cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Kebiasaan Makanan Kerang Pokea (Batissa violacea var. celebensis, vonMartens, 1897) di Perairan Sungai Lasolo Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara Sri Indrawati, Desak Nyoman; Bahtiar, .; Nurgayah, Wa
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.672 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2014 di Perairan Sungai Lasolo dengan tujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan kerang pokea. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sapuan kawasan (swept area) dengan total sampel untuk setiap bulannya sebanyak 75 individu. Pada waktu yang sama dilakukan pengukuran parameter lingkungan meliputi suhu, alkalinitas, pH, bahan organik, dan kecepatan arus. Komposisi makanan kerang Pokea meliputi Bacillariophyceae, Chyanophyceae, Chlorophyceae, Rotatoria, Pyrrhophyceae, Dinophyceae, Euglenidae, dan detritus. Analisis komposisi makanan kerang Pokea menggunakan metode gravimetrik. Hasil analisis tersebut menunjukkan kebiasaan makanan organisme ini adalah didominasi oleh detritus sebesar 92,53% yang ditemukan pada stasiun II dan terendah sebesar 90,91% di stasiun IV. Kata Kunci : Kebiasaan makanan, kerang pokea (Batissa violacea var. celebensis, von Martens, 1897), detritus
Keanekaragaman Jenis Krustasea pada Padang Lamun di Perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Marwati, .; Hamid, Abdul; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.326 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2017 di perairan Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan dengan tujuan untuk mengetahuai keanekaragaman jenis dan kepadatan krustasea di padang lamun perairan Tanjung Tiram. Pengambilan data lamun dan krustasea dilaksanakan dengan menggunakan transek garis dan transek kuadrat serta pengambilan data krustasea juga digunakan gillnet dengan ukuran mata jaring 1,5 inchi. Hasil penelitian ditemukan 27 jenis krustasea, dengan jumlah jenis tertinggi ditemukan di stasiun yang memiliki kepadatan lamun tinggi (22 jenis), sedangkan terendah pada stasiun yang tidak memiliki vegetasi lamun (12 jenis). Kepadatan krustasea tertinggi ditemukan pada stasiun dengan kepadatan padang lamun tinggi (21,93 ind/m2) dan terendah pada stasiun dengan kepadatan padang lamun rendah (12,07 ind/m2). Indeks keanekaragaman krustasea pada empat stasiun penelitian berkisar 0,63‒ 1,03, indeks dominansi berkisar 0,12 ‒ 0,34, dan indeks keseragaman berkisar 0,58 ‒ 0,78. Keanekaragaman jenis dan kepadatan krustasea cenderung dipengaruhi oleh kepadatan lamun.Kata Kunci: Keanekaragaman, kepadatan, krustasea, padang lamun, Tanjung Tiram, Sulawesi Tenggara
Keanekaragaman dan kepadatan teripang di perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Uni, Wa; Ramli, Muh.; Ishak, Ermayanti
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.907 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keanekaragaman dan Kepadatan Teripang di Perairan Tanjung Tiram. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai Juli 2015. Lokasi pengambilan sampel terdiri atas tiga stasiun masing-masing stasiun terbagi atas tiga kali ulangan. Pengambilan sampel menggunakan bell transek dengan luasan 5 x 20 m2. Terdapat tujuh jenis teripang yang ditemukan di lokasi penelitian yang terdiri dari Holothuria.atra, H.scabra, Bodhacia marmorata, H.grasilis, Sithopus ocelatus dan S.variegates dan B.bivitientis. Nilai indeks keanekaragaman teripang pada bulan terang dan gelap berkisar 0,85-1,43 dan 0,92-1,31. Kepadatan jenis tertinggi pada bulan terang dan gelap terdapat pada spesies H.scabra, dan kepadatan terendah dari spesies S.ocelatus. Pola penyebaran teripang setiap stasiun dan bulan penelitian yaitu berkelompok (Id > 1). Nilai indeks dominansi teripang pada bulan terang dan gelap berkisar 0,28-0,48 dan 0,29-0,45.Kata kunci : Teripang, Keanekaragaman, Kepadatan, Peyebaran, Dominansi
Pertumbuhan dan hubungan panjang berat Ikan Kapas-kapas (Gerres oyena) di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari Sarfila, .; Halili, .; Arami, Hasnia
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.955 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hubungan panjang berat ikan kapas–kapas (G. oyena) di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli Kota Kendari. Penelitian dilakukan selama lima bulan yaitu bulan April sampai Agustus 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, Sampel penelitian ini diperoleh dari hasil tangkapan 3 unit sero yang masing-masing memiliki mesh size bunuhan1 inchi yang dioperasikan di kawasan mangrove, lamun dan terumbu karang. Hasil penelitian ditemukan sampel ikan (G. oyena) sebanyak 460 ekor yang terdiri dari 177 ekor ikan jantan dan 283 ekor ikan betina, dengan kisaran ukuran panjang total ikan jantan 75-165 mm dan betina yaitu 60–185 mm. Hasil analisis parameter pertumbuhan diperoleh nilai panjang asimtotik (L∞) ikan G. oyena jantan 170,6 mm dan 181,1 mm untuk ikan betina. Koefisien pertumbuhan (K) ikan jantan 0,35 dan ikan betina 0,65. IkanG. oyena jantan memiliki pola pertumbuhan bersifat allometrik positif pada bulan April (b=5,436), maupun pada bulan Mei (b=3,238),dan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif pada bulan Juni (b=2,920), dan bulan Juli (b=0,484) serta pada bulan Agustus (b=2,644). Sedangkan ikan betina memiliki pola pertumbuhan bersifat allometrik positif pada bulan April (b=5,291) dan pada bulan Mei (b=3,041) dan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif pada bulan Juni (b=2,482), dan bulan Juli (b=2,777) sedangkan pada bulan Agustus pola pertumbuhannya bersifat isometrik (b=2,803).KataKunci: IkanKapas-kapas,Gerres Oyena, Pertumbuhan, PanjangBerat, Perairan Tondonggeu.
Eksploitasi Kerang Bulu (Anadara antiquata) di Perairan Pantai Bungkutoko Sulawesi Tenggara Simuhu, Tabroni; Bahtiar, .; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.91 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Pantai Bungkutoko Sulawesi Tenggara dari bulan Januari–April 2015, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat eksploitasi kerang bulu (Anadara antiquata). Metode pengambilan sampel dilakukan secara acak melalui koleksi bebas. Total sampel selama penelitian sebesar 1.460 individu yang terdiri dari 883 individu jantan dan 577 betina. Data penelitian dianalisis dengan program FiSAT II versi 3. Kerang A. antiquata jantan dibulan Januari, Februari dan April hanya terdapat satu kelompok ukuran dengan nilai tengah masing-masing yaitu 2,44 cm, 1,93 cm, dan 2,39 cm. Bulan Maret terdapat dua kelompok ukuran yaitu stadia dewasa dan tua, dengan nilai tengah masing-masing 1,98 cm dan 2,39 cm. Kelompok ukuran kerang A. antiquata betina dibulan Januari dan Februari terdapat dua kelompok ukuran yang terdiri dari stadia dewasa dan tua, dengan nilai tengah masing-masing dibulan Januari 2,58 cm, dan 3,83 cm serta dibulan Februari 2,37 cm dan 3,26 cm. Bulan Maret dan April hanya memiliki satu kelompok ukuran dengan nilai tengah masing-masing yaitu 2,83 cm dan 2,64 cm. Tingkat eksploitasi (E) kerang jantan dan betina sebesar 0,14 pertahun dan 0,16 pertahun. Nilai tersebut berarti tingkat eksploitasi kerang A. antiquata jantan dan betina tergolong rendah (under fishing).Kata kunci: Kelompok ukuran, Anadara antiquata, eksploitasi
Studi ekologi bambu laut (Isis hippuris) di perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Mardianto, .; Nur, Andi Irwan; Ramli, Muh.
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.773 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase tutupan karang, kondisi kualitas air di perairan Tanjung Tiram, kepadatan dan penyebaran Bambu Laut, Hubungan kedalaman perairan dan kepadatan bambu laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2015, berlokasi di Perairan Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan adalah metode LIT dan Transek kuadrat. Persentase tutupan karang hidup di Perairan Tanjung Tiram yaitu 61,15%. Kondisi kualitas Perairan Tanjung Tiram yaitu suhu 28oC, salinitas 34 ppt, kecepatan arus 0,07−0,20, pH 7 dan kecerahan 100%. Kepadatan bambu laut lebih tinggi pada kedalaman 3 m yaitu 0,0432−0,0752 tegakan/m2 dan pada kedalaman 7 m sangat rendah yaitu 0,0144−0,0304 tegakan/m2, penyebaran Bambu laut didapatkan kriteria pola penyebaran mengelompok.Kata Kunci: Kepadatan dan penyebaran Bambu laut, Isis hippuris, Tanjung Tiram.
Pertumbuhan, biomassa dan produksi Glauconome virens (Bivalvia: Glauconomidae) di pantai berlumpur Teluk Staring Kecamatan Moramo Herman, .; Bahtiar, .; Hari, Harmin
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.1 KB)

Abstract

Parameter pertumbuhan, biomassa dan produksi Glauconome virens (nama lokal kerang lahubado) diteliti dari bulan Januari sampai Maret 2016. Sampel diperoleh dari Pantai Berlumpur Teluk Staring. Penelitian spesies ini masih jarang dan data pertumbuhan dan produksi sekundernya belum tersedia. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi awal dalam rangka pengelolaan spesies ini. Jumlah sampel sebanyak 594 yang berhasil dikumpulkan. Kepadatan rat-rata G. virens berkisar 20,67-24,11 ind./m2. Hubungan lebar cangkang-MKBA sangat erat dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,91. Pola pertumbuhan spesies ini adalah alometrik negatif (b=2,54). Nilai parameter pertumbuhan L∞=8,25 cm, K=1,5/thn dan t0=-0,15thn. Biomassa terendah ditemukan pada lebar cangkang 2,16 cm (0,002 g MKBA/m2) sedangkan tertinggi pada lebar cangkang 6,37 cm (10,79 g MKBA/m2). Analisis data biomassa tahunan diprediksi 33,59 g MKBA/m2/thn. Produksi individu menunjukkan nilai tertinggi pada lebar cangkang 4,56 cm (1,11 g/m2/thn), sedangkan terendah pada lebar cangkang 2,16 cm (0,26 g/m2/thn). Individu dengan lebar cangkang 5,77 cm berkontribusi terhadap tingginya kepadatan dan produksi tahunan masing-masing sebesar 18,4 ind./m2  dan 15,6 g MKBA/m2/thn, dengan kemampuan pulih (rasio P/B) mencapai 1,61/thn.Kata kunci: biomassa, pertumbuhan, Glauconome virens, pantai berlumpur
Studi kondisi ekosistem mangrove dan produksi detritus di pesisir Kelurahan Lalowaru Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Tang, Muhamat; Nur, Andi Irwan; Ramli, Muh.
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 1, No 4 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.714 KB)

Abstract

Detritus adalah bahan organik yang berasal dari guguran daun mangrove yang jatuh ke perairan kemudian mengalami penguraian membentuk substrat untuk pertumbuhan bakteri dan alga, yang kemudian menjadi sumber makanan bagi organisme pemakan detritus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengalinisis tingkat kerusakan mangrove, laju dekomposisi dan produksi detritus terhadap tingkat kepadatan mangrove di Pesisir Kelurahan Lalowaru. Metode yang digunakan adalah rancangan Litter-Trap dan Litter-Bag untuk menangkap guguran serasah dari pohon mangrove. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata kerapatan jenis mangrove Rhizophora apiculata yaitu 1544.44pohon/ha, Bruguiera gymnorrhiza yaitu 422.22 pohon/ha dengan penutupan jenis relatif rata-rata 33.333%. Produksi serasah mangrove yaitu rata-rata 3,7 ton/ha/tahun. Persentasi laju dekomposisi mangrove yaitu memiliki nilai rata-rata 0,328 gr/m2/hari. Produksi detritus pada ekosistem mangrove yaitu 9,6 kg/ha/tahun. Hasil pengukuran kualitas perairan yang diperoleh kisaran suhu 26–30oC, pH air 6, pH tanah 5–5,5, salinitas 28–29 ppt. Produksi detritus yang rendah dapat terlihat dari kondisi ekosistem mangrove Pesisir Kelurahan Lalowaru yang termasuk pada kategori rusak.Kata kunci : detritus, ekosistem mangrove, produksi serasah, pesisir kelurahan lalowaru, laju ekomposisi.
Sebaran suhu permukaan laut dan tracking daerah penangkapan Ikan Cakalang di Perairan Barat Laut Banda Agusliana M, Sri Eka; Tadjuddah, Muslim; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.324 KB)

Abstract

Informasi mengenai daerah penangkapan ikan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pengembangan perikanan tangkap.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran suhu permukaan laut dan pola daerah penangkapam ikan cakalang (Katsuwonus pelamis)di bagian Barat Laut Banda.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April - Juni 2016. Hasil pengamatan sebaran suhu permukaan laut di perairan Barat Laut Banda pada bulan April 2016 sampai Juni 2016 berkisar antara 26ºC – 31,98ºC. Pergerakan suhu hangat berasal dari arah selatan Laut Banda (Kepulauan Wakatobi) dansuhu dingin berasal dari Laut Banda.Adapun pola spasial dan temporal daerah penangkapan ikan cakalang oleh nelayan pancing pancing tonda pada bulan April – Juni 2016 dominan berada di bagian Timur Pulau Wawonii.                                                      Kata kunci:Aqua MODIS, daerah penangkapan ikan, Katsuwonus pelamis, Laut Banda, suhu permukaan laut
Status kesuburan perairan berdasarkan kandungan klorofil-a di Perairan Bungkutoko Kota Kendari Linus, Yulius; Salwiyah, .; Irawati, Nur
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.083 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesuburan perairan berdasarkan kandungan klorofil-a dan kelimpahan fitoplankton di perairan Bungkutoko. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan dari bulan Januari sampai Februari 2016. Lokasi pengambilan sampel dibagi dalam tiga stasiun. Penentuan lokasi didasarkan pada karakteristik perairan Pulau Bungkutoko dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil pengukuran parameter utama, yakni NO3, PO4, dan NH3 berkisar 0,0100-0,0670 mg/L, 0,0010-0,0076 mg/L, dan 0,0197-0,0303 mg/L. Hasil pengukuran parameter penunjang, yakni suhu, kecerahan (m), salinitas, pH, kecepatan arus dan DO berkisar 30-31oC, 2 m, 25-31 ppt, 6, 4-4,9 m/det, 4,1-7,8 mg/L. Pengukuran kesuburan perairan menggunakan metode TRIX. Hasil kesuburan perairan berdasarkan TRIX berkisar 1,25-1,28 mg/L, berdasarkan kategori TRIX perairan Pulau Bungkutoko tergolong dalam perairan oligotrofik. Terdapat lima kelas fitoplankton yang menempati perairan Pulau Bungkutoko, yaitu kelas Bacillariaophyceace, Dynophyceace, Cyanobacteria, Rotatoria dan Synurophyceace. Kelimpahan fitoplankton berkisar 115-3066 ind/L. Kelimpahan tertinggi dari kelas Bacillariaophyceace dan terendah dari kelas Cyanobacteria, berdasarkan kategori kelimpahan fitoplankton perairan Pulau Bungkutoko tergolong dalam periaran mesotrofik. Hasil pengukuran kandungan klorofil-a di perairan Pulau Bungkutoko berkisar 0,09-1,58 mg/m3, berdasarkan kategori kandungan klorofil-a perairan Pulau Bungkutoko tergolong dalam perairan oligotrofik-mesotrofik.Kata kunci: Kesuburan Perairan, Fitoplankton, Klorofil-a, Pulau Bungkutoko

Page 8 of 23 | Total Record : 230