cover
Contact Name
Moh Syahri Sauma
Contact Email
syahrima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annidasby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/I. Kec Mulyorejo. Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25984012     EISSN : 23546328     DOI : -
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles 84 Documents
STUDI SURAH AL-GHASYIYAH TENTANG MATERI DAN METODE DAKWAH DALAM KITAB AL-TAFSÎR AL-MUNÎR KARYA WAHBAH AL-ZUHAILÎ Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.651

Abstract

Penelitian ini punya beberapa alasan : (1) Surah al-Ghâsyiyah mengandung materi dakwah yang sistematis dan metode dakwah yang unik (2) Penelitian terdahulu tentang materi dan metode dakwah dalam surah al-Ghâsyiyah dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya wahbah al-Zuhailî belum penulis temukan, (3) materi dan metode dakwah dalam Surah al-Ghâsyiyah memberikan kontribusi positif kepada petugas dakwah dan akedemisi dakwah (4) Secara ideologis, Nabi Muhammad SAW membaca surah tersebut pada salat jumat. Tujuan penelitian ini untuk menemukan materi dan metode dakwah yang difokuskan pada Surah al-Ghâsyiyah dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber sekunder berupa jurnal yang terkait dengan judul di atas, kitab-kitab tafsir lain yang relevan, dan buku-buku dakwah yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang materi dan metode dakwah dalam Surah al-Ghâsyiyah dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî.
KONSEP KOMUNIKASI DAKWAH DALAM METODE PEMBINAAN PEMAHAMAN AL QUR’AN miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.652

Abstract

Berdakwah adalah proses mengkomunikasikan pesan-pesan Ilahiyah kepada orang lain. Agar pesan tersebut bisa dipahami dengan baik, diperlukan adanya penguasan komunikasi yang efektif. Muhammad SAW sebagai seorang utusan Allah SWT, punya tugas utama membawa kabar gembira dan memberi peringatan kepada seluruh umat manusia. Kegiatan penyampaian wahyu dan ajaran beriman kepada Allah biasanya disebut dakwah. Karena itu, perlu pengembangan paradigma dakwah, yang salah satunya adalah dengan memahami metode dakwah yang tepat untuk membina dan memahamkan Al-qur’an kepada umaat. Metode dakwah yang dapat diimplementasikan dalam melakukan pembinaan dan pemahamaan Al-qur’an kepada umat. Ada beberapa metode dakwah yang bisa dilakukan. Pertama, metode Bil-hikmah kedua, Metode Mau’idzah Hasanah. Ketiga, Mujadalah billati hiyya ahsan. Al-Qur’an memberikan panduan tentang metode-metode dakwah untuk membina dan memahamkan Al-Qur’an kepada seluruh umat manusia, yaitu menyampaikan dengan lemah lembut dan perkataan-perkataan yang baik. Dengan demikian komunikasi Dakwah memegang peranan yang sangat penting di dalam menentukan dan memastikan seorang pembina pembawa risalah untuk senantiasa bekerja lebih produktif, efektif, dan efesien untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Tanpa komunikasi dakwah maka proses pembinaan tidak akan berlangsung dengan baik. Dalam konteks inilah dapat juga dikatakan bahwa pembinaan pada hakekatnya juga proses komunikasi secara terus menerus, dalam pengertian komunikasi dilakukan oleh seorang pembawa risalah ilahi.
KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI DAKWAH NABI SULAIMAN A.S DALAM PERSPEKTIF DAKWAH DIGITAL Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 2 (2024): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i2.706

Abstract

This paper explores the leadership and communication strategies employed by Prophet Sulaiman in the context of da'wah (Islamic propagation) and how they can be interpreted and applied within the framework of digital da'wah. Drawing from Islamic literature and contemporary understandings of digital communication, the study investigates the multifaceted approaches of Prophet Sulaiman in leading and communicating the message of Islam, examining their relevance and implications for digital da'wah in the modern age. Firstly, the paper delves into the leadership qualities demonstrated by Prophet Sulaiman, emphasizing his wisdom, justice, and strategic decision-making abilities. It highlights how these attributes enabled him to effectively govern and lead his people, establishing a just and prosperous society conducive to the propagation of Islamic teachings. Secondly, the communication strategies employed by Prophet Sulaiman are analyzed, focusing on his skillful utilization of language, diplomacy, and persuasion to convey the message of Islam to diverse audiences. His interactions with various stakeholders, including fellow monarchs, subjects, and supernatural beings, exemplify effective communication methods adaptable to the digital realm. Furthermore, the paper examines the relevance of Prophet Sulaiman's leadership and communication approaches in the context of digital da'wah. It explores how contemporary digital platforms such as social media, websites, and multimedia content can be leveraged to emulate Prophet Sulaiman's strategies, reaching a global audience and fostering engagement with Islamic teachings. The study underscores the importance of integrating principles of wisdom, justice, creativity, and humility into digital da'wah efforts, drawing inspiration from Prophet Sulaiman's exemplary leadership and communication style. By applying these principles in the digital sphere, contemporary da'wah practitioners can enhance their effectiveness in conveying the message of Islam, promoting understanding, and fostering positive engagement with diverse audiences worldwide.
TANTANGAN MEDIA DAKWAH DI ERA GLOBAL Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 2 (2024): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i2.707

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kemajuan teknologi, penyebaran dakwah islamiyah bisa dilakukan melalui media modern yang canggih. Media tersebut meliputi media televisi, radio, media cetak maupun internet. Sehingga untuk lebih mengefektifkan kegiatan dakwah maka diperlukan sebuah media yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kondisi tersebut adalah sebuah wujud keseriusan para penggiat dakwah dalam menyiarkan Islam di era global. Terkait hal tersebut maka peneliti mengangkat sebuah tema bagaimana perkembangan dan tantangan media dakwah di era globalisasi seperti sekarang ini Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perkembangan dan tantangan media dakwah di era globalisasi. Adapun metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Dengan kajian yang mendalam dan dengan literatur yang relevan serta sesuai dengan tema bahasan harapannya akan tersaji sebuah gambaran secara detail bagaimana perkembangan dan tantangan dakwah di era global. Sehingga bisa dijadikan sebagai tambahan referensi baru terkait dengan pembahasan tantangan dakwah di era global. Adapun simpulan dari penelitian ini adalah kegiatan dakwah sebagai kunci utama tersebarnya agama Islam harus dikemas dan disajikan dengan strategi penyampaian yang bisa mengikuti perkembangan di era global. Sehingga aktivitas dakwah tidak hanya monoton pada ceramah-ceramah di masjid atau tabligh akbar yang sifatnya konvensional. Saat ini, dakwah harus menggunaan media dakwah modern. Begitu juga dalam hal konten dakwah harus menarik dan mampu masuk ke semua kalangan mulai anak anak sampai usia senja. Dalam simpulannya penelitian ini menyajikan tantangan media dakwah baik media cetak, elektronik dan madia online.
KOMUNIKASI PEMASARAN MEDIA BARU FACEBOOK UNTUK PENGGALANGAN DANA WAKAF ( STUDI KASUS RAMADHAN TAHUN 2020 DI YAYASAN ROUMAH WAKAF HIDAYATULLAH SURABAYA) Hanafi, Abdul; Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 2 (2024): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i2.712

Abstract

Facebook merupakan salah satu media sosial yang digunakan Roumah Wakaf sebagai sarana yang efektif. Facebook tidak hanya dapat dilihat oleh semua orang, tetapi juga media sosial yang banyak diminati oleh masyarakat umum. Akun Facebook Roumah Wakaf sebagai sarana untuk menyampaikan informasi dengan mengunggah kontenterkait Wakaf dan Zis yang dirancang sebagai meme, flayer, foto dan video pendek sesuai program tim Markom Roumah Wakaf. Menurut peneliti, keberadaan media baru Facebook Roumah Wakaf memberikan jangkauan yang luas sehingga memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan banyak orang tanpa harus mengunjungi langsung lokasi Lain Roumah Wakaf. Selain itu, akun Facebook Roumah Wakaf mengajak masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai kebaikan dan danpak positifnya.
POLA KOMUNIKASI ORGANISASI PERHIMPUNAN ORGANISASI PASIEN (POP) TB INDONESIA Rudi Trianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 2 (2024): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i2.716

Abstract

Komunikasi organisasi memegang peran penting dalam kelancaran operasional dan pencapaian tujuan sebuah organiasi. Pola komunikasi organisasi yang baik dapat meningkatkan koordinasi, meminimalkan kesalahpahaman, dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta harmonis. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan pola komunikasi organisasi dan hambatan komunikasi di Perhimpunan Organisasi Pasien (POP) Tuberkulosis (TB) Indonesia. Landasan filosofis penelitian ini adalah paradigma Interpretif. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori Pola Komunikasi Joseph A. Devito dan Samuel P. Robbin yakni pola Pola Lingkaran, Pola Roda, Pola Y, Pola Rantai, dan Pola Bintang atau Semua Saluran. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah Ketua, Sekretaris, dan 3 koordinator Wilayah POP TB Indonesia. Informan ditentukan dengan metode Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Sadana dengan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi orgnisasi di POP TB Indonesia menggunakan pola Bintang atau Semua Saluran (All-Channel) dan pola Rantai. Hambatan komunikasi organisasi yang terjadi adalah hambatan kerangka berfikir dan budaya
HAKEKAT PERENCANAAN KOMUNIKASI ISLAM DALAM MANAJEMEN ORGANISASI DAKWAH miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 2 (2024): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i2.718

Abstract

Perencanaan merupakan suatu kegiatan yang mutlak perlu dilakukan, baik oleh peribadi, kelompok maupun organisasi. Perencanaan juga pada hakekatnya adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan terus menerus serta diorganisasikan untuk memilih yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada bagi pencapaian tujuan tertentu. Karenanya sebuah perencanaan harus dilakukan jauh sebelum kegiatan dilaksanakan, khususnya bagi organisasi. Komunikasi Islam adalah proses penyampaian pesan-pesan keislaman dengan menggunakan prinsip-prinsip komunikasi dalam Islam. maka komunikasi Islam menekankan pada unsur pesan (message), yakni risalah atau nilai-nilai Islam, dan cara (how), dalam hal ini tentang gaya bicara dan penggunaan bahasa (retorika). Pesan-pesan keislaman yang disampaikan dalam komunikasi Islam meliputi seluruh ajaran Islam, meliputi akidah (iman), syariah (Islam), dan akhlak (ihsan). Untuk itu sebuah perencanaan, apalagi tentang perencanaan komunikasi suatu organisasi akan memiliki peran strategis dalam mencapai tujuan komunikasi bila melakukan tahapan-tahapan berikut ; memahami hakekat perencanaan komunikasi, pendekatan perencanaan, dan langkah-langkah kegiatan komunikasi. Adapun hakekat perencanaan merupakan langkah awal sebuah kegiatan dalam bentuk memikirkan hal-hal yang terkait agar memperoleh hasil yang optimal. Bila melakukan perencanaan tersebut tujuan dari komunikasi yang dibangun akan bisa dicapai dengan efektif dan efesien.. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan proses manajemen dalam organisasi dakwah. Manajemen dakwah adalah suatu proses merencanakan tugas, mengelompokkan, menghimpun, dan menempatkan tenaga-tenaga pelaksana dalam kelompok tugas yang disusun, dan kemudian menggerakkannya kearah pencapaian tujuan dakwah. Dengan melaksanaan proses manajemen dakwah dapat semakin berhasil dan berpengaruh lebih luas.
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA PERSPEKTIF AL-QUR’AN Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 2 (2024): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i2.719

Abstract

Komunikasi al-Qur’an sebagai salah satu kajian dengan berbagai variannya telah banyak dilakukan oleh para ilmuan komunikasi yang memiliki background ilmu keislaman. Namun demikian kajian komunikasi antar-budaya perspektif Al-Qur’an belum banyak dilakukan para ilmuan komunikasi. Atas dasat itulah tulisan ini menjadi urgen dan memiliki ciri khas tersendiri dibanding karya lainnya. Karya ini mencoba melakukan eksplorasi teori dan konsep komunikasi antar-budaya menurut ilmuan barat, konsep komunikasi antar-budaya menurut ilmuan muslim atau ilmu al-Qur’an, dan berikutnya akan dikaji korelasi atau hubungan keduanya. Kajian komunikasi antarbudaya perspektif al-Qur’an ini sebenarnya merupakan bagian dari kajian komunikasi lainnya dengan sudut pandang al-Qur’an sebagai critical thinkingnya. Dalam kajian komunikasi dengan berbagai variannya dalam perspektif al-Qur’an dikenal istilah komunikologi al-Qur’an yaitu sebuah upaya mengkaji berbagai bidang keilmuan komunikasi perspektif al-Qur’an. Hasil riset keilmuan komunikasi antar-budaya perspektif al-Qur’an ini menghasilkan temuan perbedaan, persamaan dan keterkaitan menurut konsep al-Qur’an dan menurut para ahli barat. Pertama, konsep al-Qur’an dimulai dari hakekat manusia diciptakan di bumi yaitu untuk saling mengenal (komunikasi) antar sesama manusia, baik berlatar belakang agama, suku, bangsa, etnik, ras, jenis kelamin dan sebagainya. Kedua, konsep barat lebih menekankan pada pemahaman latar belakang budaya seseorang ketika berkomunikasi agar ada kesepahaman bersama. Ketiga, keterkaitan konsep al-Qur’an dan konsep barat atau ilmuan komunikasi adalah kedua konsep sama-sama memiliki penekanan pentingnya memahami budaya yang berbeda untuk mencapai tujuan hidup, yaitu sebagai khalifah di bumi.
BISNIS MODEL CANVAS PADA PROSES MEDIAMORFOSIS MAJALAH SUARA HIDAYATULLAH Trianto, Rudi; Merry Fridha Tri Palupi; Bambang Sigit Pramono
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 13 No 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v13i1.774

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan media cetak. Untuk tetap eksis, media cetak perlu bertransformasi dari platform analog ke digital serta merancang dan menerapkan model bisnis yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep Bisnis Model Canvas dalam proses mediamorfosis yang dilakukan oleh majalah Suara Hidayatullah guna mempertahankan keberadaannya di era digital. Kerangka teori yang digunakan meliputi Bisnis Model Canvas dari Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur, yang terdiri atas sembilan elemen utama: segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran, hubungan pelanggan, aliran pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, mitra utama, dan struktur biaya. Selain itu, penelitian ini mengacu pada konsep Mediamorfosis yang dikembangkan oleh Roger Fidler. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, sementara data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan berdasarkan model Miles, Huberman, dan Saldana, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kondensasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah Suara Hidayatullah telah menerapkan konsep Bisnis Model Canvas dalam proses mediamorfosisnya. Namun, untuk menjaga keberlanjutan eksistensinya, inovasi dan penyesuaian pada seluruh elemen Bisnis Model Canvas perlu terus dilakukan. Kata Kunci: Bisnis Model Canvas, Mediamorfosis, Majalah Suara Hidayatullah, Media Cetak
MEDIA DAKWAH CYBER SOCIETY Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 13 No 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v13i1.782

Abstract

Kemajuan teknologi telah menghantarkan perubahan dalam segala aspek kehidupan manusia. Bahkan sampai melahirkan sebuah masyarakat baru yang bernama cyber society atau masyarakat maya. mereka sangat terbuka dengan perubahan dan kemajuan yang ada. Mereka punya karakteristik dan life style yang berbeda dengan masyarakat biasa. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya lebih mengandalkan media media modern yang serba canggih dan instan sebagai solusinya. Termasuk di dalamnya adalah pemenuhan informasi tentang pengtahuan keagaamaan mereka. Tidak bisa dipungkiri bahwa keanekaragaman dan karateristik masyarakat yang berbeda membuat media dakwah yang dipakai oleh seorang dai menjadi berbeda pula. hal ini dilakukan agar nilai nilai Islam bisa tersampaikan secara efektif kepada mad’u. Terkhusus dakwah di kalangan cyber society atau masyarakat maya akan sangat berbeda dengan dakwah di masyarakat pada umumnya. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang media dakwah cyber society atau masyarakat maya. Dimana pada umumnya cyber society adalah masyarakat berpendidikan, mapan dan memiliki gaya hidup yang serba modern. Hal itu menjadikan mereka cenderung individualis. Dengan latar belakang pendidikan yang tinggi menjadikan wawasan mereka luas dan rasional. Sehingga seorang dai yang berdakwah dikalangan mereka harus memiliki kemampuan yang cukup. Baik itu kemampuan terkait keilmuan secara umum maupun kemampuan dan penguasaan media dakwah sesuai dengan “tempat tinggal” cyber society. Adapun simpulan dari tulisan ini diantaranya adalah media dakwah untuk cyber society perlu menggunakan media yang mereka sudah terbiasa dan familar dengannya. Diantaranya yaitu dengan menggunakan media modern yang berupa dakwah lewat media massa, media social dan serba serbi yang ada di dalam alam maya dengan kecanggihan yang menyertainya. Misalnya seperti televisi, dakwah lewat media radio, situs web, youtube, instagram, tiktok, facebook, X dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan karena hampir seluruh aktifitas masyarakat maya atau cyber society sangat erat kaitannya dengan media tersebut. Lebih khusus lagi yaitu dakwah lewat media media sosial dan serba serbi di dalamnya. Selain itu juga kegiatan dakwah untuk masyarakat maya harus dibuat semenarik mungkin. Baik itu terkait masalah performance, pemilihan tempat dan tidak kalah penting adalah media yang digunakan dalam berdakwah. Semuanya kegiatan dakwah harus dikemas atau diseting agar layak dan menarik untuk dinikmati di media maya. Dengan begitu diharapkan kegiatan dakwah akan tetap efektif dan bisa diterima oleh cyber society atau mayarakat maya.