cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Kelimpahan Dan Distribusi Spasial Zooplankton Di Perairan Danau Tailaronto’oge Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi Maniati, Maniati; Sara, La; Salwiyah, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau “Tailaronto’oge” merupakan danau air asin yang terletak di sisi utara Pulau Kapota. Yang fungsi utamanya adalah sebagai penyedia kebutuhan masyarakat setempat. Danau ini memiliki kualitas air yang cukup jernih sehingga zooplankton dapat tumbuh memadai dan berkembang dengan baik karna makanan alaminya selalu tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan distribusi spasial zooplankton di perairan ini. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - September 2019. Stasiun pengambilan sampel zooplankton meliputi bagian inlet danau (stasiun I), bagian tengah danau (stasiun II), dan bagian pinggir danau dekat pemukiman masyarakat (stasiun III). Sampel zooplankton dari setiap stasiun diperoleh dengan cara menyaring air sebanyak 20 l kedalam plankton net No. 25 . Sampel DO diperoleh dengan cara botol volume 150 ml dimasukan kedalam perairan dalam keadaan tertutup rapat, botol tersebut dibuka tutupnya dengan secara perlahan-lahan air masuk melalui mulut botol sampai terisi penuh, ditutup diangkat dan dipastikan tidak ada gelembung udara didalam botol. Sampal zooplankton dianalisis di Laboratoriu Penguji FPIK UHO menggunakan metode sedwick Rafter cell (SRC) yang diamati dibawah mikroskop. Data yang diperoleh dianalisis kelimpahannya (APHA, 2005) dan distribusi (Brower et al., 1990). Hubungannya kelimpahan zooplankton dengan perameter kualitas  air dianalisiss menggunakan persamaan korelasi persamaan (setiawan, 2015). Hasil yang diperoleh bahwa jenis zooplankton terdiri dari 8 kelas yaitu kelas Maxillopoda (3 genera), kelas Cilliata (1 genera), kelas Rotatoria (1 genera), kelas Polychaeta (1 genera), kelas Xexanauplia (1 genera) dan kelas Protozoa (1genera), kelas Rotifera (1 genera), dan Prostomatea (1 genera). Kelimpahan zooplankton berkisar antara 58,5-387 ind/L. Distribusi zooplankton berkisar antara 2.87 – 4.47 ind/L. Hasil pengukuran kualitas air saat penelitian kisaran suhu 27-29 °C, kecarahan 1,80-2,06 %, salinitas 26-29 ppt, kecepatan arus 0,006-0,0157 m/s, pH 7-8, DO 4,9-5,9 mg/L. Kelimpahan ini termaksud kelimpahan yang rendah dengan kriteria 100-500 ind/L dan memiliki pola distribusi mengelompok (Id>1) dengan nilai 1,44-4,47. Parameter fisika kimia di perairan Danau Tailaronto’oge masih layak untuk pertumbuhan dan perkembangan zooplankton. Berdasarkan uji korelasi  kecerahan memiliki hubungan yang nyata terhadap kelimpahan zooplankton dengan nilai 0,994.Kata Kunci : Distribusi, kelimpahan, Danau Tailaronto’oge, dan zooplankton
Preferensi Habitat Benih Lobster (Panulirus spp.) Di Kawasan Konservasi Teluk Staring, Kecamatan Moramo, Konawe Selatan Tasidale, Siti Nurhajja; Sara, La; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preferensi habitat menunjukkan kesukaan suatu organisme terhadap berbagai pilihan sumberdaya dalam habitat. Habitat lobster (Panulirus spp.) umumnya di perairan yang mempunyai terumbu karang yang kondisinya baik. Teluk Staring merupakan satu-satunya lokasi penangkapan benih lobster di perairan Sulawesi Tenggara, yaitu terdapat di perairan Bororo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi benih lobster pada habitat yang sering ditemukan di perairan Bororo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2019. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di perairan ini sebagai tempat penangkapan benih lobster kemudian ditentukan 3 stasiun untuk pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas air, yaitu di sekitar mangrove (stasiun I), perairan ditumbuhi lamun (stasiun II), dan perairan dekat terumbu karang (stasiun III). Masing-masing stasiun ditempatkan secara acak 15 alat tangkap “pocong-pocong”. Sample lobster yang ditemukan dari setiap stasiun dihitung jumlahnya untuk mengetahui kelimpahannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa benih lobster yang terbanyak (52 individu) ditemukan di stasiun III, kemudian disusul stasiun I (25 individu), sedang yang paling sedikit kelimpahannya ditemukan di stasiun II (13 individu). Data ini menjelaskan bahwa perairan yang berdekatan dengan terumbu karang lebih disukai (much preferred) oleh benih lobster dibandingkan dengan perairan disekitar hutan mangrove atau perairan yang ditumbuhi lamun. Hal ini menggambarkan pergerakan benih lobster di perairan ini kemungkinan tidak terlalu luas yaitu berkumpul disekitar terumbu karang dan bermigrasi disekitarnya di perairan dekat hutan mangrove dan padang lamun.Kata Kunci: Benih Lobster, perferensi habitat, terumbu karang, lamun dan mangrove
Kelimpahan Dan Komposisi Jenis Ikan Di Perairan Danau Tailaronto’oge Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Jumiati, Jumiati; Pangerang, Utama K; Purnama, Muhammad Fajar
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2019, dengan tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan dan komposisi jenis ikan di Perairan Danau Tailaronto’oge Kapota, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Manfaat dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi tentang kelimpahan dan komposisi jenis ikan dalam penyusunan rencana pengelolaan sumberdaya ikan secara berkelanjutan. Pengambilan sampel ikan menggunakan alat yang biasa digunakan oleh masyarakat, yaitu jaring insang (gill net) yang dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dalam setiap titik stasiun dengan interval waktu selama 15 hari. Jumlah jenis ikan yang diperoleh selama penelitian yaitu 265 individu yang terdiri dari 4 jenis dan 4 famili diantaranya Oreochromis mossambicus, Atherinomorus duodecimalis, Chanos chanos, dan Siganus canaliculatus. Presentase nilai kelimpahan relatif tertinggi terdapat pada jenis A.duodecimalis dengan nilai 73,96% dan kelimpahan terendah jenis S.canaliculatus 0,75%. Ikan tersebar dalam tiga stasiun.Kata Kunci : DanauTailaronto’oge, kelimpahan, komposisi jenis ikan
Perbandingan Jumlah Tegakan Filamentous Alga pada thallus Kapapphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum di Perairan Desa Tanjung Tiram Devi, Devi; Kasim, Ma`ruf; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alga filamen yang banyak menempel pada thallus Kapapphycus alvarezii sebagian besar adalah Chaetomorpha crassa, Cladophora sp. dan Elachista flaccida dan beberapa filamen Rhodophyta dan Phaeophyta. Keberadaan alga penempel pada budidaya rumput laut akan menimbulkan persaingan dalam mendapatkan cahaya matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah tegakan filamen alga yang menempel pada thallus Kapapphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum di Perairan Desa Tanjung Tiram. Hasil menunjukkan bahwa Filamen yang paling banyak mendominasi menempel pada thallus Eucheuma denticulatum yaitu jenis Chaetomopha crassa dengan jumlah filamen tertinggi sebanyak 155,6 tegakan/cm2 dengan berat basah 2,98 g, Cladophora sp. sebanyak 13,8 tegakan/cm2. Sedangkan pada thallus Kapapphycus alvarezii filamen yang mendominasi menempel yaitu dari jenis Elachista flaccida dengan jumlah filamen sebanyak 17,8 tegakan/cm2 terdapat pada hari ke-20. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia perairan menujukkan bahwa suhu perairan berkisar antara 29-30°C, kecerahan pada lokasi penelitian yaitu 9,1-9,35 m, kecepatan arus berkisar 0,092-0,49 m/s. Parameter kimia perairan diperoleh salinitas berkisar 30-33 ppt, nitrat berkisar 0,0237-0,0416 mg/L, Fosfat berkisar 0,0015-0,0036 mg/L dan DO berkisar 5,7-6,4 mg/L. Hasil analisis korelasi pearson menegaskan bahwa pertumbuhan rumput laut mempunyai korelasi positif terhadap kecepatan arus dan Nitrat.Kata Kunci : Alga filamen, Jumlah tegakan, Parameter lingkungan, Analisis korelasi pearson
Analisis Hasil Tangkapan Jaring Insang di Sekitar Rumpon Perairan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Suhardin, Suhardin; Anadi, La; Abdullah, Abdullah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan ukuran panjang dan berat ikan yang tertangkap dengan jaring insang di sekitar rumpon Kelurahan Wandoka Kecamatan Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan yang di mulai sejak bulan Maret, April sampai dengan bulan Mei tahun 2018, bertempat di perairan Wangi-wangi Kelurahan Wandoka Kabupaten Wakatobi  Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif dan dilakukan dengan mengambil data pada hasil tangkapan yang diperoleh dari alat tangkap jaring insang nelayan Wangi-Wangi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 12 kali dengan frekuensi, pengambilan 1 kali dalam 1 minggu. Jumlah hasil tangkapan yang diperoleh selama penelitian adalah sebanyak 748 ekor yang terdiri dari: ikan layang (Decaperus ruselli) 242 ekor, ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) 195 ekor, ikan selar (Selaroides leptolepis) 185 ekor, ikan sunglir (Elagastis bipinnulatus) 64 ekor, dan ikan kwe (Charanx ignobilis) 62 ekor. Berdasarkan hasil analisis komposisi jenis bahwa ikan layang (Decapterus ruselli) menempati urutan tertinggi yakni 33,02%, kemudian diikuti secara berturut-turut oleh jenis ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) 26,9%, ikan selar (Selar crumenopthalmus) 23,6%, ikan sunglir (Elagastis bipinnulatus) 9,3%, dan terendah adalah ikan kwe (Charanx ignobilis) yaitu sebesar 7,03%.Kisaran ukuran panjang dan berat untuk jenis ikan layang 19 – 26,6 cm dan 65 – 201,4 gr; ikan cakalang 18,9 – 29,25 cm dan 61 – 293,25 gr; ikan selar 16 – 31,33 cm  dan 44 – 146,04 gr; ikan sunglir  19,5 – 29,3 cm dan 73,2 – 137,9 gr; dan ikan kwe 16 – 23,69 cm dan 72,39 – 153,63 gr. Dilihat dari Kisaran ukuran panjang dan berat ikan yang tertangkap maka dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis-jenis ikan yang tertangkap dengan jaring insang di sekitar rumpon perairan Wangi-Wangi didominasi oleh ikan-ikan berukuran kecil.                  Kata kunci: Penangkapan Ikan, Jaring Insang, Alat Penangkap Ikan, Wakatobi
Analisis Kualitas Perairan Pada Kawasan Penangkapan Benih Lobster (Panulirus spp.) di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Teluk Staring Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Susianti, Aci; Halili, Halili; Munier, Muhammad Taswin
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan selama 2 bulan yaitu bulan Mei sampai Juni 2019 di tiga stasiun penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter kualitas perairan pada daerah penangkapan benih lobster di perairan Desa Ranooha Raya, Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nila suhu berkisar antara 28,3-30 oc, kecepatan arus berkisar antara 0,0258-0,0917m/detik, kedalaman berkisar antara 86-1591,6 cm, kecerahan bekisar anatara 52,1-847,3 cm, pH stabil yaitu 7, DO berkisar antara 5,3-6,6 mg/L, nitrat berkisar antara 0,012-0,0377 mg/L, fosfat berkisar antara 0,0041-0,0087, salinitas berkisar antara 28,3-33,3 ppt. Tinggi rendahnya nilai kualitas perairan di perairan ini dipengaruhi oleh masukan dari daratan, aktifitas plankton dan organisme laut, serta pergerakan massa air.Kata kunci : kualitas perairan, benih lobster, Teluk Staring.
Pertumbuhan dan Tingkat Eksploitasi Ikan Baronang (Siganus canaliculatus) di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari Tenggara Hamid, Ode Ali Akbar; Asriyana, Asriyana; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan selama lima bulan yaitu April sampai Agustus 2018 di Perairan Tondonggeu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan tingkat eksploitasi ikan baronang di Perairan Tondonggeu Kec. Abeli Kota Kendari. Pengambilan sampel ikan yaitu dari hasil tangkapan nelayan yang mengggunakan tiga unit alat tangkap sero dengan pertimbangan keterwakilan populasi. Hasil parameter lingkungan menunjukkan bahwa Parameter lingkungan perairan yang ditemukan selama penelitian pada bulan April sampai Agustus masih dalam kondisi yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan ikan baronang. Sebaran frekuensi panjang ikan baronang jantan maupun betina di Perairan Tondonggeu didominasi ukuran dewasa. Hubungan panjang bobot ikan baronang jantan diperoleh pada bulan April menunjukkan pertumbuhan bersifat allometrik positif, pada bulan Mei-Juni-Agustus menunjukkan pertumbuhan bersifat isometrik, dan pada bulan Juli menunjukkan pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Hubungan panjang bobot ikan baronang betina diperoleh pada bulan April menunjukkan pertumbuhan bersifat allometrik positif, pada bulan Mei-Agustus menunjukkan pertumbuhan bersifat allometrik negatif, dan pada bulan Juni-Juli menunjukkan pertumbuhan bersifat isometrik. Kisaran factor kondisi ikan baronang jantan dan betina menunjukkan ikan betina lebih baik dari ikan jantan. Nilai factor kondisi ikan tergolong pipih. Persamaan pertumbuhan ikan baronang yang didapat bahwa koefisien pertumbuhan (K) 0,750, panjang asimtot (L∞) 401,10 mm dan umur teoritis (t0) -0,31775 untuk ikan jantan dan koefisien pertumbuhan (K) 0,370, panjang asimtot (L∞) 528,41 mm dan umur teoritis (t0) -0,27847 untuk ikan betina. Hasil analisis mortalitas dan tingkat eksploitasi yang diperoleh diketahui bahwa ikan baronang (S. canaliculatus) mengalami kondisi pemanfaatan berlebihan (over fishing) karena adanya aktifitas penangkapan tanpa memerhatikan musim penangkapan.Kata Kunci: Tondongggeu, tingkat eksploitasi, ikan baronang
Pengaruh Bentuk Kasko Terhadap Tahanan dan Kecepatan Kapal Bantuan Kementrian Kelautan Dan Perikanan (Kasus Kapal Fiberglass 5 GT Tahun 2017 ) Murhum, Kumala Sari Ode; Anadi, La; Abdullah, Abdullah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh bentuk kasko terhadap tahanan dan kecepatan kapal, hubungan tenaga penggerak/mesin kapal dengan kecepatan kapal, serta menganalisis dan mengidentifikasi kesesuaian rasio dimensi utama dan koefisien bentuk kapal berdasarkan metode pengoperasian alat tangkap. Data yang di analisis untuk mencapai tujuan tersebut adalah dimensi utama dan data tabel offset, selanjutnya dianalisis dengan program maxsurf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal U-bottom memiliki kisaran tahanan 0,36 -  4.08 kN, sedangkan pada bentuk V-bottom 0,16 - 2,52 kN. Daya mesin mesin yang digunakan untuk mencapai kecepatan dinas 7-8 knot pada bentuk U-bottom berkisar antara 14.93 - 37.50 HP atau sekitar 78,25 %, sedangkan pada bentuk V-bottom yaitu 10.11 - 23.21 HP atau sekitar 48,35 % dari daya mesin maksimum. Kapal bentuk U-bottom memiliki  nilai rasio dimensi utama L/B, B/D dan L/D secara berturut-turut yaitu 3,55; 2,74; dan 9,72; sedangkan V-bottom yaitu 3,93; 2,74; dan  10;76. Kapal bentuk U-bottom memiliki nilai koefisien bentuk Cp, Cb, C , Cw, Cvp secara berturut-turut yaitu 0,72; 0,58; 0,81; 0,87; 0,52, sedangkan kapal bentuk V-bottom yaitu 0,58,; 0,43; 0,76; 0,78; 0,58. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa secara umum kapal bentuk U-bottom memiliki tahanan, penggunaan daya mesin, rasio dimensi utama serta koefisien  bentuk yang lebih besar dibandingkan V-bottom. Nilai rasio dimensi utama dan koefisien bentuk kapal U-bottom dan V-bottom telah sesuai dengan dengan kisaran nilai-nilai pada kapal ikan di Indonesia kelompok static gear.Kata Kunci: Bentuk Kasko, Kecepatan Kapal dan Tahanan
KEPADATAN DAN DISTRIBUSI UKURAN GASTROPODA (Conomurex luhuanus) DI PERAIRAN WAWOSUNGGU KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN Sarah, Waode Bunga; Bahtiar, Bahtiar; Purnama, Muhammag Fajar
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Wawosunggu memiliki sumberdaya perikanan yang sangat beragam. Salah satu komoditas hasil laut ditemukan gastropoda jenis Conomurex luhuanus atau masyarakat setempat menyebutnya dengan siput raci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan distribusi ukuran gastropoda C. luhuanus di Perairan Wawosunggu. Pengambilan sampel organisme dilakukan sekali sebulan selama 3 bulan dari bulan Maret sampai Mei 2019, denggan menggunakan metode purposive random sampling. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 15 kali ulangan dalam setiap stasiun penelitian. Total sampel yang diperoleh selama penelitian sebanyak 290 individu. Berdasarkan hasil analisis kepadatan C. luhuanus berkisar  0.015 ind/m2-0,032 ind/m2. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney kepadatan C.luhuanuspada setiap bulannya tidak memiliki perbedaan. Hasil analisis distribusi ukuran C.luhuanus yang ditemukan menunjukan nilai pada kisaran 4,31-6.28 cm. Indeks distribusi menunjukan  C. luhuanus mempunyai penyebaran seragam. Hasil pengukuran parameter lingkungan perairan Wawosunggu masih menunjukan kisaran normal yang menunjang kehidupan C.luhuanus.Kata Kunci : Kepadatan, distribusi ukuran, C. luhuanus.
Studi Keanekaragaman Ikan Pada Habitat Terumbu Karang Buatan Modul Bioreeftek di Perairan Pantai Desa Puasana, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan Fenti, La Ode; Nadia, La Ode Abdul Rajab; Abdullah, Abdullah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 4 (2018): Oktober 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Pantai Desa Puasana Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan pada bulan November 2017 sampai Januari 2018. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui komposisi jenis ikan yang terdapat pada modul bioreeftek, keanekaragaman  jenis, keseragaman jenis, dan dominansi jenis ikan yang terdapat pada modul bioreeftek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus visual, yaitu mengamati atau melihat langsung organisme yang terdapat pada bioreeftek menggunakan kamera bawah air. Pengamatan ini dilaksanakan pada setiap stasiun. Sampel ikan yang ditemukan pada lokasi penelitian sebanyak 547 individu yang dikelompokkan ke dalam 28 spesies dengan 12 famili. Sampel ikan tersebut dianalisis berdasarkan Indeks komposisi jenis (Kj), Indeks keanekaragaman jenis (H’), Indeks keseragaman jenis (E), dan Indeks dominansi jenis (D). Komposisi jenis ikan target selama penelitian berada pada kisaran 1,59% - 29,63%, jenis ikan indikator berada pada kisaran nilai 37,50% - 62,50%, sedangkan jenis ikan mayor berkisar nilai 1,17% -14,62%. Keanekaragaman jenis ikan yang berada pada modul bioreeftek dikategorikan sedang (0,662 - 2,482), keseragaman jenis dikategorikan tinggi (0,868 - 0,954). Dominansi jenis ikan dikategorikan rendah (0,15–0,531). Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia perairan diperoleh untuk suhu ratarata 290C, kecerahan 100%,  kecepatan arus 0,83-1,01 m/det, Salinitas 34 -35 ppt, dan pH berada pada kisaran antara 6,5 - 6,7. Parameter fisik dan kimia perairan tersebut menunjukan normal untuk kehidupan bagi organisme perairan.  Kata Kunci :Komposisi Jenis, Keanekaragaman, Ikan, Bioreeftek