Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM
Ius Quia Iustum Law Journal is a peer-reviewed legal journal that provides a forum for scientific papers on legal studies. This journal publishes original research papers relating to several aspects of legal research. The Legal Journal of Ius Quia Iustum beginning in 2018 will be published three times a year in January, May, and September. This journal really opens door access for readers and academics to keep in touch with the latest research findings in the field of law.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 6 No. 9 (1997)"
:
10 Documents
clear
Hukum dalam Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Arbi Sanit
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sampai dewasa ini masyarakat luas bukana saja mempersoalkan prelaksanaan krepastian dan keadilan hukum, lebih dari itu, mereka juga mempermasalahkannya rumusan substansi dqan landasan pemikiran yang dipergunakan untuk menciptakan serta menetapkan tujuan hukum. Masih dipersoalkan fungsi atau penggunaan hukum di satu pihak, dan pihak lain masih diperdebatkan filosofi yang berada dibalik produk hukum.
Politik Hukum untuk Independendi Lembaga Peradilan
Moh. Mahfud MD
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gagasan tentang independensi lembaga peradilan kini mencuat kembali. Tulisan ini beranggapan tetaplah relevan untuk melepaskan cengkeraman kekuasaan eksekutif dalam membina dunia peradilan. Tegasnya, badan-badan peradilan harus dilepaskan dan Departemen Pemerintahan dan meski institusi tidak mengharuskan pemisahann tapi itu perlu bagi kebebasan kekuasaan kehakiman. Lewat penelusuran sejarah tulisan ini juga melihat riwayat panjang dunia peradilan Indonesia yang memang tidak pernah independen.
Contempt of Court pada Peradilan Administrasi
Enny Nurbaningsih
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kedudukan tergugat (pejabat TUN) yang lebih kuat dibandingkan dengan penggugat menyebabkan Peradilan Administrasi lebih mudah terkena Contempt. Meski secara jelas hukum Positif yang berlaku belum mengnal lembaga Contempt namun KUHP sering dipakai sarana untuk menjeratnya. Tulisan ini akan melihat sebab dan faktor pendukung apa saja yang mendorong timbulnya Contempt ex Facie; ketidakpatutan melaksanakan perintah pengadilan yang sering termuat dalam Peradilan Administrasi.
Urgensi dan Uapaya Revitalisasi Lembaga Peradilan
Rusli Muhammad
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mudahnya kekuasaan di luar Peradilan melakukan intervensi sebenarnyya satu faktor penyebab tidak mandirinya kekuasaan peradilan. Ada akibat yang dicatat dalam tulisan ini, kalu iklim ini dibiarkan yaitu tergesernya posisi peradilan dari kedudukan sentral berubah ke posisi marginal.
Revitalisasi Mahkamah Internasional: Studi Kasus Sengketa Kepemilikan Sipadan-Ligitan antara Indonesia-Malaysia
sefriani sefriani
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Adalah terobosan baru penggunaan Mahkamah Internasional dalam sengketa Simpadan-Ligitan. Sebab baru diakui keberadaan Mahkamah Internasional sampai sekarang belum banyak dirasakan. Mungkin sebabnya secara organisasii kedudukannya tidak mempunyai yuridiksi wajib terhadap anggotanya dan tulisan injji akan melihat faktor peneyebab Indonesia memakai organisasi Mahkamah Internasional dan beberapa akibatnya.
Sistem Peradilan di Indonesia
Sudikno Mertokusumo
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ketertiban hukum dapat diraih dengan mandirinya kekuasaan peradilan dan kemandirian bisa berjalan asalkan posisi hakim bebas. Tulisan ini ingin katakan bahwa peradilan dapat berjalan baik asalkan dapat mengatasi beberapa faktor penghambat yang nyatanya cukup kompleks.
Budaya hukum dalam Peradilan di Indonesia
E. Zainal Abidin
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ada yang tidak begitu jelas bila kita bicara tentang budaya hukum. Sebab di sana bergulat aneka nilai, seperti Feodalisme, Kapitaalisme dan Liberalisme yang sedikit banyak mengambil peran dalam dalam wacana kualitas hukum di Indonesia. Melalui tulisan ini, akan disoroti bagaimana budaya hukum saling pengaruh-mempengaruhi dengan aparat maupun pendidikan hukum itu sendiri.
Kuhap dalam Perspektif Hak Asasi Manusia
Muhammad Arif Setiawan
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
sebagian kalangan banyak menilai bahwa ketentuan dalam KUHP dinilai masih lemah dalam melindungi tersangka/terdakwa. Tulisan ini bahkan menyorot banyaknya aturan dalam KUHP yang mendukung terjadinya pelanggaran dan yang paling menyolok, adalah ketidakadaan sanksi bagi aparatnya.
Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparat Keadilan
Salman Lutham;
Agus Triyanta
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gunjingan tentang merosotnya kualitas sumber daya manusia di kalangan aparat penegak hukum sudah cukup lama. Harus dikatakan bahwa pendekatan profesional harus disertai dengan komitmen moral. Tulisan inji melihat banyaknya missi yang dibawa oleh aparat adalah salah satu sebab yang membuat kalangan penegak hukum mengalami distorsi profesionalisme. Tulisan ini ingin menjelaskan bagaimana cara untuk memangkas dilema-dilema tersebut. Meski semuanya tetap bergantung kembali pada aparatnya.
Negara Hukum dan Kekuasaan Kehakiman
SF Marbun
Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Vol. 6 No. 9 (1997)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tidak diturutnya prinsip Trias Politik dan dikukuhkannyya kembali konsep Integralistik telah membuat Dunia Peradilan kurang berperan secara maksimal. Padahal, semuanya tahu, kekuasaan Peradilan adalah pilar bagi tegaknya negera hukum. Melalui tulisan ini,, kita diajak untuk membaca kembali, beberapa peraturan yang punya kaitan erat dengan kekuasaan peradilan.