cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal METTEK (Jurnal Ilmiah Nasional Dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 130 Documents
Pengaruh Penambahan Minyak Kelapa dan Sawit Terhadap Sifat Fisik dan Tribologi Pelumas SAE 40 Dedison Gasni; KM Abdul Razak; Ahmad Ridwan; Muhammad Arif
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i01.p01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari penambahan minyak kelapa dan sawit terhadap sifat fisik dan tribologi pelumas SAE 40. Vegetabel oil, seperti; minyak kelapa dan sawit, memiliki nilai viskositas indek yang tinggi dan sifat pelumasan yang baik terutama didaerah boundary lubrication jika dibandingkan dengan mineral oil (SAE 40). Hal ini disebabkan karena vegetabel oil memiliki kandungan fatty acids yang tidak dimiliki oleh mineral oil. Keunggulan lain dari minyak kelapa dan sawit adanya sifat yang ramah lingkungan karena mudah terurai di alam dan dapat diperbaharui. Pada penelitian ini sifat yang baik dari minyak kelapa dan sawit ini akan dimanfaatkan sebagai zat aditif pada minyak pelumas SAE 40. Pengujian dilakukan terhadap sifat fisik dan tribology dengan penambahan 5%, 10%, 15%, dan 20% berat dari minyak kelapa dan sawit ke dalam minyak pelumas SAE 40. Pengujian sifat fisik terdiri dari pengukuran viskositas pada temperatur 400C dan 1000C dan viskositas index. Pengujian sifat tribologi untuk menentukan keausan dan koefisien gesek berdasarkan ASTM G99 dengan menggunakan alat uji pin on disk. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa dengan penambahan minyak kelapa dan sawit kedalam minyak pelumas SAE 40 terjadi peningkatan viskositas indeks. Peningkatan viskositas indeks sebanyak 17% dengan penambahan 20% minyak sawit. Terjadi perubahan sifat tribologi dengan penambahan minyak sawit, berupa penurunan keausan dan nilai koefisien gesek dibandingkan dengan penambahan minyak kelapa. This study aims to determine the effect of coconut and palm oils as additives to physical and tribological properties of SAE 40 lubricating oil . Vegetable oils, such as; coconut oil and palm oil, have high viscosity index and good lubrication properties, especially in boundary lubrication compared to mineral oil. This is due to vegetable oil having fatty acids that are not owned by mineral oil. The advantages of coconut oil and palm oil are environmentally friendly properties because they are biodegradable and renewable. In this study, the good properties of coconut and palm oils will be used as additives in SAE 40 lubricating oil. Tests are carried out on the physical and tribological properties with the addition of 5%, 10%, 15%, and 20% by weight of coconut and palm oils into SAE 40 lubricating oil. Physical properties testing consists of measuring viscosity at temperatures of 400C and 1000C and viscosity index. The tribological test is to determine wear and coefficient of friction based on ASTM G99 using a pin on disc test equipment. From the test results, it was found that coconut and palm oils as additives into SAE 40 lubricating oil could increase in viscosity index. The increase of the viscosity index was 17% by adding 20% of palm oil. There was a change of tribological properties in the form of decreasing on the wear and the coefficient of friction with the addition of palm oil compare to addition of coconut oil.
A Analisis Kinerja PLTD Dual-Fuel Di PT. Indonesia Power UBP Bali I Gede Kusuma Putra; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Made Dwi Budiana Penindra
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i01.p06

Abstract

Penelitian kinerja PLTD dual-fuel berbahan bakar solar dan gas hasil gasifikasi bambu di PT. Indonesia Power UBP Bali ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bambu agar mampu mengurangi penggunaan bahan bakar solar yang kini ketersediaannya semakin menispis dengan menggunakan sistem dual-fuel pada pembangkit listrik tenaga diesel. Pengukuran dilakukan dengan mengukur laju alir udara pembakaran dengan bukaan 0%, 50% dan 100%, laju alir gas produser (syngas), konsumsi bahan bakar spesifik, dan daya genset, serta rasio beban listrik yang diberikan 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100% dengan kapasitas genset 40 kW. Data yang didapatkan menunjukkan daya yang dihasilkan dari mode dual-fuel lebih besar yaitu 36,6 kW, dan konsumsi bahan bakar yang lebih sedikit yaitu 6,55 L/jam dengan 100% bukaan valve udara pembakaran.Substitusi penggunaan bahan bakar syngas terhadap bahan bakar solar mampu mengurangi total penggunaan bahan bakar solar sebesar 47,3%. Research on the performance of dual-fuel diesel power plant with diesel fuel and bamboo gasification gas in PT. Indonesia Power UBP Bali aims to determine the ability of bamboo to be able to reduce the use of diesel fuel which is now the availability is running low, by using a dual-fuel system in a diesel power plant. Measurements were made by measuring the combustion air flow with openings of 0%, 50% and 100%, producer gas flow rate (syngas), specific fuel consumption, and generator power, and the ratio of electrical loads given 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100%, with a generator capacity of 40 kW. The data obtained shows that the power produced from the dual-fuel mode is greater at 36.6 kW, and less fuel consumption of 6.55 L/h with 100% combustion air valve openings.The substitution for the use of syngas fuel for diesel fuel is able to reduce the total use of diesel fuel by 47.3%.
Analisis Pengaruh Jenis Pelumas Dasar Sintetik SAE 10W-40 Terhadap Daya, Torsi dan Konsumsi Bahan Bakar Mesin TIPE 2NR Dikky Antonius; Kimar Turnip; Priyono Atmadi; Alexander Gede Lucky Krisnamurti
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i01.p02

Abstract

Kendaraan roda 4/mobil menjadi moda transportasi utama saat ini, dan untuk memelihara kualitas kendaraan, perlu dilakukan perawatan dan servis berkala. Salah satu jenis servis tersebut adalah penggantian pelumas/oli. Saat ini terdapat berbagai merk pelumas yang menawarkan berbagai spesifikasi oli, dimana kualitas oli tersebut dipengaruhi oleh jenis bahan dasarnya. Dalam penelitian ini diadakan pengujian perbandingan pengaruh oli dengan bahan dasar sintetik jenis PAO (Polyalphaolephines), Organic Ester dan PAG (Pholyalkhylenglycol). Pengujian ini dilakukan dengan dynamometer dan software Techstream (Toyota). Hasil menunjukkan bahwa untuk mesin tipe 2NR pelumas dasar jenis PAO mempunyai Daya sekaligus torsi yang paling maksimum (sebesar 98.1 HP pada putaran 6200 RPM; dan 126.2 Nm) dibanding pelumas lainnya. Hal yang sama ditunjukkan dalam hal konsumsi bahan bakar. Pelumas jenis PAO menempati konsumsi bahan bakar paling rendah, sementara PAG menempati posisi yang boros, walaupun ketiga jenis pelumas ini mempunyai tendensi yang sama dalam hal konsumsi bahan bakar untuk kecepatan tinggi. 4-Wheeled vehicles/cars become the main mode of transportation recently. To maintain the quality of the vehicles, some maintenance act should be applied periodically. One most favourable is the replacement of lubricants / oil. There are various types of lubricants along with their specifications, where the lubricants quality defined by their components. In this research, three types of synthetic lubricants; PAO (Polyalphaolephines), Organic Ester and PAG (Polyalkylenglycol) are compared. Dynamometer are used as experiment equipment to compare the result of Power along with their Torque, while Techstream software (Toyota) are used to compare their fuel consumption. The result shows that PAO lubricant-type has a highest Power and Torque (98.1 HP pada putaran 6200 RPM; dan 126.2 Nm) compare to the other lubricant-types. The same thing shows in the fuel-consumption experiments. PAO shows the lowest SFC number which means become the most economic lubricant types, while the PAG located to the most extravagant lubricant-type.
Kinerja Termal Pipa Kalor Tembaga pada Fluida Kerja Air David Febraldo; Wayan Nata Septiadi; Ketut Astawa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i01.p07

Abstract

Pipa kalor (Heat pipe) merupakan salah satu teknologi penukar kalor dua fase sistem pasif, pipa kalor itu sendiri memiliki struktur dengan konduktivitas termal tinggi, hal ini memungkinkan transportasi panas dengan mempertahankan perbedaan suhu sehingga seragam di sepanjang bagian yang dipanaskan dan didinginkan. Kinerja termal pipa kalor dapat ditentukan dari nilai hambatan panas. Ketika hambatan panas bernilai kecil, maka laju perpindahan kalor meningkat begitu pula sebaliknya. Pengujian kinerja termal pipa kalor tembaga pada fluida kerja air telah dilakukan. Kinerja termal dapat diamati dari hasil pengambilan data temperatur dan pengolahan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan temperatur antara temperatur pemanas dan dan temperatur fluida terus meningkat dengan kenaikan laju perpindahan panas dari variasi beban pemanasan 70 volt, 90 volt, 110 vot, 130 volt, dan 150 volt. Heat pipe is a passive two-phase heat exchanger technology, heat pipe itself has a structure with high thermal conductivity, this allows heat transportation by maintaining a uniform temperature difference along the heated and cooled part. Thermal performance of heat pipes can be determined from the value of heat resistance. When heat resistance is small, the heat transfer rate increases and vice versa. Testing the thermal performance of copper heat pipes on the working fluid of water has been carried out. Thermal performance can be observed from the results of temperature data collection and data processing. The results of this study indicate the temperature difference between heating temperature and fluid temperature continues to increase with increasing heat transfer rates from variations in heating loads of 70 volts, 90 volts, 110 vot, 130 volts, and 150 volts.
Koefisien Perpindahan Panas Sumbu Kapiler Pipa Kalor berbasis Sintered Powder Tembaga pada Fluida Kerja Hybrid Nanofluida Al2O3 – TiO2 – H2O dengan Komposisi Ratio 50% : 50% Ferdy Yonathan Maxwell Tamba; Wayan Nata Septiadi; Ketut Astawa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i01.p03

Abstract

Pipa kalor memiliki konduktivitas termal tinggi dimana memindahkan panas dengan mempertahankan perbedaan suhu menjadi sama dibagian yang dipanaskan dan didinginkan. Kinerja termal pipa kalor dapat ditentukan dari nilai hambatan panas, dimana jika hambatan panas besar maka laju perpindahan kalor menurun dan begitu juga sebaliknya. Faktor yang mempengaruhi nilai hambatan panas adalah fluida kerja sebagai media penghantar kalor dan wick sebagai media fluida cair yang bersikulasi dengan prinsip kerja kapilaritas. Kapilaritas wick berbentuk rongga sehingga wick disebut juga porous media. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan nilai koefisien perpindahan panas menggunakan sumbu kapiler pipa kalor jenis sintered wick dengan Fluida kerja hybrid nanofluida Al2O3 – TiO2 – H2O dengan rasio perbandingan 50% : 50%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan nilai koefisien perpindahan panas pada pengujian didih kolam sumbu kapiler pipa kalor berbasis sintered wick menggunakan fluida kerja hybrid nanofluida Al2O3 – TiO2 – H2O dengan komposisi rasio perbandingan 50% : 50% adalah 20,8 kW/m2.K. Heat pipes have high thermal conductivity which transfers heat by keeping the temperature difference to be the same in the heated and cooled part. Thermal performance of heat pipes can be determined from the value of heat resistance, where if the heat resistance is large then the heat transfer rate decreases and vice versa. Factors that influence the value of heat resistance are the working fluid as a medium for conducting heat and wick as a liquid fluid medium that is circulating with the working principle of capillary. Capillary wick takes the form of a cavity so that wick is also called porous media. The research was conducted to obtain the heat transfer coefficient using capillary axes of sintered wick type heat pipe with a working fluid hybrid nanofluid Al2O3 - TiO2 - H2O with a ratio of 50%: 50%. Based on the results of the study it can be concluded that the value of heat transfer coefficient on boiling-pool capillary heat test based on sintered wick using hybrid working fluid of nanofluid Al2O3 - TiO2 - H2O with composition ratio of 50%: 50% is 20,8 kW/m2.K.
Karakteristik Komposit Hibrida Serat Basalt – Karbon Epoksi Resin pada Perendaman Air Laut Tri Siswanto Kamid; I.D.G Ary Subagia; I Ketut Gede Wirawan
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i01.p08

Abstract

Material komposit dengan laminasi serat penguat karbon dan basalt telah diproduksi melalui proses cetakan injeksi. Tujuan penelitian adalah menganalisa laju korosi material komposit oleh air laut. Perendaman komposit hibrida untuk masing-masing variasi dilakukan pada air laut dengan durasi waktu perendaman selama 2 minggu, 4 minggu, dan 6 minggu. Hasil uji menunjukkan seluruh variasi komposit hibrida mengalami penyerapan dibuktikan dengan meningkatnya massa benda uji dari setiap durasi waktu perendaman. Peningkatan massa untuk masing-masing komposit hibrida sangat besar terjadi pada minggu ke-2 (dua) yaitu 3,9% untuk CFRP, 1,4% untuk B2C3B2C3, 1,3% untuk B4C6, 1,3% untuk C2B2C2B2C2, dan 1,5% untuk BFRP. Kemudian untuk durasi perendaman selanjutnya relatif tetap (constant). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa perendaman komposit hibrida dengan serat basalt/carbon/epoxy sangat rendah dari minggu ke minggu. Analisa SEM menunjukkan pada setiap komposit hibrida teramati terjadi korosi disebabkan karena serat basalt memiliki kandungan besi (Fe), tetapi laju korosi sangat rendah (< 0,5%). Efek korosi ditunjukkan dengan adanya zona delaminasi yang dapat menurunkan kekuatan dan keuletan dari komposit hibrida. Composite materials with carbon fiber and basalt fiber laminates have been produced through the injection molding process. The aim is to analyze the corrosion rate of composite materials by sea water. Immersion of hybrid composites for each variation was carried out on sea water with a duration of immersion time of 2 weeks, 4 weeks and 6 weeks. The test results showed that all variations of hybrid composites experienced absorption as evidenced by the increase in the mass of the specimen from each duration of immersion time. The mass increase for each hybrid composite was very large at the second week is 3.9% for CFRP, 1.4% for B2C3B2C3, 1.3% for B4C6, 1.3% for C2B2C2B2C2, and 1,5% for BFRP. Then for the duration of subsequent immersion it is relatively constant. From these results it was concluded that immersion of hybrid composites with basalt / carbon / epoxy fibers was very low from week to week. SEM analysis showed that each hybrid composite observed corrosion due to basalt fibers having iron (Fe) content, but the corrosion rate was very low (<0.5%). Corrosion effects are indicated by a delamination zone which can reduce the strength and ductile of hybrid composites.
A Analisa Kinerja Pembangkit Listrik Dual-Fuel Kapasitas 40 Kw Berbasis Gasifikasi Limbah Sabut Kelapa Di PT. Indonesia Power Pesanggaran Bali A.A Ngurah Wisnu Kusuma; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; A.A.I.A.S Komaladewi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i01.p04

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kinerja pembangkit listrik dual-fuel 40 kW berbahan bakar solar dan bahan bakar hasil gasifikasi dari limbah sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konfigurasi laju alir udara pembakaran (AFR) terhadap daya keluaran mesin diesel dan penghematan minyak solar yang dihasilkan. Pengukuran dilakukan dengan mengukur konsumsi bahan bakar solar, laju alir gas produser, daya genset, dan konsumsi sabut kelapa pada bukaan valve inlet udara pembakaran setengah dan penuh dengan pemberian beban listrik 0-100%. Data menunjukan bahwa konfigurasi laju alir udara pembakaran (AFR) yang baik digunakan adalah bukaan setengah dan kinerja mesin diesel dual-fuel menggunakan bahan bakar biomassa sabut kelapa mampu mengurangi konsumsi solar sebesar 41.4% Research on the performance of 40 kW dual-fuel power plants with diesel fuel and gasification fuel from coconut fiber waste. This study aims to determine the configuration of combustion air flow rate (AFR) on diesel engine output power and saving diesel fuel produced. Measurements were made by measuring diesel fuel consumption, producer gas flow rate, generator power, and coconut fiber consumption at the opening of the half and full combustion air inlet valve by providing 0-100% electric load. Data shows that the configuration of the combustion air flow rate (AFR) good to use is the half openings and the performance of dual-fuel diesel engines using coconut fiber biomass fuel can reduce diesel consumption by 41.4%
Analisis Perpindahan Panas Pada Pipa Kalor Bertingkat Wayan Ainun Wildan Ula
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i02.p02

Abstract

Perkembangan teknologi Central Processing Unit (CPU) mengarah menuju smart technologies dengan tujuan untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik dengan dimensi yang lebih kecil. Namun, hal tersebut menimbulkan permasalahan berupa tingginya fluks kalor yang bisa membuat prosesor rusak. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk merancang pipa kalor lurus bertingkat yang mampu melakukan pendinginan dengan lebih baik tanpa menggunakan energi listrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pemberian beban kalor pada heat pipe sebesar 10 W, 20 W, 30 W, dan 40 W. Kemudian dilakukan pengambilan data temperatur dari heat pipe dengan menggunakan NI-DAQ. Lalu, data temperatur tersebut dijadikan dasar dalam perhitungan hambatan termal. Berdasarkan data hasil penelitian dan analisa yang telah dilakukan, didapatkan besarnya hambatan termal pada masing-masing beban kalor secara berurutan adalah 0.97 K/W, 0.69 K/W, 0.65 K/W, dan 0.79 K/W. Central Processing Unit (CPU) technologies has led into smart technologies with a purpose to get a better performance followed by a smaller dimensions. However, it makes a significant increase in the heat flux which has a potential to break the processor. So in this research, cascade straight heat pipe was designed to get a better cooling performance without electrical energy supplies. The methods used in this research are by giving the heat pipe some heat loads in amount of 10 W, 20 W, 30 W, and 40 W, respectively. And then, the temperature data of the heat pipe was recorded by using NI-DAQ. Finally, the temperature data was used as the main data to calculate the thermal resistance analysis. Based on the result of the research and the analysis that has been done before, thermal resistance for each heat loads has been acquired, they are 0.97 K/W, 0.69 K/W, 0.65 K/W, and 0.79 K/W, respectively.
Pengujian Kinerja Panel Surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya di PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali I Ketut Rizki Fibrina Firmandanu; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i02.p07

Abstract

Pemanfaatan energi surya sangat berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Energi surya merupakan energi terbarukan yang produktif sehingga melalui penelitian ini sangat erat kaitannya dengan program pemanfaatan sumber – sumber energi terbarukan untuk memasok kebutuhan energi. Penelitian telah dilaksanakan di PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi dan energi optimum yang dihasilkan oleh panel surya. Pengujian dilakukan dengan pengukuran intensitas cahaya, tegangan dan arus pada panel surya dengan pemasangan kemiringan sesuai pada atap Gedung A PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efisiensi panel surya maksimum di PLTS PT Indonesia Power terjadi pada bulan November sebesar 9,56% dan daya keluaran optimum yang dihasilkan sebesar 240 watt. Daya tersebut dicapai pada bulan November dan Desember pada setiap hari pukul 13.00 sampai 14.00 WITA. Utilization of solar energy potential is exploited as a source of alternative energy. Solar energy is a renewable energy that are productive so that through this research is closely associated with the program source – utilization of renewable energy sources to supply energy needs. Research has been carried out at PT Indonesia Power Generation Business Unit. The test is done by measuring the intensity of light, voltage and current on solar panel installation with the slope of the fit on the roof of the building with PT Indonesia Power Generation Business Unit of Bali. The results of testing shows that maximum efficiency solar panels in PLTS PT Indonesia Power Generation Business Unit of Bali occur in november as much as 9,56 % and power output optimum position produced as much as 240 watts .Power being achieved in november and december at all the appointed 13.00 until 14.00 WITA.
Pengaruh Nano Fluida terhadap Temperatur Kondensor Cascade Straight Heat Pipe I Gusti Agung Ayu Desy Wulandari
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i02.p03

Abstract

Perkembangan teknologi Central Processing Unit (CPU) pada komputer telah mengarah pada smart technologies yaitu memiliki kinerja yang semakin baik namun dengan dimensi yang diperkecil. Dengan pengurangan dimensi tersebut, maka dapat menyebabkan peningkatan daya yang sangat signifikan dan peningkatan fluks kalor pada CPU yang tinggi. Pada penelitian ini, cascade straight heat pipe dirancang untuk sistem pendingin CPU yang lebih baik tanpa memerlukan tambahan daya dalam pengoperasiannya. Dari data penelitian yang didapat, kinerja termal terbaik ada pada cascade straight heat pipe dengan fluida kerja Al2O3 – TiO2 – air, dengan penurunan temperatur plat simulator sebesar 41,872 % pada beban maksimum dan temperatur keluaran kondensor yang tertinggi. Kinerja termal terbaik kedua adalah pada penggunaan fluida kerja Al2O3 – air dengan penurunan temperatur plat simulator sebesar 35,243 % pada beban maksimum. Kinerja termal yang kurang baik ada pada penggunaan fluida kerja air dengan penurunan temperatur plat simulator sebesar 28,648 % dan temperatur keluaran kondensor yang terendah. The technology development of Central Processing Unit (CPU) on computers has led into smart technologies, which have better performance but with smaller dimensions. With the reduction of the dimensions, it can cause a very significant increase in power and high increasement of heat flux in the CPU. In this research, cascade straight heat pipe is designed for better CPU cooling systems without the need of additional power for the operation. From the data obtained, the best thermal performance is cascade straight heat pipe with the working fluid of Al2O3 - TiO2 - water, with a simulator plate temperature decrease of 41.872 % at maximum load and the highest condenser output temperature. The second best thermal performance is on the use of Al2O3 - water with the simulator plate temperature decrease of 35,243 % at maximum load. The poor thermal performance is on the use of water with the simulator plate temperature decrease of 28,648 % and the lowest condenser output temperature.

Page 6 of 13 | Total Record : 130