cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
PEMANFAATAN ANTENATAL CARE (ANC) OLEH IBU HAMIL PADA MASYARAKAT DESA MOKUPA KECAMATAN LAMBANDIA KABUPATEN KOLAKA TIMUR TAHUN 2015 Ira, Ira; sabilu, yusuf; rasma, rasma
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.432 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1220

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan tenaga profesional (dokter spesialiskebidanan, dokter umum, bidan, dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilan sesuai dengan standarpelayanan antenatal yang diterapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan (SPK). Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pemanfaatan Antenatal Care oleh ibu hamil pada masyarakat desa mokupa kecamatan lambandiakabupaten kolaka timur tahun 2015 ditinjau dari aspek pengetahuan, budaya, ekonomi, dukungan keluarga, danperan bidan desa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis . Dalam penelitian ini,peneliti berperan sebagai instrumen utama penelitian. Data primer berasal dari informan kunci sebanyak 5informan yaitu ibu yang sedang mengandung, dan informan biasa sebanyak 1 orang yaitu bidan desa. Hasilpenelitian yang diperoleh menunjukkan, dalam pemanfaatan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan olehmasyarakat Desa Mokupa, pengetahuan ibu hamil masih dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang dimiliki oleh ibuhamil dan kurangnya sosialisasi oleh pihak puskesmas dalam memberikan penyuluhan baik secara langsungmaupun tidak langsung seperti penyebaran lefleat, dan papan reklame tentang pentingnya pemeriksaankehamilan, serta pemeriksaan kehamilan oleh ibu hamil di petugas kesehatan dalam hal ini bidan desa. Hal ini didasari oleh budaya yang telah turun temurun pada masyarakat desa mokupa yang sebagian besar penduduknyaadalah suku Bugis, yaitu masih banyaknya ibu hamil merasa nyaman pada saat melakukan pemeriksa an didukunkarena alasan diurut dan tidak merasa sungkan pada saat melakukan pemeriksaan. Namun ada juga darimasyarakat setempat yang telah memanfaatkan pemeriksaan kehamilannya oleh petugas kesehatan dalam hal iniBidan desa walaupun tidak rutin.Kata Kunci: Pemeriksaan Kehamilan, Pemanfaatan, Masyarakat bugis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, VULVA HYGIENE, STRES, DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI FLOUR ALBUS (KEPUTIHAN) PADA REMAJA SISWI SMA NEGERI 6 KENDARI 2017 Darma, Muhammad; Yusran, Sartiah; Fachlevy, Andi Faizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.529 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2916

Abstract

Infeksi flour albus merupakansalah satu masalah kesehatan reproduksi bagi kaumperempuan. Kasusflouralbus di Sulawesi Tenggara pada tahun 2010 mencapai 37 kasus dengan prevalensi 33.8 per 1.000.000penduduk perempuan, pada tahun 2011 mencapai 90 kasus dengan prevalensi 80.5 per 1.000.000 pendudukperempuan dan pada tahun 2012 mencapai 54 kasus dengan prevalensi 49.6 per 1.000.000 pendudukperempuan di Kota Kendari. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatanCrossSectional Study.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan pengetahuan, vulvahygiene,stressdan pola makan dengan kejadian infeksi flour albus pada remaja siswi SMA Negeri 6 Kendari2017. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi SMA Negeri 6 Kendari sebanyak 526. Sampel penelitian inisebanyak 81 orang dan teknik pengambilan sampelnya menggunakan proportional stratified randomsampling.Analisis statistik menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% ( =0,05). Hasilpenelitian menunjukan pengetahuan (ρ-Value = 0,009), stres (ρ-Value = 0,038), dan pola makan (ρValue =0,000) berhubungan dengan kejadian infeksi flour albus, sedangkan vulva hygiene (ρ-Value = 0,491) tidakberhubungan dengan kejadian infeksi flour albus pada remaja siswi SMA Negeri 6 Kendari 2016. Adapun sarandalam penelitian ini yaitu Siswi perlu mencari informasi bagaimana menjaga alat reproduksi yang baik danbenar agar masalah-masalah infeksi flour albus bisa diketahui dan cepat pula proses penangananya.Kata Kunci : Infeksi Flour Albus, Pengetahuan, Vulva Hygiene, Stress, Pola Makan
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAARA KABUPATEN MUNA TAHUN 2016 Nur Azila, Wa Ode Sitti; Yuniar, Nani; Ismail, Cece Suriani
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.039 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i5.2006

Abstract

ABSTRAKASI eksklusif adalah pemberian ASI sejak bayi dilahirkan sampai sekitar 6 bulan, diberikan tanpa jadwal dan tidakdi berikan makanan lain sampai bayi berumur 6 bulan. Laporan dari puskesmas Waara pada tahun 2015 yaknijumlah bayi yang mendapatkan ASI hanya 20 atau 39% dari 50 sasaran bayi. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga, sik ap ibu dan dukungan petugas kesehatandengan pemberian ASI ekslusif di wilayah kerja puskesmas Waara tahun 2016. Jenis penelitian bersifatobservasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi adalah seluruh balita yang tercatatdalam registrasi dipuskesmas Waara yang berusia 7-12 bulan yaitu 94 anggota dengan sampel sebanyak 74responden dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data meliputi univariat dan bivariat denganmenggunakan Chi Square dengan hasil analisis bahwa seluruh variabel yang diteliti nilai P > 0.05. Pengetahuan,dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan berhubungan dengan pemberian ASI ekslusif, sedangakansikap ibu tidak berhubungan dengan pemberian ASI ekslusif.Kata Kunci : ASI, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Sikap Ibu, Dukungan Petugas Kesehatan.
STUDI PSIKOGRAFIS DALAM PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN ALAT KONNTRASEPSI PADA MASYARAKAT SUKU BAJO DI DESA BAJO INDAH KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE TAHUN 2017 Putri, Vebi Yogawana; Ahmad, La Ode Ali Imran; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.659 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i1.3918

Abstract

Masyarakat Suku Bajo merupakan masyarakat dengan latar belakang sosial, ekonomi dan demografi serta budaya yangberbeda dari masyarakat lain. Secara perlahan, suku Bajo di Desa Bajo Indah sudah tersentuh oleh modernisasi yangdiharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan termasuk fertilitas. Faktor penting dalam upaya program keluargaberencana adalah pemilihan dan penggunaan alat kontrasepsi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui psikografis dalam pemilihan dan penggunaan alat kontrasepsi pada masyarakat s uku bajo di Desa BajoIndah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah metode survei denganpendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5informan biasa mengatakan bahwa mereka menggunakan alat kontrasepsi berupa pil KB, Suntik dan Implant. Selamamenggunakan alat kontrasepsi, informan mengatakan ada efek samping yang dirasakan tetapi tidak menggangguaktivitas fisik mereka. Jenis alat kontrasepsi yang digunakan in forman ditentukan oleh biaya pemasangan alatkontrasepsi. Selain itu, budaya yang sudah lama di pegang erat masyarakat suku bajo tidak menghalangi mereka dalammemilih jenis dan menggunakan alat kontrasepsi. Sehingga, informan memilih jenis kontrasepsi ber dasarkankecocokkan dan biaya pemasangan alat kontrasepsi. Untuk mendukung BKKBN meningkatkan peran serta masyarakatdalam program KB, sebaiknnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara khususnya bidang Kependudukan bekerja samadengan Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe untuk mempromosikan kontrasepsi jangka panjang dan permanen yangdiharapakn akan membantu menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia.Kata Kunci: Suku Bajo, Pemilihan dan Penggunaan Alat Konrasepsi, Biaya, Budaya, Aktivitas
STUDI TENTANG PENERAPAN FUNGSI MANAJEMEN PUSKESMAS TERHADAP PENCAPAIAN UNIVERSAL CHILD IMMUNIZATION (UCI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS KOTA KENDARI TAHUN 2014 Rismayani, Merdha; Junaid, Junaid; Afa, Jusniar Rusli
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.214 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1225

Abstract

Pencapaian Universal Child Immunization (UCI) pada dasarnya merupakan suatu gambaran terhadap cakupansasaran bayi untuk melakukan pencegahan dengan cara promotif dan preventif untuk meningkatkan kekebalantubuh pada bayi. Puskesmas Perumnas merupakan salah satu Puskesmas yang ada di Kota Kendari yang setiaptahunnya mengalami penurunan cakupan UCI kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranpenerapan fungsi manajemen Puskesmas terhadap pencapaian UCI di wilayah kerja Puskesmas Perumnas kotaKendari Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis.Informan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yakni informan 1 kunci dan informan biasa yang berjumlah2 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program imunisasi khususnya di PuskesmasPerumnas belum dilaksanakan dengan baik sedangkan pengorganisasian yang dilaksanakan oleh pihakPuskesmas Perumnas sudah berjalan dengan baik. Pelaksanaan kegiatan imunisasi yang dilaksanakan olehpihak Puskesmas Perumnas di wilayah kerja Puskesmas Perumnas belum dilaksanakan secara optimal sertaPengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan imunisasi yang dilaksanakan oleh pihak Puskesmas Perumnas diwilayah kerja Puskesmas Perumnas sudah dilaksanakan dengan baik. Diharapkan kepada Kepala PuskesmasPerumnas agar memberikan pengarahan atau bimbingan kepada para petugas imunisasi dalam hal ini pihakyang terkait dengan pelaksanaan kegiatan imunisasi serta diharapkan agar melakukan koordinasi kepada DinasKesehatan Kota Kendari terkait dengan kendaraan yang dipakai dalam menunjang pelaksanaan kegiatanimunisasi.Kata Kunci : Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan.
VOL. 2/NO.6/ Mei/2017; ISSN 250-731X STUDI PEMANFAATAN POLIKLINIK GIGI DI PUSKESMAS KAPOIALA KECAMATAN KAPOIALA KABUPATEN KONAWE TAHUN 2016 Laumara, Taqiyyah Tsabita; Ahmad, La Ode Ali Imran; Paridah, Paridah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.772 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2909

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah interaksi antara konsumen dengan provider (penyediapelayanan).Pemanfaatan pelayanan kesehatan erat hubungannya dengan kapan seseorang memerlukanpelayanan kesehatan dan seberapa jauh efektifitas pelayanan tersebut.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahuigambaran pemanfaatan Poliklinik Gigi berdasarkan akses, mutu pelayanan, dan kepuasan pasien di PuskesmasKapoiala Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe Tahun 2016.Metode penelitian ini adalah deskriptif denganpendekatan survei, dimaksudkan untuk mengetahui gambaran pemanfaatan Poliklinik Gigi di PuskesmasKapoiala Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan Pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dipuskesmas kapoiala masih kurang dimanfatkan, akses tempat tinggal responden terhadap pemanfaatanPoliklinik Gigi Puskesmas Kapoiala masih sulit sehingga masyarakat kurang memanfaatkan Poliklinik Gigi, mutupelayanan yang tersedia di Poliklinik Gigi Puskesmas Kapoiala sudah baik, kepuasan pasien yang didapat diPuskesmas Kapoialaresponden menyatakan puas terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pemerintahdan Dinkes Kabupaten Konawe diharapkan melakukan perbaikan dan penambahan sarana dan prasaranakesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan.Selain itu, memperhatikan sar ana transportasi dan jalan sertapenyebrangan yang menghubungkan beberapa desa agar mempermudah masyarakat menggunakan fasilitaspelayanan kesehatan di Puskesmas Kapoaiala yang merupakan pusat kesehatan yang berada di daerahtersebut untuk menunjang pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.Kata Kunci :Pemanfaatan Pelayanan, Akses, Mutu Pelayanan, Kepuasan Pasien
HUBUNGAN HIGIENE PERORANGAN DAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA PETUGAS PENGANGKUT SAMPAH DINAS KEBERSIHAN KOTA KENDARI TAHUN 2016 Sari, Wana Mayang; Nirmala, fifi; Ibrahim, Karma
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.331 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i5.2016

Abstract

Penyakit infeksi kecacingan merupakan salah satu penyakit yang masih banyak terjadi di masyarakat namunkurang mendapatkan perhatian. Salah satu jenis penyakit dari kelompok ini adalah penyakit kecacingan yangdiakibatkan oleh infeksi cacing kelompok Soil Transmitted Helminth (STH). Ada 3 jenis cacing STH yang terpenting,yaitu cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) dancacing cambuk (Trichuris trichura). Infeksi cacing terjadi pada orang yang dengan kebersihan pribadi yang tidakbaik disertai sering tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap saat bekerja di tempat sampah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene perorangan dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD)dengan kejadian kecacingan pada petugas pengangkut sampah Dinas Kebersihan Kota Kendari. Penelitia n inimerupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penentuan sampeldalam penelitian ini menggunakan pendekatan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 47petugas pengangkut sampah. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan mikroskopisterhadap adanya infeksi cacing dari petugas sampah untuk mengidentifikasi kejadian penyakit, serta lembarobservasi untuk mengukur sanitasi lingkungan rumah sebagai variabel confounding. Hasil yang didapat daripenelitian ini menyebutkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara higiene perorangan dengan kejadiankecacingan (p = 0,001), dan ada hubungan yang signifikan antara penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengankejadian kecacingan (p = 0,015). Masih adanya infeksi cacing yang ditemukan pada petugas pengangkut sampahdiharapakan agar petugas menggunakan APD secara lengkap, bersih dan rutin pada saat melakukan pekerjaan,selalu memperhatikan kebersihan diri, serta lebih meningkatkan sarana sanitasi lingkungan rumahKata Kunci: Higiene Perorangan, APD, Kejadian Kecacingan
GAMBARAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALAHGUNAAN OBAT PCC (PARACETAMOL, CAFFEINE, CARISOPRODOL) DI KOTA KENDARI TAHUN 2017 Musdar, Andi Sulfida; Lestari, Hariati; Yasnani, Yasnani
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.97 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3986

Abstract

Penyalahgunaan obat merupakan sebuah obat yang dimanfaatkan secara keliru (misused) setiap kaliseseorang dengan sembarang menggunakan obat-obatan (seperti ketika seseorang menggunakan obat yangdiresepkan untuk orang lain). Obat disalahgunakan (abused) ketika seseorang terus menerus mengkonsumsi obattersebut sehingga menghasilkan ketergantungan fisik dan/atau psikologis terhadap obat . Obat PCC (Paracetamol,Caffeine, Carisoprodol) adalah obat yang biasa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan obat sakit jantung,sehingga obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan dibawah pengawasan dokter dan Apoteker. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran factor sikap rasa ingin tahu, riwayat penggunaan narkoba,keterjangkauan obat PCC, lingkungan pergaulan, dan kondisi ekonomi keluarga terhadap penyalahgunaan obat PCCdi Kota Kendari tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan metode survey deskriptif.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna narkoba di Kota Kendari yaitu sebanyak 90 orang, dan sampeldalam penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi yaitu dengan teknik exhaustive sampling. Hasil penelitian sikaprasa ingin tahu tinggi sebanyak 91,4% dan sikap rasa ingin tahu rendah 8,6%, riwayat penggunaan narkoba sebanyak65,7% pernah menggunakan narkoba sebelum obat PCC dan yang tidak pernah menggunakan obat PCC sebanyak34,3%, keterjangkauan obat PCC sebanyak 97,1% mudah menjangkau obat PCC dan yang sulit mengjangkau obatPCC 2,9%, lingkungan pergaulan sebanyak 71,4% lingkungan pergaulan buruk dan 28,6% lingkungan baik, kondisiekonomi keluarga sebanyak 100% kondisi ekonomi keluarga tinggi.Kata kunci : Penyalahgunaan obat PCC, sikap rasa ingin tahu, riwayat penggunaan narkoba, keterjangkauan obatPCC, lingkungan pergaulan, ekonomi keluarga.
FAKTORFAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA NELAYAN DI DESA LAMANGGAU KECAMATAN TOMIA KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2016 Sarfiah, Sarfiah; Asfian, Pitrah; Ardiansyah, Ririn Teguh
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.648 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1232

Abstract

Salah satu penyakit akibat kerja yang paling banyak dijumpai yaitu dermatitis kontak.Dermatitis Kontak Iritanadalah efek langsung dari bahan iritan baik fisika maupun kimia yang bersifat tidak spesifik padakulit.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontakiritan pada nelayan.Jenis penelitian ini merupakan Observational analitik dengan rancangan penelitianmenggunakan desain potong silang (cross sectional study).Lokasi pada penelitian ini dilakukan di DesaLamanggau Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara pada tahun 2016.Sampel penelitianadalah nelayan yang berumur 20-68 tahun dengan jumlah responden sebanyak 61 orang yang diambil secaraacak (simple random sampling). Faktor-faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak iritan (variabelterikat) dianalisis dengan uji statistik Chi-Square dengan tingkat signifikan 54,1%. Faktor yang berhubungansecara signifikan adalah personal hygiene dengan hasil uji statistik didapatkan nilai ρ value=0,000<0,05 danlama kontak dengan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai ρ value=0,000<0,05, sedangkan riwayat penyakit kulitsebelumnya dan riwayat pekerjaan sebelumnya (variabel bebas) tidak memiliki hubungan yang signifikan.Kesimpulan yang dapat ditarik adalah nelayan di Desa Lamanggau hendaknya memperhatikan kebersihan diri(Personal hygiene) agar tidak mudah terkontaminasi bahan iritan yang mempermudah kulit  mengalamigangguan. Waktu kerja nelayan tidak boleh lebih dari 8 jam/hari karena berada dalam kondisi bas ah danlembab dalam waktu lama dapat mempermudah kulit mengalami gangguan.Cara yang dapat dilakukan untukmencegah terjadinya dermatitis kontak iritan adalah dengan memperhatikan dan meningkatkan kebersihandiri serta mengurangi lama kontak agar terhindar dari gangguan kulit.Kata kunci :Dermatitis, personal hygiene, lama kontak, penyakit kulit, dan nelayan.
H U B U N G A N P E N G E T A H U A N , S T R E S , P E N G G U N A A N A N T I S E P T I K D A N P E N G G U N A A N P E M B A L U T D E N G A N K E J A D I A N F L U O R A L B U S P A D A R E MA J A S I S W I S M A N E G E R I 8 K E N D A R I T A H U N 2 0 1 7 Pratiwi, Tiaradevi Maudhyta; Sabilu, Yusuf; Fachlevy, Andi Faizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.7 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2910

Abstract

Fluor albus patologis adalah keluarnya cairan yang disebabkan oleh infeksi yang disertai dengan rasa gatal disekitar bibir vagina bagian luar, jumlahnya banyak, timbul terus menerus, warnanya berubah disertai adanyakeluhan (seperti gatal, panas, nyeri) serta berbau. Fluor albus disebabkan oleh bakteri Gardnerella Vaginalis.Infeksi bakteri ini memiliki ciri berwarna keabuan, cairan sedikit encer, berbau amis dan berbuih. Hal ini dapatmenyebabkan vagina mengalami radang dan kemerahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganpengetahuan, stres, penggunaan antiseptik dan penggunaan pembalut dengan kejadian Fluor albus pada siswiSMA Negeri 8 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian crosssectional study. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswi kelas X, XI dan XII SMA Negeri 8 Kendari Tahun 2017yaitu sebanyak 289 orang. Penentuan sampel menggunakan pendekatan proportional stratified randomsampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 72 responden. Pengumpulan data dengan menggunakankuesioner untuk mengukur variabel. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan95% (α=0,05) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian Fluoralbus (p = 0,015) dan tidak ada hubungan antara stres dengan kejadian Fluor albus (p=0,643) serta tidak adahubungan antara penggunaan antiseptik dengan kejadian Fluor albus (p=1,000) dan ada hubungan yangsignifikan antara penggunaan pembalut dengan kejadian Fluor albus (p = 0,049).Kata kunci: pengetahuan, stres, penggunaan antiseptik, penggunaan pembalut, kejadian Fluor albus

Page 7 of 55 | Total Record : 550


Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue