cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Distribusi Dan Kelimpahan Gastropoda Cerithidea Cingulata Di Perairan Danau Tailaronto’oge Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Zulfiani, Ida; Bahtiar, Bahtiar; Purnama, Muhammad Fajar
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Tailaronto’oge merupakan salah satu danau yang ada di Pulau Kapota Kabupaten Wakatobi, yang memiliki berbagai macam organisme salah satunya adalah gastropoda jenis Cherithidea cingulata atau dalam bahasa lokal masyarakat Kapota menyebutnya Kafiha-fiha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kelimpahan gastropoda (C. cingulata) di Perairan Danau Tailaronto’oge. Pengambilan sampel organisme dilakukan selama 3 bulan yaitu dari bulan Juli sampai September 2019 (interval waktu sebulan sekali), dengan metode purposive random sampling menggunakan transek kuadrat 10x10 m2. Data dianalisis secara deskripsif kuantitatif menggunakan formula baku, diperoleh nilai kelimpahan C. cingulata berkisar 7,44 ind/m2-13,61 ind/m2. Kelimpahan gastropoda pada setiap bulannya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Hasil analisis chi kuadrat nilai distribusi menunjukkan bahwa pola penyebaran C. cingulata termasuk dalam kategori seragam, dengan nilai berkisar 0,04-0,53. Hasil pengukuran parameter lingkungan perairan Danau Tailaronto’oge menunjukkan kisaran normal yang menunjang kehidupan C. cingulata. Nilai beberapa parameter lingkungan perairan yang berpengaruh yaitu suhu berkisar 27,3-28,3 0C, salinitas, 29-32,3 ppt, pH air 6, pH tanah 5,8, kecerahan 100 %, bahan organik substrat berkisar 2,398-3,567. Tekstur substrat di perairan Danau Tailaronto’oge didominasi pasir halus dan lumpur.Kata Kunci : Kelimpahan, Distribusi C. cingulata, Danau Tailaronto’oge.
Pengaruh Perbedaan Warna Cahaya Lampu Led Bawah Air Sebagai Pengumpul Ikan Terhadap Hasil Penangkapan Ikan Teri dengan Bagan Perahu di Teluk Kapontori Kabupaten Buton Fitria, Indah; Mustafa, Ahmad; Kamri, Syamsul
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis lampu dan warna lampu yang tepat akan meningkatkan efektifitas penggunaan lampu bawah air sebagai alat bantu pengumpul ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan warna lampu LED bawah air sebagai alat bantu pengumpul  ikan terhadap hasil penangkapan ikan teri dengan alat tangkap bagan perahu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2019 di perairan Teluk Kapontori Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing sebanyak 15 trip penangkapan untuk menguji efektivitas 2 warna lampu LED bawah air yaitu kuning dan hijau. Parameter yang diamati adalah bobot hasil tangkapan, jenis ikan teri yang tertangkap dan ukuran ikan teri yang tertangkap.Jumlah hasil tangkapanuntuk lampu warna kuning adalah 216,8 kgdan lampu celup bawah air warna hijau adalah  267,2 kg, hasil uji-t menunjukan variasi berat total ikan yang tertangkap per trip tidak berbeda nyata. Ada tiga jenis ikan teri yang tertangkap pada masing-masing warna cahaya yang diuji, yaituteri karang(Stolephorus heterolobus), teri jengki(Stolephorusinsularis) dan teri putih(Stolephorusindicus). Namun rata-rata ukuran panjang tubuh terijengkidan teri putih yang tertangkap tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata, sedangkanrata-rata ukuran ikan teri karang  yang tertangkap pada lampu warna hijau cenderung lebih panjang dari pada yang tertangkap pada lampu warna kuning.Kata kunci :bagan perahu, warna cahaya,lampu LED, teri, Teluk Kapontori
Kepadatan dan Distribusi Ukuran Keong Bakau (Telescopium telescopium) DI Perairan Desa Lebo Kecamatan Wawonii Timur Kabupaten Konawe Kepulauan Rahmadani, Wildan; Bahtiar, Bahtiar; Purnama, Muhammad Fajar
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Lebo memiliki kekayaan sumber daya laut yang melimpah baik dari segi nilai ekonomi dan nilai ekologinya. Salah satunya adalah keong bakau (T. telescopium). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan distribusi ukuran keong bakau di perairan desa lebo. Pengambilan sampel organisme dilakukan selama 3 bulan yaitu dari bulan Agustus sampai Oktober 2019 (interval waktu sebulan sekali), dengan metode purposive random sampling dengan menggunakan transek 10x10 m2. Hasil penelitian diperoleh nilai kepadatan T. telescopium berkisar 6,66 ind/m2- 10,67 ind/m2 Mann-Whitney kepadatan T. telescopium pada setiap bulannya di satsiun I ke II dan stasiun I ke III tidak terdapat perbedaan yang signifikan sedangkan di stasiun II ke III terdapat perbedaan. Hasil analisis chi kuadrat nilai distribusi menunjukkan bahwa pola penyebaran T. telescopium termasuk dalam kategori seragam, dengan nilai berkisar 6-9,14 cm. Hasil pengukuran parameter lingkungan perairan Desa Lebo masih menunjukkan kisaran normal yang menunjang kehidupan T. telescopium dengan nilai suhu berkisar 27-310C, salinitas 29-32 ppt, pH air 7-7,3, pH tanah 6,2-6,4, bahan organik substrat berkisar 3,598-4,693. Tekstur substrat di perairan Desa Lebo didominasi pasir halus dan lumpur.Kata Kunci : Kepadatan, distribusi ukuran, T. telescopium, Desa Lebo.
Keanekaragaman dan Kelimpahan Fitoplankton Di Danau Motonuno Desa Lakarinta Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara Irnawati, Irnawati; Indrayani, Indrayani; Salwiyah, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Motonuno merupakan salah satu danau air tawar yang fungsi utamanya sebagai sumber mata air bagi kebutuhan masyarakat.  Danau motonuno yang bersumber dari mata air gua, memiliki kualitas air cukup jernih sehingga dapat memadai tumbuh kembang fitoplankton.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2019. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan carapurposive sampling dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan. Pengambilan sampel dilakukan 3 kali ulangan pada setiap stasiun.Hasil yang diperoleh bahwa jenis fitolankton terdiri dari 6 kelas yaitu kelas Bacillariophyceae (9 genera), kelas Cyanophyceae (3 genera), kelas Chlorophyceae (3 genera), kelas Zygnematophyceae (3 genera), kelas Ulvophyceae (3 genera) dan kelas Euglenophyceae (1 genera).Nilai indeks kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1037-20179 Ind/l Nilai indeks keanekaragaman jenis fitoplankton berkisar antara 0.44 – 1.86.Kata Kunci : Keanekaragaman, kelimpahan, fitoplankton.
Kesesuaian Kawasan Wisata Selam di Desa Namu Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan Al-Qaf, Muhammad; Halili, Halili; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan wisata dapat menjadi upaya menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan, sehingga perlunya penelitian mengenai kesesuaian wisata terkhusus wisata selam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian wisata selam diperairan Desa Namu Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan. Metode pengambilan data, menggunakan metode survei. Parameter penentuan kesesuaian wisata selam terbagi menjadi 6 parameter yaitu, kecerahan perairan, tutupan komunitas karang, jenis lifeform karang, jenis ikan karang, kecepatan arus, serta kedalaman. Berdasarkan hasil analisis matriks kesesuaian wisata selam yang berada di Desa Namu menunjukan bahwa Desa Namu sesuai dijadikan lokasi wisata selam karena kondisi parameter kesesuian wisata selam di Desa Namu memenuhi syarat sebuah lokasi dijadikan daerah wisata. Kata Kunci : Kesesuaian, terumbu karang, pertumbuhan karang,  selam, wisata, Desa Namu.
Komposisi Jenis Dan Ukuran Krustasea Hasil Tangkapan Bukan Target Perikanan Rajungan (Portunus pelagicus) yang didaratkan di Bungkutoko Kota Kendari Wandewa, Rahma Safitri Ade; Hamid, Abdul; Kamri, Syamsul
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Bungkutoko dari bulan September hingga November 2019 dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan ukuran krustasea bukan target perikanan rajungan (Portunus pelagicus) pada periode bulan terang dan gelap. Penelitian ini adalah  penelitian survei. Pengambilan contoh dilakukan pada nelayan rajungan yang menggunakan bubu lipat sebanyak dua kali dalam sebulan, yaitu pada periode bulan terang dan bulan gelap. Data yang dianalisis meliputi komposisi jenis, proporsi krustasea bukan target, sebaran kelas ukuran, dan uji t independent untuk menguji perbedaan jumlah jenis dan ukuran krustasea bukan target berdasarkan periode bulan. Total jenis krustasea bukan target  perikanan rajungan yang ditemukan sebanyak 14 jenis, yaitu pada periode bulan terang sebanyak 8 jenis dan didominasi oleh T.crenata, dan pada periode bulan gelap sebanyak 13 jenis dan didominasi  oleh C. anisodon.  Lebar karapas T. crenata dan T. danae pada periode bulan gelap cenderung lebih besar dari pada bulan terang, sedangkan C. anisodon pada periode bulan terang cenderung lebih besar dari pada bulan gelap.  Hasil uji t lebar karapas ketiga jenis kepiting tersebut tidak berbeda nyata (p>0,05) antara periode bulan terang dan gelap. Kelimpahan krustasea bukan target jantan lebih tinggi dari pada betina, dan proporsi krustasea bukan target pada periode bulan terang rendah dari pada periode bulan gelap.Kata Kunci: Bycatch, komposisi jenis, krustasea, perikanan, Sulawesi Tenggara
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Belanak (Mugil dussumieri) di Perairan Pulau Balu Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat Sutriana, Sutriana; Yasidi, Farid; Nadia, La Ode Abdul Rajab
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Pulau Balu, kabupaten Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan belanak (Mugil dussumieri) di perairan Pulau Balu, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat. Hasil dalam penelitian ini dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang pola pertumbuhan ikan belanak di perairan Pulau Balu dan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan konservasi sumber daya ikan dan berkelanjutan. Total sampel dalam penelitian ini adalah 206 individu, terdiri dari 99 jantan dan 107 betina. Distribusi ukuran panjang kelas jantan dan betina dibagi menjadi 9 kelas. Frekuensi terpanjang pada jantan di panjang kelas 180-205,24 mm dan terendah di kelas panjang 284-309, 24 mm, sedangkan yang terpanjang pada betina di kelas panjang 180-205,24 mm dan terendah pada panjang kelas 284-309, 24 mm. Pola pertumbuhan jantan dan betina ikan belanak terjadi pada bulan Juli, Agustus dan September dengan alometrik negatif. Nilai kondisi faktor jantan adalah 1,0350 (Juli), 1,0226 (Agustus), 1,0251 0 (Juli), 1,0226 (Agustus), 1,0251 (September) dan betina 1,0977 (Juli), 1,0292 (Agustus), 1,1300 (September).Kata kunci :  Ikan mullet (Mugil dussumieri), pola pertumbuhan, faktor kondisi,  perairan Pulau Balu.
Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) Di Perairan Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan Suriani, Ningsih; Asriyana, Asriyana; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan kurisi (Nemipterus hexodon) yang ada di perairan Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel hasil tangkapan nelayan di perairan Desa Puupi yang dilakukan dua kali dalam sebulan selama empat bulan. Data yang diperoleh dari hasil tangkapan tersebut ditabulasi dan dikelompokkan untuk dianalisis hubungan panjang berat dan faktor kondisi. Ikan sampel yang diperoleh dari hasil tangkapan kemudian dipisahkan dan diukur panjang total dan bobot tubuh ikan. Setelah itu, penimbangan berat tubuh ikan dengan menggunakan timbangan analitik dengan ketelitian 0, 01 g. Selanjutnya ikan kurisi dibedah untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. Ikan jantan ditandai dengan gonad yang berwarna putih sedangkan betina ditandai dengan gonad yang berwarna kuning. Parameter lingkungan perairan yang diukur meliputi suhu, derajat keasaman (pH), salinitas, dan kedalaman perairan. Pengukuran parameter dilakukan langsung di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan dan faktor kondisi ikan kurisi (N. hexodon) di perairan Desa Puupi dapat disimpulkan yaitu sebaran frekuensi ukuran panjang ikan kurisi yang tertangkap pada ikan jantan di dominasi pada panjang kelas 206-222 mm  dengan presentase 22,35 %  dan betina di dominasi pada panjang kelas 206-222 mm dengan presentase 22,88 %. Pola pertumbuhan yang terdapat pada ikan jantan yaitu pola pertumbuhan allometrik negatif sedangkan pada ikan betina yaitu tergolong pola pertumbuhan allometrik positif. Kisaran faktor kondisi yang dihasilkan pada ikan jantan selama penelitian yaitu 0,55-1,99  sedangkan kisaran pada ikan betina yaitu 0,52-1,55.Kata kunci: Desa Puupi, faktor kondisi, Ikan kurisi (Nemipterus hexodon), pertumbuhan.
Analisis Fenetik dan Morfometrik Ikan Julung-Julung Genus Dermogenys di Perairan Air Terjun Moramo Kabupaten Konawe Selatan Darwin, Darwin; Yasidi, Farid; Nadia, La Ode Abdul Rajab
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui karakter fenetik dan morfometrik ikan dari perairan air terjun Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu dimulai bulan  November sampai Desember 2019. Penelitian ini akan dilaksanakan di perairan Air Terjun Moramo Kabupaten Konawe Selatan dan Laboratorium ProLink FPIK UHO. Metode penelitian ini yaitu dengan menghitung panjang karakter morfometrik dan menghitung jumlah karakter meristik. Manfaat penelitian ini adalah diperoleh data dan informasi tentang karakter fenetik dan morfometrik ikan julung-julung, menghasikan data refernsi taksonomi yang dapat dipergunakan sebagai sumber acuan pada penelitian taksonomi ikan julung julung. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa stasiun I, diperoleh Panjang Total (TL) dengan nilai kisaran 55 - 79 mm untuk ikan jantan dan 60 - 86 mm untuk ikan betina, pada stasiun II memiliki kisaran ukuran panjang total adalah 55 - 90 mm untuk ikan jantan dan 55 - 119 mm untuk ikan betina, dan pada stasiun III mempunyai ukuran panjang total sebesar 55 - 79 mm (jantan) dan 58 - 95 mm (betina).Kata kunci : Ikan julung-julung, morfometrik, fenetik, Moramo
Pengaruh Periode Waktu Setting Terhadap Jumlah Hasil Tangkapan Bubu di Perairan Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari Jainudin, Nurjanah; Anadi, La
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pengaruh periode waktu setting terhadap jumlah hasil tangkapan bubu telah dilakukan pada bulan Desember sampai Februari 2020, di perairan Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Abeli, Kota Kendari dengan tujuan untuk 1) mengetahui pengaruh periode waktu setting terhadap jumlah hasil tangkapan  bubu; 2) mengetahui komposisi jenis dan komposisi ukuran ikan yang tertangkap pada setiap periode waktu setting; dan 3) mengetahui periode waktu setting yang terbaik dilihat dari jumlah, jenis maupun ukuran ikan yang tertangkap. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing. Alat tangkap yang digunakan adalah bubu yang terbuat dari material kawat galvanis sebanyak tiga unit yang dioperasikan pada kedalaman di atas 25 m, dengan frekuwensi penangkapan (setting hauling) 2 kali (pagi dan sore hari) dalam 1 minggu atau 24 kali selama penelitian. Hasil penelitian diperoleh jumlah hasil tangkapan pada malam hari sebanyak 104 ekor, sedangkan pada siang hari sebanyak 74 ekor. Secara deskritif terlihat ada perbedaan hasil tangkapan antara periode waktu setting siang dan malam hari, namun berdasarkan analisis varians dengan menggunakan uji t, tidak ada perbedaan jumlah hasil tangkapan bubu yang dipasang pada malam dan siang hari. Komposisi jenis dan ukuran ikan pada setting siang hari adalah ikan mata belo (Scolopsis ciliata) sebanyak 26%, dengan ukuran panjang 15.5-22.6 cm dan berat 49.6-114.3 gram, sedangkan pada setting malam hari adalah ikan kerapu macan botol (Epinephelus spilotoceps) sebanyak 23%, dengan ukuran panjang 24.2-42.1 cm dan berat 240.3-585.1 gram. Periode waktu setting terbaik dilihat dari jumlah, jenis maupun ukuran ikan tangkapan adalah periode setting pada malam hari.Kata kunci : Bubu kawat, hasil tangkapan, setting, hauling