cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Jambi
ISSN : 2339269X     EISSN : 25806874     DOI : -
Core Subject : Health,
Jambi Medical Journal is a Journal for Medical And Health Issues, in Scope: Medical Education, Farmakology, Mikrobiology, PUblic Health, Clinical Patology, Medical Nutrition, Clinical Medicine, Pediatric, Immunology, Patology Anatomi, Orthopedy, Obstetri and Gynekology, Internal Medicine, Endocrine and Metabolic, Genetics & Molecular Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TOKSOPLASMOSIS
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.367 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9487

Abstract

ABSTRACT Background: Toxoplasmosis is an infection caused by protozoan Toxoplasma gondii which has complex life cycle in warm-blooded organisms, including human as intermediate hosts and cats as definitive hosts. This infection transmits through orofecal, blood transfusion, organ transplantation from infected donors and vertically from mothers to the fetus per placenta. High rate of seroprevalency among pregnant women shows the importance of educating pregnant women about toxoplasmosis and the preventive behaviours. This study purpose is to determine the differences of knowledge levels and behaviours about toxoplasmosis between pregnant women in Kemiling Primary Health Care and obstetric clinic in Bandar Lampung. Methods: This is a descriptive-analytic study with cross-sectional approachment using questionairs as the instrument of the study. The number of subjects in this study is 106 pregnant women. Statistic analysis that is used is Chi Square Test. Results: The good knowledge levels and behaviours in Kemiling Primary Health Care is 22,6% while in the obstetric clinic it reached 75,5%. As the result of bivariate analysis, the p value is 0,001. Conclusions: In conclusion, there is a significant difference of knowledge levels and behaviours about toxoplasmosis between pregnant women in Kemiling Primary Health Care and obstetric clinic in Bandar Lampung. Keywords : behaviour, knowledge, pregnant women, toxoplasmosis, Toxoplasma gondii ABSTRAK Latar Belakang: Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa Toxoplasma gondii yang memiliki siklus hidup kompleks pada organisme berdarah panas, termasuk manusia sebagai hospes perantara dan kucing sebagai hospes definitif. Infeksi ini menular secara orofekal, transfusi darah, transplantasi organ dari pendonor yang positif terinfeksi atau juga terjadi pada saat kehamilan dari ibu ke janin melalui plasenta. Tingginya tingkat prevalensi toksoplasmosis pada ibu hamil menunjukkan pentingnya edukasi bagi ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuannya tentang toksoplasmosis dan perilaku pencegahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang toksoplasmosis di Puskesmas Kemiling dan klinik spesialis di Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Jumlah subjek pada penelitian ini yaitu sejumlah 106 ibu hamil. Analisis statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil: Tingkat pengetahuan dan sikap yang baik sebesar 22,6% di Puskesmas Kemiling dan sebesar 75,5% di klinik spesialis kandungan di Bandar Lampung. Hasil analisis bivariat didapatkan p value sebesar 0,001. Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang toksoplasmosis di Puskesmas Kemiling dan klinik spesialis kandungan di Bandar Lampung. Kata Kunci : ibu hamil, pengetahuan, sikap, toksoplasmosis, Toxoplasma gondii
KARAKTERISTIK PASIEN EFUSI PLEURA DI KOTA JAMBI
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.509 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v8i1.9489

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan Efusi pleura merupakan keadaan terkumpulnya cairan di dalam rongga pleura, baik itu transudat maupun eksudat. Penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya efusi pleura dapat berupa keganasan maupun proses inflamasi. Keganasan intratorakal dan ekstratorakal dapat menimbulkan terjadinya efusi pleura (efusi pleura maligna/EPM). Sampai sekarang belum ada data deskriptif mengenai efusi pleura di kota Jambi. Adapun tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pasien dengan efusi pleura dan proporsi kejadian efusi pleura maligna di Kota Jambi. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskritif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian merupakan pasien efusi pleura di kota Jambi dari dua RS pemerintah yaitu RSUD Raden Mattaher dan RSUD H. Abdul Manap tahun 2017- 2018 sebanyak 138 sampel. Cara pengambilan sampel dalam penelitan yaitu purposive sampling. Data yang diambil adalah data dari rekam medis pasien dan data primer berupa hasil pemeriksaan sitologi Hasil penelitian ini mendapatkan pasien efusi pleura paling banyak pada proporsi umur 40 – 59 tahun (52,72 %). Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki dengan 88 pasien (63,77%). Lokasi efusi tersering adalah hemithorak dekstra (52,9 %) dan proporsi kejadian efusi pleura maligna hanya 32,61 %. Simpulan Efusi pleura sering terjadi pada usia 40-59 tahun dengan jenis kelamin laki-laki. Sebagian besar efusi pleura adalah negatif maligna, hanya 32,61 % berupa EPM. Kata kunci: efusi pleura maligna (EPM), karakteristik, sitologi ABSTRACT Introduction Pleural effusion is a condition where the fluid either a transudate or an exudate accumulate in pleural cavity. Disease that can cause pleural effusion can be either a malignancy or an inflammatory process. Intratoracal and extratoracal malignancies can cause pleural effusion (malignant pleural effusion / MPE). The aim of this study was to describe the characteristics of patients with pleural effusion and the proportion of malignant pleural effusion in Jambi City. Methods This research is a descriptive study with a retrospective approach, was conducted in 138 sample of pleural effusion patients at two hospital Raden Mattaher and H. Abdul Manap Hospital in 2017-2018. The data was taken from the patient's medical record and primary data in the form of cytological examination results. Results of this study found that most patients with pleural effusion were at the age 40 - 59 years (52.72%), and more men than women (63.77%). The location of the most common effusion was the right hemithorax (52.9%) and the proportion of malignant pleural effusion was only 32.61%. Conclusion Pleural effusion often occurs at the age of 40-59 years with male sex predominant. Most pleural effusions are negative for malignancy, MPE was only 32,61 %. Keywords: characteristics, cytology, malignant pleural effusion (MPE)
THE USE OF DEXAMETHASONE IN WOMEN WITH PRETERM PREMATURE RUPTURE OF MEMBRANES : AN EVIDENCE-BASED CASE REPORT Indra Gunawan; Teddy Nofriyadi
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.293 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v9i3.12230

Abstract

Pendahuluan: Ketuban pecah dini (KPD) merupakan suatu kondisi pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda awal persalinan. Kortikosteroid diberikan pada kehamilan dengan risiko tinggi kelahiran prematur untuk mempercepat pematangan paru. Ketuban pecah dini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, sehingga penggunaan deksametason pada kehamilan preterm dengan KPD untuk memberikan luaran kondisi bayi yang lebih baik masih diragukan. Metode: Pencarian artikel sumber dilakukan melalui 4 database (Pubmed, EbscoHost, Cochrane dan Scopus), menggunakan kata kunci spesifik “Premature rupture of membranes”, “Preterm” dan “Dexamethasone” dengan menggunakan sinonim MeSH term dan digabungkan dengan metode Boolean. Kemudian, dilanjutkan dengan seleksi artikel dan telaah kritis. Hasil: Didapatkan 3 studi yang terdiri dari (2 randomized controlled trial/RCT dan 1 quasi-randomized trial) yang memenuhi kriteria eligibilitas. Berdasarkan ketiga studi tersebut, ditemukan pemberian deksametason pada kehamilan preterm dengan KPD dapat menurunkan kejadian kematian janin/bayi pada 1 studi, menurunkan kejadian respiratory distress syndrome (RDS) pada 2 studi dan menurunkan kejadian perdarahan intracranial (IVH) pada 1 studi. Sementara itu, tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada kejadian infeksi seperti NEC, sepsis neonatus, korioamnionitis dan sepsis antara kelompok deksametason dan kontrol pada 3 studi. Kesimpulan: Pemberian deksametason dapat menurunkan risiko kejadian kematian janin/bayi, RDS, dan IVH, serta pemberian deksametason tidak terbukti meningkatkan risiko kejadian infeksi pada janin/bayi dan ibu. Kata kunci: deksametason; kehamilan prematur; ketuban pecah dini; kortikosteroid
BRONKOSKOPI SEBAGAI PROSEDUR DIAGNOSTIK DAN TERAPEUTIK PENYAKIT PARU Sari, Elsa Purnama; Khairsyaf, Oea; Medison, Irvan
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.686 KB)

Abstract

Abstract Bronchoscopy is a medical procedure that provides tracheobronchial visualization by placing an optical instrument (bronchoscope) into the airways and is performed by a competent doctor. Bronchoscopy was invented by Gustav Killian in 1897 and since then the techniques have continued to develop. In 1966 Shigeto Ikeda introduced flexible bronchoscopy with fiber optic imaging technology. This is a revolution in the field of bronchoscopy. As cases of lung disease become more complex and the need for minimally invasive procedures, the contribution of bronchoscopy becomes increasingly important. This procedure has had significant developments in the last two decades. The latest bronchoscopy technology allows us to look outside the endobronchial tree to the mediastinum using endobronchial ultrasound (EBUS). Then the small nodules located in the periphery can also be traced for sampling using an electromagnetic navigation bronchoscopy (ENB). We can also manipulate the airway muscles to reduce asthma symptoms using bronchial thermoplasty. This paper is written to describe the basic principles of bronchoscopy and its clinical application in the diagnostic and therapeutic measures of pulmonary disease. Keywords: Bronchoscopy, Diagnostic, Therapeutic
PENGARUH KUALITAS LINGKUNGAN FISIK UDARA TERHADAP ANGKA KUMAN DI RUMAH SAKIT Susilawati, Susilawati; Ilham, Ilham; Guspianto, Guspianto
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.185 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v9i3.13349

Abstract

ABSTRACT Around 9% or 1.4 million inpatients in hospitals in the world experience nosocomial infections due to germ exposure related with the hospital's physical environment condition. This study aims to analyze the effect of the air physical environment in the in-patient room at HAMBA Hospital, Muara Bulian, Jambi. A quantitative study has been conducted with a cross sectional design with 30 samples of in-patient rooms. Data collected by measuring directly includes microbial density rate, temperature, humidity, lighting and dust, and analyzed using the Kendall-Tau correlation test. The results showed that all the air physical environmental factors had effect on microba rate, including temperature (p = 0.020), humidity (p = 0.000), lighting (p = 0.004) and dust (p = 0.001). It is especially recommended for hospitals to pay attention to the condition of inpatient rooms in order to minimize the growth of micro-organisms that cause nosocomial infections by opening windows every morning, cleaning the air conditioner at least every 6 months, changing curtains with bright colors, cleaning the room regularly, and making standard operating procedure (SOP) for in-patient room maintenance. Keywords: Air physical environment, microba rate, hospital
POTENSI MIKROBIOTA USUS DALAM PENCEGAHAN DAN TATALAKSANA OBESITAS Putri, Sarahdeaz Siti Fazzaura; Irfanuddin, Irfanuddin; Murti, Krisna
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.597 KB)

Abstract

Obesitas adalah epidemi yang berkembang di banyak negara, termasuk di negara-negara berkembang. Obesitas memiliki dampak kesehatan yang serius termasuk penyakit kardiovaskular, hipertensi pulmonal, gangguan muskuloskeletal, berbagai jenis kanker, bahkan kematian. Biaya sosial dan ekonomi dari obesitas dan komorbiditas terkaitnya sangat besar dan membebani sistem perawatan kesehatan. Proses fisiologis yang mengatur berat badan dan metabolisme menjadi penyebab perjalanan peyakit obesitas, termasuk sinyal lapar dan kenyang yang berasal dari perifer dan respon gastrointestinal terintegrasi yang dipengaruhi oleh mikrobiota usus. Mikrobiota berperan dalam perjalanan penyakt obesitas dengan mememngaruhi perolehan nutrisi, regulasi energi, dan memiliki peran penting dalam mengatur berat badan. Komposisi mikrobiota usus terbentuk dalam tahun pertama kehidupan dan terus mengalamin perubahan ke mikrobiota tipe dewasa yang diakibatkan oleh faktor inang dan faktor eksternal, termasuk efek dari mikrobiota itu sendiri, perubahan perkembangan di lingkungan usus, dan transisi ke diet orang dewasa. Triliunan bakteri yang berada di dalam saluran pencernaan manusia meningkatkan kemungkinan bahwa mikrobiota usus memiliki peran penting dalam mengatur berat badan dan mungkin ikut bertanggung jawab atas perkembangan obesitas pada beberapa orang. Artikel ini membahas peran memodifikasi mikrobiota usus dalam perjalanan penyakit dan perkembangan obesitas.
ANALISIS HUBUNGAN KECEMASAN IBU HAMIL DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DI KOTA PALEMBANG Wulandari, Septa; Sitorus, Rico Januar; Noviadi, Pitri
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.11 KB)

Abstract

Latar Belakang: Situasi pandemi Covid-19 ini meningkatkan kecemasan ibu hamil, bukan saja mencemaskan keadaan janinnya tetapi juga mencemaskan apakah ibu dan janin akan sehat bebas infeksi Covid-19, aman atau tidaknya dalam pemeriksaan kehamilan selama pandemi. Ketidaksiapan ibu menghadapi persalinan menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Terjadinya kematian ibu terkait faktor penyebab langsung dan penyebab tidak langsung. Metode: Penelitian ini bersifat survei analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang bertempat tinggal di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Palembang yang berjumlah 26.989 Orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu hamil yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Palembang dan pengambilan sampel dengan metode Cluster Random Sampling. Jadi besar sampel dalam penelitian ini adalah 190 Orang. Hasil: Hasil penelitian di peroleh frekuensi responden lebih banyak responden cukup kesiapan menghadapi persalinan yaitu 155 orang (81,6%) dan responden yang kecemasnnya kurang yaitu 163 orang (85,8%). Ada hubungan antara kecemasan (p value 0,045) dengan kesiapan menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 di Kota Palembang. Kesimpulan: Faktor kecemasan ibu hamil berhubungan dengan kesiapan menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19 di Kota Palembang. Diharapkan ditingkatkan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya kesiapan menghadapi persalinan dan tidak cemas sehingga masyarakat khususnya ibu hamil menjadi lebih siap dan tanpa beban dalam menghadapi persalinan di masa pandemi Covid-19. Kata kunci: Kecemasan, persiapan persalinan, Covid-19
ANALISIS DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPESERTAAN KELUARGA BERENCANA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI BALAI PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA KECAMATAN INDRALAYA SELATAN TAHUN 2021 Maulina, Lisna; Rahim, Supli Effendi; Sitorus, Rico Januar
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.75 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v9i3.14851

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu penandatangan komitmen pembangunan global. Tujuan Pembangunan Global ini juga meliputi indikator-indikator program Keluarga Berencana (KB). Pandemi Covid-19 juga memiliki dampak tidak langsung bagi program kesehatan masyarakat lain, yang disebabkan oleh sumber daya kesehatan yang mayoritas terserap untuk penanganan pandemic. Pada masa Pandemi Covid-19 ini pencapaian target kunjungan peserta KB (Akseptor) di wilayah kerja Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Indralaya Selatan mengalami penurunan yang drastis di tahun 2020 yang seharusnya target yang harus di capai 50 orang tetapi hanya tercapai 12 orang. Metode: Penelitian ini bersifat survei analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perempuan usia subur (PUS) di wilayah kerja Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Indralaya Selatan yang berjumlah 5904 Orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian perempuan usia subur (PUS) di wilayah kerja Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Indralaya Selatan dan pengambilan sampel dengan metode Sistematic Random Sampling. Jadi besar sampel dalam penelitian ini adalah 150 orang. Hasil: Hasil penelitian di peroleh ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p value 0,000), pendapatan (p value 0,000), pendidikan (p value 0,010) dengan Kepesertaan Keluarga Berencana (KB) Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Indralaya Selatan Tahun 2021. Kesimpulan: Terdapat 3 faktor yang berhubungan dengan Kepesertaan Keluarga Berencana (KB) Pada Masa Pandemi Covid-19 yaitu dukungan keluarga, pendapatan dan Pendidikan. Diharapkan seluruh masyarakat khususnya wanita usia subur melakukan pola hidup sehat dan mewujudkan selogan “dua anak lebih sehat”. Kata kunci: Keluarga Berencana (KB), Covid-19, Dukungan Keluarga
EFFEKTIVITAS MADU JAMBI SEBAGAI ANTI ADHESIVE INTRA PADA LUKA BERSIH TIDAK TERKONTAMINASI Miftahurahmah, Miftahurahmah; Purwakanthi, Anati
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.12 KB) | DOI: 10.22437/jmj.v9i3.14982

Abstract

Abstrak Latar belakang: Adhesi peritoneum setelah pembedahan merupakan akibat dari cedera permukaan peritoneum dan iskemik jaringan. Zat anti adhesi merupakan salah satu metode menurunkan kejadian adhesi. Madu merupakan salah satu obat yang memiliki sejarah panjang sebagai anti adhesive, antibakteri, dan penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas madu Jambi dalam pencegahan pembentukan adhesi intraabdomen. Metode: 24 tikus laki-laki jenis wistar dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok control sebagai kelompok A, kelompok NaCl 0.9% sebagai kelompok B, kelompok Madu minimal sebagai kelompok C dan kelompok madu maksimal sebagai kelompok D. penilaian dilakukan pada hari ke 10 dimana data yang dikumpulkan berupa identifikasi adhesi, derajat adhesi secara makroskopis sedangkan penilaian mikroskopis berupa vascular endothelial cell, sel inflamasi, dan sel fibroblast cell Hasil: adhesi secara makroskopis pada kelompok A sebanyak 6 tikus, kelompok B sebanyak 6 tikus, kelompok C sebanyak 2 tikus and kelompok D sebanyak 2 tikus. Perbandingan kejadian adhesi antara dua kelompok yaitu kelompok A vs C memiliki hasil bermakna (p: 0.014) dan kelompok A vs D bermakna (p: 0.014). perbandingan kelompok berdasarkan derajat adhesi memiliki hasil yang bermakna pada kelompok A vs C (P: 0.041). perbandingan secara mikroskopis berdasarkan sel fibroblast tidak memberikan hasil yang bermakna. kesimpulan: Madu Jambi memberikan efek anti adhesive pada luka bersih tidak terkontaminasi Kata kunci: madu, anti adhesive, efektivitas
PENILAIAN RISIKO JATUH DENGAN PENGGUNAAN TIMED UP AND GO TEST PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS GENU GRADE 1 - 3 Humaryanto, Humaryanto; Tobing, Maudy Rominar Br
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.772 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Knee osteoarthritis (OA) is the most common form of arthritis. The presence of knee pain, decreased functional mobility, stiffness, and decreased quadriceps strength in knee OA patients can cause physical disability. In optimizing the patient's functional mobility to perform activities of daily living, a valid and reliable tool is needed at the beginning and after the intervention. The purpose of this study was to measure functional mobility by assessing the risk of falling using the TUG test in patients with knee OA grade 1 to grade 3. Methods: A descriptive study with 93 samples of knee OA patients at the Orthopedic Surgery Clinic of the hospital. Data were obtained from interviews, medical records, and observation sheets. Results: Based on age, knee OA was most common in patients in the late elderly group, namely 45 patients (48.4%). Based on gender, knee OA is more common in women (84%) than men (16,1%). Based on Body Mass Index (BMI), the results of a normal BMI are the same as those of heavy fat (42%). From the radiological examination results, patients with genu OA were at K/L 2 degrees as many as 46 patients (49.4%). On the TUG test results, knee OA patients with a low risk of falling were 68 patients (73.1%). Knee OA patients who have a low risk of falling are more experienced by knee OA patients with BMI in the heavy fat category, namely 28 patients (30.1%). Patients with grade K/L 1 had the lowest fall risk as many as 17 patients (85%), patients with K/L 2 degrees had the lowest risk of falling as many as 38 patients (83%), patients with K/L 3 degrees had low fall risk equals moderate fall risk in 13 patients (48%). Conclusion: Knee OA patients both at grade 1, grade 2, and grade 3 have the lowest risk of falling and all knee OA patients have the risk of fallers due to their OA. Keywords: knee osteoarthritis, TUG test, Kellgren-Lawrence

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2024): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2023): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Special Issues: Jambi M Vol. 11 No. 2 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Special Issues: Jambi M Vol. 11 No. 1 (2023): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA Vol. 10 No. 1 (2022): Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2021): Special Issues: JAMHESIC 2020 Vol. 9 No. 3 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2021): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2020): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2019): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2019): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2018): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2017): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2016): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2016): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2015): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2014): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2014): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2013): THE JAMBI MEDICAL JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2013): JAMBI MEDICAL JOURNAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue