cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Studi kepadatan Ketam Kelapa (Birgus latro) pada habitat yang berbeda di Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali Rahman, Abdul; Ramli, Muh.; Kamri, Syamsul
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.324 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan habitat ketam kelapa (Birgus latro) di Kec. Menui Kepulauan, Penelitian ini di laksanakan selama dua bulan yaitu pada bulan Oktober dan November 2015 bertempat di Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali. Metode pengambilan sampel dengan transek kuadrat 10x10 teknik purposive sampling. Parameter yang di ukur dalam penelitian ini diantaranya pH tanah, dan kondisi vegetasi. Untuk menentukan hasil tangkapan di gunakan analisis kepadatan .Hasil tangkapan ketam kelapa selama penelitian yaitu 65 ekor yang terdiri dari 39 jantan dan 26 betina. Hasil analisis menunjukan kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun ke II yaitu 0,28 dan terendah pada stasiun III yaitu 0,18. Habitat yang sesuai untuk kelangsungan hidup ketam kelapa terdapat pada stasiun II dimana vegetasi pohon kelapa masih di dominasiKata kunci: ketam kelapa, kepadatan, kecamatan Menui Kepulauan
Keberadaan Thalus Rumput Laut Eucheuma spinosum sebagai media penempelan Macroalga di perairan Pantai Lakeba Kota Baubau Jamil, Muhammad Ridha; Kasim, Ma'ruf; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.511 KB)

Abstract

Thallus epifit adalah salah satu media yang baik untuk pertumbuhan makroalga di laut. Makroalga adalah tanaman tingkat rendah yang sangat mnyukai substrat keras sebagai tempat melekat di lautan. Penelitian ini mencoba untuk mengeksplorasi ketersediaan talus Eucheuma spinosum sebagai tempat perlekatan bagi macrolaga di daerah Pantai Lakenlakeba costal. Penelitian ini menemukan bahwa tingginya spesies makroephypite pada thallus Eucheuma spinosum selama 30 hari adalah 2 ind / m3 / hari. Terjadinya J. longifurca selama 30 hari 2.181 ind / m3 / hari. Ulva lactuca tinggi di stasiun 2 dan 3 dengan masing-masing 6.478 dan 8.626. Variabel lingkungan berada dalam kondisi yang cocok untuk E. spinosum.Kata kunci : Laju Penempelan, Makroepifit, Parameter lingkungan, Perairan Pantai Lakeba.
Komposisi Jenis dan Kepadatan Makroalga Di Perairan Desa Ulunipa Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah Isham, .; Kasim, Ma'ruf; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.099 KB)

Abstract

Makroalga merupakan alga yang berukuran besar yang terdiri dari beberapa centimeter sampai beberapa meter. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makroalga. Penelitian ini dilaksanakan pada November-Desember 2016. Bertempat di Perairan Desa Ulunipa, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Stasiun Pengambilan sampel terdiri atas lima stasiun yang ditentukan berdasarkan tipe substrat. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel menggunakan transek garis sejajar garis pantai sejauh 100 meter dan masing-masing stasiun menggunakan transek kuadran ukuran 1x1 m2, sampel alga yang terdapat di dalam transek dihitung jumlah per jenis atau tegakan. Adapun jenis makroalga yang ditemukan sebanyak 10 jenis diantaranya 3 jenis dari kelas Phaeophyta yaitu Padina autralis, Turbunaria conoides, Sargassum Cristaefolium, 3 jenis dari kelas Chlorophyta  Halimeda simulans, Halimeda macroloba, Caulerpa serrulata, dan 4 jenis dari kelas Rhodophyta yaitu Gracilaria salicornia, Chondrus crispus, Galaxaura subvefficilatta, Eucheuma serra. Komposisi jenis tertinggi adalah jenis Halimeda macroloba sebesar 38,43% dan terendah adalah Galaxaura subvefficilatta sebesar 14,02%. Kepadatan tertinggi adalah jenis Chondrus crispus sebasar 2,44 (individu/m2) dan terendah adalah jenis Padina autralis sebesar 0,78 (individu/m2). Parameter kualitas air yang diperoleh, Suhu 29 ̶ 30oC, Kecerahan 100%, Kedalaman 25-45 cm, Kecepatan arus 0,035-0,050 m/detisk, Salinitas 30-31 ppt, Nitrat 0,0149-0,0173 mg/L, Phospat 0,0007-0,0091 mg/L.Kata kunci : Makroalga, komposisi jenis, kepadatan,  tekstur substrat
Dinamika Populasi Ikan Kuwe (Caranx Sexfasciatus) yang Tertangkap dengan Alat Tangkap Sero di Perairan Desa Puasana Kecamatan Moramo Utara Iswandi, .; Nadia, La Ode Abdul Rajab; Abdullah, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.332 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat, faktor kondisi, parameter pertumbuhan dan mortalitas Ikan kuwe (Caranx sexfasciatus) yang tertangkap dengan alat Tangkap Sero di perairan Desa Puasana Kecamatan Moramo Utara. Pengambilan sampel ikan kuwe dilakukan selama 3 bulan yaitu Bulan Juni sampai bulan Agustus tahun 2017. Alat tangkap yang digunakan adalah Sero. Jumlah sampel yang tertangkap selama penelitian adalah 207 indivdu. Hubungan panjang berat ikan kuwe memiliki nilai konstanta b=2,204 dengan nilai koefisien korelasi (r) 0,91. Nilai rata-rata faktor kondisi ikan kuwe tertinggi selama penelitian terdapat pada bulan Juni dan Agustus (FK=1,5 dan FK=1,3) dan terendah pada bulan Juli (FK=1,1). Hasil analisis parameter pertumbuhan diperoleh nilai (K) ikan kuwe sebesar 0,63 pertahun, L∞ sebesar 438,1 mm, dan t0 adalah 0,80 pertahun. Laju mortalitas total (Z) ikan kuwe sebesar 2,111 pertahun, mortalitas alami (M) sebesar 0,019 pertahun, mortalitas penangkapan (F) sebesar 2,093 pertahun. Kata kunci : Dinamika Populasi, Ikan Kuwe, Sero, Puasana
Sistem Informasi Sumberdaya Perairan di Perairan Teluk Kendari Nugroho, Tanto; Tadjuddah, Muslim; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.342 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan disekitar perairan Teluk Kendari pada Agustus - Oktober 2017. Tujuan penelitian ini menyediakan sistem informasi manajemen sumber daya perairan di Teluk Kendari berbasis website. Kegiatan pengumpulan data dilakukan di Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kota Kendari, BMKG Maritim, UPTD PPI/TPI Sodoha Kendari, dan perpustakaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan data sekunder terdiri atas data panjang dan berat ikan dan kerang, jumlah hasil tangkapan ikan dan kerang, kerapatan mangrove dan lamun, serta data parameter oseanografi perairan Teluk Kendari. Data CPUE menggunakan persamaan Gulland (1991), data panjang dan berat serta pertama kali matang gonad menggunakan persamaan eksponensial (Effendie, 1997), dan data mangrove dan lamun menggunakan persamaan (English et al, 1994). Data tersebut diinput dalam sebuah database untuk membangun sistem informasi sumber daya perairan Teluk Kendari. Hasil analisis berupa sistem informasi perikanan Teluk Kendari berisi enam menu utama yaitu menu Home, menu Sumber Daya Ikan berisi tentang informasi jumlah tangkapan ikan pelagis kecil, pelagis besar, dan ikan demersal dari tahun 2011-2016, deskripsi dari tiap spesies ikan serta nilai TKG, IKG, CPUE, dan hubungan panjang berat. Menu Sumber Daya Mengrove berisi informasi kerapatan jenis mangrove dan deskripsi jenis Rhizophora sp, Soneratia alba, Bruguira sp, dan Avicenia sp. Menu Sumber Daya Lamun berisi informasi kerapatan dan deskripsi E. acoroides, T. hemprichii, dan C. rotundata. Menu Sumber Daya Kerang berisi informasi jumlah tangkapan, panjang, berat, TKG, IKG dan deskripsi spesies kerang darah dan kerang bulu. Menu Paremeter Oseanografi berisi informasi suhu, pH air laut, salinitas, kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, dan pasang surut. Sistem informasi ini dilengkapi dengan berita dan link yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan. Sistem informasi ini dapat dikembangkan dengan menambahkan data lingkungan lainnya dan tampilan website sesuai kebutuhan pengguna. Data tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti laporan penelitian skripsi, tesis, disetasi, dan jurnal. Data tersebut dapat diakses secara online melalui website, http://sdp.uho.web.id menggunakan aplikasi-aplikasi pembuka web browser.Kata Kunci: Sistem informasi, Sumber daya Perairan, Teluk Kendari
Pemanfaatan Limbah Hasil Konstruksi Bangunan Sebagai Bahan Utama Dalam Rehabilitasi Terumbu Karang Setiawan, Sofyan; Anshari, Laode; Lolopayung, Oktafiani; Subhan, .; Risfandi, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.215 KB)

Abstract

Waste derived from construction may form as concrete slabs, bricks, broken tiles, cast iron and many more. These things can be utilized as materials in coral reef rehabilitation. The purpose of this activity is to make a design of artificial reefs that are relatively cheap, environmentally friendly, easily applied and social acceptable as well as helping the coral reef recovery process in the effort of rehabilitation. The substrate made of hard and solid provided a perfect media for coral transplantation and field for natural recruitment.  It is actually two wise steps at the same time, that is utilizing unused goods and improve the condition of the damaged coral reef.Keywords: Utilization, waste, construction, rehabilitation, coral reef
Pola pertumbuhan Ikan Sembilang (Plotosus lineatus) di Perairan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Jumiati, .; Asriyana, .; Halili, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.71 KB)

Abstract

Ikan sembilang (P. lineatus) merupakan Family Plotosidae yang banyak terdapat di perairan Tanjung Tiram, namun informasi mengenai pola pertumbuhan ikan ini masih sangat kurang sehingga studi ini perlu dilakukan.Studi dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2017. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan sembilang. Ikan sembilang dilakukan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang ukuran mata jaring 1,5; 2,0 dan 2,5inci. Sampel ikan kemudian diukur panjang total dan bobotnya. Hasil studi menunjukkan bahwa ikan sembilang jantan berada pada kisaran panjang 97–250 mm dan bobot 7 – 96 g, sedangkan ikan betina berada pada kisaran panjang 92–216 mm dan bobot 9 – 71 g. Pola pertumbuhan ikan tersebut mengikuti tipe allometrik negatif sebagaimana ditunjukkan oleh nilai b = 2,69 untuk jantan dan b = 2,49 untuk betina. Koefisien korelasi (r) ikan sembilang semakin mendekati 1 mengindikasikan bahwa pertumbuhan panjang selalu diikuti dengan pertambahan beratnya (r = 0,92) untuk jantan dan  (r = 0,9) untuk betina. Kisaran faktor kondisi jantan 0,61–1,88 dan betina 0,59–2,12 yang mengindikasikan bahwa kondisi betina lebih baik daripada jantan.Kata Kunci : Pertumbuhan, ikan sembilang, allometrik negatif, Tanjung Tiram
Mortalitas dan Tingat Eksploitasi Ikan Gabus (Channa striata) di Perairan Rawa Aopa Watumohai Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan Cia, Wa ode Cimiming; Asriyana, .; Halili, .
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.156 KB)

Abstract

AbstrakIkan gabus merupakan salah satu ikan ekonomis penting yang hidup di perairan Rawa Aopa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan bulan Mei sampai Juni 2017 dengan tujuan untuk menganalisis mortalitas dan tingkat eksploitasi ikan gabus. Penangkapan ikan gabus dilakukan dengan menggunakan beberapa alat tangkap yaitu bubu, jaring, pancing, dan seser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran frekuensi panjang ikan gabus didominasi oleh ukuran 321 – 368 mm untuk ikan jantan dan ukuran 279 – 320 mm untuk ikan betina. Hubungan antara panjang dan bobot ikan gabus menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif  (ikan jantan) dan pertumbuhan isometrik (ikan betina). Parameter  pertumbuhan ikan gabus jantan mencapai panjang asimtotik lebih cepat (11 tahun) dibandingkan ikan betina (13 tahun). Mortalitas  ikan gabus diperairan rawa aopa didominasi oleh mortalitas akibat penangkapan (F = 0,927; 1,745;1,246 ) dari pada kematian alami (M = 0,008;0,007;0,005 ). Tingkat eksploitasi ikan gabus di perairan ini tergolong dalam kategori tangkap lebih (E = 0,9)Kata kunci : ikan gabus, allometrik, issometrik, mortalitas, tangkap lebih.
Struktur komunitas ikan pada terumbu karang alami dan terumbu buatan dari sampah plastik di perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Anastion, .; Nur, Andi Irwan; Kasim, Ma'ruf
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.564 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di Perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara selama tiga bulan yaitu dari bulan Desember 2016 samapai Februari 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi ikan pada terumbu karang buatan dari sampah plastik dan terumbu karang alami. Pengambilan data ikan dilakukan sekali dalam sebulan. Metode pengambilan data ikan karang pada terumbu karang menggunakan metode visual sensus. Analisis data yang digunakan yaitu perhitungan indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies ikan pada terumbu karang alami memiliki kelimpahan yang lebih tinggi dibanding dengan karang buatan. Kelimpahan ikan pada terumbu alami 2,29 ind/m2, sedang pada terumbu buatan 9,41 ind/m2.. Indeks keanekaragaman ikan pada terumbu alami 2,24-3,45, sedang pada terumbu buatan berkisar 1,44-1,91. Indeks keseragaman ikan pada terumbu alami berkisar 0,87-1,18, sedang indeks keseragaman pada terumbu buatan  berkisar 0,74-0,79. Indeks ekologi pada terumbu alami 0,12-0,22, sedang pada terumbu buatan 0,16-0,27. Suhu perairan berkisar 29-31 oCdan salinitas 33-35 ‰. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa ikan pada terumbu buatan lebih melimpah dibanding dengan terumbu alami, namun keanekaragaman ikan pada terumbu alami lebih tinggi dibanding pada terumbu buatan.Kata Kunci : Komunitas ikan karang, Terumbu buatan, Tanjung Tiram
Studi Kebiasaan Makanan Ikan Gebel (Platax sp.) di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Sulawesi Tenggara Hartati, .; Yasidi, Farid; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.874 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari pada bulan April - Agustus 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebiasaan makan ikan gebel Paltax sp.). Sampel ikan diperoleh menggunakan alat tangkap sero dengan mengunakan mesh size 1,25 inchi. Semua ikan yang tertangkap pada saat sampling dijadikan sebagai contoh yang berjumlah 61 ekor, dan yang dapat dianalisi lambungnya hanya 38 ekor, sedangkan sampel ikan lainnya tidak teridentifikasi lambungnya. Lambung ikan terlebih dahulu ditimbang berat dan volumenya  kemudian dibedah menggunakan alat bedah. Nilai panjang total ikan berkisar antara 94,0 - 240,0 mm yang terbagi dalam 6 kelas ukuran panjang, yaitu: 94,0 - 114,1 mm, 114,1 - 138,4 mm, 138,4 - 162,6 mm, 162,6 - 186,9 mm, 186,9 - 211,1 mm, dan   211,1 - 240,0 mm. Frekuensi ikan sampel terbanyak terdapat pada ukuran 114,2 - 138,4 mm sebanyak 15 ekor, dan terendah pada ukuran 211,2 - 138,4 mm sebanyak 1 ekor. Jenis makanan lamun ditemukan pada semua selang ukuran tersebut. Hasil analisis Indeks bagian terbesar makanan ikan gebel terdiri atas 3 kelompok makanan yaitu lamun (IP = 70,59%), ikan (IP = 28,79%), dan crustasea (IP = 0,53%). Berdasarkan data yang diamati lamun sebagai makanan utama, sedangkan makanan pelengkap adalah ikan dan crustasea. Disetiap selang ukuran panjang, makanan yang dimanfaatkan oleh ikan gebel hampir seragam.Kata Kunci : Ikan Gebel, kebiasaan makan, Tondonggeu.

Page 9 of 23 | Total Record : 230