cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DAN PEMAHAMAN KONSEP PERUBAHAN ZAT MELALUI PROBEX jaryanto, j
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran secara konvensional materi perubahan zat belum menghasilkan prestasi belajar maksimal, karena itu diperlukan inovasi pembelajaran dengan  Predict-Observe-Explain (Probex). Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas dan pemahaman siswa terhadap konsep Perubahan Zat  melalaui (Probex). Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII B SMP Negeri 1 Pringapus tahun pelajaran 2013/2014.  Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus terdiri empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, wawancara, dan tes. Analisa secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penilaian sikap ilmiah kategori baik (3%), keterampilan proses kategori baik (5%), keaktifan mengerjakan LKS 15%, prestasi belajar 13%. Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran melalui Probex dapat meningkatkan aktivitas pemahaman konsep materi  Perubahan Zat. Disarankan untuk diadakan penelitian lanjutan pembelajaran dengan Probex untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa.
PEMANFAATAN SOFTWARE MATLAB DALAM PEMBELAJARAN METODE NUMERIK POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR SIMULTAN muanalifah, ani
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan yang melibatkan model matematika banyak muncul dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, seperti dalam bidang sika, kimia, ekonomi, atau pada persoalan rekayasa. Seringkali model matematika tersebut muncul dalam bentuk yang rumit yang terkadang tidak dapat di- selesaikan dengan rumus-rumus aljabar yang sudah baku. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan Mengguna- kan metode Numerik.Dalam pembelajaran metode Numerik khususnya pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Simultan diperlukan perhitungan iterasi dengan menggunakan Komputer.  Software yang digunakan untuk perhitungan Numerik salah satunya adalah MATLAB.  Dengan peman- faatan software ini ternyata sangat membantu pemebelaja- ran metode numerik
SAINTIFIK-VISINGATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN MATERI GELOMBANG PADA SISWA KELAS XI TKR 1 SEMESTER 1 SMK NEGERI 3 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Mahzum, Mahzum
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2015.5.2.81

Abstract

Rumusan masalah penelitian ini bagaimana proses mengaplikasikan pendekatan pembelajaran saintifik berbatuan media VISINGATAN untuk meningkatkan pengetahuan  gelombang pada siswa kelas XI TKR 1 Semester 1 SMK Negeri 3 Semarang tahun pelajaran 2014/2015?. Desain penelitian menggunakan 2 siklus yang terdiri dari perencanaa, tindakan, observasi, dan refleksi.Terjadi peningkatan  rata-rata nilai  sikap 76,21,  nilai keterampilan 76,67, nilai pengetahuan 76,52 pada siklus pertama menjadi  rata-rata nilai  sikap  80,31, nilai keterampilan  81,52, nilai pengetahuan 80,30 pada siklus kedua.
PERFORMANCE ASSESSMENT SEBAGAI INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPULAN PROSES pada PRAKTIKUM KIMIA DASAR DI TADRIS KIMIA suryandari, ervin tri
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian terpadu yang komprehensif dan seimbang antara proses dan hasil belajar tersebut dilaksanakan dalam kerangka Penilaian Berbasis Kelas (PBK). Kimia merupakan ilmu yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan eksperimen, sehingga metode eksperimen sangat penting diterapkan dalam pembelajaran kimia. Pembelajaran kimia menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggu- naan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah, sehingga performance assessment menjadi sangat penting. Proses penilaian dilaku- kan dengan langkah-langkah: perencanaan penilaian, pengumpulan in- formasi, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar. Se- belum melaksanakan penilaian terhadap proses dan hasil belajar, guru harus membuat perangkat-perangkatnya agar penilaian yang dilakukan sesuai dengan kompetensi yang hendak diuji. Dalam makalah ini dibahas bagaimana mengembangkan instrumen untuk performance assessment se- bagai bentuk penilaian yang berkarakter kimia. Format instrumen dapat disusun dengan bentuk pedoman observasi, daftar cek, atau skala lajuan. Guru juga dapat mengembangkan instrumen performance assessment den- gan rubrik yang lengkap. Meskipun penggunaan rubrik ini relatif menyita waktu, akan tetapi dengan rubrik yang lengkap guru dapat mengungkap kualitas dan profil performance peserta didik. Contoh rubrik yang dapat dikembangkan meliputi kompetensi merangkai alat, menggunakan alat, melakukan eksperimen, mengelola zat sisa, mempresentasikan hasil eks- perimen, dan penilaian terhadap Laporan eksperimen.
MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN VIDEO COMPACT DISK UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI DASAR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MTs s, saminanto
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.1.445

Abstract

Matematika adalah mata pelajaran yang diajarkan dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Selain mempunyai sifat yang abstrak, pemahaman konsep matematika yang baik sangatlah penting karena untuk me- mahami konsep yang baru diperlukan prasarat pemaha- man konsep sebelumnya. Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelaja- ran berikut media yang tepat sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Sam- pai saat ini masih banyak ditemui kesulitan siswa untuk mempelajari konsep geometri, antara lain tentang persegi panjang dan persegi pada siswa kelas VII semester 2. Aki- batnya terjadi kesulitan siswa untuk memahami konsep geometri selanjutnya karena konsep prasarat belum dipa- hami. Model pembelajaran Creative Problem Solving dengan Media Video Compact Disk sangat dimungkinkan bisa menin- gkatkan pemahaman konsep, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Model  pembelajaran  ini  dapat  dijadikan  alternatif  pada pembelajaran matematika karena sesuai dengan karak- teristik matematika dan tuntutan Kurikulum 2006. Peneli- tian tindakan kelas/penelitian perbaikan pembelajaran ini mengambil obyek Kota Semarang, dan mengambil sampel di MTsN 1 Kota Semarang. Data yang diperoleh diolah se- cara deskriptif.Pelaksanaan penelitian dibagi dalam dua siklus, yang tiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pen- gamatan dan refleksi. Hasil pengamatan dan refleksi akan dijadikan bahan rujukan untuk pelaksanaan siklus berikut- nya. Sehingga proses dan hasil pelaksanaan siklus berikut- nya diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya. Dari tiap siklus akan diukur proses keaktifan dan proses bermain peran, dan keberhasilan siswa dalam pembela- jaran dengan model pembelajaran creative problem solving dengan media video compact disk.Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran creative problem solving dengan media video compact disk dapat me- ningkatkan pemahaman konsep, keaktifan, dan hasil bela- jar siswa di MTs.
HISTOPATOLOGI Achlya heterosexualis PADA JARINGAN TUBUH IKAN LELE (Clarias batrachus L.) setyawati, siti mukhlisoh
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.2.432

Abstract

Achlya merupakan salah satu fungi golongan Sapro- legniaceae yang dapat menyebabkan penyakit saproleg- niasis pada ikan air tawar. Saprolegniasis  mudah dikenali dari munculnya massa hifa seperti kapas, berwarna putih hingga abu-abu/kecoklatan pada bagian tubuh ikan yang terinfeksi. Achlya heterosexualis merupakan jenis Achlya patogen yang di dapat dari lesi ikan terinfeksi saprolegnia- sis pada budidaya ikan di Purbalingga, Jawa Tengah. Lele (Clarias batrachus L.) merupakan ikan budidaya utama di Indonesia yang umum terserang saprolegniasis dari fase telur hingga dewasanya. Gambaran histologis pada ikan dewasa yang terinfeksi saprolegniasis dapat menjadi uku- ran untuk mengetahui  tingkat serangan dan  kemampuan infeksi dari jamur penyebab saprolegniasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan infeksi dari Ach- lya heterosexualis terhadap ikan lele dilihat dari pertum- buhan hifa jamur pada jaringan terinfeksi dan kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh infeksi tersebut. Inokulasi jamur pada ikan dilakukan dengan memasukkan zoospora jamur ke dalam media hidup ikan. Sebelum inokulasi, ikan telah dikurangi lapisan mukus-nya dengan metode Ami- Momi dari Hatai dan Hoshiai (1994). Preparasi jaringan ter- infeksi dilakukan dengan metode parafin dan pewarnaan Alum Hematoxylin-Eosin oleh Mallory. Hasil pengamatan menunjukkan hifa dari zoospora Achlya heterosexualis yang diinokulasikan pada ikan lele dapat menginfeksi jaringan integumen dan derivatnya.   Hifa dapat tumbuh dan me- lekat kuat pada bagian sirip ikan. Hifa juga tumbuh jauh ke dalam jaringan integumen hingga mencapai lapisan stratum spongiosum. Kerusakan jaringan integumen yang diakibatkan oleh infeksi tersebut berupa hilangnya lapisan epidermis dan rusaknya lapisan dermis karena pertumbu- han hifa.
PENENTUAN STANDARD SETTING MATA PELAJARAN KIMIA DENGAN METODE ANGOFF, IRT (ITEM RESPONSE THEORY), DAN SPLINES CUBIC HERMIT FUNCTION suwahono, s
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2012.2.1.418

Abstract

Batas kelulusan (standart setting) atau disebut juga kriteria ketuntasan minimal pada mata pelajaran kimia ditentukan berdasarkan kurikulum yang berbasis indikator yang dapat dicapai oleh siswa setelah proses pembelajaran atau batas kelulusan yang ditentukan pemerintah.Pada metode diatas, butir-butir tes ditentukan tingkat kesulitannya, ke- mudian butir-butir tersebut diurutkan berdasarkan tingkat kesulitannya yang selanjutnya menjadi nomor halaman. Pelaksanaan metode ini melibatkan guru kimia berpengala- man sebagai panelis yang menentukan pada halaman bera- pa peserta mulai tidak bisa mengerjakan, dan memerlukan suatu tes/perangkat ujian mata pelajaran kimia yang ter- standar, dan instrumen sederhana untuk menuliskan hasil tiap panelis. Tahap pelaksanaan yaitu pelatihan, putaran 1, dan putaran 2. Rerata hasil putaran 1 dan 2 merupakan hasil penentuan batas kelulusan mata pelajaran kimia
Mind Map Kolaboratif Memanfaatkan Groupware Berbasis Cloud Storage Yuniarti, Wenty Dwi
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2016.6.1.948

Abstract

Groupware adalah aplikasi atau perangkat lunak komputer yang dirancang untuk mendukung kolaborasi dari beberapa pengguna (Alan Dix dkk, 2004: 663). Saat ini groupware berkembang, bukan sekedar sebagai perangkat lunak multi user yang dapat mengakses data sama, berbagi dokumen atau rich-media, namun dengan teknologi cloud storage, groupware mendukung penyimpanan dokumen secara online sebagai artifak atau hasil kerja kolaboratif.Dalam pembelajaran, kolaborasi diwujudkan dengan kelompok atau kelompok kecil siswa, berinteraksi, terkoordinasi dan memungkinkan mengeksplorasi secara bersama suatu permasalahan atau tugas bermakna dalam semua fungsi proses pembelajaran. Salah satu elemen penting dalam fungsi proses pembelajaran adalah ketrampilan siswa dalam mengorganisasikan pengetahuan dan informasi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru dalam menfasilitasi tumbuhnya ketrampilan tersebut. Selain teknik mencatat, pendekatan mind map tau peta pikiran dapat digunakan menfasilitasi siswa dalam pengorganisasian informasi sehingga mempermudah pemahaman siswa atas suatu topik yang berjumlah banyak dengan waktu terbatas. Cara baru yang lebih modern dalam menfasilitasi pengorganisasian informasi adalah menggunakan groupware.Kajian ini membahas pemanfaatan groupware MindMup 2.0 untuk mengorganisasikan pengetahuan topik cabang ilmu elektronika menurut aturan Law of Mind Map,  dilakukan dalam kelompok kecil, dalam pembahasan ini dilakukan oleh empat siswa, dilakukan secara kolaboratif, sinkronous, tanpa friksi (zero friction) dengan dukungan teknologi cloud storage, Google Drive.
PEMANFAATAN LABORATORIUM VIRTUAL DAN E-REFERENCE DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN PENELITIAN ILMU KIMIA nirwana, ratih rizqi
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.1.451

Abstract

Teknologi informasi dan komputer telah berkembang sedemikian pesatnya, dan memiliki pengaruh yang luar biasa. Namun, kedua teknologi tersebut masih kurang pemanfaatannya di dunia pendidikan di Indonesia. Me- lalui laboratorium virtual proses pembelajaran menjadi lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Selain itu, melalui laboratorium virtual, bisa dilakukan penghematan biaya riset, serta riset-riset yang dahulu tidak mungkin dilakukan, karena keterbatasan pengkondisian sistem. Sedangkan E-references bisa digu- nakan bersinergi dalam mengatasi kelemahan laboratori- um virtual yaitu kurangnya kemampuan dalam mengatasi masalah.
MODEL PEMBELAJARAN KONFLIK KOGNITIF UNTUK MENGATASI MISKONSEPSI PADA MAHASISWA TADRIS FISIKA PROGRAM KUALIFIKASI S.1 GURU MADRASAH fadllan, andi
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.2.441

Abstract

Salah satu faktor umum penyebab rendahnya hasil belajar Fisika yang dicapai siswa adalah terjadinya kesalah- an konsep (miskonsepsi) pada diri siswa. Prakonsepsi atau prior knowladge siswa atas konsep Fisika yang dibangun oleh siswa itu sendiri melalui belajar informal dalam upaya memberikan makna atas pengalaman meraka sehari-hari mempunyai peran yang sangat besar dalam pembentukan konsepsi ilmiah.Miskonsepsi atau salah konsep menunjuk pada suatu konsep yang tidak sesuai dengan pengertian ilmiah atau pengertian yang diterima para pakar dalam bidang itu. Miskonsepsi banyak terjadi pada Fisika khususnya bidang Mekanika. Hal ini pula yang terjadi pada mahasiswa Tad- ris Fisika program Kualifikasi S.1 Guru Madrasah.Untuk mengatasi miskonsepsi mahasiswa tersebut, salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Model Pembelajaran Konflik Kognitif, yakni model pembelajaran di mana mahasiswa dihadapkan pada per- tentangan antara prakonsepsi yang telah dimiliki dengan konsep ilmiah yang sebenarnya, sehingga mahasiswa akan menyadari kekeliruannya dan mengubah atau melengkapi konsep yang dipahaminya. Model ini terdiri atas tiga fase: (1) mengidentifikasi miskonsepsi beserta latar penyebab- nya;(2) mengonfrontasikan gagasan mahasiswa (prakon- sepsi) dengan konsepsi ilmiah, dalam upaya menggoyah- kan miskonsepsi mahasiswa dan agar mahasiswa menjadi ragu terhadap kebenaran prakonsepsinya; (3) fase konflik, di mana mahasiswa menjadi mengerti dan mau mereor- ganisasi serta merestrukturisasi gagasannya yang megala- mi miskonsepsi.

Page 6 of 45 | Total Record : 448


Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA More Issue