisa dipahami dengan baik, diperlukan adanya penguasan komunikasi yang efektif. Muhammad SAW sebagai seorang utusan Allah SWT, punya tugas utama membawa kabargembira dan memberi peringatan kepada seluruh umat manusia. Kegiatan penyampaian wahyu dan ajaran beriman kepada Allah biasanya disebut dakwah. Beliau melaksanakan peran dakwahnya selama 23 tahun. Para sejarahwan membagi periode dakwah yang dilakukan oleh Muhammad SAW ke dalam beberapa tahapan. Dakwah tahap pertama dilakukan secara sirriyah atau tertutupdi lingkungan keluarganya sendiri dengan sanak famili terdekat, meskipun dakwah ini belum memperoleh hasil yang mnggembirakan. Tahapan berikutnya, kemudian Muhammad SAW melakukan dakwah secara jahriyah (terang-terangan). Dakwah secara luas mulai dilakukan di periode Madinah. Setelah kaum muslimin mulai punya kekuatan dan disegani di Jazirah Arab dan pada akhirnya dakwah Islam bisa dapatditerima. Peran kerasulan yang ditugaskan kepadaMuhammad SAW menuntutnya untuk memiliki sifat-sifat yang mulia agar apa yang disampaikan dapat diterima dan diikuti oleh umat manusia. Ada banyak sifat-sifat mulia yang dimiliki Muhammad SAW sebagai seorang pembawa risalah dakwah. Sifat-sifat itu antara lain disiplin waktu, memberikan teladan, komunikasinya efektif selalu dekat dengan umatnya, memberi wewenang serta pengkaderan. Dengan demikian komunikasi memegang peranan yang sangat penting di dalam menentukan dan memastikan seorang pemimpin pembawa risalah untuk senantiasa bekerja lebih produktif, efektif, dan efesien untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Tanpa komunikasi maka proses kepemimpinannya tidak akan berlangsung dengan baik. Dalam konteks inilah dapat juga dikatakan bahwa kepemimpinan pada hakekatnya juga proses komunikasi secara terus menerus, dalam pengertian komunikasi dilakukan oleh seorang pembawa risalah ilahi.
Eksplorasi Pusat Dakwah Islam; Pemetaan Perkembangan Tafsir Arab Saudi Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arab Saudi sebagai pusat dakwah dan peradaban Islam, memiliki banyak peristiwa dan fenomena menarik bagi kaum muslimin, khususnya para pengkaji studi Islam. Salah satunya adalah kajian tentang pemetaan tafsir di Arab Saudi. Perkembangan tafsir di Arab Saudi tidak begitu pesat seperti halnya di beberapa negara lain bagian Timur Tengah. Sebut saja beberapa negara lain seperti Mesir, Syiria, Andalusia, Yaman, dan lain-lain. Karya tafsir yang lahir di disana cukup dinamis karena didukung oleh atmosfir perkembangan keilmuan dan apresiasi pemerintah. Berbeda dengan produk ilmuan tafsir Arab Saudi yang sangat terbatas. Kondisi ini menjadikan kajian pemetaan tafsir Arab Saudi menjadi menarik untuk dikaji dan dieksplorasi kajiannya. Dalam perkembangan karya tafsir di Timur Tengah, Arab Saudi dikenal sebagai tempat belajar dan mendalami ulumuddin, namun produk karya tafsir tidak berkembang. Karya tafsir hanya berkembang pada awal Islam yaitu pada masa Rasulullah, sahabat, dan tabi’in. Setelah itu perkembangan karya tafsir terjadi kejumudan atau tidak berkembang karena berbagai faktor, khususnya faktor sosial-politik kurang mendapat apresiasi dari pemerintahan Arab Saudi. Kajian ini akan mencoba menggali lebih jauh ilmuan tafsir Arab Saudi sejak era klasik sampai era modern-kontemporer. Di sisi lain dalam tulisan ini akan mencoba memetakan perkembangan tafsir Arab Saudi yang merupakan one of central civilization of Islam religion.
Implementasi Metode Dakwah Bil-Hal di Majelis Dakwah Bil-Hal Miftahul Jannah Bogoran Kampak Trenggalek Rudi Trianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi ketertarikan peneliti terhadap metode dakwah yang dilakukan oleh Majelis Dakwah Bil-Hal Miftahul Jannah Bogoran Kampak Trenggalek, yang lebih menekankan kepada pengamalan nyata dan praktik keagamaan ajaran Islam oleh santri dan jamaahnya. Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimanakah implementasi metode dakwah Majelis Dakwah Bil-hal Miftahul Jannah Bogoran Kampak Trenggalek? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa pelaksanaan (implementasi) metode dakwah bil-hal yang dilakukan Majelis Dakwah Bil-hal Miftahul Jannah. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini adalah field research. Sumber data yang dipakai oleh peneliti adalah data primer dan data sekunder. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menganalisa data, peneliti menggunakan pendekatan induktif dengan tahapan meliputi pengumpulan data, mereduksi data, mendisplay data, menarik kesimpulan, dan verifikasi data dengan teknik Triangulasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah implementasi metode dakwah bil-hal yang dilakukan oleh Majelis Dakwah Bil-hal Miftahul Jannah terbagi menjadi dua yakni Praktek ibadah dan muamalah. Praktek ibadah terdapat dalam 7 faktor konsepsi Islam yaitu Sholat Jamaah, Tilawahh Al-Quran, Zakat Infaq Amal Sholih, Ash-Shiyam Puasa Sunnah, Silaturrahim, Wirid Dzikir Doa Munajat, dan Qiyamullail Sholat Tahajud. Praktek muamalah meliputi tabibul Islam atau pengobatan metode Islam, pendidikan gratis, dan santunan anak yatim.
Karakter dan Psikologi Dakwah Nabi Ibrahim A.S. Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 10 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah bagaimana kisah kehidupan Nabi Ibrahim AS, karakter dan psikologi dakwah apa saja yang terkandung dalam kisah Nabi Ibrahim AS, serta perjuangan dakwah dan keteladanannya dalam merealisasikan dakwah Allah bagi kaumnya. Berdasarkan permasalahan di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kisah kehidupan Nabi Ibrahim AS, menggali karakter dan psikologi dakwah dalam kisah Nabi Ibrahim AS, serta semangat perjuangan dan keimanannya yang penuh istiqomah untuk dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di era modern ini. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Data yang diperoleh kemudian ditelaah dan dicatat untuk diklasifikasikan. Data atau informasi yang diperoleh akan dianalisa dengan content analysis (analisis isi), yaitu penelitian yang dilakukan terhadap informasi yang didokumentasikan, kemudian analisa lain yang digunkan adalah analisa bahasa dan konsep. Metode yang digunakan adalah metode historis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penulis berkesimpulan bahwa dari kisah Nabi Ibrahim AS terdapat nilai dakwah yang penting untuk diaplikasikan dalam merealisasikan dakwah, karakter Nabi yaitu: pemurah, berserah diri, pandai bersyukur, ikhlas, lemah lembut dan penyantun. Sedangkan psikologi dakwah Nabi Ibrahim adalah dakwah bil lisan dan dakwah bil hal.