cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 205 Documents
PENEMPELAN TERITIP AMPHIBALANUS AMPHITRITE PADA SEMAI MANGROVE RHIZOPORA MUCRONATA DI AREA REHABILITASI MANGROVE DESA BASULE KABUPATEN KONAWE UTARA Noer, Fachrijal; Ramli, Muhammad; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20986

Abstract

AbstrakTeritip merupakan hama yang melekat pada batang maupun akar. Hal itu dapat merusak kulit batang mangrove dan mengakibatkan kematian mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter kualitas perairan terhadap kepadatan biofouling (teritip), kepadatan dan jenis biofouling (teritip) pada area rehabilitasi mangrove di Desa Basule Kabupaten Konawe Utara. Penentuan stasiun dilakukan secara purposive sampling yang berjumlah 3 stasiun. Pada masing-masing stasiun terdiri dari 3 sub stasiun sepanjang 100 meter dengan interval jarak 10 meter. Pemilihan stasiun ini didasarkan pada perbedaan karakteristik kerapatan mangrove. Penghitungan teritip dilakukan saat air menjelang surut dengan metode plot transek kuadrat. Pada setiap ulangan diletakkan petak ukuran 5x5 meter untuk kategori anakan dan  plot 1 x 1 meter yang ditempatkan dalam petak ukuran 5x 5 meter secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan tertinggi berada pada stasiun III yang mencapai 17,22 ind/m2 sementara kepadatan terendah terdapat pada stasiun I dengan nilai 12,66 ind/m2 . Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi kerapatan mangrove maka semakin tinggi kepadatan teritip.Kata Kunci: Amphibalanus amphitrite, penempelan, kepadatan, mangrove, Desa Basule
IDENTIFIKASI SPONS BERDASARKAN TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN SOMBU TAMAN NASIONAL WAKATOBI Husmayani, Wa Ode; Sadarun, Baru; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21856

Abstract

Spons merupakan hewan multiseluler paling primitif yang hidup diberbagai tipe perairan mulai dari tawar, payau, dan laut. Biota ini hidup di dasar perairan dan biasanya menempel pada substrat keras seperti batu atau karang dan berkompetisi dengan organisme penempel lainnya untuk memperoleh ruang dan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan spons berdasarkan tutupan karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020 – Juli 2021, di Perairan Sombu Taman Nasional Wakatobi. Pengambilan data spons dilakukan dengan menggunakan metode belt transect dengan panjang line transect 50 m dengan lebar 4 m pada kedalaman 3 m (reef flat) dan 7 m (reef slope) pada masing-masing stasiun. Data diambil bersama dengan tutupan karang menggunakan metode line intercept transect (LIT) dengan panjang line transect 50 m pada kedalaman yang sama dengan data spons. Hasil penelitian didapatkan bahwa keanekagaraman hayati spons yang ditemukan dilokasi penelitian yaitu sebanyak 2 kelas, 19 famili dan 23 genus. Yakni  keanekaragaman jenis spons tertinggi yaitu pada stasiun I sebesar 20 genus, serta kepadatan spons tertinggi sebesar 0,18 individu/m2 terdapat pada genus   Spheciospongia sp., kepadatan spons tertinggi berdasarkan stasiun terdapat pada stasiun I zona reef slope yaitu dengan nilai 0,32 individu/m². Persentase tutupan karang pada stasiun I dan II masuk dalam kondisi baik, sedangkan pada stasiun III masuk dalam kondisi sedang. Keanekaragaman dan kepadatan spons dipengaruhi adanya keberadaan terumbu karang, sehingga keberadaan tutupan karang yang tinggi menyebabkan melimpahnya pertumbuhan spons.Kata Kunci : Keanekaragaman, Kepadatan, Spons, Terumbu Karang 
DOMINASI GENERA KARANG KERAS (HARD CORAL) DI PERAIRAN DESA TANJUNG TIRAM, KAB. KONAWE SELATAN Massar, Mundzir; Sadarun, Baru; Subhan, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20992

Abstract

Ekosistem terumbu karang di Desa Tanjung Tiram memiliki sumberdaya yang beranekaragam dan berlimpah. Namun dalam beberapa dekade terakhir, keberadaannya terancam oleh kegiatan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dominasi genera karang keras dan persentase tutupan karang hidup serta hubungan faktor lingkungan dengan sebaran kondisi terumbu karang di perairan Desa Tanjung Tiram. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020. Hasil penelitian ini ditemukan 3 genera dominasi yaitu Porites, Fungia dan Favites dimana Porites merupakan genus karang yang paling dominan ditemukan di area reef slope dan reef flat. Secara keseluruhan persentase tutupan karang hidup Perairan Tanjung Tiram berada di bawah 60%. Semakin dalam perairan presentase tutupan karang hidup makin rendah dan patahan mendominasi.Kata kunci: Dominasi, Karang Keras, Tanjung Tiram.
STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA DISTRIBUSI MAKROALGA DI PERAIRAN WANGI-WANGI DESA LIYA MAWI KABUPATEN WAKATOBI Afrianti, Nunung; Nurgayah, Wa; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21852

Abstract

Makroalga salah satu sumber daya hayati laut memiliki nilai ekonomis dan manfaat, baik untuk manusia maupun lingkungan sekitarnya. Lokasi Penelitian di Perairan Desa Liya Mawi Kabupaten Wakatobi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai struktur komunitas dan pola distribusi makroalga. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli-September 2020.  Pengambilan data menggunakan metode transek kuadrat.  Pengambilan data dilakukan di tiga stasiun dengan 3 kali pengulangan. Analisis data yang digunakan yaitu  indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi, kepadatan dan pola distribusi.  Makroalga yang ditemukan berjumlah 13 spesies yang terdiri atas Kelas Chlorophyta berjumlah 6 spesies, kelas Phaeophyta 2 spesies dan kelas Rhodophyta 5 spesies. Jenis yang ditemukan yaitu Gracilaria coronopifolia, Laurencia papilosia, Gracilaria edulis, Eucheuma spinosum, Glacilaria salicornia, Ulva fasciata, Halimeda tuna, Halimeda marcoluba, Halimeda opuntia,Dictyosphaeria cavernosa, Chaetomorpha crassa, Padina australis dan Hydroclathrus clathratu. Nilai indeks keanekaragaman jenis makroalga berada dalam kategori sedang, indeks keseragaman dalam kategori tinggi, indeks dominansi makroalga tergolong kategori rendah.  Kepadatan makroalga berkisar 3,123-17,643 koloni/m². Pola distribusi makroalga di perairan Desa Liya Mawi tergolong kategori mengelompok dan merata.Kata Kunci: Desa Liya Mawi, Makroalga, Pola Distribusi, Struktur Komunitas 
KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb PADA SEDIMEN DAN KERANG (POLYMESODA EROSA) DI PERAIRAN KOEONO, KECAMATAN PALANGGA SELATAN, KABUPATEN KONAWE SELATAN Mariani, Reni Ulfa; Emiyarti, .; Haya, La Ode Muhammad Yasir
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20987

Abstract

Perairan Koeono merupakan pusat aktifitas pertambangan jenis ore nickel. Kondisi perairan tersebut diduga telah tercemar logam berat diantaranya jenis logam berat Timbal (Pb), namun informasi tentang konsentrasi bahan pencemar berbahaya (logam berat Pb) di lokasi penelitian belum tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada sedimen dan Bivalvia jenis kerang (Polymesoda erosa) di Perairan Koeono. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling. Sampel diambil dengan dua kali pengulangan. Analisa logam berat Pb menggunakan metode Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi logam berat Timbal (Pb) pada sedimen berada pada kisaran 0.145-0.345 mg/l dan kerang jenis polymesoda erosa pada kisaran 1.14-2.65 mg/l. Berdasarkan standar baku mutu oleh Kepmen LH No 51 Tahun 2004 dan BPOM dinyatakan kandungan timbal pada sedimen dan kerang (Polymesoda erosa) sudah melewati ambang batas baku mutu dan kerang tidak layak dikonsumsi.Kata kunci: Kerang; Sedimen; logam berat Pb; Perairan Koeono
KEPADATAN JENIS SACCOSTREA CUCULLATA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PULAU KAPOTA KECAMATAN WANGI - WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI Pratama, Charli; Ramli, Muhammad; Ira, .
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21858

Abstract

Biofouling merupakan organisme yang menghabiskan serluruh hidupnya dilingkungan perairan laut, dan bersiafat   menempel dan dapat menyebabkan masalah serius karena merupakan penghambat kelangsungan hidup anakan mangrove contohnya seperti teritip  merupakan faktor penyebab stres ekofisiologis seperti reduksi fotosintesis dan penghambat pertukaran gas pada anakan dan tumbuhan dewasa Pulau kapota merupakan salah satu pulau yang terletak di bagian barat pulau wangi wangi selatan Provinsi Sulawesi Tenggara Pulau kapota memiliki keanekaragaman hayati laut yang melimpah terutatama pada ekosistem mangrove yang mempunyai peran penting dalam kelangsungan rantai makanan bahan organik, serta tempat berllindung berbagai organisme yang berasosiasi di ekosistem  mangrove salah  satunya orgnisme Biofouling yang menenpel pada mangrove yang dapat menimbulkan kerusakan akibat biota penempet yang di sebut biofouling. Tujuan peneltn ini adalah mengetahui jenis biofouling, kepadatan biofouling, dan kualitas perairan pada ekosisitem manggrove di Pulau Kapota. Peneltian ini dilaksanakan bulan November 2020. Hasil penelitian ini ditemukan jenis biofouling  S. cucullata yang memiliki sepasang cangkang tidak sama. Dengan kepadatan S. cucullata pada Ekosistem mangrove mencapai 0,04 – 0,70 ind/m², yang terdapat pada anakan. Sedangkan pada pohon mencapai 0,06 – 0,15 ind/m². dan kualitas perairan pada ekosistem Manggrove berdasarkan pH, Salinitas, Suhu, Kecepatan Arus dan kecerahan masih dapat dikatakan menunjang untuk pertubuhan biofouling S. cucullata.Kata Kunci : Manggrove, Biofouling, S. cucullata  
STUDI JENIS IKAN YANG BERASOSIASI DENGAN PADANG LAMUN DI PERAIRAN DESA LIYA MAWI KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI Jalil, Muhammad; Nurgayah, Wa; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20993

Abstract

Ikan merupakan salah satu organisme akuatik yang rentan terhadap perubahan lingkungan terutama yang diakibatkan oleh aktifitas manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Setiap jenis ikan dapat hidup dan berkembang biak, mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya dimana ikan itu hidup. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis ikan yang berasosiasi di padang  lamun dan mengetahui jenis persen penutupan lamun di Perairan Desa Liya Mawi Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2019 - Mei 2020. Pengambilan data ikan menggunakan jaring insang dan bubu. Pengambilan data persen penutupan lamun menggunakan metode transek kuadrat dengan panjang 100 m dan transek kuadrat 1 m × 1 m. Hasil penelitian menunjukkan, ikan yang ditemukan pada lokasi penelitian sebanyak 821 individu yang berasal dari 1 kelas 10 family dan 18 spesies. Untuk jenis lamun yang ditemukan 2 yaitu C. serrulata dan T. hemprichii dengan kategori persen penutupan lamun sangat padat pada stasiun I (76,83%), persen penutupan lamun sedang pada stasiun II (42,67%), persen penutupan lamun jarang pada stasiun III (23,83%).Kata Kunci: Jenis Lamun, Komposisi Jenis Ikan, Persen Penutupan Lamun
STRUKTUR KOMUNITAS BRACHIURA (KEPITING) PADA KAWASAN MANGROVE DI DESA LAWEY KECAMATAN WAWONII SELATAN KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Firmansyah, .; Ramli, Muhammad; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20983

Abstract

Kepiting merupakan salah satu dari beragam jenis hewan avertebrata yang hidup berasosiasi dengan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis, kepadatan jenis dan struktur komunitas kepiting pada ekosistem mangrove di Desa Lawey Kecamatan, Wawonii Selatan, Kabupaten Konawe Kepulauan. Pengambilan data kepiting dilakukan pada 3 stasiun pengamatan dengan menggunakan metode transek kuadrat. Dari hasil penelitian yang dilakukan ditemukann 6 jenis kepiting yakni Uca forcipata, Uca vocans, Scylla sp., Parasesarma sp., Thalamita crenata, dan Portunus pelagicus. Kepadatan jenis tertinggi pada jenis Uca vocans, sedangkan kepadatan jenis terendah pada jenis Portunus pelagicus. Nilai indeks keanekaragaman pada semua stasiun penelitian termasuk dalam kategori rendah. Indeks keseragaman pada semua stasiun termasuk dalam kategori tinggi dan indeks dominansi masuk dalam kategori rendah. Jenis kepiting yang umum ditemukan pada lokasi penelitian dari genus Uca. Kerapatan jenis mangrove dilokasi penelitian tergolong dalam kategori sedang dan padat.Kata kunci: Kepiting, Struktur Komunitas, Mangrove, Desa Lawey, Konawe Kepulauan
DISTRIBUSI SUHU DAN SALINITAS PERMUKAAN DI PERAIRAN RANOOHA RAYA KECAMATAN MORAMO SULAWESI TENGGARA Yulistiani, Uun; Asmadin, .; Ira, .
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21853

Abstract

Suhu permukaan laut dan salinitas merupakan parameter kunci oseanografi yang berperan untuk menilai kondisi ekologi lingkungan perairan, terutama di daerah perairan dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial suhu dan salinitas permukaan di perairan Ranooha Raya. Metode penelitian menggunakan Hand Refraktometer dan Termometer untuk pengukuran langsung sampel air pada kedalaman 0-2 m. Analisis spasial distribusi suhu dan salinitas permukaan laut menggunakan teknik interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai suhu permukaan laut cenderung homogen berkisar antara 28-30 0C pada saat pasang dan 29-32 0C pada saat surut. Nilai variasi salinitas permukaan laut cukup lebar berkisar antara 22-30 ppt yang diperoleh pada saat pasang dan berkisar antara 15-31 ppt pada saat surut. Distribusi nilai suhu dan salinitas permukaan laut menunjukkan bahwa semakin menjauhi garis pantai nilainya semakin tinggi. Faktor-faktor lingkungan, seperti presipitasi, evaporasi dan masukkan air tawar dari beberapa aliran sungai mempengaruhi perubahan nilai suhu dan salinitas perairan. Kata kunci: Analisis Spasial, Distribusi Spasial, Ranooha Raya, Salinitas Permukaan Laut, Suhu Permukaan Laut
AKUMULASI LOGAM TIMBAL (Pb) PADA SEDIMEN TELUK STARING SULAWESI TENGGARA Efendi, Icang; Armid, Alrum; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20988

Abstract

Teluk Staring, terletak di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, merupakan lingkungan perairan laut yang telah lama dijadikan penduduk setempat untuk kegiatan nelayan, pelayaran dan kegiatan wisata. Wilayah daratan dari teluk ini telah dikembangkan untuk kegiatan-kegiatan pertanian, tambak dan penambangan pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akumulasi logam timbal (Pb) pada sedimen Teluk Staring yang kemungkinan dihasilkan dari residu hasil aktivitas penduduk di sekitar teluk. Sampel sedimen dari 12 titik sampling dalam wilayah teluk dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Indeks geoakumulasi digunakan untuk menentukan status pencemaran logam Pb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sedimen berfluktuasi dari lempung berdebu dan debu. Konsentrasi logam Pb berada pada interval 5.21-11.68 ppm dengan konsentrasi tertinggi terdapat pada muara Sungai Laonti yang kemungkinan disebabkan oleh buangan limbah dari aktivitas antropogenik di darat yang terjerap pada sedimen dari badan perairan. Hasil perhitungan indeks geoakumulasi menyimpulkan bahwa sedimen dari perairan Teluk Staring belum mengalami pencemaran logam Pb. Monitoring terhadap kualitas perairan Teluk Staring penting dilakukan oleh pemerintah lokal untuk menjamin pemanfaatan kawasan teluk secara aman dan bebas polusi.Kata Kunci: Timbal (Pb), Sedimen, Teluk Staring