cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
MEETING POINTS AND DIFFERENCES ISLAMIC MULTICULTURALISM AND WESTERN MULTICULTURALISM AS UNIVERSAL HUMAN VALUES Irham, Irham; Haq, Sansan Ziaul
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i1.19379

Abstract

Multiculturalism has become a universal human value that can be accepted from all walks of life. However, the term multiculturalism originated in the West and its development later, Islam, whose early development (since the 6th century) has taught the values of Multiculturalism. This is called Islamic Multiculturalism with its values of justice (al-'ada>lah), equality (al-musa>wa>h), tolerance (al-tasa>muh}), brotherhood of humanity (al-ukhuwwah al-insa>niyyah), universal compassion (al-rah}mah al-'a>mmah). This article is a comparative study of them to find common ground and differences. Islamic Multiculturalism and Western Multiculturalism both teach universal values with the same goals of upholding human dignity and dignity, respecting differences, diversity, and pluralism, and creating world peace—the difference between the two lies in the background of the background. Western Multiculturalism has its roots in a purely socio-cultural movement to abolish social discrimination. Islamic Multiculturalism originates from the normative teachings of the Quran-Hadith and the early history of Islamic development. These two sources can complement and reinforce each other for one universal human value, namely Multiculturalism. 
PENGARUH PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA TERHADAP HASIL BELAJAR FIQIH SISWA KELAS IV DI MADRASAH IBTIDAIYYAH I’ANATUSH SHIBYAN BAWU Mukharomah, Laili; Nada, Izzatun; Ihsan, M. Navis; Khozin, Ahmad
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v10i2.19978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis data mengenai dampak penerapan kurikulum merdeka terhadap hasil belajar fiqih siswa. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik total sampling, di mana terdapat 18 siswa yang menjadi sampel penelitian. Penelitian ini dilakukan di MI I’anatush Shibyan Bawu pada kelas IV. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh negatif dari penerapan kurikulum merdeka terhadap hasil belajar fiqih siswa kelas IV di MI I’anatush Shibyan Bawu. Hasil regresi menunjukkan kelas IV Y= 106.685 + -0,386X yang mengindikasikan bahwa setiap penurunan satu variabel X akan menyebabkan penurunan nilai variabel Y sebesar -0,386. Artinya, penerapan kurikulum merdeka tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran fiqih.
ISLAMIC ECONOMIC ANALYSIS OF THE ACEH SPECIAL AUTONOMY FUND MANAGEMENT Fahmi, Chairul; Riyani, Syarifah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i1.20007

Abstract

Following the peace treaty, the Indonesian government enacted a new legislation that officially designates the Aceh Province as an area with special autonomy inside Indonesia. Subsequently, the government has been spending substantial financial resources to support this arrangement. However, Aceh continues to be the least affluent province in Sumatera and the fifth-most destitute in the entire country. The objective of this study is to investigate the underlying factors contributing to Aceh's persistently high poverty rate, as well as to analyse the strategies employed by the local government in managing the special fund in Aceh. The study employed a qualitative methodology, specifically adopting an empirical legal approach. The outcome signifies that the distribution of special autonomy funding for Aceh is exclusively applicable for a duration of 20 years, commencing from 2008 and concluding in 2027. For the initial 15-year period, Aceh was allocated 2% of the General Allocation Fund (DAU) from the State Budget (APBN) as Special Autonomy funding. During the period from 2023 to 2027, the quantity decreases to 1% in the subsequent phase. Regrettably, the administration of the special autonomy fund in Aceh lacks effectiveness in mitigating poverty and enhancing the well-being of the Acehnese populace. Consequently, the administration of Aceh's special autonomy funds deviates from the principles of finance and development in Islamic teachings. Additionally, the rulers have engaged in corrupt activities such as collusion and nepotism, which have impeded Aceh's progress in comparison to other provinces in Indonesia.
MEWUJUDKAN KESETARAAN DAN AKSESIBILITAS DALAM SISTEM PENDIDIKAN KONTEMPORER DI MADRASAH ALIYAH AL-MUHAMMAD KAB. CEPU JAWA TENGAH Setyo, Tri Setyo
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v10i2.20233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi inklusivitas dalam manajemen pendidikan di Madrasah Aliyah Al-Muhammad, Cepu, Jawa Tengah, dengan fokus pada peningkatan kesadaran inklusif, partisipasi aktif siswa, dan peran penting manajemen dalam mendorong inklusivitas. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran aktif manajemen dalam mengembangkan kebijakan inklusif, memfasilitasi pelatihan staf pendidik, dan menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif memiliki dampak positif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi semua siswa. Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti kurangnya kesadaran akan pentingnya inklusivitas dan kekurangan sumber daya. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan untuk melanjutkan studi mengenai peran orang tua, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan inklusif, dan strategi pengembangan kurikulum yang inklusif.
TANTANGAN HUKUM KELUARGA DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN MODERN: ANALISIS TERHADAP IMPLEMENTASI PERATURAN DI INDONESIA Haidar, Alwi
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.22369

Abstract

Hukum Keluarga Islam merupakan bagian dari hukum Islam yang berfokus pada permasalahan-permasalahan yang timbul dalam ikatan kekeluargaan. Kajian terhadap hukum keluarga Islam ini sangat penting karena ikatan kekeluargaan merupakan struktur dasar dari ikatan sosial yang terbentuk di masyarakat. karena sifat dari masyarakat yang dinamis dan selalu berubah menyebabkan permasalahan yang terjadi juga selalu berkembang. Hal ini memerlukan adanya aturan-aturan yang terus mengalami pembaharuan guna mengakomodir hal tersebut, dan demi menjaga tujuan diberlakukannya hukum untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat tetap terjaga. Di Indonesia sendiri, pembaharuan hukum keluarga terus terjadi, dimulai sejak diberlakukannya Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan hingga saat ini. pembaharuan tersebut antara lain adalah diberlakukannya pencatatan perkawinan, di berlakukannya mekanisme perceraian yang tercatat, dan lain sebagainya. Sebuah pembaharuan hukum adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, tetapi pengimplementasian pembaharuan hukum selalu memiliki tantangan tersendiri. Tantangan tersebut antara lain kondisi sosial masyarakat, kemajuan teknologi dan adanya dualisme hukum. Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah teori Ijtihad oleh Mahmud Syaltut, dimana ia berpendapat bahwa pintu ijtihad tidak pernah tertutup, tetapi ijtihad harus selalu dilakukan dengan tetap berpegang pada koridor Ushul Fiqh lah ditentukan yang telah ditentukan sebelumnya.
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DAN BUDAYA: TINJAUAN SISTEMASIS DALAM KESENIAN WAYANG Asy'arie, Bima Fandi; Mariyana, Weni; Umam, Aguswan Khotibul
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.23288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jenis seni wayang; mendeskripsikan manfaat nilai-nilai pendidikan Islam yang terdapat dalam kesenian wayang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan “systematic literature review” (SLR). Perolehan data melalui tinjauan, seperti “buku, artikel jurnal, prosiding, dan penelitian akhir mahasiswa (skripsi & disertasi), dengan menggunakan “Google Scholar”, “ScienceDirect”, dan “Publish or Perish” (PoP). Temuan dalam penelitian ini, Pertama, jenis wayang yang telah dimainkan oleh dalang meliputi: “wayang Beber, wayang Orang, wayang Purwa, wayang Menak, wayang Syadat, wayang Purwa, wayang Sukuraga, wayang Gung, dan wayang Tavip.” Kemudian, manfaat nilai pendidikan Islam meliputi: “Memberikan penguatan identitas nilai-nilai keislaman; Memberikan integrasi budaya dan agama; Memberikan penguatan pendidikan karakter; Memberikan sebagai media dakwah yang efektif; dan Memberikan pembelajaran interaktif dan reflektif. Dengan demikian, kesenian wayang dan pendidikan Islam memiliki relasi untuk memadukan nilai-nilai religius dan budaya lokal. Wayang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk memberikan pelajaran moral, karakter, religius, spiritual kepada siswa yang sesuai dengan ajaran Islam, dan kearifan budaya lokal.
RACHID GHANNOUCHI DAN PERUMUSAN POLITIK ISLAM Amir, Ahmad Nabil
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.23351

Abstract

Artikel ini menyorot pemikiran politik Rachid al-Ghannouchi dalam konteks perkembangan harakat politik Islam dan proses demokrasi di Tunisia. Ia melihat idealisme politik yang dikembangkannya dalam pergerakan al-Nahdah berasaskan prinsip kebebasan dan keadilan dan kesannya terhadap perubahan yang tercetus oleh penentangannya terhadap rejim autokratik Habib Bourguiba (1957-1987) dan penerusnya Zine el-Abidine Ben Ali (1987-2011). Kajian ini bersifat kualitatif dalam bentuk tinjauan dokumenter dan analisis kandungan. Ia menerapkan pendekatan historis, deskriptif dan analitis dalam penganalisaan data dan materi yang diperoleh daripada sumber-sumber arkib yang terkait. Temuan kajian mendapati bahawa pergerakan al-Nahdah yang diasaskan bersama oleh al-Ghannouchi pada 1980 mempunyai pengaruh yang luas dalam, ranah politik Islam di Tunisia dalam konteks penentangannya terhadap saki-baki kolonialisme dan autoritarianisme dan ideologi politiknya yang bobrok. Pengaruh pemikiran yang dikembangkannya memberi impak yang mengesankan dalam menyatukan kekuatan-kekuatan Islam dan sekular yang berlandaskan prinsip hukum, ideal kebebasan dan demokrasi.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KEUANGAN DI SMA ISLAM AL KAMAL SARANG Rosyidah, Siti
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.23599

Abstract

This research aims to describe and explain the implementation of educational financial management at Al Kamal Sarang Rembang Vocational School. The type and research approach used in this research is descriptive qualitative with data collection through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, data verification and drawing conclusions. Based on the source of education funds including: Sources of funds obtained from parents/guardians or the community which are determined through meetings of school committee members, and sources from BOS, PIP and UPZ funds, together to prepare a Draft School Revenue and Expenditure Budget (RAPBS) for aligning the needs of schools and communities and managing education. The research results obtained regarding the allocation and realization of educational financial implementation at Al Kamal Sarang Rembang Vocational School have implemented good management, with planning, implementation, control and evaluation, this can be seen in the accountability report and also monitoring from the community which can be accessed directly via payment application.
TEACHER COMPETENCY IN MODEL IMPLEMENTATION TUTORIAL ON LEARNING INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY: STUDY AT THE AVICENNA LASEM INDONESIA INTEGRATED ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL Suroyya, Camila Fatah; Tantowi, Ahmad Tantowi
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.23783

Abstract

A classic problem in learning is the occurrence of learning boredom at school, which is the background for conducting this research. This research aims to analyze the competency of elementary school teachers regarding the tutorial model in information and communication technology (ICT) learning and determine the obstacles teachers have in implementing the tutorial model in ICT learning at the Avicenna Lasem Integrated Islamic Elementary School (SDIT). The research used a case study method with the research subjects being grade 3-6 teachers and one information and communication technology (ICT) teacher. Data was obtained through interviews. The research results show that conceptually, teachers understand the tutorial model in information and communication technology (ICT) learning well, but in practice, 4 out of 5 teachers studied still need to implement the tutorial model in learning. This research also reveals that teachers experience obstacles in implementing the tutorial model in information and communication technology (ICT) learning.
ISLAM DAN PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA MELALUI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI ERA DIGITAL Prayoga, Andwian Ody; Firdaus, Mohammad Wildan
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v11i2.24214

Abstract

Era digital memberikan kemudahan masyarakat dalam melakukan komunikasi dan telekomunikasi. Dampak dari kebebasan dalam menyebarluaskan informasi adalah krisis identitas budaya. Kebudayaan barat dapat mudah masuk melalui media informasi dan komunikasi serta menggeser posisi kebudayaan lokal. Akibatnya generasi muda kehilangan nilai-nilai kebudayaan asli dan cenderung menerapkan gaya hidup sesuai dengan kebudayaan bangsa Barat. Homogenisasi budaya yang disebabkan oleh era digital menyebabkan hilangnya keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Penguatan identitas budaya memiliki peran krusial dalam menjaga nilai-nilai yang di wariskan turun-temurun dan menjadi sebuah landasan dalam menghadapi perubahan zaman termasuk globalisasi. Penelitian ini mengkaji tentang problematika dan urgensi identitas kebudayaan di era digital dan peran pendidikan IPS dalam menguatkan identitas budaya generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara perolehan data melalui studi literatur yang relevan dengan fokus penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam sangatlah erat dalam memperhatikan budaya dan melalui konsep IPS dapat menciptakan generasi muda yang memiliki ketrampilan berkomunikasi, bersosialisasi, dan berempati. Ketrampilan tersebut penting dalam menghadapi perubahan zaman serta menguatkan identitas kebudayaan. Implementasi pendidikan IPS dapat di terapkan secara holistik melalui pembelajaran di sekolah dengan mengintegrasikan teknologi, dan pengawasan dari orang tua dalam rangka menghadapi digitalisasi informasi kebudayaan yang di konsumsi oleh generasi muda.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2026): Vol. 13, No. 1, April 2026 Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12, No. 2, October 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025 Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024 Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 1 (2023): Vol. 10, No. 1, April 2023 Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022 Vol 9, No 1 (2022): Vol. 9, No. 1, April 2022 Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019 Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika More Issue