cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 205 Documents
DISTRIBUSI SPASIAL DAN PREFERENSI HABITAT GASTROPODA DI KAWASAN HUTAN MANGROVE SEGARA ANAKAN, CILACAP Kresnasari, Dewi; Gitarama, Arbi Mei; Subhan, Subhan
Jurnal Sapa Laut Vol 7, No 4: November 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i4.40426

Abstract

Ecologically, the mangrove ecosystem acts as a spawning ground, nursery ground and feeding ground for various organisms. One of the biota located in the Segara Anakan mangrove ecosystem is Gastropods. This fauna plays an important role in food webs and decomposition processes. The Segara Anakan mangrove forest has undergone changes due to natural factors (sedimentation) and anthropogenic factors. If this is ignored, of course, it will affect the distribution pattern and habitat preferences. The purpose of this study was to determine the composition, abundance, distribution and habitat preferences of gastropods in the mangrove forest of Segara Anakan, Cilacap. The study was conducted in AugustOctober 2022 with a sampling period of once every two weeks. The sampling method used is purposive sampling. Two locations were selected based on different characteristics, namely: St A (eastern part of Segara Anakan, salinity 10-20 , density of mangrove Rhizophora sp. dense, close to the port) and St B (western part of Segara Anakan, salinity 5-10‰, mangrove density Rhizophora sp. is rare, close to residential areas). At each research station, five sampling points were determined, each point contained three sampling plots. The data obtained were analyzed by PCA (Principal Component Analysis). Based on the results of the research, there were 8 families of gastropod communities in St A and 6 families in St B. The most dominating families at the two observation stations were Potamididae and Neritidae. The highest abundance was found in St B at 290 ind/m2, while St A reached 180 ind/m2. The distribution pattern of gastropods is included in the grouping and even distribution criteria. From the results of PCA Gastropod analysis, it is closely related to dissolved oxygen content. This is related to the role of oxygen in the fulfillment of respiration and decomposition of organic matter.Keywords: Gastropods, Mangroves, Distribution patterns, Habitat preferences, Segara Anakan
STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON PADA PERAIRAN DESA NGAPAWALI Sudarmin, Rodhatul Jannah; Nurgayah, Wa; Rahmadani, Rahmadani
Jurnal Sapa Laut Vol 9, No 1: Februari 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v9i1.49040

Abstract

Abstrak Desa Ngapawali adalah sebuah desa di Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa ini memiliki satu fenomena alam pada wilayah pesisirnya. Fenomena alam ini dikenal dengan air mendidih. Masyarakat desa menamai wilayah ini dengan bahasa daerah yaitu Iwoi Lulua. Wilayah pesisir ini merupakan daerah sesar (patahan) dan belum menunjukan adanya aktivitas gunung api bawah laut. Wilayah perairan ini dikenal dengan perairan Hidrotermal non vulkanik. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton dan struktur komunitas fitoplankton pada perairan Desa Ngapawali. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan dengan menyaring fitoplankton menggunakan alat plankton net. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan dengan 3 pengulangan tiap stasiunnya. Pengambilan sampel kualitas air yang di ukur dilapangan yaitu suhu, salinitas, kecepatan arus, kecerahan dan pH. Sedangkan DO, nitrat dan fosfat dilakukan analisis lebih lanjut di laboratorium. Kelimpahan fitoplankton berkisar 57.333 – 76.000 sel/L. Kelimpahan fitoplankton yang ditemukan pada stasiun 1 adalah 57.333 sel/L yang merupakan kelimpahan terendah dari setiap stasiun. Kelimpahan pada Stasiun 2 ditemukan dengan nilai 76.000 sel/L dan kelimpahan ini merupakan kelimpahan tertinggi. Stasiun 3 ditemukan kelimpahan fitoplankton dengan nilai 62.666 sel/L. Indeks keanekaragaman dan keseragaman di perairan Desa Ngapawali masuk dalam kategori sedang. Sedangkan indeks dominansi di perairan ini masuk dalam kategori rendah. Keywords : Struktur Komunitas, Fitoplankton, Desa Ngapawali
BIODIVERSITAS KARANG LUNAK (SOFT CORAL) PADA DAERAH REEF FLAT DI PERAIRAN PULAU KAPOTA, TAMAN NASIONAL WAKATOBI Unhas, Fivianawati; Sadarun, Baru; Rahmadani, Rahmadani
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan karang lunak serta hubungannya dengan kondisi terumbu karang di perairan Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2023. Titik stasiun dipilih menggunakan metode purposive sampling untuk penetapan tiga stasiun pengambilan data. Kondisi tutupan terumbu karang pengambilan datanya menggunakan metode transek garis (Line Intercept Transek) dengan membentangkan meteran sepanjang 50 meter yang dipasang sejajar garis pantai. Pengambilan data keanekaragaman dan kepadatan karang lunak menggunakan metode transek kuadrat yang diletakkan sepanjang 50 meter sejajar garis pantai . Hasil penelitian persentase terumbu karang rata-rata dalam kategori sedang, keanekaragaman karang lunak ditemukan delapan jenis yaitu Litophyton, Sinularia, Nepthea, Lobophytum, Isis Hippuris, Capnella, Gorgonian, dan Sarcophyton. Kepadatan karang lunak tertinggi pada jenis Sinularia yaitu 0,34 individu/m2. Analisis hubungan kepadatan karang lunak dengan persentase tutupan karang hidup menggunakan rumus regresi linear sederhana yang menunjukkan hubungan kedua variabel tersebut sangat kuat dimana karang lunak lebih banyak hidup pada area dengan tutupan karang rendah. Kata kunci : Keanekaragaman, Kepadatan, Octocoralia, Pulau Kapota, Wakatobi.
DISTRIBUSI DAN KEPADATAN MAKROALGA DI TANJUNG WACUEA DAN PASI EA KABUPATEN BUTON UTARA Jefriyono, Jefriyono; Ramli, Muhammad; Ira, Ira
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 3: Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i3.47255

Abstract

Makroalga merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang bernilai ekonomis tinggi, namun keberadaannya sangat dipengaruhi oleh parameter oseanografi perairan. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret 2022 di Tanjung Wacuea (St I) dan Pasi Ea (St II) di Teluk Kulisusu Kec Kulisusu Kab Buton Utara. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kepadatan dan distribusi makroalga. Penentuan stasiun berdasarkan perbedaan karakteristik oseanografi Teluk Kulisusu. Pengambilan data oseanografi meliputi kecepatan arus, salinitas, DO, kedalaman perairan. Pengambilan data makroalga menggunakan metode transek kuadran yang berukuran 1x1m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makroalga tertinggi terdistribusi di bagian barat mulut Teluk Kulisusu dengan jumlah makroalga sekitar 20 jenis dan memiliki kepadatan tertinggi (74,88 ind/m2), sementara distribusi terendah berada di bagian utara yaitu berada di tengah Teluk dengan 10 jenis makroalga dan memiliki kepadatan makroalga rendah (67,21 ind/m2). Kata kunci: Distribusi, Kepadatan, Makroalga, Tanjung Wacuea, Pasi Ea
PREDIKSI KENAIKAN MUKA AIR LAUT RATA-RATA DI PERAIRAN PULAU BOKORI SULAWESI TENGGARA Irpan, Muhammad; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.49096

Abstract

Kenaikan muka air laut merupakan suatu fenomena alam yang tidak dapat ditolak kejadiannya. Hal ini telah banyak dinyatakan oleh para ahli dalam publikasi mereka. Fenomena ini telah mengancam daerah pesisir dan pulau-pulau kecil yang memiliki daratan yang landai. Penelitian ini bertujuan memprediksi kenaikan muka air laut hingga tahun 2050 dan dampak fisiknya terhadap Pulau Bokori Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 – Februari 2019 di Pulau Bokori. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data Primer berupa data topografi pulau diperoleh melalui pengukuran langsung di lapangan dengan menggunakan Teodolit Digital. Data sekunder berupa data pasang surut Kendari berasal dari Dishidros TNI AL-Kendari dan data pasang surut Bitung selama 30 tahun terakhir (1998-2018) yang diperoleh dari Global Sea level Observing System (GLOSS). Data pasang surut dari GLOSS dapat didownload gratis pada laman: www.ioc-sealevelmonitoring.org. Analisis prediksi kenaikan muka air laut dilakukan dengan menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan muka air laut hingga tahun 2050 setinggi 0,3456 m dan dampak fisik kenaikan muka air laut terhadap Pulau Bokori adalah tergenangnya area pulau seluas 0,5412 ha (9,9 %) daratan Pulau Bokori. Diperlukan kebijakan yang tepat dalam pengelolaan Pulau Bokori untuk meminimalisir dampak kenaikan muka air laut yang terjadi secara signifikan. Kata Kunci: Kenaikan Muka Air Laut, Pulau Bokori, Prediksi.
ANALISIS KONSENTRASI KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT UNTUK MENDUGA ZONA PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN SATELIT AQUA MODIS DI PERAIRAN SELAT TIWORO Gefril, Gefril; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 9, No 1: Februari 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v9i1.49036

Abstract

Perairan Selat Tiworo merupakan salah satu daerah penangkapan pelagis kecil yang terletak di jazirah tenggara daratan Pulau Sulawesi bagian Tenggara. Hampir semua populasi ikan yang hidup di perairan laut mempunyai kisaran suhu dan klorofil-a yang optimum untuk kehidupannya. Salah satu jenis citra satelit penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk memantau sebaran suhu dan klorofil di laut adalah citra Aqua MODIS. Informasi tentang sebaran suhu permukaan laut dan sebaran klorofil dapat dijadikan informasi untuk menduga Daerah Penangkapan Ikan (DPI). Penelitian dilakukan di perairan Selat Tiworo dengan data satu tahun mluai 2020 Desember - 2021 November dengan Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif, yang dimuai dari studi literatur, penentuan lokasi penelitian, persiapan citra, pengolahan data untuk mendapatkan peta sebaran fishing ground berdasarkan klorofil-a dan SPL dan analisis data. Berdasarkan data spasial konsentrasi klorofil-a rata-rata 0,3 – 2,5 mg/m³ yang tersebar merata dan tejadi pada setiap bulannya selama satu tahun. Nilai SPL berfluktuasi dengan kisaran 29 – 35C. Wilayah fishing ground dengan kategori tertinggi tejadi pada musim barat dan musim timur yaitu pada bulan Deember, Juli Agustus dan September, diduga klorofil-a dan SPL pada musim tersebut optimum untuk daerah penangkapan ikan. Kata Kunci: Perairan Selat Tiworo, Klorofil-a dan SPL, Satelit Aqua Modis, Fising Ground
STUDI KESESUAIAN BIOFISIK SEBAGAI KAWASAN WISATA BAHARI PANTAI MUTIARA KECAMATAN MAWASANGKA, KABUPATEN BUTON TENGAH Yursida, Yursida; Sadarun, Baru; Takwir, Amadhan; Asmadin, Asmadin
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47263

Abstract

Pantai Mutiara termasuk salah satu destinasi objek wisata pantai di Kabupaten Buton Tengah yang diunggulkan dan memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu kawasan wisata bahari. Wisata Pantai Mutiara ini masih terus dilakukan pengembangan setiap tahunnya oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung. Sehubungan dengan hal tersebut penting bagi pemerintah daerah melakukan pengelolaan wilayah untuk mendapatkan strategi pengelolaan dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya alam yang mendukung pengelolaan yang berkelanjutan. Berdasarkan pemaparan di atas maka saya mengambil penelitian dengan judul “Studi Kesesuaian Biofisik Sebagai Kawasan Wisata Bahari Pantai Mutiara di Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung Kawasan wisata bahari Pantai Mutiara. Penelitian ini menggunakan analisis kesesuaian wisata dan analisis daya dukung Kawasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis kesesuaian wisata bahari Pantai Mutiara sudah sangat sesuai (S1) untuk kegiatan wisata pantai kategori rekreasi dengan nilai 100%, untuk kegiatan wisata bahari kategori snorkeling termaksud dalam kategori sesuai (S2) dengan memperoleh nilai 73,61% dan untuk wisata bahari kategori selam termaksud dalam kategori sangat sesuai (S1) dengan memperoleh nilai 93.05%. Nilai maksimal daya dukung kawasan wisata untuk kegiatan rekreasi pantai sebesar 557 orang/hari, sedangkan untuk nilai maksimum daya dukung kawasan untuk kegiatan snorkeling dan selam sebesar 211 orang/hari dan 157 orang/hari. Kata Kunci : Wisata, Rekreasi, Snorkeling, Selam, Pantai Mutiara
STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA DISTRIBUSI BIVALVIA PADA KAWASAN LAMUN DI PERAIRAN PULAU BUNGKUTOKO Nirwamati, Nirwamati; Sadarun, Baru; Ira, Ira; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut Vol 9, No 2: Mei 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v9i2.49042

Abstract

Bivalvia adalah salah satu kelas dari moluska yang berasosiasi dengan baik terhadap ekosistem lamun dan mempunyai peran penting di perairan, dan banyak ditemukan hidup di daerah intertidal. Bivalvia sering dikenal dengan nama kerang-kerangan yang dapat dijumpai pada daerah pesisir pantai dibagian substrat dasar perairan di ekosistem padang lamun. Ekosistem padang lamun salah satu ekosistem di wilayah pesisir yang mempunyai produktivitas primer yang relative tinggi dan mempunyai peranan yang penting untuk menjaga kelestarian dan keanekaragaman orgnisme laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas bivalvia, pola distribusi bivalvia, kondisi tutupan lamun pada perairan Bungkutoko dan hubungan kondisi tutupan lamun dengan keanekaragaman dan kepadatan bivalvia pada perairan Pulau Bungkutoko. Pebelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November 2023 diperairan Pulau Bungkutoko. Metode yang digunakan adalah metode transek kuadrat. Hasil Keanekaragaman jenis bivalvia ditemukan sebanyak 14 jenis bivalvia sedangkan kepadatan jenis bivalvia pada perairan Pulau Bungkutoko berkisar antara 5,59 ind/m² - 16,5 ind/m². Indeks keanekaragaman spesies bivalvia berkisar antara 1,52-1,92 yang masuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Pola distribusi biuvalvia pada bersifat seragam dan mengelompok. Kondisi tutupan lamun pada perairan Bungkutoko yaitu berkisar 65,06-48,56% masuk dalam kategori padat dan sedang. Keanekaragaman dan kepadatan jenis bivalvia tertinggi ditemukan pada daerah padang lamun dengan tingkat persentase penutupan lamun yang tertinggi. Kata Kunci: Bivalvia, Stuktur Komunitas, Pola distribusi, dan Tutupan lamun
KEANEKARAGAMAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG PADA DAERAH TRANSPLANTASI KARANG DI PERAIRAN DESA MEKAR KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Junaidin, Junadin; Sadarun, Baru; Rahman, Arwan Arif
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47270

Abstract

Transplantasi karang merupakan salah satu bentuk upaya untuk menangulangi dan rehabilitasi kerusakan yang terjadi pada terumbu karang alami. Pembuatan terumbu buatan merupakan suatu rekayasa struktur bangunan yang sengaja diturunkan kelaut menyerupai habitat ikan yang bertujuan mengubah perairan yang komunitas ikan sedikit menjadi banyak kembali. Tingginya keragaman ikan karang disebabkan oleh variasi habitat yang ada di terumbu karang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan struktur komunitas ikan karang pada daerah transplantasi karang di Perairan Desa Mekar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – agustus 2023, bertempat di Perairan Desa Mekar, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Pengambilan data keanekaragaman ikan menggunakan metode jelajah. Hasil identifikasi komposisi jenis yang dilakukan pada perairan Desa Mekar Kecamatan Soropia ditemukan 137 total individu dalam 12 family dan Family Pomacentridae merupakan family yang paling banyak di teumukan pada lokasi penelitian yaitu 70 jumlah individu dengan persentase 51%. Ikan karang pada daerah transplantasi karang yang terdapat di perairan Desa Mekar menunjukan nilai keanekaragaman yang tinggi yaitu 3,1762 sedangkan nilai indeks keseragaman jenis menunjukan bahwa komunitas dalam keadaan stabil dengan nilai 0,8796 dan indeks Dominansinya rendah yang menunjukkan bahwa spesies yang ditemukan tersebar merata dan perairan lokasi transplantasi karang Desa Mekar masih memiliki lingkungan perairan yang baik dan masih stabil. Kata kunci : Transplantasi Karang, Ikan Karang, Kelimpahan, Struktur Komunitas, Perairan Desa Mekar.
KEPADATAN IKAN CAPUNGAN BANGGAI (Pterapogon kaudernii) PADA MIKROHABITAT BULU BABI DI DESA MEJAR JAYA, KECAMATAN SOROPIA, KABUPATEN KONAWE Faisal, Faisal; Sadarun, Baru; Subhan, Subhan
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 3: Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i3.47258

Abstract

Ikan capungan Banggai atau yang lebih dikenal sebagai Banggai Cardinalfish - BCF (Pterapogon kauderni) diketahui sebagai ikan endemik di perairan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, Indonesia. Ikan capungan Banggai merupakan spesies ikan yang menetap dan mendiami perairan dangkal, biasanya di padang lamun, terumbu karang, atau pada habitat bulu babi dengan berbagai substrat bentik hidup Desa Samajaya merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengukuran Kepadatan ikan capungan banggai pada mikrohabitat bulu babi yang ada di Desa Samajaya menggunakan Undewater Visual Survey dengan menerapkan metode Belt Transect sehingga mendapatkan hasil pengamatan terhadap kepadatan ikan P. kauderni di 3 stasiun pengamatan memperlihatkan nilai yang berbeda-beda. Kepadatan tertinggi berada pada stasiun 1 dengan nilai 38±4 ind./100m2, kemudian disusul stasiun 2 dengan nilai 28±3 ind./100m2 dan nilai terendah berada pada stasiun 3 dengan nilai 6±4 ind./100m2. Berdasarkan hasil analisis data, terlihat adanya korelasi yang kuat antara kepadatan bulu babi dengan kepadatan Ikan P.kauderni. Nilai koefisien korelasi (r) adalah 0,9703 yang berarti hubungan kedua variabel tersebut sangat kuat. Persamaan regresi dari hubungan kedua variabel adalah y = 1,3444x - 9,4234 dengan nilai koefisien determinasi atau tingkat keterandalan model regresi (R2) adalah 0,9414. Kata kunci : Desa Samajaya, Kepadatan ikan banggai cardinal fish, bulu babi.