cover
Contact Name
Derry Ahmad Rizal
Contact Email
derry.rizal@uin-suka.ac.id
Phone
+628562577044
Journal Mail Official
prodisaafusap@gmail.com
Editorial Address
Prodi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281, Telepon (0274) 512156 ext. 43109
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Religi: Jurnal Studi Agama-agama
Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is an open access peer reviewed research journal published by Department of Religious Studies, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is providing a platform for the researchers, academics, professional, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, and literature reviews. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama welcomes and acknowledges theoretical and empirical research papers and literature reviews from researchers, academics, professional, practitioners and students from all over the world. This publication concern includes studies of world religions such as Islam, Christianity, Buddhism, Hinduism, Judaism, and other religions. Interdisciplinary studies may include the studies of religion in the fields of anthropology, sociology, philosophy, psychology, and other cultural studies.
Articles 249 Documents
IBADAH YANG DISUKAI TUHAN DALAM AGAMA KRISTEN MENURUT TEKS AMOS 5:21-24 Joni Tapingku
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2020.1602-01

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman warga Gereja Toraja Klasis Sillanan di Kabupatan Tana Toraja, Sulawesi Selatan, tentang ibadah yang disukai Tuhan berdasarkan teks Amos 5:21-24. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah yang disukai Tuhan harus berpusat pada Tuhan sendiri. Yang diagungkan dalam ibadah bukan manusia melainkan hanya Tuhan. Ibadah yang disukai Tuhan dapat pula dilakukan dalam bentuk perayaan yang di dalamnya terdapat unsur persekutuan, pujian, penyembahan, ucapan syukur dan perilaku hidup yang adil dan benar dalam kehidupan sehari-hari.Abstract This qualitative research aimed to describe the understanding of the members of the Toraja Church of Klasis Sillanan in Tana Toraja Regency, South Sulawesi, about worship that is liked by God based on the text of Amos 5: 21-24. The techniques of collecting data were interview, observation and library study. The results of research showed that worship that God liked must be centered on God himself. The glorified in worship is not human but only God. Worship that God likes can also be done in the form of celebration in which there are elements of fellowship, praise, worship, thanksgiving and fair and righteous behavior in daily life.
PLURALISME AGAMA DALAM KONTEKS KEISLAMAN DI INDONESIA Arafat Noer
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2019.1501-04

Abstract

Karya ini dilatarbelakangi oleh fenomena perbedaan paham pluralisme agama, terlebih setelah munculnya fatwa MUI yang menolak dengan keras bahkan menentang paham pluralisme agama. Mengenai pluralisme agama dalam Islam sangatlah rentan dan mengundang perdebatan dari berbagai kalangan. Selain itu pluralisme agama menjadi salah satu isu keagamaan yang berkaitan dengan Islam dalam hubungan antar agama dan negara, serta pada kurun waktu yang sama bertepatan dengan alur demokrasi pasca reformasi. Sejatinya, Islam mengakui dan memandang kemajemukan beragama secara kritis, tetapi tidak pernah menolak atau menganggapnya salah. Pluralisme agama lebih menekankan pada sebuah paham kesatuan agama menuju Yang Satu. Secara epistemologi, pluralisme agama memerlukan sebuah kerangka untuk menyikapi realitas alamiah yang tidak bisa dihindari. Istilah pluralisme agama terlalu menonjolkan paradigma kesatuan agama yang bersifat semu. Pluralisme yang hanya sementara masih menggunakan pendekatan atas pernyataan bahwa semua agama dan semua manusia secara bertahap akan menemukan kebenaran agama, kemudian akan mengikuti agama yang diyakini kebenarannya. Pemahaman pluralisme seperti ini justru tidak menghargai kekhasan dan nilai-nilai agama lain, tetapi secara halus berusaha menggunakan konsep global dan kategori-kategori agamanya. Pluralisme agama memerlukan pergeseran paradigma dari pluralitas agama sebagai sunnatullah menuju kooperatif agama-agama. Keberagaman agama, budaya, ras, suku, bangsa, bahasa diperlukan konsep agree in disagreement serta sikap inklusifis-pluralis, terbuka dalam menerima perbedaan, saling bekerja sama membangun peradaban manusia yang berkemajuan tanpa sekat-sekat agama, suku, ras, dan sebagainya untuk merealisasikan misi Islam, rahmatan li al-‘alamin, kasih-sayang bagi semesta. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik (hermeneutics approach). Metode yang digunakan dalam pencarian data adalah penelitian kepustakaan (library research).
KONSTRUKSI SOSIAL BUDAYA BANYU PANGURIPAN DALAM AGAMA KATOLIK Hamsah, Ustadi
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 9, No 1 (2013): Kompetisi Damai dalam Keragaman
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2013.0901-05

Abstract

The origin of the history of religion is closedly related to water re- sources. It had been known that, since the beginning people always lived in fertile river valley or other places that they could acquire water resources. These phenomena can be vividly seen in the history of ancient Egypt, Mesopotamia, Babylonia, Phunisia, Accadia, Assyria, and so forth. Born in the fertile valleys, adherents of those religious traditions worshipped the godess as a “god of fertility”. They associ- ated the concept of fertility with the godesses. This tradition was not only preserved by ancient tradition but also perpetuated by new reli- gious tradition such as early Catholicism as well as other religious traditions. In relation to such a notion, this article intends to explore the phenomenon of interrelation between the pilgrimage tradition in Catholicism and the concept of water and role of Mary as a “holy mother”. Both water and Mary have correlated to some holy places that followers of Catholicism use to visit.
AGAMA DI TEPI KEKUASAAN: SIGNIFIKANSI ORGANISASI KEAGAMAAN DALAM PEMBERDAYAAN ,ASYARAKAT MELALUI CIVIL SOCIETY Jinan, Muthoharun
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 3, No 2 (2004)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2004.%x

Abstract

Sebagai wujud dari kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat (umat), organisasi keagamaan sebagai manifestasi kepentingan positif dari masyarakat itu sendiri meniscayakan mitra untuk mendampingi dalam mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Pemerintah, di saru sisi, juga merupakan mitra tetapi struktur sosial terkadang terlalu akut memilah kekuasaan sosial dan politik antara keduanya sehingga peran politik terlampau didominasi oleh pemerintah. Masyarakat, di sisi lain, "hanya" menjadi obiek politik dari pemerintah. Hadirnya ormas-orrnas yang memediasi peran pemerintah di tingkat bawah menjadi referensi utama optimalisasi peran masyarakat dalam pemerintahan. Ketika ormas-orrnas itu juga mengusung nilai-nilai agama, maka terjadi gesekan "kepentingan" antara pemerintah dan ormas tersebut. Tulisan berikut ini akan melihat lebih dekat peran orrnas-orrnas Islam, dalam hal ini Muhammadiyyah dan NU, dalam memediasi peran negara pada tingkat bawah.
AGAMA, ETIKA DAN IDENTITAS DIRI PEMELUK KHONGHUCU (KARYA A. SINGGIH BASUKI) Haetami Haetami
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2016.%x

Abstract

The Cham Minority Group Cambodia Division Within Introduction to Comtemporary Changes in Cham Communiries Cham Jahed in Mosque for Friday Prayer Seise, Claudia
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2007.%x

Abstract

The Cham forms an ethnic minority group, both in Vietnam and Cambodia. In  my  research  paper  I  will focus  on the  Cham  in  Cambodia, who emigrated from  their  lost  homeland -the Champa Kingdom in present day Vietnam. The Cham in Cambodia number around 200,000 people and make up two percent of  the  country's population.
METODE SAINS MENURUT IAN G. BARBOUR DAN SUMBANGANNYA TERHADAP PENGKAJIAN ISLAM Dian Nur Anna
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2018.1401-03

Abstract

Keberanian dari sains ini tidak lepas dari anggapan dasar bahwa agama dan sains adalah dua hal yang dapat dianggap mempunyai jalan untuk menemukan kebenaran. Ketika metode sains itu mencoba memasuki agama, hal itu menjadi bukti bahwa sains itu layak untuk dijadikan alat dalam membantu penelitian agama. Kalau dianalogikan, maka agamapun dapat pula menjadi alat untuk memahami sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengertahui bagaimana pemikiran Ian G. Barbour tentang metode sains dan sumbangannya terhadap pengkajian Islam. Untuk menjawab permasalahan yang ada, peneliti menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research).Adapun penelitian ini hanya menggunakan perspektif fungsional untuk menjelaskan fungsi dari model interaksi pemikiran Barbour dengan pengembangkan keilmuan tentang agama dan sains. Pengujian keabsahan data dengan uji kredibilitas dengan meningkatkan ketekunan dan diskusi dengan teman sejawat.Hasil penelitian ini menunjukkan sebuah teori dari sains yang berdasar pada pengalaman yang bersifat empiris  tersebut dapat diinterpretasikan bukan hanya ditentukan oleh pembuktian secara empiris tetapi juga berdasarkan pada intuisi. Komunitas ilmiah (scientific community)  yang dipertajam menjadi  komunitas penelitian  (community of researches) itu mempunyai kedudukan yang penting dalam menentukan paradigma apa yang akan dipakai yang bisa dilakukan melalui jurnal. Berdasar experience dan interpretasi yang berinteraksi sebagai kata kunci dari Barbour, metode sains seperti analogi dapat untuk mengkaji agama. Sebetulnya, di dunia Islam telah ada metode yang dipakai untuk mengkaji teks seperti analogi yang sering disebut dengan qiyas.  Pemikiran Barbour dapat membuka wawasan baru bagi umat Islam untuk tidak hanya berkutat pada pemahaman agama saja tetapi harus membuka horison khususnya tentang kajian dalam bidang sains dengan metode yang ditawarkannya dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif dalam mengkaji keislaman dan sebaliknya. Kata kunci: Metode Sains Ian G. Barbour dan Pengkajian Islam
Islam-Kristen: Ketika Truth Claim menjadi Landasan Interaksi Faiz, Fahruddin
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 1, No 1 (2002)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2002.%x

Abstract

Keragaman agama dan kepercayaan dalam kehidupan ini adalah suatu kenyataan yang tidak mungkin dihindari. Berhadapan dengan kenyataan tersebut setiap orang dan umat beragama dituntut untuk mengambil sikap yang tepat. Tidak mengherankan jika setelah menyadari pluralisme agama ini muncul pertanyaan-pertanyaan seperti Bagaimana cara terbaik untuk menjalin hubungan yang harmonis antar agama? Bagaimana seharusnya agama yang saya anut dan percayai kebenarannya dapat berinteraksi dengan agama lain? Cara dan pendekatan apa yang harus ditempuh, konfrontatif? dan lain semacamnya. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang hingga saat ini masih belum mencapai jawaban final tersebut dalam kerangka hubungan Islam-Kristen, tetapi lebih merupakan satu upaya untuk mengungkap bahwasannya selama ini dalam interaksi Islam-Kristen yang menjadi landasannya adalah truth claim sehingga tidak mengherankan apabila antara kedua agama tersebut sering terlibat konflik, sejak awal pertemuan mereka hingga saat ini.
[RESENSI] SIAPA MENCARI MOKSA? Chusnul Chotimah
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2015.1101-08

Abstract

Judul Buku: SiddharthaPenulis: Hermann HessePenerbit: PT Gramedia Pustaka UtamaCetakan: 2014Penerjemah: Gita YulianiTebal: 168 hlm; 20 cm
MITIGASI EKOLOGI DI OBYEK WISATA RELIGI GUNUNG KEMUKUS Fibry Jati Nugroho; Agung Dian Rengganis
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.2020.1601-01

Abstract

This article discusses the religious tourism object of Gunung Kemukus, located in Sragen Regency, Central Java. The uniqueness of this religious tourism lies in its ritual procedures with the rites of the Tomb of Prince Samudro and the Ontangulan Spring. As crowds of pilgrims and visitors arrive, the impact on changes in the perspective of cultural symbols, including environmental preservation and preservation of cultural rites. By using a qualitative approach, analytical descriptive method and ecological perspective, it was found that the Ontrowulan Spring can be a bridge for environmental preservation efforts, which will have an impact on nature preservation and the convenience of pilgrims performing rituals. Local wisdom in the form of the myth of the Water Spring Ontrowulan has become a symbol in environmental preservation in the Gunung Kemukus region. Efforts to preserve the environment and social environment will have an impact on the preservation of cultural sites on Gunung Kemukus. 

Page 6 of 25 | Total Record : 249