cover
Contact Name
Tohir Zuhdi
Contact Email
tohirz@iainpurwokerto.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
a.sunhaji@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kependidikan
ISSN : 2355018X     EISSN : 25984845     DOI : -
Core Subject : Education,
Focus Jurnal Kependidikan is a periodical publication of scientific articles containing education. Scope Jurnal Kependidikan welcome papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religion practices.
Arjuna Subject : -
Articles 159 Documents
Perspektif Al-Ghazali dalam Pengembangan Kepemimpinan Profetik pada Lembaga Pendidikan Saebani, Muhammad
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v7i2.3188

Abstract

Dalam era moderen ini di sebuah lembaga pendidikan sangatlah membutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai integritas tinggi untuk mengembangkan lembaga pendidikannya, seiring dengan perkembangan zaman. Karena banyaknya upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah selama ini dengan mengadopsi pemikiran dan model pendidikan Barat yang dianggap modern dan maju. Akan tetapi, hasil pendidikannya memiliki kelemahan, seperti munculnya perilaku amoral, pemalas, korupsi, hedonis, dan materialistis. Oleh karena itu, salah satu bentuk karakter kepemimpinan yang ideal, yang dapat diterapkan di sebuah lembaga pendidikan adalah kepemimpinan profetik (kenabian). Tulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konsep kepemimpinan profetik dapat diterapkan dalam wilayah manajemen sumberdaya manusia di lembaga pendidikan. Karena kepemimpinan profetik dirasa cocok dan dapat diterapkan di lembaga pendidikan untuk memajukan ummat manusia yang unggul (khairuu ummah) sebagai lulusan (output) dan pewaris generasi bangsa ini. Sehingga akan terus tercipta manusia yang madani (khairu ummah).
Desain Strategi Pembelajaran Dan Pengembangan Kurikulum Sa'bani, Sa'bani
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v7i2.3491

Abstract

This paper aims to describe the design of learning strategies and curriculum development in the learning process. Learning design emphasizes how an educator can apply his abilities in the classroom by using innovative and creative methods and ways in the learning process. A maqalah states that the subject matter is important, but the way to deliver the material is more important. This shows that the way educators deliver a material (strategy) is more important than the material itself (ath-thariiqatu ahammu minal maddah). Therefore, a good educator is not enough just to master a material, but must be accompanied by the ability to convey the material properly. Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain strategi pembelajaran dan pengembangan kurikulum dalam proses pembelajaran. Desain pembelajaran menekankan pada bagaimana seorang pendidik bisa mengaplikasikan kemampuannya dalam kelas dengan mengunakan metode dan cara-cara yang inovatif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Sebuah maqalah menyebutkan bahwa materi suatu pelajaran itu penting, namun cara untuk menyampaikan materi tersebut lebih penting. Hal ini menunjukkan bahwa cara pendidik dalam menyampaikan suatu materi (strategi) lebih penting dari materi itu sendiri (ath-thariiqatu ahammu minal maddah). Oleh karena itu, seorang pendidik yang baik belum cukup hanya dengan penguasaan terhadap suatu materi, namun harus dibarengi dengan kemampuan menyampaikan materi tersebut dengan baik.
Konsep Manusia dalam Pandangan Filsafat Pendidikan Islam Adnan, Muhammad
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v7i2.3517

Abstract

Humans are the most perfect creatures of God. In running life, human beings are often faced with the reality of life that is not ideal. Some people do negative activities and bad things that are not in accordance with the potential good they have. This paper offers human concepts in the view of Islamic education philosophy, namely: Al-basyar, Al-insan and Al-naas. The concept of Al-Basyar tends to the human concept which can be understood that humans are creatures that have all the characteristics of humanity that are limited, such as eating, drinking, security, happiness, and so forth. The concept of Al-insan understands that humans basically have a positive potential to grow and develop both physically and mentally. The concept of Al-Naas is related to the function of humans as social beings. Humans were created as social creatures that began as a male and female partner and then developed into a tribe and nation to get to know each other "interact". Abstrak Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Dalam menjalankan kehidupan, seringkali manusia dihadapkan pada realita kehidupan yang tidak ideal. Sebagian manusia melakukan aktivitas negatif serta keburukan yang tidak sesuai dengan potensi kebaikan yang dimilikinya. Tulisan ini menawarkan konsep manusia dalam pandangan filsafat pendidikan Islam, yaitu: Al-basyar, Al-insan dan Al-naas. Konsep Al-basyar cenderung pada konsep manusia yang dapat dipahami bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki segala sifat kemanusiaan yang terbatas, seperti makan, minum, keamanan, kebahagiaan, dan lain sebagainya. Konsep Al-insan memahami bahwa manusia pada dasarnya memiliki potensi yang positif untuk tumbuh serta berkembang secara fisik maupun mental spritual. Konsep Al-naas dihubungkan dengan fungsi manusia sebagai makhluk sosial. Manusia diciptakan sebagai makhluk bermasyarakat yang berawal dari pasangan laki-laki dan wanita kemudian berkembang menjadi suku dan bangsa untuk saling kenal mengenal “berinteraksi”.
Keefektifan Model Eliciting Activities Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemahaman Konsep Pada Pembelajaran IPA Kurniawan, Aziz
Jurnal Kependidikan Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v7i2.3558

Abstract

Pembelajaran IPA pada kurikulum 2013 yang diterapkan pada SMP Empu Tantular perlu untuk diamati karena di SMP Empu Tantular pembelajaran IPA masih berorientasi pada guru dan belum sesuai dengan perubahan pada kurikulum 2013. Hal ini mengakibatkan peserta didik cenderung hanya menerima yang dijelaskan guru tanpa mengetahui makna pembelajaran tersebut. Aktivitas peserta didikpun dalam kelas cenderung menghafal dan mendengarkan apa yang diterangkan guru. Hal tersebut berpengaruh pada rendahnya kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep peserta didik. Cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu adanya strategi dalam pembelajaran yang inovatif yaitu pendekatan yang berpusat pada peserta didik dengan menggunakan model eliciting activities (MEAs). Selain pendekatan tersebut berpusat pada peserta didik, MEAs mampu untuk memfasilitasi dalam membangun pengetahuannya sendiri sehingga peserta didik mampu mendalami konsep-konsep yang akan dipelajari oleh peserta didik. Tujuan penelitin ini yaitu mengetahui keefektifan MEAs pada materi IPA untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep dan aktivitas peserta didik dalam belajar. Penelitian ini menggunakan True Eksperimen Design dengan populasi kelas VII. Sampel penenitian ini yaitu kelas VII D sebagai kelas eksperimen (Pendekatan MEAs) dan VII C sebagai kelas kontrol (Pendekatan Saintifik). Data diambil menggunakan lembar tes berpikir kritis, pemahaman konsep, lembar observasi dan skala aktivitas belajar peserta didik. Hasil penelitian ini yaitu MEAs efektif dibandingkan pendektan saintifik baik ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep peserta didik karena nilai thitung = 4,03 untuk berpikir kritis, sedangkan pemahaman konsep thitung = 3,42 lebih besar t(1-α); α=5% yaitu 1,99. Pada nilai rata-rata aktivitas belajar peserta didik kelas eksperimen sebesar 67 dan kelas kontrol sebesar 51,5 dengan kriteria aktif untuk kelas eksperimen dan kurang aktif pada kelas kontrol. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu MEAs mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep. Selain itu, aktivitas belajar peserta didikpun meningkat
Perintah Shalat pada Anak Perspektif Surat Luqman Ayat 17 (Telaah Pendekatan Normatif dan Filologi) Fu'adah, Euis Nur; Nugraheni, Yumidiana Tya
Jurnal Kependidikan Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v8i1.3794

Abstract

This research explains the application of the normative and philological approach of Al-Quran surah Luqman ayat 17 concerning the prayer commands for implementation in children's education. This research is a library research with philological normative approach. The results of the research are; interpretation of surah Luqman ayat 17 contains the word command parents to teach their children to pray since the age of seven years. At this age, children begin to be understood about prayer education carefully, thoroughly and seriously. The prayer rituals contained the pleasure of Allah SWT, preventing oneself from the forehead and evil and patient and steadfast in facing problems and trials that afflict them. Education in habituating children to pray continues from the age of seven years to the age of 10 years. If at the age of 10 years, children still disobey and do not pray, then parents are allowed to beat their children. The blow given is the blow that is educational and not painful. Abstrak Penelitian ini menjelaskan penerapan pendekatan normatif dan filologi Al-Quran surat Luqman ayat 17 tentang perintah sholat implementasi pada pendidikan Anak. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan normatif filologi. Hasil penelitian menghasilkan; penafsiran ayat surat Lukman ayat 17 mengandung kata perintah orang tua untuk mengajarkan anaknya sholat sejak usia mencapai tujuh tahun. Pada usia ini, anak difahamkan tentang pendidikan shalat dengan cermat, seksama serta secara serius. Ritual shalat terkandung nilai ridha Allah SWT, mencegah diri dari nahi dan munkar sabar dan tabah dalam menghadapi permasalahan maupun cobaan yang menimpa. Pendidikan dalam pembiasaan sholat anak terus dilakukan sejak usia tujuh tahun hingga usia 10 tahun. Apabila diusia 10 tahun, anak masih membangkang dan tidak menjalankan sholat, maka orang tua diperkenankan untuk memukul anaknya. Pukulan yang diberikan adalah pukulan yang mendidik dan tidak menyakitkan.
Penanaman Nilai-nilai Multikulturalisme melalui Lembaga Pendidikan Madrasah Diniyyah Bahtiar, Muhammad Afri
Jurnal Kependidikan Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v8i1.3958

Abstract

Abstrak Demokrasi, toleransi dan kerukunan merupakan beberapa nilai yang terangkum dalam konsep nilai multikulturalisme. Ketiganya menjadi nilai-nilai yang fundamental untuk dipahami masyarakat dalam proses berbangsa dan bernegara. Ketiganya akan mampu dipahami dan diaktualisasikan ketika ditanamkan dengan baik. Salah satu lading untuk menanamkan nilai-nilai multikulturalisme tersebut adalah melalui proses pendidikan yang berwawasan multikultural. Proses pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut seyogyanya dilakukan melalui segala lini pendidikan, baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan masyarakat. Salah satu lembaga yang patut diberikan perhatian adalah madrasah diniyyah. Lembaga ini selain lembaga yang fleksibel juga merupakan lembaga yang berada pada tataran akar rumput masyarakat. Dengan demikian mengembangkan lembaga ini menjadi lembaga yang siap mentransformasikan nilai-nilai multikulturalisme. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah: (a) menata ulang kurikulum dan pembelajaran; (b) menyiapkan tenaga pendidik unggul, (c) membuat program kerukunan lintas agama dan budaya, dan (d) menyadarkan masyarakat akan pentingnya madrasah diniyyah. Kata Kunci: Multikulturlisme, Nilai-nilai Multikulturalisme, Madrasah Diniyyah Multikultural
Peran Kepala Sekolah dalam Supervisi Internal bagi Peningkatan Profesionalitas Guru Pamuji, Gatot
Jurnal Kependidikan Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v8i1.3969

Abstract

Abstrak Lembaga pendidikan merupakan sarana untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan peserta didik pada ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pada ranah pengetahuan diharapkan peserta didik menguasai pengetahuan dari ilmu yang didapat pada kegiatan belajar mengajar, pada ranah keterampilan diharapkan peserta didik memiliki keterampilan, sedangkan pada ranah sikap diharapkan setelah peserta didik mengikuti proses KBM peserta didik memiliki sikap yang baik. Peranan gurulah yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik, oleh karena itu guru harus dapat meningkatakan pengetahuan dan keahlian secara terus-menerus sehingga menjadi guru yang profesional. Salah satu daya dukung guru menjadi guru yang profesional yaitu bantuan teknis seorang pemimpin atau kepala sekolah, salah satu bantuan teknis itu berupa supervisi (pelayanan secara sistematis atau melalui tahap-tahap pengawasan yang mampu menilai dan memperbaiki proses belajar mengajar agar menjadi lebih baik). Kepala sekolah sebagai supervisor internal perlu memahami tujuan supervisi, fungsi supervisi, prinsip supervisi, teknik supervisi, obyek supervisi, serta pendekatan supervisi, sehingga dalam pelaksanaan supervisinya tepat pada sasaran. Kata Kunci: Supervisi Internal, Profesionalitas Guru
Urgensi Administrasi Pendidikan bagi Pencapaian Tujuan Institusi Pendidikan Sudiro, Sudiro
Jurnal Kependidikan Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v8i1.4215

Abstract

This arcticle aims to explain about urgency of educational administration for educational institution. Administration is a must in the world of management, the level of effectiveness, efficiency of education administration is strongly supported by the role and urgency of administrative staffing, equipment, administration and public relations in education administration. The staffing administration talks about employee recruitment, promotion, payroll until retirement, while the administration of equipment discusses the matter of adequate facilities and infrastructure, while administration deals with new students and alumni, while public relations administration looks good / positive. Educational administration is well locked if all is not managed and can function well and effectively and is equipped with coordination and coordination (KIS). Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan urgensi administrasi pendidikan bagi suatu institusi pendidikan. Administrasi merupakan keniscayaan dalam dunia managemen. Tingkat efektifitas, efisiensi administrasi pendidikan sangat ditopang oleh peran serta atau urgensi administrasi kepegawaian, perlengkapan, tata usaha dan humas dalam administrasi pendidikan. Administrasi kepegawaian berbicara tentang rekrutmen pegawai, promosi, penggajian hingga pensiun, sedangkan administrasi perlengkapan membicarakan hal ihwal sarana dan prasarana/ fasilitas yang memadai. Adapun tata usaha membahas tentang penerimaan siswa baru hingga lulus dan alumninya. Administrasi pendidikan dapat dikatakan baik jika semua unsur dan fungsi managemen dapat dioptimalkan kinerjanya secara efesien dan efektif serta dilaksanakan dengan cara koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi (KIS). Dengan adanya administrasi pendidikan yang baik akan mendukung bagi eksistensi suatu institusi pendidikan.
Model Kepemimpinan Transformasional dan Kontribusinya terhadap Proses Decision Making dan Peningkatan Kinerja Guru di MA Ar-Ridlo Pekuncen Kabupaten Banyumas Assegaf, Fatimah
Jurnal Kependidikan Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v8i1.4573

Abstract

Abstract Leadership is a competency that must be owned by madrasah principals. Decision making in educational organizations is directly related to the head of the madrasah. The principal of the madrasah as manager has an important role in making decisions quickly, precisely and effectively by using data and information for optimal educational environmental performance. Decision-making by the head of the MA Ar - Ridlo Pekuncen Banyumas has gone well, this can be seen from the processes and stages carried out by the head of the madrasah in making decisions with observation, data, planning and recording related to education in madrasahs. Then, conduct deliberations with teachers to take policies, take an interpersonal approach to teachers to hold events, give ideas, involve teachers in training, and supervise as supervisory activities. As stated in the teacher work assessment, this is useful for increasing the potential and performance of teachers, to improve the quality of teaching and learning outcomes at MA Ar - Ridlo Pekuncen Banyumas. Keyword : Principal, Decision-Making, Teachers; Performance, Senior High School
Kedudukan dan Pengelolaan Konflik dalam Organisasi Pendidikan Mustofa, Bisri; Sunhaji, Sunhaji
Jurnal Kependidikan Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v8i1.4201

Abstract

The purpose of this paper is to describe the position and management of conflict in educational organizations. it is a way of maintaining harmonious relationships at school. Harmonious relationships at school will make the learning environment comfortable and conducive to the learning process. Harmonious relationships at school will make the learning environment comfortable and conducive to the learning process. And vice versa, if the relationship between members of educational organizations is disharmonious, it can lead to an uncomfortable learning environment. This disharmonious relationship is usually caused by conflicts between individuals in schools. Conflict can become a serious problem in any organization, regardless of the form and level of complexity of the school organization, if the conflict is allowed to drag on without resolution. Therefore, the expertise to manage conflict is needed for every leader of educational organizations Keyword: Position and conflict management, Educational Organization