cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON PADA KAWASAN BENIH LOBSTER DI PERAIRAN RANOOHA RAYA, KECAMATAN MORAMO, KABUPATEN KONAWE SELATAN Sumiati, Sumiati; Kasim, Ma`ruf; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur komunitas zooplankton juga banyak dipengaruhi oleh kombinasi antara suhu dan nutrien di dalamnya. Kemampuan renangnya terbatas sehingga keberadaannya dalam suatu perairan masih sangat ditentukan oleh arus. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui struktur komunitas zooplankton pada kawasan benih lobster dan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan zooplankton pada kawasan benih lobster yang terdapat di Perairan Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Dengan metode yang digunakan yaitu purposive sampling method. Hasil pengamatan komposisi jenis zooplankton ditemukan 17 jenis zooplankton dengan nilai komposisi jenis tertinggi yaitu dari kelas Crustacea sebesar 35-41% sedangkan yang terendah dari kelas Maxillopoda sebesar 11% dan Malacostraca sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukan nilai kelimpahan relatif tertinggi yaitu jenis Copepoda sebesar 18.02%, 24.53% dan 27.79%, sedangkan nilai terendah yaitu jenis Cletocamptus sebesar 0.58%, Brachyuran larva dan Balanus sebesar 0.58%. Hasil pengamatan kelimpahan didapatkan nilai sebesar 1.720, 3.190 dan 2.890 Ind/l. Hasil pengamatan indeks keanekaragaman didapatkan nilai sebesar 2,0612-2,3542. Hasil pengamatan indeks keseragaman didapatkan nilai sebesar 0,8491, 0,8726 dan 0,8295. Hasil pengamatan indeks dominansi didapatkan nilai sebesar 0,1190, 0,1365 dan 0,1562. Pengukuran kualitas perairan diperoleh kisaran suhu 29-30°C, salinitas 29-31‰, pH 7, kecerahan 2,5-4,5m dan kecepatan arus 0,01-0,03 m/s.Kata kunci: Struktur Komunitas, Ranooha Raya, Zooplankton
Pengaruh Variasi Warna Umpan Bulu Ayam Terhadap Hasil Tangkapan Pancing Ulur di Perairan Pulau Wawonii Sulawesi Tenggara Nur, Astati; Mustafa, Ahmad; Kamri, Syamsul
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Perairan Wawonii selama bulan juni sampai juli 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan ukuran ikan yang tertangkap dan jumlah hasil tangkapan pancing ulur menggunakan variasi warna umpan bulu ayam di Perairan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan. Metode yang digunakan adalah experimental fishing pancing ulur menggunakan variasi warna umpan bulu ayam. Perlakuan (treatment) warna umpan yang dipakai terdiri atas 3 warna, yaitu hitam putih dominan hitam, putih orange dominan orange dan putih kuning dominan putih. Masing-masing umpan dioperasikan secara bersamaan pada kondisi perairan yang homogen. Hasil tangkapan menunjukan bahwa umpan dengan warna hitam putih memiliki jumlah sebanyak 90 ekor,warna putih orange sebanyak 77 ekor dan putih kuning sebanyak 73 ekor. Total hasil tangkapan pada penelitian ini sejumlah 240 ekor dan terdiri atas 4 spesies (plectropomus leopardus (73 ekor)), (Caranx ignobilis (72 ekor)), (Nemipterus japonicas (68 ekor)), dan (Lutjanus campechanus (27 ekor)). Hasil analisis statistic dengan uji Univariate Analysis of Variance pada masing-masing jumlah berdasarkan warna umpan, menunjukan hasil yang berbeda nyata dimana  diterima karena nilain P nya lebih besar dari 0,05 yaitu 0,95.Kata Kunci: Alat Tangkap Pancing Ulur, Penggunaan Variasi Warna Umpan Bulu Ayam, Perairan Wawonii.
Ketahanan Thallus Rumput Laut K. alvarezii dan E. denticulatum Terhadap Keberadaan Hewan Epifauna pada Alat Budidaya Verti Net di Perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan Tambunan, Reside; Kasim, Ma`ruf; Salwiyah, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan epifauna pada thallus rumput laut dapat mengganggu dan menghambat pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan thallus rumput laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum terhadap keberadaan epifauna yang dibudidaya menggunakan Verti Net di Periran Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Hasil Penelitian didapatkan 14 jenis epifauna yang terdiri dari 5 kelas diantaranya 3 jenis kelas Bivalvia, 2 jenis kelas Gastropoda, 7 jenis kelas Crustacea, 1 jenis kelas Ophiuroidea, dan 1 jenis kelas polychaeta. Berdasarkan hasil analisis dominansi jenis epifauna yang dominan ditemukan yaitu kelas gastropoda dan kelas crustacea yang menempel pada thallus rumput laut. Hasil pengukuran kualitas air saat penelitian di Perairan Desa Tanjung Tiram kisaran suhu 29-30 °C, kecerahan 92%, kecepatan arus 0,097-0416 m/det, salinitas 30-32 ppt, nitrat 0,0246-0,0416 mg/L, fosfat 0,0018-0,6034 mg/L, dan DO (Oksigen terlarut) 5,7-6,6 mg/L. Dari hasil persentase tingkat kerusakan bahwa epifauna tidak berpengaruh besar terhadap kerusakan rumput laut. Jika dilihat dari laju pertumbuhan harian dari kedua jenis rumput laut tersebut bahwa jenis rumput laut K. alvarezii mengalami pertumbuhan yang kurang baik dibandingkan dengan rumput E. denticulatum. Berdasarkan hasil uji korelasi, Do merupakan parameter oseanografi yang berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan K. alvarezii dan E. denticulatum.Kata Kunci : Ketahanan thallus, Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum, verti net.
Studi keanekaragaman jenis ikan demersal yang berasosiasi pada Apartemen Ikan di perairan laut Kabupaten Konawe Ardina, Wa Ode; Nadia, La Ode Abdul Rajab; Abdullah, Abdullah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan laut Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe pada bulan Desember 2015 sampai Februari 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman  jenis ikan demersal yang berasosiasi dengan apartemen konservasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah visual sensus, yaitu mengamati (melihat) setiap jenis ikan demersal pada setiap sisi apartemen (sebanyak 4 apartemen). Sampel ikan yang ditemukan pada lokasi penelitian sebanyak 37 jenis dengan jumlah individu 1224 ekor. Sampel ikan tersebut digunakan untuk analisis komposisi jenis (Kj), indeks keanekaragaman  jenis (H’), indeks keseragaman jenis (E), indeks dominansi jenis (D), dan frekuensi kehadiran (Fk). Komposisi jenis ikan demersal berkisar 0.41%-11.4%. Keanekaragaman jenis ikan demersal dikategorikan tinggi dengan nilai 3.37. Dominansi jenis ikan demersal dikategorikan rendah yaitu 0.04, sedangkan keseragaman jenisnya termasuk kategori sedang dengan nilai 0.93. Frekuensi kehadiran ikan demersal dikategorikan sering hadir pada setiap apartemen dengan kisaran  25%–100%. Hasil pengukuran parameter lingkungan perairan diperoleh suhu dan salinitas rata-rata masing-masing 30.25 oC dan 33.27 ppt, sedangkan pH perairan netral (7). Perairan di lokasi penelitian cukup cerah yaitu 11.62 m, sedangkan kecepatan arus mencapai 34.12 m/s.
Musim Penangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) yang didaratkan di Kota Kendari Ishak, Anisa Aulia; Alimina, Naslina; Arami, Hania
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan jenis ikan yang dapat ditangkap sepanjang tahun. Namun demikian, produksi jenis ikan ini ditemukan melimpah hanya pada bulan-bulan tertentu, sedangkan pada bulan lain mengalami penurunan. Hal ini dapat berdampak pada fluktuasi harga dan selanjutnya berkaitan dengan penyediaan fasilitas pengolahan maupun pemasaran jenis ikan ini. Dengan demikian perlu adanya penelitian untuk mengetahui musim penangkapan ikan tongkol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan musim penangkapan ikan tongkol berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan di PPS dan PPI. Ikan tongkol yang didaratkan di PPS dan PPI ditangkap dengan menggunakan beberapa alat tangkap yaitu pukat cincin, pancing tonda. Dan pancing ulur. Musim penangkapan ditentukan melalui analisis runtun waktu terhadap hasil tangkapan per upaya penangkapan bulanan ikan tongkol selama lima tahun. Data yang digunakan yaitu data produksi dan jumlah upaya penangkapan yang bersumber dari statistik PPS dan PPI tahun 2014 sampai 2018. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks musim penangkapan ikan tongkol yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dan  Pangkalan Pendaratan Ikan Sodohoa berkisar 76,38%  sampai 138,14% yang terjadi pada bulan Juli sebesar (118,19%), Agustus sebesar (100,38%), September sebesar (104,09), Oktober sebesar (138,14%), November sebesar (110,65%), dan Desember sebesar (107,78%) dengan musim puncak terjadi pada bulan Oktober.Kata kunci : Ikan tongkol, musim penangkapan, PPI Sodohoa, PPS Kendari
Distribusi Ukuran dan Kematangan Gonad Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) di Perairan Teluk Kolono Sulawesi Tenggara Irnawati, Irnawati; Bahtiar, Bahtiar; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan kurisi (Nemipterus hexodon) di Teluk Kolono merupakan populasi yang tereksploitasi sehingga diperlukan informasi tentang karakteristik populasi ikan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran ukuran serta sebaran tingkat kematangan gonad ikan kurisi (N.hexodon) di Perairan Teluk Kolono. Pengambilan sampel dilakukan sekali sebulan dari bulan Februari 2019 sampai April 2019, dan menggunakan pancing rawai dengan mata pancing nomor 14. Jumlah sampel yang terkumpul selama periode penelitian sebanyak 650 ekor dan seluruh sampel diukur panjang totalnya (TL), bobot tubuh, bobot gonad, dan pengamatan gonad secara visual. Hasil penelitian disajikan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kisaran panjang ikan kurisi yaitu 124-277 mm. Pada ikan jantan frekuensi terbesar setiap bulan terdapat pada kelas ukuran ke-3, sedangkan pada betina frekuensi terbesar berturut-turut ada pada kelas ukuran ke-3, ke-4 dan ke-2. Tingkat kematangan gonad ikan jantan berada pada TKG I dan II sedangkan ikan betina berada pada TKG III dan IV serta tidak ditemukan ikan kurisi yang berada pada TKG V. Nilai indeks kematangan gonad ikan betina lebih besar yaitu 1.67% dan ikan jantan 0.15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh ikan kurisi yang tertangkap masih dalam tahap pertumbuhan ukuran dan perkembangan gonad, sehingga apabila dilakukan penangkapan secara intensif maka akan berpeluang mengalami growth overfishing.Kata kunci: Distribusi ukuran, kematangan gonad, Nemipterus hexodon, Teluk Kolono.
Komposisi Jenis Dan Distribusi Makroalga Berdasarkan Tipe Substrat di Perairan Pantai Kampa Desa Wawobili Kabupaten Konawe Kepulauan Sandy, Aqil Maul; Indrayani, Indrayani; Yasidi, Farid
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Kampa merupakan suatu perairan pesisir yang mempuyai sumber daya alam yang  cukup melimpah, termasuk hasil laut. Makroalga merupakan salah satu biota laut yang banyak ditemukan di Pantai Kampa. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui komposisi dan distribusi makroalga berdasarkan tipe substrat, serta faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi makroalga diperairan Pantai Kampa Desa Wawobili Kabupaten Konawe Kepulauan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu November sampai Desember 2019 dengan menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan transek kuadrat 1x1 m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makroalga yang ditemukan yaitu 32 jenis, diantaranya 17 jenis dari kelas Chlorophyta, 5 jenis dari kelas Phaeophyta, dan 10 jenis dari kelas Rhodophyta. Distribusi makroalga tergolong pada kategori seragam (merata) dengan kisaran nilai 0,17- 0,21. Keanekaragaman masuk dalam kategori sedang berkisar antara 2,40- 2,94 dengan keanekaragaman tertinggi pada stasiun III (pecahan karang mati) dan terendah pada stasiun I (pasir berlumpur). Kepadatan jenis pada stasiun substrat pasir berlumpur tertinggi oleh jenis Gracilaria arcuata 12,44 ind/m2, dan pasir kasar oleh jenis Halimeda opuntia 16,18 ind/m2, sedangkan pecahan karang mati 12,62 ind/m2. Dominansi jenis makroalga pada tiap stasiun berkisar 0,08- 0,11. Hasil pengukuran parameter lingkungan di lokasi pengamatan menunjukkan kisaran normal yang menunjang kehidupan makroalga dengan kisaran nilai yaitu suhu 30-31˚C, derajat keasaman (pH air) 7, salinitas 33- 34‰, kecepatan arus 0.030- 0.051 m/d, kecerahan perairan sebesar 100%, oksigen terlarut berkisar 5.3- 6.2 mg/l, nitrat bekisar 0.042 mg/L- 0.047 mg/L dan fosfat berkisar 0.010 mg/L- 0.026 mg/L. Kata Kunci: Komposisi jenis, Distribusi, Keanekaragaman, Kepadatan jenis, dominansi, Makroalga, Substrat.
Kesuburan Perairan Berdasarkan Tropik Indeks di Perairan Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Sulasri, Sasri; Salwiyah, Salwiyah; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesuburan perairan berdasarkan trofik indeks di perairan Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan dari bulan Februari sampai April 2020. Lokasi pengambilan sampel dibagi dalam tiga stasiun. Penentuan lokasi didasarkan pada karakteristik perairan Ranooha Raya dengan menggunakan metode pusposive sampling. Hasil pengukuran parameter utama, yakni nitrat, fosfat, amonia, DO dan klorofil-a rata-rata berkisar 0,024-0,033 mg/L, 0,011-0,014 mg/L, 0,042-0,051 mg/L, 5,5-6,2 mg/L dan 0,680-0.868 mg/L. Hasil pengukuran parameter penunjang yakni suhu, salinitas, pH, dan kecerahan rata-rata berkisar 28,7-30 °C, 24,5-30 ppt, 7, 69,07-130 cm. Hasil analisis kesuburan perairan berdasarkan TRIX berkisar 1,286-1,311, berdasarkan kategori TRIX perairan Ranooha Raya tergolong dalam perairan oligotrofik. Terdapat dua kelas fitoplankton yang mendominasi perairan Ranooha Raya yaitu Bacillariophyceae dan Dinophyceae. Dominansi tertinggi dari kelas Bacillariophyceae dan terendah dari kelas Dinophyceae.Kata kunci: Perairan pesisir, Kesuburan perairan, Fitoplankton, Klorofil-a
Tinjauan Penerapan Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) pada Alat Tangkap Sero dan Bagan Perahu di Perairan Tondonggeu, Kendari Marni, Marni; Sara, La; Tadjuddah, Muslim
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sustainability fisheries resources management is one of alternatives overcoming national economic crisis impact of Indonesia. The use of world wide fish capture according to the Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) principles is a way to maintain sustainability fisheries resources population. The aim of this study was to analyze stake trap and boat lift net fishing gears in Tondonggeu waters which had been used by fishermen according to CCRF criteria. The data collected was through interview and direct observation conducted from April to June 2018. The data collected consisted of species of fish, length of fish, fishing ground, fishing gears operation method, injury story of fishermen during the use of fishing gears, fish capture quality, main target of fish physical condition, by-catch fish quality, fish resources sustainability concerns, fish species ptotected, and response of local community on those fishing gears. The data obtained was analyzed according to the level of environmental friendly of fishing gears used i.e.> 80% (very much environmental friendly), 50 – 80% (environmental friendly), 25 – 50% (less environmental friendly), and < 25% (no environmental friendly). The result of study showed that those both fishing gears include fishing gears environmental friendly. However, boat lift net is very much environmental friendly with the score is 73,33% and 88.33%, respectively.Key words: Boat lift net, Code of Conduct for Responsible Fisheries, Stake trap
Kelimpahan dan Distribusi Spasial Fitoplankton di Perairan Danau Tailaronto’oge Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Dewi, Sutra; Indrayani, Indrayani; Salwiyah, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 3bulan mulai Februari sampai April 2019 dengan tujuan untuk mengetahui kelimpahan dan distribusi spasial fitoplankton di danau Tailaronto’oge Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi.  Pengambilan sampel Fitoplankton  menggunakan  Plankton net yang  dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval waktu selama 10 hari.  Jenis fitoplankton yang ditemukan dari 3 kelas yaitu kelas Bacillariophycaea (10 jenis) yaitu Navicula sp., Syendra sp., Eunotia sp.,  Diatoma sp., Mellosira sp., Nitzschia sp., Gyrosigma sp.,  Cocconeis sp., Cyclotella sp., dan Coscinodiscus sp. Kemudian untuk  kelas Cyanophyceae (2 jenis) yaitu Oscillatoria sp. dan Chroococcus sp.    Untuk kelas Dinophyceae (1 jenis) yaitu peridinium sp. Kelimpahan  fitoplankton  tertinggi didapatkan  pada stasiun 3 yakni 1788 sel/L dan nilai terendah pada stasiun 1 yakni 720 sel/L. Nilai distribusi fitoplankton  pada stasiun 1, 2 dan 3 masing-masing sebesar 3,57, 3,07 dan 6,60. Berdasarkan nilainya maka pola distribusi setiap stasiun yaitu  berkelompokKata Kunci : Kelimpahan, jenis Fitoplankton, distribusi, Danau Tailaronto’oge