cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018)" : 27 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASAM URAT PADA USIA 20-44 TAHUN DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2017 Jaliana, Jaliana; Suhadi, Suhadi; Sety, La Ode Muhammad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.589 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3925

Abstract

Penyakit asam urat atau penyakit gout merupakan penyakit yang muncul akibat zat purin yang berlebih dalamtubuh. zat purin ini sebenarnya dapat di olah tubuh menjadi asam urat. Menurut WHO (2015) Di dunia prevalensipenyakit asam urat mengalami kenaikan jumlah penderita hingga dua kali lipat antara tahun 1990- 2010. Pada orangdewasa di Amerika Serikat penyakit gout mengalami peningkatan dan mempengaruhi 8. 3 juta (4%) orang Amerika.Penyakit asam urat diperkirakan terjadi pada 840 orang dari setiap 100.000orang. Prevalensi penyakit asam urat diIndonesia terjadi pada usia di bawah 34tahun sebesar 32 % dan di atas 34 tahun sebesar 68 % (WHO, 2015). Tujuandalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asam urat padausia 20- 44 tahun diRSUD BahteramasProvinsi Sulawesi Tenggara Pada Tahun 2017.Jenis penelitian ini adalahdengan menggunakan rancangan penelitian Analitik Observasional menggunakan desain case control study. Jumlahsubjek penelitian ini yaitu 122 responden yakni 61 kasus dan 61 control. Dari hasilanalisis menggunakan uji chisquare bahwa pola konsumsi sumber purin, stres, riwayat keluarga berhubungan secara signifikat dengan kejadianasam urat pada usia 20- 44 tahun diRSUD BahteramasProvinsi Sulawesi Tenggara Pada Tahun 2017, dan hasil analisismenggunakan uji chi square diperoleh bahwa aktivitas fisik tidak berhubungan secara signifikat dengan kejadianasam urat pada usia 20-44 tahun diRSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Pada Tahun 2017.Menghindarikonsumsi makanan yang mengandung purin tinggi, hindari stres dan membatasi aktivitas fisik denganintensitas lama yang dapat memperburuk asam uratnya.Kata kunci: purin, aktivitas fisik, stres, riwayat keluarga, asam urat.
IMPLEMENTASI SISTEM RUJUKAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGAKARA KOTA KENDARI TAHUN 2018 Ayuandira, Fany Putri; Sakka, Ambo; Jumakil, Jumakil
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.81 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3990

Abstract

Sistem rujukan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang sesuai dengan kebutuhan pengobatan.Pelayanan kesehatan memiliki alur dan prosedur yang harus diketahui dan ditaati oleh pasien dan petugas.Implementasi sistem rujukan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kendari memerlukan kebijakan yang lebih jelas,untuk menghindari timbulnya kesalahan yang di akibatkan karena human eror. Untuk mengetahui implementasisistem rujukan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif denganpendekatan fenomenologis. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis mendeskripsikan suatu objek,fenomena atau setting social dalam tulisan yang bersifat naratif. Dimana laporan penelitian kualitatif berisikutipan-kutipan dari data/fakta mengenai implementasi sistem rujukan di Rumah Sakit Bhayangkara.Menunjukkan bahwa pemeriksaan kelengkapan syarat administrasi belum dila kukan sesuai ketentuan yang ada,terbukti dengan adanya less atau berkas rekam medis yang didalamnya tidak lengkap. terdapat kejadianpengembalian uang klaim dan pengembalian berkas dari poli yang diakibatkan karena ketidak sesuaian diagnosapasien. Petugas Rumah Sakit Bhayangkara masih tidak patuh terhadap SOP yang ada. Hal tersebut dikarenakanadanya masalah seperti adanya berkas yang tidak lengkap dan terjadinya pengembalian berkas pasien dari ruangpoli. stok obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Bhayangkara masih tidak lengkap. Karena petugas instalasi farmasimasih memberikan copy resep atau resep luar kepada pasien.Kata kunci: Sistem Rujukan, Rumah Sakit.
ANALISIS FAKTOR RISIKO PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA USIA DEWASA MUDA DI RSUD BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2017 Diana, Nuriman; Sety, La Ode Muhamad; Tina, Lymbran
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.488 KB)

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidakmemproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif . Data WorldHealth Organization tahun 2017 menyebutkan bahwa Jumlah penderita Diabetes telah meningkat dari 108 juta ditahun 1980 menjadi 422 juta pada tahun 2014 dan tahun 2015, diperkirakan 1,6 juta kematian secara langsungdisebabkan oleh Diabetes Melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risi ko penyakitDiabetes melitus tipe 2 pada usia dewasa muda di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2017. Jenispenelitian yang digunakan adalah Analitik Observasional menggunakan rancangan case control study denganpendekatan fixed disease. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Poli penyakit dalam RSUD Bahteramassejak bulan januari sampai dengan September tahun 2017, sampel dalam penelitian ini berjumlah 108 sampel yakni36 kasus dan 72 kontrol, pengambilan samper menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian padatingkat kepercayaan 95% menunjukkan faktor risiko penyakit DM Tipe 2 yakni paparan asap rokok diperoleh nilaiOR = 3,700 dengan Lower Limit = 1,478 dan Upper Limit = 9,206; dan konsumsi makanan cepat saji diperoleh nilaiOR = 4,200 dengan Lower Limit = 1,728 dan Upper Limit = 10,208, sedangkan yang bukan merupakan faktor risikoDM Tipe 2 yakni konsumsi minuman ringan diperoleh nilao OR = 1,462 dengan Lower Limit = 0,580 dan Upper Limit= 3,685. Diharapkan bagi masyarakat untuk mengurangi kebiasaan merokok, karena merokok baik aktiv maupunpasif dapat berdampak terhadap kesehatan, selain itu masyaraakat juga perlu mengkonsumsi makanan sehat danseimbang serta mengurangi konsumsi makanan cepat saji agar terhindar dari penyakit Diabetes Melitus tipe 2 dangangguan kesehatan lainnya.Kata kunci : Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2, terpapar asap rokok, konsumsi makanan cepat saji, konsumsiminuman ringan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA WAWATU KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2017 Kullu, enny Marisai; Yasnani, Yasnani; Lestari, Hariati
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.112 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3997

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh adanya malnutrisi asupan zat gizikronis dan penyakit infeksi kronis berulang yang ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur(TB/U) kurang dari minus 2 standar deviasi (<-2 SD). Menurut WHO dalam Global Nutrition Targets 2025 stuntingmerupakan insiden yang terjadi secara global, diperkirakan sekitar 171 juta sampai 314 juta anak berusia di bawahlima tahun mengalami stunting dan 90% diantaranya berada di negara-negara Benua Afrika dan Asia. Jenispenelitian ini adalah observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh balita usia 24 – 59 bulan di Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara KabupatenKonawe Selatan tahun 2017 yaitu sebanyak 95 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang. Hasiluji statistik Chi-Square pada taraf kepercayaan 95% (0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antarapola asuh Ibu (p=0,001), riwayat penyakit infeksi (p=0,002) dan tidak ada hubungan antara rangsangan psikososial(p=0,280) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Wawatu Kecamatan Moramo UtaraKabupaten Konawe Selatan Tahun 2017.Kata Kunci : Stunting, Pola Asuh Ibu, Riwayat Penyakit Infeksi, Rangsangan Psikososial
HUBUNGAN POLA MAKAN, EKONOMI KELUARGA DAN RIWAYAT INFEKSI DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA TAHUN 2018 Ratufelan, Esra; Zainuddin, Asnia; Junaid, Junaid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.586 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.4017

Abstract

Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yangdiperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan.Dari data seluruh dunia menurut WHO (2016), sekitar 45% kematian di antara anak-anak di bawah usia 5tahun mengalami gizi kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan,ekonomi keluarga dan riwayat infeksi dengan kejadian gizi kurang pada balita diwilayah kerja puskesmasbenu-benua tahun 2018. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan crosssectional study. Jumlah sampel penelitian yaitu 55 responden. Hasil analisis pola makan menggunakanuji chi-square diperoleh nilai ρvalue=0,423 ≥ dari α=0,05 sehingga hipotesis nol diterima dan tidak adahubungan antara pola makan dengan gizi kurang. Hasil uji chi-square ekonomi keluarga diperoleh nilaiρvalue=0, 443 ≥dari α=0,05 sehingga hipotesis nol diterima dan tidak ada hubungan ekonomi keluargadengan kejadian gizi kurang. Hasil uji chi-square riwayat infeksi diperoleh nilai ρvalue=0, 003 ≤ dari α=0,05sehingga hipotesis nol ditolak dan ada hubungan antara riwayat infeksi dengan kejadian gizi kurang padabalita diwilayah keraja puskesmas benu-benua tahun 2018.Kata Kunci: Pola makan, Ekonomi Keluarga, Riwayat Infeksi, Gizi Kurang.
GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALAHGUNAAN OBAT PCC (PARACETAMOL, CAFFEINE, CARISOPRODOL) DI KOTA KENDARI TAHUN 2017 Musdar, Andi Sulfida; Lestari, Hariati; Yasnani, Yasnani
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.97 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3986

Abstract

Penyalahgunaan obat merupakan sebuah obat yang dimanfaatkan secara keliru (misused) setiap kaliseseorang dengan sembarang menggunakan obat-obatan (seperti ketika seseorang menggunakan obat yangdiresepkan untuk orang lain). Obat disalahgunakan (abused) ketika seseorang terus menerus mengkonsumsi obattersebut sehingga menghasilkan ketergantungan fisik dan/atau psikologis terhadap obat . Obat PCC (Paracetamol,Caffeine, Carisoprodol) adalah obat yang biasa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan obat sakit jantung,sehingga obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan dibawah pengawasan dokter dan Apoteker. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran factor sikap rasa ingin tahu, riwayat penggunaan narkoba,keterjangkauan obat PCC, lingkungan pergaulan, dan kondisi ekonomi keluarga terhadap penyalahgunaan obat PCCdi Kota Kendari tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan metode survey deskriptif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna narkoba di Kota Kendari yaitu sebanyak 90 orang, dan sampeldalam penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi yaitu dengan teknik exhaustive sampling. Hasil penelitian sikaprasa ingin tahu tinggi sebanyak 91,4% dan sikap rasa ingin tahu rendah 8,6%, riwayat penggunaan narkoba sebanyak65,7% pernah menggunakan narkoba sebelum obat PCC dan yang tidak pernah menggunakan obat PCC sebanyak34,3%, keterjangkauan obat PCC sebanyak 97,1% mudah menjangkau obat PCC dan yang sulit mengjangkau obatPCC 2,9%, lingkungan pergaulan sebanyak 71,4% lingkungan pergaulan buruk dan 28,6% lingkungan baik, kondisiekonomi keluarga sebanyak 100% kondisi ekonomi keluarga tinggi.Kata kunci : Penyalahgunaan obat PCC, sikap rasa ingin tahu, riwayat penggunaan narkoba, keterjangkauan obatPCC, lingkungan pergaulan, ekonomi keluarga.
ANALISIS SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBERIAN ASI PADA BAYI DI KECAMATAN LAWA KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2017 Fitria, Fetty; Majid, Ruslan; Rezal, Farid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.075 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3991

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi yang mengandung nutrisi optimal baik kualitas maupunkuantitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui Sosial Budaya Dalam Pemberian ASI Pada Bayi Di Kecamatan LawaKabupaten Muna Barat Tahun 2017. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomonologis.Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Informan kunci 5 orang ibu menyusui dan informanbiasa 2 orang dukun, 1 orang tokoh masyarakat dan 1 orang bidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yangdi anjurkan selama menyusui yaitu kacang-kacangan, daun katuk, jantung pisang, daun melinjo, kangkung, ikan bakar,telur rebus, dan daging. Sedangkan Makanan yang di pantang nanas, nangka, papaya, langsat, pisang, ter ong, ikanbasah, ikan asin, ikan pari dan tidak boleh konsumsi garam, minum es, makanan pedis, santan dan makanan berminyakselama 44 hari. Dukungan pemberian ASI di peroleh dari suami, mertua, ibu, kakak kandung dan keluarga lainnya sertatenaga kesehatan. Kegagalan pemberian ASI Eksklusif dikarenakan beberapa alasan seperti tidak keluarnya ASI padahari pertama, bayi menangis dan budaya masyarakat setempat seperti pemberian jagung halus, daun pare, air putihdan madu pada saat bayi di lahirkan. Perilaku atau kebiasaan ibu menyusui yaitu tidak boleh keluar rumah pada saatmendung, rintik-rintik, magrib, subuh, mandi air panas selama 44 hari, tidak boleh menyusui pada saat makan yangpanas dan harus pakai stagen. Sumber informasi ini berasal dari orang tua, dukun, dan budaya masyarakat secara turuntemurun.DisarankankepadatenagakesehatanagarmelakukanpenyuluhankepadamasyarakattentangASIEksklusifdanmeyakinkanmasyarakatbahwaibumenyusuimemerlukanmakananyangbergizi.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT FIBROADENOMA MAMMAE (FAM) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2017 Pratiwi, Hilda; Sety, La Ode Muhamad; Tina, Lymbran
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.488 KB)

Abstract

Fibroadenoma mammae atau sering disingkat dengan FAM adalah tumor jinak dengan karakter tidak nyeri, dapatdigerakkan, berbatas tegas dan berkonsistensi padat kenyal.Penderita FAM memiliki risiko 2 kali lebih besar untukmenderita kanker payudara dikemudian hari dibandingkan wanita yang tidak menderita FAM.Berdasarkan dataFibroadenoma mammaeyang diperoleh dari Rekam Medik, pada tahun 2013 berjumlah 194 kasus, tahun 2014berjumlah 152 kasus, tahun 2015 berjumlah 185 kasus, tahun 2016 berjumlah 160 kasus dan tahun 2017 dariJanuari – Juni terdapat 102 kasus. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik dengan desain casecontrolyaitu membandingkan antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol berdasarkan status paparannyadimulai dengan cara survei telepon.Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober s/d Januari tahun 2017di Rumah SakitUmum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Populasi adalah keseluruhan pasien yang berkunjung di polionkologi dan poli umumdari Januari-Juni Tahun 2017 yaitu 1272 pasien.Jumlah sampel dalam penelitian iniberjumlah 66 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling pada sampel kasusmaupun kontrol. Sampel untuk setiap kasus dan kontrol sebanyak 66 responden, sehingga total sampel sebanyak132. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status perkawinan (OR: 2,889; CI: 1,422-5,870)dan konsumsi fast food(OR: 4,667; CI: 2,230-9,764) merupakan faktor risiko kejadian fibroadenoma mammae, dan obesitas merupakanbukan faktor risiko kejadian fibroadenoma mammae(OR: 0,533; CI: 0,229-1,240).Direkomendasikan untuk dapatmengembangkan penelitian tentang faktor risiko dalam penelitian ini dan memperluas jumlah populasi dansampel, menjaring kasus baru, serta mengembangkan instrumen penelitian.Kata Kunci: Fibroadenoma mammae, Status Perkawinan, Obesitas, Konsumsi fast food
FAKTOR RISIKO ANTARA AKTIVITAS FISIK, OBESITAS DAN STRES DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA UMUR 45-55 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOROPIA KABUPATEN KONAWE TAHUN 2018 Afiah, Warditah; Yusran, Sartiah; Sety, La Ode Muhammad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.565 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3998

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler yang bila tidak ditangani dengan baikdapat meningkatkan angka kejadian morbiditas dan mortalitas. Tekanan darah tinggi merupakan salah satupenyakit degeneratif. Umumnya tekanan darah bertambah secara perlahan dengan ber tambahnya umur.Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan hipertensi yakni usia, jenis kelamin, genetik (keturunan), obesitas,merokok, aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebih, konsumsi garam berlebih. Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisis seberapa besar faktor risiko antara aktivitas fisik, obesitas dan stres terhadap kejadian penyakithipertensi pada umur 45-55 tahun di wilayah kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe tahun 2018. Jenispenelitian yang digunakan adalah analitik observasional menggunakan rancangan case control study. Populasidalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Soropia dari bulan Januarisampai dengan September tahun 2017, sampel dalam penelitian ini berjumlah 68 sampel yakni 34 kasus dan 34kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian pada tingkat kepercayaan95% menunjukkan faktor risiko tinggi kejadian hipertensi yakni status aktivitas fisik diperoleh nilai OR = 9,028dengan Lower limit yakni 3,007 dan Upper limit yakni 27,101, dan status stres nilai OR= 4,400 dengan Lower limityakni 1,588 dan Upper limit yakni 12,193. Sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko kejadian hipertensiyakni status obesitas diperoleh nilai OR = 0,370 dengan Lower limit yakni 0,126 dan Upper limit yakni 1,086. Bagimasyarakat diharapkan agar selalu menjaga kesehatan dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, sertalebih mengontrol tekanan darah dengan melakukan pemeriksaan di Puskesmas.Kata Kunci : Hipertensi, Obesitas, Stres
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN JENTIK NYAMUK Aedes aegypti DI KELURAHAN PUNGGALUKU KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2017 Maulana, Maulana; Yasnani, Yasnani; Pratiwi, Arum Dian
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.591 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.4033

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue danditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di pengaruhi oleh perilakupenduduk dalam hal menampung air tidak hanya pada satu tempat dan jarang membersihkan bak penampunganair, pengolahan sanitasi rumah tangga yang kurang baik memungkinkan nyamuk Aedes aegypti memiliki peluangyang besar untuk bertelur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungandengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Punggaluku Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2017.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei atau observasional yang menggunakan rancangan “cross sectional”.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang berada di Kelurahan Punggaluku dengan jumlah638 Kepala Keluarga. Sampel berjumlah 81 Kepala Keluarga yang diambil dengan menggunakan tehnik SimpleRandom Sampling (SRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearmendengan α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada korelasi yang signifikan antara kontainer/tempatpenampungan air dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (ρ = 0,005), ada korelasi yang signifikan antarasampah padat dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (ρ = 0,000), dan ada korelasi yang signifikan antarapelaksanaan PSN DBD dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti (ρ = 0,047).Kata kunci : Kontainer, Sampah padat, PSN DBD, Keberadaan jentik

Page 1 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue