cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
REKAYASA MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS WEBSITE UNTUK SISWA KELAS X SMA NEGERI I GUBUG POKOK BAHASAN GERAK LURUS rachmadi, denny
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2012.2.1.423

Abstract

Rendahnya  hasil  belajar  siswa  dalam  pembelajaran sika mendorong keinginan guru untuk memperbaiki model pembelajaran sika agar mendapatkan hasil belajar yang sesuai dengan harapan. Dalam materi sika dibutuh- kan adanya kemampuan siswa untuk berabstraksi dalam memahai konsep sika. Hal ini dapat di atasi dengan adan- ya praktikum sika, itu kalau fasilitas laboratorium sika lengkap. Untuk mengatasi kekurangan sarana laborato- rium sika dapat digunakan media computer untuk me- nampilkan konsep sika yang abstrak menjadi nyata baik dalam bentuk lm atau animasi. Selain itu adanya kegiatan guru dan kelembagaan mengurangi jumlah tatap muka dalam pembelajaran  sika.  Dengan  demikian  dibutuh- kan media pembelajaran sika yang berbasis website agar siswa dapat belajar. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini media pem- belajaran computer yang berbasis website yang bagaimana yang akan diciptakan dan yang dapat dimanfaatkan un- tuk meningkatan hasil belajar sika kelas X SMA Negeri 1 Gubug. Untuk mengetahui layak ataupun tidak layak peng- gunaan media pembelajaran sika menggunakan media komputer berbasis website tersebut perlu adanya uji in- strument. Uji kelayakan instrument dalam penelitian ini menggunakan white box dan black box. Selain itu juga di- lakukan uji respon user dan hasil belajar siswa terhadap pemakaian instrument ini menggunakan angket (kuision- er) dengan metode membandingan instrument ini dengan instrument lain yang ada di SMA N I Gubug.Dari hasil uji whitebox dan blackbox tidak ada ma- salah dan program dapat berjalan dengan baik. Dari uji respon user menggunakan angket diperoleh data dan anal- isis data menyatakan bahwa 80% respon user memiliki ke- cenderungan yang tinggi dan l3,3%7 dalam kategori cukup untuk menyukai media pembelajaran sika berbasis web dari pada instrument lain yang hanya 23,33% dalam kat- egori cukup dan 66,67% pada kategori rendah. Selain itu dari uji hasil belajar siswa menggunakan tes hasil belajar sika diperoleh data dan analisis data menyatakan bahwa 63,33% respon user memiliki kecenderungan yang tinggi dan 30% dalam kategori cukup dan sisanya rendah untuk menyukai media pembelajaran sika berbasis web daripa- da instrument lain yang hanya 6,67% kategori tinggi dan 23,33% dalam kategori cukup dan 66,67% pada kategori rendah sisanya rendah. Selain itu pada uji-t pada respon user diperoleh hasil bahwa t hitung ( 16,1 ) lebih besar dari t table ( 1,67 ), ini menunjukkan media pembelajaran sika berbasis web lebih baik dari media pembelajaran lain ( lm) dilihat dari respon user dan dari hasil belajar diperoleh hasil bahwa t hitung ( 4,271) lebih besar dari t table ( 1,67 ), ini menunjukkan media pembelajaran sika berbasis web lebih baik dari media pembelajaran lain ( lm) dilihat dari hasil belajar siswa.Dari penelitian diperoleh hasil berupa media pembela- jaran sika berbasis web yang layak digunakan.
PEMANFAATAN MEDIA BELAJAR POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII B SEMESTER 2 TAHUN 2015 SMP NEGERI 3 BANYUBIRU Purnomo, Purnomo
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2016.6.1.944

Abstract

Media PowerPoint adalah merupakan media belajar yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Permasalahan yang muncul adalah apakah pemanfaatan media belajar PowerPoint dapat meningkatkan hasil belajar  IPA  pada konsep gerak. Penelitian dilakukan pada VIIB  SMPN 3 Banyubiru Semester 2 Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan prestasi belajar IPA pada konsep gerak yaitu dari rata-rata nilai pada siklus I 70,33 menjadi 70,67  pada siklus II
MEMBANGUN KECERDASAN FINANSIAL DENGAN MATEMATIKA KEUANGAN romadiastri, yulia
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.1.446

Abstract

Setelah IQ (Intellectual Quotient), EQ (Emotional Quo- tient), SQ (Spiritual Quotient), sekarang muncul FQ (Finan- cial Quotient) atau biasa disebut kecerdasan finansial. Hal ini dikarenakan salah satu cabang dalam ilmu keuangan yang berkembang pesat dalam beberapa tahun belakan- gan ini adalah perencanaan keuangan atau financial plan- ning. Pada prinsipnya merencanakan keuangan yang baik itu mudah dan semua orang dapat melakukannya sendiri. Untuk dapat melakukannya, seseorang hanya perlu me- mahami matematika keuangan dan memiliki pengetahuan tentang produk pasar modal dan pasar uang yang tersedia. Pemahaman   akan matematika keuangan membuat ses- eorang menjadi cerdas finansial dan memungkinkan untuk menyusun sendiri perencanaan keuangannya.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN FISIKA DASAR 1 DINAMIKA GERAK DENGAN PENDEKATAN DEMOCRATIC APPROACH poernomo, joko budi
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.2.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bentuk perangkat perkuliahan Fisika dengan democratic approach melalui problem posing pada Dinamika Gerak. Metode pe- nelitian adalah penelitian pengembangan perangkat pem- belajaran yang meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Bahan Ajar. Draft perangkat yang dihasilkan divali- dasi oleh Dosen Mitra, Kaprodi, pakar pendidikan Fisika dan diujicobakan pada siswa di Perkuliahan Fisika Dasar 1 Tahun Akademik 2010-2011. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian  validitas isi Satuan Acara Perkuliahan para ahli 4,42; yang tergolong valid; penilain terhadap keterlaksanaan perkuliahan oleh observer 4,45; termasuk kategori baik, dan  penilain ketuntasan perkulia- han Fisika Dasar 1 mencapai 86 %, serta 88% mahasiswa memberi respon positip.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN SOAL- SOAL LOGIKA romadiastri, yulia
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2012.2.1.419

Abstract

Logika adalah salah satu materi dasar untuk maha- siswa matematika yang bersifat abstrak, sehingga tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mem- pelajarinya. Banyaknya kesalahan yang dilakukan ma- hasiswa dalam mengerjakan soal bisa menjadi petunjuk sejauh mana tingkat penguasaan materi mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui letak kesalahan mahasiswa dan mengetahui faktor-faktor yang menyebab- kan kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal-soal logika. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode tes, dan metode wawan- cara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan bersifat kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa Prodi Tadris Matematika Semester 1 Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang yang diambil satu kelas yaitu kelas TM1A. Hasil yang diperoleh adalah bahwa kesala- han mahasiswa terbagi menjadi tiga kategori yaitu pada kesalahan pemahaman konsep-konsep logika, kesalahan dalam keterampilan menyelesaikan soal dan kesalahan dalam pemecahan masalah. Yang melakukan kesalahan pada pemahaman konsep sebesar 7,5%, kesalahan pada keterampilan menyelesaikan soal sebesar 22,1% dan kes- alahan dalam memecahkan masalah sebesar 17,3%. Ada- pun faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa men- galami kesalahan dalam menyelesaikan soal logika adalah: mahasiswa tidak menguasai konsep-konsep pada materi sebelumnya yang menjadi materi prasyarat, materi yang bersifat abstrak sehingga mahasiswa merasa bosan, dan kurangnya berlatih dalam mengerjakan soal-soal logika.
PENGEMBANGAN PORTAL “CHANNEL PEMBELAJARAN SAINS” SEBAGAI VIDEO PEMBELAJARAN ONLINE MELALUI MODEL ADDIE (ANALYSIS, DESIGN, DEVELOPMENT,IMPLEMENTATION AND EVALUATION ) Arsini, Arsini
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2016.6.1.940

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengembangkan Portal “ Channel Pembelajaran Sains” sebagai media pembelajaran online berbasis video yang dapat diakses secara global dan untuk meningkatkan ketersediaan sumber belajar online bagi para guru dan peserta didik  berupa Portal” Channel Pembelajaran Sains” yang berisi berbagai video pembelajaran sains.            Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan ADDIE Model. Melalui siklus ADDIE Model, yaitu : (1)Analysis, (2)Design, (3)Development, (4)Implementation dan (5) Evaluation akan dikembangkan Portal “Channel Pembelajaran Sains”, sebuah Portal yang didesain sebagai media pembelajaran berbasis video yang dapat diakses melalui internet.            Secara garis besar, penelitian ini terdiri dari sembilan tahap kegiatan. Tahap pertama, analisis materi pembelajaran sains yang sesuai untuk ditampilkan dengan menggunakan media video. Tahap kedua, pengambilan gambar dengan menggunakan Digital Video Shooting. Tahap ketiga, proses editing video menggunakan program aplikasi VideoPad Video Editor . Tahap keempat, mengunggah video ke internet dengan membuat sebuah channel di Portal berbagi video Youtube yang kemudian diberi nama Portal “Channel Pembelajaran Sains”. Tahap kelima, proses validasi media ke berbagai ahli (ahli komunikasi, ahli materi dan ahli media). Tahap keenam, revisi produk berdasarkan masukan para ahli. Tahap ketujuh, uji coba terbatas di sejumlah sekolah untuk memperoleh masukan dari guru dan peserta didik. Tahap kedelapan, revisi berdasarkan masukan dari guru dan peserta didik. Tahap kesembilan, uji coba produk akhir.
KANDUNGAN BUAH-BUAHAN DALAM ALQUR’AN: BUAH TIN (Ficus carica L), ZAITUN (Olea europea L), DELIMA (Punica granatum L), ANGGUR (Vitis vinivera L), DAN KURMA (Phoenix dactylifera L) UNTUK KESEHATAN khasanah, nur
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.1.442

Abstract

Aneka ragam buah-buahan segar diciptakan Sang Khalik untuk umat manusia. Di antara sekian banyak buah-buahan itu, salah satu yang disebutkan Allah SWT dalam Alquran. Adalah buah tin, zaitun, delima, anggur, dan kurma. Untuk itulah kita sebagai muslim perlu men- getahui zat-zat  yang terkandung dalam buah tersebut, se- hingga dapat memanfaatkan buah tersebut dengan sebaik- baiknya. Tidak ada sekecil apa pun Allah ciptaan jika tidak membawa kemanfaatan bagi manusia.
ANALISIS LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BIOLOGI KARYA MGMP SMP DI KOTA SEMARANG YANG DIGUNAKAN SISWA KELAS VII SEMESTER GASAL 2010 /2011 nadlah, izzun
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2012.2.1.424

Abstract

Pengalaman belajar dapat diperoleh siswa melalui se- rangkaian kegiatan dengan mengeksplorasi lingkungan melalui interaktif aktif dengan teman, lingkungan, dan nara sumber lain. Salah satu penunjang sarana pembelajaran yang dapat dipergunakan untuk mengeksplorasi lingkun- gan sekitar adalah dengan Lembar Kerja Siswa (LKS). Pen- ingkatan aktivitas siswa sulit inyterjadi dengan sendirinya oleh karena itu peran guru sangat diperlukan untuk dapat menciptakan situasi belajar yang penuh dengan aktivitas siswa salah satunya menggunakan LKSFrekuensi peng- gunaan LKS yang cukup tinggi dalam setiap pembelajaran harus diimbangi dengan kualitas LKS yang tinggi juga. Umumnya siswa SMP di Kota Semarang. Adapun peneli- tian ini menggunakanmetode observasi dengan mengum- pulkan data untuk me untuk mendapatkan harga Deskrip- tif Prosentasendapatkan harga Deskriptif Prosentase (DP) pada kesesuaian isi LKS dengan KTSP dan jenjang soal mendapatkan indeks pengaktifan (IP)pada petunjul keg- iatan, gambar, atau diagram dan soal-soal latihan. Analisis data menunjukkan LKS 65%, berarti kategori sedang, indeks pengaktifan siswa pada petunjuk kegiatan sebesar 0,03 yang tergolong rendah, karena berada pada rentang 0,40 – 1,50. IP pada gambar atau diagram 1,37 yang ter- golong sedang, karena berada pada rentang 0,40 – 1,50. In- deks Pengaktifan pada soal-soal latihan 1,23 yang tergolong sedang, karena berada pada rentang 0,40 – 1,50. Soal ranah kognitif tidak proporsional, karena C1 lebih dominan yaitu 40,8%  Soal ranah psikomotorik P2 0,43% dan P3 1,3% , se- dang jenjang yang lain tidak ditemukan. Soal ranah afektif tidak ditemukan hal ini dikarenakan sulitnya mengaplika- sikan muatan afektif ke dalam bentuk soal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi konkrit.Bagi siswa dan guru agar lebih memperhatikan LKS yang digunakan. Demikian pulabagi pihak pengarang agar lebih memper- hatikan aspek-aspek yang mendukung kualitas LKS seper- ti kesesuaian isi LKS dengan kurikulum, tingkat pengakti- fan siswa dan jenjang soal-soal latihan baik kognitif, afektif maupun psikomotorik.
MENINGKATKAN MINAT IPA MELALUI IMPLEMENTASI INTEGRASI-INTERKONEKSI KEISLAMAN DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AL-ANWARIYAH TEGAL GUBUG KABUPATEN CIREBON Gloria, Ria Yulia
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2016.6.1.945

Abstract

Dunia pendidikan saat ini sedang berusaha meningkatkan kualitasnya dari berbagai sisi, hal ini karena abad ke 21 yang dikenal sebagai abad pengetahuan. Harapan mendapatkan hasil belajar siswa terus menerus menjadi hal yang perlu diwujudkan. Berbagai cara terus diupayakan agar hasil belajar siswa mencapai hasil yang optimal. Salah satunya yaitu dengan meningkatkan minat siswa terhadap materi pelajaran. Minat siswa terhadap materi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan, karna siswa yang berminat pada materi pelajaran akan memiliki keinginan kuat untuk menguasai materi pelajaran tersebut. Kita mengetahui bahwa disekolah-sekolah yang berbasis pesantren pada umumnya sangat ditekankan pemahaman dalam bidang keagamaan, segala sesuatu akan dikaitkan dengan pengetahuan agama, termasuk disaat mereka mempelajari mata pelajaran sains atau IPA. Karna itu upaya untuk mengintegrasikan sains atau IPA dengan pengetahuan agama menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat belajar para siswa di lingkungan pesantren. Salah satu upaya itu adalah dengan implementasi integrasi interkoneksi keislaman. Setelah dilakukan penelitian, maka hasilnya dapat disimpulkan yaitu, minat siswa terhadap konsep IPAtermasukdalamkategoribaik, hasil observasi dari 9 komponen yang diobservasi terdapat 4 komponen mendapat nilai 100%, berarti semua siswa melakukan hal tersebut yaitu mendengarkan materi yang disampaikan guru, datang tepat waktu, membuat catatan, dan mencatat apa yang dituliskan guru, sedangkan hasil belajar siswa tidak memuaskan, sebanyak 63% siswa masih mendapat nilai dibawah nilai KKM.
ORIENTASI LIFE SKIL DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN SETS (Science Environment Technology & Society) PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR & MENENGAH l, listyono
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.1.448

Abstract

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah se- buah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Per- aturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya dis- erahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. Basis dari kurikulum ini adalah kompetensi yang ha- rus dikuasai oleh siswa. Kompetensi merupakan pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.

Page 7 of 45 | Total Record : 448


Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA More Issue