cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
PENDIDIKAN KRITIS DAN REKONSTRUKSI KURIKULUM MADRASAH Waseso, Hendri Purbo
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v3i2.1147

Abstract

AbstractThis paper reveals the importance of the madrasah curriculum development through various contextual perspectives. Study of critical education occupies a position on a learner awareness efforts about the importance of continuity between theory and practice. Madrasah curriculum has a distinctive religions experienced difficulties in how religious subjects functioning integrative and relevant to the present conditions. Through literature review, it was found that the critical education can be used as an alternative in reconstructing the existing of madrasah curriculum. Critical education gives a basic framework and substantial how egalitarian, humanist education, and transformative it can be implemented. It is done with the four principles in the process of reconstruction of the madrasah’s curriculum, namely to minimize the gap between theory and practice in the sphere of organizing material, growing the awareness of educators and learners become critical educators and critical learners that achieved together, lead learners to realize the potential significantly, and the transmission of Islamic values through a hidden curriculum.Keywords: Madrasah Curriculum and Critical Education
MANFAAT TA‘LIM AL-QUR’AN SEBAGAI MAHAR (KAJIAN FIQH MUQARAN) Fauzi, Moh.
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v12i1.2256

Abstract

Mahar dalam Islam ditetapkan sebagai kewajiban suami kepada istrinya, sebagai tanda kecintaan dan ketulusan hati menikahinya, sebagai penghormatan terhadap kemanusiaannya, bukan sebagai ganti harga atas dirinya. Karena, sebelum Islam datang mahar menjadi milik wali atau pengampunya, maka Islam menetapkan mahar sebagai hak milik si perempuan. Karenanya, dalam menentukan jenisnya meskipun didasarkan atas kesepakatan dan kerelaan kedua pihak, suara pihak perempuan yang menghendaki jenisnya harus diperhatikan, sehingga mahar yang diberikan benar-benar bermanfaat.Berdasarkan adanya dua aliran pendapat tentang boleh dan tidaknya mahar dàlam bentuk ta’lim al-Qur’an, pendapat aliran pertama yang menyatakan boleh dan sah mahar dalam bentuk ta’lim aI-Qur’an lebih sejalan dengan konteks kehidupan dunia modem yang cenderung materialistis. Dengan mahar dalam bentuk ta’lim aI-Qur’an akan dapat memberi siraman dan kesejukan hati di tengah kegersangan hati umat manusia modern. Terlebih jika perempuan yang akan dinikahi adalah mu’allaf yang sudah terpenuhi kebutuhan materinya. Pemberian mahar dalam bentuk ta’lim al-Qur’an akan sangat berguna baginya dibandingkan mahar dalam bentuk materi.
JILBAB: MENUTUP AURAT PEREMPUAN (Analisis Surat An Nur Ayat 31) H, Zaenudin
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v4i2.2073

Abstract

Abstract Aurat is a member of the body that must be closed and should not be seen by others. Aurat is divided into two categories namely for the adam and for the Eve. For Adam the aurat is the whole limb between center and knee. While the aurat for women is the whole body except the face and both palms. For women to close all limbs is a necessity because it is a command of Islam. Along with the provision of closing the aurat of paragraph 31 of the letter an-Nur is a command from Allah SWT in order to cover the head covering the popular language wearing hijab. Jilbab is one of the rides to cover aurat for women. The female head must be sealed in such a way as to be free to be viewed by others who are not mahrom. Problems want to use any model head cover depending on the users taste as long as it is smart for the wearer and cover the head. Hair that be female mahota should not be wildly perurai regarded by anyone, must also be closed tight so as not to invite slander
Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Antara Tuntutan dan Realita Yasin, Muhammad
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v4i1.1477

Abstract

AbstractLembaga pendidikan tinggi swasta merupakan lembaga tinggi yang setara dengan lembaga tinggi yang diselenggarakan pemerintah. Kiprah lembaga pendidikan swasta sama sebagaimana negeri, mereka ikut andil besar dalam mencerdaskan anak bangsa. Hal senada tentunya segala apa yang diharapkan dan diprioritasnya sama, namun kenyataan yang ada di alapngan, lembaga pendidikan tinggi yang dikelola oleh yayasan atau organisasi masyarakat selalu kurang mendapat perhatian, apa yang diharapkan terkadang pula masih jauh dari harapan. Lembaga Penjaminan Mutu, akhir-akhir ini muncul sebenarnya untuk menjembatani lajunya perjalanan lembaga tersebut untuk melayani, mengontrol dan mengevaluasi keberadaan lembaga tersebut. Kebutuhan lembaga ini tentunya harus mendapat dukungan oleh civitas akademika. Visi misi lembaga pendidikan yang dicanangkaan dan diharapkan oleh yayasan atau ormas yang menangani lembaga pendidikan, harus dapat dilihat bilamana Lembaga Penjaminan Mutu berjalan dengan baik. Begitu juga control yang dilakukan oleh pemerintah melalui Badan Akreditas Nasional Perguruan Tingngi (BAN PT) menjadi kebutuhan lembaga / instansi, karena melalui assesmen keberadaan lembaga tersebut layak mendapatkan pengakuan secara nasional, dengan harapan masyarakat pengguna tidak mengalami kekecewaan saat menempuh proses pendidikan. Kata Kunci : PTAIS , Lembaga Penjaminan Mutu, dan BAN PT.
Manajemen Pendidikan Islam Dalam Keluarga Murtopo, Bahrun Ali
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v3i2.1143

Abstract

AbstrakIndividual’s relationship in a family environment very affects child’s psychological and the impact will be seen when she is a teenager. Loving atmosphere and conducive atmosphere in an intellectual development which have been built in a family will make a child able to adapt himself, with his family and the surrounding community. Many experts proved that children who grew up in a home without parental supervision more have problem than children who receive supervision from their parents.Therefore, the formation of a family required an integrated education program and directed education program. Education programs in this family must be able to give a clear job description for each individual in the family, so that each individual can perform an ongoing role for the creation of a conducive family environment to educate children maximally.In the first part of this book we will describe some of the significant factors in outlines family education according to the Islamic teaching, which is as follows.Keywoard: konsep keluarga Islami, Hak dan kewajiban, Implikasiss
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SAINS AUD MELALUI PERMAINAN TERAPUNG DAN TENGGELAM Munawaroh, Hidayatu
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v4i2.2078

Abstract

The research is motivated by scientië c learning which was given by the teacher wasless attractive, monotonous, even using the manufactured game and toy that tended  to be practically. The purpose of this research is to know how the scientië c learning implementation through ì oat and sink game in learning. The type of the research is descriptive research which uses qualitative approach. The result of the research is about the given scientië c learning by the teacher has adjusted with the theme and the sub theme, the method which is used by the teacher in scientië c learning has been able to develop the scientië c ability of children such as using experiment method. The obstacle is the teachers’ creativeness in designing scientië c activity.
MENELADANI NILAI-NILAI KARAKTER KOMUNITAS MAHASANTRI (STUDI PONDOK PESANTREN ASSHODIQIYAH SEMARANG) Farhan, Moh
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2563

Abstract

AbstractThis article would like to examine the values of the characters of students Asshodiqiyah islamic Boarding School Semarang. Character education is a very strategic issue today. This can be seen from the many cases of moral decadence that has entered the world of education. Starting from the persecution of students even to murder. Of course this causes anxiety for all of us.From that, it is necessary to be disclosed as one prototype model of character value education conducted in islamic boarding school as an indigenous institution that has proven to be the front guard in carrying out character education because the students of this islamic boarding school live for 24 hours under the watch of the kiai. The issues raised in this article are: 1) How is the activity of the students in Asshodiqiyah islamic boarding school Semarang, 2) What are the character values developed in Asshodiqiyah islamic boarding school Semarang. This research is a qualitative descriptive research in which the researcher presents various data obtained from observation, interview, and documentation. From the research that has been done, the results show that: 1) students’ activity in Asshodiqiyah islamic boarding school Semarang can be classified in the form of routine and incidental activity, whereas 2) The character values developed in Asshodiqiyah islamic boarding school Semarang are religious, honest, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, spirit of nationalism, love of the homeland, appreciate achievement, communicative, love peace, love reading, caring environment, social care, responsibility. AbstrakArtikel ini ingin mengkaji tentang Nilai-nilai karakter dalam komunitas mahasantri di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang. Pendidikan karakter menjadi isu yang sangat strategis dewasa ini. Hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya kasus dekadensi moral yang sudah masuk dalam dunia pendidikan. Mulai dari penganiayaan yang dilakukan siswa bahkan sampai pembunuhan. Tentu saja hal ini menyebabkan kegelisahan bagi kita semua. Dari itulah perlu kiranya untuk diungkap sebagai salah satu prototype model pendidikan nilai karakter yang dilakukan di pesantren sebagai lembaga indigenous yang telah terbukti menjadi garda terdepan dalam melaksanakan pendidikan karakter karena memang para santri bermukim selama 24 jam di bawah pantauan sang kiai.Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah : 1) Bagaimana aktifitas mahasantri di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang, 2) Apakah nilai-nilai karakter yang dikembangkan di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mana peneliti menyajikan berbagai macam data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa: 1) Aktifitas mahasantri di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang dapat diklasifikasikan berupa kegiatan rutin dan insidental, sedangkan 2) Nilai-nilai karakter yang dikembangkan di Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang diantaranya berupa nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan atau nasionalisme, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.
PELACAKAN KISAH MBAH CUNGKRUNG DAN BABAD RANDUKUNING PERGESERAN IDENTITAS AGAMIS MENJADI PUB-KULTUR DI PATI Zahra, Fathimatuz
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2559

Abstract

The shift of identity in a region becomes a necessity in the present, as happened in Pati regency, Central Java. This area was originally a predominantly religious region, thus earning the nickname of the Pension City, because of the calmness of this region. However, about the last decade shifted to the culture of karaoke (pub-culture) that penetrated this region. This shift becomes interesting, because the scale of the change is very drastic.In this shift, in the society circulated that the shift is not a renewal. Because in the story that existed in Pati namely Babad Randukuning, told about dancers tayub named Roro Kuning and famous becauseof her beautiful, then he opened a paguyuban, which was originally not approved by the Duke at that time. The disagreement is only an excuse for the Duke to approach Roro Kuning.Different from Randukuning Story, the story of Mbah Cungkrung who is believed to be the carrier of the first entry of Islam in Pati, has not been too untouched by many studies. Mbah Cungkrung was a carrier of Islamic syiar in his time. The hypothesis that emerged, before there is a shift in the identity of the development of tayub at that time, then the role of Mbah Cungkrung is very large for the area Pati and surrounding areas.Both stories have led researchers to trace both stories to be used in understanding the phenomenon of Pati in the present from the religious identity of being a culture-pub. This tracking will benefit the strengthening of positive identity of Pati community which recently become eroded into culture culture of the pub.AbstrakPergeseran identitas dalam suatu wilayah menjadi sebuah keniscayaan di masa kini, sebagaimana terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengahal. Wilayah ini semula wilayah yang mayoritas agamis,sehingga mendapat julukan Kota Pensiun, karena tenangnya wilayah ini. Namun sekitar satu dekade terakhir bergeser menuju budaya karaoke (pub-kultur) yang merambah wilayah ini. Pergeseran ini menjadi menarik, sebab skala perubahan yang terjadi sangat drastis.Dalam pergeseran ini, di masyarakat beredar bahwa pergeseran tersebut bukan merupakan hal yang baru. Sebab dalam kisah yang ada di Pati yakni Babad Randukuning, dikisahkan mengenai penari tayub yang bernama Roro Kuning serta masyhur kecantikannya, kemudian beliau membuka sebuah paguyuban, yang semula tidak disetujui adipati pada masa itu. Ketidaksetujuan tersebut hanya sebagai alasan agar adipati tersebut dapat mendekati Roro Kuning.Berbeda drastis dengan Kisah Randukuning, maka kisah Mbah Cungkrung yang dipercayai sebagai pembawa masuknya Islam pertama kali di Pati, justru belum terlalu tersentuh kajiannya oleh banyak pihak. Mbah Cungkrung merupakan seorang pembawa syiar Islam pada masanya. Hipotesa yang muncul, sebelum terdapat pergeseran identitas berkembangnya tayub pada masa itu, maka peranan Mbah Cungkrung ini sangat besar bagi wilayah Pati dan sekitarnya.Kedua kisah tersebut menimbulkan ketertarikan peneliti untuk melacak kedua kisah tersebut agar dapat digunakan dalam memahami fenomena Pati pada masa kini dari identitas yang agamis menjadi pub-kultur. Pelacakan ini akan memberikan manfaat terhadap penguatan identitas positif masyarakat Pati yang akhir-akhir ini semakin tergerus menjadi budaya pub kultur tersebut.
SOSIO KULTURAL POLITIK ISLAM KLASIK (Upaya Menafsiri Akar Kemunculan Politik) Ihsan, Nur
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2564

Abstract

AbstractPolitics are the actions or activities concerned with achieving and using power in a country or society. And The politic has effect to change the best of world, in this chance I will be exploration, what is the ideal politic in the Islam. Because we know the politic gives negatif effect all thaught the reality gives us the best of sistym to the development of the country. So I wanna give the theory about reconstruction Islam of politic, after that we will know what is the ideal politic in our country and we also know the Islam of religion gives us the knowledge how to we take the good condition to our world. So we must know what is the Islam and what is the ideal politic of Islam. And than we must khow the culture of politic in the Islam, so we can wise to all.AbstraksiBias perpolitikan terus menggema di area jiwa, hingga wujud politik ini menyentuh batas pada tataran nilai-nilai agama. Akankah politik yang muncul terus menunggangi agama demi kepentingan dunia yang maya? Ataukah agama akan benar-benar menjadi agama yang mampu memberi titik terang terhadap dunia politik, hingga mampu memberi rambu-rambu kenegaraan untuk memberi kemaslahatan rakyatnya. Sebagai seorang cendikia muslim, semestinya menjadi sosok agamawan yang mampu memberi pilihan terhadap fenomena yang berkembang. Selain itu ia juga harus bisa menerima perbedaan yang ada dan meminimalisir karakter ekstrimis yang tidak menyentuh titik humanis, sehingga agama yang sering digaungkan menjadi rahmat di alam semesta raya dapat dirasakan. Artinya, sebuah wajah yang mampu mengayomi semua bentuk fenomena yang terus menggema. Karena agama turun dijadikan sebagai entitas pijakan utama dalam semua ranah permasalahan, baik dalam keluarga, masyarakat dan bahkan sampai bangsa dan negara.
MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER MABADI KHAIRA UMMAH DI SMK MAARIF 2 GOMBONG Chamidi, Agus Salim
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v5i1.2560

Abstract

AbstractThis research is done for looking for formula of mabadi khaira ummah as a matter of character education in SMK Maarif 2 Gombong. Mabadi khaira ummah itself is concept and values of building good society resulted by Nahdlatul Ulama (NU). Research want to know how to manage mabadi khaira ummahal. Research is qualitative with interview, investigation, and documentation, and also combining snowball sampling and purposive sampling techniques which the headmaster as the first informant and then some persons as informants. The research is done on April-August 2014 and turn to be checked on August-September 2017. Results of research are that mabadi khaira ummah is managed by headmaster of SMK Maarif 2 Gombong, not only in a specific lesson but also in some activities of school regularly, and that the headmaster also leads and moves all components managementally. The other result is that this research can build a pattern of management of education. AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk meneliti rumusan mabadi khaira ummah sebagai sebuah materi pendidikan karakter di SMK Maarif 2 Gombong. Mabadi khaira ummah itu sendiri merupakan konsep dan nilai-nilai tentang membangun masyarakat yang baik yang dihasilkan oleh Nahdlatul Ulama (NU). Penelitian ingin mengetahui bagaimana manajemen mabadi khaira ummahal. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan wawancara, pengamatan, dan dokumentasi, dan juga menggabungkan teknik sampling snowball dan purposive sampling dengan kepala sekolah sebagai informan pertama dan kemudian sejumlah orang sebagai informan. Penelitian dilakukan April-Agustus 2014 dan kembali diteliti untuk penguatan pada Agustus-September 2017. Hasil penelitian ini adalah bahwa mabadi khaira ummah itu dikelola oleh Kepala SMK Maarif 2 Gombong, tidak hanya dalam mata pelajaran khusus tetapi juga dalam sejumlah kegiatan sekolah secara regular, dan bahwa kepala sekolah juga memimpin dan menggerakkan seluruh komponen sekolah secara manajerial. Hasil lain adalah bahwa penelitian ini dapat membangun suatu pola manajemen pendidikan.

Page 11 of 39 | Total Record : 390


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12, No. 2, October 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025 Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024 Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 1 (2023): Vol. 10, No. 1, April 2023 Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022 Vol 9, No 1 (2022): Vol. 9, No. 1, April 2022 Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019 Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika More Issue