cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Arjuna Subject : -
Articles 390 Documents
TRADISI NAHDLATUL ULAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Zulfikri, Ahmad; Zafi, Ashif Az
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v7i1.5504

Abstract

Salah satu isu di negara Indonesia adalah keberadaan tradisi keagamaan dianggap sebuah tradisi keberagamaan yang bertentangan dengan hukum Islam dan tidak sesuai dengan sunnah Nabi saw. Isu ini adalah masalah yang serius dan harus dijelaskan melalui dalil-dalil yang sesuai dengan pelaksanaan tradisi yang dilakukan oleh warga Nahdliyyin di Indonesia. Dan harus ditemukan dalil hukmi atas diperbolehkannya melaksanakan tradisi tersebut. Menurut kaum modernisme tradisi-tradisi ini termasuk bid’ah dan harus ditinggalkan oleh masyarakat. Sebagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, Nahdlatul Ulama haruslah mempunyai tendensi atas pelaksanaan tradisinya dalam Al-Qur’an dan as-sunnah. Melalui artikel ini penulis mengulas bagaimana perspektif hukum Islam tentang pelaksanaan tradisi-tradisi keagamaan warga Nahdliyyin dan beberapa contoh tradisi keagamaan yang sering dilakukan warga Nahdliyyin.
Nilai-nilai humanisme dalam dialog antar agama perspektif Gus Dur S. Ag, Muhammad Aqil
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v6i1.4915

Abstract

AbstractThe figure of Gus Dur is a unique figure and his thoughts are typical. For most people, his thoughts are difficult to guess and difficult to digest by ordinary lay people, making him a controversial figure as well as being admired. Gus Dur as a teacher of the nation and an intellectual figure is a person who upholds the values of humanism. His struggle in upholding human rights made him highly respected by people from various backgrounds and different identity backgrounds. In particular his defense of the rights of oppressed minorities from both religion and ethnicity. Solving problems during conflicts by promoting dialogue that upholds human values makes Abdurrahman a reliable mediator. His thinking about humanism, is ideally implemented in interfaith dialogue, he offers a concept that is more focused on the human side, human rights themselves rather than dialogue that is theological in nature. , "Here a Humanist Is Buried". That is, he wants to be remembered as a humanitarian fighter. The title of a humanist figure seems more appropriate for him. Because Gus Dur's humanism really departed from the deepest values of Islam, which transcended ethnicity, territoriality, to the limit of statehood.                                                  AbstrakSosok Gus Dur merupakan sosok yang unik dan pemikirannya tergolong tipikal.  Bagi kebanyakan orang, pemikiran beliau yang susah di tebak dan sulit dicerna oleh orang awam kebanyakan, menjadikannya sebagai sosok yang kontroversial sekaligus dikagumi. Gus Dur sebagai guru bangsa dan tokoh intelektual adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme. Perjuangannya dalam menegakkan hak asasi manusia menjadikannya sangat disegani oleh masyarakat dari berbagai kalangan dan latar belakang identitas yang berbeda. Terkhusus pembelaannya terhadap hak-hak kelompok minoritas yang tertindas baik dari agama maupun etnis. Pemecahan masalah saat terjadi konflik dengan mengedepankan dialog yang lebih menjunjung nilai-nilai kemanusiaan menjadikan Gus Dur sebagai sosok mediator yang handal. Pemikirannya tentang humanism, sangat ideal diimplemantasikan dalam dialog antar agama, beliau menawarkan konsep yang lebih focus kepada sisi kemanusiaan, hak-hak manusia itu sendiri daripada dialog yang sifatnya teologis.Gus dur merupakan sosok yang sangat humanis beliau pernah berpesan agar di pusaranya dipahat sebuah tulisan, “Di Sini Dimakamkan seorang Humanis”. Artinya, dia ingin dikenang sebagai pejuang kemanusiaan. Gelar tokoh humanis agaknya lebih tepat disematkan kepadanya. Sebab, humanisme Gus Dur benar-benar berangkat dari nilai-nilai Islam paling dalam, yang melampaui etnis, teritorial, hingga batas kenegaraan.
IDENTIFIKASI PROBLEMATIKA DAN SOLUSI PEMBELAJARAN PAI DI MASA PANDEMI DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN Angelica, Devy Eka; Munawir, Munawir
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i1.7421

Abstract

Pembelajaran daring/jarak jauh mulai marak diaplikasikan dalam pendidikan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19. Hal tersebut membawa situasi belajar yang baru bagi pendidikan sehingga memunculkan problematika namun di sisi lain juga melahirkan solusi untuk meredam atau mengatasinya. Salah satu mata pelajaran yang terkena dampak dari pembelajaran daring adalah Pendidikan Agama Islam (PAI) dan perlu segera diteliti karena peran dan urgensinya pada ketiga aspek utama pembelajaran, yakni afektif, kognitif, dan psikomotorik. Tujuan dari penelitian ini agar menyadarkan civitas pendidikan akan problematika pembelajaran PAI di masa pandemi dan membantu menanggulanginya dengan solusi menggunakan pendekatan psikologi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratori serta metode pengambilan data berupa observasi kegiatan pembelajaran di masa pandemi; wawancara kepada murid, guru dan wali murid; dan dokumentasi. Data yang ditemukan kemudian dianalisis dengan pendekatan psikologi pendidikan agar tepat sasaran, mudah untuk diselidiki dan dianalisis. Hasil penelitian yang ditemukan adalah berbagai problematika pembelajaran PAI di masa pandemi yakni bentuk desain instruksional yang tidak sesuai, self-direction, motivasi belajar murid rendah, murid mengalami gejala psikologi somatis, dan kurangnya konsiderasi terhadap perbedaan individu. Penelitian ini juga menawarkan solusi dengan pendekatan psikologi pendidikan terkait problematika tersebut dengan cara pelatihan penyusunan desain instruksional bagi guru serta menerapkan berbagai teori psikologi pendidikan yaitu teori konstruksivis, psikologi positif, teori moral Kohlberg, dan teori kognitif sosial pada pembelajaran PAI
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEWAJIBAN PENGGUNAAN PRODUK LOKAL BAGI INSTANSI PEMERINTAH (Studi Inpres. No. 2/2009 Tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Rahman, Miftahur
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v6i2.6509

Abstract

President No instructions. 2 / 2009 About Improving Use of Domestic Products (P3DN) was born on February 9, 2009. This dilatarr back on the number of imported products flooding into the local market that triggered a global crisis. In addition, people’s purchasing power is still relatively low stock contributed to beauty product market is relatively cheap imports. In the instructions the President No. 2 I 2009 on Better Use of Domestic Products (P3DN) and the Islamic concept of this requires government agencies to consume local products. This calls for the author’s attention to research on instruction Presidential No. 2 I 2009 on Better Use of Domestic Products (P3DN), the extent to which if the instructions are analyzed by the President of Islamic law in the case of an obligation for government agencies to consume local products. This study was designed to use different types of literature research (library research) is by way of an inventory and classify the application of literature instruction Presidential No. 2 / 2009 on Better Use of Domestic Products (P3DN) and scripture al-Quran and Islamic principles that are relevant to this discussion. Liabilities use of local products is part of the instructions the President No. 2 I 2009 on Better Use of Domestic Products (P3DN). In analyzing the data, the author qualitative research methods. Namely President No. analyze instructions. 2 / 2009 on Better Use of Domestic Products (P3DN) with consumption in the Islamic theory in order to obtain the expected results. With this qualitative research methods to produce the conclusion that the provisions of Presidential Decree No. instructions. 2 / 2009 on Better Use of Domestic Products (P3DN) according to Islam is a deprivation of voting rights for citizen consumption activities, which contrary to the principles of Islam mu’amalah namely ‘an-Taradhin (compliance).
Kontribusi Ulama Perempuan dalam Perkembangan Islam di Nusantara Zahara Adibah, Ida
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v6i2.5695

Abstract

Diskursus tentang keikutsertaan perempuan dalam dakwah Islam sudah terjadi pada masa awal agama ini berdiri, yaitu sejak Nabi Muhammad masih hidup. Di dalam perkembangan Islam di Indonesia sendiri, keberadaan ulama perempuan tidak dapat dinegasikan andilnya yang begitu signifikan. Namun, penulisan sejarah kita masih kurang memberikan ruang yang luas untuk peran perempuan dalam perkembangan Islam di Nusantara ini. Peran perempuan dalam masyarakat dipertanyakan tentang siapa dan apa benar bahwa itu wanita. Makalah ini secara singkat mencoba mengangkat peran tokoh-tokoh perempuan Indonesia yang mempunyai kadar keulamaan dalam perkembangan islam di Nusantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dalam mengungkap peran keulamaan dari beberapa sudut pandang keilmuan, pengalaman dan akhlak yang dimilikinya.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN JUZ 30 BERBASIS MUROTTAL Cholid, Nur Cholid; Muqoffa, Durrotul
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v7i2.6562

Abstract

The development of instruksional multimedia is a technological ddvancement in the world of education. The existence of technological supprot in The field of Education makes teachers assisted in effort to improve the quality of learning and to achieve teaching objective. This study aim to determine : 1) how to make multimedia learning qur’an juz 30 based on murrotal; 2) determine the feasibility of murrotal-based Quran learning multimedia developed as a medium for learning the quran juz 30. This research is a research and development. This development research was carried out throught several stage, namely potential and problem, information gathering, products design, design validation, desain revision. In the validation stage, multimedia learning in the Quran si validated by material experts and media experts. Data collection techniques use are questionnaire for instrumen. The validation data is the converted to a likert scale to obtain a multimedia feasibility category based on murrotal Quran. This research and development has produced murrotal juz-based Quran learning video.  Learning multimedia for Quran is feasible to be used in both good and very good categories. This can be seen in the result of validation of material experts with a score of 4.5 or the category of very good; validation of media experts with a score of 3.6 or good category.
PENGARUH INTENSITAS MEMBACA DZIKIR ASMAUL HUSNA DAN SHALAT DHUHUR BERJAMAAH TERHADAP KONTROL DIRI SISWA MA DI KOTA PEKALONGAN Bhakti, Wirayudha Pramana
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v7i1.3865

Abstract

AbstrakArtikel ini menjelaskan hasil penelitian tentang ada tidaknya pengaruh intensitas membaca dzikir Asmaul Husna dan shalat Dhuhur Berjamaah Siswa terhadap tingkat kontrol diri siswa MA di Kota Pekalongan. Pengujian  hipotesis penelitian ini menggunakan  analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 16. Hipotesis penelitiannya pertama, yaitu ada pengaruh positif dan signifikan antara Intensitas membaca dzikir Asmaul Husna terhadap kontrol diri siswa. Kedua, ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kebiasaan melakukan shalat dhuhur berjamaah terhadap kontrol diri siswa. Metode penelitian berupa metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil  pengujian hipotesis nol (H0)  pertama diterima. Nilai signifikansi t untuk variabel kebiasaan membaca asmaul husna adalah 0,056 dan nilai tersebut lebih kecil dari probabilitas α yang ditetapkan yaitu  0,495 (0,495 0,05).  Pengujian menunjukkan H0 diterima dan Ha ditolak. Nilai signifikansi t untuk  variabel  melakukan shalat zuhur berjamaah   adalah  0,119 dan nilai  tersebut  lebih  besar  dari  probabilitas α  yang  ditetapkan  yaitu  0,05 ( 0,095 0,05).  Pengujian  menunjukkan  H0  diterima  dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil uji  regeresi  linear  berganda  secara  parsial, dapat  disimpulkan  bahwa  intensitas kebiasaan membaca asmaul husna dan sholat dhuhur berjamaah berpengaruh  positif dan signifikan  terhadap  kontrol diri siswa.
REPRESENTASI POLA PERILAKU TASAWUF DALAM MEMBANGUN DINAMISASI MASYARAKAT GLOBAL Natsir, Muhammad
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v6i1.3021

Abstract

AbstrakIslam agama Rahmatan lil ‘alamin yang mengajarkan sikap wasathiyah sesuai dengan metodologi Al-Qur’an, yaitu lembut, santun, ramah, berlapang dada, dan mengandalkan kekuatan doa. Wajah Islam Nusantara yang dibawa oleh para mujahid sufi wali sanga adalah  sangat kental diwarnai oleh corak Tasawuf, yaitu corak keIslaman yang lembut, santun dan toleran. Para Ulama’ dari kurun waktu ke waktu yang lain telah memposisikan dirinya sebagai obor umat, yang senantiasa membimbing umat agar menjadi sebatang pohon yang indah. Akar keyakinan yang kokoh; batang, dahan, ranting dan dedaunannya adalah istiqomah; sedangkan buah pohon keIslaman adalah integritas akhlak, etika, dan moral.Ajaran Islam memiliki tiga pilar; iman, Islam dan ihsan, kemudian berkembang menjadi akidah, syari’ah, dan akhlak atau tawhid, fikih dan Tasawuf. Ihsan merupakan essensi Tasawuf dan sebaliknya, keduanya merupakan pilar utama untuk membangun pribadi Muslim yang saleh, yaitu pribadi yang tercermin pada diri dan perilaku Nabi Muhammad SAW sebagai Al-Qur’an hidup.Indonesia telah masuk pada abad ke-21 atau abad global, banyak masyarakat muslim yang berhasil menduduki posisi strategis di segala ranah kehidupan; politik, ekonomi, sosial dan budaya, yang seharusnya mewarnai Indonesia dengan nilai-nilai keIslaman semisal etos kerja, produktifitas, professional, dan integritas yang berujung pada kemaslahatan umat manusia. Akan tetapi, moralitas mereka kotor karena hanya menunjukkan simbol-simbol keIslaman saja. Ihsan (Tasawuf) dipahami secara inklusif; terbatas pada ranah perilaku peribadatan saja, sehingga Rekontekstualisasi nilai-nilai Tasawuf pada seluruh ranah kehidupan manusia akan menjadi wujud perilaku nyata sebagai representasi dari nilai ajaran tasawuf itu sendiri untuk mewujudkan maslahah bagi manusia yang dinamis seiring perkembangan zaman.Kata Kunci : Representasi, Tasawuf, masyarakat, globalAbstract Islam Rahmatan lil 'alamin religion that teaches attitude wasathiyah accordance with the methodology of the Qur'an, that is gentle, courteous, friendly, diledang chest, and rely on the power of prayer. The face of Islamic archipelago brought by the Sufi sage mujahid is very strongly colored by the style of Sufism, ie the pattern of keIslaman gentle, polite and tolerant. The Ulama 'from time to time others have positioned themselves as the torch of the Ummah, who constantly guides the people into a beautiful tree. The root of firm beliefs; stems, branches, twigs and leaves are istiqomah; while the fruit of Islamic trees is the integrity of morals, ethics, and morals.Islamic teachings have three pillars; faith, Islam and ihsan, then developed into aqidah, shari'ah, and morals or tawhid, fiqh and mysticism. Ihsan is the essence of Sufism and vice versa, both of which are the main pillars for building a pious Muslim personality, a person who is reflected in the self and behavior of Prophet Muhammad as the living Qur'an.Indonesia has entered the 21st century or the global century, many Muslim societies have succeeded in occupying strategic positions in all spheres of life; political, economic, social and cultural rights, which should color Indonesia with Islamic values such as work ethic, productivity, professional, and integrity that lead to the benefit of mankind. However, their morality is dirty because it shows only the symbols of Islam. Ihsan (Sufism) is understood inclusively; confined to the domain of religious behavior only, so that Rekontekstualisasi the values of Sufism on the entire realm of human life will be a manifest behavior as a representation of the value of the teachings of Sufism itself to realize the maslahah for human dynamic as the times.Keywords: Representation, Sufism, society, global
STRATEGI PEMBELAJARAN KEEP ON LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Kamal, Faisal
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i1.7794

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang monoton dipandang sebagai problem utama pendidikan. Pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang efektif untuk menjaga motivasi belajar, sebab menjadi penentu hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar dengan menggunakan strategi pembelajaran keep on learning. Kajian ini merupakan penelitian classroom action research dengan menggunakan spiral model Kemmis McTaggart dengan mengikuti prosedur pra siklus, siklus 1, dan siklus 2. Pengumpulan data dengan pengamatan dan tes, divalidasi dengan teknik expert judgement dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran keep on learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa, yang berimplikasi adanya perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa dalam mata kuliah sejarah pendidikan Islam.
PEMIKIRAN ETIKA POLITIK MUHAMMAD CHOLIL BISRI DALAM AL-DURR AL-RUMBĀNĪ Irfan, Agus; Sarjuni, Sarjuni
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v7i1.6547

Abstract

This article discusses the idea of Political Ethics from one of the Indonesian scholars named Muhammad Cholil Bisri in the Book of Al-Durr Al-Rumbānī. This study is under descriptive qualitative research using a socio-historical approach and sociology of knowledge that studies the interrelationships between thought and society. The results of this paper state that in Islam; the political problem is the area of ijtihādī which has strong roots in Islam. The relationship between them can be called a mutually reinforcing symbiotic relationship (ʻalāqah indimājiyah). One of the influences of Islam in political traditions, for instance is its teachings on ethics that must inspire all policy issues. Even ethical configuration must also inspire the most important elements in the democratic political systems as called political parties. The term animates, explains that Islam as a system does not have to be realized in the form of formalization of sharīa or political Islam movements. In addition to ethics, the goals that result from political dynamics must be in the form of benefit (maqṣad al-siyāsah). Therefore, political work carried out in the corridor of truth can be considered as worship and deliver the politician to the noblest profession in the sight of God.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12, No. 2, October 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Vol. 12, No. 1, April 2025 Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11, No. 2, October 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol. 11, No. 1, April 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 2 (2023): Vol. 10, No. 2, October 2023 Vol 10, No 1 (2023): Vol. 10, No. 1, April 2023 Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022 Vol 9, No 1 (2022): Vol. 9, No. 1, April 2022 Vol 8, No 2 (2021): Vol. 8, No. 2, Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol. 7, No. 2, Oktober 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol. 7, No. 1, April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol. 6, No. 1, April 2019 Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 2 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 5, No 1 (2018): Wahan Akademika Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 2 (2017): Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 4, No 1 (2017): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 2 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 3, No 1 (2016): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 2 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 2, No 1 (2015): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 2 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 1, No 1 (2014): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 2 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 15, No 1 (2013): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 2 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 14, No 1 (2012): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika Vol 12, No 1 (2011): Wahana Akademika More Issue