cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 205 Documents
PEMODELAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI LAUT BANDA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN HOTSPOT GIS Fano, Dian Syabillah; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Tadjuddah, Muslim
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.49097

Abstract

Laut Banda merupakan perairan berbentuk cekungan yang memisahkan Paparan Sunda di bagian Barat dan Paparan Sahul di bagian Timur. Aspek Oseanografi sangat berpengaruh terhadap kondisi daerah penangkapan ikan di suatu perairan khususnya Suhu, Arus, Upwelling dan konsentrasi Klorofil-a. Penelitian ini bertujuan Menentukan sebaran suhu permukaan laut dan klorofil-a di Laut Banda, Mampu Mengetahui Pola Arus yang terjadi di Laut Banda, Mampu Menduga Daerah Lokasi Upwelling Selama 4 Musim Sebagai Indikator Penangkapan Ikan di Laut Banda, Mampu mengetahui Perubahan Hotspot Daerah Penangkapan Ikan menggunakan GIS-based Statistical Analysis. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2020 - Agustus 2021 di TPI Kendari. Analisis spasial distribusi Klorofil-a,suhu permukaan Laut dan Arus Pemukaan Laut menggunakan teknik interpolasi Inverse distance weighting (IDW), untuk mengetahui daerah Upwelling menggunakan analisis Overlay dari parameter Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut sedangkan untuk Hotspot Daerah Penangkapan Ikan Menggunkan analisis spasial autocorrelation, Analisis Optimized Hotspot Analisis pada toolbox ArcGIS 10.4. Hasil Penelitian menunjukan Bahwa nilai Klorofil-a Pada Musim Barat yaitu 0,07-7,40 mg/m3, pada musim Peralihan I yaitu 0,06-7,40 mg/m3, pada musim timur 0,10-9,21 mg/m3, pada musim Peralihan II nilai yaitu 0,9-10,12 mg/m3. Nilai suhu Permukaan laut pada Musim Barat 27-35℃, musim Peralihan I 28-34℃, musim Timur 25-34℃ dan musim Peralihan II 25-36℃. Kecepatan Arus Pada Musim Barat berkisaran antara 0,006-0,751 m/detik, Peralihan I berkisar antara 0,014-0,678 m/detik, musim Timur berkisar antara 0,004-1,005 m/detik dan Pada musim Peralihan II 0,006-0,668 m/detik. Pada Musim Barat terjadi Upwelling Lemah dan Upwelling sedang, pada peralihan I terjadi upwelling lemah, upwelling sedang dan upwelling kuat, Pada musim Timur terjadi Upwelling sedang, upwelling kuat dan upwelling sangat kuat, dan Pada peralihan II terjadi upwelling sedang dan upwelling kuat. Pada Hotspot Daerah Penangkapan Ikan empat musim selama 1 tahun di perairan laut Banda teridentifikasi bahwa hotspot daerah penangkapan ikan berada pada musim Timur dimana pada musim ini hotspot DPI lebih banyak tersebar di perairan laut Banda dibandingkan dengan musim-musim lainnya. Kata kunci: Analisi Spasial, Arus Permukaan Laut, Hotspot Penangkapan Ikan, Klorofil-a, Laut Banda, Suhu Permukaan Laut, Upwelling.
STUDI STATUS KANDUNGAN LOGAM TIMBAL (Pb) PADA PERAIRAN DESA BANABUNGI KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON Sa’ban, Mulyanur; Emiyarti, Emiyarti; Oetama, Dedy
Jurnal Sapa Laut Vol 9, No 1: Februari 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v9i1.49037

Abstract

Logam timbal (Pb) merupakan salah satu jenis unsur logam yang banyak tersedia di alam. Logam ini secara alami tersebar di darat, di laut dan dapat terdapat pada mahluk hidup. Timbal merupakan salah satu jenis logam yang berbahaya karena memiliki sifat toksik atau beracun, tidak mudah terurai, dapat terakumulasi pada air laut, sedimen maupun pada organisme laut sehingga dapat menyebabkan banyak masalah diperiran. Desa Banabungi merupakan salah satu desa di Kecamatan Pasarwajo, desa ini terletak diwilayah pesisir timur pulau Buton yang miliki wilayah perairan. Dalam wilayah desa ini memiliki dua pelabuhan, yakni pelabuhan Banabungi dan Pelabuhan aspal. Penelitian ini akan berlangsung pada November-Desember 2022 yang bertempat di perairan Desa Banabungi, kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Data dalam penelitian ini berupa hasil tes kadar logam timbal pada sampel air dengan metode AAS dan pengukuran parameter air dilapangan. Hasil penelitian menujukan bahwa kandungan timbal pada Perairan Desa Banabungi adalah 0,0016 mg/l, 0,0018, dan 0,0022 mg/l dengan kecepatan 0,1 m/s-01,66m/s, suhu perairan 30-31°C, kecerahan perairan 100%, dengan salinitas air payau 16-25 ppm dan pH air 7-8. Kata Kunci : Timbal (pb), Desa Banabungi, AAS, Parameter, Perairan.
TINGKAT KONTAMINASI LOGAM BERAT Fe DAN Zn BERDASARKAN UKURAN SEDIMEN DI PERAIRAN POLEANG TIMUR Sakthyar, Sakthyar; Alrum, Armid; Emiyarti, Emiyarti
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47264

Abstract

Logam berat adalah unsur logam yang mempunyai massa jenis Iebih besar dari 5 gr/cm3. Logam berat yang terdapat di perairan berasal dari sumber alami berupa pelapukan bebatuan dan aktivitas vulkanik. Selain itu, logam berat masuk ke perairan melalui sumber antropogenik yang terkait dengan aktivitas manusia seperti pelayaran, pertambangan, pertanian, industrialisasi, urbanisasi , limpasan air hujan ,dan limbah perkotaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran butir,kandungan logam Fe dan Zn dan tingkat pencemaran logam Fe dan Zn pada sedimen di perairan Poleang Timur.Metode yang digunakan dalam menganalisis ukuran butir di sedimen menggunakan metode sieving dan analisis logam berat Fe dan Zn di sedimen menggunakan metode AAS(Atomic Absorption Spectrophotometry).Hasil penelitian menunjukkan ukuran butir di sedimen memiliki tiga kategori yaitu pasir kasar, pasir sedang dan pasir halus, Kandungan logam Fe di sedimen pada stasiun 1 berkisar 2663,82 - 8553,29 mg/l dan kandungan logam Zn berkisar 42,39 - 169,00 mg/l. Pada Stasiun 2 kandungan logam Fe berkisar 2835,06 - 3122,25 mg/l dan kandungan logam Zn berkisar 24,15 - 154,49 mg/l.sedangkan pencemaran logam Fe dan Zn pada perairan poleang timur tidak terindikasi tercemar atau terkontaminasi. Kata kunci : Logam berat, Sedimen, Kontaminasi.
KONSENTRASI SEBARAN LOGAM BERAT NIKEL (Ni) PADA AIR DI PERAIRAN KECAMATAN KAPOIALA KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Azzahrah, Suci; Emiyarti, Emiyarti; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut Vol 9, No 2: Mei 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v9i2.49043

Abstract

Perairan Kecamatan Kapoiala merupakan kawasan yang memiliki 3 muara sungai dan terdapat jetty pertambangan nikel yang mengakibatkan padatnya lalu lintas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan sebaran logam berat nikel pada air. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berupa sampel air dengan sampel pendukung berupa parameter fisika dan kimia oseanografi meliputi TSS, pH, salinitas, suhu, kecerahan dan kedalaman. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2023. Sampel air dianalisis di Laboratorium Biomolekuler dan Lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo menggunakan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA), metode analisis ini digunakan untuk menentukan unsur logam yang terdapat pada sampel. Berdasarkan hasil penelitian konsentrasi logam Ni berada pada rentang 0,0054 – 0,0206 mg/L, konsentrasi tertinggi tereletak pada Muara Sungai Konawe dan konsentrasinya berkurang menuju ke arah laut. Berdasarkan hasil analisis, kadar logam nikel menunjukkan bahwa konsentrasi logam tersebut masih berasa dibawah baku mutu yang ditetapkan oleh PP No. 22 Tahun 2021. Kata kunci: Kapoiala, Nikel, Sebaran, Spektrofotometer Serapan Atom.
PROSES ABRASI DI PULAU BOKORI DAN SEKITARNYA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Lias, Lias; Haya, La Ode Muhammad Yasir; Muliddin, Muliddin
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 3: Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i3.47309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan morfologi pantai akibat abrasi dan akresi menggunakan citra satelit spot 6 tahun 2015 s/d 2020 di pulau bokori dan sekitarnya. Garis pantai hasil analisis citra kemudian di overlay dengan garis pantai hasil koreksi pasang surut untuk mendapatkan informasi abrasi dan akresi. Dari hasil analisis bahwa bentuk tipe pantai Pulau Bokori dan sekitarnya yaitu laguna, tombolo, wave cut terrace dan stack, diperoleh pula bahwa laju abrasi pantai selama 5 tahun terakhir mencapai -0,32 meter dan laju akresi mencapai 0,73 meter. Kata Kunci : Citra Satelit, Pulau Bokori Tipe Pantai,Abrasi,Akresi
TINGKAT KONTAMINASI LOGAM BERAT Pb DAN Cu BERDASARKAN UKURAN SEDIMEN DI PERAIRAN POLEANG TIMUR Savitri, Wa Ode Devilian; Emiyarti, Emiyarti; Erawan, Muhammad Trial Fiar
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 3: Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i3.47260

Abstract

Sedimen menjadi tempat akumulasi semua senyawa termasuk logam berat. Logam berat merupakan zat pencemar yang berbahaya karena memiliki sifat tidak dapat terdegradasi serta cenderung terakumulasi pada sedimen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ukuran sedimen dan tingkat kontaminasi logam Pb dan Cu berdasarkan ukuran sedimen di Perairan Poleang Timur. Untuk menentukan ukuran sedimen menggunakan metode ayakan dengan ukuran 0,5 mm dan 90 µm. Selanjutnya penentuan tingkat kontaminasi logam dalam sedimen menggunakan contamination factor (CF) dan geoacumulation index (I_geo). Berdasarkan penelitian ini diperoleh 3 ukuran sedimen yaitu >0,5mm (pasir kasar), 90 µm-0,5 mm (pasir halus), dan
KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN PULAU BUTON DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SWAN Zunasri, Zunasri; Asmadin, Asmadin; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 9, No 2: Mei 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v9i2.49102

Abstract

Gelombang laut di Perairan Pulau Buton cukup dinamis karena dipengaruhi langsung oleh Laut Banda dan Laut Flores dan memiliki kedalaman laut yang bervariasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui arah penjalaran dan tinggi gelombang signifikan pada Perairan Pulau Buton selama periode 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah model SWAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelombang terendah pada musim Barat dengan ketinggian 0,45 meter menjalar dari Arah Barat dan gelombang tertinggi pada musim Timur dengan ketinggian 1 meter menjalar dari Arah Tenggara. kecepatan angin tertinggi pada Musim Timur yaitu 5-7 m/s dan terendah pada Musim Barat yaitu 2-5 m/s. Kondisi angin dan pengaturan domain model sangat mempengaruhi output model gelombang. Kata kunci : Model SWAN, Kecepatan Angin, dan Tinggi Gelombang.
STUDI ASOSIASI SPONS PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PERAIRAN KELURAHAN LOWU-LOWU KOTA BAUBAU Isnawati, Isnawati; Asmadin, Asmadin; Rahman, Arwan Arif
Jurnal Sapa Laut Vol 9, No 1: Februari 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v9i1.49038

Abstract

Spons merupakan hewan multiseluler sangat primitif yang hidup di berbagai jenis perairan mulai dari perairan tawar, payau dan laut, termasuk berasosiasi dengan ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis spons, kepadatan spons, dan hubungannya persentase tutupan padang lamun. Penelitian dilaksanakan pada Agustus 2023, di Perairan Lowu-Lowu, Kota Baubau. Teknik pengambilan data menggunakan metode transek kuadrat ukuran 1x1 m2 untuk pengamatan spons dan 50x50 cm2 untuk pengamatan ekosistem lamun. Garis transek dibentangkan tegak lurus sepanjang 100 m dengan jarak pengulangan 50 m dan 3 kali pengulangan. Jarak antar plot 10 m dan diletakkan secara zig-zag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan padang lamun di perairai Lowu-Lowu berkategori sedang hingga padat. Jenis spons di Perairan Lowu-Lowu ditemukan 7 jenis spons yaitu S. inconstan, C. caribensis, A. conifera, Chinacyrella sp, A. viridis, C. molitba, dan T. ignis. Komposisi jenis tertinggi spesies S. inconstans (41%) dan terendah spesies T. ignis (2%). Persentase tutupan lamun sebesar 66,48%, 49,24% dan 39,58% memiliki hubungan sangat kuat dengan kepadatan spons sebesar 2,64, 1,94, dan 0,33 ind/m2. Hubungan tutupan padang lamun dan kepadatan spons berbanding lurus, yaitu tutupan padang lamun padat, maka kepadatan spons juga meningkat. Kata Kunci : kepadatan, komposisi jenis, lamun, Lowu-Lowu, spons
STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON PADA SIANG HARI DI PERAIRAN TANJUNG WACUEA DAN PASI EA KABUPATEN BUTON UTARA Indira, Diva Safa; Ira, Ira; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 4: November 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i4.47265

Abstract

Plankton merupakan sekelompok biota akuatik yang hidupnya melayang dan mengapung di kolom perairan. Perubahan yang terjadi pada suatu wilayah perairan dapat diketahui dengan melihat perubahan kelimpahan dan struktur komunitas zooplankton. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui stuktur komunitas zooplankton dan parameter lingkungan yang mempengaruhi kelimpahan zooplankton di perairan Tanjung Wacuea dan Pasi Ea, Kabupaten Buton Utara. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode menarik plankton net tegak lurus garis pantai saat siang hari. Parameter yang diukur adalah : kecepatan arus, salinitas, pH, suhu dan oksigen terlarut. Komposisi jenis zooplankton yang ditemukan pada stasiun I memiliki persentase tertinggi dari kelas crustacea sebesar 79.2% dan persentase terendah dari kelas branchiopoda sebesar 1.9%. Pada stasiun II kelas crustacea memiliki persentase tertinggi sebesar 94.4% dan terendah dari kelas maxillopoda sebesar 5.6%. Kelimpahan zooplankton berkisar antara 38 ind/L – 114 ind/L. Indeks keanekaragaman zooplankton berkisar antara 1.08 – 1.43, indeks keseragaman berkisar antara 0.36 - 0.37 dan indeks dominansi bekisar antara 0.31 - 0.40. Struktur komunitas zooplankton di Tanjung Wacuea dan Pasi Ea menunjukkan nilai yang rendah. Parameter lingkungan yang mempengaruhi kelimpahan zooplankton adalah kecepatan arus dan suhu. Kata Kunci : Struktur komunitas, Zooplankton, Tanjung Wacuea, Pasi Ea
ANALISIS KEPADATAN KEPITING BAKAU BERDASARKAN KERAPATAN MANGROVE DI PESISIR KELURAHAN BONEGUNU KABUPATEN BUTON UTARA Yuslan, Yuslan; Ramli, Muhammad; Subhan, Subhan
Jurnal Sapa Laut Vol 8, No 2: Mei 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v8i2.47252

Abstract

Kepiting bakau merupakan organisme yang sebagian besar silkus hidupnya berada pada ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove dimanfaatkan oleh kepiting bakau sebagai habitat untuk mencari makan dan berlindung. Wilayah pesisir Kelurahan Bonegunu Kabupaten Buton Utara memiliki kondisi ekosistem mangrove yang relatif masih cukup baik. Penelitian ini mencoba menganalisis kepadatan kepiting bakau berdasarkan tingkat kerapatan mangrove di pesisir Kelurahan Bonegunu Kabupaten Buton Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tiga jenis kepiting bakau yaitu Scylla olivacea, Scylla tranquebarica dan Scylla serrata, sedangkan mangrove terdapat lima jenis yaitu Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Sonneratia alba dan Bruguiera gymnorhyza serta Nypa fruticans sebagai non mangrove. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepadatan kepiting bakau terendah berada pada daerah mangrove yang mengalami kerusakan dan kepadatan tertinggi berada pada daerah dengan kerapatan mangrove tertinggi. Kata Kunci : Ekosistem Mangrove, Kepiting Bakau, Kepadatan, Kelurahan Bonegunu