cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
HUBUNGAN LAMA KERJA, GERAKAN REPETITIF DAN POSTUR JANGGAL PADA TANGAN DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA PEMECAH BATU DI KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2016 Sari, Dewi Sekar; Pratiwi, Arum Dian; Farzan, Amrin
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.12245

Abstract

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan salah satu jenis penyakit akibat kerja yang disebabkan gerakan berulang dan posisi yang menetap pada jangka waktu lama yang menyebabkan tertekannya saraf median di pergelangan tangan sehingga menimbulkan terjadinya parastesia, mati rasa dan kelemahan otot di tangan. Salah satu pekerjaan yang banyak melakukan aktivitas statis dengan gerakan repetitif adalah pemecah batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja, gerakan repetitif dan postur janggal pada tangan dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada pekerja pemecah batu di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 64 pekerja pemecah batu. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi untuk melihat gerakan repetitif dan postur janggal pada tangan serta Phalen’s test untuk mengetahui adanya keluhan Carpal Tunnel Syndrome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara lama kerja dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (p = 0,032), ada hubungan antara gerakan repetitif dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (p = 0,020), dan ada hubungan antara postur janggal pada tangan dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (p = 0,014). Kata kunci: lama kerja, gerakan repetitif, postur janggal, carpal tunnel syndrome
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK USIA DEWASA MUDA (20-44 TAHUN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONGGEDUKU KABUPATEN KONAWE TAHUN 2017 Susilawati, Susilawati; Sety, La Ode Muhamad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v5i1.12361

Abstract

Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah suatu kondisi tekanan sistolik darah > 140 mmHg dan/atau diastolik > 90 mmHg. Penyakit hipertensi saat ini merupakan salah satu penyakit yang angka kejadiannya sangattinggi di dunia dan terus mengalami peningkatan kejadian dari tahun ke tahun. Data Puskesmas Wonggedukumenunjukkan jumlah kasus hipertensi di usia dewasa muda yang tergolong cukup tinggi. Pada tahun 2014 yaitu176 kasus (30,61%), tahun 2015 yaitu 186 kasus (31,69%), dan pada tahun 2016 sebanyak 94 kasus (19,78%).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi padakelompok usia dewasa muda (20-44 tahun) di wilayah kerja Puskesmas Wonggeduku Kabupaten Konawe tahun2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study.Populasi adalah semua pasien yang berusia 20-44 tahun yang berkunjung di Poli Umum dan tercatat pada bukuregistrasi di Puskesmas Wonggeduku selama bulan Juli hingga November tahun 2017 sebanyak 410 pasien denganjumlah sampel sebanyak 78 responden yang diperoleh menggunakan teknik proportional random sampling. Datadianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adahubungan antara konsumsi kopi (p=0,004) dan kualitas tidur (p=0,014) dengan kejadian hipertensi. Tidak terdapathubungan antara kebiasaan olahraga (p=1,000) dan obesitas (p=0,253) dengan kejadian hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Kebiasaan Olahraga, Konsumsi Kopi, Obesitas, Kualitas Tidur
EFEKTIVITAS LARUTAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM LINN ) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP KEMATIAN LARVA AEDES AEGYPTI DI KOTA KENDARI TAHUN 2016 Sasmilati, Uyun; Pratiwi, Arum Dian; Saktiansyah, La Ode Ahmad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.12246

Abstract

Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang membawa virus demam dengue dan chikungunya yang banyakmenyerang di daerah tropic dan subtropik. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatanmasyarakat di Indonesia. Salah satu upaya pemberantas DBD yaitu dengan memberantas vektornya yaitu Aedesaegypti. Bawang Putih(Allium sativum) memeiliki potensi sebagai larvasida karena mengandung Allicin, garlic oildan flavonoid yang telah terbukti memiliki efek larvasida terhadap kematian larva Aedes aegypti. Penelitian inibertujuan untuk melihat efektivitas larutan bawang putih sebagai larvasida terhadap kematian larva Aedesaegypti. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain After OnlyWith Control Design. Sampel dalam penelitian ini adalah larva Aedes aegypti instar II sebanyak 25 ekor padamasing-masing 4 perlakuan dan 1 dengan 6 kali pengulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi0%(kontrol), 10%, 20%, 30%, 40% larutan bawang putih menyebabkan kematian berturut-turut 0%, 56%, 84%,94% dan 100%.Hasil uji One Way Anova menunjukkan bahwa nilai p-value adalah <0,05 sehingga dapatdisimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan pada jumlah larva yang mati antar kelompok yang dibandingkan.Berdasarkan uji probit nilai LC50 adalah 11,0453 % dan LC90 adalah 76.931%.Kata Kunci: Aedes Aegypti, Larvasida, Bawang Putih (Allium Sativum), LC50LC90
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRI DALAM MENCEGAH PENULARAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN KECAMATAN KARANGGENENG KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2019 Afifah, Alvira Nadya Nur; Utomo, Budi; Pusarawati, Suhintam
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i1.16179

Abstract

Angka kejadian penyakit skabies di Indonesia masih cukup tinggi terutama di area padat penghuni seperti PondokPesantren, namun pengetahuan mengenai skabies dan pencegahannya tidak diajarkan di Pondok Pesantren.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikapsantri dalam mencegah penularan skabies di Pondok Pesantren. Penelitian kuasi eksperimental dengan onegroup pretest-posttest design ini dilaksanakan pada bulan September 2019 di Pondok Pesantren KecamatanKaranggeneng Kabupaten Lamongan dengan melibatkan 96 responden yang diambil menggunakan teknikpurposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diberikan kepada responden sebelum dansesudah penyuluhan kesehatan. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kepadatan penghuni di PondokPesantren Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan cukup tinggi dengan rata-rata luas ruangan setiapsantri adalah 0,5 meter. Analisis univariat pengetahuan dan sikap santri dalam mencegah penularan skabiessebelum diberikan penyuluhan kesehatan sebagian besar santri memiliki pengetahuan yang kurang (85,4%) dansikap yang cukup (78,1%), kemudian setelah diberikan penyuluhan kesehatan didapatkan peningkatan jumlahsantri dengan pengetahuan yang baik (44,8%) dan sikap yang baik (51%). Analisis bivariat pengaruh penyuluhankesehatan terhadap pengetahuan dan sikap santri dalam mencegah penularan skabies menggunakan ujiwilcoxon didapatkan nilai P sebesar 0,001. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penyuluhan kesehatanterhadap pengetahuan dan sikap santri dalam mencegah penularan skabies di Pondok Pesantren. Untuk itupenyuluhan kesehatan mengenai skabies dan pencegahannya sangat disarankan untuk dilaksanakan di PondokPesantren.Kata Kunci: Penyuluhan kesehatan, Pencegahan skabies, Pengetahuan, Sikap, Pondok Pesantren 
KORELASI ANTARA KECEMASAN DAN DISPEPSIA FUNGSIONAL PADA MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK DI RSU ROYAL PRIMA Rezeki, Naomi Grace; Lubis, Adhayani; Nasution, Sri Wahyuni
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i1.16205

Abstract

Abstrak Pengalaman akademik pada pendidikan kedokteran dipenuhi dengan banyak perjuangan. Hal ini dapatmembuat mahasiswa menjadi rentan mengalami gangguan cemas. Ditambah lagi mahasiswa kedokteranmemiliki jadwal kuliah yang padat dan harus melalui banyak ujian di setiap blok. Kecemasan merupakan salahsatu faktor psikologis yang dapat menjadi pemicu terjadinya Dispepsia Fungsional. Penelitian ini bertujuanuntuk melihat apakah terdapat korelasi antara Kecemasan dan Dispepsia Fungsional pada MahasiswaKepaniteraan Klinik di RSU Royal Prima. Pada penelitian ini dilakukan pendekatan secara cross sectional.Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode simple random sampling. Instrumentdyangddigunakan adalah kuesioner Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) untuk menilai Kecemasanxdan Short-Form Nepean Dyspepsia Index (SF-NDI) untuk menilai derajat Dispepsia Fungsional. Sampel padapenelitiian merupakan mahasiswa yang sedang menjalani Kepaniteraan Klinik di RSU Royal Prima denganjumlah sampel yaitu 51 orang. Korelasi dicari dengan koefisien korelasi. Digunakan Uji Anlisis Bivariat Pearsonkarena data berdistribusi normal. Pada hasil penelitiian didapatkan korelasi antara Kecemasanx dan DispepsiaFungsional (pe=e0,000).eKekuatanekorelasieantaraekeduaevariabelekuatedenganearahepositif (er=e0,732)dimana semakinetinggietingkateKecemasanx,emakaesemakinetinggi juga derajateDispepsia Fungsional.Kata Kunci ; Kecemasan, Dispepsia Fungsional, HARS, SF-NDI.
HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DAN PERILAKU PENJAMAH DENGAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS PADA DEPOT AIR MINUM (Studi Kasus Di Wilayah Puskesmas Kerek Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban Tahun 2020) Mairina, Ike; Kriswandana, Ferry; Suryono, Hadi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i1.16221

Abstract

Abstrak Kualitas Depot Air Minum (DAM) di Puskesmas Kerek pada tahun 2020 adalah 38,5 % tidak memenuhisyarat. Higiene sanitasi dan perilaku penjamah DAM dapat menyebabkan kualitas bakteroilogis air minumyang dihasilkan tidak memenuhi persyaratan kesehatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan higiene sanitasi dan perilaku penjamah dengan kualitas bakteriologis Depot Air Minum. Metodepenelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh depot air minum diPuskesmas Kerek yang berjumlah 13 DAM. Jumlah sampel sebanyak 13 DAM dengan teknik total sampling.Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, kuisioner dan pemeriksaan laboratorium. Uji hubungan dengan statistik Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengankualitas bakteriologis air minum adalah hygiene sanitasi peralatan (p=0.032) dan air baku dan air minum(p=0,001) variabel yang tidak berhubungan dengan kualitas bakteriologis air minum adalah hygiene sanitasitempat dan penjamah. Hasil analisis perilaku penjamah yaitu ada hubungan antara tindakan penjamah dengankualitas bakteriologis (p=0,021) dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap penjamah dengankualitas bakteriologis. Kesimpulan penelitian, ada hubungan antara hygiene sanitasi peralatan, air baku dantindakan penjamah dengan kualitas bakteriologis. Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat disarankan untukmengadakan penyuluhan hygiene sanitasi penjamah DAM. Pemilik atau penjamah lebih memperhatikan bataspakai peralatan dan pemasok air baku seharusnya memberikan bukti tertulis setiap kali pengiriman air bakuKata Kunci : Higiene Sanitasi , Perilaku Penjamah , Kualitas bakteriologis, Depot Air Minum
ANALISIS SWOT PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK PADA PRAKTIK MANDIRI BIDAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Ulfah, Annisa; Darmawan, Ede Surya
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i1.16278

Abstract

AbstrakSituasi pandemi COVID-19 mengharuskan para tenaga kesehatan beradaptasi untuk tetap melayani pasiendengan optimal, termasuk para bidan yang memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak dari tempat PraktikMandiri Bidan (PMB). Penelitian ini dilakukan untuk memaparkan pelayanan KIA di masa pandemi COVID-19serta menyajikan analisis yang berkaitan pelayanan KIA di PMB. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.Data diambil dengan melakukan wawancara mendalam kepada pemilik Praktik Mandiri Bidan N di Kota Bekasi.Data dianalisis dan sajikan dengan pendekatan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan strategi SOmenerapkan pelayanan KIA dengan memperhatikan physical distancing melalui panduan pemerintah danSatgas COVID-19 serta memanfaatkan layanan digital untuk konsultasi pasien. Strategi WO yaitu denganmemaksimalkan kegiatan pendaftaran online, menerapkan SOP pelayanan dan pencegahan infeksi sesuaiarahan protokol kesehatan. Sedangkan strategi ST yaitu dengan melakukan skrining yang tepat serta efisiensipenggunaan APD. Strategi WT yaitu dengan melakukan pencegahan infeksi baik dari bidan maupun pasien,serta mengedukasi pasien dan keluarga mengenai pencegahan dan penularan COVID-19. Analisis SWOT dapatdigunakan untuk membentuk strategi dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Praktik Mandiri Bidan,khususnya pada Bidan N pada masa pandemi COVID-19 serta menganjurkan bidan maupun pasien untuk tetapmelaksanakan pelayanan sesuai dengan arahan protokol kesehatan. Kata Kunci: COVID-19, kebidanan, kesehatan ibu dan anak
FUNGSI KLINIS TANGAN PADA PENDERITA FRAKTUR DISTAL RADIUS YANG MENDAPAT TINDAKAN NON KOPERATIF Sapitri, Riska Rahmadana; Alexander, Rico; Fadillah, Qori
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i1.16325

Abstract

AbstrakFraktur distal radius merupakan salah satu jenis fraktur yang sering terjadi dan meningkat selama bertahun-tahun. Fraktur merupakan diskontinyunitas atau ketidak senambungan pada tulang baik pada Sebagian atauseluruhnya. Fraktur distal radius adalah rasa sakit dan keterbatasan dengan melakukan kegiatan sehari-hari yangterjadi pada fase akut dan kronis pemulihan. Fraktur ditandai dengan rasa nyeri, memar, bengkak, tidak dapatbergerak maksimal, mati rasa, dan pergelangan tangan tergantung ke arah yang tidak normal. Penelitian inimerupakan penelitian analitik dengan design cross sectional, dimana pengambilan data hanya dilakukan sekali saja.Lokasi penelitian bertempat di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Subjek penelitian merupakan pasien fraktur distalradius yang mendapat Tindakan non operatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Teknik sampel samplingjenuh yang terdapat di Non-probability sampling. Bila jumlah populasi relative kecil, kurang dari 30 maka semuaanggota populasi akan di jadikan sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa penanganan patah tulang distal radiussecara non operatif dapat memberikan hasil fungsional yang baik.Kata kunci: fraktur distal radius, Tindakan non koperatif.
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU HAMIL BERISIKO DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI PUSKESMAS TANAH KALI KEDINDING SURABAYA Samantha, Ines; Fatmaningrum, Widati; Mulawardhana, Pungky
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i1.16366

Abstract

Abstrak Berat badan lahir bayi merupakan berat bayi yang ditimbang pada waktu satu jam pertama setelah dilahirkanyang menjadi indikator penting dalam kerentanan anak terhadap penyakit dan kemampuan untuk bertahanhidup. Berat badan lahir rendah merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi salah satu faktortingginya angka kematian bayi yaitu sekitar 60 – 80% (WHO,2018). Berat badan lahir rendah dapat dipengaruhioleh multifaktor salah satunya usia ibu hamil berisiko yang dapat dikategorikan menjadi dua yaitu usia muda(<20 tahun) dan usia tua (>35 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibuhamil berisiko dengan berat badan lahir bayi di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya. Jenis penelitian iniyaitu analitik observasional dengan rancangan cross sectional, menggunakan data sekunder berupa rekammedis dengan simple random sampling. Hasil uji analisis menggunakan independent t-test menunjukkan tidakadanya perbedaan yang signifikan antara rata – rata berat badan lahir bayi yang dilahirkan dari ibu dengan usiaberisiko dan tidak berisiko (p = 0,436) di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya. Responden dengan UsiaBerisiko melahirkan bayi dengan berat badan rata-rata 3034,78 gram dan Usia tidak berisiko melahirkan bayidengan rata-rata berat badan 3125,38 gram. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usiaibu hamil berisiko dengan berat badan lahir bayi di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya, namun ibudengan usia berisiko memiliki rata-rata berat lahir bayi yang lebih rendah dibandingkan dengan usia tidakberisikoKata Kunci : Berat badan lahir bayi, BBLR, Usia ibu berisiko (<20 tahun dan >35 tahun)
ANALISIS PENGARUH BIJI KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KEKERUHAN DAN KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN LALOLARA KECAMATAN KAMBU KOTA KENDARI TAHUN 2020 Zainuddin, Asnia; Nurmaladewi, Nurmaladewi; Susanti, Sitti
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v6i1.16381

Abstract

AbstrakAir bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatandan dapat diminum apabila telah dimasak, terlindung dari sumber pencemaran, binatang pembawa penyakit,dan tempat perkembangbiakan vektor. Sekitar 48% Sulawesi Tenggara diprediksi memiliki air sumur yang tidakmemenuhi kualitas air bersih sesuai PERMENKES RI NO. 32 Tahun 2017. Salah satu bahan untuk penjernihan airadalah buah kelor.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pengaruh serbuk biji kelor (Moringaoleifera) terhadap kekeruhan dan kadar besi (Fe) air sumur gali di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu KotaKendari Tahun 2020. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen laboratoriumdengan penyajian data deskriptif. Sampel air dalam penelitian ini diambil pada 1 titik.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ada pengaruh serbuk biji kelor dengan variasi dosis terhadap kekeruhan dan kadar besi(Fe). Pada dosis 50 gram serbuk biji kelor dapat menurunkan kekeruhan dimana kekeruhan awal yaitu 378 NTU dan dalam waktu perendaman 30 menit turun menjadi 23,7 NTU. Pada dosis 50 gram serbuk biji kelor dapatmenurunkan kadar besi (Fe) dimana kadar besi awal yaitu 0,8052 mg/l dan dalam waktu perendaman 10 menitturun menjadi 0,3169 mg/l.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu perendamanmaka semakin menurun tingkat kekeruhan. Akan tetapi, semakin banyak serbuk biji kelor dan semakin lamawaktu perendaman semakin meningkat kadar besi (Fe) yang dihasilkan. Kata Kunci: Air Sumur Gali, Kekeruhan, Kadar Besi, Serbuk Biji Kelor 

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue