cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Kebiasaan Makanan Ikan Gabus (Channa Striata) di Perairan Rawa Aopa Watumohai, Desa Pewutaa Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan Liana, Liana
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gabus (channa striata) merupakan jenis fauna yang hidup pada perairan tawar. Ikan ini  mampu bertahan hidup selama musim kemarau dengan menggali lumpur pada danau, kanal dan rawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makanan ikan gabus (C. striata) pada bulan januari-maret 2018 bertempat di perairan Rawa Aopa Aopa Watumohai Desa Pewutaa Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan. Pengamatan sampel ikan dilaksanakan di Laboratorium Pengujian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian terhadap indeks bagian terbesar pada lambung ikan gabus yang di tangkap menunjukkan bahwa indeks bagian terbesar yang ditemukan dalam  isi lambung ikan gabus adalah jenis makanan  ikan (62,39%) hal ini berarti ikan merupakan makanan utama pada ikan gabus. Selanjutnya didapatkan cacing (6,53%), Keong (2,27%) dan  serasah (5,50%) merupakan makanan pelengkap pada ikan gabus. Sedangkan MTT (23,31%). Tinggi mtt dan serasah yang diperoleh dalam lambung ikan gabus memungkinkan dalam keadaan memakan  mangsanya ikan gabus sempat memakan dedaunan.Kata kunci : Kebiasaan Makan, Ikan Gabus, Rawa Aopa
Mortalitas dan Tingkat Eksploitasi Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon, Quoy dan Gaimard, 1824) Di Perairan Teluk Kolono Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Neni, Neni; Bahtiar, Bahtiar; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi  ikan kurisi (Nemipterus hexodon) di Teluk Kolono mengalami penangkapan yang cukup intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ukuran, mortalitas dan tingkat eksploitasi ikan kurisi (Nemipterus hexodon) di perairan Teluk Kolono. Pengambilan contoh dilakukan setiap dua minggu selama bulan Februari sampai April 2019 dengan menggunakan rawai dasar. Selama periode penelitian diperoleh sebanyak 500 individu ikan sampel dan seluruhnya diukur panjang totalnya (TL). Analisis sebaran frekuensi panjang, mortalitas dan tingkat eksploitasi dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft Excels dan Fisat II versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kurisi yang diperoleh berada pada selang ukuran 124-256 mm dengan frekuensi terbesar pada kelas panjang 154-183 mm (kelas ke-2 dan 3). Nilai koefisien mortalitas alami = 0,71 dan mortalitas penangkapan = 1,49. Tingkat eksploitasi saat ini mencapai 0,68. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa kematian ikan kurisi di perairan Teluk Kolono lebih didominasi oleh kematian akibat kegiatan penangkapan dan mengindikasikan telah terjadi lebih tangkap.Kata kunci :  frekuensi panjang, mortalitas, eksploitasi, Nemipterus hexodon, Teluk Kolono
Kebiasaan Makanan Ikan Gelodok Periopthalmus sp. di Kawasan Pantai Mangrove Teluk Kolono Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan Hardianti, Hardianti; Halili, Halili; Asriyana, Asriyana
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di  di Perairan Desa Puupi Kecamatan Kolono Konawe Selatan selama Tiga bulan yaitu pada bulan Februari sampai April 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makanan pada ikan gelodok (Periopthalmus sp.) berdasarkan bulan penangkapan dan jenis kelamin. Informasi mengenai kebiasaan makan dari ikan ini sangat dibutuhkan agar dapat di lakukan upaya domestikasi untuk menjaga kelestarian ikan gelodok. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode koleksi bebas. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 76 individu.  Sampel ditangkap dengan menggunakan seser yang dibuat secara manual yang terbuat dari rotan dan dilapisi waring. Alat tangkap ini memiliki diameter lingkaran sepanjang 30 cm, dan panjang 1-2 m. Jenis makanan yang terdapat dalam ikan gelodokyaitu crustacea, zooplankton, fitoplankton, polychaeta, insekta serta beberapa jenis makan yang tidak teridentifikasi. Berdasarkan hasil analisis, kelompok makanan jenis crustacea mendominasi baik dari segi bulan penangkapan maupun berdasarkan jenis kelamin, sehingga ikan gelodok dapat dikategorikan karnivora. Ikan ini memiliki kebiasaan makan diurnal.Kata Kunci: Ikan gelodok, karnivora, Desa Puupi
Struktur Komunitas Fitoplankton berdasarkan Pasang Surut pada Kawasan Penangkapan Benih Lobster di perairan Raooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Saniati, Saniati; Kasim, Ma`ruf; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitoplankton adalah organisme hidup yang mengapung di perairan, dengan kemampuan berenang terbatas dan pergerakannya sangat dipengaruhi oleh arus air. Keberadaan fitoplankton penting dalam menjaga kelangsungan hidup ekosistem perairan dan rantai makanan di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton dan hubungan antara kualitas air dan kelimpahan fitoplankton berdasarkan pasang surut. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai Juli 2019,  bertempat di Perairan Ranooha Raya Kecamata Moromo Kabupaten Konawe Selatan. Penentuan stasiun dilakukan dengan menggunakan metode porposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan 4 kali pada interval 10 hari dengan 3 ulangan di setiap stasiun. Hasil pengamatan komposisi spesies fitoplankton terdiri dari 3 kelas yaitu Bacillariophyceae (13 genus), Coscinodiscophyceae (4 genus), dan Dinophycea (2 genus). Navicula, Rhizosolenia, Coscinodices, dan Peridinium memiliki kelimpahan relatif tertinggi. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 2035-3120 sel/L saat air pasang dan 2520-2975 sel/L saat air surut. Indeks keanekaragaman (H') saat air pasang dan surut dan indeks keseragaman (E') pada air pasang dan surut stabil. Nilai dominan (C) adalah kategori sedang. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu (29-300C), kecerahan (95%), kecepatan arus (0,04-0,07 m/s), salinitas (29-31 ppt), nitrat (0,022-0,028 mg/l), dan dilarutkan oksigen (5,3-6,3 m/g), Fosfat (0,005-0,007 m/g).            Kata kunci : Fitoplankton, Struktur Komunitas, Ranooha Raya.
Tingkat Eksploitasi Cacing Kacang (Siphonosoma australe-australe) di Perairan Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Wati, Widia; Bahtiar, Bahtiar; Purnama, Muhammad Fajar
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Toronipa memiliki potensi sumber daya yang  melimpah, salah satu sumber daya yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat adalah cacing kacang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat eksploitasi cacing kacang (Siphonosoma australe-australe). Penelitian ini dilakukan di Perairan Toronipa Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara mulai bulan Juni-Agustus 2020. Pengambilan sampel dilakukan secara manual mengunakan metode random sampling, pada sebaran habitat dari cacing kacang dengan menggunakan alat bantu sekop tangan. Total sampel yang terkumpul selama penelitian sebanyak 339 individu. Data dianalisis dengan menggunakan FiSAT II versi 3.0. Sebaran frekuensi panjang cacing kacang dikelompokkan dalam 9 kelompok ukuran dengan ukuran yang mendominasi adalah ukuran panjang 199,7-239,58 mm. Parameter pertumbuhan cacing kacang diperoleh panjang asimtotik (L∞) sebesar 440,06 mm dan koefisien pertumbuhan (K) cacing kacang yaitu 1,7. Nilai dugaan to sebesar -0,04 tahun. Laju mortalitas alami (M), mortalitas penangkapan (F) dan mortalitas total (Z) masing-masing sebesar 1,25 per tahun, 3,85 per tahun dan 5,10 per tahun. Tingkat eksploitasi (E) diperoleh sebesar 0,78 per tahun yang menunjukkan bahwa penangkapan cacing kacang di perairan Toronipa tergolong tinggi (over exploited).Kata kunci: Perairan Toronipa, Siphonosoma australe-australe, tingkat eksploitasi
Pengaruh Lama Perendaman Bubu Terhadap Hasil Tangkapan Ikan di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari Sulawesi Tenggara Isnawati, Isnawati; Anadi, La; Abdullah, Abdullah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  tentang pengaruh lama perendaman bubu terhadap hasil tangkapan ikan telah dilakukan pada bulan November 2019–Maret 2020 di perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) jumlah, jenis dan ukuran ikan yang tertangkap; 2) komposisi jenis dan komposisi ukuran; dan 3) pengaruh lama perendaman terhadap jumlah dan berat ikan tangkapan bubu. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan alat tangkap bubu yang dilakukan langsung di lapangan. Alat tangkap bubu yang terbuat dari material kawat galvanis dengan ukuran panjang 150 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 50 cm, sebanyak sembilan unit yang dioperasikan pada kedalaman di atas 25 m hingga 85 m. proses penangkapan (setting-hauling) dilakukan tiap bulan dengan frekuensi masing-masing perlakuan 3 kali ulangan dilakukan 9 kali ulangan  per bulan atau 27 satuan percobaan  selama penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah tangkapan yang mendominasi adalah perendaman 5 hari 196 ekor nilai persentase tertinggi ditempati oleh jenis ikan kerapu macan (Epinephelus areolatus) 17.35% dengan ukuran panjang 25.2-44.2 cm (41.17%) dan berat 254.4-687.3 gr (26.47%), diikuti perendaman 7 hari sebanyak 147 ekor dengan nilai persentase ditempati oleh jenis ikan kerapu sunu (Plectropomus leopardus) 19.73% dengan ukuran panjang 28.3-43.6 cm (31.03%) dan berat 298.7-676.2 gr (34.48%) dan perendaman 3 hari sebanyak 142 ekor dengan nilai persentase ditempati oleh jenis ikan kakap merah (Lutjanus erythropterus) 16.20% dengan ukuran panjang 20.4-31.3 cm (43.47%) dan berat 178.4-417.6 gr (47.82%). Hasil analisis statistik (Analysis of Variance) perbedaan lama perendaman sangat berpengaruh nyata baik terhadap jumlah maupun berat ikan hasil tangkapan pada alat tangkap bubu.                                                                                                                                Kata kunci : Bubu, hasil tangkapan ikan , lama perendaman
Perbandingan Kepadatan dan Keanekaragaman Diatom (Bacillariophyceae) pada Thallus Kappaphycus alvarenzii dan Eucheuma denticulatum pada Kedalaman Berbeda di Perairan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Ulfa, Hartina; Kasim, Ma`ruf; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diatoms or bacillariophycea are very important as contributors to primary productivity in both pelagic and benthic waters. This study aims to determine the ratio of density and diversity of diatoms (Bacillariophyceae) on the thallus K. alvarezii and E. denticulatum at different depths. This research was carried out in the waters of Tanjung Tiram Village, North Moramo District, Konawe Selatan District. Water quality analysis and sample identification were conducted at the UHO FPIK Testing Laboratory, research was conducted in June to August 2019. Sampling is done randomly on the third inside. Sampling at each depth of 6 thallus is divided into 2 types of marine assemblage 3 of E. denticulatum and 3 of K. alvarezii so the total sample at the 10th day of observation was 18 thallus. This also applies to sampling the 20th and 30th day. The result of diatom density from seaweed K. alvarezii and E. denticulatum obtained diatom density between K. alvarezii seaweed 50 cm depth 454535 Cell / cm2 Depth 100 cm that is 118918 Cell / cm2 and depth 200 cm that is 74357 Cell / cm2 sea E. denticulatum depth of 50 cm is 17876 cells / cm2, depth of 100 cm is 58109 cells / cm2 and and depth of 200 cm is 47237 cells / cm2. Diversity value in seaweed K. alvarezii Depth of 50 cm is 0.136 Cell / cm2, depth of 100 cm is 0.168 Cell / cm2, and depth of 200 cm is 0.167 Cell / cm2, while seaweed E. denticulatum depth of 50 cm is 0.152 Cell / cm2, a depth of 100 cm is 0.124 cells / cm2, and a depth of 200 cm is 0.151 cells / cm2, there is no high diversity this is because the number of species found is still very small so the value of diversity is also low.Keywords: Density, Diatoms, Diversity, Waters of Tanjung Tiram, Verty Net
Tingkat Ramah Lingkungan Alat Tangkap Bagan Perahu Dengan Menggunakan Lampu Celup Bawah Air (Lacuba) Di Teluk Kapontori Kabupaten Buton Kaduk, Okta Santika; Halili, Halili; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi penangkapan ikan perlu terus dikembangkan agar menjadi lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ramah lingkungan alat tangkap bagan perahu yang dimodivikasi menggunakan lampu celup bawah air (LACUBA). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2019 di Teluk Kapontori dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 kriteria teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan, kriteria berkaitan dengan dampak terhadap habitat, nelayan, konsumen, keanekaragaman hayati, dan spesies ETP (Endangered, Threatared and Protected)  meperoleh skor tertinggi (4). Kriteria tentang kualitas tangkapan, peneriamaan secara sosial, dan by-catch mendapat skor sedang (3,3, dan 2), sedangkan kriteria selektivitas terhadap jenis dan ukuran ikan mendapat skor renda (1). Namun demikian hasil skoring secara menyeluruh berada pada kategori kedua (ramah lingkungan) dengan nilai 79.4%.Kata Kunci :  Bagan perahu, ramah  lingkungan, lampu celup bawah air, TtelukKkaponrori 
Pengaruh Perbedaan Jenis Material Konstruksi Bubu Terhadap Hasil Tangkapan Ikan di Perairan Kelurahan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari Nurlela, Nurlela; Anadi, La; Abdullah, Abdullah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan yaitu bulan Januari-Maret 2020 di perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis material konstruksi bubu terhadap hasil tangkapan baik jumlah, jenis, maupun ukuran panjang dan berat ikan pada setiap jenis material bubu serta jenis material mana yang memiliki hasil tangkapan yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan informasi bagi pihak yang berkepentingan tentang bahan konstruksi bubu yang baik untuk digunakan. Pada percobaan penangkapan di lapangan digunakan tiga perlakuan yaitu bubu kawat galvanis, bubu bambu, dan bubu jaring.  Jumlah hasil tangkapan total terbanyak yang diperoleh selama penelitian terdapat pada bubu kawat galvanis dengan jumlah hasil tangkapan adalah 286 ekor (38%) yang didominasi oleh famili Serranidae, jumlah hasil tangkapan terbanyak kedua adalah bubu bambu dengan jumlah hasil tangkapan yaitu 244 ekor (32%) yang didominasi oleh famili Nemipteridae, jumlah hasil tangkapan terbanyak ketiga terdapat pada bubu jaring dengan jumlah hasil tangkapan yaitu 227 ekor (30%) yang didominasi oleh famili Serranidae. Berdasarkan hasil uji statiskik hasil yang diperoleh pada perlakuan perbedaan jenis material konstruksi bubu berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan, hal ini dibuktikan dengan analisis SPSS diketahui nilai signifikasi (sig) yaitu sebesar 0,04 dimana H0 diterima jika nilai P lebih besar dari 0,05 dan H1 diterima jika nilai P kurang dari 0,05. Bubu kawat galvanis lebih evektif dalam penangkapan, hal ini tergambar dari hasil tangkapan yang diperoleh baik jumlah, jenis maupun beratKata Kunci: Bubu Kawat, Bubu Bambu, Bubu Jaring, Tondonggeu
Kebiasaan Makanan Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) di Sungai Konaweha Desa Laloika Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Pratiwi, Novita; Yasidi, Farid; Nadia, La Ode Abdul Rajab
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Konaweha Desa Laloika Kecamatan Pondidaha selama tiga  bulan yaitu bulan April hingga Juni 2020. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kebiasaan makan ikan tawes di perairan tersebut berdasarkan jenis kelamin dan waktu. Informasi mengenai kebiasaan makanan ikan tersebut bermanfaat bagi pembudidaya ikan khususnya pada masyarakat setempat agar dapat mengurangi eksploitasi ikan tawes di alam. Pengambilan sampel ikan menggunakan metode purposive sampling. Sampel ikan yang ditemukan pada perairan tersebut selama tiga bulan penelitian sebanyak 112 ekor terdiri atas 74 ikan tawes betina dan 38 ikan tawes jantan. Hasil analisis makanan berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa makanan utama yang didominasi oleh serasah pada ikan tawes betina sebanyak (58,45%) dan ikan jantan sebanyak (56,41%). Sedangkan jenis makanan terendah yaitu fitoplankton sebanyak (0,04%) pada ikan tawes betina dan (0,18%) pada ikan tawes jantan pada kelas rhodophyceae. Berdasarkan waktunya, nilai IP tertinggi pada bulan Juni sebesar (71,93%) yakni serasah sedangkan nilai IP rendah pada bulan April (0,13%) pada kelas rhodophycea. Ikan tawes di Sungai Konaweha memanfaatkan serasah sebagai makanan utamanya dengan IP>40%, sedangkan pada kelas bacillarophyceae dan chyanophyceae dengan nilai IP 4-40% merupakan makanan pelengkap dan pada kelas clorophyceae dan rhodophyceae serta MTT merupakan makanan tambahan dengan nilai IP<4%.Kata Kunci : Ikan tawes, kebiasaan makanan, Sungai Konaweha