cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
HIPERTENSI PADA PEKERJA TERPAPAR BISING DI PT INDONESIA POWER UBP BALI 2015 Putu Ardiya Suginama; I Made Kerta Duana
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.577 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p06

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah salah satu gangguan kesehatan yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah paparan bising. Tenaga kerja di unit pembangkit listrik merupakan salah satu profesi yang berisiko mengalami hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian hipertensi berdasarkan karakteristik (umur, pendidikan dan masa kerja), kepatuhan penggunaan APT, jarak paparan dan paparan bising. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan simpel random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 79 tenaga kerja di PT Indonesia Power UBP Bali. Alat yang digunakan tediri dari kuisioner, sphygmomanometer, dan sound level meter. Analisis data dilakukan secara deskriftif dengan menggunakan tabel distribusi yang disertai dengan penjelasan pada tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian hipertensi lebih banyak ditemukan pada kelompok umur ?40 tahun (47,2%), responden dengan pendidikan tinggi (44,4%), masa kerja ?5 tahun (51,9%), responden yang tidak patuh dalam menggunakan alat pelindung telinga (83,3%), responden yang bekerja pada radius I dan II (43,6%), dan pada paparan bising lebih dari atau sama dengan 85 dB(A) (45,8%). Kejadian hipertensi lebih tinggi secara bermakna pada kelompok umur ?40 tahun (p=0,028), masa kerja ?5 tahun (p=0.004), responden yang tidak patuh dalam penggunaan alat pelindung telinga (p=0,000) %), responden yang bekerja pada radius I dan II (p=0.008), dan pada paparan bising lebih dari atau sama dengan 85 dB(A) (p=0,000). Sedangkan tingkat pendidikan tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna terhadap kejadian hipertensi (p=0,082). Perusahaan harus lebih meningkatkan pengendalian kebisingan baik pada sumber kebisingan (sillincer atau barrier), maupun pada penerima (penggunaan APT, meminimalisir faktor risiko hipertensi lainnya) Kata kunci: Hipertensi, Paparan Bising, Pembangkit Listrik ABSTRACT Hypertension is one of the health problems caused by various factors, one of which is noise exposure. Labor in power generation units is a profession that is at risk of experiencing hypertension. The purpose of this study was to determine the description of the incidence of hypertension based on characteristics (age, education and years of service), compliance with the use of APT, exposure distance and noise exposure. The research design used was cross sectional study. The sampling technique uses simple random sampling, with a total sample of 79 workers at PT Indonesia Power UBP Bali. The tools used consist of questionnaires, sphygmomanometers, and sound level meters. Data analysis was carried out descriptive using a distribution table accompanied by an explanation in the table. The results showed that the incidence of hypertension was more often found in the age group ?40 years (47.2%), respondents with higher education (44.4%), tenure of ?5 years (51.9%), respondents who were not compliant in using ear protection (83.3%), respondents who worked at radius I and II (43.6%), and at noise exposure more than or equal to 85 dB (A) (45.8%). The incidence of hypertension was significantly higher in the age group ?40 years (p = 0.028), work period ?5 years (p = 0.004), respondents who were not compliant in the use of ear protection equipment (p = 0,000)%), respondents who worked at radius I and II (p = 0.008), and at noise exposure more than or equal to 85 dB (A) (p = 0,000). While the level of education did not show a significant difference in the incidence of hypertension (p = 0.082). Companies must further improve noise control both at the source of noise (sillincer or barrier), and at the recipient (use of APT, minimizing other risk factors for hypertension). Keywords: Hypertension, Noise Exposure, Power Plants
PENERIMAAN IBU – IBU MUSLIM TERHADAP IMUNISASI MEASLES RUBELLA PADA BALITA DI KAMPUNG JAWA WANASARI, KOTA DENPASAR Ni Luh Putu Indah Swandari; Made Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.399 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p07

Abstract

ABSTRAK Provinsi Bali berhasil menyelenggarakan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) dengan cakupan diatas target nasional (97,96%). Meskipun cakupannya melampaui target nasional, sempat terjadi pro dan kontra pada masyarakat muslimnya. Pro dan kontra tersebut terjadi, karena hingga saat ini belum ditemukan vaksin MR yang sifatnya halal. Ibu sebagai orang tua memiliki peran penting dalam penerimaan imunisasi pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerimaan ibu – ibu muslim terhadap pemberian imunisasi MR (Measles Rubella) pada balita di Kampung Jawa Wanasari, Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakaan desain cross sectional deskriptif. Sampelnya adalah ibu – ibu muslim yang memiliki balita di Kampung Jawa Wanasari. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Ibu yang menerima imunisasi MR pada balitanya sebanyak 77,63%. Ibu sebagian besar merasakan manfaat yang tinggi dari imunisasi MR (81,58%). Hambatan yang dirasakan dominan rendah (63,16%). Ibu menerima dukungan tinggi terkait imunisasi MR dari keluarga (81,58%), tenaga kesehatan (84,21%) dan tokoh agama (69,74%). Penerimaan imunisasi MR di Kampung Jawa Wanasari tergolong rendah dan masih dibawah target nasional. Kata Kunci : Penerimaan, Muslim, Imunisasi
IMPLEMENTASI REGISTER BERBASIS ELEKTRONIK PADA SKDR UNTUK MENCEGAH PENYAKIT BERPOTENSI KLB DI KOTA DENPASAR DAN KABU-PATEN BULELENG TAHUN 2019 Ni Kadek Sri Dewi Kadari; Made Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.124 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p04

Abstract

ABSTRAK Petugas surveilans puskesmas tidak memiliki pencatatan berdasarkan nama, sehingga Dinas Kesehatan Provinsi Bali sejak tahun 2018 mengembangkan register elektronik SKDR dengan menggunakan Microsoft Excel. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi dari register elektronik SKDR di seluruh puskesmas di Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng tahun 2019. Desain penelitian ini crosssectional deskriptif dengan sampel 11 puskesmas di Kota Denpasar dan 20 di Kabupaten Buleleng, responden dalam penelitian ini petugas surveilans puskesmas. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan petugas surveilans di Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng yang menggunakan dan mengerti fungsi dari menu register sebesar 63.6% dan 100%. Melakukan pencatatan dengan register elektronik sebesar 54.5% di Kota Denpasar dan 100% di Kabupaten Buleleng. Data yang dianalisis oleh petugas sebesar 63.6% di Kota Denpasar dan 100% di Kabupaten Buleleng. Data yang lengkap dilaporkan oleh petugas sebesar 63.6% di Kota Denpasar dan 100% di Kabupaten Buleleng. Petugas yang mengirim sheet mingguan register di Kota Denpasar sebesar 0% dan 95.5% di Kabupaten Buleleng. Masih rendahnya petugas surveilans yang melakukan pencatatan dan pelaporan di Kota Denpasar dibandingkan Kabupaten Buleleng, maka diperlukan penelitian lebih lanjut terkait factor penyebab. Kata kunci : Implementasi, Register Elektronik, SKDR ABSTRACT Health center surveillance officers never record the data by name, the Provincial Health Office of Bali since 2018 has developed an electronic register for early alert and response system therefore using Microsoft Excel. This study to know how the implementation an electronic register of SKDR in all health centers in Denpasar City and Buleleng Regency in 2019. The study design was crosssectional descriptive with as a sample 11 health centers in Denpasar and 20 in Buleleng the responden of the study was the health center surveillance officers. The data collecting by interviewing using a questionnaire. Health center surveillance officers have used and understood the functions of register menu, which is 63.6% in Denpasar and 100% in Buleleng. The surveillance officers that record using an electronic register is 54.5% in Denpasar and 100% in Buleleng. Have analys the data 63.6% of officers in Denpasar and 100% in Buleleng. Complete data reported using an electronic register 63.6% by Denpasar and 100% by Buleleng. Officers reporting in Denpasar were 0% and 95.5% in Buleleng. The low level of surveillance officers who record and report in Denpasar compared to Buleleng,further research is needed regarding the causal factors Key Word : Implementation, Electronic Register, SKDR
PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI PERAWAT PELAKSANA TENTANG KESELAMATAN PASIEN TERKAIT KEBERSIHAN TANGAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BULELENG Luh Ayu Ristayani; Rina Listyowati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.162 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p10

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit wajib menerapkan standar keselamatan pasien yaitu pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Namun, kejadian infeksi rumah sakit masih banyak ditemukan. Salah satu program mengurangi infeksi yaitu kebersihan tangan. Keberhasilan program disebabkan oleh beberapa faktor sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan motivasi perawat tentang keselamatan pasien terkait kebersihan tangan. Jenis penelitian yaitu deskriptif kuantitatif cross sectional. Sampel sebanyak 105 perawat di ruang rawat inap RSUD Kabupaten Buleleng dengan teknik proportionated random sampling. Pengumpulan data dengan metode kuesioner dan dianalisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan 57,1% responden memiliki pengetahuan baik dan hanya 14,3% yang kurang, 68,6% sikap positif dan 60,0% motivasi tinggi. Pengetahuan baik dan sikap positif cenderung pada umur ? 30 tahun, perempuan, pendidikan S1/Ners, masa kerja >10 tahun dan status kepegawaian tetap. Motivasi tinggi cenderung pada responden umur ? 30 tahun, jenis kelamin laki-laki, pendidikan S1/Ners, masa kerja >10 tahun dan status kepegawaian tetap. Sebagian besar responden sudah memiliki pengetahuan baik, sikap positif dan motivasi tinggi. Diharapkan rumah sakit dapat memberikan motivasi kepada petugas untuk meningkatkan kinerja, pelatihan berkala dan sosialisasi mendalam mengenai keselamatan pasien terutama sasaran pengurangan risiko infeksi pelayanan kesehatan termasuk kebersihan tangan. Kata kunci: Keselamatan pasien, Kebersihan Tangan, Pengetahuan, Sikap, Motivasi ABSTRACT Hospitals must implement patient safety standards, namely reducing the risk of infection related to health services to improve the quality of service. However, the incidence of hospital infections is still commonly found. One program to reduce infection is hand hygiene. The success of the program is caused by several factors so the purpose of this study is to find out nurses' knowledge, attitudes and motivations regarding patient safety related to hand hygiene. This type of research is descriptive cross sectional descriptive. A sample of 105 nurses in the inpatient ward of Buleleng Regency Hospital using proportionated random sampling technique. Data collection by questionnaire method and univariate analysis. The results showed 57.1% of respondents had good knowledge and only 14.3% were lacking, 68.6% positive attitude and 60.0% high motivation. Good knowledge and positive attitudes tend to be ? 30 years old, women, S1 / Nurse education, tenure of> 10 years and permanent employment status. High motivation tends to be respondents aged ? 30 years, male sex, education S1 / Nurse, tenure of> 10 years and permanent employment status. Most respondents already have good knowledge, positive attitude and high motivation. It is expected that the hospital can provide motivation to officers to improve performance, regular training and in-depth socialization on patient safety, especially the target of reducing the risk of health care infections including hand hygiene. Keywords: Patient Safety, Hand Hygiene, Knowledge, Attitude, Motivation
HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN DI RUANG RAWAT INAP RSU SURYA HUSADHA DENPASAR Ni Luh Putu Handayani; I Ketut Suarjana; Rina Listyowati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.317 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p02

Abstract

ABSTRAK Kepatuhan mencuci tangan perawat merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh besar terhadap pencegahan terjadinya infeksi rumah sakit. Perawat memiliki andil yang sangat besar terhadap terjadinya penyebaran infeksi rumah sakit karena perawat berinteraksi langsung kepada pasien selama 24 jam. Kegagalan dalam melaksanakan cuci tangan sebelum kontak dengan pasien dan selama perawatan pasien, dapat menyebabkan terjadinya infeksi rumah sakit. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik, pengetahuan dan motivasi perawat dengan kepatuhan mencuci tangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain cross - sectional. Responden yang digunakan sebanyak 97 responden dengan tehnik proportionated stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara karakteristik (umur) dengan kepatuhan cuci tangan (p=0,007, PR= 3,68), tingkat pendidikan dengan kepatuhan mencuci tangan (p=0,021, PR= 0,33), pengetahuan dengan kepatuhan cuci tangan (p=0,003, PR= 4,16) dan motivasi dengan kepatuhan cuci tangan (p=0,013). Untuk variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan petugas mencuci tangan yaitu masa kerja dengan kepatuhan cuci tangan (p=0,139, PR= 2,04) dan jenis kelamin dengan kepatuhan perawat mencuci tangan (p=0,069, PR= 0,34). Simpulan yang diperoleh bahwa pengetahuan dan motivasi perawat di RSU Surya Husadha sangat signifikan terhadap kepatuhan perawat melakukan cuci tangan. Saran peneliti agar edukasi, bimbingan dan pengawasan kepada perawat tentang pelaksanaan cuci tangan terus ditingkatkan agar kepatuhan cuci tangan semakin baik sehingga kejadian infeksi rumah sakit dapat dicegah. Kata kunci: Karakteristik, pengetahuan, motivasi, kepatuhan mencuci tangan. ABSTRACT Nurse compliance in nurses washing their hands is one of the factors that has a major influence on the prevention of hospital infections. Nurses have a very large contribution to the spread of hospital infections because nurses interact directly with patients for 24 hours. Failure to carry out hand washing prior to contact with patients and during patient care, can cause hospital infections. In this study aims to determine the relationship between characteristics, knowledge and motivation of nurses with compliance to wash hands. This research is a descriptive study using cross-sectional design. Respondents used were 97 respondents with proportionated stratified random sampling technique. The results showed that there was a significant relationship between characteristics (age) with hand washing compliance (p = 0.007, PR = 3.68), level of education with hand washing compliance (p = 0.021, PR = 0.33), knowledge with compliance hand washing (p = 0.003, PR = 4.16) and motivation with hand washing compliance (p = 0.013). For variables not related to compliance with hand washing officers, namely the length of service with compliance with washing hands (p = 0.139, PR = 2.04) and gender with compliance with nurses washing hands (p = 0.069, PR = 0.34). Conclusions obtained that the knowledge and motivation of nurses at Surya Husadha General Hospital are very significant to the compliance of nurses doing hand washing. Researchers suggest that education, guidance and supervision of nurses on the implementation of hand washing continue to be improved so that compliance with hand washing is better so that the incidence of hospital infections can be prevented. Keywords: Characteristics, knowledge, motivation, hand washing compliance.
HUBUNGAN PAPARAN DEBU DENGAN KAPASITAS FUNGSI PARU PERAJIN BATU PARAS DI DESA KETEWEL, SUKAWATI, GIANYAR Putu Wulan Putri Amerta; I Made Ady Wirawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.602 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p09

Abstract

ABSTRAK Kapasitas fungsi paru merupakan kesanggupan paru-paru dalam menampung udara didalamnya. Perajin batu paras yang bekerja di lingkungan yang terpapar debu dalam jangka panjangnya akan menimbulkan penyakit akibat kerja salah satunya berupa gangguan kapasitas fungsi paru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara faktor individu dan konsentrasi paparan debu dengan kapasitas fungsi paru pada perajin batu paras di Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional analitik. Responden penelitian ini adalah seluruh perajin batu paras yang ada di Desa Ketewel yang berjumlah 60 orang. Data dianalisis secara univariat, bivaraiat dengan uji Chi-square, dan multivariate dengan multiple logistic regression. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 56,67% perajin batu paras mengalami gangguan kapasitas fungsi paru. Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kapasitas fungsi paru adalah paparan debu (p=0, 04; OR=4,70; 95% CI 1,09-20,24). Disimpulkan bahwa paparan debu berhubungan signifikan dengan kapasitas fungsi paru perajin batu paras di Desa Ketewel. Disarankan kepada pemilik usaha batu paras bekerjasama dengan pihak kesehatan keselamatan kerja setempat dalam hal sosialisasi bahaya penyakit akibat kerja khususnya bahaya paparan debu. Kata Kunci: Paparan Debu, Perajin Batu Paras, Faktor Individu, Kapasitas Fungsi Paru ABSTRACT The pulmonary function capacity is the ability of the lungs to hold air in it. Paras stone Artisan who work in the environment which exposed to dust in the long run will cause work-related diseases, one of them is a disruption of lung function capacity.The purpose of this study is to analyze the relationship between individual factors and the concentration of dust exposure with lung function capacity in sandstone artisans in Ketewel Village. This study is an analytical cross-sectional study. The respondents of this study were all paras stone artisans in Ketewel Village, which numbered 60 people. Data were analyzed by univariate, bivariate with Chi-square test, and multivariate with multiple logistic regression. The results showed that 56.67% of paras stone artisans had pulmonary function capacity. Factors significantly associated with pulmonary function capacity were exposure to dust (p = 0, 04; OR = 4.70; 95% CI 1.09-20.24). It was concluded that dust exposure was significantly associated with pulmonary function capacity of paras stone artisans in Ketewel Village. It is recommended to the business owner of the sandstone to work with the local occupational health authorities in terms of socializing the dangers of occupational diseases, especially the danger of dust exposure. Key words: Paras Stone Artisan, Dust Exposure, Individual Factor, Pulmonary Function Capacity
ANALISIS PENERIMAAN SISTEM INFORMASI E-PUSKESMAS DI KABUPATEN BADUNG BERDASARKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL Viky Yudi Alvian; I Ketut Tangking Widarsa
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.895 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p03

Abstract

ABSTRAK Penerapan sistem informasi e-Puskesmas di Kabupaten Badung masih memiliki beberapa masalah yaitu kualitas jaringan internet yang belum memadai sehingga operator kesulitan dalam menginput data pasien. Permasalahan berikutnya yaitu gangguan pada fitur untuk melakukan rujukan pasien. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana penerimaan operator terhadap sistem informasi e-Puskesmas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Besar sampel sebanyak 65 orang pegawai yang mengoperasikan e-Puskesmas. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengacu pada Technology Acceptance Model. Hasil dari penelitian ini yaitu 76,92% responden menyatakan sistem informasi e-Puskesmas berguna, sebesar 61,54% responden menyatakan mudah digunakan, dan sebesar 80% responden menyatakan menerima penggunaan sistem informasi e-Puskesmas. Namun, masih terdapat masalah yaitu kualitas jaringan internet belum merata, menambah beban pekerjaan, data pada sistem tidak sesuai dengan hasil pencatatan manual, kesulitan dalam memahami tampilan antarmuka sistem, kode ICD-X masih diinput secara manual, gangguan pada fitur untuk melakukan rujukan pasien, dan belum ada fitur untuk melakukan permintaan obat ke gudang obat dinas kesehatan. Penerapan sistem ini masih perlu diperbaiki dengan dengan peningkatan kualitas jaringan internet, penambahan operator di puskesmas dan puskesmas induk, perbaikan sistem untuk mengurangi terjadinya error, pelatihan terhadap penggunaan sistem, penambahan fitur kode ICD-X dalam sistem, perbaikan fitur rujukan pasien, dan penambahan fitur untuk permintaan obat ke gudang farmasi dinas kesehatan. Kata Kunci : Penerimaan operator, Sistem Informasi e-Puskesmas, Technology Acceptance Model (TAM)
STATUS IMUNISASI DAN KETEPATAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK PADA ANAK BALITA DI DAERAH YANG PERNAH MENGALAMI KLB CAMPAK NUSA PENIDA Anak Agung Gede Rudhi Arsana; Made Pasek Kardiwinata; I Made Sutarga
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.305 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p07

Abstract

ABSTRAK Campak merupakan salah satu dari penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pada tahun 2016, diketemukan KLB campak di Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Secara geografis wilayah pulau Nusa Penida sendiri merupakan wilayah dengan daratan yang terpisah dengan pulau Bali, sehingga jika terjadi suatu kasus maka akan lebih mudah menyebar karena interaksi penduduk hanya sekitaran wilayah pulau tersebut. Padahal cakupan imunisasi dasar campak diwilayah tersebut pada tahun 2015 dan 2016 sudah melebihi target cakupan Nasional, yaitu 90%. Imunisasi campak seharusnya dapat memberikan kekebalan seumur terhadap serangan penyakit campak sehingga tidak menimbulkan KLB pada suatu wilayah. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran status imunisasi, ketepatan pemberian imunisasi campak dan kejadian campak pada anak balita didaerah yang pernah mengalami KLB. Desain penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Anak Balita, dan yang menjadi responden adalah Ibu, dengan jumlah 70 sampel. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu Systematic Random Sampling. Hasil penelitian pada anak balita di daerah yang pernah mengalami KLB campak Nusa Penida, Kabupaten Klungkung menunjukkan bahwa 17,14% anak balita di daerah tersebut pernah mengalami campak. Berdasarkan status imunisasi, sebagian besar anak balita telah mendapatkan imunisasi dasar campak 74,29%, namun masih terdapat anak yang mengalami kejadian campak klinis dengan proporsi 3,85%. Sedangkan untuk ketepatan pemberian imunisasi, sebagian besar anak balita telah diberikan imunisasi dasar campak dengan tepat waktu yaitu usia 9-11 bulan 68,57%, namun masih terdapat anak balita yang mengalami kejadian campak klinis dengan proporsi 2,08%. Kejadian campak klinis pada anak balita lumayan tinggi, sangat perlu dilakukan konfirmasi uji laboratorium untuk memastikan kasus tersebut sehingga tepat dalam pengobatannya. Perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat akan informasi mengenai pentingnya pemberian imunisasi yang harus diberikan tepat pada waktunya untuk mencegah terjadinya campak. Kata kunci: Status Imunisasi, Ketepatan Pemberian Imunisasi, Campak ABSTRACT One of the infectious diseases that can be prevented by immunization. In 2016, a measles outbreak was discovered on Nusa Penida Island, Klungkung Regency. Geographically, the island of Nusa Penida is an area with land separated from the island of Bali, so that if a case occurs it will be easier to spread because it deals with residents only around the island. Meanwhile, basic immunization seen in the region in 2015 and 2016 has exceeded the National achievement target of 90%. Immunization seems to provide immunity against disease that seems to affect outbreaks in a region. The purpose of this study was to see an overview of immunization status, accuracy of immunization and measles events in children under five years old who have experienced outbreaks. The design of this study used a cross sectional descriptive design. The sample in this study were toddlers, and the respondents were mothers, with a total of 70 samples. The sampling technique in this study is Systematic Random Sampling. The results of research on toddlers in areas that have used outbreaks of measles Nusa Penida, Klungkung Regency show that 17.14% of children under five in this area have experienced measles. Based on immunization status, most children under five have received basic measles immunization 74.29%, but still are children who have experienced clinical measles with a contribution of 3.85%. As for the accuracy of immunization, most children under five have been given basic immunization that looks right at the age of 9-11 months 68.57%, but still contains children under five who have clinical measles events with a proportion of 2.08%. Clinical incidence in children under five is high, it is necessary to conduct laboratory tests to ensure the case is right for treatment. There is a need for information dissemination to the public about the importance of immunization that must be given exactly when it has to be approved for release. Keywords: Immunization Status, Accuracy in Providing Immunizations, Measles
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PADA DRIVER OJEK ONLINE DI KOTA DENPASAR Pratama, Yudhi; Sutiari, Ni Ketut
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p08

Abstract

ABSTRACT Online ojek driver is in a risk of having less healthy and overweight body for their busy working activities as well as high riding mobility causing limited until no chance to do exercise. Physical fitness is affected by some factors which are age, sex, smoking habit, health status and physical activity. Besides, the physical fitness is also provoked by nutritional status. If someone has poor health status, it will decrease the physical fitness level and give impact to the ojek driver productivity also make the work feel exhausting. This research is aimed at understanding the relationship between nutritional status and the physical fitness of online ojek driver in Denpasar. This research is analytic cross-sectional study. The sample amounts 60 male. The sample was chosen by using accidental sampling in 4 sub-districs in Denpasar. The result showed that 61.7% of online ojek driver are overweight based on body mass index (BMI) and abdominal circumference >90 centimeters is 41.7%. Online ojek drivers in Denpasar 55.0% are not fit. The statistic result showed that BMI (p=0.000) and abdominal circumference (p=0.000). Conclusion on this research is nutritional status are related to the physical fitness level of the online ojek driver. Keywords: Nutritional Status, Physical Fitness, Online Ojek Driver
TREND KARAKTERISTIK DEMOGRAFI PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI BALI (2013-2018) I Wayan Darsana; Ni Luh Putu Suariyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.426 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p05

Abstract

ABSTRAK Skizofrenia di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, 2013 dan 2018 menunjukan bahwa prevalensi skizofrenia mengalami peningkatan dan penurunan yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat trend kesehatan jiwa (skizofrenia) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali berdasarkan karakteristik demografi periode 2013 - 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan rancangan longitudinal deskriptif study. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien RSJ yang mengalami skizofrenia yang tercatat di register serta merupakan kasus baru periode 1 Januari 2013 - 31 Desember 2018. Karakteristik yang dicari dalam penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan, pendidikan, dan asal pasien. Pasien gangguan jiwa di RSJ Provinsi Bali selama enam tahun terakhir 64% nya merupakan pasien skizofrenia. Gangguan jiwa skizofrenia lebih banyak terjadi pada umur dewasa sebesar (58%), berjenis kelamin laki-laki (66%), sebanyak (58%) tidak kawin, (88%) tidak bekerja, tidak sekolah (33%) dan asal pasien dari Kabupaten Gianyar sebanyak (16%). Berdasarkan trend menunjukan bahwa trend kunjungan gangguan jiwa mengalami penurunan disetiap tahunnya, hanya mengalami peningkatan trend ditahun 2017 dan trend kembali turun ditahun 2018. Adanya penguatan sistem surveilans yang terpadu dan terintegrasi dari Puskesmas hingga RSJ Provinsi Bali sangat diperlukan agar data pasien gangguan jiwa skizofrenia menjadi lebih baik dan terintegrasi. Kata kunci: Skizofrenia, Trend, Karakteristik ABSTRACT Schizophrenia in Indonesia based on the results of Basic Health Research in 2007, 2013 and 2018 showed that the prevalence of schizophrenia had a fluctuating increase and decrease. This study aims to look at the trend of schizophrenia in the Mental Hospital (RSJ) of Bali Province based on the demographic characteristics of the period 2013 - 2018. This study was a descriptive study using a desain longitudinal study. The sample in this study were all RSJ patients who had schizophrenia recorded in the register and were new cases in the period 1 January 2013 - 31 December 2018. Characteristics sought in this study were age, sex, marital status, employment, education, and patient's origin. Mental patients in RSJ in Bali Province for the past six years 64% were schizophrenic patients. Schizophrenia mental disorders occur more at the age of adults (58%), male sex (66%), as many (58%) do not marry, (88%) do not work, do not go to school (33%) and the origin of patients from Gianyar Regency as much (16%). There is an integrated and integrated surveillance system from the Health Service Center to the Provincial Hospital in Bali so that schizophrenic mental patients data get better and integrated. Keywords: Skizofrenia, Trend, Characteristics

Page 11 of 28 | Total Record : 278