cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
Pengembangan E-portofolio Tematik-Terpadu Berbasis Web Blog untuk Menanamkan Karakter Kritis dan Kreatif melalui Pembelajaran IPA Arfilia Wijayanti, Moh. Aniq Khairul Basyar
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2017.7.1.1499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-portofolio tematik terpadu berbasis web blog untuk menanamkan karakter kritis dan kreatif melalui pembelajaran IPA mahasiswa calon guru SD. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R and D) yang diarahkan untuk mengembangkan media e-portofolio tematik terpadu berbasis web blog yang tervalidasi dan teruji empirik mampu menumbuhkan karakter kritis dan kreatif mahasiswa. Instrumen yang digunakan berupa angket, serta lembar observasi. Teknik pengolahan data dilakukan meliputi observasi karakter kritis dan kreatif mahasiswa, angket respon mahasiswa, serta analisis dan kesimpulan. Produk media e-portofolio tematik terpadu berbasis web blog yang dikembangkan mendapat penilaian layak dari ahli. Hasil penerapan media e-portofolio tematik terpadu berbasis web blog menunjukkan bahwa media e-portofolio tematik terpadu berbasis web blog yang dikembangkan dapat menumbuhkan karakter kritis dan kreatif mahasiswa calon guru SD.
Korelasi Pemecahan Masalah dan Indikator Berfikir Kritis budi cahyono
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2015.5.1.87

Abstract

Didunia yang begitu cepat berubah, tingkatan berfikir kritis akan menentukan daya tahan seseorang dalam berkompetisi untuk menjadi yang terunggul.  Kemampuan berfikir kritis adalah kemampuan yang penting karena dapat mengembangkan dan menyatakan ide-ide penting, membantu kita dalam mengkaji gagasan-gagasan yang rumit secara sistematis untuk dapat memahami lebih baik sehingga mencegah orang-orang untuk membuat keputusan yang buruk dan membantu mereka dalam memecahkan masalah. Sementara itu, hampir setiap bidang kehidupan manusia memerlukan kemampuan pemecahan masalah. Bahkan, kesuksesan dalam kehidupan sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam memecahkan masalah baik dalam skala besar maupun kecil. Dalam hal ini berfikir kritis menjadi syarat yang penting bagi setiap orang untuk memecahkan masalah.Banyak pendapat para ahli tentang pengertian berfikir kritis. Secara umum berfikir kritis dapat didefinisikan suatu proses penggunaan kemampuan berpikir secara efektif yang dapat membantu seseorang untuk membuat, mengevaluasi, serta mengambil keputusan tentang apa yang diyakini atau dilakukan. Dari definisi tersebut dapat maka   berpikir kritis mempunyai  ciri-ciri: (1)  menyelesaikan suatu masalah dengan tujuan tertentu, (2) menganalisis, menggeneralisasikan,mengorganisasikan ide berdasarkan fakta/informasi yang ada, dan (3) menarik kesimpulan dalam menyelesaikan masalah tersebut secara sistematik dengan argumen yang benar. Berfikir kritis sangat diperlukan dalam proses pembelajaran disemua mata pelajaran termasuk matematika.  Dalam pembelajaran matematika kemampuan berfikir kritis akan sangat dibutuhkan dalam proses memahami konsep, menganalisa masalah dan menentukan solusi yang tepat dari sebuah permasalahan di matematika.Hubungan antara berpikir kritis dan pemecahan masalah menarik untuk dikaji. Selama ini pemecahan masalah sering dipandang sebagai keterampilan yang bersifat mekanistis, sistematis, dan abstrak. Namun, seiring berkembangnya teori-teori belajar kognitif, pemecahan masalah lebih dipandang sebagai aktivitas mental yang kompleks yang memuat berbagai keterampilan kognitif. Dalam konteks sebagaimana diuraikan di atas, berpikir kritis dipandang sebagai syarat bagi tumbuhnya kemampuan pemecahan masalah. Namun, sebaliknya, pemecahan masalah dapat pula dipandang sebagai sarana untuk menumbuhkan kemampuan berfikir kritis. Perlu diketahui bahwa pemecahan masalah mempunyai berbagai peran, yakni sebagai kemampuan, pendekatan, dan sebagai konteks. Mengingat kemampuan berfikir kritis tidak tumbuh dalam suasana atau ruang hampa, maka ia memerlukan sarana atau konteks. Dalam hal ini, konteks dimaksud dapat berupa aktivitas pemecahan masalah. Dalam makalah ini akan dieksplorasi mengenai hubungan antara pemecahan masalah dan berpikir kritis ditinjau dari berbagai aspeknya. 
PENGEMBANGAN RPP MATEMATIKA SCIENTIFIC saminanto s
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2013.3.2.141

Abstract

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang menggunakan sistem tematik dan mengarahkan pola pikir peserta didik berdasarkan logika. Proses pembelajaran dirancang sedemikian rupa untuk mencapai standar kompetensi, kompetensi dasar serta indikator yang telah ditetapkan. Dibutuhkan pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dapat mencapai tujuan tersebut sehingga sesuai dengan target pencapaian kurikulum 2013. Pengembangan ini menghasilkan sebuah rancangan pembelajaran yang disebut RPP scientific. 
METAKOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION Anis Fauziana; Mega Teguh Budiarto; Wiryanto Wiryanto
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2020.10.2.5740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Realistic Mathematics Education (RME) untuk melatihkan kemampuan metakognitif pada peserta didik di Sekolah Dasar (SD). Perangkat yang dikembangkan berupa Silabus, RPP, Penilaian Hasil Belajar/ PHB (istilah untuk THB dalam kurikulum 2013) dan Tes Kemampuan Metakognitif/ TKM berupa angket kemampuan metakognitif. Proses pengembangan perangkat tersebut mengacu pada model pengembangan Plomp yang terdiri dari lima fase yaitu: (1) fase investigasi awal, (2) fase desain, (3) fase realisasi, (4) fase tes, evaluasi dan revisi, serta (5) fase implementasi. Pada fase tes, evaluasi dan revisi, perangkat yang telah dikembangkan, kemudian diujicoba pada kelas ujicoba. Hasil ujicoba tersebut menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkualitas baik, dilihat dari: (1) keterlaksanaan kegiatan pembelajaran, yang berkategori terlaksana dengan sangat baik, (2) aktivitas peserta didik dalam pembelajaran yang berkategori aktif, (3) respon peserta didik terhadap pembelajaran yang berkategori positif, (4) ketuntasan belajar siswa secara klasikal juga tercapai. Kegiatan belajar yang terjadi pada setiap pembelajaran baik di kelas ujicoba maupun implementasi mengacu pada learning trajectory yang dikembangkan oleh peneliti. Melalui learning trajectory inilah metakognitif dilatihkan dalam pembelajaran RME dilihat dari aktivitas metakognitif yang dilakukan peserta didik selama pembelajaran, bahkan pada kelas implementasi menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan perangkat berbasis RME ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan metakognitif. 
MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN VIDEO COMPACT DISK UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI DASAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MTs s, saminanto
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.1.445

Abstract

Matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Selain mempunyai sifat yang abstrak, pemahaman konsep matematika yang baik sangatlah penting karena untuk me- mahami konsep yang baru diperlukan prasarat pemaha- man konsep sebelumnya. Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelaja- ran berikut media yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Sam- pai saat ini masih banyak ditemui kesulitan siswa untuk mempelajari konsep geometri, antara lain tentang persegi panjang dan persegi pada siswa kelas VII semester 2. Aki- batnya terjadi kesulitan siswa untuk memahami konsep geometri selanjutnya karena konsep prasarat belum dipa- hami. Model pembelajaran Creative Problem Solving dengan Media Video Compact Disk sangat dimungkinkan bisa menin- gkatkan pemahaman konsep, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Model  pembelajaran  ini  dapat  dijadikan  alternatif  pada pembelajaran matematika karena sesuai dengan karak- teristik matematika dan tuntutan Kurikulum 2006. Peneli- tian tindakan kelas/penelitian perbaikan pembelajaran ini mengambil obyek Kota Semarang, dan mengambil sampel di MTsN 1 Kota Semarang. Data yang diperoleh diolah se- cara deskriptif.Pelaksanaan penelitian dibagi dalam dua siklus, yang tiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pen- gamatan dan refleksi. Hasil pengamatan dan refleksi akan dijadikan bahan rujukan untuk pelaksanaan siklus berikut- nya. Sehingga proses dan hasil pelaksanaan siklus berikut- nya diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya. Dari tiap siklus akan diukur proses keaktifan dan proses bermain peran, dan keberhasilan siswa dalam pembela- jaran dengan model pembelajaran creative problem solving dengan media video compact disk.Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran creative problem solving dengan media video compact disk dapat me- ningkatkan pemahaman konsep, keaktifan, dan hasil bela- jar siswa di MTs.
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TPS PADA KONSEP CAHAYA KELAS VIII B SEMESTER 2 SMPN1 JAMBU TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Bambang Eko Purnomo
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2015.5.2.77

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) meningkatkan kreativitas belajar dan (2) meningkatkan hasil belajar IPA peserta kelas VIII B SMP Negeri 1 Jambu Kabupaten Semarang melalui model pembelajaran kooperatif Tipe Think, Pair, Share(TPS) pada pembelajaran IPA semester 2.  Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah peningkatan kreativitas dan hasil belajar. Sumber data berasal dari peserta didik, hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data adalah dengan observasi, test, dokumentasi, dan angket. Validasi data menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Analisis data adalah deskriftif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis model interaktif melalui hasil wawancara, observasi, angket, jurnal kelas dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kreativitas dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA di kelas VIII B SMP Negeri 1 Jambu mengalami peningkatan setelah menggunakan model pembelajaran TPS. Peningkatan kreativitas peserta didik dapat diketahui dari hasil observasi yang dilaksanakan pada akhir siklus 1 dan siklus 2 menunjukkan peningkatan skor rata-rata kreativitas peserta didik dari 66,4 pada siklus 1 menjadi 81 pada siklus 2. Sedangkan peningkatan hasil belajar dapat diketahui dari hasil ulangan pra siklus dengan rata-rata 72,2 menjadi 74,4 pada siklus 1 dan 80,5 pada siklus 2.
PEMANFAATAN LIMBAH POPOK SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN ANAK USIA DINI Talitha Widiatningrum; Krispinus Pukan; R Susanti; Sri Sukaesih
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2018.8.2.2495

Abstract

TK Wiji is a nursery school which was built at Jl. Untung Suropati no. 10  kelurahan Tegalrejo kota Pekalongan based on NPSN 69879295 of 2005 by Yayasan 99. TK Wiji is growing fast due to its education system which is in line to the 2013 national curriculum with the vision of toodler characteristic development. The most fundamental of character education is environment education. Considering to this situation, we have found that the most common litter of the nursery is disposable diaper. This kind of diaper is hardly degraded into its monomer. Colon’s research in 2013 has found a strategy to use this diaper as compost. Based on the problem of disposable diaper wastes in the nursery and also the result of the background research about exploiting the waste as compost, then the environment education for toodler of TK Wiji by using diaper waste as a material for hidroponic cultivation was done. In the beginning, guidances were given to the teacher in 2 phases which are making diaper waste composite into organic fertilizer and making hidrogel for interior plant cultivation by using the gel of the waste. In the next step, the teachers were asked to make improvisation regarding toodler environment education by using the skills. In spite of this, there was still an argument about the time management in the learning process by using diaper waste as the material. Thus an implementation of the skill for toodler extracuricular was stated.
MATHEMATICS TOOLS DEVELOPMENT BASED ON WEB WITH MOODLE APPLICATIONS IN BASED STATISTICS SUBJECT rina dwi s, febrian dewanto, bagus ardi s
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2014.4.1.126

Abstract

This research is the development of learning tools, which aims to: (1) describe the development of tools and produce mathematics learning application based on WEB with MOODLE Application On valid Based Statistics Subject. (2) To determine Effectiveley results the tools of learning. Moreover, the learning tools to be developed are the whole Syllabus, lesson plans, and text book learning. Those tools are developed by using the development model of 4D thiagdarajan Field trials conducted an web learning course on Education Statistics experiments Class, in this study were 36 students at class 3A, while the control class is 35 students of 3B class. Independent variables are motivation and activity, while the dependent variable is the learning achievement. Data taken with the deployment of questionnaires, observation and tests. Data processed with comparisons t test and regression.The results the influence of motivation and activity of learning achievement of 89.7% d) and the average of  learning achievement experimental class achieve exhaustiveness 74.25 e) Average learning achievement of  experimental class 74.25, better than average learning achievement for control class 64.57. Based on the research results obtained are valid learning tools and effective learning that show the development of learning tools goals achieved.
BAHAN AJAR KOMIK MATEMATIKA BERBASIS DIGITAL BAGI SISWA SEKOLAH DASAR RIDA FIRONIKA KUSUMADEWI; AMOS NEOLAKA; Mahmuddin Yasin
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2020.10.1.6339

Abstract

The purpose of this study was to determine the availability and use of teaching materials in schools, especially elementary schools. The teaching materials used are suitable for the students' needs. This study uses a Research and Development approach and method. The data collection technique here is to use interviews, teacher, and student response questionnaires to digital-based mathematics comic teaching materials. The field studies carried out include identifying the availability of teaching materials, analyzing the needs of teaching materials, analyzing learning, and identifying students' initial characteristic behaviors. The results of interviews based on field studies show that so far teachers have used conventional teaching materials, and only occasionally use digital-based teaching materials in the form of videos that are displayed on YouTube videos. Student response during learning so far is feeling less happy in participating in learning, especially learning mathematics, students' verbal ability in mathematics is still lacking. Based on these results, it is necessary to have teaching materials designed according to the needs and characteristics of students, namely by using digital-based comic teaching materials to improve the ability to understand mathematical concepts.Keywords: Teaching Materials, Mathematical Comic, Digital Abstract Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan dan penggunaan bahan ajar  disekolahan khususnya sekolah dasar. Bahan ajar yang digunakan apakah sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan metode penelitian pengembangan (Research and Development). Teknik pengambilan data disini adalah menggunakan wawancara, angket respon guru dan siswa terhadap bahan ajar komik matematika berbasis digital. Studi lapangan yang dilakukan diantarannya adalah mengidentifikasi ketersediaan bahan ajar, melakukan analisis kebutuhan bahan ajar, melakukan analisis pembelajaran, dan mengidentifikasi perilaku karakteristik awal siswa. Hasil wawancara berdasarkan studi lapangan adalah, selama ini guru menggunakan bahan ajar konvensional, dan hanya sesekali menggunakan bahan ajar berbasis digital yang berbantu video yang ditampilkan melalui video youtube. Respon siswa selama pembelajaran selama ini adalah merasa kurang senang dalam mengikuti pembelajaran khususnya pembelajaran matematika, kemampuan siswa secara verbal pada pelajaran matematika juga masih sangat kurang. Berdasarkan hasil tersebut, maka sangat diperlukan adanya bahan ajar yang dirancang sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa yaitu dengan menggunakan bahan ajar komik berbasis digital untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika.Kata kunci: Bahan Ajar, Komik Matematika, Digital
HISTOPATOLOGI Achlya heterosexualis PADA JARINGAN TUBUH IKAN LELE (Clarias batrachus L.) siti mukhlisoh setyawati
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.2.432

Abstract

Achlya merupakan salah satu fungi golongan Sapro- legniaceae yang dapat menyebabkan penyakit saproleg- niasis pada ikan air tawar. Saprolegniasis  mudah dikenali dari munculnya massa hifa seperti kapas, berwarna putih hingga abu-abu/kecoklatan pada bagian tubuh ikan yang terinfeksi. Achlya heterosexualis merupakan jenis Achlya patogen yang di dapat dari lesi ikan terinfeksi saprolegnia- sis pada budidaya ikan di Purbalingga, Jawa Tengah. Lele (Clarias batrachus L.) merupakan ikan budidaya utama di Indonesia yang umum terserang saprolegniasis dari fase telur hingga dewasanya. Gambaran histologis pada ikan dewasa yang terinfeksi saprolegniasis dapat menjadi uku- ran untuk mengetahui  tingkat serangan dan  kemampuan infeksi dari jamur penyebab saprolegniasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan infeksi dari Ach- lya heterosexualis terhadap ikan lele dilihat dari pertum- buhan hifa jamur pada jaringan terinfeksi dan kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh infeksi tersebut. Inokulasi jamur pada ikan dilakukan dengan memasukkan zoospora jamur ke dalam media hidup ikan. Sebelum inokulasi, ikan telah dikurangi lapisan mukus-nya dengan metode Ami- Momi dari Hatai dan Hoshiai (1994). Preparasi jaringan ter- infeksi dilakukan dengan metode parafin dan pewarnaan Alum Hematoxylin-Eosin oleh Mallory. Hasil pengamatan menunjukkan hifa dari zoospora Achlya heterosexualis yang diinokulasikan pada ikan lele dapat menginfeksi jaringan integumen dan derivatnya.   Hifa dapat tumbuh dan me- lekat kuat pada bagian sirip ikan. Hifa juga tumbuh jauh ke dalam jaringan integumen hingga mencapai lapisan stratum spongiosum. Kerusakan jaringan integumen yang diakibatkan oleh infeksi tersebut berupa hilangnya lapisan epidermis dan rusaknya lapisan dermis karena pertumbu- han hifa.

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA More Issue