cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 4: November 2023" : 9 Documents clear
ANALISIS STOK KARBON ORGANIK PADA PADANG LAMUN DI PERAIRAN MANGKELUNO, KECAMATAN LOHIA, KABUPATEN MUNA-SULAWESI TENGGARA Marheni, Sitti; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47266

Abstract

Isu pemanasan global yang berimplikasi pada terjadinya perubahan iklim saat ini berada pada laju yang menghawatirkan, dimana aktivitas manusia adalah penyumbang gas karbon dioksida (CO2) terbanyak ke udara. Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem perairan, memiliki kemampuan menyerap karbon serta menyimpannya dengan karakteristik unik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kerapatan vegetasi lamun di Perairan Mangkeluno, (2) mengetahui kandungan karbon pada vegetasi lamun di Perairan Mangkeluno, dan (3) mengetahui stok karbon pada vegetasi lamun di Perairan Mangkeluno. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode loss on ignation (LOI). Data yang dihitung adalah tutupan lamun, kerapatan lamun, biomassa lamun, kandungan C-organik, dan stok karbon. Parameter lingkungan yang diamati adalah salinitas, pH, dan suhu. Hasil penelitian menunjukan bahwa tutupan lamun tertinggi terdapat di Stasiun-III yaitu sebesar 58.19 % dan tutupan lamun terendah berada pada Stasiun-I yaitu 17.64 %. Kerapatan lamun tertinggi berada pada Stasiun-III yaitu sebesar 127.11 ind./m2 dan kerapatan lamun yang terendah berada pada Stasiun-I 40.89 ind/m2. Untuk biomassa lamun tertinggi berada pada Stasiun-III yaitu sebesar 25.83 gbk/m2 dan terendah berada pada Stasiun-I sebesar 19.07 gbk/m2. Kandungan C-organik tertinggi berada pada Stasiun-III yaitu sebesar 25.90 % C-org dan kandungan C-organik terendah berada pada Stasiun-I (25.43 % C-org). Stok karbon tertinggi berada pada Stasiun-III sebesar 27.80 (g C/m2) dan terendah di Stasiun-I sebesar 20.49 (g C/m2). Kondisi perairan masih sesuai standar baku mutu air sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan padang Lamun. Kata Kunci : Lamun, Perairan Mangkeluno, loss on ignation.
Analisis Kandungan Nitrat Phospat dan Amonia di Kawasan Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi Kabupaten Purworejo Permatasari, Mahardika Nur; Kurniawati, Any; Irawan, Hery
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47324

Abstract

Kawasan Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi di Kabupaten Purworejo adalah ekosistem mangrove yang penting secara ekologis dan pendidikan. Penelitian dilakukan dengan tujuan menganalisis kandungan nitrat, fosfat, dan amonia dalam kawasan ini. Sampel air diambil secara acak dari beberapa titik di kawasan mangrove, dengan tiga kali perulangan di setiap lokasi. Data hasil analisis diolah menggunakan perangkat lunak statistik Orange Data Mining dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis akan digunakan untuk memahami kualitas air di kawasan mangrove ini dan dampak potensialnya terhadap ekosistem. Metode analisis mengikuti standar APHA (2005) dengan menggunakan spektrofotometer UV mini-1240. Selain itu, analisis PCA digunakan untuk memahami hubungan antar parameter perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan amonia umumnya berada dalam batas aman untuk biota laut, meskipun beberapa pengukuran melebihi ambang batas. Kandungan nitrat melebihi batas baku mutu air laut, yang dapat berdampak negatif pada ekosistem laut. Demikian pula, kandungan fosfat juga telah melebihi batas baku mutu yang ditetapkan. Kesimpulannya, kualitas air di Kawasan Taman Edukasi Mangrove Demang Gedi memerlukan pemantauan dan tindakan pengelolaan yang lebih ketat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem ini. Diperlukan kerjasama antara pemangku kepentingan dan komunitas setempat untuk menjaga kelestarian kawasan ini dan mendukung program edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Ekosistem mangrove, kualitas air, nitrat, fosfat, amonia
STUDI KELIMPAHAN DAN STUKTUR KOMUNITAS IKAN BERUAYA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PERAIRAN SAWAPUDO Pratama, Aan; Ramli, Muhammad; Pratikino, A. Ginong; Afu, Alirman
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47262

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan kelompok jenis tumbuhan yang tumbuh di sepanjang pantai tropis dan sub tropis dengan produktifitas tinggi. Ikan yang beruaya pada ekosistem mangrove merupakan salah satu organisme yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove dengan jumlah yang terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan dan kondisi ekologi Ikan yang beruaya pada daerah mangrove saat pasang di perairan Sawapudo. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni - Desember 2020 di perairan Desa Sawapudo, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Pengambilan data karang dilakukan dengan menggunakan jaring insang dengan ukuran panjang 25 m dan lebar 2 m, serta ukuran mata jaring 2 inci yang diletakan di bagian luar daerah mangrove pada saat pasang dan diangkat pada saat air mulai surut sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian ditemukan 12 spesies ikan karang target yang berasal dari 12 famili. Mullidae dan Terapontidae merupakan famili ikan target yang mendominasi setiap stasiun. Adapun kelimpahan rata-rata terhadap ikan target tertinggi 0,44 ekor/luas area. Indeks keanekaragaman tergolong dalam kategori rendah, indeks keseragaman tergolong rendah dan indeks dominansi tergolong rendah Kata kunci : Mangrove, Ikan, Kelimpahan, Keanekaragaman, Perairan Sawapudo.
LAJU SEDIMENTASI DI PERAIRAN PESISIR LAGASA, KABUPATEN MUNA, INDONESIA Zamniar, Sitti; Asmadin, Asmadin; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.49182

Abstract

Pembukaan lahan di sepanjang daerah aliran sungai hingga ke muara, termasuk pembangunan jembatan dan reklamasi di wilayah pesisir, dan proses sedimentasi yang ada di lautan dapat meningkatkan laju sedimentasi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat laju sedimentasi di perairan pesisir Lagasa. Metode penelitian bersifat survey lapang menggunakan sejumlah instrumen perangkap sedimen (sediment trap) berbahan dasar pipa paralon PVC berukuran diameter masing-masing 0,05 m. Instrumen tersebut dibuat sebanyak 10 buah, ditempatkan di dasar perairan muara sungai hingga ke perairan pesisir selama 30 hari, dua kali pengulangan dengan interval waktu 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju sedimentasi di semua stasiun penelitian berkisar antara 161,26 - 1772,85 gr/m2/hari. Laju sedimentasi berturut-turut dari yang tertinggi ke terendah terletak di Stasiun II (1772,85 gr/m2/hari), Stasiun III (1065,6 gr/m2/hari), Stasiun V (406,07 gr/m2/hari), Stasiun IV (356,76 gr/m2/hari), dan Stasiun I (161,26 gr/m2/hari). Secara keseluruhan tingkat kecepatan arus permukaan laut di area studi cukup lemah hingga kuat berkisar antara 0,009 - 0,056 m/s. Tingkat Sedimentasi yang signifikan dapat meningkatkan pendangkalan pada perairan muara dan wilayah pesisir dalam kurun waktu tertentu. Kata Kunci: Kecepatan Arus Permukaan, Laju Sedimentasi, Perairan Pesisir Lagasa, Kabupaten Muna, Indonesia
BIODIVERSITAS KARANG LUNAK (SOFT CORAL) PADA DAERAH REEF FLAT DI PERAIRAN PULAU KAPOTA, TAMAN NASIONAL WAKATOBI Unhas, Fivianawati; Sadarun, Baru; Rahmadani, Rahmadani
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan karang lunak serta hubungannya dengan kondisi terumbu karang di perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2023. Titik stasiun dipilih menggunakan metode purposive sampling untuk penetapan tiga stasiun pengambilan data. Kondisi tutupan terumbu karang pengambilan datanya menggunakan metode transek garis (Line Intercept Transek) dengan membentangkan meteran sepanjang 50 meter yang dipasang sejajar garis pantai. Pengambilan data keanekaragaman dan kepadatan karang lunak menggunakan metode transek kuadrat yang diletakkan sepanjang 50 meter sejajar garis pantai . Hasil penelitian persentase terumbu karang rata-rata dalam kategori sedang, keanekaragaman karang lunak ditemukan delapan jenis yaitu Litophyton, Sinularia, Nepthea, Lobophytum, Isis Hippuris, Capnella, Gorgonian, dan Sarcophyton. Kepadatan karang lunak tertinggi pada jenis Sinularia yaitu 0,34 individu/m2. Analisis hubungan kepadatan karang lunak dengan persentase tutupan karang hidup menggunakan rumus regresi linear sederhana yang menunjukkan hubungan kedua variabel tersebut sangat kuat dimana karang lunak lebih banyak hidup pada area dengan tutupan karang rendah. Kata kunci : Keanekaragaman, Kepadatan, Octocoralia, Pulau Kapota, Wakatobi.
STUDI KESESUAIAN BIOFISIK SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI PANTAI MUTIARA KECAMATAN MAWASANGKA, KABUPATEN BUTON TENGAH Yursida, Yursida; Sadarun, Baru; Takwir, Amadhan; Asmadin, Asmadin
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47263

Abstract

Pantai Mutiara termasuk salah satu destinasi objek wisata pantai di Kabupaten Buton Tengah yang diunggulkan dan memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu kawasan wisata bahari. Wisata Pantai Mutiara ini masih terus dilakukan pengembangan setiap tahunnya oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung. Sehubungan dengan hal tersebut penting bagi pemerintah daerah melakukan pengelolaan wilayah untuk mendapatkan strategi pengelolaan dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya alam yang mendukung pengelolaan yang berkelanjutan. Berdasarkan pemaparan di atas maka saya mengambil penelitian dengan judul “Studi Kesesuaian Biofisik Sebagai Kawasan Wisata Bahari Pantai Mutiara di Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung Kawasan wisata bahari Pantai Mutiara. Penelitian ini menggunakan analisis kesesuaian wisata dan analisis daya dukung Kawasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis kesesuaian wisata bahari Pantai Mutiara sudah sangat sesuai (S1) untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi dengan nilai 100%, untuk kegiatan wisata bahari kategori snorkeling termaksud dalam kategori sesuai (S2) dengan memperoleh nilai 73,61% dan untuk wisata bahari kategori selam termaksud dalam kategori sangat sesuai (S1) dengan memperoleh nilai 93.05%. Nilai maksimal daya dukung kawasan wisata untuk kegiatan rekreasi pantai sebesar 557 orang/hari, sedangkan untuk nilai maksimum daya dukung kawasan untuk kegiatan snorkeling dan selam sebesar 211 orang/hari dan 157 orang/hari. Kata Kunci : Wisata, Rekreasi, Snorkeling, Selam, Pantai Mutiara
KEANEKARAGAMAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG PADA DAERAH TRANSPLANTASI KARANG DI PERAIRAN DESA MEKAR KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Junaidin, Junadin; Sadarun, Baru; Rahman, Arwan Arif
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47270

Abstract

Transplantasi karang merupakan salah satu bentuk upaya untuk menangulangi dan rehabilitasi kerusakan yang terjadi pada terumbu karang alami. Pembuatan terumbu buatan merupakan suatu rekayasa struktur bangunan yang sengaja diturunkan kelaut menyerupai habitat ikan yang bertujuan mengubah perairan yang komunitas ikan sedikit menjadi banyak kembali. Tingginya keragaman ikan karang disebabkan oleh variasi habitat yang ada di terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan struktur komunitas ikan karang pada daerah transplantasi karang di Perairan Desa Mekar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – agustus 2023, bertempat di Perairan Desa Mekar, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Pengambilan data keanekaragaman ikan menggunakan metode jelajah. Hasil identifikasi komposisi jenis yang dilakukan pada perairan Desa Mekar Kecamatan Soropia ditemukan 137 total individu dalam 12 family dan Family Pomacentridae merupakan family yang paling banyak di teumukan pada lokasi penelitian yaitu 70 jumlah individu dengan persentase 51%. Ikan karang pada daerah transplantasi karang yang terdapat di perairan Desa Mekar menunjukan nilai keanekaragaman yang tinggi yaitu 3,1762 sedangkan nilai indeks keseragaman jenis menunjukan bahwa komunitas dalam keadaan stabil dengan nilai 0,8796 dan indeks Dominansinya rendah yang menunjukkan bahwa spesies yang ditemukan tersebar merata dan perairan lokasi transplantasi karang Desa Mekar masih memiliki lingkungan perairan yang baik dan masih stabil. Kata kunci : Transplantasi Karang, Ikan Karang, Kelimpahan, Struktur Komunitas, Perairan Desa Mekar.
TINGKAT KONTAMINASI LOGAM BERAT Fe DAN Zn BERDASARKAN UKURAN SEDIMEN DI PERAIRAN POLEANG TIMUR Sakthyar, Sakthyar; Alrum, Armid; Emiyarti, Emiyarti
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47264

Abstract

Logam berat adalah unsur logam yang mempunyai massa jenis Iebih besar dari 5 gr/cm3. Logam berat yang terdapat di perairan berasal dari sumber alami berupa pelapukan bebatuan dan aktivitas vulkanik. Selain itu, logam berat masuk ke perairan melalui sumber antropogenik yang terkait dengan aktivitas manusia seperti pelayaran, pertambangan, pertanian, industrialisasi, urbanisasi , limpasan air hujan ,dan limbah perkotaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran butir,kandungan logam Fe dan Zn dan tingkat pencemaran logam Fe dan Zn pada sedimen di perairan Poleang Timur.Metode yang digunakan dalam menganalisis ukuran butir di sedimen menggunakan metode sieving dan analisis logam berat Fe dan Zn di sedimen menggunakan metode AAS(Atomic Absorption Spectrophotometry).Hasil penelitian menunjukkan ukuran butir di sedimen memiliki tiga kategori yaitu pasir kasar, pasir sedang dan pasir halus, Kandungan logam Fe di sedimen pada stasiun 1 berkisar 2663,82 - 8553,29 mg/l dan kandungan logam Zn berkisar 42,39 - 169,00 mg/l. Pada Stasiun 2 kandungan logam Fe berkisar 2835,06 - 3122,25 mg/l dan kandungan logam Zn berkisar 24,15 - 154,49 mg/l.sedangkan pencemaran logam Fe dan Zn pada perairan poleang timur tidak terindikasi tercemar atau terkontaminasi. Kata kunci : Logam berat, Sedimen, Kontaminasi.
STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON PADA SIANG HARI DI PERAIRAN TANJUNG WACUEA DAN PASI EA KABUPATEN BUTON UTARA Indira, Diva Safa; Ira, Ira; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47265

Abstract

Plankton merupakan sekelompok biota akuatik yang hidupnya melayang dan mengapung di kolom perairan. Perubahan yang terjadi pada suatu wilayah perairan dapat diketahui dengan melihat perubahan kelimpahan dan struktur komunitas zooplankton. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui stuktur komunitas zooplankton dan parameter lingkungan yang mempengaruhi kelimpahan zooplankton di perairan Tanjung Wacuea dan Pasi Ea, Kabupaten Buton Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode menarik plankton net tegak lurus garis pantai saat siang hari. Parameter yang diukur adalah : kecepatan arus, salinitas, pH, suhu dan oksigen terlarut. Komposisi jenis zooplankton yang ditemukan pada stasiun I memiliki persentase tertinggi dari kelas crustacea sebesar 79.2% dan persentase terendah dari kelas branchiopoda sebesar 1.9%. Pada stasiun II kelas crustacea memiliki persentase tertinggi sebesar 94.4% dan terendah dari kelas maxillopoda sebesar 5.6%. Kelimpahan zooplankton berkisar antara 38 ind/L – 114 ind/L. Indeks keanekaragaman zooplankton berkisar antara 1.08 – 1.43, indeks keseragaman berkisar antara 0.36 - 0.37 dan indeks dominansi bekisar antara 0.31 - 0.40. Struktur komunitas zooplankton di Tanjung Wacuea dan Pasi Ea menunjukkan nilai yang rendah. Parameter lingkungan yang mempengaruhi kelimpahan zooplankton adalah kecepatan arus dan suhu. Kata Kunci : Struktur komunitas, Zooplankton, Tanjung Wacuea, Pasi Ea

Page 1 of 1 | Total Record : 9