cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
STUDI KUALITAS AIR MINUM DI DESA BALO KECAMATAN KABAENA TIMUR KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2016 Muthaz, Bayu Dwi Atma; Karimuna, Siti Rabbani; Ardiansyah, Ririn Teguh
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.104 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i5.2085

Abstract

Air dalam tubuh manusia berkisar antara 50 - 70%, apabila kehilangan 15% dari berat badan dapatmengakibatkan kematian.Air merupakan sumber kehidupan selain sebagai media penularan penyakit ( waterborne disease). Penelitian ini dilakukan pada bulan oktober 2016 Di Laboratorium Fakultas MIPA Universitas HaluOleo kendari yang bertujuan untuk mengetahui jumlah “bakteri E.coli dan Coliform” pada sumber air minum didesa Balo Kecamatan Kabaena Timur Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptifdengan melakukan observasi dan uji laboratorium bakteriologis. Sumber air minum yang di teliti terdiri dari 3sumber air minum yaitu mata air,air sungai dan sumur gali. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa 1dari 3 sampel air yang didapatkan dari sumber air minum positif mengandung bakteri E.coli dan Coliform yangberasal dari sumber mata air sedangkan yang bersumber dari air sungai dan sumur gali tidak menunjukan adanyakehadiran bakteri E.coli dan Coliform bisa dan dari penelitian ini sampel mata air yang di teliti dikatakan tidakmemenuhi persyaratan uji mikrobiologis yang sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNomor492/Menkes/PER/IV/2010 memberikan pengaruh dan sumbangan yang signifikan.Kata Kunci : Mata air, Air Sungai, Sumur Gali,E.coli dan Coliform , Kualitas Air Minum, Total Bakteri
ANALISIS SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBERIAN ASI PADA BAYI DI KECAMATAN LAWA KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2017 Fitria, Fetty; Majid, Ruslan; Rezal, Farid
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.075 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3991

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi yang mengandung nutrisi optimal baik kualitas maupunkuantitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui Sosial Budaya Dalam Pemberian ASI Pada Bayi Di Kecamatan LawaKabupaten Muna Barat Tahun 2017. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomonologis.Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Informan kunci 5 orang ibu menyusui dan informanbiasa 2 orang dukun, 1 orang tokoh masyarakat dan 1 orang bidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan yangdi anjurkan selama menyusui yaitu kacang-kacangan, daun katuk, jantung pisang, daun melinjo, kangkung, ikan bakar,telur rebus, dan daging. Sedangkan Makanan yang di pantang nanas, nangka, papaya, langsat, pisang, ter ong, ikanbasah, ikan asin, ikan pari dan tidak boleh konsumsi garam, minum es, makanan pedis, santan dan makanan berminyakselama 44 hari. Dukungan pemberian ASI di peroleh dari suami, mertua, ibu, kakak kandung dan keluarga lainnya sertatenaga kesehatan. Kegagalan pemberian ASI Eksklusif dikarenakan beberapa alasan seperti tidak keluarnya ASI padahari pertama, bayi menangis dan budaya masyarakat setempat seperti pemberian jagung halus, daun pare, air putihdan madu pada saat bayi di lahirkan. Perilaku atau kebiasaan ibu menyusui yaitu tidak boleh keluar rumah pada saatmendung, rintik-rintik, magrib, subuh, mandi air panas selama 44 hari, tidak boleh menyusui pada saat makan yangpanas dan harus pakai stagen. Sumber informasi ini berasal dari orang tua, dukun, dan budaya masyarakat secara turuntemurun.DisarankankepadatenagakesehatanagarmelakukanpenyuluhankepadamasyarakattentangASIEksklusifdanmeyakinkanmasyarakatbahwaibumenyusuimemerlukanmakananyangbergizi.
PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PADA IBU HAMIL TERHADAP KELUHAN SAKIT SELAMA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMPO KECAMATAN NAPABALANO KABUPATEN MUNA TAHUN 2016 Suharni, Suharni; Lestari, Hariati; Ardiansyah, Ririn Teguh
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.389 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1237

Abstract

Perilaku pencarian pengobatan adalah perilaku orang atau masyarakat yang sedang mengalamisakit atau masalah kesehatan yang lain, untuk memperoleh pengobatan sehingga sembuh atauteratasi masalah kesehatannya. Pencarian pengobatan pada masyarakat Indonesia dipenuhimelalui tiga cara yaitu pengobatan sendiri di rumah, pengobatan pada sektor tradisional, danpengobatan pada sektor professional. Tujuan penelitian ini untuk megetahui perilaku pencarianpengobatan ibu hamil terhadap keluhan sakit selama kehamilan di wilayah kerja PuskesmasTampo Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna tahun 2016. Penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologis. Cara mendapatkan informasimelalui wawancara mendalam dan observasi lapangan. Teknik pengambilan sampel denganmenggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria pada informan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pengobatan sektor awam (pengobatan sendiri) yang dilakukan ibu hamilterhadap keluhan sakit selama hamil adalah membeli obat di warung/pasar dan istrahat dirumah,pengobatan sektor tradisional yang dilakukan adalah pengobatan dukun, dengan menyentuhperut si ibu hamil untuk mengetahui dan memperbaiki letak janin dan kondisi bayi sertapemberian air do’a, sedangkan pengobatan sektor medis professional yang dilakukan adalahpengobatan ke tenaga kesehatan, Puskesmas dan Rumah Sakit. Sumber informasi pencarianpengobatan lebih banyak didengarkan dari orang tua/mertua karena faktor kepercayaan dandianggap sudah berpengalaman. Adapun saran untuk penelitian ini adalah perlunya peningkatanpengetahuan bagi ibu hamil tentang pentingnya melakukan pencarian pengobatan pada sektormedis professional bila mengalami keluhan sakit selama hamil agar ibu hamil mampu menjagakehamilannya dengan baik sehingga resiko kematian ibu dan bayi dapat dihindari.Kata Kunci: Perilaku Pencarian Pengobatan, Keluhan sakit, Kehamilan
ANALISIS DAMPAK KEPADATAN LALAT, SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HIGIENE TERHADAP KEJADIAN DEMAM TIFOID DI PEMUKIMAN UPTD RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) KOTA KENDARI TAHUN 2017 Lestari, Yunita; Nirmala, Fifi; Saktiansyah, La Ode Ahmad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.522 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2947

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonellathypi. Dari hasil catatan Puskesmas Poasia Kota Kendari terdapat 354 kasus pada tahun 2016. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan lalat, sanitasi lingkungan, jarak pemukiman denganRPH dan personal higiene terhadap kejadian demam tifoid di wilayah pemukiam RPH Kota Kendari. Penelitianini menggunakan rancangan penelitian analitik dengan menggunakan metode case control. Responden padapenelitian ini berjumlah 40 orang kelompok kasus dan 40 orang kelompok kontrol. Metode pengambilan datadilakukan dengan observasi dan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi -square dengan tingkatkemaknaan 95%. Hasil penelitian menjelaskan bahwa determinan yang berhubungan dengan kejadian demamtifoid adalah kepadatan lalat dengan nilai (P=0,035, OR= 3,116, CI 95% = 1,184–8,200); dan Jarak Perumahandengan nilai (P=0,020, OR= 3,444, CI 95% = 1,310–9,058). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalahsanitasi perumahan atau lingkungan dengan nilai (P= 1.000); dan personal higiene dengan nilai (P = 1.000).Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat kita simpulkan bahwa ada hubungan antara kepadatan lalat danjarak perumahan dengan kejadian demam tifoid, sedangkan sanitasi perumahan dan personal hygiene tidakada hubungannya dengan kejadian demam tifoid.Kata Kunci : Tifoid, Kepadatan Lalat, Jarak Perumahan,Sanitasi Perumahan, Personal higiene, RumahPemotongan Hewan (RPH).
STUDI PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN RAWAT JALAN TINGKAT PERTAMA (RJTP) PADAPESERTA BPJS KESEHATAN DI PUSKESMAS PERUMNAS KOTA KENDARI TAHUN 2016 parman, parman; Majid, Ruslan; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.36 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i5.2096

Abstract

ABSTRAKPelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pelayanan kesehatan tingkat kedua hanya dapat diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan tingkatpertama. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga hanya dapat di berikan atas rujukan dari pelayanan kesehatantingkat kedua atau tingkat pertama, kecuali pada keadaan gawat darurat, kekhususan permasalahan kesehatanpasien, pertimbangan geografis, dan pertimbangan ketersediaan fasilitas Tingginya rasio rujukan di PuskesmasPerumnas melebihi standar ketetapan BPJS Kesehatan 15% berpengaruh pada tingginya pelayanan di rumah sakit.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran umum pelaksanaan sistem rujukan rawat jalan tingkatpertama peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Perumnas Kendari tahun 2016. Data primer berasal dari informankunci dan informan biasa yaitu mereka yang di anggap secara baik dan benar yang berjumlah 6 orang denganrincian 1 informan kunci dan 5 informan biasa sedangkan data sekunder di peroleh dari instansi terkait penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aspek kebijakan system rujukan belum berjalan dengan baikdilihat dari tingginya rasio rujukan yang mencapai 16% melebihi dari standar ketetapan BPJS Kesehatan yaitu 15%,ketersediaan dokter telah memenuhi standar SDM, ketersediaan obat-obatan belum lengkap, ketersediaanfasilitas dan alat kesehatan medis fasilitas pelayanan kesehatan belum lengkap dan masih ada beberapa Pasienyang meminta rujukan namun apabila masih dapat ditangani di Puskesmas Perumnas maka tidak akan diberirujukan.Kata Kunci: Sistem Rujukan RJTP, BPJS Kesehatan, Puskesmas Perumnas
HUBUNGAN PERSEPSI MUTU PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS PERUMNAS DI KOTA KENDARI TAHUN 2016 Warda, Andi; Junaid, Junaid; Fachlevy, Andi Faizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.658 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1245

Abstract

Berkembangnya jenis pelayanan kesehatan terutama di puskesmas membuat mutu pelayanan kesehatan di puskesmas mudah terabaikan.Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasiantara persepsi mutu pelayanan administrasi, dokter, perawat, obat dan kelengkapan sarana dengantingkat kepuasan pasien puskesmas perumnas. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitikdengan metode survey dan pendekatan crossectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret2016 di puskesmas perumnas. Populasi dalam penelitian ini adalah 14.553 orang dengan besarsampel 100 orang. Analisis data menggunakan dispersi data, uji korelasi spearman dan analisis faktordengan metode varimax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermaknaantara persepsi mutu pelayanan administrasi, dokter, perawat, obat dan kelengkapan sarana dengantingkat kepuasan pasien (p<0,05), terdapat 2 faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien, faktorpertama adalah persepsi mutu pelayanan dokter dan perawat (rotated component matrix>0,9,transformation matrix 0,771> 0,5) dan faktor kedua yaitu persepsi mutu pelayanan obat dankelengkapan sarana (rotated component matriks> 0,8, transformation matrix 0,637> 0,5),dimanafaktor pertama dapat menjelaskan faktor sebesar 95%. Terdapat korelasi yang positif antara keduafaktor dengan kepuasan pasien dengan kekuatan korelasi yang kuat (>0,5), dimana faktor pertama(persepsi pelayanan dokter dan perawat) memiliki kekuatan korelasi yang paling besar (0,70).Disarankan terutama bagi puskesmas untuk membenahi pelayanan yang diberikan kepada pasienterutama pelayanan dokter dan perawat.Kata kunci : Persepsi mutu pelayanan administrasi,Persepsi mutu pelayanan Dokter, Persepsi mutu pelayanan perawat, Persepsi mutu pelayanan obat, Persepsi kelengkapan sarana,Tingkat kepuasan pasien.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI BAGIAN PESISIR KOTA KENDARI TAHUN 2017 Nurnaningsi, Sarnita; Sabilu, Yusuf; Fachlevy, Andi Faizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.855 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.3034

Abstract

Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karenamerupakan penyumbang utama angka kesakitan dan kematian pada anak diberbagai negaratermasuk Indonesia. Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengankejadian diare pada balita di wilayah kerja puskesmas Abeli bagian pesisir Kota Kendari tahun 2017.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan crosssectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 61 balita yang berdomisili di wilayah pesisir yangtersebar di 3 (tiga) kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja puskesmas Abeli, diantaranyakelurahan Lapulu, kelurahan Poasia, dan kelurahan Talia. Hasil uji statistik pada tingkat signifikasialpha 0,05 diperoleh hasil, (1) ada hubungan yang bermakna antara sarana penyediaan air bersihdengan kejadian diare balita (ρValue= 0,000), (2) ada hubungan yang bermakna antara pembuangan airlimbah dengan kejadian diare balita (ρValue= 0,000), (3) ada hubungan yang bermakna antara saranapembuangan sampah dengan kejadian diare balita (ρValue= 0,022), (4) ada hubungan yang bermaknaantara pembuangan tinja dengan kejadian diare balita (ρValue= 0,000), (5) ada hubungan yangbermakna antara kepadatan lalat dengan kejadian diare balita (ρValue= 0,048). Diharapkan kepadamasyarakat untuk menjadikan penelitian ini sebagai informasi terkait penyebab meningkatnya Diareyang sering terjadi pada masyarakat sebagai upaya pencegahan awal terhadap penyakit Diare danbagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut.Kata Kunci :Penyakit Diare, Sarana Penyediaan Air Bersih Pembuangan Air Limbah, SaranaPembuangan Sampah, Pembuangan Tinja Dan Kepadatan Lalat.
FAKTOR DETERMINAN GASTRITIS KLINIS PADA MAHASISWA DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO TAHUN 2016 Novitasary, Ayu; sabilu, yusuf; Ismail, Cece Suriani
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.687 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2864

Abstract

Penyakit gastritis dapat menyerang seluruh lapisan masyarakat dari semua tingkat usia maupun jenis kelamin.Kejadian gastritis masih menjadi masalah penyakit terbesar di Kota Kendari, dari data 5 tahun terakhir yangdiperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Kendari terjadi peningkatan jumlah kasus kejadian gastritis di KotaKendari yang tidak menentu. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan CrossSectional Study. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan gatritis klinis pada mahasiswatentang pola makan berisiko, stres, merokok, kebiasaan mengonsumsi kopi, kebiasaan mengonsumsi obat antiinflamasi non streroid (OAINS) dan riwayat gastritis keluarga pada mahasiswa di fakultas KesehatanMasyarakat Universitas Halu Oleo. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2014, 2015, dan2016 sebanyak 650 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 242 orang dan teknik pengambilan sampelmenggunakan Proportional Stratified random sampling. Analisis statistik menggunakan uji Chi-squre padatingkat kepercayaan 95% ( =0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola makan berisiko(ρ value =0,000), stress (ρ value = 0,000), dan riwayat gastritis keluarga (ρ value = 0,000) merupakan determinan gastritisklinis. Sedangkan Kebiasaan minum kopi (ρ value = 0,311), mengonsumsi OAINS (ρ value = 0,472), danmerokok (ρ value = 1,000) bukan merupakan determinan gastritis klinis di Fakultas Kesehatan MasyarakatUniversitas Halu Oleo Kendari.Kata kunci: gastritis klinis, pola makan berisiko, stres, konsumsi kopi, konsumsi OAINS, riwayat gastritiskeluarga, merokok, mahasiswa
SKRINING DAN STUDI EPIDEMIOLOGI PENGGUNAAN BORAKS PADA TAHU PUTIH YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL SE-KOTA KENDARI TAHUN 2016 Arfa, Evi Rahmawati; Karimuna, Siti Rabbani; Tina, Lymbran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.698 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1251

Abstract

Boraks merupakan zat pengawet yang tidak diizinkan oleh pemerintah digunakan sebagai bahantambahan makanan, namun bahan berbahaya tersebut masih digunakan secara luas di masyarakat padaberbagai produk bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan boraks padatahu putih yang dijual di pasar tradisional se-Kota Kendari tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitiandeskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 44 pedagang tahu. Hasil penelitian diperoleh, pengetahuanpedagang tentang boraks berada pada kategori baik yaitu sebanyak 54,5%, sedangakan yang berada padakategori kurang baik sebanyak45,5%, sikap pedagang berada pada kategori baik yaitu sebanyak 75%,sedangkan yang berada pada kategori kurang baik sebanyak 25%, 75% pedagang menyatakan tidak tersediabahan pengenyal,sedangkan 25% menyatakan tersedia bahan pengenyal boraks di pasaran, 70,5% pedagangmenyatakan sulit dalam mengakses bahan pengenyal, sedangkan 29,5% menyatakan mudah dalam mengaksesbahan pengenyal,  pengawasan petugas kesehatan berada pada kategori kurang baik yaitu sebesar 59,1%,sedangkan 40,9% berada pada kategori baik, 95,5% pedagang menyatakan tidak terpengaruh oleh lingkungan,sedangkan 4,5% menyatakan terpengaruh. Hasil penelitian uji laboratorium menunjukkan bahwa terdapat 17sampel tahu yang positif mengandung boraks dengan kadar masing-masing 12,5 ppm, 7,7 ppm, 8,7 ppm, 7,9ppm, 10,7 ppm, 8,2 ppm, 13,5 ppm, 6,23 ppm, 8,20 ppm, 7,90 ppm, 9,5 ppm, 8,8 ppm,9,07 ppm, 6,48 ppm,12,43 ppm, 7,67 ppm dan 7.20 ppm.Kata kunci : Boraks, Tahu, Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan Bahan, Kemudahan Mengakses, PengawasanPetugas Kesehatan, Lingkungan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DALAM DARAH PADA PETUGAS KEPOLISIAN DI POLRESTA KOTA KENDARI TAHUN 2017 winda, winda; Yuniar, Nani; Ismail, Cece Suriani
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.924 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i7.3413

Abstract

ABSTRAKKolesterol adalah komponen lemak darah, yang tidak dibutuhkan dalam makanan, karena dalam jumlah khusustelah disintesis oleh tubuh. Kadar kolesterol yang tinggi merupakan faktor resiko pada beberapa peny akitdegenaratif, seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus, struk, dan hipertensi. Faktor -faktor yangberhubungan dengan kadar kolesterol total adalah keadaan gizi lebih pada seseorang, aktivitas fisik, konsumsikarbohidrat dan lemak yang berlebih. Indikator gizi lebih dapat diukur dengan menggunakan pengukuran IndenksMassa Tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor -faktor yang berhubungan dengan kadar kolesteroltotal dalam darah pada petugas kepolisian di Polresta Kota Kendari tahun 2017. Jenis penelitian ini adalahobservasional dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas kepolisianyang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 376 orang. Sampel dalam penelitian ini sebesar 50 orang dengan tekni kPurposive Sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubunganyang signifikan antara variabel IMT dengan kadar kolesterol total (p=0,001), dan ada hubungan yang signifikanantara konsumsi lemak dengan kadar kolesterol total (p=0,010). Serta tidak terdapat hubungan antara variabelaktivitas fisik dengan kadar kolesterol total (p=0,292), dan tidak terdapat hubungan antara konsumsi karbohidratdengan kadar kolesterol total (p=0,406). Adanya kadar kolesterol total tinggi dalam darah yang dimiliki petugaskepolisian, diharapkan agar para petugas kepolisian lebih memperhatikan lagi pola hidup sehat dalam hal ini polakonsumsi makanan yang cukup.Kata Kunci: kolesterol total, IMT, aktivitas fisik, konsumsi karbohidrat dan l emak.

Page 8 of 55 | Total Record : 550


Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 1 (2023): Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue