cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25276271     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN (JSTP) (e-ISSN: 2527-6271) merupakan "Open Acess Publications" yang diterbitkan oleh Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, dengan fokus dan ruang lingkup berupa: Teknologi Pengolahan pangan, bioteknologi pangan, keamanan pangan, mikrobiologi pangan, kimia pangan dan teknologi industri pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 708 Documents
ANALISIS KANDUNGAN ZAT PENGAWET NATRIUM BENZOAT PADA SIRUP KEMASAN BOTOL YANG DIPERDAGANGKAN DI MALL MANDONGA DAN HYPERMART LIPPO PLAZA KOTA KENDARI Hesti, Hesti
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.213 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v1i1.1039

Abstract

This study was aimed to determine the content of sodium benzoate in the bottled syrup traded in Mall Mandonga and Lippo Plaza Hypermart Kendari, and to compare them with the preserpative amount allowed by the Indonesian Ministry of Health  as set by Permenkes No. 033 / Menkes / Per / XI / 2012.  This study was conducted in  October  up to December 2015. The study used a descriptive method; and the sodium benzoate content of the samples was analyzed in the food technology laboratory. The highest content of the sodium benzoate of 5904 mg/kg was found in the bottled syrup (DHT brand) traded in Mall Mandonga, whereas the lowest content of 432 mg/kg was found in the Fress brand traded in Hypertmart Lippo Plaza. The use of sodium benzoate preservative in the bottled syrup traded in Mall Mandonga was exceeding the amount permitted by the Ministry of Health.  Key words : Sodium Benzoate, Syrup, Mall Mandonga, Hypertmart Lippo Plaza.
ANALISIS HASIL ORGANOLEPTIK HASIL PERBAIKAN TEKSTUR ROTI MANIS WIKAU MAOMBO DENGAN APLIKASI XANTAN GUM Wahyuni, Wahyuni; Wahyuni, Sri; Sadimantara, Muhammad Syukri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 4 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.823 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i4.3568

Abstract

ABSTRACT This research was conducted to study the organoleptic characteristics of wikau maombo sweet bread with theaddition of xanthan gum. This study used a complete randomized design (CRD) then proceeded with BNT test where there were five treatments with four replications. The treatments consisted of R1=wheat flour 100%, wikau maombo flour 0%,xanthan gum 0%, R2= wheat flour 70%, wikau maombo flour 30%, xanthan gum 3.0%, R3=wheat flour 70%, wikau maomboflour 30%, xanthan gum 0%, R4=wheat flour 30%, wikau maomboo flour 70%, xanthan gum 3.0%, R5=wheat flour 30%,wikau maombo flour 70%, xanthan gum 0%. The result showed that the treatments did not affect the hedonic of color andaroma significantly, while they significantly affect the hedonic of tase and texture. All samples had similar light yellow color,but R4 had the highest score for aroma rating (quite fragrant), taste (sweet), and texture (soft). It can be concluded that theR4 was the most preferred treatment by panelist and the combination of wheat flour 30%, wikau maombo flour 70%, xantangum 3.0% produced bakery products with a good quality in accordance with Indonesian National Standard (SNI) for sweetbread. Keywords: wikau maombo, xantan gum, organoleptic, bread ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penilaian karakteristik organoleptik roti manis wikaumaombo denganpenambahan xantan gum.Penelitian ini menggunakan desain rangcangan acak lengkap (RAL) kemudian di lanjutkan uji BNT,dimana perlakuan sebanyak 5 dengan ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri dari R1 = Tepung terigu 100% , tepung wikau  maombo 0 %,xantan Gum 0%, R2 = Tepung terigu 70 %, tepung  wikau  maombo 30%,xantan Gum3,0%, R3=Tepung terigu 70 %, tepung  wikau  maombo30%,xantan Gum 0%, R4= Tepung terigu 30%, tepung  wikau  maombo 70%,xantan Gum3,0%, R5= Tepung terigu 30%, tepung  wikau  maombo70 %,xantan Gum 0 %. Hasil penilaian organoleptikmenunjukkan bahwa pada uji hedonik warna dan aroma berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pengamatan sedangkanpada uji hedonik rasa dan tekstur berpengaruh sangat nyata. Pada uji sensorik warna diperoleh kualifikasi yang sama(kuning muda), pada uji sensorik aroma, R4 menunjukkan penilaian tertinggi dengan kualifikasi (cukup harum), uji sensorikrasa menunjukkan bahwa R4 memiliki penilaian paling tinggi dengan kualifikasi (manis), sedangkan pada uji sensoriktekstur, R4 menunjukkan nilai tertinggi dengan kualifikasi (lembut). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada pengujianorganeletik perlakuan yang paling disukai para panelis yaitu perlakuan TT 30% : WM 70% : XG 3,0% (tepung terigu 30%,tepung wikau maombo 70%, xantan gum  3,0%) (R4), yang menghasilkan produk roti dengan mutu yang bagus sesuaidengan standar SNI roti manis.Kata Kunci : wikau maombo, xantan gum, organoleptik, roti
STUDI PENENTUAN PERBANDINGAN AMPAS SAGU TERHADAP TEPUNG BERAS ANALISISTANGGAPANKONSUMENTERHADAPSINONGGI SEBAGAI MAKANAN POKOK DI KOTA KENDARI Asriani, Asriani; Ma’mum, Sitti Rahma
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Potensi sagu sebagai tanaman pangan lokal sumber karbohidrat perlu dikembangkan untuk mengurangi beban pangan pada beras. Sinonggi merupakan makan khas kaya gizi yang berbahan dasar sagu bagi masyarakat Kendari yang perlu dilestarikan keberadaannya. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah agar pemerintah dapat mengetahui persoalan dan menentukan prioritas strategi yang berhubungan dengan pengembangan minat masyarakat terhadap “sinonggi” berbahan dasar sumber daya lokal sagu dalam upaya mendukung tercapainya program pemerintah tentang kebijakan ketahanan pangan. Target yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menentukan faktor prioritas strategi marketing mix melalui persepsi konsumen terhadap makanan pokok lokal Sinonggi. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh dari Product, Price, Promotion, Place, People terhadap minat para konsumen rumah makan Sinonggi yang berada di Kota Kendari. Sampel penelitian sebanyak 100 responden. Prosedur pencarian responden dilakukan berdasarkan accidential sampling. Data penelitian merupakan data primer, dengan kuesioner sebagai instrument penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa tanggapan konsumen tentang variabel Product 58 % setuju, variabel Price 68 % setuju Price, variabel Promotion 68 % setuju, variabel Place 59 % setuju dan variabel People 57 % setuju. Kata kunci: Sinonggi, Product, Price, Promotion, Place, People, Minat Konsumen. 
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG RAJA (Musa paradisiaca var Raja) DALAM PEMBUATAN ES KRIM Ermawati, Wa Ode
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.102 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v1i1.1041

Abstract

The purpose of the research was to determine the formulation of ice cream made from the juice of bananas skin, which was most preferred by the panelists, and to determine its nutritional value. The research was conducted at the Laboratory of Food Technology Faculty of Technology and Agricultural Industry Halu Oleo University, Kendari. The experimental model used in this study was a completely randomized design (CRD) with five treatments and four replicates. The treatments applied were: A1 (without banana skin juice), A2 (with 100 g/kg of banana skin juice), A3 (with 125 g/kg of banana skin juice), A4 (with 150 g/kg of banana skin juice) and A5 (with 175 g/kg of banana skin juice). The results showed that the ice cream made with treatment A3 was most preferred by the panelists. The sensory preference (measured in the range values of 1.00 to 5.00) of the A3 ice cream were: 3.09 in colour (rather attractive), 3.47 in aroma (rather attractive), 3.72 in taste (tasty), 3.92  in texture (soft) and 2.70 in  melting speed (rather quickly melted). The nutritional values of the A3 product formulation were: 1.56% protein 16.67% glucose, 4.64% fat and 5.30% dextrine. The ice cream of A3 treatment was melted in  35 minutes 36 seconds per 100 g.  Keyword: Ice cream, formulation, banana skin juice, sensory values, nutritional values.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN FISIKOKIMIA SARI WORTEL, TEPUNG UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP MIE BASAH Satriadin, Satriadin; Ansharullah, Ansharullah; Asyik, Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 5 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.082 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i5.3738

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine the effect of carrot extract, sweet potato flour and wheat flour to organoleptic andphysicochemical characteristics of wet noodles. The results showed that the best treatment of wet noodle product was P5sample (carrot juice of 20%, white sweet potato flour of 35% and wheat flour of 45%) with an average preferences of color of3.65% (rather like), aroma of 3.53% (like), texture of 3.72% (rather like), taste of 3.55% (rather like). Moisture, ash, proteincontents and water absorption in the P5 sample were 60.94%, 1.53%, 0.83% and 10.34%, respectively. So it can beconcluded that the best treatment of carrot extract, sweet potato flour and wheat flour on the production of wet noodle were20% : 35% and 45%. Keywords : Wet noodles, carrot extract, sweet potato flour, organoleptic.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan sari wortel, tepung ubi jalar dan tepung terigu terhadapkarakteristik organoleptik dan fisikokimia mie basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik produk miebasah yaitu P5 (sari wortel 20%, tepung ubi jalar 35% dan tepung terigu 45%) dengan rata-rata kesukaan terhadap warnasebesar 3.65% (Agak suka), aroma sebesar 3.53% (Agak suka), tekstur sebesar 3.72% (Agak suka), rasa sebesar 3.55%(Agak suka). Kadar air, abu, protein dan daya serap air pada sampel P5 berturut-turut sebesar 60.94%, 1.53%, 0.83% dan10.34%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik perbandingan sari wortel, tepung ubi jalar dan tepung terigu pada pembuatan mie basah yakni 20% : 35% dan 45%. Kata kunci: Mie basah, sari wortel, ubi jalar putih, organoleptik.
PENGARUH TEKANAN DAN PENGOPERASIAN DI SEPANJANG PIPA LATERAL PADA SISTEM IRIGASI TETES (TRICKLE IRRIGATION) Suharto, Bambang; Susanawati, Liliya Dewi
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Sistem irigasi tetes terdiri dari pipa utama, lateral dan distributor. Desain pipa lateral sangat penting untuk menjaga kehilangan tinggi tekan, sehingga perbedaan pada debit antar distributor yang dioperasikan secara serempak tidak akan lebih dari 10 %, sedangkan jika aliran turbulent maka variasi tekanan pada lateral berkisar 20 %. Penambahan tekanan menyebabkan aliran dalam pipa menjadi semakin turbulen, yang akhirnya berpengaruh terhadap kehilangan tinggi tekanan dan debit emiter sepanjang pipa lateral. Metode penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial, faktor tersebut yaitu pada taraf pengoperasian I (L1), pengoperasian II (L2), pengoperasian III (L3) dan tekanan operasi pada taraf 5624.8 kg/m2(P1), 10546.5 kg/m2 (P2), 15468.2 kg/m2 (P3). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak jumlah pipa lateral yang dioperasikan dari sumber air akan meningkatkan variasi debit sepanjang lateral. Peningkatan tekanan operasi akan mengurangi nilai variasi debit keluaran emiter dan koefisien variasi pembuatan sepanjang lateral, Kenaikan tekanan operasi akan meningkatkan nilai koefisien keragaman pada desain emiter 2 liter/jam, Kehilangan tinggi tekan rata-rata pada saat tekanan operasi rendah yaitu 5624.8 kg/m2 dan pengoperasian (L3) 1.85263 dan yang terendah pada (L1) yaitu sebesar 1.055 meter. Semakin banyak jumlah pipa lateral dioperasikan dari sumber air akan meningkatkan kehilangan tekanan, Pengoperasian tekanan ideal (1054.2 kg/m2) dengan pengoperasaian menghasilkan klasifikasi koefisien keragaman christiansen termasuk kriteria sedang, variasi debit emiter (qvar) menghasilkan nilai sebesar 0.40 sampai 0.44, nilai koefisien variasi pembuatan (CV) berkisar dari 0.01 sampai 0.15 termasuk kriteria kurang baik, dan koefisien keragaman (EU) termasuk kriteria kurang baik. Kata kunci: Irigasi tetes, tekanan, lateral, debit emiter 
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG UBI KAYU TERMODIFIKASI DAN EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP NILAI ORGANOLEPTIK MIE INSTAN Darpy, Darpy
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.722 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v1i2.1264

Abstract

Mie merupakan salah satu produk yang paling digemari oleh masyarakat luas sebagai pengganti makanan pokok sehari-hari. Bahan baku yang biasanya digunakan dalam pembuatan mie adalah tepung terigu. Didalam tepung terigu memiliki kandungan gluten yang sangat tinggi dan apabila dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan dampak negatife seperti gangguan pencernaan. Sebagai alternatife untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan pensubtitusian tepung ubi kayu termodifikasi dan ekstrak daun kelor dalam pembuatan mie. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan kombinasi proporsi tepung terigu, tepung ubi kayu termodifikasi dan ekstrak daun kelor (85:13:2), (70:26:4), (55:39:6), (40:52:8) serta 100g tepung terigu (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian organoleptik terpilih oleh panelis terdapat pada komposisi 85g tepung terigu, 13g tepung ubi kayu termodifikasi dan 2g ekstrak daun kelor dengan skor penilaian terhadap warna 4.08% (Disukai), aroma 3.76% (Disukai), tekstur 4.16% (Disukai), rasa 4.03% (Disukai) dan karakteristik fisikokimia meliputi: kadar air 7.36 (%bb), kadar abu 0.27 (%bb), kadar protein 3.79 (%bk), daya serap air 90% dan daya renggang 1.10 cm. Hasil menunjukan bahwa produk mie substitusi tepung ubi kayu termodifikasi dan ekstrak daun kelor disukai dan diterima oleh konsumen sehingga membantu menekan impor tepung terigu.Kata kunci: Mie instan dari ubi kayu, organoleptik, nilai gizi
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BEBERAPA JENIS PISANG TERHADAP KADAR DEKSTRIN, NILAI GIZI DAN ORGANOLEPTIK TEPUNG PISANG Abe, Wa; Wahyuni, Sri; Muzuni, Muzuni
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 5 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.898 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i5.3741

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of banana maturity level on organoleptic test, to determine theproximate content (water, ash, fat, crude fiber, protein and glucose contents), and tp determine the dextrin content onbanana flour. This study used Completely Randomized Design in a factorial pattern to assess organoleptic quality criteria ofbanana flour including color, flavor, taste, and texture. The results showed that organoleptic assessment of color, flavor,taste and texture of the preferred banana flour was found in T3 sample (Rather ripe Kepok banana’s flour), T4 sample(Unripe kepok banana’s flour), T2 sample (Unripe Raja banana’s flour) and (T3 and T4 samples). The banana flour producedin T2, T3 and T4 samples had moisture content of 8.91%, 6.96% and 7.35%, ash content of 0.30%, 0.67%, and 0.41%, fatcontent of 0.37%, 0.51% and 0.38%, fiber content of  0.20% , 0.13% and 0.15%, protein content of 0.53%, 0.38% and 0.18%and starch content of 0.53%, 0.22% and 0.37%. The dextrin contents of T2, T3 and T4 sample were 73.06%, 84.99% and63.77%. In general, the results of this study showed that banana flour favored and meet SNI standards of banana flour.Keywords: Banana flour, nutritional value, dextrin levels.  ABSTRAK  Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh tingkat kematangan pisang terhadap penilian organoleptik pada produktepung pisang yang disukai, penentuan kadar proksimat (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar serat kasar, kadar proteindan kadar glukosa), dan penentuan  kadar dekstrin pada tepung pisang. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap dalam  pola faktorial untuk menilai kriteria penilaian organoleptik mutu tepung pisang  meliputi warna, aroma, rasa,dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur  pada  tepungpisang  yang disukai panelis terdapat pada perlakuan T3 (tepung pisang kepok mengkal), T4 (tepung pisang kepok mentah),T2 (tepung pisang raja mentah) dan (T3 dan T4). Tepung pisang  yang dihasilkan pada perlakuan T2, T3 dan T4mengandung kadar air sebesar 8.91%, 6.96% dan 7.35%,  kadar abu  0.30%, 0.67%, dan 0.41%,  kadar lemak 0.37%,0.51% dan 0.38%, kadar serat 0.20%, 0.13% dan 0.15%,  kadar protein 0.53%, 0.38% dan 0.18% dan kadar pati sebesar0.53%, 0.22% dan 0.37%. Kadar dekstrin tepung pisang sample T2, T3 dan T4 yaitu 73.06%, 84.99% dan 63.77%. Secaraumum hasil penelitian ini menunjukkan  tepung pisang disukai dan memenuhi standar SNI tepung pisang. Kata kunci : Tepung pisang, nilai gizi, kadar dekstrin.   
KARAKTERISASI ROTI MANIS DARI PATI GARUTTERMODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN EMULSIFIER LESITIN Damat, Damat; Ta’in, Anas; Handjani, Hany; Chasanah, Uswatun; DwiSiskawardani, Devi
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.875 KB)

Abstract

Roti manis merupakan produk makanan yang umumnya terbuat dari tepung terigu, garam, mentega, dan ragi. Problemnya adalah bahwa sampai saat ini tepung terigu 100% masih import dan kasus penyakit degeneraif dari waktu ke waktu terus meningkat. Penggunaan bahan baku alternativeperlu dikembangkan, seperti pati garut termodifikasi guna mengeliminir persoalan tersebut. Penggunaan pati garut termodifikasi menghasilkan roti dengan tekstur yang kurang lembut dan daya kembang rendah, sehingga harus ditambahkan emulsifier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan pati garut termodifikasi dengan lesitin terhadap karakteristik roti manis. Rancangan Acak Kelompok (RAK)faktorial dengan dua faktor, yakni konsentrasi pati garut termodifikasi (10%, 15% dan 20% b/b) dan konsentrasi lesitin (0.1%, 0.3%, 0.5% b/b) telah diterapkan. Interaksi antara konsentrasi pati garut termodifikasi dan konsentrasi lesitin telah ditemukan terhadap kadar air, abu, protein,karbohidrat dan uji organoleptik (rasa, tekstur dan kesukaan) roti manis. Penambahan konsentrasi pati garut termodifikasi 10 %b/b dan konsentrasi lesitin 0.5 %b/b (P1L3) dengan sifat fisik mikroskopis pori-pori roti manis sebesar 2083.8 μm dan nilai kekerasan 11.38 N, serta sifat kimia roti manis kadar air 21.83%, kadar abu 1.52%, kadar lemak 14.71%, kadar protein 8.13%, kadar karbohidrat 53.81%, dan kadar serat pangan 3.28% adalah perlakuan terbaik. Hasil uji organoleptik menunjukkan skor rasa 3.04 (sangat enak), skor tekstur 3.31 (sangat lembut) dan skor kesukaan 3.19 (sangat suka). Kata Kunci : Tepung terigu, pati garut termodifikasi, lesitin, roti manis 
PEMBUATAN MIE SUBTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG JAGUNG PUTIH (Zea mays L) AND SIFAT ORGANOLEPTIK Usu, La
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.723 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v1i2.1269

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung terigu dan tepung jagung dalam pembuatan produk mie kering dan mengetahui kandungan gizi (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat) dari produk mie yang disukai panelis. Penelitian ini menggunakan acak lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat kali ulangan, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah penilaian organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) dan analisis nilai gizi (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat) pada produk hasil penilaian terbaik. Hasil penelitian menunjukan bahwa, subtitusi tepung terigu berpengaruh sangat nyata terhadap sifat organoleptik warna, rasa, aroma, dan tekstur mie kering. Perlakuan subtitusi tepung terigu yang terbaik yang disukai panelis berdasarkan uji organoleptik terdapat pada perlakuan T1 = tepung terigu : tepung jagung ( 95% : 5%) dengan skor warna 4,40 (suka), aroma 4,43 (suka), rasa 4,42 (suka), dan tekstur 4,38 (suka). Mie kering yang dihasilkan pada perlakuan T1= tepung terigu : tepung jagung (95% : 5%) memiliki nilai nutrisi yaitu kadar air 12,66%, kadar abu 0,89%, kadar lemak 5,14%, kadar protein 2,77% dan kadar karbohidrat 79,99%.Kata kunci: Mie kering,Tepung terigu, tepung jagung putih

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2024): Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Vol 8, No 6 (2023): Vol 8, No 5 (2023): Vol 8, No 5 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 4 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 3 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 6 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 5 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 4 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 3 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 6 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 5 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 4 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 3 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 6 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 5 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 4 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 5, No 2 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 5, No 1 (2020): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 6 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 5 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 4 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 3 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 6 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 5 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 5 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 3 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 2 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 3, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN 2017: PROSIDING SEMINAR NASIONAL FKPT-TPI 2017 Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 5 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 4 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 2, No 1 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2016): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN More Issue