cover
Contact Name
Arsyad Ramadhan Darlis
Contact Email
arsyad@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jte.itenas@itenas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika
ISSN : 23388323     EISSN : 24599638     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ELKOMIKA diterbitkan 3 (tiga) kali dalam satu tahun pada bulan Januari, Mei dan September. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya pada Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Elektronika.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
An Analysis of Distance Extension Method in Visible Light Communication (VLC) Performance KRISTIANA, LISA; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN; DEWI, IRMA AMELIA; LIDYAWATI, LITA; ARCHANDHIKA, HEGAR REFALDY
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 1: Published January 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i1.218

Abstract

ABSTRAK A Visible Light Communication (VLC) adalah teknologi yang menawarkan konsep inovatif karena VLC menerapkan cahaya tampak untuk mentransmisikan informasi dari satu titik ke titik lain. Tantangan utama dalam penerapan VLC adalah pelemahan sinyal cahaya tampak karena faktor jarak dari titik sumber ke titik tujuan. Penelitian ini berfokus pada metode untuk merancang dan menerapkan pemancar dan penerima VLC pada media udara. Dengan membandingkan berbagai macam tipe LED, pengukuran yang didapatkan menunjukkan bahwa pemancar dan penerima VLC dapat ditingkatkan kemampuannya sehingga mencapat jarak maksimum 8.5 meter dengan menggunakan LED HPL. Kata kunci: Visible Light Communication, VLC Transceiver, Distance Extension Method, Light Emitting Diodes (LEDs).  ABSTRACT A Visible Light Communication (VLC) offers the innovative concept in telecommunication since it implements visible lights to transmit information from one point to other points. The main challenge in VLC is the attenuation due to the distance from source to destination. This research focuses on extension method to design and implement the VLC transceiver in an air medium. By comparing the real measurement of several types of LEDs, the distance of VLC transceiver can be extended up to 8.5 meters by applying HPL LED. Keywords: Visible Light Communication, VLC Transceiver, Distance Extension Method, Light Emitting Diodes (LEDs).
Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang -, - INDEKS
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 1: Published January - June 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i1.

Abstract

Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang
Implementasi Sensor IMU untuk mengetahui Sudut Elevasi Kendaraan menggunakan Metode Least Square SARTIKA, ERWANI MERRY; GANY, AUDYATI; YUVENS, VINCENSIUS
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 2: Published May 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i2.301

Abstract

ABSTRAKKemiringan jalan menyebabkan pengendara sepeda motor lebih berhati-hati dalam mengendarai kendaraannya. Selain untuk keamanan, sudut elevasi jalan dapat mempengaruhi dalam pengendalian kendaraan sehingga dapat lebih menghemat energi. Pada paper ini sensor Inertial Measurement Unit (IMU) digunakan untuk mengetahui kemiringan kendaraan sepeda motor (naik/turun dan condong kiri/kanan). Dalam perancangannya beberapa data akselerasi dari sensor accelerometer IMU diolah dengan regresi sehingga diperoleh persamaan regresi yang kemudian digunakan untuk memperbanyak data sehingga data tersebut dapat digunakan untuk prediksi model antara 3 input nilai akselerasi dan 2 output nilai kemiringan sudut kendaraan. Prediksi model berhasil dengan indentifikasi menggunakan metode Least Square. Dari data pengamatan diperoleh bahwa rata-rata kesalahan absolut untuk kemiringan naik/turun dan condong kiri/kanan antara 5 o s/d 7 o, namun belum berhasil untuk sudut yang besar (70 o s/d 90 o).Kata kunci: IMU, accelerometer, sudut elevasi, Arduino, Least Square ABSTRACTThe slope of the road leads to awareness of motorcyclists ini riding their motorcycle addition to safety, the elevation angle of the road can affect vehicle control so that it can save more energy. In this paper the IMU sensor is used to determine the slope of a motorcycle (up / down and leaning left / right). In the design of some acceleration data from the IMU accelerometer sensor is processed so that the regression equation is obtained. The regression equation is used to generate the data to predict the model 3 input acceleration value and 2 output slope value of the vehicle. Model prediction was successful by identification using the Least Square method. Obtained from observational data that the average absolute error for the slope up / down and leaning left / right between 5 o to 7 o, but has not been successful for wide angles (70 o to 90 o).Keywords: IMU, accelerometer, elevation angle, Arduino, Least Square
Compressive Sensing Audio Watermarking dengan Metode LWT dan QIM SAFITRI, IRMA; IBRAHIM, NUR; YOGASWARA, HERLAMBANG
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 3: Published September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i3.405

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengembangkan teknik Compressive Sensing (CS) untuk audio watermarking dengan metode Lifting Wavelet Transform (LWT) dan Quantization Index Modulation (QIM). LWT adalah salah satu teknik mendekomposisi sinyal menjadi 2 sub-band, yaitu sub-band low dan high. QIM adalah suatu metode yang efisien secara komputasi atau perhitungan watermarking dengan menggunakan informasi tambahan. Audio watermarking dilakukan menggunakan file audio dengan format *.wav berdurasi 10 detik dan menggunakan 4 genre musik, yaitu pop, classic, rock, dan metal. Watermark yang disisipkan berupa citra hitam putih dengan format *.bmp yang masing-masing berukuran 32x32 dan 64x64 pixel. Pengujian dilakukan dengan mengukur nilai SNR, ODG, BER, dan PSNR. Audio yang telah disisipkan watermark, diuji ketahanannya dengan diberikan 7 macam serangan berupa LPF, BPF, HPF, MP3 compression, noise, dan echo. Penelitian ini memiliki hasil optimal dengan nilai SNR 85,32 dB, ODG -8,34x10-11, BER 0, dan PSNR ∞.Kata kunci: Audio watermarking, QIM, LWT, Compressive Sensing. ABSTRACTThis research developed Compressive Sensing (CS) technique for audio watermarking using Wavelet Transform (LWT) and Quantization Index Modulation (QIM) methods. LWT is one technique to decompose the signal into 2 sub-bands, namely sub-band low and high. QIM is a computationally efficient method or watermarking calculation using additional information. Audio watermarking was done using audio files with *.wav format duration of 10 seconds and used 4 genres of music, namely pop, classic, rock, and metal. Watermark was inserted in the form of black and white image with *.bmp format each measuring 32x32 and 64x64 pixels. The test was done by measuring the value of SNR, ODG, BER, and PSNR. Audio that had been inserted watermark was tested its durability with given 7 kinds of attacks such as LPF, BPF, HPF, MP3 Compression, Noise, and Echo. This research had optimal result with SNR value of 85.32 dB, ODG value of -8.34x10-11, BER value of 0, and PSNR value of ∞.Keywords: Audio watermarking, QIM, LWT, Compressive Sensing.
Simulasi Perancangan Filter Analog dengan Respon Chebyshev RUSTAMAJI, RUSTAMAJI; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN; SUPARMAN, SOLIHIN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 1, No 2: Published July - December 2013
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v1i2.106

Abstract

ABSTRAKDalam suatu sistem komunikasi penggunaan rangkaian filter sangat penting. Salah satu cara untuk memudahkan dalam perancangan sebuah filter dilakukanlah teknik simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang simulasi yang menghasilkan respon filter jenis chebyshev serta menghasilkan nilai komponen induktor (L) dan kapasitor (C) yang dibutuhkan untuk merangkai filter. Simulasi yang dirancang pada penelitian ini menggunakan Graphical User Interface (GUI). Dari simulasi yang dilakukan, didapatkan respon Chebyshev pada low pass filter, high pass filter, band pass filter, dan band stop filter sudah sesuai dengan input yang dimasukkan ke dalam parameter program dan sesuai dengan teori respon filter Chebyshev. Hasil Simulasi dari rangkaian band pass filter dan band stop filter dengan menggunakan Electronic Workbench (EWB), menunjukkan respon dengan pergeseran frekuensi sebesar 0,1 kHz lebih tinggi dari frekuensi yang diharapkan.Kata Kunci: filter, Chebyshev, band, respon frekuensi. ABSTRACTOn communication system using filter is very important. One way to simplify the design of filter undertaken a simulation technique. This research aims to design a simulation that generates the filter response of chebyshev and generate the value component of the inductor (L) and capacitor (C) that needed for constructing the filter. This Simulation using Graphical User Interface (GUI). From result simulation, response in low pass filter, high pass filter, band pass filter, band stop filter and is in compliance with the input entered into the program and in accordance with the theory of Chebyshev filter response. The simulation of the band pass filter and bands stop filter by using electronic workbench ( EWB ), show a response with shifts frequency of 0.1 khz higher than frequency expected.Keywords: filter, Chebyshev, band, frequency respons
Analisis Kelayakan Project Loon di Indonesia BUDIYANTO, SETIYO; JAMIL, MUHAMMAD; RAHAYU, FAJAR
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 2: Published May 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i2.392

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan Negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau. Kondisi geografis tersebut membuat layanan internet di Indonesia belum sepenuhnya merata. Tercatat, pengguna internet area perkotaan, antara desa dan kota, serta pedesaan berturut sebesar 72,41%, 49,5%, dan 48,3%. Berikut komposisi dari pengguna internet di Indonesia: pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, dan Maluku-Papua masing-masing sebesar 58,1%, 19%, 8%, 6,7%, 5,6%, dan 2,5%. Guna mengatasi masalah ini, beberapa upaya telah dilakukan untuk menyamakan akses internet di Indonesia, dan salah satu upaya yang ditawarkan adalah Project Loon. Project Loon merupakan teknologi komunikasi berdasarkan High Altitude Platform (HAPs). Penelitian terkait pengujian kelayakan Project Loon dilakukan menggunakan studi literatur Kemudian digunakan metode Alogritma Fuzzy Topsis untuk mengukur Ekuensi Pathloss, Bandwith Fuzzy, Utilitas Frekuensi, sehingga diperoleh matrik keputusan dan matrik pembobotan yang menunjukkan frekuensi terbaik yang dapat digunakan adalah frekuensi 700 MHz dengan nilai 0.58307. frekuensi ini dipilih secara otomatis berdasarkan kriteria jarak, bandwidth, dan aplikasi-aplikasi yang berjalan pada frekuensi tersebut.Kata Kunci: Project Loon, HAPs, Algoritma Fuzzy Topsis ABSTRACTIndonesia is an archipelago consisting of many islands. This geographical condition makes internet services in Indonesia not yet evenly distributed. Noted, internet users in urban areas, between villages and cities, as well as rural areas amounted to 72.41%, 49.5%, and 48.3%. The following is the composition of internet users in Indonesia: Java, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, and Maluku-Papua, respectively 58.1%, 19%, 8%, 6.7%, 5.6% and 2.5%. To overcome this problem, several attempts have been made to equalize internet access in Indonesia, and one of the efforts offered is Project Loon. Project Loon is a communication technology based on High Altitude Platform (HAPs). Research related to Project Loon eligibility testing was conducted using literature studies. Then we use the Alogritma Fuzzy Topsis method to measure Pathloss Equity, Fuzzy Bandwidth, Frequency Utility, the required matrix and the weighting matrix used are 700 MHz frequencies with a value of 0.58307. Based on frequency, bandwidth, and applications running on that frequency.Keywords: Project Loon, HAPs, Algoritma Fuzzy Topsis
Desain Topologi Jaringan Kabel Nirkabel PDII-LIPI dengan Cisco Three-Layered Hierarchical menggunakan NDLC KURNIAWAN, MUHAMMAD TEGUH; NURFAJAR, ARIF; DWI, OKTA; YUNAN, UMAR
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 1: Published January - June 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i1.47

Abstract

ABSTRAKSaat ini Teknologi Informasi (TI) merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu perusahaan. Dalam penerapan TI diperlukan infrastruktur jaringan yang dapat mendukung pertukaran informasi baik melalui intranet mauapun internet yang diakses melalui kabel maupun nirkabel. Salah satu pendukung Infrastruktur jaringan adalah topologi jaringan yang handal.  PDII-LIPI (Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Jakarta merupakan lembaga di bawah LIPI yang berfokus pada tiga kegiatan yaitu  jasa  dokumentasi,  jasa  informasi, pembinaan dan pengembangan bidang dokumentasi informasi. Untuk mendukung proses bisnis berbasis TI di PDII-LIPI diperlukan infrastruktur jaringan yang memadai. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan perancangan infrastruktur jaringan kabel dan nirkabel di PDII-LIPI dengan menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC). Metode ini berguna dalam mengembangkan infrastruktur jaringan kabel dan nirkabel dan dapat memantau kinerja jaringan. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu PDII-LIPI dalam membangun, dan mengembangkan infrastruktur jaringan kabel dan nirkabel agar lebih optimal dalam mendukung proses bisnis yang ada.Kata Kunci: topologi jaringan, kabel, nirkabel, NDLC, PDII-LIPI. ABSTRACT Information Technology (IT) has significant influence to a company. The robust network IT infrastructure should be installed earlier, supporting the information exchange through internet or intranet and it also should be easily accessible via wired or wireless network.  PDII-LIPI (Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Jakarta is an organization under LIPI which focuses on three processes for instance the documentation services, the  information services and the development of  documentation services. PDII-LIPI has already used IT to support those businesses so they must carefully choose the best network IT infrastructure. To achieve this objective, we propose a research which design wired and wireless network infrastructure at PDII – LIPI. We use Network Development Life Cycle (NDLC) as a method for solving problem. This method is very useful in developing wired and wireless network infrastructure and it can monitor network performance. We expect the research can help PDII - LIPI in building and developing the infrastructure of wired and wireless networks to be more optimized in supporting existing business processes.Keywords: network topology, wired, wireless, NDLC, PDII-LIPI.
Optimasi Pattern Reconfigurable Antenna Bercelah Melingkar menggunakan Algoritma Genetika NURMANTRIS, DWI ANDI; WIJANTO, HEROE; NUGROHO, BAMBANG SETIA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 1: Published January 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i1.111

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu desain pattern reconfigurable antenna dengan menitikberatkan pada optimasi antena planar berbentuk lingkaran dengan 24 switch berupa shorting pin pada tepi patch dan menambahkan celah melingkar pada patchnya sebagai metode penyepadan impedansi. Algoritma Genetika digunakan sebagai metode optimasi antena sedangkan Finite Element method digunakan sebagai metode komputasi untuk mendapatkan nilai parameter antena ketika proses evaluasi fungsi fitness. Keduanya dikolaborasikan untuk mendapatkan suatu desain antena yang mempunyai kemampuan pattern reconfigurable. Hasilnya diperoleh suatu desain antena pada frekuensi 2,4 Ghz dengan 24 pola pancar yang bisa di switch ke seluruh bidang azzimuth dimana semua pola pancar didesain pada arah elevasi 45o. Kata kunci: optimasi, celah melingkar, algoritma genetika, pattern reconfigurable antenna ABSTRACT This research aims to obtain a reconfigurable antenna pattern design with emphasize on the optimization of a planar circular antenna with 24 switchs on the edge of the patch and add a slit ring in the patch as a impedance matching method. Genetic Algorithm is used as an antenna optimization method while the The Finite Element method is used as a computational method to obtain the antenna parameters value when evaluating the fitness function. Both collaborated to obtain an antenna design that has the pattern reconfigurable ability. The result is 2,4 Ghz antenna design with 24 radiation patterns that can be switched to all azzimuth plane where all are designed in 45o of elevation plane. Keywords: optimization, slit ring, genetic algorithm, pattern reconfigurable antenna
Color Filter Identification for Bidirectional Visible Light Communication DARLIS, ARSYAD RAMADHAN; LIDYAWATI, LITA; JAMBOLA, LUCIA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 2: Published May 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i2.303

Abstract

ABSTRAKSaat ini, cahaya tampak dimanfaatkan oleh manusia hanya sebagai penerangan saja. Akan tetapi, beberapa penelitian telah membuktikan bahwa cahaya tampak dapat dimanfaatkan pula pada sistem komunikasi, yang dinamakan Visible Light Communication (VLC). Pada penelitian ini, sebuah metoda menggunakan color filter diidentifikasi dalam mengimplementasikan sistem bidirectional pada teknologi VLC. Dengan adanya penelitian ini, sebuah sistem bidirectional Visible Light Communication (Bi-VLC) dapat diimplementasikan dengan menggunakan color filter tertentu yang dipasangkan pada posisi uplink dan downlink. Sinyal informasi berupa sinyal audio ditansmisikan melalui VLC transmitter (Tx) yang dipasang color filter dan diterima oleh color filter pada VLC receiver (Rx) setelah melalui media cahaya. Pengujian menunjukan bahwa sistem telah dapat melewatkan sinyal pada frekuensi audio dengan jarak maksimum dari sistem adalah 2,3 m. Sedangkan pasangan color filter yang memiliki kinerja paling baik untuk BI-VLC adalah Azure (Tx) dengan Charteuse Green (Rx), Charteuse Green (Tx) dengan Charteuse Green (Rx), dan Rose (Tx) dengan Charteuse Green (Rx).Kata kunci: Bidirectional, Visible Light Communication (VLC), Color Filter, AudioABSTRACTCurrently, visible light are utilized by humans as illumination only. However, several research have proven that visible light can also be used in communication systems, called Visible Light Communication (VLC). In this research, a method of using color filters was identified for bidirectional systems on VLC technology. With this research, a bidirectional Visible Light Communication (Bi-VLC) system can be implemented using a specific color filter paired in uplink and downlink mode. The audio signal as information is transmitted through a VLC transmitter (Tx) installed by a color filter and received by the color filter on the VLC receiver (Rx) after going through the light media. The result shows that the system has been able to pass the signal at the audio frequency with the maximum distance of the system is 2.3 m. While the best performance of color filter pair for BI-VLC is Azure (Tx) with Charteuse Green (Rx), Charteuse Green (Tx) with Charteuse Green (Rx), and Rose (Tx) with Charteuse Green (Rx).Keywords: Bidirectional, Visible Light Communication (VLC), Color Filter, Audio
Implementasi Reflector Antena Wajanbolik Pada Layanan EVDO (Evolution Data Optimized) BIMA, BIMA; LIDYAWATI, LITA; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 1, No 1: Published January - June 2013
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v1i1.1

Abstract

ABSTRAKAntena merupakan perangkat yang memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem komunikasi tanpa kabel (wireless). Pada penelitian ini akan diimplementasikan reflektor antena wajanbolik yang beroperasi pada frekuensi CDMA 2000 1x EVDO 1900 MHz. Antena ini menggunakan  reflektor dari wajan, dengan waveguide dari pipa paralon yang dilapisi dengan lakban alumunium, dan penerima sinyal menggunakan USB modem adapter. Antena ini ditujukan untuk menjadi media bantu  dalam  memperkuat  penerimaan sinyal  EVDO dan memaksimalkan dan kecepatan transfer data. Antena ini memberikan gain sebesar 15,530 dB berdasarkan pengukuran dan 15,156 dB berdasarkan teoritis. Pengujian menggunakan wajanbolik menunjukkan adanya peningkatan level sinyal modem yang terendah sebesar 4 dB pada pengukuran dengan kondisi indoor di siang hari serta tertinggi sebesar 19 dB pada pengukuran dengan kondisi outdoor di malam hari. Hasil dari pengujian pun menunjukkan peningkatan kecepatan transfer data rata – rata sebesar 42 KBps sampai dengan 269 KBps dibandingkan pengukuran tanpa wajanbolik.Kata kunci: Reflektor, Waveguide, Wajanbolik, USB adapter, EVDO.  ABSTRACTThe antenna is a device that has a very important role in wireless communication systems (wireless). In this research will be implemented wajanbolik reflector antenna which operates at frequencies of CDMA 2000 1x EVDO 1900 MHz. This antenna uses a reflector of the pan, with the waveguide of the pipe is coated with aluminum duct tape, and a signal receiver using a USB modem adapter. This antenna is intended to be a media aids in strengthening the EVDO and signal reception to maximize data transfer speeds. This antenna give a gain of 16.015 from measurement dBi and 15.156 dBi based on theory. Tests using wajanbolik showed an increase in the level of modem signals a low of 4 dB in measurement with indoor conditions during the day and 19 dB at the peak of measurements with outdoor conditions at night. Results of testing also showed an increase in average data transfer rate is 42 KBps up to 269 KBps compared to measurements without wajanbolik.Keywords:  Reflector, Waveguide, Wajanbolic, USB adapter, EVDO.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1: Published January 2026 Vol 13, No 4: Published November 2025 Vol 13, No 3: Published July 2025 Vol 13, No 2: Published April 2025 Vol 13, No 1: Published January 2025 Vol 12, No 4: Published October 2024 Vol 12, No 3: Published July 2024 Vol 12, No 2: Published April 2024 Vol 12, No 1: Published January 2024 Vol 11, No 4: Published October 2023 Vol 11, No 4 (2023): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektr Vol 11, No 3: Published July 2023 Vol 11, No 2: Published April 2023 Vol 11, No 1: Published January 2023 Vol 10, No 4: Published October 2022 Vol 10, No 3: Published July 2022 Vol 10, No 2: Published April 2022 Vol 10, No 1: Published January 2022 Vol 9, No 4: Published October 2021 Vol 9, No 3: Published July 2021 Vol 9, No 2: Published April 2021 Vol 9, No 1: Published January 2021 Vol 8, No 3: Published September 2020 Vol 8, No 2: Published May 2020 Vol 8, No 2 (2020): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2020): ELKOMIKA Vol 8, No 1: Published January 2020 Vol 7, No 3 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 3: Published September 2019 Vol 7, No 2: Published May 2019 Vol 7, No 2 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1: Published January 2019 Vol 6, No 3: Published September 2018 Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2: Published May 2018 Vol 6, No 1: Published January 2018 Vol 6, No 1 (2018): ELKOMIKA Vol 5, No 2: Published July - December 2017 Vol 5, No 2 (2017): ELKOMIKA Vol 5, No 1: Published January - June 2017 Vol 5, No 1 (2017): ELKOMIKA Vol 4, No 2 (2016): ELKOMIKA Vol 4, No 2: Published July - December 2016 Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Elkomika Vol 4, No 1: Published January - June 2016 Vol 4, No 1 (2016): ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Elkomika Vol 3, No 2: Published July - December 2015 Vol 3, No 1: Published January - June 2015 Vol 3, No 1 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Elkomika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Elkomika Vol 2, No 2 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 2: Published July - December 2014 Vol 2, No 1: Published January - June 2014 Vol 2, No 1 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Elkomika Vol 1, No 2 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 2: Published July - December 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 1 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 1: Published January - June 2013 More Issue