cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
WISATA RELIGI MAKAM GUNUNG JATI CIREBON SEBAGAI BUDAYA DAN MEDIA SPIRITUAL Musrifah, Musrifah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2565

Abstract

AbstractThe tomb of Gunung Jati is one of the graves of wali sanga on the island of Java. Gunung Jati tomb according to the community other than as a place of communication with the Creator is also regarded as a place for ngalap blessing, so that every day is never empty, especially in the month of maulid, especially on 12 Rabiul Awal most crowded pilgrims. The various cultures of the people who visit the tomb have their own goals and wishes, for example wanting to reach all their wishes and ideals, wealth, dating, career, having children and so on. The author raised the title because seeing the phenomenon of society from the traditional era until the postmodern period has not happened cultural shift, one of them is the culture of pilgrimage grave sali wali.Based on the phenomenon that the authors see every month Rabi’ul Awal, especially on the 12th of Ramadan pilgrims more than usual day, because on that date the gates of the tomb opened so that the visitors can be allowed to enter, but also the palace of the elders also opened. The princesses and the sultanate of cirebon sultanate held a question, marching around the palace’s environs to wash away the sultan’s kris. That’s what makes visitors more than usual. Tomb of Sunan Gunung Jati as one of the religious tourism visited by all walks of life, especially villagers often hold sali wali tour / pilgrimage of Wali Sanga that is visiting all guardians with the aim to synergize, dhikr with Allah through the guardian, also ngalap blessing of 7 kinds wells in the area of Cirebon.This research uses qualitative research approach of reseachal library. Data-bricks used using primary and secondary data. The analysis used using content analysis.AbstrakMakam gunung Jati adalah salah satu makam wali sanga di pulau jawa . Makam gunung Jati menurut masyarakat selain sebagai tempat komunikasi dengan Pencipta juga dianggap sebagai tempat untuk ngalap berkah, sehingga setiap hari tidak pernah sepi, terutama pada bulan maulid khususnya tanggal 12 Rabiul Awal paling rame peziarahnya. Bercorak ragam budaya masyarakat yang berkunjung ke makam mempunyai tujuan dan keinginan masing-masing,misalnya menginginkan tercapai segala keinginan dan cita-citanya, kekayaan, jodoh, karier,mempunyai anak dan lain sebagainya. Penulis mengangkat judul tersebut karena melihat fenomena masyarakat dari zaman tradisional sampai zaman posmodern belum terjadi pergeseran budaya, salah satunya adalah budaya ziarah makam wali sanga.Berdasarkan fenomena yang penulis lihat setiap bulan Rabi’ul Awal terutama tanggal 12 Rabiul Awal peziarahnya melebihi hari biasa, karena pada tanggal tersebut pintu-pintu gerbang makam dibuka sehingga penggunjung diperbolehkan masuk, selain itu juga kraton kesepuhan juga dibuka. Para putri dan panggeran kesultanan cirebon menggadakan peranyaan, berbaris mengitari lingkungan keraton untuk membasuhi keris-keris peninggalan sultan. Peritiwa itulah yang membuat pengunjung lebih banyak dari hari biasa. Makam Sunan Gunung Jati sebagai salah satu wisata religi yang dikunjungi oleh semua lapisan masyarakat, terutama masyarakat desa sering mengadakan wisata wali sanga/ziarah Wali Sanga yaitu mengunjungi semua wali dengan tujuan untuk bersinergi, berdzikir dengan Allah melalui para wali, juga ngalap berkah dari 7 macam sumur yang ada di kawasan cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif library reseachal. Data-bata yang digunakan menggunakan data-data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan menggunakan content analysis.
PENURUNAN PARTISIPASI ANAK USIA DINI PADA TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN Jumiatmoko, Jumiatmoko
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2561

Abstract

AbstractThis study aims to describe the factors causing the decrease of early child participation in Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Al Huda and its interaction. This research uses qualitative approach with case study method. This research was conducted at TPA Al Huda Dukuh Tanggung Desa Menjing. The sample of this study was 11 children. Data collection was conducted with in-depth interviews and participant observation. Data were analyzed with interactive model analysis. The results of this research include 1) Factors causing the decline of early childhood participation in TPA Al Huda that is a) They have received Islamic learning in kindergarten, b) They do not get special attention from parents, c) Their siblings do not participate, and ) They get Influence from more mature friends, e) They have different sects, and f) They participate in the new mosque dumping. 2) The interaction of factors causing the decline of early childhood participation in the TPA Al Huda shows that the majority of children are affected by more than one factor. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan penuruan partisipasi anak usia dini di Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Al Huda beserta interaksinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada TPA Al Huda Dukuh Tanggung Desa Menjing. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 11 anak. Pengumpulan data dilaksanakan dengan wawancara mendalam dan observasi terlibat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini meliputi 1) Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan partisipasi anak usia dini di TPA Al Huda meliputi a) Telah mendapat pembelajaran agama Islam di TK, b) Tidak memperoleh perhatian khusus dari orang tua, c) Kakak kandung tidak berpartisipasi di TPA, d) Pengaruh teman yang lebih dewasa, e) Berbeda aliran/mazhab, dan f) Berpindah ke TPA masjid baru. 2) Interaksi faktor penyebab penuruan partisipasi anak usia dini di TPA Al Huda, menunjukkan bahwa mayoritas anak terdampak lebih dari satu faktor.
PENDIDIKAN BERBASIS MULTIKULTURAL DALAM PELESTARIAN KEBUDAYAAN LOKAL NUSANTARA DI ERA GLOBALISASI Suradi, Ahmad
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2566

Abstract

AbstractThis article analyzes the importance of preserving the local cultural values of the archipelago in addition to facing the negative impacts of social change caused by globalization. The phenomenon that society now faces is a very basic social and cultural change. Acceleration of information wave globalization bring significant changes in society, both at the level of surface structure (attitude and behavior patterns) and deep structure (value system, life view, philosophy and belief). Changes occur because of inter-state cultural contacts that are interpreted by the dialectic of new values with old values that dominate each other, which allows homogenization and neoliberalization in all aspects of life including local cultural values that have been the guidance of society. This condition gives rise to spit and a sense of value because society is more glorifying modern value by marginalizing transcendental value. As a result there are various forms of deviation of moral values that are reflected in the style, style, and lifestyle of society. Therefore, the strengthening and inheritance of local cultural values needs to be done intensively in the younger generation.AbstrakArtikel ini menganalisis pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya lokal nusantara selain untuk menghadapi berbagai dampak negatif perubahan sosial yang diakibatkan globalisasi. Gejala yang dialami masyarakat kini adalah perubahan sosial budaya yang sangat mendasar. Akselerasi informasi gelombang globalisasi membawa perubahan cukup signifikan pada masyarakat, baik pada tataran surface structure (sikap dan pola-pola perilaku) dan deep structure (sistem nilai, pandangan hidup, filsafat dan keyakinan). Perubahan terjadi karena kontak budaya antar negara yang dimaknai adanya dialektika nilai-nilai baru dengan nilai-nilai lama yang saling mendominasi, yang memungkinkan terjadinya homogenisasi dan neoliberalisasi pada seluruh aspek kehidupan termasuk nilai-nilai budaya lokal yang selama ini menjadi pegangan masyarakat. Kondisi ini menimbulkan spit dan kegamangan nilai karena masyarakat lebih mengagungkan nilai modern dengan memarginalkan nilai transcendental. Akibatnya terjadi berbagai bentuk penyimpangan nilai moral yang tercermin dalam corak, gaya, dan pola hidup masyarakat. Oleh karenanya penguatan dan pewarisan nilai-nilai budaya lokal perlu dilakukan secara intensif pada generasi muda.
RESISTENSI ATAS PENGENDALIAN TEMBAKAU TERHADAP HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA DI KALANGAN PETANI SRINTHIL Khanifa, Nurma Khusna
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2562

Abstract

AbstractThe World Health Organization (WHO) has indeed adopted the Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) in the 56th World Health Assembly in 2003. The FCTC provides reference to the importance of worldwide tobacco control. The impact of this resistance is the tobacco farmers of Temanggung Regency. Tobacco planted on the slopes of Sindoro and Sumbing mountains, Temanggung Regency, is the number one tobacco producer of tobacco srinthil. Srinthil Tobacco has been listed as Geographical Indication No. ID G 000 000 027 at the Directorate General of Intellectual Property. Srinthil is located in the village of Legokari Tlogomulyo District has a high quality has placed it as a green gold title. Cultural heritage has left the custom of ritual in obtaining the quality of tobacco. But behind the success of tobacco as one of the commodities that have a large contribution to state revenues, the government actually issued several policies against the development of marketing. The government’s appreciation of the tobacco leaf lately seems half-hearted. For farmers, tobacco is not just a commodity. Tobacco is an important part of the spiritual life. Elements of tobacco in the form of chopping, clove or cigarettes in offerings that symbolize fire, water, air and soil. Thus tobacco is considered as a balance between man and nature. The way to see the tobacco issue from a health standpoint by negating this other perspective is not only inappropriate but rather misleading. The reason is that tobacco is a legal and superior commodity that has a vital role with the linkage of economic, social and cultural interests. Therefore, the government can not yet accommodate the human rights of economic, social and cultural rights.AbstrakWorld Health Organization (WHO) memang telah mengadopsi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) dalam Sidang Kesehatan Dunia (World Health Assembly) ke-56 pada 2003. FCTC ini memberikan rujukan tentang betapa pentingnya pengendalian tembakau di seluruh dunia. Dampak yang dirasakan adanya resistensi ini ialah petani tembakau Kabupaten Temanggung. Tembakau yang ditanam di lereng gunung Sindoro dan Sumbing, Kabupaten Temanggung, sebagian adalah penghasil tembakau kualitas nomor satu, yakni tembakau srinthil. Tembakau Srinthil telah terdaftar sebagai Indikasi Geografis No. ID G 000 000 027 di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Srinthil berada di Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo ini memiliki berkualitas tinggi telah menempatkannya sebagai sebutan emas hijau. Warisan budaya telah meninggalkan adat berupa ritual dalam mendapatkan mutu tembakau. Tetapi dibalik kesuksesan tembakau sebagai salah satu komoditas yang memiliki sumbangsih besar terhadap penerimaan negara, pemerintah justru mengeluarkan beberapa kebijakan yang menentang terhadap perkembangan pemasaran. Apresiasi pemerintah terhadap daun tembakau belakangan nampak setengah hati. Bagi para petani, tembakau memang tak sekedar komoditi. Tembakau menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual. Unsur tembakau berupa rajang, kretek atau rokok dalam sesaji yang melambangkan api, air, udara dan tanahal. Dengan demikian tembakau dianggap sebagai penyeimbang antara manusia dan alam. Cara melihat persoalan tembakau dari sudut pandang kesehatan dengan meniadakan perspektif lainnya ini bukan hanya tidak tepat melainkan justru menyesatkan. Alasannya, tembakau adalah barang legal dan komoditi unggulan yang mempunyai peran vital dengan pertautan kepentingan ekonomi, sosial dan budaya. Oleh sebab itu pemerintah belum bisa menjadi mengakomodir hak-hak manusia (human rights) hak-hak ekonomi, sosial dan budaya.
MENGGUGAT KEBHINEKAAN: RESPON INTELEKTUAL MUDA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG TERHADAP KEPEMIMPINAN NON MUSLIM Izomidin, Izomidin
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2567

Abstract

AbstractIn the Islamic intellectual tradition, there are three issues that are always discussed regarding political leadership within the state. First, the question of less worthy leaders (imāmatul mafūl). Secondly, the question of the immoral leader (imāmatul fāsiq). And third, the question of non-Muslim leaders (imāmatul kāfir). This dynamic becomes urgent to be studied, especially in the domain of non-Muslim leaders (imāmatul kāfir). The growing questions are: (1) What is the young intellectual response of UIN Raden Fatah Graduate for non-Muslim leadership?; (2) How does the strategic move to strengthen diversity by minimizing the non-Muslim leadership debate of young intellectual perspectives of Graduate UIN Raden Fatah Palembang ?. Both of them are effective, especially the contribution to build diversity that gives togetherness and peace in Indonesia. Being a subject of further study is mainly strengthening the concept of pluralist leadership. AbstrakDalam tradisi intelektual Islam, ada tiga persoalan yang selalu dibicarakan terkait kepemimpinan politik dalam negara. Pertama, soal pemimpin yang kurang layak (imāmatul mafḍūl). Kedua, soal pemimpin yang suka maksiat (imāmatul fāsiq). Dan ketiga, soal pemimpin non-Muslim (imāmatul kāfir). Dinamika tersebut menjadi urgen untuk ditelaah terutama dalam ranah pemimpin non-Muslim (imāmatul kāfir). Pertanyaan yang berkembang atas hal tersebut adalah (1) Bagaimana respon intelektual muda Pascasarjana UIN Raden Fatah atas kepemimpinan non muslim?; (2) Bagaimana langkah strategis mengokohkan kebhinekaan dengan meminimalisir perdebatan kepemimpinan non muslim perspektif intelektual muda Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang ?. Kedua nya berdaya guna terutama kontribusi dalam membangun kebhinekaan yang memberikan kebersamaan dan kedamaian di Indonesia. Menjadi bahan kajian lanjutan terutama penguatan konsep kepemimpinan yang pluralis.
Budaya Menghafal Al-Qur’ān: Studi Living Qur’ān Masyarakat Benda Brebes Jawa Tengah Irfan, Agus
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i2.3224

Abstract

One of the phenomena of “Living Qur’ān” found in Benda, Central Java is the tradition of memorizing the Qur’ān. This paper presents an elaboration of the question “how the contextualization step for the taḥfīẓ al-Qur’ān education as a solution for taḥfīẓ al-Qur’ān exist in Benda Bumiayu Brebes? As formulated in three Sub Question: 1. How the taḥfīẓ al-Qur’ān culture for Benda society can be construct as long time exist? 2. What factors that supported the taḥfīẓ al-Qur’ān culture exist ? 3. What factors that reduced the taḥfīẓ al-Qur’ān culture exist?This research is a descriptive qualitative nature, employing historical and sosiological approaches. The qualitative data are obtained through observation, interview and documentation. The data collected are then selected and arranged in a sequence with argumentative presentation.The result of this research reveal that Benda village is good known by Dā al- Qur’ān, because he has more than 7 (seven) Islamic Boarding School for memorizing Qur’ān. This village used to create memorizing Qur’ān culture for the society and arround him. This culture is effected by KH. Khalīl Ibn Maḥallī dan KH. Suḥaimi Ibn Abdul Ghānī, and in the second generation he has great memorizing culture. But in the third generation he gets bad value that less. As  observation data, a writter has seen some fundamen factors which influence reducing the taḥfiẓ al-Qur’ān culture in that village. So that needed the contextualization of taḥfīẓ al- Qur’ān education that switable with modernity.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP KINERJA GURU SMK BISNIS MANAJEMEN DI KABUPATEN KLATEN Nurmalasari, Ita
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i2.2885

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru akuntansi SMK bisnis manajemen di Kabupaten Klaten, dan (2) Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru secara bersama-sama terhadap kinerja guru akuntansi SMK bisnis manajemen di Kabupaten Klaten. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh guru akuntansi SMK bisnis manajemen di Kabupaten Klaten sejumlah 73 guru dari 15 sekolah. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif dan analisis regresi ganda. Hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut. (1) Tidak ada pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru akunansi SMK bisnis manajemen di Kabupaten (β =0,643, sig = 0,522). (2) Ada pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, kompetensi pedagogik, dan kompetensi profesional guru secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMK bisnis manajemen di Kabupaten Klaten (F = 33,584, sig = 0,000). ABSTRACTThis study aims at knowing: (1) The influence of proffesional competence on accounting teacher’s performance at vocation high school of business management; and (2) the influence of school leadership, pedagogical and professional competences of teacher’s on accounting teacher’s performance at vocational high school of bussines management in klaten district. This research was ex-post facto quantitative approach. The population of this research simultaneously as sample was all of accounting teachers in Klaten District which involved 73 teachers and 15 schools. The data were collected by questionnaires. Analyzing data referred to descriptive analysis and multiple regression analysis. The results of this study are as follows. (1) There is no influence of Professional Competence on accounting teacher’s performance at vocational high school of bussines management in Klaten district (t = 0.643, sig = 0.522). (2) There is an influence of school leadership, pedagogical and professional competences on accounting teacher’s performance at vocational high school of bussines management in Klaten district (F = 33.584, sig = 0.000).
PENGARUH PEMAHAMAN BIMBINGAN KONSELING TERHADAP PRESTASI BELAJAR PAI SMK PONTREN DARUSSALAM DEMAK Slamet Riadi, Riadi Slam
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i2.3225

Abstract

Penelitian tentang Pengaruh Pemahaman Bimbingan Konseling Terhadap Prestasi Belajar PAI SMK Pontren Darussalam Demak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman bimbingan konseling, untuk mengetahui prestasi belajar PAI, dan untuk mengetahui adakah pengaruh pemahaman bimbingan konseling terhadap prestasi belajar PAI SMK Pontren Darussalam Demak.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunkan teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan pengambilan sampel metode random sampling dan teknik analisis data menggunakan rumus regresi dengan diakhiri menggunakan uji keberartian regresi.Hasil dari penelitian pengaruh pemahaman bimbingan konseling terhadap prestasi belajar PAI SMK Pontren Darussalam Demak Tahun Pelajaran 2016/2017 ini yaitu kontribusi atau sumbangan pengaruh sebesar 31,4 %, sedangkan sisanya sebesar 68,6 % dipengaruhi oleh variabel lain. Kesimpulan penelitian ini mengatakan bahwa ada pengaruh dan signifikan antara pemahaman bimbingan konseling terhadap prestasi belajar PAI.
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MENINGKATKAN INSAN AKADEMIS BERKUALITAS DI ERA GLOBAL-MULTIKULTURAL surahman, buyung
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i2.2696

Abstract

This scientificwork outlines the obstacles facing pesantren education in improving quality academic people in the global-multicultural era. Pesantren, global currents can cause paradox or symptoms of counter-morality, and so does the pattern of life in the west, even greatly affect the moral decay, moral and human behavior. With this condition, the influence is very large on human life both physical and spiritual. Thus pesantren education faced various challenges with the development of education models in the era of globalization implemented by members of the community, such as system problems, human resource problems, curriculum development. Therefore, in an effort to improve quality academic humanity in global-multicultural era, pesantren have problems to explore all the resources they have, because influenced by pesantren education is less concern to the problem, human resource problem, strong influence of western culture in domination and imperialisation of information, as well as the current culture of globalization can lead to paradox or symptoms of counter-morality. With this problem, pesantren is time to devote all the power, effort and ability to always innovate, finding something new can help his life for the better. If the pesantren does not dig all his skills then he will be left behind by the ever-evolving era.
PERAN FATWA MUI DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA Makmur, Jamal
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i2.3226

Abstract

Fatwa memegang peranan kunci di Indonesia. Mayoritas umat Islam membutuhkan jawaban hukum yang solutif dan kontekstual. Majlis Ulama Indonesia (MUI) lewat Komisi Fatwa selama ini sudah membimbing umat lewat fatwa-fatwa hukum dalam semua bidang, baik akidah, ekonomi, politik, dan sosial. Fatwa MUI menjadi rujukan umat lintas sektoral yang ada di berbagai organsiasi masyarakat (ormas) di Indonesia.Metode fatwa MUI berpijak pada empat hal. Pertama, meninjau pendapat para imam madzhab dalam masalah yang dikaji secara serius berikut dalil-dalilnya. Kedua, masalah-masalah yang jelas hukumnya (qath’iyyat) ditetapkan apa adanya. Ketiga, dalam masalah yang diperselisihkan ulama madzhab, diselesaikan dengan dua cara, yaitu: menemukan titik temu dengan metode al-jam’u wa at-taufiq, dan menggunakan tarjih (memilih pendapat yang paling kuat argumentasinya) melalui metode perbandingan madzhab dengan menggunakan kaidah ushul fiqh perbandingan.  Keempat, masalah yang tidak ditemukan hukumnya dalam madzhab ditetapkan dengan ijtihad jama’i (kolektif) dengan metode bayani, ta’lili (qiyasi, istihsani, ilhaqi), istishlahi, dan sad adz-dzari’ah. Kelima, fatwa harus selalu memperhatikan kemaslahatan umum dan tujuan syariat Islam (maqasidus syariah).Melihat metode penetapan hukum MUI di atas, maka MUI sudah menerapkan talfiq manhaji, yaitu: menggabungkan metode penetapan hukum para imam madzhab untuk menghasilkan hukum yang kontekstual dan solutif. Produk fatwa MUI yang berkaitan dengan ekonomi syariah misalnya dilengkapi dengan al-Qur’an, hadis, ijma’, qiyas, kaidah fiqh, dan pendapat para ulama lintas madzhab. Semua dasar itu berorientasi kepada kemaslahatan umum dan tujuan syariat Islam.Talfiq manhaji yang dikembangkan Komisi Fatwa MUI ini merupakan terobosan paradigmatik yang bisa digunakan untuk merespons problematika kontemporer yang membutuhkan jawaban yang cepat, tepat, dan akurat yang bisa dipertanggungjawabkan secara normatif dan sosial sekaligus. Tidak ada fanatisme madzhab dan absolutisme pemikiran. Inklusivitas dan obyektivitas yang dikedepankan untuk memajukan umat di berbagai aspek kehidupan.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12, No. 2, October 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025 Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024 Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 1 (2023): Vol. 10, No. 1, April 2023 Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022 Vol 9, No 1 (2022): Vol. 9, No. 1, April 2022 Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019 Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika More Issue