cover
Contact Name
Derry Ahmad Rizal
Contact Email
derry.rizal@uin-suka.ac.id
Phone
+628562577044
Journal Mail Official
prodisaafusap@gmail.com
Editorial Address
Prodi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281, Telepon (0274) 512156 ext. 43109
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Religi: Jurnal Studi Agama-agama
Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is an open access peer reviewed research journal published by Department of Religious Studies, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is providing a platform for the researchers, academics, professional, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, and literature reviews. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama welcomes and acknowledges theoretical and empirical research papers and literature reviews from researchers, academics, professional, practitioners and students from all over the world. This publication concern includes studies of world religions such as Islam, Christianity, Buddhism, Hinduism, Judaism, and other religions. Interdisciplinary studies may include the studies of religion in the fields of anthropology, sociology, philosophy, psychology, and other cultural studies.
Articles 249 Documents
HAK MINORITAS KRISTEN DI TENGAH MASYARAKAT TIMUR TENGAH: STATUS SOSIAL DAN KEBIJAKAN GEREJA Yuangga Kurnia Yahya; Linda Sari Haryani
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2018.1402-05

Abstract

AbstractThis article will discuss Christian rights in the Middle East as a minority. With their number not more than 10% of the total population of the Middle East. The little existence of Christianity means nothing. Historically, Christianity in the Middle East emerged several centuries before Islam was born. Therefore, they have an emotional connection and bond with this region. On the other hand, Jesus and His followers first settled in the region of Nazareth, which is currently located in the Middle East. Through Albert Hourani's glasses, the author tries to photograph the lives of Christians in the Middle East. One of the portraits taken is the number of churches that are one of the real symbols of the existence and recognition of minority rights in the Middle East. In this discussion, the churches that became the object were churches in Jerusalem, Syria, Egypt, Lebanon, Iraq, Turkey, and Jordan who were members of the Middle East Council of Churches (MECC). This study found that Christians in the Middle East still have rights as a minority. The ups and downs faced by Christians in the Middle East did not dampen the enthusiasm and the number of Christians survived under the domination of Islam.Keywords: Christian, Middle East, Minority Right, Church, Social Status.AbstrakArtikel ini akan membahas tentang hak-hak Kristen di Timur Tengah selaku minoritas. Dengan jumlah mereka yang tidak sampai 10% dari keseluruhan penduduk Timur Tengah. Eksistensi Kristen yang sedikit tidak berarti tidak ada. Secara historis, Kristen di Timur Tengah muncul beberapa abad sebelum Islam lahir. Karenanya, mereka memiliki hubungan dan ikatan emosional dengan kawasan ini. Di sisi lain, Yesus dan para pengikutNya yang pertama bermukim di kawasan Nazaret, yang saat ini terletak di Timur Tengah. Melalui kacamata Albert Hourani, penulis mencoba memotret kehidupan umat Kristen di Timur Tengah. Salah satu potret yang diambil adalah jumlah Gereja yang menjadi salah satu simbol nyata keberadaan dan pengakuan hak-hak minoritas di Timur Tengah. Dalam pembahasan ini, gereja-gereja yang menjadi objek adalah gereja-gereja di Yerussalem, Syria, Mesir, Lebanon, Iraq, Turki, dan Yordania yang tergabung dalam Middle East Council of Churches (MECC). Penelitian ini menemukan bahwa Umat Kristen di Timur Tengah masih memiliki hak sebagai minoritas. Pasang surut gelombang yang dihadapi umat Kristen di Timur Tengah tidak menyurutkan semangat dan jumlah umat Kristen bertahan di bawah dominasi agama Islam.Kata Kunci: Kristen, Timur Tengah, Hak Minoritas, Gereja, Status Sosial 
[RESENSI] AGAMA DALAM JEJAK INTELEKTUAL ALUMNI FAKULTAS USHULUDDIN UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Tohari, Amin
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 8, No 1 (2012): Agama dan Persoalan Psikologis
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2012.%x

Abstract

Judul : Agama dalam Dinamika Sosial Budaya (Kontribusi Pemikiran Alumni Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)Penulis : Burhanuddin Daja, Alef  Theria Wasim, Chumaidi Syarief  RomasPenerbit : Insight ReferenceTahun : 2009Detail : 169 hlm
YOGA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT DALAM HINDUISME Sunarto, Toto
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 3, No 1 (2004)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2004.%x

Abstract

Yogya sebagai sebuah disiplin spiritual merupakan salah satu ciri pemikiran filsafat India, khususnya Hinduisme. Melalui pendekatan filosofis, dalam tulisan berikut dikaji tentang pengertian Yoga menurut ajaran filsafat Hinduisme serta perkembangannya di era modern.
SHAMBHALA; MITOS ABADI SPIRITUALITAS BUDDHA MAHAYANA DI TIBET Ali Ilham Almujaddidy
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2016.1202-05

Abstract

Dewasa ini, agama sebagai sebuah konstitusi mulai ditinggalkan, sedangkan spiritualitas sudah mulai maju karena lebih meyakinkan. Di Barat, Buddha tumbuh dan berkembang layaknya tanaman. Ajaran-ajaran spiritualitas Bud-dha sudah mulai dipakai oleh berbagai kalangan dari berbagai latar belakang agama. Hingga akhirnya semangat beragama tidak lagi terbatas oleh dogma komunitas dan lebih pada penjelajahan spiritual individu. Barat dikenal dengan rasionalitasnya, sedangkan Timur dikenal dengan kearifan spiritualnya. Jauh sebelum Buddha berkembang di Barat, Timur telah menunjukkan pesonanya terhadap dunia. Pesona kearifan itu muncul dari arah Gunung Himalaya di sebuah negeri yang tersembunyi di balik bayang-bayang China. Tibet adalah sebuah negara dengan karakter spiritual yang unik. Magnet spiritualnya bahkan menarik simpati orang-orang yang memiliki pengaruh besar, dari masa GenghisKhan sampai Adolf Hitler. Mereka merasa terpanggil untuk mencari sebuah surga dunia yang terlanjur menjadi utopia spiritual, surga itu disebut dengan Shambhala.Shambhala  sebagai spiritualitas tertinggi umat Buddha Mahyana di Tibetmemiliki visi spiritual berupa keinginan untuk mempertahankan etika-etika manusia, sekaligus mencari kebebasan sepenuhnya kepada setiap orang. Pada dasarnya, konsep ajaran spiritual Shambhala sepenuhnya terdapat dalam teks Kalachakra Tantra, sebuah kitab yang memiliki ajaran paling tinggi, esoteris dan sulit dimengerti. Oleh karena itu, Shambhala akan bisa dicapai hanya dengan laku meditasi Kalachakra  secara intensif. Shambhala  sebagai ajaran spiritualitas terting gi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap umat Buddha Mahayana di Tibet. Adapun Kalachakra Tantra memainkan peranan penting dalam pembentukan ajaran spiritualitas yang terdapat dalam Shambhala. Uraiannya menyebutkan bahwa Shambhala merupakan ajaran yang paling penting yang harus dipraktekkan oleh umat Buddha Tibet khususnya. Hal ini bukan karena Shambhala lebih unik daripada yang lain, melainkan karena ajaran spiritualitas Shambhala sangat vital dan diberikan untuk titisan keduniaan yang bisa diaplikasikan di bawah semua kondisi manusia. Oleh karena itu, filsafat perenial sebagai cermin spiritual  Shambhala  dibutuhkan untuk membangun kesadaran esoteris dalam setiap dimensi kehidupan manusia, yang bangunan pemikirannya mencerminkan pengetahuan yang mensucikan dan mencerahkan bagi peningkatan spiritualitas, sehingga dapat dengan mudah menghayati makna substansi agama yang sebenarnya.
Ajaran tentang Jalan Kesempurnaan Hidup dalam Pustaka Centhini Muzairi, Muzairi
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 2, No 2 (2003)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2003.%x

Abstract

Pemikiran Mistik dalam Islam Jawa merupakan serapan dari berbagai unsur kebudayaan yang langsung tersentuh dengan budaya Jawa. Sufisme Jawa tidak semata-mata mistik murni tetapi tercampur dengan pemikiran filsafat dan nilai-nilai budaya Jawa. Salah satu karya yang mengelaborasi fenomena itu adalah Serat Centhini. Tulisan berikut akan mencoba mengangkat ide pemikiran mistik Islam Kejawen terutama yang berkaitan dengan ajaran tentang kesempurnaan hidup, yang dalam tradisi sufisme disebut dengan "insan kamil". Penulis hendak menghubungkan tradisi tarekat dalam sufi dengan pemikiran "jalan hidup" dalam sastra suluk, yakni konsep sarengat, tarekat, hakekat dan makripat.
[RESENSI] Belajar dari Hubungan Islam-Kristen: Upaya Menciptakan Masa Depan Harmonis Azis Pajri Syarifudin
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2014.1001-08

Abstract

Judul buku:  Sejarah Perjumpaan Islam-Kristen: Titik Temu dan Titik Seteru Dua Komunitas Agama Terbesar di DuniaPenulis:  Hugh GoddardPenerbit:  Serambi Ilmu SemestaKota Terbit:  JakartaTahun terbit:  Cetakan I, 2013Tebal halaman:  402 + Cover
KONSEP FEMALE CIRCUMCISION DALAM PERSPEKTIF BUDAYA JAWA DAN ISLAM (DAMPAKNYA TERHADAP KEBEBASAN PEREMPUAN) Anna, Dian Nur
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 4, No 2 (2005)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2005.%x

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan secara deskripsi kritis tentang bagaimana Female Circumcision atau tetesan itu dalam Budaya Jawa dan bagaimana Islam menyoroti masalah Female Circumcision atau tetesan serta bagaimana dampak Female Circumcision tersebut terhadap kebebasan perempuan. Sampai saat ini, praktek tetesan itu masih dilaksanakan di Jawa yang mayoritas beragama Islam. Dari penelitian ini, Female Circumcision atau tetesan menurut Budaya Jawa dan Islam menempatkan perempuan sebagai makhluk yang perlu disunati. Hal ini mendatangkan dampak positif dan negatif bagi perempuan. Dengan disunat, perempuan menjadi selamat, dilindungi Tuhan, wajah perempuan menjadi cerah, tidak brutal dan dapat menyenangkan suami. Di sisi lain, kekuatan perempuan menjadi kurang atau lemah setelah disunat, sehingga menyebabkan perempuan menjadi subordinasi. Melihat fenomena tetesan yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Jawa tersebut, tetesan atau sunat untuk perempuan itu hendaknya sebagai sebuah pilihan. Perempuan harusnya diberi kesempatan untuk bersedia atau menolak untuk disunati. Saat ini yang diperlukan adalah meletakkan perempuan bukan sebagai lawan laki-laki, tetapi sebagai kawan atau partner bagi laki-laki. Perempuan adalah sebagaimana manusia yang mempunyai harkat dan martabat yang sama dengan laki-laki. Dia adalah mitra yang sejajar dengan laki-laki. Kata kunci: Female Circumcision, Tetesan, Budaya Jawa, Islam, dan Kebebasan Perempuan.
Agama dan Local Genius Hidayah, Irfatul
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 2, No 2 (2003)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2003.%x

Abstract

Tuntutan akan pengembangan budaya lokal akhir-akhir ini meningkat seiring dengan digulirkannya reformasi dan tuntutan pelaksanaan otonomi daerah di negeri ini. Tuntutan ini muncul sebagai suatu bentuk akumulasi dari proses peminggiran budaya lokal yang telah berlangsung sejak beberapa abad yang lalu. Dengan menganalisis fenomena yang muncul  ketika proses tersebut berjalan tulisan berikut ini mencoba melihat secara dekat peran agama ketika budaya lokal berada pada wilayah periferi dalam struktur budaya nasional.
POSISI DAN PERAN IBRAHIM MENURUT ISLAM Mr Djam’annuri
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2015.1101-03

Abstract

Once a year, on the occasion of  celebrating the Feast of  Sacrifice (‘ Îd al-Adlhâ ) or at the time of Hajj, the Prophet Ibrahim as if “life” in the midst of  the Muslims through the repetition of a portion of  his life history. The recognition of the Muslims to the Prophet Ibrâhîm nearly as familiar with their recognition to the Prophet Muhammad. In Islam, he has a very important position and role. He is not only believed to be a prophet who has certain privileges, but also be a good example and model, especially in his obe- dience to Allah, his sincerity in religion, and his persistence in holding the principle of the oneness of Allah.However, the Qur’an, the main source of Islam, does not provide a detailed and chronological story about him but only a sort of fragments that could be considered off each other, but it all revolves around the fundamental religious attitude of Abraham as a Muslim, Hanîf, and away from polytheism. A detailed story of  Abraham is usually equipped with sources outside the Qur’an, both originating from Muslim writers or derived from sources that are usually refer red to Isrâîliyyât stories, including the stories of  Abraham contained in the Old Testament.
EKSISTENSI AGAMA SAKAI DAN SUKU SIA DALAM MEMPERTAHANKAN DIRI DARI TRANSMIGRAN DAN INDUSTRIALISASI dede aji mardani
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2019.1502-06

Abstract

Agama Sakai merupakan agama asli Indonesia yang masih ada dan terawat sampai dengan sekarang. Namun keberadaannya telah mengalami distorsi dan penurunan pemeluknya salah satu yang menyebabkannya adalah migrasi orang orang dari luar Riau. Penelitian ini bermaksud untuk melihat lebih jelas fenomena yang terjadi dengan sesungguhnya. Agama Sakai merupakan salah satu dari Indeginious Religion yang ada di Indonesia keunikan dari agama ini meiiputi masalah ritus agamanya, dalam kekerabatan, kematian dan adanya antu. Karena adanya enkulturisasi agama dari jawa Yaitu Islam dan Kristen, maka keberagamaan mereka sedikit mengalami distorsi itulah salah satu faktor tentang eksistensi suku Siak, Bengkalis di Provinsi Riau. Selain itu Keberadaan Suku dan Agama asli Indonesia terancam punah adalah industrialisasi dan hegomoni konflik tanah serat konflik antara manusia dan gajah inilah yang menyebabkan konflik di Riau terjadi, Namun yang lebih penting bahwa tingkat kesejahteraan Suku Siak yang beragama Sakai tidak mengalami kenaikan meski kedua kapubaten tersebut merupakan penghasil sumber daya alam yaitu migas terbesar di Indonesia

Page 7 of 25 | Total Record : 249